PENGEMBANGAN BISNIS HIJAB ELSSE SCARVES Else Sofiana1. Tanti Prita Hapsari 2 Program Studi Kewirausahaan. Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta email: elsesofiana@students. ABSTRACT Keywords: Elsse Scarves is a micro, small and medium enterprise Elsse scarves, (MSME) that focuses on the fashion industry, especially on hijab Hijab SWOT. BMC products. Currently, fashion plays an important role in everyday life, where appearance is considered important for individuals who care about their self-image. Therefore, this study aims to increase public understanding of the presence of Elsse Scarves through the development of effective marketing strategies. Its operations run by Elsse Scarves utilize social media platforms such as WhatsApp. Instagram, and TikTok as tools to market its products. Supporting the business growth of Elsse Scarves, two analysis methods are applied, namely SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities, and Threat. and Business Model Canvas (BMC). SWOT analysis is used to assess internal and external factors that affect business performance, while BMC is used to gain a deeper understanding of the business model being implemented. The results of these two analyzes will be a reference in formulating business development strategies that can be implemented by Elsse Scarves. It is expected that the strategy can improve business performance, solve existing problems, and open up greater opportunities in increasing sales and expanding market reach. Article Info: Submitted: 3/07/2025 Revised: 2/01/2024 Published: 9/03/2024 ABSTRAK Elsse Scarves adalah sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berfokus pada industri fashion, terutama pada produk Saat ini, fashion memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, di mana penampilan dianggap penting bagi individu yang peduli dengan citra diri mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kehadiran Elsse Scarves melalui pengembangan strategi pemasaran yang efektif. Operasionalnya yang dijalankan Elsse Scarves memanfaatkan platform media sosial seperti WhatsApp. Instagram, dan TikTok sebagai alat untuk memasarkan produknya. Mendukung pertumbuhan bisnis dari Elsse Scarves, dua metode analisis diterapkan, yaitu SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities, and Threat. dan Business Model Canvas (BMC). Analisis SWOT digunakan untuk menilai faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja usaha, sedangkan BMC digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang model bisnis yang diterapkan. Hasil dari kedua analisis ini akan menjadi acuan dalam merumuskan strategi pengembangan bisnis yang dapat diterapkan oleh Elsse Scarves. Diharapkan, strategi tersebut dapat meningkatkan kinerja usaha, menyelesaikan masalah yang ada, serta membuka peluang yang lebih besar dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. PENDAHULUAN Sebagai negara dengan populasi mayoritas penduduk beragama Islam. Indonesia menunjukkan potensi pasar yang sangat besar untuk industri fashion muslim. Indonesia bahkan menduduki salah satu posisi teratas dalam pengembangan fashion muslim di tingkat global (Syahruddin, 2. Peluang pasar yang besar ini dimanfaatkan secara maksimal oleh berbagai pelaku industri untuk menyajikan beragam produk fashion muslim yang kreatif dan Tren fashion muslim terus berubah seiring dengan pergeseran selera konsumen, sehingga busana muslim dan aksesori pendukung hadir dalam banyak variasi, desain, bahan, dan warna. Meningkatnya jumlah wanita yang mengenakan hijab juga mendorong lahirnya berbagai produsen hijab baru yang berusaha mengembangkan produk dengan gagasan kreatif, serta mengikuti tren gaya berpakaian modern. Selain itu, persaingan antara merek hijab di pasar semakin ketat, karena setiap produsen berusaha membangun citra merek yang kuat dan dikenal luas oleh publik (Andhini, 2. Meski persaingan semakin ketat namun masih banyak individu yang mengalami berbagai masalah saat memilih hijab, terutama terkait dengan kualitas bahan, tingkat kenyamanan saat dipakai, desain yang kurang beragam, serta ketidaksesuaian model dengan kebutuhan dan selera pembeli. Masalah-masalah ini mendorong munculnya gagasan untuk menghadirkan produk hijab yang dapat memenuhi harapan pasar dengan lebih baik. Berawal dari temuan masalah yang dialami masyarakat sekitar, muncul inspirasi yaitu untuk memberikan solusi yang dibutuhkan oleh para perempuan yang menggunakan hijab. Maka dari itu Elsse Scarves didirikan pada tahun 2023 dengan tujuan untuk menawarkan pilihan hijab yang berkualitas, fungsional, dan sesuai dengan tren fashion modern. Seiring dengan perkembangan usahanya. Elsse Scarves melakukan survei kepada calon pelanggan dan pelanggan untuk mendapatkan masukan yang menyeluruh sebagai pengembangan produk dan strategi pemasaran yang lebih tepat. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 26 orang responden yang belum familiar dengan hijab Elsse Scarves, diketahui bahwa 23 responden menghadapi tantangan dalam menggunakan hijab segi empat, 3 responden mengeluhkan bahan yang terlalu tipis, 4 responden merasa kurang nyaman saat memakainya, 2 responden mengatakan warna cepat memudar, dan 1 responden mengeluhkan bahan yang licin. Selain itu, 17 responden menyatakan bahwa kualitas bahan seringkali tidak memenuhi harapan, 9 responden mengutamakan harga yang terjangkau, 11 responden menginginkan variasi warna, dan 4 responden mencari desain yang modern. Kriteria dalam pemilihan hijab, 21 responden lebih memprioritaskan kualitas bahan, 16 responden mengutamakan kenyamanan, 10 responden mempertimbangkan harga serta desain, sedangkan hanya 1 responden yang memperhatikan Sementara lain hasil penelitian tentang alasan membeli hijab Elsse Scarves, 11 responden menjadikan kualitas bahan sebagai faktor utama, 6 responden memperhatikan harga yang terjangkau, dan 4 responden mengedepankan variasi warna, dengan 75% responden mengakui tidak mengalami kesulitan dalam penggunaan dan 25% masih menghadapi beberapa masalah tertentu. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa kualitas bahan, kenyamanan, harga yang bersaing, desain kontemporer, dan variasi warna adalah elemen penting yang memengaruhi pilihan konsumen, sedangkan sebagian besar pengguna merasa hijab Elsse Scarves mudah dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Elsse Scarves berkomitmen untuk memberikan solusi atas masalah yang selama ini belum diterpenuhi secara optimal oleh pelaku industri hijab, yaitu dengan menawarkan produk hijab berkualitas tinggi tetapi tetap dengan harga yang terjangkau jika dibandingkan dengan produk premium sejenis di pasar. Masalah ini muncul karena banyaknya keluhan dari pengguna mengenai rendahnya kenyamanan saat memakai hijab, yang disebabkan oleh pemilihan bahan yang panas, licin, dan mudah kusut, ditambah kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan material dan cara merawat hijab yang tepat. Sebagai respons terhadap permasalahan ini. Elsse Scarves merancang hijab berbahan premium yang ringan, mudah dibentuk, dan memiliki banyak variasi warna. Hal ini diharapkan memberikan kenyamanan maksimal pada berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal. Selanjutnya. Elsse Scarves juga berencana untuk secara teratur menghadirkan desain hijab yang lebih bervariasi, modern, dan elegan guna memenuhi selera gaya individu para penggunanya. Di samping itu, strategi merek ini juga mencakup penyediaan konten edukatif mengenai panduan styling dan perawatan produk sebagai nilai tambah, yang diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus memperkuat loyalitas mereka terhadap merek dalam jangka panjang. PEMBAHASAN Business Model Canvas Business Model Canvas (BMC) adalah alat strategis yang dirancang untuk membantu dalam merencanakan dan menganalisis model bisnis melalui 9 . elemen utama yang saling berkaitan satu sama lain. Berikut ini penjelasan dari 9 . elemen Business Model Canvas (Warnaningtyas, 2. Customer Segments menggambarkan kelompok individu atau organisasi yang menjadi sasaran bisnis untuk memenuhi kebutuhan pasar. Value Propositions menjelaskan kombinasi produk dan layanan yang memberikan nilai tambah serta solusi bagi pelanggan. Channels adalah jalur yang digunakan perusahaan untuk berkomunikasi dengan pelanggan untuk mendistribusikan produk atau layanan. Customer Relationships merupakan strategi yang diterapkan perusahaan untuk membangun, mempertahankan, dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan guna meningkatkan loyalitas dan kepuasan. Revenue Streams merujuk pada sumber pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk, layanan, atau model bisnis lainnya. Key Resources menjelaskan aset-aset utama yang diperlukan untuk mendukung operasional dan keberlanjutan bisnis. Key Activities mencakup kegiatan inti yang harus dilakukan oleh perusahaan agar model bisnis dapat berjalan dengan efektif. Key Partnerships merupakan kerja sama yang strategis dengan mitra untuk mengoptimalkan sumber daya dan proses bisnis. Cost Structure mencakup semua pengeluaran yang diperlukan dalam operasional bisnis, termasuk biaya tetap dan variabel. Gambar 1. Business Model Canvas Ukuran Pasar Menentukan ukuran pasar memerlukan pendekatan yang tepat, karena tidak semua data dapat menjadi acuan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah data yang kurang mutakhir. Dengan demikian, penulis hanya dapat menyajikan gambaran berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari BPS, atau Badan Pusat Statistik. Tabel 1. Jumlah Penduduk Wilayah Sleman Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Sleman (Jiw. Moyudan Laki-laki Perempuan Minggir Seyegan Godean Gamping Jumlah Mlati Depok Berbah Prambanan Kalasan Ngemplak Ngaglik Sleman Tempel Turi Pakem Cangkringan Kabupaten Sleman Sumber: Badan Pusat Statsitik 2025 Tabel 2. Jumlah penduduk daerah Randudongkal Kecamatan-Jumlah Moga Warungpring Pulosari Belik Watukumpul Bodeh Bantarbolang Radudongkal Pemalang Taman Petarukan Ampelgading Comal Ulujami Jumlah Jumlah Penduduk menurut Kecamatan (Jiw. Laki-Laki Perempuan Jumlah Sumber: Badan Pusat Statsitik 2023 Tabel 3. Jumlah penduduk daerah Simpur Desa Simpur Jumlah Penduduk Simpur Sesuai Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Badan Pusat Statsitik 2020 Data diatas adalah data mengenai masyarakat yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemalang. Penulis memilih menggunakan data tersebut karena sebagian besar konsumen Elsse Scarves berasal dari kedua wilayah tersebut. Dengan demikian, data yang disajikan diatas dijadikan acuan oleh penulis untuk menentukan ukuran pasar. Selanjutnya, akan disajikan perhitungan ukuran pasar Elsse Scarves menggunakan pendekatan TAM. SAM, dan SOM. TAM atau Total addressable market, nilai TAM pada persentase jenis kelamin perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 936. 304 dan daerah Pemalang Maka perhitungan TAM dengan pengeluaran rata-rata 30. Sehingga hasil TAM jika dikalikan dengan pengeluaran rata rata pembelian adalah 000 untuk daerah Yogyakarta dan daerah Pemalang sebesar 3. SAM atau Serviceable available market pada bisnis hijab Elsse Scarves dimana target pasarnya yaitu perempuan di daerah Yogyakarta dan fokus utama pada wilayah Sleman dengan jumlah 38. Selain itu jumlah perempuan di daerah Pemalang dengan fokus pada wilayah Simpur dan Randudongkal berjumlah 15. Sehingga jumlah SAM keseluruhan ialah 47. 678 untuk daerah Yogyakarta dengan fokus sleman dan Pemalang dengan fokus Simpur dan Randudongkal. Sehingga SAM jika dikalikan dengan rata rata pengeluaran pembeliaan yaitu 1. SOM atau serviceable obtainable market pada elsse scarves perkiraan jumlah pelanggan yang akan di raih dari SAM yaitu 0,7%. Berikut ini perhitungan serviceable obtainable market. SOM = 1. 000 x 0,7% SOM = 10. Strategi Pengelolaan Elsse Scarves Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang digunakan dalam menjalankan bisnis Elsse Scarves adalah strategi 4P, yakni sebagai berikut. Product (Produ. Elsse Scarves menghadirkan koleksi hijab bahan paris premium yang terbuat dari bahan Paris berkualitas tinggi. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan wanita muslim yang menginginkan hijab yang nyaman, elegan, dan selaras dengan tren mode terkini. Price (Harg. Harga hijab Elsse Scarves ditetapkan dalam kategori premium, namun tetap kompetitif di pasar lokal Yogyakarta dan Pemalang dengan satu pcs hijab di harga Rp Produk ini menawarkan nilai yang sebanding dengan kualitas hijab premium, namun tetap terjangkau bagi target pasar. Elsse Scarves juga menerapkan berbagai strategi pemasaran, seperti penawaran paket bundling dengan harga Rp. mendapatkan 4 . pcs hijab, serta harga spesial saat berpartisipasi dalam bazar atau acara tertentu. Selain itu, promosi juga diadakan pada hari-hari besar keagamaan untuk memberikan daya tarik tambahan kepada pelanggan. Tabel 4. HPP Hijab Elsse Scarves Kategori Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead Rincian Bahan Hijab Label Jahit Label Bordir Logo Packaging Gaji Total Biaya Rp1,500,000 Rp30,000 Rp50,000 Rp70,000 Rp50,000 Rp500,000 Rp2,200,000 Internet aset produk sewa penyimpanan Transport Biaya lain-lain Rp20,000 Rp120,000 Rp100,000 Rp20,000 Rp10,000 Rp270,000 Total HPP Rp2,470,000 Sumber: Dokumen Pribadi HPP Per pcs = Total HPP / Jumlah Produk HPP Per pcs = Rp2,470,000 / 100 pcs = Rp. Perhitungan harga jual 1 bulan target 100 pcs . erhari rata rata 5 pc. Laba yang diinginkan 20 % dari total produksi hijab Tabel 5. Penentuan Harga Jual Rincian Total Biaya tetap Rp2,200,000 Biaya variabel Rp270,000 Total Rp2,470,000 Laba di inginkan 20% Total Rp2,964,000 Rp 3,000,000 harga jual Rp 30,000 Sumber: Dokumen Pribadi Place (Tempat/distribus. Elsse Scarves berkomitmen untuk meraih pangsa pasar melalui strategi distribusi yang efektif dan bervariasi, guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Elsse Scarves melakukan penjualan melalui berbagai platform online, termasuk Instagram. WhatsApp, dan Facebook Marketplace, yang memudahkan pelanggan berbelanja kapan saja dan dimana saja. Sementara itu untuk memperluas jangkauan. Elsse Scarves juga berencana untuk memasuki TikTok Shop, memanfaatkan popularitas platform ini dalam menarik perhatian audiens yang lebih luas. Berikut ini merupakan link media social dari Elsse Scarves: Instagram: https://w. com/elsse_scarves/profilecard/?igsh=MTFpaHY3aDdj azN2eg== A Tik tok: https://vt. com/t/ZS6yoED3L/ Elsse Scarves secara aktif berpartisipasi dalam berbagai acara offline, seperti bazar lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memberikan pengalaman langsung kepada konsumen dalam mengenal dan mencoba produk hijab yang ditawarkan. Selain itu. Elsse Scarves memastikan bahwa setiap produk sampai ke tangan konsumen dalam kondisi terbaik melalui kerjasama dengan layanan pengiriman yang Strategi ini mengintegrasikan saluran pemasaran online dan offline secara baik, menjadikannya langkah utama bagi Elsse Scarves dalam memperluas pangsa pasar sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan. Promotion (Promos. Promosi dilakukan melalui berbagai platform media sosial, terutama Instagram dan TikTok. Penggunaan kedua platform ini bertujuan untuk memperkenalkan brand Elsse Scarves kepada calon konsumen. Selain itu, direncanakan juga untuk memanfaatkan iklan di Instagram guna memperluas jangkauan pasar. Tidak hanya bergantung pada media sosial. Elsse Scarves juga mengikuti bazar atau event juga menjadi salah satu wadah Elsse Scarves untuk melakukan pemasaran secara offline. Strategi Operasional dan Produksi Strategi operasional dan produksi dalam bisnis Elsse Scarves sangat penting untuk memastikan kualitas produk dan keberlanjutan dari bisnis. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam aspek operasional dan produksi bisnis Elsse Scarves. Strategi Operasional Pada strategi operasional Elsse Scarves menerapkan perencanaan pembelian bahan baku, pengelolaan bahan baku, quality control, hingga proses pemasaran. Pada setiap tahapnya dilakukan rencana penjadwalan yang pasti sehingga Elsse Scarves dapat melakukan tahapan proses tersebut dengan efisien dan kualitas dari produk tetap terjaga. Manfaat yang didapat ketika penjadwalan terhadap strategi operasional telah terencana, tidak hanya mendapat ke efisiensian dan kualitas produk. Namun. Else Scarves juga dapat menghindari risiko serta permasalah yang muncul. Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 6. Proses Produksi Proses Dokumentasi Operasional/produksi Elsse Scarves Proses pengadaan bahan baku hijab meliputi pemilihan material, pemilihan warna, serta pembayaran yang Quality control bahan baku dilakukan sebelum proses bordir logo dan penjahitan Proses ini pemeriksaan jahitan tepi, kualitas bahan, jumlah, serta kesesuaian warna No Proses Dokumentasi Operasional/produksi Elsse Scarves Proses bordir logo pada hijab Elsse Scarves Proses penjahitan label setelah proses bordir logo dilakukan Quality control bahan jadi meliputi pemeriksaan logo bordir, penjahitan label, kelayakan bahan hijab, serta perhitungan stok hijab yang tersedia. No Proses Dokumentasi Operasional/produksi Elsse Scarves Penyimpanan hijab yang sudah melalui tahap quality control dan sudah siap untuk Pembuatan konten untuk diupload melalui media social No Proses Dokumentasi Operasional/produksi Elsse Scarves Pemasaran melalui online dan offline Proses pengemasan hijab dan proses pengecekan hijab yang akan diberikan atau dikirimkan ke Proses pembelian dan testimoni dari Analisis SWOT Analisis SWOT adalah pendekatan strategis untuk menilai posisi suatu usaha atau proyek dengan melihat elemen-elemen internal dan eksternal yang berpengaruh. SWOT adalah singkatan dari Strengths (Kekuata. Weaknesses (Kelemaha. Opportunities (Peluan. , dan Threats (Ancama. Dengan memahami keempat aspek ini secara mendetail, perusahaan dapat menyusun strategi yang lebih efisien dan responsif untuk mencapai target yang diinginkan (Zebua, 2. Berdasarkan struktur tersebut, analisis SWOT pada bisnis Elsse Scarves dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang posisi strategis bisnis serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai dan berkelanjutan. Tabel 7. Analisis SWOT Strength (S) SWOT MATRIK Opportunity (O) Weakness (W) Kualitas bahan unggul Tektur/bahan yang Memiliki 17 . ujuh bela. berubah ubah warna hijab Produk harga terjangkau sama dengan Pelayanan pelanggan yang responsif stock terbatas Strategi S-O Strategi W-O Produk banyak dicari S3,01 Promosi Ekspansi/perluasan S3,O3 Promosi dan Kolaborasi dengan Kurangnya kerja penggunaan Ads S1,03 Berkolaborasi W1,O1 Mencari beberapa pemasok bahan baku W2-O4 dengan influencer untuk Diversifikasi produk Inovasi desain meningkatkan visibilitas dan bekerja sama dengan desainer S4. O1 melakukan feedback yang baik dengan konsumen atau Threat (T) Persaingan ketat Perubahan harga bahan Ekonomi yang tidak Strategi S-T Strategi W-T S1,T1 Promosi dan branding produk S3,T2 manajemen persediaan stock S4,T3 melakukan promosi dengan waktu W2,T1 melakukan branding yang unik atau melakukan diversifikasi produk yang unik W1,T2 riset supplier yang cepat/ flash sale sebanyak mungkin dan menjalin kerja sama dengan KESIMPULAN Penelitian yang berjudul "Pengembangan Bisnis Hijab Elsse Scarves" menunjukkan bahwa memahami kebutuhan dan preferensi konsumen adalah hal yang paling penting dalam menghadapi kompetisi di dunia fashion hijab. Melihat dari hasil survei dan saran dari Elsse Scarves diversifikasi produk, memperkuat kehadiran branding merek, memperluas cakupan pasar, membangun merek yang kokoh, serta menghadirkan desain hijab yang pas untuk beragam Pentingnya mengikuti perkembangan tren fashion hijab yang selalu berubah juga merupakan langkah strategis untuk mempertahankan daya tarik dan relevansi produk di hadapan Diharapkan bahwa penerapan strategi-strategi ini akan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, memperkuat posisi merek di pasaran, dan mendukung pertumbuhan bisnis Elsse Scarves secara berkelanjutan di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA