5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 SCREENING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI DAN PENINGKATAN KESEHATAN JASMANI ROHANI (SIDIK JARI) Mei Lestari Ika Widyyati*1. Ahmadi2 Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang *1meilestari118@gmail. com, 2ahmadiku@gmail. Abstract Children are assets of the nation's successors that must be maintained and cared for in order to become quality human resources. In order to become a quality human resource, good nutrition and parenting are needed to support its growth and development. Growth and development are important stages that must be monitored in order to run according to their age. Children in Indonesia need serious attention, especially early childhood, namely to get good nutrition, adequate stimulation and affordable by quality health services including early detection and intervention of growth and development deviations so that they can grow and develop optimally in accordance with their genetic potential and be able to compete in the global era. Purpose: The purpose of this activity is to improve the degree of health both physically and spiritually by doing gymnastics, praying together, and monitoring the growth and development of early childhood in RA. Nahdlatul Athfal Gersempal so that if any irregularities are found, they can be handled immediately. Method: The first method of implementing this activity is to start with carrying out gymnastics first, then continue to read prayers together, conduct growth screening . easuring BB. TB and LK) after that the child is carried out a developmental examination using the Pre-Developmental Screening Questionaire (KPSP). Results: From the results of TB measurements, children 71% of early childhood with normal height according to their age, 71% of early childhood development according to their age. Conclusion: The results of the study found 77. 14% of early childhood growth in the good category. Growth results based on height according to the age of children obtained 85. of children in the normal category. Early childhood development outcomes were 71% in the category according to age. As parents, we should be able to pay attention to the growth and development of their children by stimulating the growth and development of children, so as to achieve optimal growth and Keywords : Early Detection. Growth and Development. Early Childhood. Abstrak Anak merupakan aset penerus bangsa yang harus dijaga dan dirawat agar bisa menjadi SDM yang berkualitas. Agar menjadi SDM yang berkualitas maka diperlukan gizi serta pola asuh yang baik untuk menujang pertumbuhan dan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan tahapan penting yang harus dipantau agar dapat berjalan sesuai dengan usianya. Anak di Indonesia perlu mendapat perhatian serius terutama anak usia dini yaitu untuk dengan mendapatkan gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya dan mampu bersaing di era global. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meninggkatkan derajat kesehatan baik secara jasmani dan rohani dengan melakukan senam, berdoa bersama, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di RA. Nahdlatul Athfal Gersempal sehingga apabila ditemukan adanya penyimpangan bisa segera Metode: Metode pelaksanaan kegiatan ini yang pertama adalah diawali dengan melaksanakan senam terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan membaca doa bersama-sama, melakukan screening pertumbuhan . engukur BB. TB dan LK) setelah itu anak dilakukan pemeriksaan perkembangan dengan menggunakan Kuisioner Pra Screening Perkembangan (KPSP). Hasil: Dari hasil pengukuran TB anak di dapatkan 85,71% anak usia dini dengan tinggi badan normal sesuai dengan umurnya 85,71 % anak usia dini perkembangannya sesuai dengan Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan sebanyak 77,14 % pertumbuhan anak usia dini dalam kategori baik. Hasil pertumbuhan berdasarkan tinggi badan sesuai umur anak di dapatkan 85,71% anak dalam kategori normal. Hasil perkembangan anak usia dini didapatkan 85,71% dalam kategori sesuai dengan usianya. Hendaknya sebagai orang tua, dapat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan cara menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kata kunci Deteksi Dini. Tumbuh Kembang. Anak Usia Dini. PENDAHULUAN Analisis Situasi Mitra Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya yang diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak sedini mungkin sejak anak berada didalam kandungan. Upaya kesehatan dapat dilakukan sejak anak masih di dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya, hal tersebut bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan serta meningkatkan kualitas hidup anak agar dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal baik secara fisik, mental, emosional dan sosial serta memiliki kemampuan intelegensi sesuai dengan potensi genetiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik, mental, sosial, emosional dipengaruhi oleh gizi, kesehatan dan pendidikan. Penelitian longitudinal yang dilakukan oleh Bloom mengenai kecerdasan menunjukkan bahwa perkembangan kognitifnya mencapai sekitar 50% dalam kurun waktu empat tahun pertama usia anak, mencapai 80% dalam kurun waktu 8 tahun, dan mencapai 100% setelah anak berusia 18 tahun. Jumlah populasi anak usia dini di Indonesia adalah sekitar 10% dari seluruh populasi, kualitas tumbuh kembang anak usia dini di Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang serius karena mereka adalah calon generasi penerus bangsa, untuk itu anak perlu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai dan terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi dan mampu bersaing di era global. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas dapat diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang atau lebih kita kenal dengan istilah (SDIDTK). Program tersebut telah dilakukan sejak tahun 1988 dan termasuk salah satu program pokok Puskesmas. (SDIDTK) merupakan revisi dari program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi yang diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga . rang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainny. , masyarakat . ader, organisasi profesi, lembaga swadaya masyaraka. dengan tenaga professional lainnya. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satu program pemerintah untuk menunjang upaya tersebut adalah dengan diterbitkannya buku Pedoman Pelaksanaan Stimulasi. Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Upaya lain yang dilakukan adalah pelatihan SDIDTK bagi tenaga kesehatan baik di kabupaten, kota maupun di Puskesmas. Melalui kegiatan tersebut kondisi terparah dari penyimpangan pertumbuhan anak seperti gizi buruk dapat dicegah, karena sebelum anak jatuh dalam kondisi gizi buruk, penyimpangan pertumbuhan yang terjadi pada anak dapat terdeteksi melalui kegiatan SDIDTK. Selain mencegah terjadinya penyimpangan pertumbuhan, kegiatan ini juga mencegah terjadinya penyimpangan perkembangan dan penyimpangan mental emosional. SDIDTK sangat diperlukan untuk menemukan secara dini penyimpangan pertumbuhan, penyimpangan perkembangan dan penyimpangan mental emosional pada anak sehingga dapat dilakukan intervensi dan stimulasi sedini mungkin untuk mencegah terjadinya penyimpangan pertumbuhan, penyimpangan perkembangan dan penyimpangan mental emosional yang menetap. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada anak yang dicurigai mempunyai masalah saja tetapi harus dilakukan pada semua anak usia dini secara rutin 2 kali dalam setahun. Oleh karena itu dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan selain dilakukan screening deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini, penulis juga melaksanakan program peningkatan derajat kesehatan secara jasmani dan rohani (SIDIK JARI) di RA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal Kabupaten Sampang. Permasalahan Mitra Permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu belum pernah dilakukannya kegiatan screening deteksi dini anak usia dini di RA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal Kabupaten Sampang. METODE PELAKSANAAN Dalam rangka untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu belum pernah dilakukannya kegiatan screening deteksi dini anak usia dini di RA Nahdlatul Athfal dilaksanakan dengan skema sebagai berikut : melakukan pemeriksaan pertumbuhan yang meliputi penimbangan BB, pengukuran TB dan LK serta melakukan screening perkembangan anak usia dini di RA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal Kabupaten Sampang dengan menggunakan lembar KPSP, berikut ini adalah prosedur pelaksanaan pengabdian masyarakat : Waktu dan Tempat Pengabdian : Pelaksanaan kegiatan deteksi dini tumbuh kembang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2023 di RA. Nahdlatul Athfal Gersempal Kabupaten Sampang. Metode dan Rancangan Pengabdian : Tahapan Awal Survei tempat dan pengurusan surat perijinan untuk dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Observasi ulang lokasi setelah proposal di setujui Koordinasi dengan kepala sekolah Peserta yang hadir dilakukan pendataan tentang nama dan perhitungan usia anak Dilakukan pengukuran BB. TB dan LK Melakukan senam dan membaca doa bersama Dilakukan tes perkembangan dengan menggunakan lembar KPSP sesuai dengan usia Kesimpulan dari hasil pemeriksaan disampaikan ke guru dan orang tua untuk dijadikan masukan Kumpulan hasil pemeriksaan di rekap dan disampaikan kepada pihak mitra Alat yang dibutuhkan : Timbangan BB Alat pengukur TB Meteran Lembar KPSP 6 set alat permainan sesuai perkembangan anak usia prasekolah Alat tulis dan kertas Tahapan Pelaksanaan Melakukan senam dan berdoa bersama implementasi deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini yang dibantu oleh mahasiswa Tahapan Monitoring dan Evaluasi Observasi dilakukan selama kegiatan berlangsung , pengujian ulang dilakukan kembali pada beberapa anak yang mengalami Instrumen yang digunakan adalah lembar KPSP Evaluasi dilakukan untuk menetapkan kondisi tumbuh kembang berdasarkan usia anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Peserta dalam kegiatan ini adalah anak usia dini yang terdaftar di RA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal Kabupaten Sampang sebanyak 35 anak. setelah melakukan senam dan doa bersama, kemudian dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan. Dan hasil terlampir dalam tabel Tabel 1. Hasil Pengukuran Berat Badan/Umur Klasifikasi Frekuensi Prosentase Gizi buruk Gizi Kurang 14,29 % Gizi Baik 77,14 % Gizi Lebih 8,57 % Jumlah Tabel 2. Hasil Pengukuran Tinggi Badan/Umur Klasifikasi Frekuensi Prosentase Sangat pendek Pendek 14,29 % Normal 85,71 % Jumlah Tabel 3. Hasil Tes Perkembangan dengan KPSP Klasifikasi Frekuensi Prosentase Sesuai 85,71% Meragukan 8,57 % Penyimpangan 5,71 % Jumlah Pertumbuhan berkaitan erat dengan masalah perubahan, baik dalam jumlah, ukuran ataupun dimensi. Deteksi dini pertumbuhan pada anak bertujuan untuk mengetahui dan menemukan status gizi dari anak tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran yang tabel 1, didapatkan hasil yang menyatakan bahwa 77,14% anak prasekolah dengan gizi baik dan tidak ada yang mengalami pertumbuhan yang buruk, hanya saja ada 5 anak yang memiliki berat badan yang masih kurang. Berdasarkan wawancara dengan orang tua anak, diketahui bahwa anaknya memiliki nafsu makan yang Kurangnya nafsu makan anak bisa dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah kurangnya variasi dalam memberikan menu makanan, sehingga muncul kebosanan pada anak. Orang tua responden mengaku memang dalam memberikan menu makanan terlalu monoton, dengan alasan kemampuan ekonomi tidak memadai untuk menyajikan menu yang Dengan adanya permasalahan tersebut, pemeriksa menegaskan pada orang tua anak, bahwa untuk menyajikan menu tidak harus mahal, banyak bahan murah dan mudah didapatkan untuk menciptakan menu yang diminati anak. Kebutuhan zat gizi anak harus dapat dipenuhi karena adanya asupan gizi yang cukup anak akan tumbuh dengan baik, pertumbuhan yang baik nantinya juga akan mendukung perkembangan anak yang lebih baik. Pertumbuhan dan perkembangan harus berjalan beriringan dan saling mendukung, sebab keduanya sama-sama dibutuhkan untuk kelangsungan hidup anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru ataupun orang tua murid, deteksi dini terhadap perkembangan memang belum pernah dilakukan sebelumnya, banyaknya orang tua peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa sebenarnya orang tua sebenarnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap tumbuh kembang anak, namun karena kurang adanya kesempatan dan sarana sehingga anak tidak pernah melakukan tes perkembangan. Dari hasil deteksi dini menunjukan terhadap perkembangan anak prasekolah di RA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal Kabupaten Sampang didapatkan hasil yang menyatakan bahwa 85,71% anak usia dini perkembangannya sesuai berjalan sesuai dengan tahapan usia, adapun 8,57% yang lain masih meragukan, hal ini dimungkinkan anak sudah merasa lelah atau bosan saat dilakukan pemeriksaan, untuk itu anak tersebut perlu dilakukan pemeriksaan ulang di lain waktu untuk memastikan hasil perkembangan yang didapatkan. Deteksi terhadap tumbuh kembang anak harus tetap dilakukan minimal 6 bulan sekali untuk tetap mendeteksi apabila terjadi penyimpangan dalam proses tumbuh kembangnya untuk mewujudkan tujuan bersama yaitu mencetak generasi yang sehat dan cerdas. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Hasil pengukuran didapatkan sebanyak 77,14 % pertumbuhan anak usia dini dalam kategori baik. Hasil pertumbuhan berdasarkan tinggi badan sesuai umur anak di dapatkan 85,71% anak dalam kategori normal. Hasil perkembangan anak usia dini di dapatkan 85,71% dalam kategori sesuai dengan SARAN Hendaknya sebagai orang tua, dapat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan cara menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan diberikan kepada Rektor Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang. LPPM Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang dan para pendukung pelaksanaan program. Yayasan RA Nahdlatul Athfal Desa Gersempal Kabupaten Sampang. Dalam kegiatan ini "Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan dengan pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini". DAFTAR PUSTAKA