JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. DINAMIKA PEMIKIRAN TAFSIR DI INDONESIA: TAFSIR RAHMAT KARYA OEMAR BAKRY Kurniadi Ramadhan UIN Raden Fatah Palembang adyramadhan29@gmail. Pathur Rahman UIN Raden Fatah Palembang pathurrahman_uin@radenfatah. Muhamad Nasrullah UIN Raden Fatah Palembang 23122250015_uin@radenfatah. Abstract This research discusses Tafsir Rahmat by Oemar Bakry, which aligns with the purpose of the Quran's revelation to be a mercy to the entire universe. The commentary is compiled in a concise format, comprising only one volume, to facilitate readers in obtaining guidance and wisdom from the Quran. The research adopts the method of literary study, using Tafsir Rahmat as the primary source and other works as supporting materials. The findings conclude that Tafsir Rahmat falls into the category of individual commentary, meaning it is authored by one person. Keywords: Dynamics. Rahmat. Oemar Bakry PENDAHULUAN Tafsir memiliki peran penting dalam tradisi keilmuan Islam karena membantu umat Islam memahami dan mengimplementasikan ajaran-ajaran Al-Quran dalam kehidupan seharihari. Tafsir berkembang seiring dengan perluasan Islam ke berbagai belahan dunia, mengakomodasi beragam pemahaman dan kebutuhan umat yang berbeda-beda. Dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga era kontemporer, banyak ulama telah menyumbangkan berbagai karya tafsir, mulai dari pendekatan literal hingga kontekstual dan interdisipliner yang mencoba menjawab tantangan zaman1. Di era global saat ini, tafsir Al-Quran tidak hanya relevan bagi kehidupan spiritual umat Islam, tetapi juga dalam dialog antarperadaban dan studi lintas agama. Keberadaan tafsir membantu menjembatani perbedaan pemahaman dan mempromosikan toleransi serta empati di antara manusia dari berbagai latar belakang kepercayaan2. Oleh karena itu, studi tentang tafsir Leaman. Oliver, "The Qur'an: An Encyclopedia," (Routledge, 2. , hlm. Esack. Farid, "The Quran: A User's Guide," (Oneworld Publications, 2. , hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 136 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Al-Quran terus berkembang dan menjadi penting dalam kajian akademis serta praktik keagamaan di seluruh dunia. Oemar Bakry, seorang ulama dan pendidik asal Indonesia, dikenal dengan pemikiranpemikirannya yang moderat dan pendekatannya yang humanis dalam menafsirkan Al-Quran. "Tafsir Rahmat" merupakan karya yang mencerminkan usaha gigih beliau dalam menggali serta menyajikan pesan-pesan Al-Quran dengan cara yang lebih terbuka dan mudah diakses oleh semua kalangan. Tafsir ini tidak hanya dihargai oleh kalangan akademis tetapi juga oleh umat Islam pada umumnya karena kemampuannya dalam menyajikan tafsir yang tidak hanya mendalam tetapi juga praktis dan aplikatif. METODE Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka, di mana berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan topik digunakan. Sumber-sumber ini dibagi menjadi dua kategori: primer dan sekunder. Sumber primer: Ini adalah referensi utama, dengan "Tafsir Rahmat" karya Oemar Bakry menjadi sumber utama dalam penelitian ini. Sumber sekunder: Sumber tambahan terkait topik termasuk "Tafsir Al-Maragi" karya Mustafa Al-Maragi, "Mabahis Fi 'Ulum Al-Qur'an" karya Subhi Saleh, "Kebangkitan Umat Islam Abad ke-15" karya Oemar Bakry, "Kajian Al-Qur'an di Indonesia" karya Howard M. Federspiel, dan karya ilmiah lain yang relevan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Analisis deskriptif melibatkan pencarian fakta dengan interpretasi yang akurat, sementara analisis analitis melibatkan pemecahan data yang cermat dan terfokus. Secara esensial, metode deskriptif-analitis ini menyajikan interpretasi objektif dari sebuah teks dengan merangkumnya ke dalam bahasa peneliti. PEMBAHASAN Biografi Pengarang Kitab Tafsir Rahmat Oemar Bakry merupakan salah satu mufassir nusantara yang mempunyai nama lengkap Oemar Bakry Datuk Tan Besar, beliau dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1916 di desa Kacang. Danau Singkarak. Sumatera Barat3. Kemudian beliau wafat di Bandung pada tahun Islah Gusmian. Khazanah tafsir Indonesia: dari hermeneutika hingga ideologi, (Yogyakarta: Penerbit & distribusi. LKiS Yogyakarta, 2. , hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 137 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. 1985 pada usia 69 tahun4. Belum terdapat data yang valid mengenai dari keluarga mana Oemar Bakry dilahirkan, namun dari beberapa indikator seperti tinggat pendidikan yang ditempuh menunjukan bahwa Oemar Bakry lahir dari keturunan yang modernis dan agamis. Masa kecilnya yang masih didominasi dengan penjajahan kolonial belanda yang notabeneya membatasi masyarakat pribumi untuk hidup berpendidikan tidak menyurutkan niatnya untuk mencari ilmu. Riwayat pendidikan beliau dimulai dari pendidikan dasar di sekolah Sambungan Singkarak. Kemudian melanjutkan di sekolah Diniyah Putra Padang Panjang. Di sini beliau lulus pada tahun 1931. Selain itu Oemar Bakry juga menempuh pendidikan di Sumatera Thawalib lulus pada tahun 1932. kedua sekolah yang di tempuh oleh Oemar Bakry merupakan sarana memperluas gerakan pembaharuan di Sumatera Barat yang sebelumnya berpusat di sekolah Adabiyah yang dipelopori oleh Abdullah Ahmad5. Kemudian ia pun melanjutkan pendidikannya di Kulliyatul MuAoallimin Islamiyah Padang lulus pada tahun 1936. Lalu Pada tahun 1954, ia mengenyam pendidikan jenjang studi sarjananya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jakarta (UI)6. Sampai tahun 1936. Selain itu juga menjadi direktur di sekolah Guru Muhammadiyah Padang Sidempuan dan direktur The Public Typewriting School di Padang Panjang, namun kini telah diganti dengan nama Taman Kemajuan dan hingga kini masih ada. Beliau berkiprah dalam bidang politik dan keoragisasian, salah satunya dengan bergabung Menjadi anggota beberapa partai dan lembaga Indonesia, antara lain anggota Partai Politik Persatuan Muslim Indonesia (Perm. , anggota pimpinan Masyumi Sumatera Tengah, ketua IKAPI Jakarta Raya, pernah juga beliau menjabat sebagai Ketua yayasan Al-Falah. Selain itu juga di yayasan pemeliharaan kesucian Al-QurAoanul Karim dan yayasan Thawalib Jakarta. kemudian ia juga berkiprah dalam dunia bisnis, dengan mendirikan usaha penerbitan dan percetakan di Jakarta (Mutiar. pada tahun 1951 Dan Bandung (Angkas. pada tahum 19667. Di samping menjadi tenaga pendidik beliau juga aktif di dunia dakwah menyebarkan dakwahnya di seluruh Nusantara. Dengan penyampaian bahasa mudah dipahami dan subtansi yang disampaikan penuh dengan kelembutan menjadikan pengikutnya semakin hari kian bertambah pesat. Sehingga Melalui Jannatul Husna Bin Ali Nuar. Minangkabau Clergies and The Writing of Hadith,Ay Jurnal Ushuluddin 24, no. Juni 2. , hlm. Mahbub Ghozali. AuDialektika Sains. Tradisi dan al-QurAoan: Representasi Modernitas dalam Tafsir Rahmat karya Oemar Bakry,Ay AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis 5, no. November 2. : 847, https://doi. org/10. 29240/alquds. Ali Nuar. AuMinangkabau Clergies and The Writing of Hadith,Ay hlm. Dadan Rusmana 2. Nida Amalia Kamal, dan Maulana Yusuf Alamsyah. AuKarakteristik Tafsir Madrasi Karya H Oemar Bakry dan Penggunaanya Pada Kurikulim KMI Darussalam Gontor Putri,Ay Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu AlQurAoan dan Tafsir 6, no. September 2. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 138 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. dakwahnya tersebut beliau semakin dikenal banyak orang Khususnya di daerah Jakarta. Bandung, dan di Sumatera Barat. Bahkan beliau juga diundang di luar negeri untuk mengisi Oemar Bakry juga termasuk enterpreuner yang sukses sempat menjalin hubungan bisnis dengan berbagai pihak diluar negeri. Beliau adalah pendiri dan sekaligus Direktur Utama Penerbit Percetakan Offset AuMutiaraAy Jakarta dan AuAngkasaAy Bandung. Untuk pertama kalinya. AuMutiaraAy ia dirikan di Bukit tinggi pada 1 November 1951. 15 tahun setelah itu, tepatnya pada 13 Januari 1966, ia mendirikan penerbit AuAngkasaAy di Bandung. Tahun 1971 beliau mendirikan percetakan Offset AuAngkasaAy di Bandung pada tahun 1972 di Jakarta ia mendirikan Percetakan Offset AuMutiara. Bisnis yang dirintisnya di bidang penerbitan inilah kemudian yang telah melebarkan sayapnya untuk go international dan menjalin kerjasama dengan penerbit-penerbit luar negeri seperti di Asia. Eropa, dan Amerika, sehingga dalam bidang yang satu ini, ia tak jarang menghadiri forum-forum baik tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 1976 misalnya, ia menghadiri kongres IPA (International Publisher Associatio. yang diselenggarakan di Kyoto. Jepang dan pada 1980 di Kopenhagen 8. Sekolah Thawalib Padang Panjang atau Sumatera Thawalib yang mana Lembaga Pendidikan ini di anggap sebagai sekolah Islam terbaru pertama di Indonesia pada masa itu. Didirikan oleh tiga sarjana reformis dan Moderat Minangkabau, yaitu Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasu. Haji Abdullah Ahmad, dan Zainuddin Labay el-Yunisy. Dilihat dari Sistem pendidikan sekolah Thawalib sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan Barat khususnya Negara Eropa. Walaupun hal itu terjadi, nilai keislamannya sangat dijunjung tinggi sebaliknya materi umum hanya didirikan beberapa materi umum sebagai tambahan. Hal ini menjadi pengaruh besar terhadap cara berfikir Oemar Bakry. Yang Semula sistem Surau dipakai menjadi budaya masyarakat Minagkabau saat itu kemudian digantikan oleh sistem surau Madrasah. kurikulum pelajaran dan pendidikan di sekolah tetap mengutamakan pelajaran Islam. Dengan lulusan dari sekolah ini kedepannya dapat menjadi pemimpin Islam yang moderat dan taat beragama Islam sebagai bekal dalam pergerakan nasional menghadapi penjajahan Belanda saat itu. Meskipun demikian, tidak hanya pelajaran keislaman yang diajarkan akan tetepi beberapa materi pelajaran umum juga ditambahkan. Dengan riwayat pendidikannya tedahulu membuat Oemar Bakry berpemikiran moderat9. Maka dari itu Oemar Bakry tergolong dalam mufassir Nusantara yang cukup aktif dalam menerbitkan karya, meskipun disibukan dengan banyak urusan mulai dari Rusmana 2. Amalia Kamal, dan Yusuf Alamsyah, hlm. Rahman. Modernisasi Pendidikan Islam Awal Abad 20 (Studi Kasus di Sumatera Bara. Humanus, 2. Hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 139 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. dakwah sampai politik. Oemar Bakry selalu menyempatkan waktunya untuk membuat buah tangan sebagai bentuk tranmisi keilmuanya untuk generasi setalahnya. Banyak karya yang dihasilka mulai dari yang berbahasa indonesia sampai berbahasa arab. Latar belakang penulisan kitab tafsir Rahmat Tafsir Rahmat karya Oemar Bakry adalah sebuah karya tafsir Indonesia yang muncul pada abad 20. Selain di bidang tafsir. Oemar Bakry juga berkarya di bidang keislaman yang lain dengan jumlah kurang lebih 21 karya. Hal tersebut dipicu dari pendidikanya yang tinggi dan beragam. Beliau merasa tergerak untuk menekuni bidang tafsirnya karena cita-cita yang diinginkanya yaitu memudahkan masyarakatnya untuk memahami Al-QurAoan dan juga sebagai jawaban atas permintaan teman temanya agar menulis sebuah karya yang memudahkan mereka untuk menelaah dan mengkaji Al-QurAoan. Dalam menulis karya tafsirnya ini Oemar Bakry membutuhkan waktu yang cukup singkat, yaitu kurang lebih tiga tahun . Secara lahiriyah Al-QurAoan ditulis menggunakan bahasa arab, dan diturunkan ditengah masyarakat yang hidup berkomusikasi dengan Bahasa Arab. Selain itu, nabi Muhammad juda diutus sebagai rahmat bagi seluruh lapisan umat, berbeda dengan para nabi sebelumnya yang hanya diutus untuk satu kalangan umat saja. Sehingga konsekuensi yang muncul adalah Bahasa Arab menjadi Bahasa menjadi Bahasa dunia dan umat islam hendaknya meyakini bahwa Bahasa arab adalah Bahasa agama. Bahasa kesatuan dan persatuan. Bahasa kebanggaan dan kebangkitan umat islam dimasa mendatang. Melihat dari sudut pandang bahwa Bahasa Arab adalah Bahasa persatuan, kesatuan, dan kebangkitan umat islam, bersamaan dengan itu pemahaman masyarakat yang tidak berbahasa arab, khususnya yang berbahasa indonesia masih minim. Dengan demikian terjemah dan tafsir Al-QurAoan dalam bahasa indonesia sangat dibutuhkan. Adanya transliterasi Al-QurAoan dari bahasa arab kebahasa Indonesia dimaksudkan agar masyarakat indonesia bisa memahami Al-QurAoan tanpa harus memahami bahasa arab dan bisa mengamalkan kandungan Al-QurAoan sesuai dengan pemahaman yang didapat. Zaman sekarang adalah zaman yang sudah disebut dengan zaman ruang angkasa, zaman ilmu pengetahuan dan AlQurAoan menyeru umat islam agar selalu berkembang dalam pikiran, cara hidup, dan kehidupanya. Sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW. AaO EIc I OAOIA Siti Fahimah. AuAl-QurAoan dalam Sejarah Penafsiran Indonesia: AnalisisDeskriptif Beberapa Tafsir di Indonesia,Ay (El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman 4, no. 02 2 Januari 2. , hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 140 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Artinya : Ayberbicaralah dengan manusia sesuai dengan tingkat kecerdasanyaAy 11 Menggunakan bahasa tentu sesuai dengan perkembangan terhadap bahasa itu. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa melayu dan sekarang sudah menjadi bahasa nasional tentu memiiki susunan, ejaan dan cara penulisan yang sudah jauh berbeda dengan dahulu kala. Berangkat dari hal inilah Oemar Bakry berkata Autugas kita sekarang adalah melanjutkan dengan menulis terjemah dan tafsir sesuai yang dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ay Yaitu terjemah yang sesuai dengan tata bahasa yang berlaku (EYD). Motivasi penulisan kitab Tafsir Rahmat adalah berangkat dari penulisnya sendiri untuk membuat sebuah karya tafsir yang mudah dipahami dan dipelajari oleh masyarakat secara luas. khususnya bagi masyarakat indonesia yang tidak bisa memahami Alquran dengan bahasa asalnya yaitu bahasa Arab. Hal ini merupakan bentuk pertanggung jawaban orang yang berilmu untuk menyebarkan ilmu agama bagi masyarakat disekitarnya. Sebagai mana ungkapan penulis dalam pembukaan kitabnya Aymasalah menterjemahkan alQuranul Karim masih amat diperlukan,manakala memahami dan menguasai bahasa Arab sudam merata, tentu umat islam akan memhami isi Al-quran secara langsung, tanpa terjemahan atau tafsir dalam bahasa ibu atau nasionalnya. 12Ay Langkah-langkah yang dilalkukan Oemar Bakry dalam menterjemahkan dan menafsirkan Al-quran menggunakan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan mengikuti perkembangan sains dan teknologi, merupakan pengorbanan jasa yang sangat besar. Karena dengan demikian, masyarakat Indonesia yang sangat minim pengetahuanya terhadap Bahasa Al-quran dapat memahami Al-quran secara utuh dan komprehensif. Penterjemahan dan penafsiran Al-quran menggunakan Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh Oemar Bakry dala, kitab Tafsir Rahmat juga sebagai bentuk merealisasikan subtansi diturunkanya Al-quran yang bersifat shahih fi kulli zaman wa makan. Sehingga Alquran berfungsi sebagaimana mestinya dan msyarakat merasa terayomi dengan ada Al-quran. Sistematika Penulisan Kitab Tafsir Rahmat Tafsir Rahmat karya H Oemar Bakry merupakan salah satu kitab Tafsir berbahasa Indonesia yang ringkas, komprehensif, dan utuh. Dengan waktu yang tidak lama, yaitu kurang lebih tiga tahun . Oemar Mampu menyelesaikan karyanya ini secara sempurna mulai hari halaman pertama sampai terakhir. Oemar Bakry. Tafsir Rahmat (Jakarta: Mutiara, 1. , hlm. Bakry. Tafsir Rahmat, 1984 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 141 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Kitab yang terdiri dari 1 juz yang terdiri dari 1330 halaman, dengan cover depan belakang berwarna biru. Dengan halaman depan yang bertuliskan khat Aula ilaha IllallaahAy yang terletak di bagian atas. Di bagian tengan terdapat tulisan judul buku ini yaitu AuTafsir RahmatAy dan nama penulis dibawahnya. Pada permulaan halaman kitab terdapat tanda tashih dari Lembaga Pentashih Mushaf Al-quran nomor : p. 111/121/B-11/257/83 yang berjumlah 9 anggota pada tahun 1983. Halaman selanjutnya beriri beberapa sambutan, yaitu sambutan Mentri Koordinatir Bidang Kesejahteraan Rakyat (H. Alamsjah Ratu Prawiranegar. , sambutan ketua Majelis Ulama Indinesia (MUI) (KH. Syukri Ghazal. , sambutan Duta Besar Mesir untuk Indonesia (Muhammad Riusd. , sambutan ketua LPKEI-ITB (T. M Soelaima. kata pengantar, dan petunjuk pembaca, dan kemudian masuk dalam penafsiran yang diawali dengan surat Alfatihah. Penulisan kitab ditulis dari sisi kanan ke kiri sesuai dengan mushaf Al-quran itu sendiri, dengan rincian pada bagian kanan halaman terdapat susunan ayat dan di sebelah kiri halaman terdapat tafsir dan terjemah. Penyusunan seperti itu merupakan saran dari Duta Besar Kerajaan Arab Saudi yang ada di Jakarta yang pada saat itu memperlihatkan kepada Oemar Bakry beberapa terjemahan Alquran dengan Bahasa asing yang ditulis dari kanan ke kiri. Setelah halaman penafsiran. Oemar Bakry mencantumkan pembahasan yang berjudul Ausumber dakwahAy, pembahasan ini ditujukan kepada para pendakwah atau dai dengan tujuan memudahkan mereka dalam mengambil tema-tema yang hendak di dakwahkan. Dalam pembahasan kali ini Oemar Bakry mencanumkan kurang lebih 145 motto dakwah yang sudah dilengkapi dengan petunjuk surah dan halaman ayatnta, agar lebih memudahkan lagi. Oemar Bakry membaginya kedalam 10 kelompok yaitu Al-quran, keimanan, ibadah, perkawinan, sains dan teknologi, ekonosi, kesehatan, budi pekerti luhur, kemasyarakatan dan kenegaraan, dan Hal tersebut menjadikan para pendakwah atau daAoi lebih mudah dalam mencari tema yang akan disampaikan kepada audienya. Pada halaman selanjutnya. Oemar Bakry mencantumkan beberapa inti sari yang didalamnya berisi tentang doa, laranganlarangan, dan perintah-perintah Allah SWT. yang terdapat dalam Alquran. Oemar Bakry menamai halaman ini dengan judul AuDoa. Suruhan, dan LaranganAy yang ditujukan dengan memberi kesan memanjakan pembaca dengan menyebutkan surah serta nomor halamanya dalam Tafsir Rahmat. Sebagai contoh larangan mencampuradukan antara yang hak dan yang batil, terletak pada surah Al-baqarah . : 42 halaman 17, perintah untuk mendirikan sholat dan menunaikan Bakry, 1273Ae1311. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 142 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. zakat, terletak pada surah Al-baqarah . : 43 halaman 17, dan doa agar diberi pentuk kepada jalan yang benar, terletak dalam surah Al-fatihah . :6 halaman 7, dan seterusnya 14. Dan setelah itu, kitab ini ditutup dengan daftar pustaka yang diberi judul AuperpustakaanAy. Aukata penutupAy. Audaftar surah-surah Al-quranAy, dan foto serta biografi singkat penulis. Sumber-Sumber Penafsiran Kitab Tafsir Rahmat Sumber penafsiran sebagai mana sudah diketahui dalam kajian tafsir Al-quran ada dua, yaitu bil maAotsur dan bil raAoyi. Dalam Tafsir Rahmat. Oemar Bakry cenderung menggunakan sumber penafsiran yang kedua, yaitu dengn memberi terjemahan dengan gaya basaha yang sesuai dengan perkembangan zaman serta memberi penafsiran terhadap ayat-ayat yang susah dipahami secara singkat dan runtut mulai dari awal surat Al-fatihah sampai akhir surat An-nas. namun tidak sedikit juga dalam menafsirkan Al-quran Oemar Bakry menggunakan riwayat hadis untuk menafsirkan ayat tersebut. Tafsir rahmat yang menjadi karya terbesar Oemar Bakry, beliau tidak hanya memberikan penafsiran atas dasar penemuan para ilmuwan sains dan teknologi, ia juga menggunakan berbagai feferensi karya-karya tafsir terdahulu yang sudah berjasa besar dalam membantu umat islam dalam memahmi kitab sucinya. Diantara buku pegangan yang menjadi rujukan dalam menulis Tafsir Rahmat ini antara lain: Tafsir al-Manar oleh Syaikh Muhammad Rasyid Ridha Tafsir al-Maraghi oleh Ahmad Mushtofa al-Maraghi Al-Tafsir al-Farid fi al-QurAoan al-Majid oleh Muhammad Abdul MunAoim al-Jamal Tafsir Ibnu Katsir Fi Dzilal al-QurAoan oleh Sayyid Qutub Tafsir al-QurAoan oleh Prof. Mahmud Yunus Al-QurAoan dan Terjemahnya oleh Dewan Penterjemah Departemen Agama. Tafsir Quran oleh H. Zainuddin Hamidy dan Fachruddin Tafsir Bayan oleh Prof. Hasbi Ash Shidieqy15 Bakry, 1314. Bakry. Tafsir Rahmat, 1984. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 143 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Metode Penafsiran Kitab Tafsir Rahmat Oemar Bakry dalam menulis Tafsir Rahmat menggunakan metode ijmali . , yaitu dengan mengungkapkan makna ayat demi ayat mulai dari awal sampai akhir secara global dengan bahasa yang ringkas dan tidak mengaitkanya dengan permasalahan yang lain 16. Oemar Bakry juga menggunakan bentuk penafsiran yang sederhana yaitu penafsiran Al-QurAoan secara harfiyyah khususnya ketika menjumpai ayat ayat mutasyabbihat yang notabenya merupakan peluang bagi mufassir untuk berkreasi karena tidak ada pemaknaan yang pasti, namun Oemar Bakry lebih berhati-hati dengan memilih penafsiran secara harfiyyah17. Sebagaimana penafsiranya terhadap surat al-Ikhlas : AcEEa a a oUU a NA n UAA aI oUa Ea eI aO aEe aOEa eI O eaOEa oee aOEa eI aO aE eI EacN aEAa UO a aA ca AcEEa EA ACa eE N aaO NA Artinya :AuKatakanlah! Dialah Allah Yang Maha Tunggal. Allah Tumpuan Segala Harapan. Dia tidak melahirkan dan Dia tidak pula dilahirkan. Dan tidak seorangpun yang menyerupai-Nya18. Disamping Oemar Bakry menggunakan penerjemahan secara harfiyyah. Beliau juga menggunakan penerjemahan secara maknawiyyah karena tidak semua perkataan dan susunan kalimat bisa dipahami dengan hanya menerjemahkan sesuai dengan susunan yang ada. Ada beberapa hal yang memang harus diadakan perubahan agar maknanya tepat. Hal ini digunakan beliau untuk menghindari pengertian ayat yang tidak jelas dan susah dipahami jika dipaksakan selalu menggunakan penerjemahan secara harfiyyah. Sehingga dicarilah kata-kata yang tepat dalam menerjemahkan meskipun kadang tidak selalu tepat jika dimaknai secara harfiyyah. Menurut beliau tujuan utama dalam menerjemahkan secara makna ialah untuk mengambil pengertian dari ayat-ayat itu. Seperti contoh pada ayat 61 surah Al-Baqarah yang berbunyi: AaO N aaO aO UeA e AO N aaO a eIO aEacA e ACa aE aa ea e aEa eOIa Eac aA Terjemah harfiah berbunyi: AuApakah kamu meminta ditukar yang buruk dengan yang baik?Ay Bakry, 2. Fahimah. AuAl-QurAoan dalam Sejarah Penafsiran Indonesia,Ay 179 Bakry. Tafsir Rahmat, 1984, 1271. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 144 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Terjemah demikian demikian tidak sesuai dengan maksud ayat. Maksud ayat ialah: AuApakah kamu meminta ditukar yang baik dengan yang buruk?Ay Jadi jauh sekali beda Kesulitan yang di alami Oemar Bakry dalam memilih kata-kata yang tepat digunakan untuk menterjemahkan, memaksanya untuk menterjemahkan ayat-ayat seperti diatas dengan terjemahan makna, yaitu dengan tambahan penjelasan perkataan, ungkapan, anak kalimat, bahkan dengan tambahan kalimat yang ditempatkan didalam tanda kurung. Tujuan utama dari hal tersebut ialah unruk mengambil pengertian dari ayat-ayat itu, sehinga dapat dijadikan sebgai petunjuk dan rahmat bgai setiap mukmin. Oemar Bakry dalam kitabnya Tafsir Rahmat sama sekali tidak mencantumkan kisah-kisah israiliyyat, ia hanya menafsirkan Alquran dengan ringkas tanpa mencampurkan permasalahan lain dan menggunakan sumber-sumber sebagaimana yang telah disebutkan diatas. Sehingga penafsiranya mulai dari al-fatihah sampai an-nas yang dimuat dalam satu jilid dengan pembahasan yang ringkas merupakan sebuah bukti bahwa kitab Tafsir Rahmat ini menggunakan metode Ijmali. Corak Penafsiran Kitab Tafsir Rahmat Tafsir Rahmat merupakan produk tafsir bercorak kebahasaan ilmiyah, hal ini bisa dibuktikan dengan pengalihan bahasa yang digunakan Oemar Bakry yang memfokuskan bahasa Arab ke pembaharuan kata sesuai dengan teknologi yang berkembang, istilahistilah dan teknik peningkatan pemahaman dalam terjemah bahasa Indonesia. Transformasi penggunaan bahasa dalam tafsir ini mengacu pada bahasa yang telah disempurnakan dan modern dengan memperhatikan perkembangan zaman dari pada tafsir-tafsir sebelumnya. Contoh ketika Oemar Bakry menafsirkan kata AOA ca A EAyang pada umumnya diartikan dengan AulangitAy namun ia a A aIA mengartikanya dengan Auruang angkasaAy untuk menunjukan pemahaman ilmu pengetahuan modern tentang alam semesta dan terminologinya. Penerjemahan semacam ini sebagaimana yang ia sebutkan dalam surat Al-anAoam . ayat ke 73 :20 ACA a AO aEaCa EacI OA a A aOeEa eA e AaON aaO Eac aA a c A a eE aA Artinya :Audzat yang menciptakan ruang angkasa dan bumi dengan hakAy Perkataan Auruang angkasaAy lebih tepat mendukung maksud ayat, bahwa Allah menciptakan alam semesta yang uas dan lebar ini. Bakry. Tafsir Rahmat, 1984, 9. Bakry, 697. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 145 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Contoh lain yang menjadi ciri khas dalam penafsirannya dengan menggunaka pilihan kata yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi di era modern ini juga bias kita temukan dalam surat Al-baqarah ayat 164 sebagai berikut: e A aOA AO AaO eEa ae a aI Oa eIAa aA a AC EacI OA a Aa aaEA a A aO ea eA e AO a aeA a AA Eac eO aE aOEIac aNA e aA aO eEAa eE aE EacA a AO eaEA e aA acaI AA ca aA a ea aI eOa aN aOA n A Aa eO aN aI eI aE acE a ac sA ca AcEEa IaIa EA A aO aI e a eIa aE NA a A aI a aI eI acI s ae Oa a aN ea eA a caAEIA s A a eE OA aA aEcCa eO sI Oac e aCEa eOIA ca A ac a aOeIa EA ca A aOEA a AA aOA e acOA c a AeAA a A aI a aOeEa eA a A aA a A eE aIA a AE OA Arinya: sehungguhnya kejadian di ruang angkasa dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar membawa keperluan manusia, dan air hujan yang diturunkan oleh Allah dari langit. Lalu dengan air itu dihidupka-Nya bumi yang tandus dan Dia kembang biakan di bumi itu binatang-binatang yang melata . ermasuk manusi. dan perkisaran angina dana wan antara langit dan bumi. emua it. sungguh-sungguh menunjukan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan. Ayat 163 dan 164 memanggil semua umat manusia untuk bertuhan kepada Tuhan Yang Maha Tunggal, bukti-bukti tentang adanya Tuhan Yang Maha Tunggal itu cukup banyak, alam semesta yang amat rapi dan indahnya ini menjadi bukti adanya tuhan,disini disebukan beberapa bukti itu, perptaran siang dan malam yang begitu teraturnya sungguh menakjubkan, siapa yang dapat mengatur jalanya matahari? Siapa yang dapat mengatur cuaca? Siapa yang dapat menghidupkan tumbuh tumbuhan? Itulah kekuasaan gaib Allah yang maha kuasa lagi maha Dalam ayat ini jelas sekali dianjurkan bahwa untuk memantapkan tauhid, percaya kepada Allah yang Maha Tunggal adalah dengan memikirkan . ciptaan Allah. Alam semesta ini, ilmu tentang ruang angkasa. Dan apa saja yang ada di muka bumi ini. Ilmu dan teknologi akan memberi keyakinan bahwa Allah SWT. itu ada dan maha kuasa, kekuasaan Allah melebihi ilmu dan teknologi yang dihasilkan oleh manusia21. Pada coraknya yang banyak melalui pendekatan kebahasaan imilah, hal ini dibuktikan dengan penafsirannya terhadap surah AlBaqoroh ayat 173 mengenai makanan-makanan yang dilarang, yaitu : a AA A sA a A acA e AcEEa oU Aa aI aI A AeI eE a eI aO ae aO aI e a aN acE a nN aEaO ae NA a A acO aeEA a AaIac aI a ac aIA a aAEa eO aE aI eE aI eOaa aOE aacI aOEA s aAO ae A a eO U ac a eO UIA a aAcEEA AEa eO aN acaI NA a aEe ae aIA Bakry, 47 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 146 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Artinya : AuSesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan . inatang yang waktu menyembelihny. disebut nama lain selain dari nama Allah. Tetapi barang siapa yang terpaksa . ema-kannya karena keadaan membahayaka. , sedang ia tidak mengingininya dan tidak pula melampaui batas . akan lebih dari yang diperluka. , maka tidaklah ia berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ay Ayat 168 s/173 membicarakan makanan yang halal dan haram. Makanan yang dimakan hendaklah yang diperoleh dengan cara yang halal dan berguna untuk ke-sehatan. Bervitamin dan bergizi tinggi. Di antara makanan yang dilarang ialah bangkai, daging babi, darah dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain dari nama Allah. Apakah hikmah larangan itu? Ilmuwan dihimbau untuk menyelidikinya. Apakah bahayanya dari segi fisik dan mental? Ilmu dan teknologi akhirnya akan mengakui kebenaran Al Quranul Karim. Yang disembelih dengan menyebut nama selain dari nama Allah mungkin akan berpengaruh pada jiwa yang Perasan tidak senang, kegoncangan fikiran karena memakan makanan itu akan ada pengaruhnya pada fisik dan jiwa. Silakan ilmuwan membahasnya. Janganlah seperti orangorang kafir yang tidak mau mengindahkan seruan Allah, membutakan mata hati dari mendengar kebenaran seperti disebutkan dalam ayat-ayat di atas22. Penafsiran Oemar Bakry dalam ayat diatas sangat jelas menggunakan korelasi antara larangan-larangan agama dengan penemuan para iluwan dalam sains dan teknologi, ini juga merupakan penjelasan bahwa semua bentuk larangan dalam agama mempunyai hikmah dibaliknya, karena itu Oemar Bakry memberi motivasi kepada para ilmuawan agar melakukan berbagai penelitian sains untuk membuktikan bahwa apa yang ada didalam Al-quran merupakan sesuatu yang benar. Corak kebahasaan ilmiyah dalam tafsir ini juga bisa dijumpai dalam terjemahan Tafsir Rahmat surat AL-zalzalah ayat 7 dan 8 dalam pemaknaan kata dzarroh yang dimaknai dengan kata AuatomAy sebagaimana berikut : n a aI eI Oac e aI eE aIeCa aE a acs aO Ue O aac oUN aO aI eI Oac e aI eE aIeCa aE a acs Uca O aac NA Artinya: Aubarang siapa yang melakukan kebaikan walaupun seberat zarrah . , niscaya ia akan melihatnya . endapat ganjarany. dan barang siapa yang melakukan kejahatan walaupun seberat zarrah . , niscaya ia akan melihat . erasakan siksany. 23Ay Penterjemahan dengan kata AuatomAy yang tedapat dalam Tafsir Rahmat ini sesuai dengan dengan perkembangan sains dan teknologi, sebagai mana kita ketahui bahwa atom menurut Bakry, 49 Bakry, 1257. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 147 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Jhon Dalton adalah bagian terkecil dari sebuat materi, hal ini sangat berkorelasi dengan ayat Karya Oemar Bakry ini memiliki dua keistimewaan yang mendapat banyak perhatian. Pertama, adalah perhatiannya, bahwa karyanya menggunakan bahasa Indonesia modern dan lebih memperhatikan perkembangan zaman daripada tafsir-tafsir yang lebih tua. Satu perbandingan dengan tafsir-tafsir generasi kedua menunjukkan bahwa tafsir-tafsir tersebut memiliki beberapa teks yang muluk-muluk dan menggunakan kata-kata yang jarang digunakan dewasa ini, meskipun para editor dari teks-teks yang lebih tua tersebut telah melakukan pembenaran ejaan untuk menyesuaikannya kepada ejaan yang diperbaharui pada awal 1970an, dan pembaharuan teks-teks terlihat terjadi di beberapa tempat. Hal yang sama juga terjadi pada tafsir-tafsir generasi ketiga. AlQurAoan dan Terjemahnya sejajar dengan tafsir Bakry dalam penggunaannya dewasa ini. Kedua. Oemar Bakry menekankan pembahasannya kepada kesesuaian Al-QurAoan dengan perkembangan teknologi. KESIMPULAN Sebagai kesimpulan, kajian tentang Tafsir Al-QurAoan di Indonesia tidak lengkap tanpa memasukkan kontribusi penting dari H. Oemar Bakry. Tafsir Rahmat, sebagai karya monumentalnya, menawarkan perspektif unik dan mendalam terhadap pemahaman Al-QurAoan, seraya menjembatani gap antara teks klasik dan konteks modern. Karya ini menunjukkan bagaimana tafsir bisa tetap relevan di tengah perubahan sosial dan teknologi, serta menjadi sumber inspirasi untuk studi-studi kontemporer tentang Islam di Indonesia. Lebih dari itu. Oemar Bakry dengan Tafsir Rahmat-nya, memberikan contoh nyata bagaimana tafsir Al-QurAoan dapat diintegrasikan dengan pendekatan-pendekatan modern tanpa meninggalkan esensi dari tradisi ilmiah Islam. Beliau berhasil menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan untuk mempertahankan autentisitas tekstual dan keharusan mengakomodasi pemahaman kontemporer. Diharapkan, penelitian ini dapat memicu lebih banyak lagi kajian yang mendalam mengenai tafsir dan mufassir Indonesia, serta mendorong generasi saat ini dan yang akan datang untuk terus mengeksplorasi dan memperkaya khazanah tafsir Al-QurAoan di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa memahami lebih dalam lagi, bukan hanya tentang keagungan Al-QurAoan, tetapi juga tentang bagaimana ia diinterpretasikan dalam berbagai aspek kehidupan umat JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 148 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. DAFTAR PUSTAKA