Ibnu Masud Lutfi JURNAL STUDI, SOSIAL DAN EKONOMI Vol. 5 No. 2 Juni 2024 Hal. 99-110 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA ASPEK KEMAHIRAN MENULIS DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF JIGSAW DI MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB BADAS Ibnu Mas ud Luthfi,M.Pd.I (Dosen Pendidikan Bahasa Arab STAI At Tahdzib Ngoro Jombang) masudibnu413@gmail.com ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH baik keterampilan mendengarkan (Istima’), keterampilan berbicara (Kalam), keterampilan Qiroah dan keterampilan menulis (Kitabah) saat ini masih banyak berbasis struktural. Pengajaran masih terfokus pada Nahwu. Implikasinya, pembelajaran menjadi abstrak, monoton, kurang kontekstual, kurang menarik, kurang interaktif, dan kurang komunikatif. Langkah yang dapat diambil adalah pengajar harus dapat menampilkan pelajaran bahasa Arab dengan metode mutakhir yang efektif dan teknik pembelajaran yang menarik. Siswa dilibatkan dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga mereka merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran bahasa Arab. Hal ini dapat ditempuh dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Tujuan penelitian adalah menghasilkan model perencanaan pembelajaran bahasa Arab pada aspek KITABAH dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB model langkah-langkah pembelajaran, dan dokumentasi pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB dalam bentuk CD interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan (research and development) Borg dan Gall. Dari keseluruhan aspek dan kriteria penilaian terhadap produk pengembangan berupa model perencanaan pembelajaran menurut ahli pembelajaran bahasa Arab, didapat hasil persentase sebesar 90%. Hal ini dapat diartikan bahwa keseluruhan aspek dan kriteria yang dinilai oleh ahli pembelajaran bahasa Arab berada pada kriteria valid karena berada pada skala 76% - 100%. Berdasarkan kriteria kelayakan produk dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan tersebut layak/tidak revisi dan tidak dilakukan uji coba ulang. Kata kunci: Kitabah , pendekatan kooperatif Jigsaw. Hal 99 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi ABSTRACT Arabic study in Islamic High School or MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB, both listening (Istima’), speaking (Kalam), reading, and writing (Kitabah) now mostly only in structural basic. The study is still focused on Nahwu. The implication, the study process become abstract, monotonous, lessconstectual, lessinteresting,lessinteractive, and lesscommunicative. The way to be taken is the teacher must be able to explain Arabic with effective and interesting method. The student is involved in study process in the class so as to make the students feel pleasant and comfortable to study Arabic. It can be done by practicing the jigsaw cooperative approach model. The purposed of this research is to produce an Arabic study planning especially in Kitabah aspect by jigsaw cooperative approach in Islamic High School, study steps model, and documentation in interactive CD form. The method used is Gall and Borg Development (research and development) model. From whole evaluation aspect and criteria to the development product is an Arabic study planning model according to the expert of Arabic resulted the percentation about 90%. It means that the whole aspect and criteria which is measured by the Arabic expert is in valid criteria namely between 76%-100%. According to the product properness criteria, it can be concluded that this research result is proper/ valid and doesn’t need to be revised. Key Words: Kitabah, Jigsaw Cooperative Approach. PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Arab di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB, baik keterampilan mendengarkan (Istima’), keterampilan berbicara (Kalam), keterampilan Qiro ah , dan keterampilan menulis (Kitabah) saat ini masih banyak berbasis struktural. Ainin (2007:1-2) menyebutkan bahwa ada berbagai persoalan praktis di lapangan (di kelas) yang selalu ”mengganjal” keberhasilan pembelajaran bahasa Arab, di antaranya adalah pola interaksi yang terjadi dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas masih cenderung satu arah. Posisi guru lebih dominan dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Selain itu, metode yang digunakan kurang inovatif. Untuk mengatasi hal tersebut, langkah yang dapat diambil adalah pengajar harus dapat menampilkan pelajaran bahasa Arab dengan metode mutakhir yang efektif dan teknik pembelajaran yang menarik (Effendy, 2001:416). Siswa dilibatkan dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga mereka merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran bahasa Arab. Hal ini dapat ditempuh dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Banyak penelitian menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Nurhadi dkk (2004:64) menyatakan bahwa salah satu keunggulan dari pembelajaran kooperatif adalah dapat meningkatkan motivasi belajar intrinsik Hal 100 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi peserta didik. Faktor Internal Keberhasilan Belajar Bahasa Arab Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berasal dari peserta didik itu sendiri. Setiap peserta didik mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun kepribadian. Faktor internal merupakan motivasi idealis yang membantu seseorang dalam belajar. Seseorang yang memiliki motif internal akan lebih kuat dalam proses belajarnya dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya. Motif internal lahir dari perenungan tentang konsep diri atau filosofis yang mempertanyakan manfaat belajar itu sendiri. Faktor internal yang terdapat pada peserta didik meliputi : 1. Bakat Setiap individu atau setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Bakat biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud. Bakat merupakan kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang relatif bisa bersifat umum (bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Jika bahan pelajaran yang dipelajari peserta didik sesuai dengan bakatnya maka hasil belajarnya lebih baik. Untuk mendidik anak supaya tidak membebani anak tersebut bahkan sangat penting bahkan untuk menentukan di mana dia cocok untuk di sekolahkan. 2. Minat Minat adalah seseorang yang memiliki kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminatinya dan diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan tanpa ada batasan waktu. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka dan minat juga penting bagi seseorang dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan sesuatu yang telah menarik minatnya. Dalam hal ini peserta didik harus memiliki minat dalam belajar, sedangkan guru berperan untuk mengarahkan minat peserta didiknya melalui metode yang dianggap cocok untuk peserta didik maupun metode yang sedang digemari peserta didiknya sehingga tidak mudah menemui kejenuhan dalam belajar. Minat yang tinggi untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap bahasa arab harus bisa diterapkan oleh peserta didik itu sendiri supaya pemahaman terhadap materi yang akan atau sedang disampaikan mudah diterima. 3. Kemauan Faktor paling dasar untuk memperoleh dan berhasil terhadap segala sesuatu yang diinginkan oleh seseorang adalah kemauan. Kemauan ini muncul pada diri seseorang tanpa adanya paksaan dari luar diri seseorang. Kemauan seorang peserta didik dalam mempelajari bahasa Arab dapat mengubah atau menentukan prestasinya. Intelektualitas tinggi tanpa didukung adanya kemauan tidak bisa mendapatkan hasil yang memuaskan akan tetapi intelektualitas yang pas-pasan jika memiliki rasa kemauan cukup tinggi dapat menentukan hasil yang lebih baik. 4. Pengalaman terdahulu terhadap pembelajar Hal 101 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi Mengenai permasalahan pengalaman terdahulu seorang peserta didik terhadap pembelajaran hanya pada lembaga formal saja akan tetapi pendidikan non formal juga berpengaruh dalam membangun pengalaman peserta didik. Pada sekolah atau lembaga pendidikan formal yang mengajarkan bahasa Arab dalam hal ini madrasah, sebelum peserta didik mempelajari bahasa Arab pada sekolah atau lembaga pendidikan yang sedang ia jalani sudah pasti ada pengenalan terhadap bahasa Arab. Sama halnya pada pendidikan non formal seperti pesantren maupun tempat pendidikan lingkungan masyarakat seperti dalam pengajian, masjid maupun mushola pastinya sudah dikenalkan walaupun sekedar pada tingkatan membaca akan tetapi pengenalan semacam ini bisa menjadikan model bagi peserta didik dalam menempuh pendidikan yang sedang dialami. Faktor internal dalam diri peserta didik cocok jika dengan pendidikan yang sedang ia alami pada saat ini sangat berpengaruh positif dalam meraih prestasi belajar, sebab peserta didik bisa dengan mudah beradaptasi melalui kepribadian yang ada dalam dirinya. Faktor Eksternal Keberhasilan Belajar Bahasa Arab Faktor eksternal adalah seluruh faktor yang mendukung proses belajar di luar motif idealis. Faktor eksternal yang terdapat pada peserta didik diantaranya yaitu: 1. Keluarga Keluarga adalah unit atau satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. eluarga biasanya terdiri dari suami istri dan juga anak-anak yang selalu menjaga rasa aman dan ketentraman ketika menghadapi segala suka duka hidup dalam eratnya arti ikatan luhur itu bersama. Secara umum bagi peserta didik keluarga merupakan tempat awal dan paling utama guna mendapatkan pendidikan luar sekolah. Di dalam keluarga inilah seorang peserta didik mulai mengenal hidupnya. Hal ini harus disadari oleh tiap-tiap keluarga bahwa anak berada dalam keluarga dengan segala proses hingga dapat melepaskan diri dari ikatan keluarga. Keluarga sebagai tempat mencetak pengalaman paling awal bagi anak maka keluarga jangan sampai meninggalkan dasar-dasar pendidikan yang baik sebab kemajuan perkembangan peserta didik lebih menguntungkan bagi yang hidup dalam keluarga serta lingkungan yang baik. Dalam pendidikan atau belajar bahasa Arab keluarga di Indonesia yang pada umumnya beragama Islam tidak berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Dari sisi ini keluarga bisa efektif dalam memahami bahasa Arab akan tetapi sudah bisa sedikit mengenalkan tentang bahasa Arab melalui bahasa ibadah yang diajarkan orang tua kepada anak. 2. Masyarakat Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan dan keinginan manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang Hal 102 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Masyarakat merupakan sekumpulan orang-orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh pengalaman-pengalaman yang sama memiliki sejumlah persesuaian dan sadar akan kesatuannya dan dapat bertindak bersama untuk mencukupi krisis kehidupannya. Dalam dunia pendidikan masyarakat berperan membangun karakteristik seseorang atau mempengaruhi pendidikan dengan cita-cintanya. Tugas masyarakat di dalam pendidikan ialah membiayai sekolah atau pendidikan. Masyarakat memiliki tujuan tertentu yaitu agar peserta didik yang mudah-muda gelap dapat membantu kepada masyarakat dan mengabdi kepada negara. Peserta didik suatu madrasah atau yang sedang mempelajari bahasa Arab sangat beruntung ketika hidup dalam lingkungan masyarakat yang beradaban Islam yang tinggi sebab sudah secara langsung ia belajar atau memiliki bekal ilmu dari lingkungan masyarakat. Bahasa Arab memang tidak dipakai sebagai bahasa komunikasi pada lingkungan tersebut akan tetapi ada pengenalan melalui bacaan doa maupun pengajian yang isi bahasanya bersumber dari bahasa Arab. 3. Sekolah Sekolah merupakan sarana yang sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan, semakin maju suatu masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk ke dalam proses pembangunan masyarakat itu. Dalam runtutan pendidikan sekolah sebagai tempat pendidikan kedua setelah lingkungan keluarga selain itu juga peserta didik perlu menganggap sekolah sebagai keluarga kedua. Maka sebagian dari kehidupan sekolah adalah ekstensi dari kehidupan keluarga sehingga sekolah perlu mencerminkan hal tersebut pada masyarakat dengan harapan kehidupan keluarga bisa sejalan dengan masyarakat. 4. Guru Guru sangat menentukan karakteristik peserta didik sekaligus sebagai seorang yang berjasa dalam masyarakat dan negara. Secara garis besar guru merupakan orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar dan membimbing peserta didik. Dilihat dari faktor eksternal peserta didik secara langsung guru sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam memahami suatu pembelajaran. Maka dari itu guru harus betul-betul dapat memberi solusi dalam belajar peserta didik. Profesi guru sangat memerlukan suatu keahlian khusus dan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan 5. Buku Teks Buku teks merupakan bahan atau media cetak. Media cetak bagian dari faktor eksternal sebagai media pengajaran bukan hanya buku teks saja bisa jadi terbitan berkala maupun lembaran lepas. Buku dalam proses kegiatan belajar memang bukan faktor utama akan tetapi buku sangat mendukung lancarnya proses belajar baik bagi peserta didik maupun guru. Fungsi buku bagi peserta didik dalam pembelajaran hanya sebagai media untuk mempermudah tugas guru karena buku tidak bisa berperan sebagai guru. Seorang peserta didik supaya lebih mengenal terhadap materi yang baru datang kepada guru sedangkan buku teks hanya dijadikan penunjang Hal 103 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi Dewasa ini telah banyak dikembangkan model pembelajaran kooperatif. Beberapa ahli menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tidak hanya unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep, tetapi juga membantu siswa menumbuhkan kemampuan kerja sama, berpikir kritis dan mengembangkan sikap sosial siswa. Salah satu model dalam pembelajaran kooperatif adalah Jigsaw. Lie A. (dalam Yusuf 2003:10) menyatakan bahwa, Jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang fleksibel. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan mengembangkan model perencanaan dan model langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan kooperatif Jigsaw sebagai alternatif dalam mengatasi permasalahan pembelajaran bahasa Arab di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB terutama pada aspek kemahiran Kitabah Penelitian ini berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Arab pada Aspek Kemahiran Kitabah dengan Pendekatan Kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB Berdasarkan uraian di atas, permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan model pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB?. Rumusan masalah tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: (1) Bagaimana model perencanaan pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB?, (2) Bagaimana model langkahlangkah pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB?, dan (3) Bagaimana pendokumentasian pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB?. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB. Dan jabaran dari tujuan tersebut adalah sebagai berikut : (1) Menghasilkan model perencanaan pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB, (2) Menghasilkan model langkah-langkah pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB, dan (3) Menghasilkan dokumentasi pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB dalam bentuk CD interaktif. METODE Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalahrancangan pengembangan (research and development) Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, Hal 104 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi 2008:169-170) yang terdiri dari sepuluh langkah, yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting). Pengukuran kebutuhan, studi literatur, penelitian dalam skala kecil, dan pertimbangan-pertimbangan dari segi nilai, (2) Perencanaan (planning), (3) Pengembangan draf produk (develop preliminary form of product), (4) Pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen evaluasi, (5) Uji coba lapangan awal (preliminary field testing), (6) Merevisi hasil uji coba (main product revision), (7) Uji coba lapangan (main field testing), (8) Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision), (9) Penyempurnaan produk akhir (final product revision). Penyempurnaan didasarkan masukan dari uji pelaksanaan lapangan, dan (10) Diseminasi dan implementasi (dissemination and implementation). Melaporkan hasilnya dalam pertemuan profesional dan dalam jurnal. Bekerjasama dengan penerbit untuk penerbitan. Memonitor penyebaran untuk pengontrolan kualitas. Dari sepuluh langkah pengembangan di atas, prosedur penelitian yang digunakan sebagai berikut: (1) Melakukan pengumpulan data atau informasi dari berbagai sumber termasuk kajian pustaka, penyebaran angket dan observasi lapangan, (2) Mengembangkan draf atau produk awal, yaitu mengembangkan model pembelajaran bahasa Arab aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw, (3) Uji ahli dengan mengujicobakan model pembelajaran kepada 2 ahli pembelajaran bahasa Arab Dr. Baihaqi UINSA serta 1 guru bidang studi bahasa Arab di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB (4) Merevisi produk awal (sesuai dengan hasil validasi dan saran atau tanggapan dari hasil uji ahli). Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal, (5) Uji lapangan dengan mengujicobakan hasil pengembangan produk awal yang telah direvisi kepada siswa MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB dan (6) Penyempurnaan produk akhir sehingga dihasilkan produk pengembangan berupa model pembelajaran bahasa Arab aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB. Untuk mengetahui tingkat validitas produk yang telah dikembangkan, analisis data yang digunakan adalah perhitungan persentase dengan rumus sebagai berikut: P X 100% Xi Keterangan : P = Persentase ∑X = Nilai rata-rata ∑ Xi = Skala tertinggi dalam skala Lickert 4 tingkatan Setelah dianalisis, maka untuk menentukan kesimpulan dari setiap aspek yang divalidasi ditetapkan kriteria validasi analisis persentase seperti yang tertera pada Tabel 3.1. Hal 105 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi Tabel 1.1 Kriteria Validasi Analisis Persentase Presentase (%) 76 – 100 56 – 75 40 – 55 0 – 39 (Arikunto, 2002:246) Kriteria Validasi Valid Cukup Valid Kurang Valid (Revisi) Tidak Valid ( Revisi ) HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, produk yang dikembangkan adalah model perencanaan pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB yang dituangkan dalam sebuah model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP adalah rencana atau rancangan yang dipersiapkan guru untuk melakukan pembelajaran yang disusun untuk setiap Hal 106 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi mata pelajaran. RPP ini memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran karena berisi rencana kegiatan pembelajaran secara bertahap dan sistematis. RPP bisa disebut juga dengan istilah rencana pembelajaran (RP). Pengertian RPP tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Nurhadi dkk (2004:122), bahwa: Rencana pembelajaran adalah rencana atau program yang disusun oleh guru untuk satu atau dua pertemuan untuk mencapai target satu kompetensi dasar. Komponen yang dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran terdiri atas identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, sumber dan media/alat pembelajaran, skenario pembelajaran, dan penilaian/evaluasi. Komponen-komponen RPP yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi: identitas, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, materi pelajaran, alat/media & sumber belajar, skenario pembelajaran, dan penilaian/evaluasi. RPP ini mempunyai spesifikasi yang berbeda dengan RPP lainnya. Perbedaan mendasar terdapat dalam salah satu komponennya, yaitu skenario pembelajaran. Dalam komponen ini, langkah-langkah pembelajaran Kitabah dirancang secara khusus dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. RPP ini kemudian diaplikasikan dalam pembelajaran bahasa Arab di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB Dari keseluruhan aspek dan kriteria penilaian menurut ahli pembelajaran bahasa Arab terhadap produk pengembangan, didapat hasil persentase sebesar 90%. Hal ini dapat diartikan bahwa keseluruhan aspek dan kriteria yang dinilai oleh ahli pembelajaran bahasa Arab berada pada kriteria valid karena berada pada skala 76% - 100%. Berdasarkan kriteria kelayakan produk, dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan tersebut layak/tidak revisi dan tidak dilakukan uji coba ulang. Namun masih terdapat beberapa kesalahan sehingga dapat dilakukan revisi berdasarkan saran atau masukan dari ahli pembelajaran dengan tujuan agar diperoleh produk pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya. Secara umum, penyusunan model perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP untuk mata pelajaran bahasa Arab aspek Kitabah ini sudah sesuai dengan proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas. Akan tetapi, ada beberapa perubahan yang terjadi karena menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi saat pembelajaran berlangsung. Misalnya, alokasi waktu yang dicantumkan dalam RPP ternyata masih belum bisa dilaksanakan secara optimal karena ada beberapa hal yang menjadi penyebab ketidakmampuan guru dalam mengatur berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus dapat mengatur kegiatan pembelajaran dengan optimal sesuai dengan target yang telah ditentukan dalam RPP. Karena RPP merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, maka RPP harus mempunyai daya terap yang tinggi (aplicable). Hal 107 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi Model langkah-langkah pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah di dalam RPP tersebut dirancang secara khusus dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Ada tiga kegiatan utama yang yang dilakukan dalam pembelajaran bahasa Arab, antara lain (a) kegiatan pendahuluan, (b) kegiatan inti, dan (c) kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Kegiatan inti berisi tahap-tahap pembelajaran Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw. Sesuai sengan karakteristiknya, maka dalam tahaptahap pembelajaran ini siswa dibagi ke dalam kelompok asal dan kelompok ahli. Kegiatan penutup memuat kegiatan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Masing-masing kegiatan terdiri dari beberapa tahap pembelajaran. Setiap tahap pembelajaran yang terjadi di kelas diuraikan dan dibahas secara rinci. Maka, karakteristik pembelajaran dengan pendekatan kooperatif Jigsaw pun akan terlihat dengan jelas dan mudah dipahami sehingga mudah pula untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang lain. Gambar 1.1 Siswa yang sedang ujian Tasmi di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB Salah satu produk dari penelitian pengembangan ini adalah dokumentasi pembelajaran bahasa Arab pada aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB yang dituangkan dalam bentuk CD interaktif . Pendokumentasian dalam bentuk CD Interaktif dimaksudkan agar model pembelajaran kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw di MADRASAH DINIYAH AWALIYAH ULUL ALBAB dapat digunakan dan dimanfaatkan secara luas untuk keperluan pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia. KESIMPULAN Dari keseluruhan aspek dan kriteria penilaian terhadap produk pengembangan berupa model perencanaan pembelajaran bahasa Arab aspek Hal 108 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi Kitabah menurut ahli pembelajaran bahasa Arab, didapat hasil persentase sebesar 90%. Hal ini dapat diartikan bahwa keseluruhan aspek dan kriteria yang dinilai oleh ahli pembelajaran bahasa Arab berada pada kriteria valid karena berada pada skala 76% - 100% sehingga berdasarkan kriteria kelayakan produk dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan tersebut layak/tidak revisi dan tidak dilakukan uji coba ulang. Setelah diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas, model pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan kooperatif Jigsaw ini sangat mendukung pembelajaran Kitabah. Hal ini dibuktikan dengan tanggapan siswa terhadap kegiatan belajar mengajar bahasa Arab. Mereka menjadi lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran karena pendekatan kooperatif Jigsaw dapat menjadikan pembelajaran menjadi menyenangkan. Mereka merasa lebih mudah untuk memahami teks pembelajaran secara berkelompok. Siswa pun antusias untuk menyampaikan ide-ide atau pendapatnya di kelas. Oleh karena itu, prestasi mereka menjadi meningkat dari pada dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa model perencanaan pembelajaran bahasa Arab aspek Kitabah dengan pendekatan kooperatif Jigsaw yang merupakan produk pengembangan pada penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk variasi strategi pembelajaran bahasa Arab yang dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Ainin, Moh. 2005. Buku Petunjuk Teknis Praktik Pengalaman Lapangan Bidang Studi Pendidikan Bahasa Arab. Malang: Universitas Negeri Malang. Amrullah, A. F., & Hum, S. (2021). Manajemen Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab. Prenada Media. Hanani, N., & Dodi, L. (2020). PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KONTEMPORER: Konstruksi Metodologis Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Komunikatif-Sosiolinguistik. CV Cendekia Press Ainin, M. 2007. Sekilas Pengalaman Penelitian Tindakan dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Makalah disajikan dalam kegiatan Workshop Penelitian Tindakan Kelas bagi Dosen Fakultas Humaniora dan Budaya Universitas Islam Negeri (UIN), JSA FS UM, Malang, 10 Maret 2007. Al Abdullah, A.F. 2007. Asasu Ta’li:m Al Kitabah Al Naqidah Li Al Thalabah Al Mutafawwiqu:n Aqliyyan. Yordania: ‘A:lim Al Kutub Al Hadits. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hal 109 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Ibnu Masud Lutfi Depag. 2006a. Kurikulum 2006 Mata Pelajaran Bahasa Arab. Jakarta. Depag. Effendy, A.F. 2005. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Malang: Misykat. Effendy, A.F. 2001. Peta Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia. Bahasa dan Seni (no. 29 edisi khusus) hal. 416. Emildadiany, N. 2008. Cooperative Learning-Teknik Jigsaw, (http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diakses 7 Agustus 2008). (Online), Ibrahim, M., Rachmadiarti, F., Nur, M., & Ismono. 2000. Pembelajaran Koperatif. Surabaya: University Press. Nurhadi, Yasin, B. & Senduk, A.G. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Peranannya dalam KBK. Malang : UM PRESS. Sukmadinata, N. S. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: kerjasama PPS UPI dengan PT REMAJA ROSDAKARYA. DOSEN PENDIDIKAN BAHASA ARAB STAI AT TAHDZIB NGORO JOMBANG DOSEN PENDIDIKAN BAHASA ARAB STAI AT TAHDZIB NGORO JOMBANG uyanto, Kasihani K.E. 2007. Pendekatan, Metode dan Teknik Pembelajaran. Malang: Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru (BPSG) Rayon 15 UM. Yusuf. 2003. Proses dan Hasil Belajar Biologi melalui Pembelajaran Kooperatif (Jigsaw), (Online), (http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diakses 7 Agustus 2008). Zaini, H., Munthe, B., & Aryani, S.A. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD (Center for Teaching Staff Development). Hal 110 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024