JUKMAS Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. No. 2 Oktober 2019 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Suspek Campak pada Balita Muhammad Fuad Iqbal. Laila Ulfa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Indonesia Fuad. eqbal@gmail. ABSTRAK Balita merupakan kelompok umur yang paling beresiko terkena campak, karena rendahnya sistem kekebalan tubuh. Pada tahun 2017 suspek campak di Kecamatan Kramat Jati masih tinggi dengan 113 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian suspek campak pada balita. Penelitian menggunakan desain studi case control, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di kecamatan Kramat Jati, menggunakan 90 sampel terdiri dari 30 sampel kasus yaitu ibu dengan balita yang terdiagnosa suspek campak dan 60 sampel kontrol yaitu ibu dengan balita yang tidak menderita suspek campak. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan analisis data secara bivariat . hi squar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan . =0,001. OR=5,. dan sikap ibu . =0,015. OR=3,. dengan kejadian suspek campak. Perlu meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan terkait penyakit campak pada balita, dengan melibatkan posyandu dan kader-kader yang dilakukan setiap bulan pada kegiatan posyandu untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga mereka bisa mandiri dalam pencegahan dan penanggulangan jika balitanya sakit. Kata Kunci : campak, balita, pengetahuan, sikap ABSTRACT Infants are the age group most at risk of measles, due to a low immune system. In 2017 suspected measles in Kramat Jati sub-district was still high with 113 cases. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge and attitudes of mothers with the incidence of measles suspect in infants. This research uses a case control design, the population in this study is all mothers who have infants in Kramat Jati sub-district, using 90 samples consisting of 30 case samples, namely mothers with infants diagnosed with measles and 60 control samples, namely mothers with infants who do not suffer from measles suspected. Data collection by interview using a questionnaire and data analysis by bivariate . hi squar. The results showed that there was a significant correlation between knowledge . = 0. OR = 5,. and maternal attitudes . = 0. OR = 3,. with the incidence of measles suspicion. Need to increase prevention efforts through counseling and health promotion activities related to measles in infants, by involving posyandu and cadres who are carried out every month in posyandu activities to increase maternal knowledge so that they can be independent in prevention and control if the infants are sick. Keywords: measles, toddlers, knowledge, attitude http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat PENDAHULUAN disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) batuk, bersin dan cairan hidung. Gejala memperingatkan adanya epidemi campak penyakit campak adalah demam tinggi, pada tahun 2018 di semua negara belahan bercak kemerahan pada kulit . disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau mata hambatan besar bagi suatu bangsa terutama merah . Manusia diperkirakan pembangunan kesehatan, kawasan Asia satu-satunya inang . , walaupun Tenggara diperkirakan menyumbang 45% kematian akibat campak di dunia (WHO. Wabah (Kemenkes, 2. Berdasarkan Virus Morbili dalam tubuh dapat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes kasus campak di Indonesia pencernaan, anak akan muntah dan diare peningkatan yang signifikan mulai dari tahun Hal yang paling mengkhawatirkan 2015 yaitu 10. 655 kasus dengan incidence adalah komplikasi ke paru berupa radang rate (IR) 3,2 per 100. 000 penduduk, paru . Anak akan kesulitan kemudian meningkat menjadi 12. 681 kasus bernapas dan sesak napas. Komplikasi fatal pada tahun 2016 dengan IR 5 per 100. lainnya yaitu ensefalitis yaitu radang otak penduduk dan pada tahun 2017 meningkat yang menyebabkan anak kejang-kejang dan lagi sebesar 15,44% menjadi 14. 640 kasus mengalami penurunan kesadaran. Anak- campak dengan IR 5,77 per 100. anak juga dapat mengalami perdarahan dan Jumlah kasus ini diperkirakan trombositopenia meskipun begitu hal ini jarang terjadi (Halim, 2. Bila sebenarnya di lapangan, mengingat masih Campak bisa menyerang pada semua banyaknya kasus yang tidak terlaporkan, kelompok umur. Namun balita merupakan terutama dari pelayanan kesehatan swasta kelompok umur yang paling berisiko terkena serta kelengkapan laporan surveilans yang campak, karena salah satunya disebabkan masih rendah (Pusdatin Kemenkes, 2. oleh rendahnya sistem kekebalan. Balita Penyakit Campak dikenal juga sebagai memiliki maternal antibodi campak yang Morbili atau Measles. Campak merupakan didapat selama dalam kandungan sehingga penyakit yang sangat mudah menular yang http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat terlindungi sebelum tiba waktunya imunisasi pada bulan April-Juni 2019 di wilayah kerja (Raihan, 2. puskesmas kecamatan Kramat Jati Jakarta Kecenderungan secara umum, kasus Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah campak klinis berdasarkan golongan umur semua ibu yang memiliki balita yang pada tahun 2017 didominasi oleh golongan berdomisili di Kecamatan Kramat Jati. umur 1-4 tahun . , salah satu upaya Menggunakan 90 sampel sampel terdiri dari 30 sampel kasus yaitu ibu dengan balita kematian kasus campak pada balita yaitu yang terdiagnosa suspek campak dan 60 dengan cara pemberian imunisasi campak, sampel kontrol yaitu ibu dengan balita yang untuk meningkatkan kekebalan seseorang tidak menderita suspek campak. secara aktif terhadap serangan penyakit, menggunakan teknik purposive sampling sehingga kelak ia terpapar dia tidak akan dan dianlaisis menggunakan chi-square. menjadi sakit (Kemenkes, 2. Berdasarkan laporan Sudinkes Jaktim Variabel dependen (Kejadian suspek campak pada balit. yaitu balita . -59 bula. tahun 2017 diketahui bahwa kasus suspek campak di kecamatan Kramat Jati masih terdiagnosa suspek campak oleh petugas menjadi masalah kesehatan dengan 113 kesehatan dengan atau tanpa komplikasi, kasus yang terdiri dari 59 kasus temuan didapatkan dari laporan surveilans Sudinkes puskesmas dan 54 kasus temuan di rumah Kasus ini menempatkan kecamatan Kecamatan Kramat jati. Kramat Jati menjadi nomor 2 tertinggi Pengukuran Jakarta Timur Puskesmas setelah kecamatan Matraman . engetahuan dan sikap ib. dilakukan dan kecamatan Cipayung di urutan ke tiga dengan 96 kasus. Selain itu kecamatan Pengukuran pengetahuan ibu Kramat Jati menjadi satu-satunya kecamatan menggunakan skala Guttman, pemberian yang mengalami KLB campak dimana terjadi skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk peningkatan kasus pada minggu ke 34 dari 2 jawaban salah, yang dibagi menjadi 2 kasus menjadi 11 kasus (Sudinkes Jaktim, kategori yaitu baik= jika nilai >50% dan 2. kurang= jika nilai < 50% (Notoatmojo, 2. METODE Pengukuran sikap ibu pada jawaban Jenis penelitian adalah kuantitatif kuesioner menggunakan skala likert dengan dengan desain studi case control, dilakukan teknik Ausummated rattingAy yang terdiri dari http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat 4 kategori jawaban yaitu: sangat setuju . , dengan perbandingan 1:3 dengan keategori setuju . , kurang setuju . dan tidk setuju . Pengkategorian sikap ibu menggunakan Usia dewasa menurut Hurlock . skor T yang didasarkan atas mean t, yaitu dalam Khoiriyah . 10 dimulai sejak usia baik= skor > mean dan buruk= skor < mean 18-40 tahun. Sekitar awal atau pertengahan (Riwidoko, 2. umur tiga puluhan kebanyakan orang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Karakteristik Responden Karakteristik Kategori Kasus Kontrol Total Ibu Umur Ibu < 30 tahun > 30 tahun Total masalah-masalah menjadi cukup stabil dan matang secara emosinya, bila hal ini belum tercapai maka merupakan tanda orang belum matang secara emosional. Menurut penelitian Hayley . 11 pendidikan ibu ikut berkontribusi dalam kejadian campak, ibu yang berpendidikan rendah memiliki risiko 4,1 kali lebih besar Karakteristik Kategori Ibu Pendidikan Rendah Ibu Tinggi Total Pekerjaan Bekerja Ibu Tdk Bekerja Total Kasus Kontrol Total Berdasarkan tabel 1 menunjukan >30 berpendidikan tinggi. Status berdasarkan penelitian Nugroho . 12, ibu yang bekerja memiliki risiko status imunisasi bayinya tidak lengkap sebesar 2,68 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Ibu yang bekerja akan mengantarkan balitanya untuk diimunisasi. berpendidikan tinggi dan tidak bekerja, baik pada kelompok kasus maupun http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Tabel 2 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Suspek Campak pada balita di Kecamatan Kramat Jati Karakteristik Kategori Kasus Kontrol Total Ibu Pengetahuan 0 = Kurang 0,001 5,059 Ibu 1 = Baik Total Sikap Ibu 0 = Buruk 0,015 3,429 1 = Baik Total Pengetahuan Ibu Tentang Campak Mayoritas . ,7%) hubungan bermakna dengan nilai p=0,001 5,059, pengetahuan kurang memiliki balita yang berpengetahuan kurang tentang campak berisiko 5 kali lebih besar memiliki balita yang terkena suspek campak. Penelitian ini mendapatkan informasi tentang penyakit tidak jauh beda dengan penelitian Ulfah Padahal berdasarkan informasi dari petugas puskesmas dan kader posyandu hubungan antara pengetahuan ibu dengan mereka memberikan penyuluhan kesehatan campak . =0,. dengan nilai OR 14,44. Tetapi kegiatan penyuluhan tersebut Semakin jarang menggunakan media seperti pamflet tentang suatu penyakit, maka akan semakin baik pula perilaku dalam merawat anaknya informasi ketika dia lupa. Faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan ibu adalah sehingga ibu bisa melakukan kegiatan malas datang ke posyandu. Pengetahuan pencegahan, pengendalian dengan baik. tentang campak yang ditanyakan meliputi : Sebaliknya, jika pengetahuan ibu rendah definisi, gejala khas, etiologi, masa inkubasi, maka perilaku ibu tentang campak juga akan cara penularan, komplikasi dan bentuk anaknya ke posyandu, menganggap gejala Variabel pengetahuan ibu dengan kejadian campak pada balita memiliki demam adalah hal alamiah dari balita (Momomuat, 2. http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Peran peningkatan pengetahuan ibu untuk ikut beranggapan bahwa campak sama dengan cacar karena memiliki persamaan yang khas campak di Indonesia tertuang dalam surat yaitu bercak merah pada kulit. Sehingga edaran nomor HK. 01/MENKES /444/2018 ketika dilakukan pengujian terkait penyakit tentang pelaksanaan kampanye imunisasi campak, banyak responden yang menjawab measles rubella sebanyak 2 fase. Dalam kurang tepat. rangka komitmen Indonesia untuk mencapai Hubungan Sikap Ibu dengan Kejadian eliminasi campak dan pengendalian rubella Campak (Congenital Rubella Syndrome,/CRS) pada Pengetahuan ibu berbanding lurus tahun 2020, diperlukan introduksi imunisasi dengan sikap ibu, pada penelitian ini MR ke dalam imunisasi rutin yang diawali menunjukan bahwa sikap ibu memiliki dengan pelaksanaan kampanye imunisasi MR. Kegiatan kampanye tersebut tidak . =0,015 dan OR= 3,. artinya ibu dengan hanya membahas tentang imunisasi saja sikap buruk akan berisiko 3,5 memiliki balita yang terkena suspek campak. Hal ini sesuai . 18 campak yang dilakukan secara masal melalui media elektronik maupun cetak agar bisa menunjukan bahwa ibu yang mempunyai sikap buruk mempunyai risiko 3,33 kali lebih (Kemenkes,2. Memasuki kecanggihan teknologi mempermudah akses (Rusmana. Nelfrides dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap baik. Menurut Notoatmodjo 16, tetapi banyaknya informasi yang ada tidak menjamin semua informasi yang dipaparkan bersifat fakta. Saat ini banyak didapatkan sehingga mempengaruhi sikap iklan di televisi, radio, maupun media cetak Sikap juga merupakan faktor yang memberikan informasi tentang campak bukan menggunakan hasil penelitian dan perilaku atau praktek. Disinilah dituntut kebijakan seorang ibu untuk memahami informasinya tidak valid. (Azwar, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan . redisposing pengetahuan yang telah didapat kemudian ia harus menentukan sikap apa yang harus beberapa respoden, hampir semua ibu tidak http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat diambil untuk kepentingan anaknya kelak dimasa yang akan datang. kejadian suspek campak . ,3%). Tetapi tidak sejalan dengan penelitian Ibu yang berpengetahuan kurang Yulizawati . 19 menunjukkan bahwa tentang campak berisiko 5 kali lebih besar tidak ada hubungan antara sikap ibu balita memiliki balita yang terkena suspek campak terhadap status gizi pada balita. Keadaan ini dan ibu dengan sikap buruk akan berisiko disebabkan karena sikap ibu merupakan 3,5 memiliki balita yang terkena suspek faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi balita oleh karena itu meskipun Dengan masih tingginya angka kasus ibu memiliki sikap negatif mengenai gizi suspek campak maka diharapkan : Kepala puskesmas kecamatan Kramat Jati dan makanan yang cukup gizi maka anak tetap kepala puskesmas kelurahan di wilayah akan memiliki status gizi yang baik. kecamatan Kramat Jati : Berdasarkan Memberikan penyuluhan dan promosi kesehatan terkait responden beberapa ibu terkait dengan sikap, masih ada ibu yang dilarang oleh melibatkan posyandu dan kader-kader yang suaminya untuk diimunisasi karena beredar isu haram, ketakutan efek samping yang karena hasil penelitian mayoritas didapatkan setelah imunisasi dan malas datang ke posyandu. selain itu kebersihan Tujuannya untuk meningkatkan bayi tidak diperhatikan dengan baik, bayi pengetahuan ibu sehingga mereka bisa tidur bercampur dengan orang dewasa karena tidak ada kamar dan penghuni rumah penanggulangan jika balitanya sakit. pada balita, dengan memungkinkan terjadi penularan penyakit. DAFTAR PUSTAKA