ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 001Ae006 http://dx. org/10. 20527/bpi. Penaksiran Sebaran Nilai Datum Point pada Data Geolistrik Menggunakan Metode Ordinary Kriging Guskarnali1 Muhammad Amin Sitepu2 1 Program Studi Teknik Pertambangan. Universitas Bangka Belitung 1,2 Program Studi Program Profesi Insinyur. Universitas Lambung Mangkurat Aguskarnali@ubb. Pengukuran geolistrik menampilkan secara 2 dimensi Penampang resistivitas menyajikan data datum point terhadap penetrasi kedalaman. Data datum point diperoleh dari pengolahan geolistrik yang merupakan hubungan pengaruh antara elektroda arus dan elektroda potensial terhadap jarak tertentu dari dua elektroda arus yang dialirkan ke bawah permukaan. Nilai datum point dilakukan perhitungan secara vertikal dan horizontal dengan semivariogram sampai diperoleh model semivariogram yang menjadi parameter dari hasil fitting. Penaksiran sebaran data datum point menggunakan metode ordinary kriging . oint kriging dan block krigin. Hasil penaksiran diperoleh metode block kriging lebih akurat dari point kriging walaupun nilai cross validation dari metode ordinary kriging memiliki perbedaan yang tidak signifikan dengan nilai koefisien korelasi disekitar 0,57 dan nilai RMSE yang terkecil pada metode ordinary kriging yakni metode block kriging ukuran 10y10y5 meter. Kata kunci: geolistrik, datum point, ordinary kriging Diajukan: 16 Juni 2023 Direvisi: 7 Agustus 2023 Diterima: 28 Januari 2024 Dipublikasikan online: 31 Januari 2024 Pendahuluan Eksplorasi Data eksplorasi salah satunya didukung oleh data pengukuran geolistrik yang menjadi penentu kebijakan dalam dokumen kelayakan tambang. Metode geolistrik mempelajari sifat resistivitas . ahanan jeni. listrik dari lapisan batuan di dalam bumi. Metode ini termasuk metode yang tidak alami . , sebab dalam metode ini dibutuhkan injeksi arus listrik ke dalam bumi melalui dua buah elektroda arus dan dilakukan pengukuran beda potensial melalui dua buah elektroda potensial, namun hasil dari metode ini berupa penampang 2 dimensi (Pseudo section resistivit. Metode golistrik merupakan metode yang sangat cocok sebagai pendukung utama dalam memberikan informasi mengenai pola sebaran dan potensi sumberdaya tentunya secara vertikal dan horizontal (Tiga Dimens. Pengukuran metode geolistrik dilakukan dengan cara memasang elektroda arus dan potensial pada satu garis lurus dengan spasi tetap/sesuai dengan konfigurasi pengukuran. Untuk setiap posisi elektroda akan didapatkan harga tahanan jenis semu (Loke, 2. Seiring berjalannya waktu kebutuhan akan analisis model bawah permukaan semakin komplek dan semakin detail sehingga sering sekali dibutuhkan pemodelan bawah permukaan secara 3 dimensi yang dapat menjadi penghubung antar titik-titik sampel data suatu survei yakni geostatistik (Guo et al. , 2. Ordinary kriging merupakan metode geostatistik dengan teknik bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimato. yaitu data yang digunakan pada teknik ini merupakan data spasial dengan rata-rata serta metode estimator tak bias (David, 1982. Isaaks dan Srivastava. Metode kriging dianggap sebagai metode estimasi yang paling baik dalam hal ketepatan Metode ini memanfaatkan aspek spasial untuk menaksir nilai pada suatu titik atau blok tertentu berdasarkan nilai-nilai pada titik atau blok yang telah teramati (Rustam et al. , 2. Metoda ordinary kriging merupakan metode geostatistik yang menaksirkan besarnya nilai karakteristik pada titik lokasi yang tidak tersampel berdasarkan data titik tersampel di sekitarnya, dengan mempertimbangkan korelasi spasial yang ada dalam data tersebut (Zibuka et al. , 2016 . Conoras & Tabaika. Penaksiran metoda ordinary kriging dilakukan dalam dua tahap yaitu, pertama menghitung variogram atau semi variogram dan fungsi covarian dan tahap kedua melakukan penaksiran lokasi yang tidak tersampel (Conoras & Lamburu, 2. Metode ordinary kriging dibagi menjadi dua Jenis berdasarkan cara estimasi dan proses pengolahan yaitu point kriging dan block kriging (Safrudin & Conoras, 2. Metode point kriging merupakan metode kriging yang mempunyai ukuran blok/area sangat kecil atau berupa titik, sedangkan metode block kriging merupakan susunan dari beberapa titik yang membentuk blok-blok ukuran besar sesuai dengan ukuran dimensi estimasi yang diinginkan (Afriandi, 2. (Kurniawan & Amri. Nilai sebaran tahanan jenis semu merupakan perwakilan kondisi bawah permukaan dari lintasan pengukuran geolistrik yang tersebar sesuai dengan penetrasi kedalaman pengukuran geolistrik antara elektroda arus dan elektroda potensial yang diwakili Cara mensitasi artikel ini: Guskarnali. Sitepu. Penaksiran Sebaran Nilai Datum Point pada Data Geolistrik Menggunakan Metode Ordinary Kriging. Buletin Profesi Insinyur 7. BPI, 2024 | 1 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 001Ae006 http://dx. org/10. 20527/bpi. oleh nilai datum point. Penggunaan data datum point dari hasil pengukuran geolistrik memberikan informasi terhadap pola penaksiran sebaran nilai datum point secara tiga dimensi . D) dengan pendekatan metode ordinary kriging. Metode Data yang digunakan berupa data hasil pengukuran geolistrik konfigurasi Wenner sebanyak empat lintasan dengan panjang 160 meter menggunakan 16 elektroda dengan spasi antar elektroda sejauh 10 meter, asumsi kondisi tanah . round surve. pada lintasan pengukuran Lintasan pengukuran geolistrik bersinggungan/ besilangan antar lintasan yang ditunjukkan pada Gambar 1. Dari setiap lintasan geolistrik dilakukan pengolahan data sehingga diperoleh penampang resistivity yakni nilai apparent resistivity dengan sebaran datum point terhadap penetrasi kedalaman. Sebaran dan jumlah dari datum point . ilambangkan dengan tanda AoXA. tergantung pada spasi antara elektroda dan panjangnya lintasan pengukuran geolistrik. Setiap lintasan geolistrik memiliki data penetrasi kedalaman berjumlah lima penetrasi dengan minimum pseudo depth 5,12m dan maksimum sebesar 25,6m yang memiliki sebaran data datum point yang berbeda-berbeda tiap penetrasi kedalamannya (Gambar . Gambar 1 Sebaran lintasan pengukuran geolistrik Gambar 2 Posisi titik datum point . anda AuxA. dan penetrasi kedalaman . =1,2,3,4,. pada lintasan geolistrik BPI, 2024 | 2 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 001Ae006 http://dx. org/10. 20527/bpi. Data datum point dari tiap lintasan digabungkan dalam satu set data sesuai dengan format SGeMS sehingga menghasilkan sebaran visualisasi secara 3D (Gambar . Sebaran dari posisi titik datum point terhadap penetrasi kedalaman sesuai dengan sebaran titik datum point pada Gambar 2. Tahap awal yang dilakukan sebelum melakukan penaksiran sebaran nilai datum point pada tiap lintasan maka dibuat grid dimensions . rea keseluruhan dari data datum poin. Grid dimensions yang digunakan sebesar x: Y: 28. Z: 5 sedangkan untuk cell dimensions x:5, y:5, z:5. Penentuan nilai cell dimensions berdasarkan pertimbangan jarak setengah dari jarak antar elektroda yang digunakan dalam pengukuran geolistrik. Penetrasi kedalaman diasumsikan sebagai data pengukuran secara vertikal yang mempunyai data x,y,z, dan rho . pparent resistivit. Data penetrasi kedalaman tersebut dilakukan pengukuran secara spasial menggunakan parameter model semivariogram untuk melakukan penaksiran dengan metode Ordinary kriging berupa parameter penaksiran metode point kriging dan block kriging. Penaksiran sebaran data datum point resistivity secara 3D . ertikal dan Horizonta. menggunakan software Stanford Geostatistical Modeling Software (SGeMS). Hasil penaksiran dari data datum point pada tiap penetrasi kedalaman dari metode ordinary kriging akan dilakukan analisis statistik bivarian crossvalidation dengan parameter koefisien korelasi . dan root mean squared error (RMSE). Hasil dan Pembahasan Parameter Semivariogram Metode Ordinary Kriging Data datum point dari lintasan geolistrik kemudian dilakukan pengukuran secara spasial dengan paremeter semivariogram 3D . rah vertikal dan arah horizonta. Pengukuran semivariogram dilakukan secara terpisah, maksudnya dihitung dulu data secara vertikal kemudian data secara horizontal. Data yang diperoleh berupa semivariogram model secara vertikal dan horizontal yang selanjutnya dijadikan menjadi satu semivariogram 3D untuk dilakukan pengukuran model semivariogram yang baik . ata garis model semivariogram mewakili data semivariogram Posisi datum point versus kedalaman Parameter model semivariogram yang dikatakan baik menunjukkan nilai nugget effect (C. yang kecil . endekati no. dan dua struktur yaitu sill . dan rentang yang besar atau secara visual ditunjukkan dengan kecocokan perilaku semivariogram model dengan semivariogram eksprimental pada semivariogram 3D yang mewakili dari seluruh data datum point yang digunakan (Gambar . Penentuan search estimasi atau search ellipsoidal merupakan batas pencarian penaksiran terhadap data datum point berdasarkan bentuk ellipsoidal yang diperoleh dari hasil fitting semivariogram 3D yang mewakili seluruh data dari grid dimension yang menjadi area pengaruh dari titik datum point. Parameter fitting semivariogram 3D dari hasil pencocokan . semivariogram 3D ditunjukkan pada Tabel 1. Parameter model semivariogram dari fitting semivariogram 3D merupakan search penaksiran yang digunakan dengan pengaruh titik datum point dari setiap penetrasi kedalaman dengan asumsi setiap penetrasi kedalaman memiliki pengaruh secara vertikal dari spasi antar elektroda 10 meter. Hasil fitting semivariogram diperoleh pengaruh titik datum point maksimal 45 meter dan minimal 35 meter secara horizontal, sedangkan untuk secara vertikal sedalam 5 meter. Tabel 1. Parameter model semivariogram 3D Semivariogram Model 3D Struktur Nugget effect (C. Sill (C) Max Exponential Exponential Med Min Azimuth Dip Rake Type Model Range Angle Posisi datum point . ampak ata. Gambar 3 Posisi titik datum point lintasan geolistrik pada SGeMS BPI, 2024 | 3 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 001Ae006 http://dx. org/10. 20527/bpi. Model semivariogram Data semivariogram Eksprimental Gambar 4 Fitting semivariogram secara 3D Sebaran Penaksiran Metode Ordinary Kriging Model semivariogram 3D yang diperoleh dari hasil fitting semivariogram digunakan untuk penaksiran sebaran data datum point secara spasial. Setiap hasil penaksiran menggunakan metode ordinary kriging akan memberikan dua data yakni hasil penaksiran data datum point . dan data kriging variance (Krig_Va. Dari hasil penaksiran data datum point dari metode point kriging menggunakan titik-titik sampel datum point sedangkan metode block kriging menggunakan estimasi ukuran blok diantaranya 5y5y5m. dan 15y15y5m. perbedaan ukuran blok penaksiran untuk mengetahui pengaruh hasil penaksiran baik secara visual maupun indikator kelayakan dair data estimasi yang dilakukan. Hasil penaksiran metode point kriging dan block kriging secara visualisasi menunjukkan penaksiran sebaran data datum point yang hampir sama, hal ini diikuti juga dari sebaran data kriging Sedangkan pola sebaran hasil data kriging variance dari metode point kriging menunjukkan perbedaan tetapi tidak siginifikan terhadap data kriging variance dari metode block kriging (Gambar . Crossvalidation Hasil Penaksiran Metode Ordinary Kriging koefisien korelasi yang tidak signifikan perbedaanya. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh dikatakan masih valid, dikarenakan jarak antar elektroda geolistrik yang digunakan sebesar 10 meter diperoleh titik datum point rata-rata sebesar 0,5705 sedangkan parameter indikator nilai koefisien korelasi dari metode point kriging dan block kriging ditunjukkan pada Tabel 2. Nilai koefisien korelasi dari metode ordinary kriging menunjukkan nilai yang sama yakni disekitar 0,5. Walaupun nilai koefisien korelasinya belum dikatakan memiliki akurasi tinggi di atas nilai 0,8 tetapi jika ditinjau dari metode ordinary kriging yang digunakan menunjukkan metode block kriging ukuran block 10x10x5meter menunjukkan nilai RMSE lebih kecil dari metode lainnya . etode point krigin. walaupun nilai selisih nilai koefisien korelasi dan nilai standar deviasi kriging dari metode lainnya juga tidak terlalu jauh. Perbedaan nilai koefisien korelasi yang tidak signifikan ini memberikan informasi bahwa penaksiran dari data datum point yang digunakan masih tergolong sedikit . elum mewakili dari jarak antar dat. Crossvalidation disingkat CV, merupakan metode evaluasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat keakuratan dari hasil estimasi dan data datum point . ata awa. Parameter nilai CV menggunakan nilai koefisien korelasi . yang mana jika mendekati nilai satu berarti hubungan antar data memiliki korelasi kuat . ingkat kepercayaan tingg. Secara visual pada diagram pencar menujukkan sebaran hasil penaksiran yang juga hampir (Gambar . Pada diagram pencar . dari crossvalidation hasil metode point kriging dan block kriging memiliki nilai Penaksiran sebaran nilai datum point menggunakan metode ordinary kriging menunjukkan secara visualisasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan, hal ini juga didukung dengan nilai koefisien korelasi rerata 0,57. Metode block kriging dengan ukuran per blok 10y10y5 meter memberikan parameter keakurasian hasil penaksiran sebaran nilai datum point yang lebih baik dari metode point kriging maupun block kriging ukuran per blok lainnya. Kesimpulan BPI, 2024 | 4 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 001Ae006 http://dx. org/10. 20527/bpi. Point kriging . Point kriging_Krig_Var . Block kriging (Size 5x5x5. Block kriging_Krig_Var (Size 5x5x5. Block kriging (Size 10x10x5. Block kriging_Krig_Var (Size 10x10x5. Block kriging (Size 15x15x5. Block kriging_Krig_Var (Size 15x15x5. Gambar 5 Hasil penaksiran sebaran data datum point metode ordinary kriging (Tampak Ata. Tabel 2. Nilai crossvalidation metode Ordinary kriging Metode 546,43 Root Mean Square Error (RMSE) 253,03 Coefisient Correlation (R) Point Kriging Block Kriging (Size 5x5x5. Standar Deviasi Kriging Block Kriging (Size 10x10x5. 227,02 Block Kriging (Size 15x15x5. 222,69 BPI, 2024 | 5 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 7. 001Ae006 http://dx. org/10. 20527/bpi. Crossvalidation Point kriging Crossvalidation Block kriging (Size 10x10x. Crossvalidation Block kriging (Size 5x5x. Crossvalidation Block kriging (Size 15x15x. Gambar 6 Crossvalidation hasil penaksiran sebaran data datum point metode ordinary kriging Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih ditujukan kepada Program Studi Teknik Pertambangan. Fakultas Teknik. Universitas Bangka Belitung dan PT Bumako serta seluruh pihak terkait yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian ini sampai Referensi