ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN UNTUK MENCEGAH MASALAH HIPERTERMIA PADA ANAK YANG MENGALAMI KEJANG DEMAM DENGAN KOMBINASI WATER TEPID SPONGE DAN PEMBERIAN OBAT ANTIPIRETIK DI RUANG KASWARI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Komang Yenni Mahardani1. Ns. Ni Ketut Putri Marthasari2. Nur Widya Putra3 Program Studi Pendidikan Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng yenimahardani5@gmail. ABSTRAK Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh . uhu rektal lebih dari, 38A C) akibat suatu proses ekstra kranial, biasanya terjadi antara umur 3 bulan dan 5 tahun. Water tepid sponge proses kompres hangat yang diberikan kepada pasien yang sedang demam tinggi tujuannya uintuk menurunkan suhu tubuh yang Penelitian ini memilik tujuan untuk Mencegah Masalah Hipertemia Pada Anak yang Mengalamni Kejang Deman Dengan Kombinasi Water Tepid Sponge Dan Pemberian Obat Antipiretik Di Ruang Kaswari RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan studi kasus dengan jumlah sampel 1 pasien. Dari hasil implementasi yang dilakukan kepada pasien dengan 3-4 kali peetemuan dan diberikan implementasi selama 10 menit didapatkan penurunan suhu tubuh pada anak setelah diberikan kompres dengan kompres Water tepid sponge. Intervensi yang diberikan pada masalah Hipertemia Pada Anak Yang Mengalami Kejang Demam adalah memonitor suhu tubuh dan memberikan obat oral serta melakukan kompres hangat. Kata kunci : Hipertemia. Water tepid sponge. ABSTRACT Sever seizures are the seizure rise that occurred in the rise in body temperature . ore than 38 A C), as a crucial process, usually occurs between the age of 3 months and 5 Water Tepid Sponge The warm compress process given to the patient who is high heavy the objective to lower the rising body temperature. This study has a purpose to prevent hypertemia problems in children who experienced deman seizures with a combination of waterproof sponge and antipyxic drug delivery in the Kaswari RSud Wangaya River Wardyer City. This research uses descriptive analytical research design using case studies with sample 1 patient. From the implementation results made to the patient with 3-4 times the patient and was given 10 minutes implementation obtained a decrease in body temperature in children after given compresses with compresses water tepid sponge. The intervention given to the issue of hypertemia in children who experienced fever seems is monitoring body temperature and delivering oral medicine and compressing warm. Keyword : Hipertemia. Water Tepid Sponge. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Angka kejadian kejang demam di PENDAHULUAN Kejang Indonesia adalah 3%-4% pada anak kejang yang terjadi pada kenaikan suhu usia 6 bulan sampai 5 tahun, termasuk tubuh . uhu rektal lebih dari, 38A C) akibat suatu proses ekstra kranial, berkembang menjadi epylepsi. Sekitar biasanya terjadi antara umur 3 bulan 16% anak akan mengalami kejang berulang dalam Setiap (Depkes, 2. Berdasarkan hasil epilepsi dan trauma pada otak, sehingga laporan Kemenkes RI tahun 2019, di mencemaskan orang tua. Pengobatan Indonesia dengan antikonvulsan setiap hari yaitu dengan fenobarbital atau asam valproat penderita (Aziza dan Adimayanti, mengurangi kejadian kejang demam Sedangkan kejadian kejang Kejang demam merupakan demam di DKI Jakarta sebesar 2-3% salah satu penyakit yang sering terjadi dari 100 anak (Dinkes DKI Jakarta, pada anak. Kejang demam umumnya terjadi pada anak yang berusia 6 bulan Kejang Hipertermia merupakan kelainan neurologis yang rentangnormal tubuh,(Tim Pokja SDKI paling sering dijumpai pada anakanak. DPP terutama pada golongan umur 3 bulan Muttaqin, 2. hipertermia adalah sampai 5 tahun. peningkatan suhu tubuh sehubugan PPNI. Menurut,(Arif dengan ketidakmampuan tubuh untuk Vol. 10 No. 1 Juni 2025 meningkatkan pengeluaran panas atau Water tepid sponge adalah suatu menurunkan produksi panas. Hipertermi tindakan kompres air hangat dengan sering diakibatkan adanya infeksi virus. Penyebab lain dari hipertermi selain diberikan kepada pasien yang mengalami karena infeksi juga dapat diakibatkan demam tinggi dengan tujuan untuk karena keadaan toksemia, keganasan menurunkan ataupun mengurangi suhu atau reaksi terhadap pemakaian suatu obat, ataupun juga pada gangguan pusat regulasi suhu sentral. (Faradilla Abdullah, 2. Tindakan ini bisa dilakukan semua orang dikarenakan peralatannya yang murah serta caranya demam dapat dilakukan dengan tindakan juga mudah dan praktis. Tindakan ini farmakologi, tindakan non farmakologis dilakukan dengan cara menyeka bagian maupun kombinasi keduanya. Tindakan tubuh yang berfokus utama di lipatan- farmakologis yaitu memberikan obat lipatan tubuh (Yunianti SC et al. , 2. Sedangkan tindakan non Water tepid sponge sendiri termasuk Penanganan farmakologis yaitu tindakan tambahan tersebut sesuai hasil penelitian yakni ditempatkan dalam ruangan bersuhu teknik blok dan teknik seka . epid sponge normal, menggunakan pakaian yang hangat (Rahmasari & Lestari, 2. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Antipiretik memberikan minuman yang banyak, tidak tebal, dan memberikan kompres tubuh yang tinggi ke suhu tubuh normal. dan demamnya semakin terasa sejak 1 Antipiretik yang banyak digunakan hari yang lalu, klien nampak terlihat rewel saat di gendong ibunya, klien nampak pucat, akral teraba hangat, ibu METODE PENELITIAN klien mengatakan anaknya susah tidur Metode dan nafsu makan berkurang sejak memanfaatkan penggunaan studi kasus kemarin, setelah dilakukan pengkajian dengan desain deskriptif analitik. pasien tidak punya riwayat kejang sejak kasus dengan cara mengindentifikasi Didapatkan hasil pemeriksaan Suhu: 37,8 0C. Nadi : 106 x/ menit, hipertermia pada anak yang mengalami Respirasi : 47 x / menit. Berdasarkan kejang demam dengan kombinasi water tepid sponge dan pemberian obat Keperawatan permasalahan yang muncul pada An. Hasil Standar Diagnosis Indonesia dapatkan melalui wawancara keluarga pasien, serta data rekam medik pasien. dengan peningkatan laju metabolisme GAMBARAN KASUS ditandai dengan ibu klien mengatakan Pasien An. A usia 3 tahun jenis (SDKI), anaknya demam sejak 3 hari yang lalu. kelamin laki-laki, masuk rumah sakit Setelah tanggal 23 Oktober 2025 dengan disgnosa medis kejang demam dengan perencanaan tindakan sesuai dengan riwayat sudah 2x kejang dirumah dan sudah deman sejak 3 hari yang lalu dan implementasi dilakukan dalam waktu Vol. 10 No. 1 Juni 2025 3x24 jam. Adapun intervensi inovasi yang diberikan perawat kepada pasien dengan masalah Hipertemia Pada Anak Sedangkan Yang Mengalami Kejang Demam adalah obat yang digunakan untuk Dengan Kombinasi Sponge Dan Water Tepid menurunkan suhu tubuh yang tinggi ke Pemberian Obat suhu tubuh normal. Antipiretik yang Antipiretik. banyak digunakan adalah parasetamol. Water tepid sponge adalah ibuprofen, dan asetosal. Mekanisme suatu tindakan kompres air hangat kerja dari antipiretik adalah dengan menggunakan teknik seka yang dengan cara mengembalikan fungsi tujuan untuk menurunkan ataupun pelepasan panas melalui meningkatnya mengurangi suhu tubuh yang tinggi. aliran darah ke perifer yang disertai (Faradilla & Abdullah, 2. Water keluarnya keringat. Tepid Sponge memiliki tujuan untuk HASIL membuat pembuluh darah yang berada PEMBAHASAN Hasil pemeriksaan dilakukan secara pengkajian yang dilakukan kepada An. kemudian mempermudah pengeluaran A . thn ) diketahui bahwa pasien suhu panas yang ada pada tubuh pasien. mengalami kejang demam pada saat Tujuan utama dari penggunaan metode dirumah sebanyak 2x dengan durasi 15 Vol. 10 No. 1 Juni 2025 DAN vasodilatasi yang pada akhirnya poritersebut PENELITIAN detik dan demam anak naik turun sejak 3 hari, pasien juga sempat kejang di diberikan intervensi selama 10 menit ruangan sebanyak 2x dengan durasi 15 detik dengan mata ke atas, pada saat dirasakan pasien adalah Identifikasi diruangan ibu pasien mengeluh bahwa penyebab hipertermia. anaknya demam tidak kunjung turun, terpapar lingkungan panas, penggunaan Suhu pasien 39,0 C. N : 106 x/menit. Spo2 :99%. Monitor komplikasi akibat hipertermia. Monitor Diagnosa keperawatan yang Sediakan lingkungan yang diinginkan akan muncul pada pasien dengan pasien. Longgarkan atau lepaskan pakaian. Berikan cairan oral. Lakukan berhubungan dengan peningkatan suhu kompres air hangat / Water Tepid tubuh dibuktikan dengan pasien demam Sponge sejak 3 hari yang lalu . Adapun tanda abdomen, aksila. Anjurkan tirah baring, dan gejala yang didapatkan pada pasien Kolaborasi pemberian antipiretik. An. A yaitu pasien mengalami akral Hasil yang didapatkan dari penerapan teraba hangat. Mukosa bibir kering, wajah pasien tampak kemerahan. dilakukan selama 3-4 kali pertemuan Implementasi yaitu demam pasien menurun, dan diberikan oleh peneliti dan didampingi pasien sudah tidak mengalami kejang. oleh perawat di Ruang Kaswari RSUD Dengan kombinasi pemberian Wangaya Kota Antipiretik adalah obat yang digunakan kurang lebih 3 - 4 kali pertemuan untuk menurunkan suhu tubuh yang Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Denpasar tinggi untuk mengatasi kejang demam pada Antipiretik yang banyak digunakan anak dengan masalah keperawatan adalah parasetamol, ibuprofen, dan hipertermia adalah dengan pemberian Mekanisme terapi farmakologi yaitu pemberian obat antipiretik dan dikombinasikan mengembalikan fungsi thermostat ke yaitu pemberian Water tepid sponge mekanismenya yaitu pelepasan panas untuk menurunkan demam pada anak. melalui meningkatnya aliran darah ke DAFTAR PUSTAKA