ISSN: 2798-7345 . ISSN: 2830-2648 . Vol . No . Hal . JOURNAL OF EDUCATION AND SPORT SCIENCE (JESS) http://publikasiilmiah. id/index. php/JESS Profiling Nordic Hamstring pada Atlet Handball Profiling of Nordic Hamstring in Handball Athletes Jagat Shine Muarif1. Abdul Aziz Hakim2. Achmad Widodo3. Awang Firmansyah4 Universitas Negeri Surabaya. Jl. Lidah Wetan Kec. Lakarsantri. Surabaya 60213. Indonesia 20005@mhs. id, 2abdulaziz@unesa. id, 3achmadwidodo@unesa. awangfirmansya@unesa. Info Artikel Diterima 1 April 2024 Revisi 15 Mei 2024 Diterbitkan 2 Juli 2024 Korespondensi* Nama Jagat Shine Muarif Afiliasi Universitas Negeri Surabaya Abstrak Di Indonesia, handball merupakan olahraga kompetitif yang sangat populer saat ini. Olahraga handball dikategorikan sebagai olahraga yang memiliki risiko cedera yang tinggi dan permainannya memerlukan kombinasi kecepatan, kekuatan, daya tahan, ketangkasan, dan persiapan mental, serta ditandai dengan aktivitas intensitas tinggi dan kontak fisik antar atlet. Faktor risiko cedera yang terjadi pada atlet handball ini dikarenakan kekuatan otot yang rendah, teknik yang salah, kurangnya fleksibilitas, dan rehabilitasi cedera yang tidak memadai. Pencegahan cedera pada atlet handball penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya cedera. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif, pemilihan subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa atlet handball yang mempunyai kekuatan otot hamstring dengan kategori baik . , kurang . , dan buruk . Sehingga penelitian ini menunjukan bahwa otot hamstring pada atlet handball kota Surabaya memiliki kekuatan dan imbalance yang berbeda-beda. Kata Kunci: profile, nordic hamstring, bola tangan Abstract In Indonesia, handball is a competitive sport that is very popular today. Handball is categorized as a sport that has a high risk of injury and the game requires a combination of speed, strength, endurance, agility, and mental preparation, and is characterized by high-intensity activity and physical contact between athletes. The risk factors for injury that occur in handball athletes are low muscle strength, incorrect technique, lack of flexibility, and inadequate injury rehabilitation. Injury prevention in handball athletes is important to minimize the occurrence of injuries. This research uses descriptive research with quantitative methods, subject selection is selected based on inclusion and exclusion The results of this study revealed that handball athletes had hamstring muscle strength in the categories of good . , poor . , and very poor . So this research shows that the hamstring muscles in handball athletes in the city of Surabaya have different strengths and Kata kunci: Profiling. Nordic Hamstring. Handball Copyright A 2024 Author. Journal of Education and Sport Scrince Vol . No . Profiling Nordic Hamstring Pada Atlet Handball Jagat Shine Muarif1. Abdul Aziz Hakim2. Achmad Widodo3. Awang Firmansyah4 PENDAHULUAN (Introductio. Handball merupakan olahraga kompetitif yang sangat populer saat ini dan sudah cukup populer di Indonesia dan dimainkan di beberapa kompetisi mulai dari level daerah hingga Tujuan permainan handball yaitu menyerang ke arah lawan dengan memasukkan bola ke dalam gawang yang dijaga oleh penjaga gawang, bila bola masuk maka memperoleh nilai 1 poin. Bola dapat dipindah dengan tangan atau melakukan giringan ke dalam area lawan untuk menggunakan satu atau dua tangan (Hermansah, 2. Handball dikategorikan olahraga yang memiliki risiko cedera yang tinggi terutama pada ekstremitas bawah (Achenbach et al. , 2. Karena permainannya memerlukan kombinasi kecepatan, kekuatan, daya tahan, ketangkasan, serta persiapan mental, ditandai dengan aktivitas intensitas tinggi dan kontak fisik antar pemain (Fieseler et al. , 2. Pada atlet bola tangan liga Islandia sebagian besar mengalami cedera pada ekstremitas bawah yaitu lutut . %), dan ankle . %) (Rafnsson et , 2. Angka kejadian cedera ekstremitas bawah pada aktivitas olahraga global mencapai 40-60%, dimana 16% diantaranya menyebabkan cedera ligamen ACL (Morato et al. , 2. Penyebab terjadinya cedera bagian ekstremitas bawah pada atlet handball dikarenakan adanya ketidakstabilan pada saat body contact di udara dan pendaratan yang tidak sempurna(Luig et al. , 2. Selain itu, kekuatan otot yang rendah, teknik yang salah, kurangnya fleksibilitas, dan rehabilitasi cedera yang tidak memadai juga dianggap sebagai faktor risiko cedera (Fredriksen et al. , 2. Kekuatan otot hamstring seorang atlet merupakan komponen penting dari kemampuan fungsional yang memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja gerak ekstremitas bawah (Ardern et al. , 2. Otot hamstring berperan penting dalam kestabilan sendi lutut, yang secara tidak langsung mempengaruhi kualitas kelincahan gerak seperti akselerasi, deselerasi, perubahan arah, dan pemotongan. Kekuatan hamstring yang rendah akan mengakibatkan besarnya risiko terkena cedera ACL non kontak (Jones et al. , 2. Peningkatan kekuatan otot hamstring penting dalam menunjang akselerasi dan kecepatan seperti melompat dan merubah arah (Sunaryo, 2. Sehingga, penting bagi atlet dan pelatih untuk mengetahui data kekuatan otot hamstring dan normatif kekuatan otot hamstring (Risberg et al. , 2. agar dapat melihat ketidakseimbangan otot sebagai pencegahan cedera. Terdapat beberapa potensi risiko cedera yang dapat memicu cedera pada otot hamstring, salah satunya yaitu riwayat cedera, muscle imbalance dan fleksibilitas pada otot (Opar et al. Ketidakseimbangan kekuatan otot pada atlet atau disebut juga dengan muscle imbalance juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya cedera. Muscle imbalance menyebabkan distribusi energi yang diterima tubuh tidak terdistribusi secara merata. Dalam muscle imbalance terdapat bagian kuat dan bagian lemah, pada bagian yang kuat kemungkinan besar diakibatkan oleh penggunaan beban secara berlebihan secara terus-menerus atau memiliki cedera kronis (Zein & Sudarko, 2. Penilaian kekuatan otot hamstring eksentrik dengan knee flexor yang sering digunakan untuk mengetahui imbalance yaitu dilakukan dengan menggunakan tes nordic hamstring (Van Dyk et al. , 2. Pengujian kekuatan hamstring eksentrik diperlukan untuk menilai kekuatan maksimal dan ketidakseimbangan (Opar et al. , 2. Penilaian kekuatan eksentrik dianggap lebih layak dibandingkan dengan pengujian isokinetic (Chavarro-Nieto et , 2. Beberapa instrumen tersedia untuk menilai kekuatan otot hamstring, salah satunya yaitu dengan menggunakan nordic hamstring test (Timmins, 2016 . Opar. , 2. Pencegahan cedera pada atlet handball penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya cedera pada saat pertandingan maupun pelatihan dan cedera yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan cedera yang berulang atau cedera yang lebih serius (Festiawan, 2. Saat ini, masih belum ada penelitian yang mengetahui secara spesifik penilaian kekuatan dan imbalance otot hamstring pada atlet handball. Data yang dikumpulkan akan menambah literatur tentang mengenai cabang olahraga handball dan peneliti mempunyai harapan untuk membantu atlet dan pelatih meminimalisir risiko cedera. Journal of Education and Sport Scrince Vol . No . Profiling Nordic Hamstring Pada Atlet Handball Jagat Shine Muarif1. Abdul Aziz Hakim2. Achmad Widodo3. Awang Firmansyah4 METODE (The Metho. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan emnganalisis profil kekuatan otot hamstring atlet handball Kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini merupakan atlet putra handball Kota Surabaya yang berjumlah 14 atlet, dengan kriteria inklusi yaitu atlet yang berusia 18-23 tahun, dan memiliki pengalaman bertanding di tingkat daerah, dan kriteria ekslusi yaitu atlet yang mengalami cedera pada ekstrimitas bawah. Penelitian ini dilakukan di laboratorium sport science kineticx dengan melakukan instrumen penelitian menggunakan tes nordic hamstring menggunakan alat nordbord. Selain itu menganalisis kekuatan dari setaip atlet dengan menggunakan rumus nordic hamstring N = weight y 4 26 (Buchheit et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN (The Results of Stud. Tabel 3. 1 Hasil Tes Nordic Hamstring Atlet Handball L Force (N) R Force (N) Max Imbalance MDS RMP MDN MZA JME GDP MAR ARP RAR Mean N (Newto. SD (Standar Devias. -0,1 -7,8 -7,6 -13,9 -25,2 -13,0 Nama Atlet Weight Eccentric Strength (N=weight x 4 Kategori Baik Baik Kurang Buruk Buruk Kurang Buruk Kurang Buruk Baik Baik Baik Baik Baik Dari tabel 3. 1 diketahui Tingkat kekuatan otot hamstring atlet handball Kota Surabaya memiliki rata-rata 298,0 N untuk otot hamstring kiri, dan 308,1 N untuk otot hamstring kanan. Sedangkan rata-rata imbalance otot hamstring yaitu 10. Dalam hal ini rata-rata imbalance pada atlet handball Kota Surabaya dapat dikatakan baik dikarenakan berada masih di angka Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan imbalance otot hamstring secaca spesifik. Otot hamstring berperan penting dalam performa aktivitas aktivitas sehari-hari seperti gerakan tubuh terkontrol, berjalan, dan melompat (Ragia & Saleh, 2. Seperti halnya olahraga handball, dalam permainannya melibatkan gerakan berlari, melompat dan kontak Sehingga sangat besar kemungkinan terjadinya cedera pada atlet apabila memiliki kemampuan fisik yang lemah. otot yang tidak terlatih akan mengecil dan melemah, maka dari itu diperlukan latihan untuk menambah massa otot. Otot hamstring dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode latihan, dan salah satu metode latihan yang paling signifikan yaitu dengan menggunakan metode latihan nordic hamstring (Aktu et al. , 2. Selain kekuatan otot, imbalance otot juga merupakan salah satu faktor terjadinya Menurut (Silvers-Granelli et al. , 2. muscle imbalance pada seseorang dikatakan baik apabila memiliki defisit imbalance kurang dari 10%-15%. Berdasarkan hasil analisis Journal of Education and Sport Scrince Vol . No . Profiling Nordic Hamstring Pada Atlet Handball Jagat Shine Muarif1. Abdul Aziz Hakim2. Achmad Widodo3. Awang Firmansyah4 terdapat 4 atlet handball putra Surabaya yang memiliki defisit imbalance diatas 10%. Salah satu faktor resiko terjadinya cedera hamstring strain yaitu ketidakseimbangan otot, ketidakseimbangan otot yang terjadi dapat menimbulkan gangguan fungsional dan rasa nyeri, meskipun kejadiannya tidak disebabkan oleh suatu mekanisme trauma, sebagai salah satu contoh terjadinya cedera lutut dikarenakan adanya ketidakseimbangan pada otot hamstring. Hasil tes atlet putra handball Kota Surabaya menunjukkan terdapat atlet dalam kategori baik sebanyak 7 atlet, kategori kurang sebanyak 3 atlet, dan kategori buruk sebanyak 4 atlet. Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot hamstring pada atlet handball Kota Surabaya masih dikatakan lemah dikarenakan setengah dari seluruh jumlah atlet masih dibawah rata rata. sehingga besar kemungkinan para atlet akan sering mengalami cedera hamstring atau pada ekstremitas bawah lainnya. Hal ini sejalan dengan pernyataan (Liu et al. , 2. bahwa penyebab terjadinya cedera hamstring salah satunya dikarenakan kekuatan otot yang lemah. Hal ini terjadi karena kurangnya latihan penguatan pada otot hamstring atau karena Latihan yang tidak proporsional, padahal otot hamstring sangat penting dalam menjaga keseimbangan otot hamstring dan quadriceps . SIMPULAN (Conclusio. Berdasarkan penelitian ini diperoleh performa yang dihasilkan oleh otot hamstring dengan menggunakan metode tes nordic hamstring. Penelitian ini menunjukkan bahwa atlet handball Kota Surabaya memiliki kekuatan otot hamstring yang berbeda-beda, serta terdapat atlet yang masih memiliki masalah ketidakseimbangan otot antara tungkai kanan dan tungkai kiri. Terdapat juga beberapa atlet yang memiliki kekuatan otot yang masih dibawah rata-rata berdasarkan berat badan dari setiap atlet. Bagi atlet yang memiliki kekuatan otot hamstring dibawah nilai minimal yang telah ditentukan disarankan untuk meningkatkan kekuatan. Pada penelitian berikutnya disarankan untuk menambah subjek oenelitian dan analisis profiling pada atlet wanita. DAFTAR RUJUKAN (Bibliograph. Achenbach. Krutsch. Weber. Nerlich. Luig. Loose. Angele. , & Krutsch, . Neuromuscular exercises prevent severe knee injury in adolescent team handball players. Knee Surgery. Sports Traumatology. Arthroscopy, 26. , 1901Ae1908. https://doi. org/10. 1007/s00167-017-4758-5 Aktu. Ylmaz. , bi. Aka. Akaryeme. , & Sykmen. The Effect of 8-Week Nordic Hamstring Exercise on Hamstring Quadriceps Ratio and Hamstring Muscle Strength. World Journal Education, 8. , https://doi. org/10. 5430/wje. Ardern. Pizzari. Wollin. , & Webster. Hamstrings Strength Imbalance in Professional Football (Socce. Players in Australia. Journal of Strength Conditioning Research, 29. , 997Ae1002. https://doi. org/10. 1519/JSC. Buchheit. Cholley. Nagel. , & Poulos. The Effect of Body Mass on Eccentric Knee-Flexor Strength Assessed With an Instrumented Nordic Hamstring Device (Nordbor. in Football Players. International Journal of Sports Physiology and Performance, 11. , 721Ae726. https://doi. org/10. 1123/ijspp. Chavarro-Nieto. Beaven. Gill. , & Hybert-Losier. Reliability of Repeated Nordic Hamstring Strength in Rugby Players Using a Load Cell Device. Sensors, 22. , 9756. https://doi. org/10. 3390/s22249756 Festiawan. Terapi dan Rehabilitasi Cedera Olahraga [Preprin. Open Science Framework. https://doi. org/10. 31219/osf. io/gzcr3 Journal of Education and Sport Scrince Vol . No . Profiling Nordic Hamstring Pada Atlet Handball Jagat Shine Muarif1. Abdul Aziz Hakim2. Achmad Widodo3. Awang Firmansyah4 Fieseler. Hermassi. Hoffmeyer. Schulze. Irlenbusch. Bartels. Delank. Laudner. , & Schwesig. Differences in anthropometric characteristics in relation to throwing velocity and competitive level in professional male team handball: A tool for talent profiling. The Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 57. Ae. https://doi. org/10. 23736/S0022-4707. Fredriksen. Cools. Bahr. , & Myklebust. Does an effective shoulder injury prevention program affect risk factors in handball? A randomized controlled study. Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports, 30. , 1423Ae1433. https://doi. org/10. 1111/sms. Hermansah. MODIFIKASI PERMAINAN BOLA TANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DALAM PEMBELAJARAN BOLA TANGAN MAHASISWA. Jones. Thomas. DosAoSantos. McMahon. , & Graham-Smith. The Role of Eccentric Strength in 180A Turns in Female Soccer Players. Sports, 5. , 42. https://doi. org/10. 3390/sports5020042 Liu. Garrett. Moorman. , & Yu. Injury rate, mechanism, and risk factors of hamstring strain injuries in sports: A review of the literature. Journal of Sport and Health Science, 1. , 92Ae101. https://doi. org/10. 1016/j. Luig. Krutsch. Henke. Klein. Bloch. Platen. , & Achenbach. Contact Ai but not foul play Ai dominates injury mechanisms in menAos professional handball: A video match analysis of 580 injuries. British Journal of Sports Medicine, 54. , 984Ae990. https://doi. org/10. 1136/bjsports-2018-100250 Morato. Paramartha. , & Wahyuni. Physiotherapy rehabilitation management on phase i of post-operative anterior cruciate ligament reconstruction with partial lateral meniscectomy: A case report. Kinesiology and Physiotherapy Comprehensive, 2. , 9Ae19. https://doi. org/10. 62004/kpc. Muhammad Heru. Bachtiar, & Wening Nugraheni. Evaluasi Perkembangan Prestasi Bola Tangan Kota Sukabumi Di Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat Tahun 2018. Jurnal Syntax Transformation, 1. , 641Ae648. https://doi. org/10. 46799/jst. Opar. Piatkowski. Williams. , & Shield. A Novel Device Using the Nordic Hamstring Exercise to Assess Eccentric Knee Flexor Strength: A Reliability and Retrospective Injury Study. Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy, 43. , 636Ae640. https://doi. org/10. 2519/jospt. Opar. Williams. , & Shield. Hamstring Strain Injuries: Factors that Lead to Injury and Re-Injury. Sports Medicine, 42. , 209Ae226. https://doi. org/10. 2165/11594800-000000000-00000 Rafnsson. Valdimarsson, yn. Sveinsson. , & yArnason, yA. Injury Pattern in Icelandic Elite Male Handball Players. Clinical Journal of Sport Medicine, 29. , 232Ae https://doi. org/10. 1097/JSM. Ragia. , & Saleh. Sh. Immediate Effect of Neurodynamic Tensioner Versus Proprioceptive Neuromuscular Facilitation Stretch on Subjects with Short Hamstring Syndrome. The Medical Journal of Cairo University, 89. , 627Ae634. https://doi. org/10. 21608/mjcu. Risberg. Steffen. Nilstad. Myklebust. Kristianslund. Moltubakk. & Krosshaug. Normative Quadriceps and Hamstring Muscle Strength Values for Female. Healthy. Elite Handball and Football Players. Journal of Strength and Conditioning Research, 32. , 2314Ae2323. https://doi. org/10. 1519/JSC. Siahaan. Perbedaan Hasil Belajar Kemampuan Gerak Dasar Melempar dan Koordinasi Kelincahan melalui Pembelajaran Bola Tangan. Sunaryo. Pengaruh Latihan Agility Hurdle Drill dan Agility Ladder Drill Terhadap Journal of Education and Sport Scrince Vol . No . Profiling Nordic Hamstring Pada Atlet Handball Jagat Shine Muarif1. Abdul Aziz Hakim2. Achmad Widodo3. Awang Firmansyah4 Kelincahan Teknik Dribbling Pemin Sepk Bola Wanita Pelajar usia Muda. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Jasmani, 4(Vol. 4 No. : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Jasman. Timmins. Bourne. Shield. Williams. Lorenzen. , & Opar. Short biceps femoris fascicles and eccentric knee flexor weakness increase the risk of hamstring injury in elite football . : A prospective cohort study. British Journal of Sports Medicine, 50. , 1524Ae1535. https://doi. org/10. 1136/bjsports-2015095362 Van Dyk. Behan. , & Whiteley. Including the Nordic hamstring exercise in injury prevention programmes halves the rate of hamstring injuries: A systematic review and meta-analysis of 8459 athletes. British Journal of Sports Medicine, 53. , 1362Ae1370. https://doi. org/10. 1136/bjsports-2018-100045 Zein. , & Sudarko. Penilaian Muscle Imbalance dengan metode Functional Movement Screen pada atlet baseball sub-elite Indonesia. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestas. , 15. , 83Ae87. https://doi. org/10. 21831/jorpres.