https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 DOI: https://doi. org/10. 38035/jimt. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Analisis Dampak Anggota Penerbang Polri yang Bertugas pada Airline Komersial melalui Kerja Sama Operasional (KSO) Febri Kendari Ardhyansah Siahaan1. Lina Miftahul Jannah2 Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Indonesia. Jakarta. Indonesia, febri. skyhawk@gmail. Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Indonesia. Jakarta. Indonesia, miftahul@ui. Corresponding Author: febri. skyhawk@gmail. Abstract: Air transportation plays an important role in supporting regional connectivity, public mobility, and economic growth, with the quality of human resources, particularly pilots, as a key factor in ensuring safety and operational effectiveness. In addition to commercial airline pilots. Indonesia also has aviation personnel from state institutions such as the Indonesian National Police (Polr. , who can be utilized through an Operational Cooperation scheme (KSO). This study aims to analyze the impact of assigning Polri pilots to commercial airlines through KSO using a Systematic Literature Review (SLR) method. The results indicate that KSO has multidimensional impacts on both individual and organizational levels. At the individual level. KSO enhances technical and non-technical competencies, operational experience, and professionalism through exposure to civil aviation standards. At the organizational level, it contributes to performance improvement through human resource optimization and cross-sector collaboration. However, challenges arise, including differences in organizational culture, operational complexity, technological adaptation demands, and issues related to motivation, loyalty, financial welfare, and career development. Therefore, integrated management and policy support are necessary to ensure effective and sustainable implementation of KSO. Keyword: Air Transportation. Polri Pilots. Operational Cooperation (KSO). Aviation Human Resources. Aviation Safety Abstrak: Transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi, dengan kualitas sumber daya manusia, khususnya pilot, sebagai faktor utama dalam menjamin keselamatan dan efektivitas operasional penerbangan. Selain pilot dari maskapai penerbangan sipil. Indonesia juga memiliki sumber daya penerbang dari institusi negara seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polr. yang dapat diberdayakan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penugasan anggota penerbang Polri pada airline komersial melalui KSO dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSO memberikan dampak multidimensional, baik dari sisi individu maupun organisasi. Dari sisi individu. KSO meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis, pengalaman operasional, serta profesionalisme penerbang Polri melalui paparan terhadap standar penerbangan sipil. Dari sisi organisasi. KSO berkontribusi pada 1430 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 peningkatan kinerja melalui optimalisasi sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor. Namun, terdapat tantangan seperti perbedaan budaya organisasi, kompleksitas operasional, tuntutan adaptasi teknologi, serta dilema motivasi, loyalitas, kesejahteraan finansial, dan pengembangan karir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan dan kebijakan terintegrasi agar KSO berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Transportasi Udara. Pilot Polri. Kerja Sama Operasional (KSO). Sumber Daya Manusia Penerbangan. Keselamatan Penerbangan PENDAHULUAN Transportasi udara sangat penting untuk konektivitas antarwilayah, pertumbuhan ekonomi, dan mobilitas publik. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang cepat, aman, dan efektif mendorong ekspansi berkelanjutan sektor penerbangan (Maghfuri et al. , 2. Dalam hal ini, kualitas dan keselamatan operasi penerbangan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam sistem transportasi udara, khususnya pilot yang sangat penting untuk keselamatan dan operasional penerbangan menentukan kinerja operasional di samping teknologi dan infrastruktur (Makanuay & Bunahri, 2. Pada sektor penerbangan, peningkatan efisiensi organisasi dan kualitas layanan penerbangan sangat bergantung pada manajemen sumber daya manusia yang efektif. Hal ini sejalan dengan studi yang menunjukkan bagaimana manajemen sumber daya manusia yang sukses dapat meningkatkan produktivitas, motivasi, dan kinerja organisasi dalam mencapai tujuan operasionalnya (Harahap & Riofita. Dalam hal ini, kebutuhan strategis industri penerbangan adalah ketersediaan pilot yang Indonesia memiliki sumber daya pilot dari instansi pemerintah termasuk Kepolisian Nasional Indonesia (Polr. selain profesional penerbangan sipil. Pilot Polri memiliki kemampuan profesional dalam mengoperasikan pesawat terbang berkat sertifikasi penerbangan yang mereka peroleh melalui studi dan pelatihan khusus (Tandjung et al. , 2. Melalui kerjasama antara organisasi publik dan komersial, keterampilan ini dapat diterapkan dalam operasi pesawat sipil dalam kondisi tertentu. Penempatan pilot Polri untuk bekerja di maskapai penerbangan komersial melalui mekanisme Kerja Sama Operasional (KSO) (Kurniawan. Kerja Sama Operasional (KSO) merupakan bentuk kolaborasi antara dua pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan operasional tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak. Kerja sama antar lembaga menjadi taktik yang semakin penting di perusahaan-perusahaan saat ini untuk meningkatkan kapasitas organisasi dalam menangani tuntutan operasional yang lebih kompleks dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya (Pambudi & Yustanti, 2. Gagasan kerja sama lintas sektor, yang menyoroti nilai kolaborasi antara pemerintah, bisnis, dan asosiasi profesional dalam meningkatkan kinerja organisasi dan membangun kemampuan sumber daya manusia yang juga sejalan dengan jenis kerja sama ini (Kurniawan, 2. Pelaksanaan penugasan anggota penerbang Polri pada airline komersial melalui skema KSO berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kedua belah pihak. Keberadaan pilot dengan banyak pengalaman operasional dapat membantu maskapai penerbangan memenuhi kebutuhan mereka akan pilot terampil dan memfasilitasi operasi penerbangan yang efisien. Sementara itu, partisipasi pilot dalam operasi pesawat komersial dapat meningkatkan keahlian terbang, profesionalisme, dan keterampilan operasional mereka untuk Polri (Tandjung et al. Hal ini sejalan dengan konsep pengembangan sumber daya manusia yang menyatakan bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pengalaman kerja, dan kolaborasi organisasi dapat meningkatkan kinerja individu maupun organisasi secara keseluruhan (Labola, 2. 1431 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 Namun, ada sejumlah konsekuensi dari pelaksanaan kolaborasi ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Penempatan pilot dari Polri pada operasi pesawat komersial dapat berdampak pada sistem operasional penerbangan, manajemen sumber daya manusia, dan elemen kelembagaan. Dari sudut pandang organisasi, untuk mencegah konflik kepentingan atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak konsisten, penggunaan sumber daya manusia lintas lembaga memerlukan struktur koordinasi, pemantauan, dan pembagian tanggung jawab yang terdefinisi. Disiplin operasional, kompetensi profesional, dan kebahagiaan kerja memiliki dampak besar pada kinerja karyawan di tempat kerja penerbangan, menurut penelitian tentang tenaga kerja (Rahardjo, 2. Selain aspek kelembagaan dan operasional, pelaksanaan KSO juga menimbulkan tantangan dari perspektif individu penerbang Polri yang menjalankan peran ganda sebagai anggota institusi negara sekaligus pilot pada airline komersial. Tantangan tersebut dapat dilihat dari aspek motivasi, loyalitas, kesejahteraan finansial, serta pengembangan karir. Perbedaan karakteristik antara sektor publik dan swasta, terutama dalam hal orientasi kinerja dan sistem kerja, berpotensi mempengaruhi perilaku dan kepuasan kerja individu (Ensslin. Welter, & Pedersini, 2. Selain itu, tuntutan profesionalisme dan standar operasional yang tinggi dalam industri penerbangan mengharuskan individu untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pengalaman kerja yang berkelanjutan (Mzrak, 2023. Rossi, 2. Dualisme peran yang dijalankan oleh penerbang Polri dalam skema KSO dapat menimbulkan dilema loyalitas antara institusi asal dan organisasi tempat bertugas, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi motivasi dan komitmen kerja. Di sisi lain, perbedaan sistem remunerasi antara sektor publik dan swasta juga berpotensi mempengaruhi persepsi kesejahteraan finansial individu. Dalam konteks pengembangan karir, keterlibatan dalam lingkungan kerja yang berbeda dapat memberikan peluang peningkatan kompetensi melalui knowledge sharing dan pengalaman operasional yang lebih luas (Truong. Nguyen, & Vrontis. Pereira. Lohmann, & Houghton, 2. Namun, apabila tidak diintegrasikan dengan baik dalam sistem karir institusi asal, hal ini justru dapat menimbulkan ketidakjelasan arah pengembangan profesional. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam bagaimana tantangan-tantangan tersebut mempengaruhi efektivitas pelaksanaan KSO serta dampaknya terhadap kinerja dan kesejahteraan penerbang Polri. Selain itu, teori manajemen sumber daya manusia juga menekankan bahwa kualitas tenaga kerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, pelatihan yang memadai, serta sistem kerja yang terkoordinasi dengan baik akan mampu meningkatkan efektivitas operasional organisasi (Riniwati, 2. Dalam industri penerbangan yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko tinggi, pengelolaan sumber daya manusia yang profesional menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional penerbangan (Pujiati et al. Dalam penelitian ini, beberapa definisi operasional digunakan untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan. Anggota penerbang Polri dalam penelitian ini didefinisikan sebagai personel Polri yang memiliki kualifikasi, lisensi, dan kompetensi sebagai pilot serta bertugas dalam satuan penerbangan Polri. Maskapai penerbangan komersial adalah bisnis penerbangan sipil yang menawarkan layanan transportasi udara penumpang dan kargo komersial (Sena et , 2. KSO di sisi lain, didefinisikan dalam penelitian ini sebagai jenis perjanjian kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk melaksanakan kegiatan operasional tertentu dengan menggunakan sumber daya masing-masing pihak sesuai dengan perjanjian yang membahas hak, kewajiban, dan tanggung jawab operasional (Pambudi & Yustanti, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penugasan anggota penerbang Polri yang bertugas pada airline komersial melalui skema KSO. Analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai manfaat, tantangan, serta implikasi kebijakan dari kerja sama tersebut bagi institusi Polri maupun industri 1432 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 penerbangan komersial. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian mengenai kerja sama antar organisasi dalam sektor penerbangan serta menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak penggunaan program KSO untuk menempatkan pilot Polri di maskapai penerbangan komersial. Diharapkan penelitian ini akan memberikan ringkasan menyeluruh tentang keuntungan, kesulitan, dan implikasi kebijakan dari kerjasama ini bagi lembaga Polri serta sektor penerbangan komersial. Selain itu, diharapkan penelitian ini akan memberikan kontribusi ilmiah terhadap kemajuan studi tentang kolaborasi antar organisasi di industri penerbangan dan dapat dipertimbangkan ketika mengembangkan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan sukses di masa mendatang. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Literature review merupakan suatu pendekatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengkaji, dan mensintesis berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Metode ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan penelitian, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang ada. Menurut Kitchenham . Systematic Literature Review adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasikan seluruh penelitian yang relevan terhadap suatu topik penelitian tertentu secara sistematis. Dalam penelitian ini, proses SLR dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pencarian literatur yang relevan, seleksi berdasarkan kesesuaian topik, serta analisis dan sintesis terhadap hasil penelitian yang telah dipilih (Kitchenham, 2. Sumber literatur diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional yang berkaitan dengan kerja sama operasional (KSO), manajemen sumber daya manusia penerbangan, serta kinerja organisasi dalam industri Hasil dari proses literature review ini kemudian dianalisis dan disusun secara sistematis untuk menjelaskan dampak penugasan anggota penerbang Polri pada airline komersial melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). 1433 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Industri Penerbangan Gambar 1. SLR dengan metode Prisma Sumber. diolah penulis . Gambar ini mengilustrasikan proses Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) menggunakan metode PRISMA 2020 untuk topik "Analisis Dampak Anggota Penerbang Polri yang Bertugas pada Airline Komersial melalui Kerja Sama Operasional (KSO)". Pencarian dilakukan di basis data global dan nasional seperti Scopus. Google Scholar, dan Web of Science dengan kata kunci bahasa Inggris yaitu "Police Pilots" AND Airline, "Police Aviators" AND KSO, dan "Police Aviation" AND Commercial Aviation untuk periode tahun 2023Ae2025, yang menghasilkan 180 artikel awal. Selama tahap identifikasi, 120 artikel dihapus secara otomatis oleh sistem penyaringan karena tidak memenuhi kriteria tahun yang ditentukan atau terdeteksi sebagai dokumen Selain itu, 8 artikel dikeluarkan karena alasan bahasa . ukan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang bak. , dan 1 artikel dibuang karena tidak memiliki dokumen abstrak yang lengkap untuk proses peninjauan awal. Hal ini menyisakan 51 artikel untuk masuk ke tahap penyaringan, di mana 30 artikel kemudian dieksklusi karena setelah diperiksa judul dan abstraknya ditemukan tidak relevan 1434 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 dengan fokus spesifik dampak penugasan penerbang aparat. Dari sisa 21 artikel teks lengkap yang dicari untuk ditinjau, terdapat 15 artikel yang tidak dapat diakses atau diunduh teks utuhnya, sehingga menyisakan 6 artikel yang dinilai kelayakannya secara mendalam. Setelah melalui evaluasi kelayakan tersebut, tidak ada lagi artikel yang dieksklusi pada tahap akhir. Oleh karena itu, analisis akhir studi ini mencakup 6 artikel ilmiah yang relevan, berkualitas tinggi, dan selaras dengan tema hubungan KSO penerbang Polri pada maskapai komersial. Tabel 1. Artikel Yang Lolos Seleksi Berdasarkan Kriteria Journal Title Journal Citation Rank (Authors. Year. (Timonora Ariyanto, (Macit Basar, 2. Training Indonesian National Police Pilots to Improve Competence. Professionalism Aviation Safety KnE Sciences The Effects of the Vertical Cooperation Strategy Between Airports Airlines on the Operating Performance Airlines OPUS Journal of Society Research Social Method Artikel penelitian deskriptif fokus pada pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia profesionalisme, dan Penelitian dilakukan program pelatihan, evaluasi kebijakan, serta kajian terhadap implementasi standar pilot Polri. Data dokumen institusi, observasi terhadap sistem pelatihan yang Artikel dengan pendekatan Penelitian memanfaatkan data laporan operasional indikator performa 1435 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT, (Cucoreanu. Efficiency Police Cooperation Criminal Investigations (Abdi & Hashi. Vol. No. Mei - Juni 2026 European Journal of Law Public Administration Exploring Public Cooperation with Police: The Role Police Accountability. Police Effectiveness, and Public Trust International Journal Comparative and Applied Criminal Justice Analisis pengaruh kerja sama efisiensi operasional, peningkatan layanan. Artikel Penelitian analisis regulasi, dan evaluasi praktik kerja sama antar institusi Data diperoleh dari laporan investigasi, dengan koordinasi Artikel dengan pendekatan akuntabilitas polisi, tingkat kepercayaan publik terhadap kerja Penelitian pengumpulan data disebarkan kepada Analisis statistik inferensial mengukur pengaruh 1436 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 (Renner. CvetkoviN, & Lieftenegger. Dealing High-Risk Police Activities Enhancing Safety Resilience: Qualitative Insights Austrian Police Operations from a Risk and Group Dynamic Perspective Safety (Davydenko et , 2. International Cooperation Operational and Search Activities: Comparative Analysis Foreign Experience Cadernos Dereito Actual variabel-variabel penelitian terhadap Artikel penelitian kualitatif dengan fokus pada aktivitas kepolisian berisiko tinggi dan strategi peningkatan Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan kepolisian Austria. Data keselamatan dalam operasi kepolisian. Artikel komparatif kualitatif dengan menganalisis praktik kerja sama internasional dalam kegiatan operasional Penelitian dilakukan perbandingan sistem kerja sama antar lembaga keamanan. Data laporan keamanan, model kerja sama 1437 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 Enam artikel yang dianalisis menunjukkan beragam pendekatan metodologis dalam mengkaji kerja sama operasional kepolisian, keselamatan penerbangan, profesionalisme pilot, serta efektivitas kolaborasi antar institusi dalam sektor aviasi dan keamanan publik. Sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, seperti analisis kebijakan dan evaluasi pelatihan pilot kepolisian oleh (Timonora & Ariyanto, 2. , studi hukum normatif mengenai efisiensi kerja sama kepolisian dalam investigasi kriminal oleh (Cucoreanu, 2. , serta analisis komparatif kerja sama internasional dalam kegiatan operasional dan pencarian kepolisian oleh (Davydenko et al. , 2. Penelitian kualitatif juga digunakan oleh (Renner et al. , 2. melalui wawancara dan observasi operasional untuk memahami risiko dan ketahanan dalam aktivitas kepolisian berisiko tinggi. Sementara itu, pendekatan kuantitatif diterapkan oleh (Macit & Basar, 2. untuk menganalisis pengaruh kerja sama vertikal antara bandara dan maskapai terhadap kinerja operasional penerbangan, serta oleh (Abdi & Hashi, 2. melalui survei mengenai hubungan akuntabilitas polisi, efektivitas kepolisian, dan kepercayaan publik terhadap kerja sama masyarakat. Secara keseluruhan, kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif dalam artikel-artikel tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai pentingnya kerja sama operasional, profesionalisme, dan koordinasi institusional dalam meningkatkan keselamatan, efektivitas, serta kinerja operasional di bidang penerbangan dan Diskusi Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa kerja sama operasional antara institusi kepolisian dan sektor penerbangan memiliki pengaruh penting terhadap peningkatan profesionalisme, keselamatan operasional, serta efektivitas koordinasi dalam industri aviasi Penelitian (Timonora & Ariyanto, 2. menegaskan bahwa pelatihan pilot Kepolisian Negara Republik Indonesia berperan dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan standar keselamatan penerbangan, sehingga mendukung kesiapan personel dalam menjalankan tugas penerbangan secara optimal. Sementara itu, penelitian (Macit & Basar, 2. menunjukkan bahwa strategi kerja sama operasional antara bandara dan maskapai mampu meningkatkan kinerja operasional penerbangan melalui koordinasi yang lebih efektif dan efisien. Dalam konteks kerja sama institusional, (Cucoreanu, 2. serta (Davydenko et al. , 2. menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga dan kerja sama internasional dalam mendukung efektivitas kegiatan operasional dan investigasi. Selain itu, penelitian (Renner et al. , 2. menemukan bahwa penguatan keselamatan dan ketahanan operasional sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengelola risiko dan dinamika kelompok pada aktivitas berisiko tinggi. Penelitian (Abdi & Hashi, 2. juga memperlihatkan bahwa efektivitas institusi kepolisian dan tingkat kepercayaan publik menjadi faktor penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil literatur menunjukkan bahwa kolaborasi operasional, penguatan kompetensi personel, serta sistem koordinasi yang baik merupakan elemen strategis dalam mendukung keselamatan, efektivitas, dan keberlanjutan operasional penerbangan komersial yang melibatkan pilot dari institusi kepolisian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil Systematic Literature Review (SLR), dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pilot Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam operasional maskapai penerbangan komersial melalui kerja sama operasional memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme, kompetensi penerbangan, keselamatan operasional, serta efektivitas koordinasi antar institusi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang berkelanjutan, kerja sama strategis, dan penguatan sistem koordinasi menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan operasional penerbangan dan aktivitas kepolisian. Selain itu, kolaborasi antara institusi keamanan dan sektor aviasi mampu meningkatkan efisiensi 1438 | P a g e https://dinastirev. org/JIMT. Vol. No. Mei - Juni 2026 operasional, pengelolaan risiko, serta ketahanan organisasi dalam menghadapi tantangan operasional yang kompleks. Dengan demikian, kerja sama operasional antara pilot Polri dan maskapai penerbangan komersial dapat menjadi strategi penting dalam mendukung keselamatan penerbangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan keberlanjutan sistem operasional penerbangan di Indonesia. REFERENSI