Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Vol. No. Desember 2024, hlm. e-ISSN : 2685-0702, p-ISSN : 2654-3958 Tersedia Online di http://syekhnurjati. id/jurnal/index. php/prophetic Email: prophetic@syekhnurjati. Asesmen Minat dan Bakat berbasis RIASEC sebagai Acuan Peminatan Mata Pelajaran Pilihan pada Jenjang SMA Kurikulum Merdeka Tri Cahyono Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Indonesia Correspondent Email: tricahyonoubt@gmail. Abstrak Implementasi pemilihan mata pelajaran sesuai minat dan bakat masih menghadapi beberapa kendala di lapangan. Layanan peminatan berbasis RIASEC disusun kemndikbud untuk mebantu siswa menentukan mata pelajaran sesuai minat dan bakat Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas asesmen minat bakat berbasis RIASEC dalam membantu siswa SMA menentukan mata pelajaran pilihan sesuai dengan minat dan bakat mereka dalam kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain quasi-experimental, melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima asesmen RIASEC dan kelompok kontrol yang memperoleh layanan peminatan konvensional. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% siswa dalam kelompok eksperimen merasa sangat terbantu dalam memilih mata pelajaran, dibandingkan dengan hanya 43% siswa di kelompok kontrol. Uji t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok . < 0. , yang mengindikasikan bahwa asesmen RIASEC memiliki efektivitas lebih tinggi dalam mendukung pemilihan mata pelajaran berdasarkan minat dan bakat siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen RIASEC dapat meningkatkan motivasi dan ketepatan pemilihan mata pelajaran, mendukung tujuan kurikulum merdeka yang lebih inklusif dan berpusat pada siswa. Kata Kunci: Asesmen Minat Bakat. RIASEC. Kurikulum Merdeka. Layanan Peminatan. PENDAHULUAN Kurikulum merdeka yang diterapkan di Indonesia memiliki perubahan signifikan dalam struktur pendidikan, terutama dalam menghapus jurusan IPA. IPS, dan Bahasa. Kebijakan ini bertujuan memberi siswa kebebasan dalam menentukan mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka, guna memfasilitasi perkembangan individual siswa yang lebih optimal (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Melalui pemilihan mata pelajaran yang disesuaikan dengan minat dan bakat, siswa diharapkan dapat lebih termotivasi dan mencapai hasil belajar yang maksimal (Ardiansyah et al. , 2. Namun, implementasi pemilihan mata pelajaran sesuai minat dan bakat masih menghadapi beberapa kendala di lapangan. Salah satunya adalah kesiapan guru bimbingan dan konseling (BK) dalam memberikan layanan peminatan. Banyak guru BK belum sepenuhnya menguasai teori dan praktik layanan peminatan mata pelajaran pilihan, yang 134 | Cahyono Ae Asesmen Minat dan Bakat . seharusnya menjadi dasar dalam membantu siswa mengambil keputusan yang tepat sesuai minat dan potensi akademik mereka (Putra & Harahap, 2. Keterbatasan ini dapat menghambat tujuan kurikulum merdeka untuk menyediakan layanan yang mendukung perkembangan individu siswa secara holistik. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya pelatihan bagi guru BK mengenai asesmen minat bakat dalam konteks kurikulum merdeka, serta terbatasnya sumber daya dan panduan yang disediakan oleh pemerintah untuk memfasilitasi proses peminatan yang efektif (Sari et , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan pemilihan mata pelajaran terkait erat dengan kesiapan dan kompetensi tenaga pendidik, termasuk guru BK, dalam memahami dan mengimplementasikan teori peminatan secara tepat (Rahmawati & Widodo. Memahami mekanisme asesmen peminatan dengan benar menjadi krusial dalam kurikulum merdeka, karena asesmen ini berfungsi sebagai landasan bagi siswa untuk mengenali minat dan bakat mereka sebelum memilih mata pelajaran. Asesmen peminatan yang efektif tidak hanya melibatkan identifikasi minat siswa secara superfisial tetapi juga mencakup analisis yang mendalam terkait kecenderungan akademik, keterampilan, dan potensi pribadi siswa. Dengan pemahaman yang benar, guru BK dapat membantu siswa membuat keputusan yang lebih baik dalam pemilihan mata pelajaran, sehingga mendukung pencapaian akademik dan pengembangan pribadi yang lebih terarah (Susanti & Hermanto. Jika guru BK mampu melaksanakan layanan peminatan dengan baik, dampak positif yang dihasilkan sangat besar bagi perkembangan siswa. Pertama, siswa akan merasa lebih termotivasi dan percaya diri karena merasa bahwa pilihan mata pelajaran yang mereka ambil sesuai dengan minat dan potensinya (Lestari & Kurniawan, 2. Kedua, peminatan yang tepat akan mendorong siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal karena mereka terlibat dalam kegiatan akademik yang sesuai dengan kekuatan personal mereka, sehingga dapat mengurangi risiko kegagalan dan rasa frustrasi dalam belajar (Nugraha et al. , 2. Selain itu, layanan peminatan yang baik juga dapat mendukung pembentukan identitas dan kepercayaan diri siswa sejak dini. Ketika siswa merasa dihargai dan didukung dalam proses pembelajaran yang personal, mereka cenderung berkembang menjadi individu yang mandiri dan siap menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa depan (Iskandar & Fadilah, 2. Penerapan asesmen peminatan yang benar oleh guru BK juga membantu sekolah dalam menciptakan iklim pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan individu, yang sejalan dengan tujuan utama kurikulum merdeka. Dengan demikian, kemampuan guru BK dalam melakukan layanan peminatan memiliki dampak jangka panjang yang positif, baik dalam proses pendidikan maupun dalam pengembangan karakter dan keterampilan siswa. Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Ae Vol. No. Desember 2024 | 135 Grafik 1. Persentasi Siswa yang Mengetahui Minat dan Bakatnya Grafik di atas menunjukkan persentase siswa yang tidak mengetahui minat dan bakatnya, di mana 60% siswa tidak mengetahui minat, 55% tidak mengetahui bakat, dan hanya 25% siswa yang memahami keduanya. Grafik ini mengilustrasikan pentingnya asesmen minat bakat dalam membantu siswa mengenali potensi diri mereka, khususnya dalam konteks pemilihan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum Merdeka. Dalam penerapan kurikulum merdeka, asesmen minat bakat berbasis RIASEC (Realistic. Investigative. Artistic. Social. Enterprising, dan Conventiona. menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami kecenderungan minat siswa secara lebih Model RIASEC, yang dikembangkan oleh John L. Holland, bertujuan untuk mengelompokkan individu berdasarkan tipe minat dan kecenderungan pekerjaan yang mereka sukai, sehingga membantu dalam menyesuaikan pilihan kegiatan belajar dan pekerjaan di masa depan (Holland, 1997. Pratama & Kurniawan, 2. Dalam konteks kurikulum merdeka, asesmen berbasis RIASEC berfungsi sebagai panduan awal bagi guru BK untuk mengidentifikasi area kecenderungan siswa, baik dalam bidang akademik maupun Kegunaan asesmen RIASEC terletak pada kemampuannya untuk membantu siswa mengenali tipe minat yang paling dominan dalam diri mereka. Dengan memahami minat dan kecenderungan yang spesifik, siswa dapat memilih mata pelajaran yang sejalan dengan tipe RIASEC mereka, seperti siswa dengan tipe Investigative yang mungkin lebih cocok dengan mata pelajaran sains atau matematika, atau siswa dengan tipe Artistic yang akan lebih nyaman dalam mata pelajaran seni atau literatur (Sari & Nugroho, 2. Asesmen ini juga membantu mengurangi risiko pilihan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan minat, yang berpotensi menyebabkan kurangnya motivasi dan prestasi yang suboptimal. Kontribusi asesmen RIASEC dalam peminatan mata pelajaran pada kurikulum merdeka sangat signifikan. Dengan memberikan panduan konkret bagi guru BK, asesmen RIASEC memungkinkan penyusunan program layanan peminatan yang lebih efektif, terarah, dan berbasis data. Guru BK dapat menggunakan hasil asesmen ini untuk memberikan saran yang lebih tepat dan personal dalam proses pemilihan mata pelajaran, sehingga siswa lebih siap dan merasa didukung dalam jalur belajar yang mereka pilih. Dengan begitu, model RIASEC 136 | Cahyono Ae Asesmen Minat dan Bakat . tidak hanya mendukung pengembangan akademik, tetapi juga membantu siswa membangun fondasi karier yang sesuai dengan minat dan bakatnya, sejalan dengan tujuan kurikulum merdeka untuk menciptakan generasi yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan (Rahmawati & Ismail, 2. Penggunaan asesmen RIASEC dalam peminatan mata pelajaran pilihan di kurikulum merdeka memberikan kontribusi signifikan, baik bagi siswa maupun guru. Pertama, asesmen ini membantu siswa memahami diri mereka secara lebih mendalam dan mengetahui kecenderungan mereka terhadap bidang tertentu, yang kemudian dapat menjadi dasar dalam memilih mata pelajaran yang relevan dan sesuai (Arifin & Sari, 2. Kedua, dengan bimbingan asesmen RIASEC, guru BK dapat memberikan rekomendasi yang lebih terstruktur dan terarah, sehingga proses peminatan berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat siswa (Wulandari & Putri, 2. Kontribusi RIASEC dalam kurikulum merdeka juga mencakup peningkatan motivasi belajar siswa. Ketika siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran berdasarkan pemahaman yang kuat akan minat mereka, mereka cenderung lebih bersemangat dalam belajar dan termotivasi untuk mencapai hasil maksimal (Rahman et al. , 2. Hal ini juga mengurangi risiko salah pilih atau kegagalan akademik akibat ketidaksesuaian minat dan pilihan mata pelajaran, yang sering kali menjadi penyebab menurunnya semangat dan hasil belajar (Santoso, 2. Secara keseluruhan, asesmen RIASEC memberikan kerangka kerja yang penting bagi guru BK dalam memberikan layanan peminatan yang tepat, dengan memperhatikan potensi individu setiap siswa. Penggunaan asesmen ini diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan kurikulum merdeka untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif dan berpusat pada siswa. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti bermaksud untuk melakukan eksperimen terhadap asesmen minat bakat berbasis RIASEC guna mengetahui seberapa efektif asesmen ini dalam mendukung layanan peminatan mata pelajaran pilihan pada siswa SMA. Melalui eksperimen ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai dampak asesmen RIASEC terhadap ketepatan pemilihan mata pelajaran serta motivasi belajar siswa, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan layanan bimbingan yang sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengukur efektivitas asesmen minat bakat berbasis RIASEC dalam pemilihan mata pelajaran pada siswa SMA. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengetahui seberapa besar pengaruh asesmen RIASEC terhadap keputusan siswa dalam memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental design dengan menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Siswa akan dibagi ke dalam dua kelompok yakni kelompok eksperimen yang mendapatkan asesmen RIASEC sebagai bagian dari layanan peminatan, dan kelompok kontrol yang mendapatkan layanan peminatan secara konvensional tanpa asesmen RIASEC. Desain ini akan mempermudah perbandingan efektivitas asesmen RIASEC terhadap proses peminatan yang biasa digunakan. Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Ae Vol. No. Desember 2024 | 137 Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa kelompok eksperimen dan 50 siswa kelompok control dari sebuah SMA kelas X di Kota Tarakan Tahun Pelajaran 2023/2024 yang sedang memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria . siswa kelas X SMA, . sedang mengikuti peminatan mata pelajaran pilihan. Pada kelompok eksperimen, siswa diberikan asesmen berbasis RIASEC untuk mengidentifikasi minat dan bakat mereka. Sementara itu, kelompok kontrol pendekatan peminatan yang konvensional, seperti bimbingan standar atau tanpa asesmen khusus. Kelompok eksperimen akan menjalani layanan peminatan berdasarkan hasil asesmen RIASEC, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan layanan peminatan tanpa asesmen Asesmen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yakni asesmen minat bakat RIASEC yang digunakan untuk mengidentifikasi minat dan bakat siswa dan angket kepuasan terhadap proses pemilihan mata pelajaran. Kedua asesmen tersebut menjadi tolak ukur seberapa efektif dari asesmen minat bakat RIASEC yang digunakan terhadap keputusan siswa dalam memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode t-test untuk menguji perbedaan hasil antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif asesmen RIASEC dalam membantu siswa memilih mata pelajaran yang sesuai. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang dikumpulkan diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki rata-rata kinerja yang lebih baik dari kelompok control dari segi pemilihan meta pelajaran Grafik 2. Data Kepuasan Kelompok Eksperimen terhadap Asesmen RIASEC 138 | Cahyono Ae Asesmen Minat dan Bakat . Grafik di atas menunjukkan hasil respon siswa pada kelompok eksperimen mengenai efektivitas asesmen RIASEC dalam menentukan mata pelajaran pilihan. Hasilnya dimana 63% siswa merasa bahwa asesmen sangat membantu dalam menentukan mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Sedangkan 23% siswa merasa netral, artinya asesmen ini memberikan bantuan yang biasa saja dalam proses pemilihan mata pelajaran. Sisanya, 14% siswa merasa tidak terbantu, menunjukkan bahwa asesmen ini kurang efektif bagi sebagian kecil siswa dalam menentukan mata pelajaran pilihan. Hasil ini mengindikasikan bahwa mayoritas siswa dalam kelompok eksperimen merasakan manfaat dari asesmen RIASEC dalam pemilihan mata pelajaran, memperkuat relevansi penggunaan asesmen ini dalam layanan peminatan di kurikulum Merdeka. Grafik 3. Data Kepuasan Kontrol Eksperimen terhadap Asesmen RIASEC Grafik di atas menggambarkan hasil respon siswa pada kelompok kontrol yang menerima layanan peminatan minat bakat secara konvensional, tanpa menggunakan asesmen RIASEC dimana 43% siswa merasa sangat terbantu, menunjukkan bahwa layanan konvensional masih memberikan bantuan yang cukup signifikan bagi hampir setengah dari siswa dalam pemilihan mata pelajaran. Selanjutnya, 39% siswa merasa netral, menunjukkan bahwa layanan ini tidak memiliki dampak yang berarti bagi sebagian siswa dalam membantu memilih mata pelajaran. Selebihnya, 18% siswa merasa tidak terbantu, mengindikasikan bahwa layanan konvensional kurang efektif bagi sejumlah siswa dalam proses pemilihan mata pelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa walaupun layanan konvensional masih membantu beberapa siswa, efektivitasnya tampak lebih rendah dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang menggunakan asesmen RIASEC. Ini menggarisbawahi potensi asesmen RIASEC dalam memberikan dampak yang lebih kuat pada proses peminatan. Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal Ae Vol. No. Desember 2024 | 139 Grafik 4. Perbandingan Rata-Rata Skor Kelompok Eksperimen dan Kontrol Grafik di atas menunjukkan perbandingan rata-rata skor antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang mengindikasikan bahwa asesmen RIASEC lebih efektif dalam membantu siswa memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka. Sedangkan berdasarkan, hasil Uji t-test diketahui bahwa, t-statistik: 11. 56 dan p-value: 9. Dengan p-value yang sangat kecil . urang dari 0. , hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini berarti bahwa asesmen RIASEC memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pemilihan mata pelajaran siswa dibandingkan dengan layanan SIMPULAN Asesmen minat bakat berbasis RIASEC memiliki efektivitas yang signifikan dalam membantu siswa SMA memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka dalam kurikulum merdeka. Sebagian besar siswa dalam kelompok eksperimen . %) merasa sangat terbantu oleh asesmen RIASEC dalam menentukan pilihan mata pelajaran, dibandingkan dengan hanya 43% siswa dalam kelompok kontrol yang mendapatkan layanan peminatan Uji statistik t-test mengkonfirmasi bahwa perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol signifikan secara statistik, dengan p-value yang sangat rendah . , menunjukkan bahwa asesmen RIASEC berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan efektivitas pemilihan mata pelajaran berdasarkan minat dan bakat siswa. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa asesmen RIASEC dapat menjadi alat yang efektif dalam layanan bimbingan konseling untuk peminatan mata pelajaran. Implementasi asesmen ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan potensi akademik mereka dengan lebih optimal dan meningkatkan motivasi belajar, sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka untuk menciptakan pembelajaran yang lebih personal dan inklusif. DAFTAR PUSTAKA