Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Pendekatan Kreatif dalam Edukasi Lingkungan Melalui Pelatihan Daur Ulang Stik Es Krim di Gampong Cot Gud. Aceh Besar Mery Silviana1*. Lindawati2. Amalia3. Mislinawati4. Wiwin Apriani5 1Program Studi Teknik Sipil. Universitas Abulyatama Email: merysilviana_sipil@abulyatama. 2Program Studi Teknik Mesin. Universitas Abulyatama Email: lindawati_mesin@abulyatama. 3Program Studi Teknik Sipil. Universitas Iskandar Muda Email: amalia@unida-aceh. 4Program Studi Akuntansi Sektor Publik. Politeknik Aceh Email: mislina@politeknikaceh. 5Program Studi Teknik Komputer. Universitas Sains Cut Nyak Dien Email: wiwina10@gmail. Submitted: 08-11-2025 Revised: 04-06-2026 Accepted: 26-06-2026 Abstract One type of waste that is often overlooked is small wood waste, such as ice cream sticks. Ice cream stick wood has great potential to be repurposed into products that are both functional and economically This community service activity aims to educate children in Cot Gud Village on how to transform ice cream stick waste into functional and educational handicrafts. The training was conducted through a combination of socialization, demonstrations, and hands-on practice in a fun and interactive manner under the supervision of facilitators. The results of the activity show that this creative approach successfully increased children's environmental awareness, technical skills, and active participation. The handcrafted products made by the children of Cot Gud Village were also of good quality. In addition to reducing waste, this activity also served as a means of character education, collaboration, and critical thinking development for the children. It can be concluded that such activities are effective as a strategy for environmental education and community-based empowerment. Keywords: Environmental Education. Recycling. Ice Cream Sticks. Functional and Educational Crafts Abstrak Salah satu jenis limbah yang sering diabaikan adalah limbah kayu kecil seperti stik es krim. Kayu stik es krim memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi anak-anak di Gampong Cot Gud. Aceh Besar dalam mengolah limbah stik es krim menjadi kerajinan tangan yang fungsional dan edukatif. Metode pelatihan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung yang menyenangkan dan interaktif dengan pengawasan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kreatif ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan teknis, dan partisipasi aktif anak-anak. Produk hasil karya anak-anak Gampong Cot Gud juga cukup baik. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, kolaborasi, dan berpikir kritis bagi anak-anak. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan semacam ini efektif sebagai strategi pendidikan lingkungan dan pemberdayaan berbasis komunitas. Kata Kunci: Edukasi Lingkungan. daur ulang. stik es krim. kerajinan fungsional dan PENDAHULUAN Pendahuluan limbah padat yang Masalah limbah rumah tangga dan limbah berkembang menjadi tantangan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik lingkungan yang semakin kompleks jumlah penduduk, urbanisasi, dan aktivitas ekonomi (Srivastava, 2. Limbah padat menjadi salah satu menGampongk ditangani, termasuk di wilayah peGampongan sampah yang optimal. Pengelolaan yang kurang efektif terhadap menyebabkan pencemaran tanah dan air, tetapi juga berdampak pada menurunkan kualitas lingkungan (Shashank H M, et,al 2. Salah satu jenis limbah yang sering diabaikan adalah limbah kayu kecil seperti stik es krim. Kayu stik es krim memiliki potensi besar menjadi produk bernilai guna dan Dengan pendekatan kreatif dan edukatif, limbah tersebut dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga mampu menumbuhkan pentingnya daur ulang serta peningkatan keterampilan lokal (Suprianingsih Hardianti et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, lingkungan merupakan salah satu pembentuk karakter dan keterampilan anak Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. sehingga lingkungan dapat menjadi menanamkan nilai-nilai kreativitas, kemandirian melalui pemanfaatan limbah (PapavasiNleiNou et al. , 2. Gampong Cot Gud sebagai salah satu Gampong di Aceh Besar yang memiliki komunitas masyarakat anak-anak Gampong, menjadi lokasi yang potensial untuk penerapan program pemberdayaan berbasis pengolahan Namun, pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah menjadi produk fungsional dan edukatif masih menjadi kendala utama. Pemanfaatan limbah stik es krim menjadi kerajinan tangan tidak pengurangan sampah, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak. Aktivitas ini mendorong anak untuk berpikir motorik halus (Megasari et al. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi anak di lingkungan Gampong Cot Gud, dalam mengolah limbah stik es krim menjadi produk kerajinan yang fungsional dan edukatif. METODE PELAKSANAAN Pada pengabdian metode yang dilakukan adalah dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Melatih anak-anak untuk dapat membuat produk fungsional dengan menggunakan limbah kayu stik es krim yang biasa mereka Adapun pengabdian terdiri dari: Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. pentingnya mendaur ulang. Demonstrasi Pembuatan Produk Tahap Persiapan A A A Identifikasi Peserta: Anak-anak usia 7Ae12 tahun di lingkungan Gampong Sosialisasi Awal: Pengantar lingkungan, dan pentingnya daur Disampaikan interaktif dengan media visual Pengumpulan Bahan: Anak-anak diminta mengumpulkan stik es krim bekas konsumsi selama beberapa hari sebelum pelatihan sebagai bagian dari pembiasaan memilah sampah. Tahap Pelaksanaan Pelatihan Pengenalan Lingkungan A Edukasi Materi disampaikan dalam bentuk cerita bergambar atau Diskusi ringan Fasilitator menunjukkan cara membuat beberapa contoh produk fungsional seperti: o Tempat pensil o Tempat Tissue o Tempat HP atau dudukan kartu nama A Penggunaan sederhana dan aman: lem tembak anak dan gunting Praktik Mandiri A Anak-anak dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok memilih satu produk yang ingin A Fasilitator arahan dan memantau keamanan. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Gambar 1. Fasilitator mendampingi proses pembuatan kerajinan dari stik es krim Tahap Evaluasi dan Apresiasi Presentasi Karya: Setiap kelompok menjelaskan produk yang dibuat dan fungsinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan berisi hasil-hasil Masyarakat dan pembahasannya. Tuliskan temuan-temuan diperoleh dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dan harus ditunjang oleh data-data yang Hasil-hasil pengabdian Masyarakat dan temuan harus bisa hipotesis pengabdian Masyarakat di bagian pendahuluan. Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan di Gampong Cot Gud berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari anak-anak. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi pembuatan kerajinan dari stik es krim bekas, hingga presentasi karya. Antusiasme dan Partisipasi Peserta Sebanyak 20 peserta dari kalangan anak-anak pelatihan secara aktif. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi, mulai dari pengumpulan stik es krim bekas hingga proses perakitan dan Hal menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dalam edukasi lingkungan mampu meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kegiatan pelestarian lingkungan (Yuningsih & Jaizul, 2. Jenis Produk yang Dihasilkan Berbagai fungsional berhasil dibuat oleh peserta, antara lain: Tempat pensil dan alat tulis, kotak serbaguna, tempat tissu, dudukan ponsel. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Produk-produk ini tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. dilakukan secara bebas dan kreatif oleh peserta. Gambar 2. Kerajinan produk fungsional yang dihasilkan anak-anak Gampong Dampak Edukatif Lingkungan Melalui kegiatan ini, peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan potensi ekonomis dari limbah rumah tangga. Mereka juga menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya, serta mulai terbiasa memilah dan menyimpan limbah stik kayu untuk didaur Ini merupakan langkah awal yang penting dalam membentuk perilaku ramah lingkungan sejak dini (Budiarti & Wardana, 2. Kegiatan menciptakan barang fungsional dari sampah seperti stik es krim merupakan salah satu pendekatan kreatif dalam pembelajaran anak yang memiliki dampak luas, baik secara akademis maupun sosial. Memberikan kebebasan kepada kreativitas mereka melalui bahan daur ulang tidak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga kecakapan hidup anak sejak dini (Ardiyanti et al. , 2. Secara akademis, aktivitas ini merangsang kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan Anak-anak mengenali bentuk, warna, pola, matematika dasar dan pemahaman ilmiah tentang lingkungan. Melalui eksplorasi dalam mendekorasi dan menyusun bahan bekas, anak juga meningkatkan daya konsentrasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik koordinasi motorik halus Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. penting dalam proses belajar formal (Fadlilah & Muqowim, 2. Gambar 3. Anak-anak sedang menghitung jumlah stik es krim yang diperlukan untuk membuat tempat peralatan tulis Di sisi lain, dari perspektif sosial, kegiatan ini memperkuat nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan kesadaran lingkungan. Dalam kerja kelompok, anak-anak belajar berbagi, berdiskusi, dan saling menghargai ide satu sama lain. Mereka juga mulai memahami bahwa tindakan kecil seperti mendaur ulang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kebebasan diberikan selama kegiatan membuat meningkatkan rasa percaya diri, dalam bertindak dan berkreasi (Sawitri et al. , 2. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran berbasis kreativitas dalam memanfaatkan sampah tidak hanya mendidik anak untuk menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga peduli secara sosial. Ini berkelanjutan, yang membekali pengetahuan, tetapi juga dengan sikap dan nilai hidup yang positif. Evaluasi Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta merasa senang dan ingin mengikuti kembali kegiatan serupa. Orang tua juga memberikan tanggapan positif, karena kegiatan ini dinilai mampu mengisi waktu luang anak-anak dengan aktivitas yang bermanfaat dan mendidik. Kegiatan bahwa limbah sederhana seperti stik es krim dapat dioptimalkan menjadi media edukasi dan pemberdayaan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dalam Gampong, pemanfaatan limbah yang mudah dijumpai menjadi membangun kesadaran lingkungan berbasis lokal. Pelibatan anak-anak sebagai sasaran utama juga tepat, karena mereka merupakan agen perubahan masa depan yang dapat nilai-nilai lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari. Metode praktik terbukti efektif dalam mentransfer keterampilan teknis kepedulian ekologis. Selain itu, potensi pengembangan produk ke arah ekonomi kreatif skala kecil juga terbuka lebar, apabila kegiatan berkelanjutan dan dibina lebih lanjut oleh komunitas atau lembaga PENUTUP Kegiatan pemanfaatan stik es krim di Gampong Cot Gud memberikan dampak positif secara edukatif, sosial, dan lingkungan. Anak-anak yang terlibat menjadi lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, mampu mengembangkan membuat produk kerajinan. Tingkat pengetahuan dan keterampilan anak-anak Cot Gud Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. pembuatan barang fungsional dari stik kayu es krim juga cukup baik, anak-anak membuat kerajinan seperti tempat pensil, tempat tissue, kotak serba Pendekatan lingkungan tidak harus rumit. cukup dengan bahan sederhana dan metode menyenangkan, nilai-nilai ditanamkan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ke arah ekonomi kreatif lokal jika Oleh karena itu, pelibatan anak dalam kegiatan daur ulang berbasis praktik adalah strategi efektif dalam membangun DAFTAR PUSTAKA