Health Publica [TYPE JurnalHERE] Kesehatan Masyarakat [TYPE HERE] [TYPE HER ISSN (Onlin. : 2797-6424 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN GROGOL JAKARTA BARAT Intan Silviana Mustikawati Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul Correspondance author: intansilviana@esaunggul. Abstract The quality of life of the elderly is one of the indicators of successful aging, which occurs when the elderly feel well-being in their lives. Elderly individuals who live well will feel comfortable with themselves, be able to solve problems effectively, perform activities independently, and interact with others to the fullest, which will impact their health status. The percentage of elderly people experiencing health complaints in DKI Jakarta ranges from 35% to 61%, with the second highest prevalence in West Jakarta City . 21%). The aim of this study is to analyze the relationship between social support and the quality of life of the elderly. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The respondents in this study were elderly people in the Grogol subdistrict. West Jakarta, who participated in health education activities totaling 60 people, using the total sampling technique. The independent variables in this study are social support, and the dependent variable is quality of life. The research was conducted in February 2025, with data collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with FisherAos Exact test. Based on the research, most elderly people in the Grogol sub-district. West Jakarta have a poor quality of life . 3%) but receive good social support . %). Based on the Chi-Square statistical test, a significant relationship was found between social support and quality of life in the elderly . -value <0. Continuous health education for the elderly and their families is needed to enhance social support, which in turn positively impacts the quality of life of the Keywords: social support, quality of life, elderly Abstrak Kualitas hidup Lansia merupakan salah satu indikator successful aging, yakni ketika Lansia merasakan kesejahteraan dalam hidupnya. Lansia yang hidupnya sejahtera akan merasa nyaman pada dirinya, dapat memecahkan masalah dengan baik, melakukan kegiatan secara mandiri, berinteraksi dengan orang lain secara maksimal, yang akan berdampak pada status kesehatannya. Persentase Lansia yang mengalami keluhan kesehatan di DKI Jakarta berkisar antara 35%-61%, dimana posisi kedua terbesar masalah berada di Kota Jakarta Barat . ,21%) (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini yaitu Lansia yang berada di Kelurahan Grogol. Jakarta Barat yang berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang berjumlah 60 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu kualitas hidup. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 dengan pengumpulan data berupa kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji FisherAos Exact. Berdasarkan penelitian, sebagian besar Lansia di wilayah Kelurahan Grogol. Jakarta Barat mempunyai kualitas hidup yang kurang baik . ,3%) dan mendapatkan dukungan sosial yang baik . %). Berdasarkan uji statistik Chi-Square, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia. Diperlukan adanya edukasi kesehatan yang berkelajutan pada Lansia dan keluarganya untuk meningkatkan dukungan sosial, yang berdampak pada kualitas hidup Lansia. Kata Kunci: dukungan sosial, kualitas hidup. Lansia PENDAHULUAN Penuaan penduduk merupakan suatu proses alamiah yang saat ini menjadi isu global, termasuk di Indonesia. Penuaan populasi biasa ditandai dengan memburuknya status kesehatan dan kualitas kehidupan sosial yang lebih rendah di kalangan orang tua, namun dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar wilayah di dunia telah melihat peningkatan harapan hidup sehat (Michel JP, et al. , 2. Berbagai tantangan akan dihadapi oleh Lansia. Health Publica Volume 6 Nomor 02 / November 2025 Health Publica [TYPE JurnalHERE] Kesehatan Masyarakat [TYPE HERE] [TYPE HER ISSN (Onlin. : 2797-6424 seperti tingkat kesehatan dan harapan hidup, mengingat penduduk Lansia di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan (Badan Pusat Statistik, 2. Dengan bertambahnya usia, gangguan fungsional akan meningkat dengan ditunjukkan terjadinya disabilitas. Disabilitas ringan yang diukur berdasarkan kemampuan melakukan aktivitas hidup sehari-hari atau Activity of Daily Living (ADL) dialami sekitar 51% Lansia, dengan prevalensi sekitar 51% pada usia 55-64 tahun dan 62% pada usia 65 ke atas. disabilitas berat dialami sekitar 7 % pada usia 55-64 tahun, 10% pada usia 65Ae74 tahun, dan 22 % pada usia 75 tahun ke atas (Kementerian Kesehatan RI, 2. Sebagian besar permasalahan kesehatan yang biasa dialami oleh Lansia yaitu terkait dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi . ,6%), artritis . ,9%), stroke . ,1%), masalah gigi dan mulut . ,1%), penyakit paru obstruktif menahun . ,6%) dan diabetes mellitus . ,8%) (Kementerian Kesehatan RI, 2. Hampir separuh . ,49%) Lansia di DKI Jakarta mengalami keluhan kesehatan (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2. Keluhan kesehatan yang dialami Lansia dapat berdampak pada kualitas hidup Lansia seperti aktivitas fisik, faktor psikologis, faktor lingkungan, hubungan sosial, dan lain-lain. Kualitas hidup adalah persepsi seseorang mengenai posisi mereka dalam konteks budaya dan nilai tempat yang berkaitan dengan tujuan, harapan, standar, dan perhatian (World Health Organization, 2. Indikator kualitas hidup seseorang mencakup empat domain, yaitu: kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Tujuan penuaan sehat bukanlah kesehatan fisik tetapi kesejahteraan (Badan Pusat Statistik, 2. Kualitas hidup adalah konsep yang kompleks, dinamis, dan terkait dengan berbagai komponen yang saling berinteraksi (World Health Organization, 2. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup Lansia yaitu dukungan Dukungan sosial adalah bantuan yang diberikan oleh keluarga atau teman, yang mendorong adaptasi psikologis dan penuaan yang berhasil, sehingga meningkatkan kualitas hidup (Lestari et al. , 2. Dukungan sosial mengacu pada pertukaran positif dengan orang lain atau masyarakat yang membantu orang tetap sehat atau mengatasi peristiwa yang merugikan (Thoits, 2. Jenis dukungan dapat berupa bantuan instrumen, perawatan atau kepedulian emosional, dan pemberian nasihat dan panduan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi tingkat kualitas hidup (Lee et al. Ramia & Voicu, 2022. Mohebi et al. , 2018. Onunkwor et al. , 2. Lansia yang memiliki tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi memiliki kualitas hidup yang secara signifikan lebih tinggi, dimana mereka cenderung tidak merasa ditinggalkan karena masih memiliki orang-orang yang dapat mereka andalkan (Onunkwor et al. , 2. Jakarta Barat merupakan salah satu wilayah di DKI Jakarta yang memiliki permasalahan terkait kualitas hidup pada Lansia. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada Lansia di Kelurahan Grogol. Kota Jakarta Barat. Provinsi DKI Jakarta, ditemui permasalahan terkait kualitas hidup pada Lansia. Secara fisik, mereka masih memiliki gangguan kesehatan seperti sulit untuk beraktivitas, kondisi kesehatan yang kurang baik, dan penyakit degeneratif Terkait dengan aspek psikologis, masih terdapat Lansia yang merasa kesepian karena tinggal seorang diri dan jauh dari keluarga. Untuk melakukan intervensi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Lansia, maka diperlukan adanya analisis situasi mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup Lansia dimana salah satunya adalah dukungan sosial. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup Lansia di Kelurahan Grogol. Kota Jakarta Barat. Provinsi DKI Jakarta. Health Publica Volume 6 Nomor 02 / November 2025 Health Publica [TYPE JurnalHERE] Kesehatan Masyarakat [TYPE HERE] [TYPE HER ISSN (Onlin. : 2797-6424 METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia di Kelurahan Grogol. Kota Jakarta Barat. Provinsi DKI Jakarta yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dimana semua Lansia yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dimasukkan kedalam penelitian ini. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu kualitas Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur karakteristik demografi, dukungan sosial, dan kualitas hidup Lansia. Kuesioner kualitas hidup dalam penelitian ini mengacu pada teori WHO . terkait WHOQOL-BREF yaitu seperti kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial dan hubungan dengan lingkungan. Pengkategorian tingkat kualitas hidup dilakukan berdasarkan nilai mean/median. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat yang digunakan untuk menyajikan data mengenai karakteristik demografi, dukungan sosial, dan kualitas hidup Lansia dan analisis bivariat dengan uji FisherAos Exact, yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup Lansia. HASIL Berikut ini adalah karakterisitik responden dalam penelitian ini. Tabel 1 Karakteristik Responden Variabel Mean (SD) 57,53 . n (%) Umur . Variabel Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Pendidikan Pendidikan rendah Pendidikan tinggi Status pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Kualitas hidup Kurang baik Baik Dukungan sosial Kurang Baik 56 . Rata-rata umur Lansia dalam penelitian ini yaitu 57 tahun dan sebagian besar Lansia yaitu berjenis kelamin perempuan . ,3%), berpendidikan rendah . ,7%), dan tidak bekerja . %). Kualitas Hidup pada Lansia Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 38 orang Lansia . ,3%) di wilayah Kelurahan Grogol. Jakarta Barat mempunyai kualitas hidup yang kurang baik dan 22 orang Lansia . ,7%) mempunyai kualitas hidup yang baik. Sebagian besar Lansia masih mempunyai permasalahan terkait aspek fisik dan psikologis. Health Publica Volume 6 Nomor 02 / November 2025 Health Publica [TYPE JurnalHERE] Kesehatan Masyarakat [TYPE HERE] [TYPE HER ISSN (Onlin. : 2797-6424 Dukungan Sosial Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 15 orang Lansia . %) di wilayah Kelurahan Grogol. Jakarta Barat mempunyai dukungan sosial yang kurang dan 45 orang Lansia . %) mempunyai dukungan sosial yang baik. Sebagian besar Lansia banyak mendapatkan dukungan dari keluarga dan petugas kesehatan. Bentuk dukungan yang diberikan keluarga yaitu mengingatkan Lansia untuk berperilaku sehat, mengantarkan Lansia ke fasilitas kesehatan, dan memberikan dukungan material/keuangan untuk menerapkan perilaku sehat. Sedangkan bentuk dukungan yang diberikan petugas kesehatan yaitu petugas kesehatan memberikan informasi mengenai perilaku sehat dan memberikan konsultasi mengenai permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh Lansia. Hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia Dalam penelitian ini, terdapat 14 orang Lansia . ,3%) yang mempunyai dukungan sosial yang kurang mempunyai kualitas hidup yang kurang baik dan sebanyak 24 orang Lansia . ,3%) yang mendapat dukungan sosial yang baik mempunyai kualitas hidup yang kurang baik. Berdasarkan uji FisherAos Exact, ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia di Kelurahan Grogol. Jakarta Barat . ilai p<0,. Hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup dapat dilihat pada tabel 3 berikut Tabel 2 Hubungan dukungan sosial dan kualitas hidup pada Lansia Variabel Dukungan sosial Kurang Baik Kualitas hidup Kurang baik Baik 14 . Nilai p 0,013 PEMBAHASAN Kualitas Hidup pada Lansia Dalam penelitian ini, sebagian besar Lansia . ,3%) di wilayah Kelurahan Grogol. Jakarta Barat mempunyai kualitas hidup yang kurang baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Putri. DE . bahwa sebesar 66% Lansia mempunyai kualitas hidup yang buruk, penelitian Rohmah, et al. , . yang menemukan bahwa sebesar 74% Lansia mempunyai kualitas hidup yang buruk, dan penelitian Cahya, et al, . yang menemukan bahwa sebesar 65% Lansia mempunyai kualitas hidup yang kurang baik. Kualitas hidup menurut World Health Organization Quality Of Life atau WHOQOL dapat diartikan sebagai persepsi individu mengenai posisi mereka dalam kehidupan dimana dalam konteks budaya dan sistem nilai mereka memiliki suatu tujuan, harapan serta standar dalam hidup (WHO, 2. Kualitas hidup mencakup semua aspek kehidupan tidak hanya mencakup aspek kesehatan fisik, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan psikologis dari kehidupan manusia. Kualitas hidup Lansia dalam penelitian ini kurang baik, dimana masih ditemui adanya permasalahan terkait dengan aspek fisik dan psikologis dari Lansia. Kualitas hidup mengacu pada bagaimana individu secara subjektif menilai kesejahteraan mereka sendiri dan kemampuan mereka untuk menjalankan fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Kualitas hidup adalah konsep multidimensional yang dapat sepenuhnya mencerminkan situasi kesehatan keseluruhan seseorang dengan mengukur empat dimensi: kesehatan fisik, kesehatan fisiologis, kesehatan sosial, dan kesehatan mental (Zheng et al. , 2. Health Publica Volume 6 Nomor 02 / November 2025 Health Publica [TYPE JurnalHERE] Kesehatan Masyarakat [TYPE HERE] [TYPE HER ISSN (Onlin. : 2797-6424 Dukungan Sosial Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 15 orang Lansia . %) di wilayah Kelurahan Grogol. Jakarta Barat kurang mendapat dukungan sosial dan 45 orang Lansia . %) mendapat dukungan sosial yang baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Cahya, et al, . bahwa sebesar 60% Lansia mendapat dukungan sosial yang baik dan penelitian Nofalia . yang menemukan bahwa sebesar 52,5% Lansia mendapat dukungan sosial yang baik. Dukungan sosial dalam penelitian ini meliputi dukungan dari keluarga, petugas kesehatan, dan masyarakat. Bentuk dukungan yang diberikan keluarga yaitu mengingatkan Lansia untuk berperilaku sehat, mengantarkan Lansia ke fasilitas kesehatan, dan memberikan dukungan material/keuangan untuk menerapkan perilaku sehat. Sedangkan bentuk dukungan yang diberikan petugas kesehatan yaitu petugas kesehatan memberikan informasi mengenai perilaku sehat dan memberikan konsultasi mengenai permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh Lansia. Dukungan sosial adalah prediktor yang kuat untuk menjalani kehidupan yang sehat dan panjang. Studi prospektif yang besar dan terkontrol dengan baik menunjukkan bahwa dukungan sosial berdampak pada kesehatan orang dewasa yang lebih tua secara independen dari faktor-faktor yang mungkin membingungkan seperti status sosial ekonomi, perilaku berisiko kesehatan, penggunaan layanan kesehatan, dan kepribadian (Dykstra, 2. Dukungan sosial adalah bantuan yang diberikan oleh keluarga atau teman, yang mendorong adaptasi psikologis dan penuaan yang berhasil, sehingga meningkatkan kualitas hidup (Lestari et al. , 2. Dukungan sosial mengacu pada pertukaran positif dengan orang lain atau masyarakat yang membantu orang tetap sehat atau mengatasi peristiwa yang merugikan (Thoits, 2. Hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia Dalam penelitian ini, dukungan sosial mempunyai hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pada Lansia. Penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi tingkat kualitas hidup (Lee et al. Ramia & Voicu, 2022. Mohebi et al. , 2018. Onunkwor et al. , 2. Lansia yang memiliki tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi memiliki kualitas hidup yang secara signifikan lebih tinggi, dimana mereka cenderung tidak merasa ditinggalkan karena masih memiliki orang-orang yang dapat mereka andalkan (Onunkwor et al. , 2. Sedangkan faktor risiko untuk kualitas hidup yang buruk yaitu ketidakhadiran kunjungan dari teman dan kerabat, sikap diabaikan dari anggota keluarga, dan tidak memiliki peran dalam keputusan keluarga (Ramia & Voicu, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Chairunisa. TS et al. , . menunjukkan bahwa orang yang mendapat dukungan dari keluarga akan mempengaruhi kepatuhan mereka dalam menjalankan pengobatan, yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Dampak positif adanya dukungan keluarga yaitu pengurangan tekanan psikologis, penanganan stres yang lebih baik, meningkatkan ketahanan, dan kesehatan tetap terjaga. Adanya dukungan keluarga berupa dukungan emosional, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan informasional dapat meningkatkan perilaku kesehatan yang berdampak pada kualitas hidup (Basalamah et al. , 2. Penelitian lainnya menemukan bahwa dukungan sosial yang terdiri dari dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kesehatan, yang berdampak pada meningkatnya status kesehatan (Mustikawati, 2. Penelitian ini juga sesuai dengan studi sebelumnya, bahwa dukungan sosial sangat penting bagi orang tua, membuat mereka merasa dicintai, dihargai, dan mencegah mereka Health Publica Volume 6 Nomor 02 / November 2025 Health Publica [TYPE JurnalHERE] Kesehatan Masyarakat [TYPE HERE] [TYPE HER ISSN (Onlin. : 2797-6424 merasa ditinggalkan. Teori Esteem-Enhancement menunjukkan bahwa pengaruh dukungan sosial terhadap kesehatan dan kesejahteraan dimoderasi oleh penilaian harga diri/nilai diri. Memberikan bantuan kepada seseorang yang membutuhkan dapat mengarah pada penilaian positif terhadap nilai diri seseorang, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas hidup (Lestari et al. , 2. Penerima dukungan dapat menafsirkan dukungan yang diterima sebagai bukti perawatan dan cinta, sehingga meningkatkan harga diri mereka (Dykstra, 2. Selain itu, tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko gangguan mental, penyakit fisik, kematian, dan meningkatkan kualitas hidup pada Lansia (Reblin & Uchino. Dalam penelitian ini, secara umum Lansia mendapatkan dalam bentuk mengingatkan Lansia untuk berperilaku sehat, mengantarkan Lansia ke fasilitas kesehatan, memberikan dukungan material/keuangan untuk menerapkan perilaku sehat yang dilakukan oleh keluarga, dan juga pemberian informasi mengenai perilaku sehat dan konsultasi kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan. KESIMPULAN Dukungan sosial dapat berdampak pada perilaku sehat dan kualitas hidup Lansia, baik secara fisik, mental, lingkungan, ataupun sosial. Sebagian besar Lansia di wilayah Kelurahan Grogol. Jakarta Barat dalam penelitian ini mempunyai kualitas hidup yang kurang baik . ,3%) dan mendapatkan dukungan sosial yang baik . %). Dalam penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada Lansia. Diperlukan adanya program dan edukasi kesehatan yang berkelajutan pada Lansia dan keluarganya untuk meningkatkan dukungan sosial yang berdampak pada kualitas hidup Lansia. DAFTAR PUSTAKA