Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN NIAS SELATAN Sikap Manao Mahasiswa Prodi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya sikapmanao@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif bersifat kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi Kerja dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi linear berganda yaitu: Y= -2. 773 0,719X1 0,507X2 dan diperoleh nilai Fhitung . > Ftabel . dan nilai signifikan 0,003 < 0,05 maka keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa Motivasi Kerja dan Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,669 . ,9%) sehingga dapat ditunjukkan bahwa 66,9% keragaman variabel motivasi kerja dan kepemimpinan mampu menjelaskan kinerja pegawai, dan dapat dijelaskan sisanya 33,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi kerja dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Motivasi Kerja. Kepemimpinan. Kinerja Pegawai Abstract This study aims to determine the effect of work motivation and leadership on the performance of the Communication and Informatics Office of the South Nias Regency. This type of research is Causal Causal Research. The sample in this study amounted to 30 people. The analytical method used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is an influence of work motivation and leadership of the performance of the South Nias District Communication and Information Office. In this study the multiple linear regression equation was obtained: y = -2. and obtained the value of Fcount . > Ftable . and a significant value of 0. 003 <0. 05 then the decision Then the determination coefficient is obtained (RA) is 0. 9%) so it can be shown that 66. of the diversity of work motivation and leadership variables is able to explain employee performance, and it can be explained that the remaining 33. 1% is influenced by other variables outside the model. Based on the results of this research and the discussion described, it can be concluded that work motivation and leadership have a positive and significant effect on employee performance at the South Nias Regency Communication and Information Service. Keywords: Work Motivation. Leadership . Employee Performance Pendahuluan Kebijakan pemerintah dapat diubah, semangat reformasi dapat dikembangkan, dan ruang dapat diciptakan untuk pergerakan dan keterlibatan masyarakat dalam pemerintahan melalui peningkatan https://jurnal. id/index. php/JIM kinerja staf. Peran pemerintah hanya sebatas fasilitator. Selain sumber daya Kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya mungkin terhambat oleh Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Sebagaimana Martoyo dalam (Made, dkk. , ada banyak sekali unsur yang mempengaruhi kinerja Hal ini termasuk, namun tidak kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi pekerjaan, deskripsi pekerjaan, struktur kompensasi, faktor ekonomi, faktor teknis, dan perilaku karyawan. Di perusahaan mana pun, sumber daya manusia memegang peranan Kinerja dipengaruhi oleh faktor perilaku di Tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah untuk mempengaruhi perilaku karyawan sedemikian rupa sehingga membuat mereka lebih efektif dalam pekerjaannya. Dalam kaitannya mempengaruhi kinerja individu yang bersangkutan, motivasi sangatlah penting karena mendorong atau menggerakkan orang untuk mencapai sesuatu dengan lebih semangat. Sekalipun seorang pemimpin dapat menyusun rencana dan taktik yang baik serta membuat pilihan secepat kilat, mereka masih belum memiliki kapasitas untuk benar-benar mempengaruhi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya. Hal ini dikenal sebagai AumenggerakanAy, dan ini merupakan ciri kepemimpinan sejati. Dorongan melakukan sesuatu itulah yang kita maksudkan ketika kita berbicara tentang Ekspektasi individu terhadap jumlah pemenuhan emosi yang dapat dicapai menentukan intensitas atau kondisi rangsangan (Sarjiman Arianto Jadi, secara sederhana, motivasi https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X adalah dorongan batin yang membuat seseorang bertindak. Dorongan, antusiasme, dan ambisi intrinsik seseorang berasal dari komponen psikologis unik mereka sendiri, yang pada gilirannya mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, dan tingkat kepuasan Ada yang tidak beres karena motivasi merupakan komponen internal yang memengaruhi cara seseorang ini karena didorong oleh keinginan dan kebutuhan. Memimpin berarti menginspirasi dan memfasilitasi partisipasi aktif orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Fungsi seorang pemimpin sangatlah Kepemimpinan memutuskan segalanya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pemantauan, hingga penetapan tujuan. Seberapa mengelola waktu, energi, dan sumber daya lainnya dalam timnya menentukan Untuk memimpin, seseorang harus mampu melakukan hal-hal di depan orang lain, menjadi orang pertama yang melakukan sesuatu, tegas, dan Manggkunegara merupakan hasil akhir pekerjaan yang kewajiban yang diberikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Sedangkan menurut Sedarmayanti . , kinerja adalah hasil akhir dari upaya individu atau tim dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya secara sah dengan cara yang mematuhi semua undangundang, standar, dan prinsip etika yang Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 melaksanakan tugas dan tanggung jawab khusus mereka sebagaimana ditugaskan. Kinerja karyawan didefinisikan sebagai produk akhir dari upaya mereka yang menurut manajemen memenuhi atau melampaui tujuan yang telah ditentukan. Tabel 3. 1 menunjukkan bahwa kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan berada di bawah harapan, hal ini sejalan dengan pandangan penulis. Dari hasil penilaian, ditemukan beberapa tugas yang perencanaan anggaran, evaluasi kinerja perangkat daerah, penyusunan rencana penyelesaian LAKIP SKPD, penyusunan laporan keuangan, dan lain-lain, yang semuanya harus tepat waktu. Upaya kedisiplinan di kalangan pegawainya, pentingnya kepemimpinan dalam suatu organisasi dan pentingnya motivasi kerja mempunyai konsekuensi yang sangat Tanpa seorang pemimpin, suatu organisasi tidak dapat mengendalikan bawahannya, begitu pula sebaliknya untuk motivasi kerja. Terjadi penurunan kinerja pegawai pada tahun 2020 sehingga kurang berjalan baik bagi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan. Hal ini menurut pemimpin yang selalu ada untuk memberikan nasehat dan motivasi apapun bentuk keinginan bawahannya. Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis kuantitatif yang bersifat asosiatif. Jenis dan Sumber Data https://jurnal. id/index. php/JIM P-ISSN: 2614-381X Data penelitian ini adalah data primer. Menurut Sugiyono . AuData Primer adalah Sumber Data yang langsung memberikan data kepada pengumpul dataAy. Data yang diperoleh secara langsung dengan menggunakan teknik survey melalui penyebaran angket atau kuesioner yang disebarkan kepada responden (Pegawa. pada kantor Dinas Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Nias Selatan. Populasi dan Sampel Populasi penelitian pegawai Dinas Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Nias Selatan berjumlah 30 orang. Teknik Pengumpulan Data Memberikan daftar pernyataan yang harus diisi kepada responden adalah pendekatan pengumpulan data yang digunakan dalam kuesioner. (Sugiyono, 2018:. menyatakan bahwa AuSkala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena Ay Kuesioner tanggapan responden dijadikan sebagai sumber data utama, dan nilai atau skor setiap jawaban ditetapkan dengan menggunakan skala Likert. (Sugiyono, 2018:. mengatakan merujuk pada 5 alternatif jawaban. STS. TS. RR. SS. Uji Instrumen Periksa Untuk mengetahui sah atau tidaknya suatu kuesioner, peneliti melakukan uji korelasi skor terhadap setiap data pernyataan dengan korelasi product moment sebagai berikut (Sugiyono, 2018:. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Uji Reliabilitas. Ketergantungan suatu kapasitasnya untuk secara konsisten memberikan temuan pengukuran yang sama ketika diuji dengan cara yang sama (Sugiyono, 2018:. Hanya item yang lolos uji validitas saja yang dikenai uji reliabilitas ini. Pendekatan konsistensi internal, yaitu koefisien Cronbach Alpha (G), adalah salah satu metodologi tersebut. Butir soal yang telah lolos uji validitas dikenakan uji reliabilitas ini. SPSS memiliki alat yang dapat digunakan untuk menentukan Berikut rumus uji CronbachAos Alpha dikemukakan oleh Sugiyono . Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . Auuji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah residu yang terstandarisasi berdistribusi normal atau tidak. Ay Salah satu cara untuk mengetahui apakah nilai residu terstandarisasi mengikuti distribusi normal adalah dengan menggunakan uji non parametrik KolmogorovSminorv (K-S). Jika tingkat signifikansi uji Kolmogorov-Sminorv lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas. Plot sebar, di mana nilai prediksi dan nilai masing-masing ditampilkan pada sumbu horizontal dan vertikal, dapat digunakan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya Heteroskedastisitas terjadi ketika plot sebar mengikuti pola Tidak heteroskedastisitas ditunjukkan dengan https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X adanya scatter plot yang menyebar secara sembarang (Sugiyono, 2018: Uji Multikolinearitas. Dua atau lebih multikolinear jika korelasinya hampir Rumus menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance (TOL) adalah sebagai berikut: digunakan: Uji Hipotesis Uji t. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial . terhadap variabel terikatnya, apakah memiliki pengaruh yang berarti terhadap variabel terikat atau tidak. Rumus menghitung besarnya nilai thitung adalah (Setiawan & Kusrini, 2010:. Keterangan: t = Nilai thitung = Penafsiran = Nilai yang dihipotesiskan = Kesalahan standar dari Uji Simultan . ji F). Penjelasan besarnya dampak keseluruhan faktorfaktor independen terhadap variabel dependen dapat diberikan dengan uji F. Goodness of Fit menguji kebenaran model menggunakan nilai F yang Uji F, disebut juga uji simultan, menentukan apakah variabel independen model dapat menjelaskan Bandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel dengan derajat kebebasan: df atau derajat kebebasan: . , . , untuk melihat apakah model tersebut sangat baik dalam menyesuaikan data. Menurut (Supranto, 2010:. , rumus Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 yang digunakan untuk mendapatkan nilai Fhitung adalah sebagai berikut: Keterangan: = Nilai F_hitung = Koefisien determinasi = Jumlah variabel =Jumlah . kuran populas. Koefisien Determinasi (R. Garis regresi dievaluasi kebenaran dan kegunaannya dalam menggambarkan pengelompokan data observasi dengan menggunakan koefisien determinasi (Setiawan & Kusrini, 2010:64Ae. Anda dapat menggunakan rumus berikut determinasi, yang nilainya antara nol dan satu: Keterangan: = Koefisien determinasi = Kuadrat selisih nilai Y riil dengan nilai prediksi = Kuadrat selisih nilai Y dengan nilai rata-rata. Metode Analisis Data Analisis regresi linier berganda adalah pendekatan analisis data yang Salah variabel independen dan dependen adalah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, suatu metode Menurut Setiawan dan Kusrini . , model regresi berganda yang digunakan adalah sebagai berikut: Y= b0 b1X1 b2X2 e Dimana: : Variabel Terikat : Konstanta https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X X1-X2 : Variabel bebas atau independent b1-b2 : Koefisien regresi : Kesalahan pengganggu Hasil Penelitian dan Pembahasan Uji Instrumen Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja (X1 ) Tabel 4. 4 menampilkan hasil uji validitas untuk semua item statistik, dan menunjukkan bahwa estimasi koefisien korelasi r untuk item pernyataan 1Ae14 Terdapat signifikansi a = 0,361 pada rtabel untuk 30 Semua pernyataan dalam daftar tentang motivasi kerja adalah sah karena koefisien korelasinya positif . hitung > r tabe. , sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa klaim 1Ae14 adalah Motivasi Kerja memiliki skor Crobach's Alpha sebesar 0,833>0,6 yang menunjukkan bahwa temuan data dari pertanyaan kuesioner dapat dianggap Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepemimpinan (X2 ) Berdasarkan koefisien korelasi yang diperoleh rhitung untuk penjelasan hal nomor 1 sampai 14 adalah positif. Oleh karena itu, rtabel untuk 30 responden mempunyai tingkat signifikansi a = 0,361. Karena r hitung > r tabel menunjukkan bahwa seluruh pernyataan mengenai kepemimpinan pada daftar pernyataan disimpulkan bahwa butir pernyataan 1 sampai dengan 14 adalah valid. Nilai CrobachAos Alpha Kepemimpinan sebesar 0,925>0,6, sehingga dapat di simpulkan hasil data dalam butir angket dinyatakan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Uji Validitas dan Reliabilitas variabel Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan koefisien korelasi yang diperoleh rhitung untuk penjelasan hal nomor 1 sampai 14 adalah positif. Oleh karena itu, rtabel untuk 30 responden mempunyai tingkat signifikansi a = 0,361. Karena r hitung > r tabel menunjukkan bahwa seluruh pernyataan mengenai kepemimpinan pada daftar pernyataan disimpulkan bahwa butir pernyataan 1 sampai dengan 14 adalah valid. Nilai CrobachAos Alpha kinerja pegawai sebesar 0,947>0,6, menyimpulkan hasil data dalam butir angket dinyatakan reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Karena nilai Kolmogorov Sminorv sebesar 0,782 dan signifikansi Kolmogorov Sminorv sebesar 0,573>0,05, maka dapat disimpulkan data residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas. Karena data tidak mengikuti pola tertentu, temuan Model regresi tidak gagal dalam pengujian asumsi tradisional apa pun mendasar, yaitu varian residu tetap konstan di seluruh data. Uji Heteroskedastisitas Sumber: hasil olahan peneliti . Uji Multikolinearitas https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Analisis data penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen VIF (Variance Inflation Facto. sebesar 2,358 dan nilai Tolerance sebesar 0,424 mendekati 1 yang menunjukkan bahwa tidak multikolinearitas pada model regresi. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini ada pengaruh Motivasi kerja dan Kepemimpinan terhadap Kinerja pegawai karena diperoleh thitung sebesar thitung 3. 094>ttabel 1,703 uji parsial bahwa nilai thitung pada df= . -k. -2-. =27 tingkat signifikan sebesar 0,014<0,05. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai karena nilai t . lebih besar dari t tabel . , sehingga keputusan H0 ditolak dan Ha diterima. Uji Simultan (Uji F). Berdasarkan uji simultan bahwa nilai Fhiitung 33. 839 >Ftabel 3,354 pada df numerator 2, df deminator 44 pada = 5% . maka penelitian ini ada pengaruh Motivasi Kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di kantor Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Nias Selatan. Koefisien Determinasi (R. Dari hasil koefisien determinasi (R. sebesar 0,715, sehingga peneliti menarik kesimpulan Motivasi Kerja Kepemimpinan mampu menjelaskan variabel Kinerja pegawai sebesar 33,8% sedangkan sisanya 66,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disebut variabel penelitian. Metode Analisis Data Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui persamaan regresi pengaruh Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 motivasi kerja dan kepemimpinan Dinas Komunikasi dan Informatika dapat dijelaskan dengan persamaan regresi di bawah ini: Y= -2. 773 0,719X1 0,507X2 Interprestasi dari persamaan di atas, dapat diuraikan sebagai berikut: Konstanta . = -2,773 menunjukkan nilai tetap kinerja pegawai (Y) ketika nilai motivasi kerja dan kepemimpinan sama dengan nol. Koefisien regresi Motivasi kerja (X. = 0,719 menunjukkan Kinerja pegawaia tetap ketika nilai Motivasi Kerja naik 1 Koefisien regresi kepemimpinan (X. = 0,507 menunjukkan Kinerja pegawai tetap ketika nilai Kepemimpinan naik 1 Penutup Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi kerja dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai dinas komunikasi dan informatika Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan model persamaan regresi Y=2. 773 0,719X1 0,507X2. Hal ini di dukung oleh beberapa nilai pengujian sebagai berikut: Berdasarkan nilai thitung 3. 094>ttabel 1,703, maka peneliti menyimpulkan bahwa penelitian ini ada pengaruh Motivasi Kerja terhadap motivasi di Kantor Dinas Komunikasi dan informatikan Kabupaten Nias Selatan secara parsial. Berdasarkan nilai thitung 2. 617>ttabel 1,703, maka peneliti menyimpulkan bahwa Kepemimpinan pegawai di kantor Komunikasi dan informatikan Kabupaten Nias Selatan secara parsial. https://jurnal. id/index. php/JIM P-ISSN: 2614-381X Berdasarkan nilai Fhiitung 33. 839 >Ftabel 3,354, maka peneliti menyimpulkan bahwa ada pengaruh Motivasi Kerja dan Kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di kantor Komunikasi dan informatikan Kabupaten Nias Selatan secara simultan. Saran Peneliti menguraikan beberapa poin yang menjadi saran dalam penelitian ini Untuk meningkatkan kinerja pegawai, maka setiap pegawai perlu menaati segala peraturan yang berlaku di Dinas Dalam mencapai tujuan organisasi untuk meningkatkan kinerja pegawai, maka pimpinan kerja maupun rekan kerja ada baiknya saling memotivasi dalam menyelesaikan tugas Dinas. Semestinya disesuaikan dengan kemampuan yang mengefesien kinerja di organisasi. Daftar Pustaka