Correction Posture Tapping Meningkatkan Kemampuan Gerak Fungsional Anak Cerebral Palsy Bambang Trisnowiyanto1*. Tri Budi Santoso2 Jurusan Fisioterapi. Poltekkes Kemenkes Surakarta *Email: trisnowiyanto@yahoo. Abstrack Background: Cerebral palsy (CP) is a collection of motor disorders caused by brain damage that occur before, during or after birth which can be caused by many factors such as, congenital, genetic, inflation, infection and poisoning during pregnancy, trauma and metabolic disorders. Children with cerebral palsy will mostly have problems with posture. Muscular spasticity found in CP children is not only found in the muscles of the limbs but also the muscles forming posture . ody postur. , the condition of the body shape of children with CP will be exacerbated by the omission of postures that are not functional. Taping provides convenience in initiating motion, to help people with CP be able to move easily. The objectives of this study is to determine the effect of giving correction posture taping to the ability of motion of cerebral palsy children. Methods: The design in this study is a quasi experiment with a pretest and posttest design. The research will be conducted on the CP community in Yogyakarta, namely the Wahana Cerebral Palsy Family (WKCP) for 8 weeks. The research instrument used in this study was a blank check on the basic functional ability of GMFM. Results: After getting treatment in the form of Correction Posture Taping for 8 consecutive weeks, there was an increase in the functional ability of motion during sleep by 5. with P = 0. 000 ( <0. , when seated by 1. 0254 with P = 0. 000 (<0. , when crawling by 0. 44 with P = 0. 000 ( <0. , when standing and walking by 0. 6523 with P= 0. 000 ( <0. , when crawling by 32 with P = 0. 000 ( <0. Conclusion: Based on the results of research and the results of data processing, there is the effect of posture taping correction on the functional ability of children with cerebral palsy. Keywords: cerebral palsy, correction posture, tapping, functional movement PENDAHULUAN Negara Indonesia, angka kejadian cerebral palsy (CP) terjadi 1 pada setiap 300 bayi lahir. Adapun jenis-jenis CP antara lain CP spastic yang ditandai dengan adanya spastisitas atau kontraksi otot yang involunter . idak disadar. pada otot-otot tubuh dan anggota gerak, kondisi 70-80% dan CP athetoid, yang ditandai dengan pola gerakan yang tidak terkendali, lambat dan menggeliat, kondisi ini terjadi 10Ae20%. yang ketiga yaitu ataxic yang ditandai dengan adanya gangguan keseimbangan saat duduk/berdiri dan koordinasi gerak yang terjadi sekitar 5Ae 10%. CP yang keempat yaitu campuran yang merupakan gabungan atau dari jenis CP diatas. Kombinasi yang umum adalah spastic dan athetoid. Bila hambatan gerak fungsional akibat CP tidak mendapatkan treatment yang tepat maka akan menambah berat tingkat disabilitasnya yang pada akhirnya akan mencapai tahap vegetatif . egetatif stag. (A. et al. Colver et al. , 2014. Graham et al. Wimalasundera & Stevenson, 2. Spastisitas otot yang terdapat pada anak CP tidak hanya terdapat pada otot-otot anggota gerak saja tetapi juga otot-otot pembentuk postur . ikap tubu. , kondisi bentuk tubuh anak penyandang CP akan diperburuk dengan adanya pembiaran posisi sikap tubuh yang tidak fungsional. Postur atau sikap tubuh akan terbentuk kondisi yang habitual. Postur abnormal pada anak CP akan dipicu oleh Bambang Trisnowiyanto. Pengaruh Correction Posture Tapping Terhadap Kemampuan 133 adanya spastisitas yang dengan tidak sengaja dibiarkan terfasilitasi, sehingga gerakan-gerakan fungsional yang diharapkan akan dapat Sebaliknya postur atau sikap tubuh pada anak CP yang diatur secara pasif seperti dengan menggunakan taping untuk melawan pola spastisitas akan memberikan kemudahan dalam melakukan penyandang CP dapat bergerak dengan mudah (Gulati & Sondhi, 2018. Marret et , 2013. Morgan & McGinley, 2018. Vitrikas et al. , 2. Perekat bersifat elastis yang dapat diaplikasikan pada kulit biasa disebut sebagai taping. Taping merupakan salah satu modalitas fisioterapi yang dapat difungsikan pada kasus CP. Taping memiliki manfaat dalam membantu kinerja otot pada saat beraktivitas, menurunkan intensitas nyeri, mengurangi bengkak, dan menurunkan spasme. Aplikasi taping juga dapat meningkatkan fungsi otot sehingga pola gerakan fungsional dapat dilakukan dengan baik (Iosa et al. , 2010. Keklicek et , 2015. Sousa Junior et al. , 2. Metode aplikasi taping ini adalah aplikasi penempelan pita rekat pada bagian otot-otot tertentu yang mengalami spastic yang untuk menghambat . kontraksi otot yang involunter atau tidak Teknik cara pemasangan taping ini diharapkan dapat dilakukan oleh para orang tua, anggota keluarga dan pengasuh anak penyandang CP, sehingga diperlukan adanya pembelajaran atau pelatihan tentang cara memasang taping kepada orang tua, anggota keluarga dan keberhasilan treatment yang diberikan (Kaya Kara et al. , 2. Permasalahan utama saat ini yaitu pengaruh pemberian correction posture taping dalam menghambat spastisitas otot yang di ukur dengan skala Asworth dan memudahkan anak dengan CP melakukan gerak fungsional yang akan diukur dengan menggunakan Groos Motor Functional Measurement (GMFM) belum terjawab. GMFM yang berisikan 88 item penilaian kemampuan gerak . fungsional yang meliputi dimensi berbaring dan berguling, duduk, merangkak dan berlutut, berdiri, berjalan, berlari dan melompat dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi tersebut (Harvey, 2017. Ko & Kim, 2. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efek pemberian correction posture taping terhadap gerak fungsional anak dengan cerebral palsy yang akan diukur dengan menggunakan Groos Motor Functional Measurement (GMFM). METODE PENELITIAN Rancangan eksperimen semu dengan rancangan pretest and postest design. Penelitian dilakukan selama 8 minggu pada tahun Penelitian dilakukan pada komunitas Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Yogyakarta. Informasi yang dihasilkan adalah tingkat spastisitas otot dan kemampuan gerak fungsional dasar anak penyandang CP. Jumlah sampel penelitian sejumlah 20 subjek. Kriteria inklusi penelitian berupa pasien CP dengan usia di bawah 12 tahun, bersedia mengikuti program terapi dari awal sampai akhir, tidak mengalami gangguan sensibilitas, dan nilai GMFM minimal 50%. Kriteria eksklusi penelitian berupa terdapat kelainan sendi, dan memiliki gangguan kognitif. Kriteria drop out penelitian berupa tidak menyelesaikan latihan secara penuh, dan tidak hadir di sesi evaluasi. 134 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 Variabel dalam penelitian ini adalah pengaturan postur dan kemampuan gerak Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah blanko pemeriksaan kemampuan gerak fungsional dasar GMFM. Terdiri dari 88 item pemeriksaan, aktifitas pada posisi berbaring dan berguling . , duduk . , merangkak dan kneeling . , berdiri . , berjalan . , berlari dan melompat . Penilaian GMFM ada 4 skor yaitu 0, 1, 2 dan 3 yang masing-masing mempunyai arti: . 0 = tidak memiliki inisiatif, . 1 = inisiatif, . 2 = sebagian dilengkapi, dan . 3 = dilengkapi (Kenyon, 2. Setelah data pemeriksaan telah di kumpulkan sampai dengan akhir penelitian maka data akan dianalisa dahulu. Pertama akan ditentukan skala pengukuran variabel, untuk penelitian ini skala pengukurannya adalah numerik dengan jenis penelitiannya adalah komparatif dan Uji beda dalam kelompok Laki-laki digunakan paired t-test dan untuk antar kelompok digunakan independent t- test. Namun jika data tidak normal, maka untuk uji beda dalam kelompok digunakan Wilcoxon test dan untuk antar kelompok digunakan Mann-Whitney test. HASIL Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017 hingga bulan Oktober 2017, yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Correction Posture Taping Terhadap Kemampuan Gerak Fungsional Anak Dengan Cerebral Palsy. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak penandang cerebral palsy di wilayah Bantul. Gunung Kidul. Sleman. Kalasan dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam komunitas Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Yogyakarta. Proses awal hingga akhir program latihan dilakukan, diperoleh subjek yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah total sebanyak 13 orang. Perempuan Gambar 1. Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, subjek dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang laki- laki . %) dan 7 orang perempuan . %). Bambang Trisnowiyanto. Pengaruh Correction Posture Tapping Terhadap Kemampuan 135 03-10 tahun 11-15 tahun Gambar 2. Subjek Berdasarkan Usia Subjek memiliki rentang usia dari 3 tahun hingga 15 tahun sebanyak 10 anak . %) dan 11 hingga 15 tahun sebanyak 3 anak . %). Berlari dan Melompat Berdiri dan Berjalan Merangkak Duduk Terlentang dan Tengkurap Gambar 3. Subjek Berdasarkan Tingkat Kemampuan Fungsional Berdasarkan tingkat kemampuan fungsional yang dimiliki oleh subjek 8 anak . %) pada level terlentang dan tengkurap, 2 anak . %) pada level duduk, 2 anak . %) pada level merangkak, 1 anak . %) pada level berdiri dan berjalan, serta tidak ada satupun anak . %) pada level berlari dan melompat. Pada penelitian ini jumlah subjek kurang dari 30 orang maka diperlukan uji Dari hasil uji normalitas data KolmogorovSmirnov test tersebut diatas, didapatkan hasil P value . = 0,430 (>0,. , yang berarti sebaran data dalam penelitian terdistribusi dengan kategori normal. Tabel 1. Hasil Uji Beda Kemampuan Fungsional Pre-post fungsional gerak saat terlentang/tengkurap Pre-post fungsional gerak saat duduk Paired Samples Test Paired Samples Correlations (P) 000 (<0,. 000 (<0,. 136 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 Pre-post fungsional gerak saat Pre-post fungsional gerak saat berdiri Pre-post fungsional gerak saat berlari dan melompat Pre-post fungsional gerak saat terlentang/tengkurap Dari hasil uji analisis data dengan menggunakan One-Sample KolmogorovSmirnov Test untuk mengetahui Pengaruh Correction Posture Taping Terhadap Kemampuan Gerak Fungsional Anak Dengan Cerebral Palsy, diperoleh hasil berikut: . terdapat peningkatan kemampuan fungsional gerak saat terlentang/tengkurap 1385 dengan P=0. 000 (<0,. , . terdapat peningkatan kemampuan fungsional gerak saat duduk sebesar 1. 0254 dengan P=0. 000 (<0,. , . terdapat peningkatan kemampuan fungsional gerak saat merangkak 44 dengan P=0. 000 (<0,. , . terdapat peningkatan kemampuan fungsional gerak saat berdiri dan berjalan sebesar 0. dengan P=0. 000 (<0,. , dan . terdapat peningkatan kemampuan fungsional gerak saat berlari dan melompat sebesar 0. dengan P=0. 000 (<0,. PEMBAHASAN Setelah mendapatkan berupa Correction Posture Taping selama berturut-turut, peningkatan kemampuan fungsional gerak saat terlentang atau tengkurap 1385 dengan P=0. 000 (<0,. Terdapat peningkatan kemampuan fungsional gerak saat duduk sebesar 0254 dengan P=0. 000 (<0,. Terdapat fungsional gerak saat merangkak sebesar 44 dengan P=0. 000 (<0,. Selain kemampuan tengkurap dan duduk, terdapat pula peningkatan kemampuan fungsional gerak saat berdiri dan berjalan 6523 dengan P=0. 000 (<0,. Terdapat 000 (<0,. 000 (<0,. 000 (<0,. 000 (<0,. fungsional gerak saat berlari dan melompat sebesar 0. 32 dengan P=0. (<0,. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil studi AuEffects of Taping The Hand in Children with Cerebral PalsyAy. Peneliti menyimpulkan bahwa taping dapat menjadi pilihan yang efektif untuk reposisi ibu jari dan meningkatkan fungsi ekstremitas atas dengan mengontrol ibu jari di telapak tangan secara mekanis dan memungkinkan input sensorik dengan mempertahankan posisi tangan yang benar (Keklicek et al. , 2. Penelitian lain dengan judul AuEffects of Kinesiology Taping in Children with Cerebral Palsy: a Systematic ReviewAy juga diperoleh bukti kinesiotaping pada fungsi motorik anak dengan CP (Sousa Junior et al. , 2. Pada sebuah kajian dengan judul AuThe Effects of Kinesio Taping on Body Functions and Activity in Unilateral Spastic Cerebral Palsy: A Single-Blind Randomized Controlled TrialAy merupakan sebuah pendekatan tambahan yang menjanjikan untuk meningkatkan meningkatkan kebugaran fisik, fungsi motorik kasar, dan aktivitas kehidupan sehari-hari pada anak CP (Kaya Kara et , 2. Efek terapeutik dari taping telah terbukti menjadi sumber daya tambahan yang menjanjikan untuk rehabilitasi konvensional pada anak-anak dengan gangguan motorik. Uji secara Bambang Trisnowiyanto. Pengaruh Correction Posture Tapping Terhadap Kemampuan 137 klinis telah menunjukkan peningkatan dalam kontrol postural dan aktivitas fungsional dengan kedua tungkai atas dan kemandirian fungsional yang dihasilkan oleh anak dengan CP (Cunha et al. , 2. Dan. Lin. Damiano. Di. Becher. Gaebler-Spira. Colver. Reddihough. Di. Crompton. , & Lieber. Cerebral palsy. In Nature Reviews Disease Primers. https://doi. org/10. 1038/nrdp. KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat correction Gulati. , & Sondhi. Cerebral posture taping terhadap kemampuan gerak Palsy: An Overview. In Indian fungsional anak dengan cerebral palsy. Journal Pediatrics. Correction posture taping dapat digunakan https://doi. org/10. 1007/s12098-017untuk meningkatkan kemampuan Gerang fungsional pada anak berkebutuhan Biaya yang murah, serta tingkat Harvey. The Gross Motor keamanan yang baik membuat intervensi Function Measure (GMFM). ini dapat diaplikasikan dalam jangka Journal Physiotherapy. waktu yang lama. https://doi. org/10. 1016/j. DAFTAR RUJUKAN , & M. -A. Cerebral Palsy: Classification and Epidemiology. In Physical Medicine and Rehabilitation Clinics of North America. Colver. Fairhurst. , & Pharoah. Cerebral palsy. The Lancet. https://doi. org/10. 1016/S01406736. Cunha. Lima-Alvarez. Rocha. , & Tudella. Effects of elastic therapeutic taping on motor function in children with motor impairments: a systematic Disability Rehabilitation. https://doi. org/10. 1080/09638288. Graham. Rosenbaum. Paneth. Iosa. Morelli. Nanni. Veredice. Marro. Medici. Paolucci. , & Mazzy. Functional taping: A promising technique for children with cerebral In Developmental Medicine Child Neurology. https://doi. org/10. 1111/j. Kaya Kara. Atasavun Uysal. Turker. Karayazgan. Gunel, , & Baltaci. The effects of Kinesio Taping on body functions and activity in unilateral spastic cerebral palsy: A single-blind Developmental Medicine and Child Neurology. https://doi. org/10. 1111/dmcn. Keklicek. Uygur. , & Yakut. Effects of taping the hand in children with cerebral palsy. Journal 138 Jurnal Keterapian Fisik. Volume 5. No 2. November 2020, hlm 62-145 Hand Therapy. https://doi. org/10. 1016/j. Kenyon. Gross Motor Function Measure (GMFM-66 and GMFM-. UsersAo Manual,. Physical Occupational Therapy Pediatrics. https://doi. org/10. 3109/01942638. Ko. , & Kim. Reliability and responsiveness of the gross motor function measure-88 in children with cerebral palsy. Physical Therapy. https://doi. org/10. 2522/ptj. Marret. Vanhulle. , & Laquerriere, . Pathophysiology of cerebral palsy. In Handbook of Clinical Neurology. https://doi. org/10. 1016/B978-0-44452891-9. Morgan. , & McGinley. Cerebral palsy. In Handbook of Clinical Neurology. https://doi. org/10. 1016/B978-0-44463916-5. Sousa Junior. Lima. Silva, da, & Vaz. Effects of kinesiology taping in children with cerebral palsy: a systematic review. Fisioterapia Em Movimento. https://doi. org/10. 1590/19805918. Vitrikas. Dalton. , & Breish. Cerebral palsy: An overview. In American Family Physician. Wimalasundera. , & Stevenson. Cerebral palsy. In Practical Neurology. https://doi. org/10. 1136/practne urol-2015-001184