ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MENGERJAKAN TUGAS TEPAT WAKTU ANIS WIWIN INDRIYARTI SMA Negeri 4 Magelang E-mail : manieslagi3@gmail. ABSTRAK Disiplin adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan. Karena pentingnya kedisiplinan, maka peneliti mengadakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan disiplin mengerjakan tugas tepat waktu. Penelitian dilakukan selama 5 . bulan yaitu dari bulan Oktober 2021 sampai Februari 2022. Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) ini memberikan tindakan dan melaporkan masalah yang terkait dengan kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu atau tidak menunda-nunda tugas pada sekelompok siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang. Hasil yang diharapkan untuk mengubah tingkat kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu yang masih rendah dan diharapkan bisa lebih meningkat. Subjek penelitian siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang. Tahun pelajaran 2021/2022 sejumlah 7 peserta didik yang mempunyai prosentase pelanggaran. Metode penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Hasil analisis deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa disiplin siswa dalam mengerjakan tugas tepat waktu dari kondisi awal yang rendah, siklus I dan siklus II meningkat berdasarkan tolok ukur keberhasilan kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu pemberian layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, bahwasanya Bimbingan Kelompok dapat meningkatkan disiplin mengerjakan tugas tepat waktu pada siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang Tahun Pelajaran 2021/2022. Saran peneliti terhadap rekanrekan guru BK untuk lebih meningkatkan kualitas Layanan Bimbingan Konseling dengan perlu mengeksplorasikan model-model Layanan Bimbingan, khususnya bimbingan kelompok, sehingga jika ada kesulitan atau kelemahan dalam pelaksanaannya dapat diatasi dengan baik melalui budaya meneliti. Kata Kunci: Mengerjakan Tugas tepat waktu. Bimbingan Kelompok. PTBK ABSTRACT Discipline is the main capital to achieve success. Because of the importance of discipline, the researchers conducted research aimed at increasing the discipline of doing assignments on The research was conducted for 5 . months, from October 2021 to February 2022. This Counseling Guidance Action Research (PTBK) provides action and reports problems related to the discipline of doing assignments on time or not procrastinating on assignments in a group of class X Mathematics and Natural Sciences students. 2 SMA Negeri 4 Magelang. The expected results to change the level of discipline in doing assignments on time are still low and are expected to be further improved. The research subjects were students of class X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang, in the 2021/2022 academic year a total of 7 students who had a percentage of violations. The research method used the Counseling Guidance Action Research (PTBK) design. The results of qualitative descriptive analysis showed that the discipline of students in doing assignments on time from low initial conditions, cycle I and cycle II increased based on the benchmark of performance success that had been set previously, namely the provision of group guidance services. The conclusion of this study is that Group Guidance can improve the discipline of doing assignments on time in class X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang in the 2021/2022 academic year. The researcher's advice to fellow BK teachers is to further improve the quality of Counseling Guidance Services by exploring the models of Guidance Services, especially group guidance, so that if there are difficulties or weaknesses in their implementation, they can be handled properly through a research culture. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Keywords: Doing assignments on time. Group Guidance. PTBK PENDAHULUAN Pendidikan di sekolah tidak sekedar menyampaikan bahan ajar . kepada peseta didik, namun perlu juga memberikan pendidikan karakter yang justru sekarang perlu disisipkan oleh semua guru pada awal pelajaran. Pendidikan karakter adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai berharga bagi kepentingan bersama, khususnya peserta didik dan masyarakat pada umumnya. Salah satu nilai yang harus ditanamkan melalui pembelajaran adalah kedisiplinan. Disiplin dalam proses pembelajaran sangat penting karena berkaitan dengan prestasi belajar peserta didik disekolah. Pada tahun pelajaran 2021/2022 ini, peneliti sering memperoleh keluhan dari wali kelas maupun guru mata pelajaran bahwa ada beberapa peserta didik kelas X MIPA 2 yang sering mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru tidak tepat waktu, bahkan kadang-kadang dikerjakan pada jam-jam pelajaran sebelumnya, sehingga peserta didik tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran yang disampaikan oleh bapak/ibu guru yang mengajar. Menurut Elizabeth Hurlock . Disiplin adalah seorang yang belajar dari atau sukarela mengikuti seorang pemimpin. Orang tua dan guru merupakan pimpinan dan anak merupakan murid yang belajar dari mereka cara hidup yang berguna dan Sedangkan menurut John Peare . Disilpin berarti mengajar, yang mengandung pengertian positif dan membangun. Anak yang tidak cukup disiplin pada waktu muda biasanya kurang control diri dan ini mengakibatkan ketidak bahagiaan mereka sendiri dan Disiplin merupakan ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan dari pihak lain atau suatu keadaan dimana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelangaran baik secara langsung muaupun tidak langsung. Sukiman . mengatakan bahwa sifat disiplin dapat ditanamkan lewat kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu disiplin merupakan sifat pribadi yang harus ditanamkan sejak dini, tumbuh dan berkembang dalam setiap diri Masalah kedisiplinan selalu dibicarakan, karena menyangkut tindakan yang Pengertian disiplin dikaitkan dengan kewajiban yang harus ditaati oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar , termasuk diantaranya disiplin dalam mengerjakan tugas tepat waktu. Dari hasil wawancara dengan peserta didik yang sering menunda-nunda tugas, disimpulkan bahwa peserta didik yang tidak mengerjakan tugas tepat waktu mempunyai alasan sebagai berikut: Peserta didik kurang bisa membagi waktu dengan baik antara kegiatan yang perlu dilakukan/didahulukan dan mana kegiatan yang tidak perlu dilakukan. Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan masing-masing guru mata pelajaran terlalu . Peserta didik kurang paham tugas dikumpulkan melalui aplikasi apa . Kurang adanya kesadaran pada diri peserta didik akan pentingnya tugas yang diberikan oleh bapak/Ibu guru Kondisi kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu yang masih rendah, diyakini dapat mempengaruhi tingkah laku peserta didik pada saat kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu persoalan rendahnya tingkat kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu harus cepat terselesaikan, sebab apabila dibiarkan terus menerus pada akhirnya akan berdampak negatif untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Berdasarkan kesimpulan diatas, rendahnya disiplin mengerjakan tugas tepat waktu akan dapat teratasi melalui berbagai macam layanan bimbingan, salah satunya adalah layanan bimbingan kelompok. Cara ini dipandang tepat, karena melalui kelompok persoalan akan dibicarakan dan dalam kelompok alternatif yang disetujui, diformulasikan secara bersamasama oleh peserta didik. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Kesepakatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa peserta didik pada usia remaja (SMA) memiliki kecenderungan untuk berkelompok bersama teman seusianya, sehingga melalui kegiatan layanan bimbingan kelompok, peserta didik yang melakukan pelanggaran dapat diajak bertukar pikiran antara guru pembimbing dengan peserta didik ataupun peserta dudik dengan peserta didik, agar tingkat tindakan pelanggaran dapat dikurangi atau bahkan Menurut Prayitno . bahwa bimbingan kelompok adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang . dealnya 4-8 oran. yang saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-lain sebagainya, apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya. Ditambahkan oleh pendapat Hartinah . bahwa bimbingan kelompok memanfaatkan dinamika kelompok untuk mencapai tujuan layanan bimbingan. Agar dinamika kelompok yang berlangsung dalam kelompok dapat efektif dan bermanfaat bagi pembinaan anggota kelompok, jumlah anggota kelompok tidak boleh terlalu besar, sekitar 10 atau maksimal 15 orang. Efektifitas dari kelompok tentunya berdampak pada pencapaian tujuan. Tujuan dari bimbingan kelompok menurut Sukmadinata . menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum bimbingan kelompok membantu pengembangan diri peserta didik secara optimal. Artinya mengembangkan pribadi masing-masing anggota kelompok melalui berbagai suasana yang muncul dalam kegiatan kelompok, baik suasana yang menyenangkan maupun menyedihkan. Sedangkan tujuan khusus bimbingan kelompok yaitu : Memberikan orientasi pada anggota kelompok dalam memasuki atau menghadapi situasi baru, . Memberi pengalaman yang berbeda, . Membantu peserta didik untuk membina keakraban bersama teman-teman dalam kelompok, . Melatih peserta didik untuk dapat mengendalikan diri dalam kelompok, . Melatih peserta didik utnuk dapat bertenggang rasa terhadap orang lain, . Melatih peserta didik untuk mengerti dan bekerjasama dengan orang Layanan bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan tingkah laku, sikap, dan menanggulangi terhadap sikap tidak tepat waktu dalam mengerjakan tugas. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya layanan bimbingan kelompok meningkatkan kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu pada peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang Tahun Pelajaran 2021/2022. Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah. Apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu pada peserta didik kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang Tahun Pelajaran 2021/2022?. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas Bimbingan Konseling (PTBK) sehingga pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, dan sumber data. Pada Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling ini, sumber data yang diperoleh adalah. Data . diperoleh dari tindakan guru bimbingan konseling dalam praktek layanan bimbingan kelompok dan peserta didik/klien sewaktu mengikuti tindakan guru, serta situasi pada saat tindakan dilaksanakan, dan Data . diperoleh dari pengamatan terhadap peserta didik berupa kebiasaan disiplin dalam mengerjakan tugas tepat waktu yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru mata pelajaran. Data ini merupakan hasil pengamatan yang dituangkan dalam tahap refleksi pada tiap-tiap siklus. Data yang dipaparkan dalam penelitian ini melalui data deskripsi kualitatif dan Penelitian kualitatif adalah peneliatian yang dirancang untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian, (Baihaqi et al. ,2. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelakasanaan , tindakan dan refleksi. Data proses layanan bimbingan kelompok setiap siklus dianalisis secara ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 deskriptif kualitatif sedangkan data hasil bimbingan kelompok dianalisis secara deskriptif Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2 yang berjumlah 7 peserta didik yang mempunyai kebiasaan negatif yaitu mengerjakan tugas tidak tepat waktu. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober Ae Desember Pengolahan data dan pembuatan laporan penelitian dilaksanakan pada bulan Januari Februari 2022. Kriteria peningkatan antara siklus 1 dan siklus 2 yaitu apabila sekurang-kurangnya 75% peserta didik SMA Negeri 4 Magelang, dalam anggota bimbingan kelompok sudah tidak melakukan pelanggaran terhadap kedisiplinan dalam mengerjakan tugas tepat waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) ini dilaksanakan di SMAN 4 Magelang Tahun Pelajaran 2021/2022. Adapun Subjek penelitian adalah siswa Kelas X MIPA 2 beranggotakan 32 peserta didik. Berdasarkan perencanaan layanan bimbingan kelompok oleh guru pembimbing / peneliti, dilaksanakan layanan bimbingan kelompok kepada 7 peserta didik yang mempunyai masalah dalam disiplin mengerjakan tugas tepat waktu yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru mata pelajaran. Layanan bimbingan kelompok dilaksanakan mengikuti tahap-tahap bimbingan kelompok sebagaimana yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data selama proses dengan hasil sebagai berikut: Hasil pengamatan terhadap tindakan guru pembimbing Pada kegiatan ke-1 dan ke-2 layanan bimbingan kelompok (BK. yang dilakukan guru pembimbing pada siklus 1 diperoleh data dari pedoman pengamatan sebagai berikut: Berdasarkan kriteria penilaian pada tindakan layanan bimbingan dalam BKp dikelompokkan menjadi 5 tingkatan kualitas, yaitu: Kurang sekali Ou 20 . Kurang 21- 45 . Sedang 46 - 70 . Baik 71 - 95 . Amat Baik Tabel 1. Hasil Tindakan layanan BKp Pelaksanaan Tindakan Siklus I Hasil Tindakan Tahap BKp Ideal BKp I BKp II Pembentukan Peralihan Kegiatan Pengakhiran Jumlah Rata-rata 305 : 4 = 76,25 Rata-rata layanan . = Baik Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pelaksanaan tindakan guru pembimbing/peneliti dalam layanan bimbingan kelompok termasuk dalam kategori tindakan BAIK. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada siklus ke-2 berikutnya, maka tindakantindakan yang belum baik pada setiap tahapan siklus 1 perlu diketahui terlebih dahulu. Hasil Penurunan pelanggaran digambarkan pada grafik berikut: ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Penurunan jml pelanggaran dari kondisi awal ke BKp siklus I Jml Pelanggaan Sebelum BKp Jml Pelanggaan Setelah BKp Gambar 1. Grafik Penurunan Jumlah Pelanggaran Mengerjakan tugas tidak tepat waktu dari kondisi awal sampai BKp siklus I Refleksi Pada siklus ini telah dilaksanakan layanan bimbingan kelompok, kemudian hasilnya dibandingkan kondisi awal dengan jumlah pelanggaran tidak mengerjakan tugas tepat waktu . enunda-nunda tuga. di kelas X MIPA 2 sejumlah 7 peserta didik. Kondisi awal sebelum dilaksanakan bimbingan kelompok (BK. , jumlah pelanggaran pada mata pelajaran, setelah dilaksanakan bimbingan kelompok (BK. pada siklus I terdapat beberapa pelanggaran. Kesimpulan yang didapat dari pelaksanakan bimbingan kelompok pada siklus I adalah terjadi penurunan pelanggaran. Dengan kata lain layanan bimbingan kelompok mencapai keberhasilan 50,77%. Masih tingginya tingkat pelanggaran kedisiplinan dalam mengerjakan tugas tepat waktu tersebut menginformasikan bahwa dalam proses pelaksanaan layanan bimbingan kelompok masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Kekurangan tersebut disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 2. Diagnosis Kelemahan Tindakan Layanan Bimbingan kelompok (BK. Tindakan Layanan Tahap BKp Catatan Pengamatan Kelompok Pemberitahuan Menjelaskan cara-cara Penjelasan tetang asas-asas dan asas-asas kegiatan sesuai dengan langkah2. Kesungguhan dalam langkah dalam bimbingan mengikuti BKp Anggota BKp Saling mengenal dan bersungguh-sungguh dalam mengungkapkan diri mengikuti BKp Guru pembimbing melihat Kegiatan selingan anggota kelompok sewaktu menggungkap-kan diri Untuk mengakrabkan antar anggota dan pembimbing Peralihan Menjelaskan Guru tahap kegiatan kelom- memberikan masing-masing untuk bertanya, apabila Pemberian motivasi pembimbing belum jelas Guru pembimbing berupaya agar anggota BKp lebih ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 termotivasi dalam mengikuti kegiatan BKp Kegiatan Tanya jawab tentang Penjelasan terhadap masalah yang diajukan anggota kelompok hanya diberikan oleh guru Kegiatan selingan Semuanya melibatkan diri untuk mengakrbkan antar anggota, agar suasana tidak tegang dan kegiatan lebih Pengakhiran 1. Pernyataan Kegiatan berakhhir tanpa akan diakhiri ada pesan dan kesan dari guru pembimbing, karena Membahas kegiatan waktu habis Guru pembimbing meminta BKp *Dasar Pijakan yang dipakai adalah pesan guru pembimbing dalam setiap BKp Kondisi siswa sewaktu mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok (BK. berada pada level sedang, walaupun masih menempati posisi bawah 5 orang . ,42%) dan posisi atas 2 orang . ,57%). Kondisi siswa yang demikian terjadi dapat dimungkinkan karena pada tahap pembentukan terasa agak kaku, khususnya sewaktu guru pembimbing menjelaskan tentang asas-asas kegiatan. Dalam menjelaskan tentang asas-asas kegiatan masih terpaku pada definisi tekstual, sehingga nampak diantara anggota BKp kurang tertarik dan terkesan kurang bersungguh-sungguh dan empati guru pembimbing masih berada pada tahapan AumemperhatikanAy pada saat anggota BKp mengungkapkan diri. Pada kegiatan II situasi lebih mengalir setelah guru pembimbing memberikan selingan yang berupa permainan. Pada tahap peralihan nampak ada keraguan anggota tentang kegiatan yang akan Keraguan ini dimungkinkan anggota kelompok belum jelas terhadap penjelasan guru pembimbing, setelah beberapa diantara anggota kelompok mengajukan pertanyaan tentang kegiatan yang akan mereka ikuti Situasi pada kegiatan bimbingan kelompok ke II menjadi lebih berhasil. Pada tahap kegiatan anggota BKp nampak kurang memiliki pemahaman yang utuh tentang masalah yang diajukan kepada guru pembimbing. Pada tahap pengakhiran raut wajah anggota ceria sebagian, tetapi ada juga yang menunjukkan kebosanan, acuh tak acuh dan keengganan seharusnya yang perlu diupayakan adalah adanya keengganan yang mengakhiri kegiatan, karena belum semua masalah Oleh karenanya paling tidak, ada ulasan tentang pentingnya masalah yang akan dibicarakan pada pertemuan mendatang adalah penting. Berdasarkan pada temuan-temuan kekurangan pada tindakan guru pembimbing, maka perlu diupayakan tindakan penyempurnaan peda setiap tahapan untuk diterapkan pada siklus selanjutnya. Tahap Pembentukan Peran guru pembimbing/peneliti dalam hal tahap ini diantaranya adalah menampilkan penghormatan kepada orang lain, dalam hal ini adalah para anggota bimbingan kelompok. Pengertian tekstual asas-asas penyelenggaraan bimbingan kelompok boleh jadi berbeda dengan kondisi nyata pada diri diantara anggota. Misalnya tentang asas keterbukaan, sementara diantara anggota ada yang memiliki sikap tertutup. Agar anggota memiliki sifat tertutup tersebut tidak merasa AuterancamAy maka penjelasan tentang asas keterbukaan harus ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 dibalut dengan asas kerahasiaan. Dalam upaya menghormati harga diri anggota kelompok, guru pembimbing perlu melakukan empati dalam tindakan nyata, tidak sekedar mengetahui definisi empati. Empati dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan AuAda yang bisa saya bantu?Ay, sebagaimana dikatakan oleh orang-orang pada umumnya. Pernyataan tersebut merupakan ekspresi yang bisa ditangkap anggota kelompok bahwa guru pembimbing menaruh perhatian, mempunyai kepedulian dan memiliki anggapan bahwa masalah yang dirasakan merupakan sesuatu yang harus diupayakan penyelesaiannya, tidak sekedar ingin mengetahui apa yang dialami orang lain. Tahap Peralihan Tergesa-gesa dalam memberikan penjelasan tentang tahapan kegiatan BKp akan membuahkan kebingungan anggota. Untuk itulah kesan tergesa-gesa perlu diganti dengan Mengingat tahapan peralihan merupakan suatu tahapan untuk memasuki kesiapan dalam kegiatan inti tersebut. Kepada seluruh anggota perlu mendapat kesempatan, tidak hanya pada mereka yang mau atau berani berbicara kepada guru pembimbing untuk memberikan yang luas kepada anggota yang bertanya agar semua betul-betul jelas. Anggota kelompok dikatakan siap manakala mereka telah mengetahui peran dan tanggung jawabnya sebagai baggian dari kelompok. Tahap Kegiatan Masalah yang diangkat dalam aktivitas kelompok diserahkan kepada anggota kelompok, dan posisi guru pembimbing cukup sebagai fasilitator yang secara aktif mengikuti arah pembicaraan anggota kelompok. Manakala dipandang perlu bisa terlibat di dalam . Tahap Pengakhiran Pada tahap pengakhiran, kehangatan tetap terjaga. Perlu diupayakan agar anggota bimbingan kelompok (BK. memiliki keinginan kuat untuk kembali mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok (BK. pada sesi berikutnya. Hasil refleksi ini digunakan oleh guru pembimbing peneliti untuk memperbaiki proses pemberian Bimbingan Kelompok (BK. pada siklus II. Deskripsi Hasil Siklus II Hasil refleksi pada siklus I ditemukan adanya beberapa hal yang belum dapat dijalankan oleh guru pembimbing dalam melaksanakan perannya ada setiap tahapam dalam layanan Bimbingan Kelompok (BK. yang diselenggarakan. Temuan-temuan tersebut sekaligus merupakan rekomendasi bagi guru pembimbing untuk dapat dijalankan pada pelaksanaan layanan Bimbingan Kelompok (BK. pada siklus II. Berdasarkan hasil pelaksanaan layanan BKp yang telah diperbaharui pada siklus II dapat dipaparkan sebagai berikut ini: Hasil Pengamatan terhadap pelaksanaan Tindakan Guru Pembimbing dalam layanan Bimbingan Kelompok (BK. siklus II Tabel 3. Hasil Tindakan Layanan Bimbingan kelompok (BK. siklus II Pelaksanaan Tindakan Siklus I Hasil Tindakan Tahap BKp Ideal BKp BKp I Pembentukan Peralihan Kegiatan Pengakhiran Jumlah Rata-rata 375 : 4 = 93,75 Kualitas layanan . = Baik ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Hasil pelaksanaan pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan kualitas layanan dari kegiatan I ke kegiatan II. Hasil yang dicapai meskipun sama ketegorinya pada siklus I yaitu AuBAIKAy tetapi jumlah nilainya meningkat, mendekati AuAMAT BAIKAy. Hasil Pengamatan terhadap Situasi Pelaksanaan layana Bimbingan kelompok (BK. siklus II. Tabel 4. Situasi Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok (BK. Tahapan Situasi dan Kondisi Pelaksanaan BKp Kegiatan BKp I BKp II BKp Pembentukan Situasi yang semula Empati yang terasa agak kaku, ditunjukkan guru berubah menjadi menyenangkan setelah ditambah pernyataan guru pembimbing kesediaan membantu menunjukkan empatinya secara khusus, pada saat anggota menjadikan anggota mengungkapkan diri. kelom-pok nempak Per-mainan baru makin sungguhmenjadikan suasana sungguh dalam kelompok makin hangat. merespon stimulasi yang diterimanya. Peralihan Kesiapan anggota mulai Pemberian contoh nampak terlihat dari perdari guru tanyaan dengan tugas dan tanggungjawabnya mendorong anggota pada kegiatan yang akan kelompok untuk Kegiatan Pembahasan masalah Sharing pengalaman makin mendalam dengan dalam menghadapi diperoleh-nya masalah antar kesempatan setiap anggota kelompok anggota untuk berbicara menjadi-kan anggota oleh guru pembimbing. kelompok menguji untuk diterapkan pada dirinya. Pengakhiran Anggota BKp Adanya usulan untuk menunjukkan kesan yang kegiatan bimbingan baik terhadap pelaksanaan layanan dilaksanakan lagi. Bim-bingan kelompok dengan membahas yang diikuti. topik yang berkenaan dengan pribadinya. Berdasarkan tabel tentang situasi pelaksanaan layanan bimbingan kelompok (BK. diperoleh informasi tentang iklim psikologis yang tercipta selama kegiatan layanan bimbingan kelompok (BK. Iklim psikologis yang tercipta memberikan gambaran tentang kondusivitas kegiatan yang berlangsung. Tabel 5. Penurunan jumlah pelanggaran mengerjakan tugas tidak tepat waktu pada BKp siklus I dan BKp siklus II Jml Jml Penurunan Penurunan ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Pelanggaan BKp siklus Pelanggaan Pelanggaran (%) 53,85 23,08 30,77 61,54 30,77 30,77 15,38 100,00 BKp siklus II Untuk lebih jelasnya jumlah penurunan pelanggaran setelah BKp siklus I dan II digambarkan pada grafik berikut: Penurunan jml pelanggaran mengerjakan tugas tepat waktu pada siklus I sampai siklus II Jml Pelanggaan BKp Jml Pelanggaan BKp siklus II Gambar 2. Grafik Penurunan Jumlah Pelanggaran Mengerjakan tugas tidak tepat waktu dari BKp siklus I sampai BKp siklus II Refleksi Sasaran proses penyelenggaraan layanan Bimbingan kelompok (BK. pada siklus II, pengamatan dan temuan di kelas telah dilaksanakan oleh guru pembimbing peneliti dengan predikat AuBaikAy. Perlakuan yang baik tersebut menjadikan anggota BKp mampu berperan serta secara aktif dengan kategori AubaikAy. Penyelenggaraan layanan Bimbingan kelompok (BK. dan suasana yang menyenangkan menjadikan hasil BKp meningkat. Penyelenggaraan layanan Bimbingan kelompok (BK. siklus II telah berhasil mengetahui penurunan pelanggaran dan meningkatkan kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu . idak menunda-nunda tuga. , tetapi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan kelompok pada kegiatan berikutnya, perlu dicermati adanya tindakan yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Tindakan-tindakan tersebut antara lain: Tabel 6. Diagnosis Tindakan yang perlu diperbaiki dan disempurnakan No. Tahap-tahap BKp Tindakan yang perlu diperbaki/disempurna Saran perbaikan ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Tahap awal: Kehangatan dan Saling memketulusan serta perkenalkan kesediaan membaintu dan mengungorang lain dengan kapkan diri penuh empati yang dinyatakan dengan cara-cara pada umum-nya, seperti sapaan AuApa kabar, ada yang bisa saya bantu?Ay Permainan Permainan yang dipilih monoton, kurang mena-rik atau bahkan seadanya Tahap ke-siapan Pengecekan terhadap kesiapan berdasarkan pe-ngajuan pertanyaan di-antara anggota kelompok Tahap ma-salah secara mendalam Pembahasan masalah sebatas dari dan oleh peserta/anggota kelom-pok, dan simpulan dari guru Tahap Kesan dan pesan oleh Cara-cara umum terkait dengan kesediaan membantu orang lain perlu diganti dengan cara-cara baru yang lebih menyentuh, misalnya: AuKehadiran anda disini pasti ada sesuatu yang Ay Permainan perlu dipilih yang betul-betul menimbulkan gairah baru untuk berkegiatan Disamping kesiapan anggota dapat dicermati melalui pertanyaanpertanyaan yang diajukan, dapat juga dilakukan dengan memberi kesempatan untuk bertanya pada anggota khususnya yang belum Pembatasan masalah perlu dicari hubungannya dengan faktorfaktor lain yang terkait, sehingga benang merah masalah menjadi jelas Kesan dan pesan juga diberikan oleh guru pembimbing peneliti, serta pengamatan informasi tetang pentingnya masalah yang akan dibicarakan pada pertemuan selanjutnya Pembahasan Pembahasan hasil PTBK dapat dipaparkan berdasarkan tabel berikut ini: Tabel 7. Hasil Akhir Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling Tindakan Guru Dampak Tindakan Hasil Pembimbing Layanan BKp Siklus AI Kondisi siswa = 5 siswa yn Penurunan jumlah = Baik AusedangAy tetapi dalam pe-langgaran yang Rata-rata . posisi bawah, dan 2 siswa tidak mengerjakan AusedangAy tetapi dalam tugas tepat waktu . enunda nunda posisi atas. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Iklim penyelenggaraan = tuga. Layanan BKp siklus II yn Penurunan jumlah A 7 peserta . BKp = Baik pe-langgaran yang masuk kategori = Baik Rata-rata . A Iklim penyelenggaraan = tidak mengerjakan tugas tepat waktu Baik . e-nunda- nunda Pada Tabel diatas menunjukkan bahwa peningkatan kedisiplinan dalam mengerjakan tugas tepat waktu . idak menunda-nunda tuga. dapat ditingkatkan melalui penerapan layanan Bimbingan kelompok (BK. Hasil penelitian ini dikatakan berhasil, karena ada kesesuaian antara kekhasan anak usia SMA dan kekhasan yang melekat pada BKp itu sendiri. Pelaksanaan bimbingan kelompok (BK. diwarnai oleh semangat yang tinggi, kerjasama yang lancar dan mantap, serta adanya saling mempercayai diantara anggotaanggotanya. Masing-masing anggota bersikap sebagai kawan dalam arti yang sebenarnya, mengerti dan menerima secara positif tujuan bersama, dengan kuat merasa setia kepada kelompok, serta mau bekerja keras atau bahkan berkorban untuk kelompok. Mereka saling memotivasi sehingga para anggota kelompok sadar akan penyelenggaraan yang dilaksanakan dan dengan kesadaran mereka berusaha untuk merubah sikap menuju ke arah positif. Peserta didik SMA termasuk rentangan masa remaja, sehingga dikatakan masa kanakkanak tidak dan masa dewasa juga belum. Oleh karena itu tingkah laku mereka ingin melepaskan diri dari orang tua . erasa dewas. namun belum mampu, karena sesungguhnya mereka akan meninggalkan masa kanak-kanak. Dalam kondisi ini sering dijumpai anak yang sulit diatur, bertindak sesuka hatinya seperti tidak mau menaati peraturan, berperilaku meniru seperti tingkah idolanya dan sebagainya. Kebutuhan meniru bagi remaja meliputi seluruh lapangan hidup, sehingga manjadi suatu AukebudayaanAy tertentu dan karena kebudayaan ini bersumber dan berkembang dalam dunia mereka yang sebaya, maka kebudayaan ini disebut AupeercultureAy (Soepartinah pakasi, 1981: . Kondisi yang demikian ini menyebabkan anak-anak rentan untuk melakukan pelanggaran, seperti tidak mengerjakan tugas tepat waktu, karena apa yang diharapkan sekolah sebagaimana tertuang dalam tata tertib sekolah tidak sesuai dengan kondisi dan suasana hati mereka. Mereka merasa tersinggung jika dinasehati oleh pihak lain dalam hal ini sekolah . rang yang lebih dewas. Keadaan ini menyebabkan mereka melawan terhadap aturan alami lingkungan. Kekhasan remaja pada paparan diatas menunjukkan bahwa tingkah laku mereka adalah berhubungan dengan perkembangan mereka. Karenanya tidak dapat diubah dengan serta merta oleh lingkungan orang dewasa/sekolah. Mencermati kondisi remaja tersebut, menjadikan peluang bagi orang dewasa/sekolah untuk menjadikan mereka mentaati tata tertib sekolah khususnya kedisiplinan dalam mengerjakan tugas tepat waktu di sekolah. Peluang tersebut dilakukan melalui pemberdayaan kelompok untuk membicarakan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh mereka sendiri. Pemberdayaan kelompok untuk mengatasi masalah dapat dikelola ke arah yang diharapkan orang dewasa/sekolah dalam kegiatan yang disebut layanan bimbingan kelompok (BK. Melalui BKp mereka dapat mendiskusikan segala rahasia dan masalah yang berkaitan dengan kedisiplinan dalam mengerjakan tugas tepat waktu. Mereka secara bebas mengutarakan pendapat, karena situasi dan kondisi kegiatan dirancang secara sistematis, sehingga mereka merasa aman dan nyaman mengutarakan persoalannya, maupun alternatif dan argumentatif dari penyelesaian masalah yang diusulkan. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 2. No 2. April 2022 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 KESIMPULAN Berdasarakan paparan hasil dan pembahasan tentang bimbingan kelompok dapat meningkatkan disiplin mengerjakan tugas tepat waktu yang dilaksanakan dengan bimbingan kelompok pada tahapan-tahapan siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanakan bimbingan kelompok pada siklus I adalah terjadi penurunan pelanggaran. Dengan kata lain layanan bimbingan kelompok mencapai keberhasilan 50,77%. Bimbingan kelompok pada siklus I adalah Baik dengan ratarata . Bimbingan kelompok pada siklus II adalah Baik dengan rata-rata . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Layanan Bimbingan Kelomp. k dapat meningkatkan kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu pada peserta didik SMA Negeri 4 Magelang kelas X MIPA 2 tahun Pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian ini juga dapat direkomendasikan dan menjadi referensi untuk penelitian berikutnya pada pelaksanaan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kedisiplinan belajar. DAFTAR PUSTAKA