Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Trend Kurikulum Dalam Pendidikan Sekolah Di Indonesia Ida Mawaddah STKIP Bima idamawaddah15@gmail. Abstrak Dalam dunia pendidikan kurikulum bangsa indonesia sudah banyak mengalami perubahan mulai pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan 2006 serta yang tebaru adalah kurikulum 2013. Kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelejaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu. Makalah ini bertujuan untuk memberikan deskripsi singkat tentang kurikulum apa saja yang pernah dikembangkan dalam program pendidikan di Indonesia. Semua kurikulum nasional dirancang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Kata Kunci: Kurikulum. Pendidikan Sekolah PENDAHULUAN Dalam perjalanan sejarah bangsa indonesia sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan indonesia telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006, serta yang kurikulum 2013. Menurut Andes S. A & Iwan J. Sejarah pendidikan dalam peradaban manusia merupakan suatu komponen kehidupan yang sangat penting. Perubahan kurikulum merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu pancasila dan UUD 1945. Hal senada disampaikan oleh Sukmadinata . AuKurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajarAy. Irma. R & Reani. R . Menambahkan bahwa untuk mengikuti perkembangan jaman, kurikulum perlu dilakukan perubahan yang terarah, sistematis dan jelas. PEMBAHASAN Kurikulum 1947 Kurikulum pertama pada masa kemerdekaan namanya Rencana Pelajaran Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Ketika itu penyebutannya lebih populer menggunakan leer plan . encana pelajara. ketimbang istilah curriculum dalam bahasa Inggris. Asas pendidikan yang ditetapkan adalah Pancasila. Situasi perpolitikan dengan gejolak perang revolusi, maka Rencana Pelajaran 1947, baru diterapkan pada tahun 1950. Oleh karena itu Rencana Pelajaran 1947 sering juga disebut kurikulum 1950. Susunan Rencana Pelajaran 1947 sangat sederhana, hanya memuat dua hal pokok, yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, serta garis-garis besar pengajarannya Kurikulum 1952 Setelah Rencana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rencana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan seharihari. Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, (Pancawardhan. Mata diklasifikasikan dalam lima kelompok Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 emosional/artistik, . Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional Kurikulum 1964 Setelah tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rencana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana pengembangan daya cipta, rasaZ, karsa, karya, dan moral. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok emosional/artistik, . , dan jasmani. Pendidikan pengetahuan dan kegiatan fungsional Kurikulum 1968 Kurikulum pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan Dari segi tujuan pendidikan. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. AuYang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO . anagement by objectiv. yang terkenal saat itu. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah Ausatuan pelajaranAy, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan Kurikulum 1975 banyak Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA) Kurikulum Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut AuKurikulum 1975 yang disempurnakanAy. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL). Kurikulum 1984 ini berorientasi kepada tujuan instruksional. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. Kurikulum 1994 Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan UndangUndang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Kurikulum 2004 (KBK) Kurikukum 2004 ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan kompetensi menitikberatkan pada melakukan . tugas-tugas performance yang telah ditetapkan. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman pembelajaran. Kurikulum 2006 (KTSP) Kurikulum 2006 ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan, muncullah KTSP. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan . dibawah koordinasi Kabupaten/Kota. Kurikulum 2013 Inti dari kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan . , apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. KESIMPULAN Perjalanan kurikulumnya sepanjang sejarah bangsa indonesia merdeka, menunujukan praktek pendidikan tidak pernah lepas dari metode uji coba kebijaksanaan di bidang pendidikan. Begitu mudah berubah kurikulum yang seharus tidak gampang diubah, sebelum ada pengkajian dan riset yang mendalam, telah menyebabkan sektor pendidikan di tanah air belum mampu mmengatasi ketertinggalan bangsa ini dalam mengikuti kompetisi regional dan global. Dampak berikutnya, banyak kebijakan yang bersifat instant dan tidak didasari atas pertimbangan pedagogis Kedepan yang diperlu dilakukan bukan mengkutak-katik kurikulum yang sudah ada, melainkan kita harus memusatkan perhatian yang serius pada pembenahan infrastruktur persekolahan yang telah runtuh dimakan usia. Selain itu perhatian serius juga kesejahteraan tenaga guru dan dosen, pemberian akses kesempatan belajar yang seluas-luasnya bagi anak-anak didik sebagai garda terdepan bangsa dalam memajukan pendidikan nasional. DAFTAR PUSTAKA