PENGARUH PEMBERIAN VIDEO ANIMASI TENTANG PERAWATAN GIGI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP. DAN PERILAKU PERAWATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH Dewi Otavia Sari*1 Universitas Islam Sultan Agung Semarang Sarjana Keperawatan dewiotavia241@gmail. Kurnia Wijayanti*2 Universitas Islam Sultan Agung Semarang Sarjana Keperawatan Kurnia@unissula. Nopi Nur Khasanah*3 Universitas Islam Sultan Agung Semarang Sarjana Keperawatan Nopi. khasanah@unissula. *Corresponding author ABSTRAK Latar Belakang: Riset kesehatan dasar di Indonesia menemukan bahwa 57,6% penduduk memiliki masalah gigi, selain itu ada proporsi gigi berlubang atau karies sebesar 45,5% di seluruh Indonesia dan 43,4% di Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian video animasi tentang perawatan gigi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah di SDN Karangwono 02. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen rancangan penelitian ini menggunakan one group pre-test design pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 58 orang dengan Teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Dari hasil uji yang dilakukan pada 58 responden menunjukkan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi disbanding Perempuan karakteristik responden penelitian ini Sebagian besar laki-laki . ,7%), dengan usia dominan anak-anak berusia Sembilan hingga sepuluh tahun . ,5%) dan Sebagian besar dari kels IV . ,5%). Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup . ,4%), tetapi setelah pemutaran video animasi, pengetahuan mereka meningkat signifikan ke kategori baik. Sikap responden yang awalnya negative juga berubah menjadi positif setelah intervensi. Drlsin itu, perilaku reponden yang sebelumnya berada pada kategori cukup . ,1%) meningkat signifikan ke kategori positif . ,1%), uji Wilcoxon pre dan post menunjukkan hasil p 0,00<0,05. Simpulan : Ada pengaruh antara hasil pre test dan post test pengaruh pemberian video animasi tentang perawatan gigi terhadap pengetahuan , sikap, dan perilaku perawatan Kata Kunci : Pengetahuan. Sikap. Perilaku. Perawatan Gigi ABSTRACT ISSN : 2502-1524 Page | 170 Dewi Otavia Sari dkk: Pengaruh Pemberian Video Animasi Tentang Perawatan Gigi Terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Perawatan Gigi pada Anak Usia Sekolah Background: Basic Health Research in Indonesia found that 57. 6% of the population has dental problems. In addition, there is a proportion of cavities or caries of 45,5% throughout Indonesia and 43,4% In Central Java. The purpose of this study was to determine the effect of providing animated videos about dental care on knowledge, attitudes, and behavior of dental care in school-age children at SDN Karangwono 02. Method: This study is a type of quantitative research with a pre-experimental approach. Tis research design uses a one group pre-test design. Data collection was carried out using a questionnaire. The number of respondents was 58 people with a total sampling The data obtained were processed statistically using the wilxocon test. Results: From the results of the test conducted on 58 resondents, it showed that male gender was higher than female characteristics of the respondents in this study most were male . ,7%), with the dominant age of children aged nine to ten years . ,5%) and most of the IV class . ,5%). Before the intervention, the majority of respondents had sufficient knowledge. ,4%), but after playing the animated video, their knowledge increased significantly to the good caregory, the respondents attitudes that were initially negative also changed to positive after the intervention, srisin, the respondents behavior that was previously in the sufficient category . ,1%) increased significantly to the positive category . ,1%), the Wilcoxon pre and post tests showed p 0,00 <0,05. Conclusion: There is an influence between the results of the pre-test and post-test on the effect of giving animated videos about dental care on knowledge, attitudes, and behavior of dental care. Keywords: Knowledge. Attitide. Behavior. Dental Care PENDAULUAN Kesehatan dasar di Indonesia menemukan bahwa penduduk memiliki permasalahan pada gigi sebesar 57,6%. Pada penderita gigi berlubang atau karies di seluruh Indonesia sebesar 45,5% dan 43,4% di Jawa Tengah yang mayoritas masalah kesehatan gigi muncul pada anak-anak usia 5-9 tahun, dengan 53,51% mengalami masalah gigi rusak, berlubang, atau sakit. Tujuan dari riset ini yaitu untuk menilik pengaruh dari diberikannya video animasi berkenaan dengan perawatan gigi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah di SDN Karangwono 02. Empat faktor yang berpengaruh terhadap status berdasarkan teori blum meliputi keturunan, lingkungan, perilaku, dan Perilaku memainkan peran dalam memengaruhi standar kesehatan gigi (Ariyanto, 2. ISSN : 2502-1524 Menurut penelitian (Dwi et al. , 2. anak-anak usia 8 hingga 11 tahun mengalami perkembangan kognitif dan sosialisasi yang cepat. Oleh karena itu, kelompok usia ini sangat cocok untuk intervensi pendidikan dan kesehatan. Kurniawati et al. melakukan penelitian serupa pada anak-anak usia sekolah dasar dan menemukan bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan seperti gangguan konsentrasi dan obesitas, serta gigi berlubang, yang perlu diperhatikan khususnya dari orang tua dan guru. Penelitian yang dilakukan oleh (Ramadhani & Sosiawan, 2. mengungkapkan bahwa promosi atau sosialisasi kesehatan melalui media video animasi dapat meningkatkan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut di lingkungan anak sekolah dasar, meskipun tidak ada perbedaan spesifik Page | 171 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :170 - 181 berdasarkan tingkat kelas. (Wahyuni et , 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam riset ini yaitu kuantitatif dan pendekatan pre One group pretest-posttest design digunakan sebagai rancangan pada penelitian ini. Peneliti memberikan intervensi kelompok yang dimulai melalui test . terlebih dahulu selanjutnya setelah diberikan intervensi diukur kembali melalui posttest. Pada penelitian ini, metode pengumpulan data digunakan yaitu observasi dan Penelitian ini menerapkan menghasilkan 58 responden dari kelompok intervensi untuk pengujian mencukup dan memenuhi jumlah sampel minimal yang diperlukan. Analisis univariat dalam riset ini digunakan agar dapat mengetahui dampak dari diberikannya audiovisual animasi mengenai perawatan gigi terhadap pemahaman sikap serta aktivitas pemeliharaan gigi pada anak usia sekolah. Untuk melakukan uji hipotesis dan analisis variabel bebas yang kemungkinan memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Analisis bivariat dengan menggunakan uji HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3. 1 Analisis Bivariat Berdasarkan pada tabel 3. 1, hasil pre-test menunjukkan bahwa kategori pengetahuan responden yang tertinggi sebelum diberikan video adalah cukup, dengan jumlah 40 responden, sementara yang terendah adalah kategori kurang. Setelah diberikan video . ost-tes. , kategori pengetahuan tertinggi adalah baik, dengan 51 responden. Untuk sikap, . re-tes. , menunjukkan kategori negatif tertinggi sebanyak 31 responden, sedangkan setelah video . ost-tes. , kategori positif tertinggi sebanyak 58 responden. Dalam hal perilaku, sebelum video . re-tes. , kategori cukup tertinggi adalah 31 responden, sementara setelah video . ost-tes. , kategori baik mencapai 43 responden atau 74,1%. Tabel 3. 2 Analisis Bivariat ISSN : 2502-1524 Page | 172 Dewi Otavia Sari dkk: Pengaruh Pemberian Video Animasi Tentang Perawatan Gigi Terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Perawatan Gigi pada Anak Usia Sekolah Berdasarkan tabel 3. Hasil pemberian video animasi mengenai perawatan gigi memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman, sikap, serta aktivitas perawatan gigi pada anak usia sekolah, nilai signifikansi sebesar 0,000 . i bawah 0,. Artinya hipotesis (H. menyatakan terdapat pengaruh yang berarti setelah diberikan video animasi dibandingkan sebelum pemberian video animasi tersebut. Tujuan penelitian ini berguna untuk melihat suatu pengaruh pemberian video animasi tentang perawatan gigi terhadap pemahaman, sikap, dan aktivitas pemeliharaan gigi pada anak usia sekolah. Hasil penelitian ini dibahas sebagaimana berikut: Umur Rentang usia 8-11 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan anak sekolah dasar, yang ditandai kognitif, sosial, dan emosional. Piaget menyatakan bahwa anak-anak pada rentang usia tersebut berada dalam fase operasional faktual, di mana mulai memahami konsep logis serta hubungan sebab-akibat dengan lebih baik. Pada tahap ini, anak-anak mulai berpikir lebih logis dan terstruktur mengenai objek nyata dan kejadian yang dapat diamati, serta mulai memahami konsep sebab-akibat dan kemampuan untuk memprediksi dampak dari tindakan mereka (Marinda, 2. Jenis kelamin Hasil riset ini menyatakan bahwa responden laki-laki sedikit lebih banyak daripada perempuan. Dari total 58 responden, terdapat 30 anak laki-laki . ,7%) dan 28 anak perempuan ISSN : 2502-1524 . ,3%). Temuan ini selaras dengan riset dari (Sapthania et al. , 2. , yang juga mencatat anak laki-laki lebih banyak terlibat dalam penelitian pada usia sekolah dasar. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan pandangan orang tua dalam memberikan izin bagi anak laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam penelitian atau kegiatan di luar sekolah. Distribusi berdasarkan kelas Hasil penelitian yang melibatkan 58 responden anak usia sekolah dari kelas i. IV, dan V di SDN Karangwono 02 menunjukkan distribusi yang terdiri dari 19 anak . ,8%) di kelas i, 20 anak . ,5%) di kelas IV, dan 19 anak . ,8%) di kelas V. Sebaran responden ini relatif seimbang di setiap kelas, dengan kelas IV sedikit lebih banyak. Kondisi ini mencerminkan distribusi populasi siswa di jenjang pendidikan dasar, di mana jumlah siswa per kelas umumnya seimbang. Perbedaan tingkat kelas bisa memengaruhi efektivitas dalam menerima materi edukasi. Siswa di kelas i. IV, dan V memiliki perkembangan kognitif yang berbeda, sehingga respons mereka terhadap media edukasi seperti video animasi mungkin bervariasi. Penelitian oleh (Ramadhani & Sosiawan, 2. mengungkapkan bahwa penggunaan video animasi untuk promosi kesehatan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar, meskipun tidak berdasarkan tingkat kelas (Wahyuni et , 2. Pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian vidio animasi tentang perawatan gigi Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum video animasi diberikan. Page | 173 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :170 - 181 40 anak . ,0%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang perawatan gigi, sementara 5 anak . ,6%) memiliki pengetahuan yang kurang, dan 13 anak . ,4%) memiliki pengetahuan yang Namun, setelah diberikan video animasi, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan anak mengenai perawatan gigi, dengan 7 anak . ,1%) memiliki pengetahuan cukup, dan 51 anak . ,9%) memiliki pengetahuan yang baik. Sehingga penggunaan media visual seperti video animasi dapat berdampak positif terhadap pemahaman, sikap, dan aktivitas anak dalam menjaga kesehatan gigi, terutama pada tingkat awal sekolah dasar. Menurut Bloom, diperoleh melalui proses penginderaan setelah subjek merasakan objek tertentu menggunakan panca indera, terutama Pengetahuan memiliki peran yang krusial dalam membentuk tingkah laku Perilaku yang berlandaskan pemahaman cenderung lebih tahan lama dibandingkan tingkah laku yang tidak didasari oleh pemahaman(Darsini et al. Selaras dengan hasil studi dari Wahyuni et al. , 2024, yang menyatakan hasil uji statistika dimana nilai p 0,000 atau p < 0,005. Artinya ada pengaruh yang berarti dari penyuluhan mengenai kesehatan dengan perantara audiovisual animasi terhadap pemahaman mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas i di SDN Bunulrejo 03, wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep. Kesimpulannya, penggunaan video animasi sebagai alat edukasi dapat meningkatkan pemahaman anakanak tentang perawatan gigi dan mendorong mereka untuk menerapkan praktik kesehatan gigi yang lebih baik. ISSN : 2502-1524 Sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian vidio animasi tentang perawatan gigi Hasil penelitian derdasarkan dari 58 responden yang terlibat, sebagian besar responden menunjukkan sikap negatif, yaitu 31 responden . ,4%), sementara 27 responden . ,6%) menunjukkan sikap positif. Hal ini mengindikasikan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pandangan yang kurang mendukung terhadap topik yang diteliti. Sikap negatif ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya informasi atau pengalaman buruk Sebaliknya, sikap positif sering muncul akibat pemahaman yang baik, pengalaman yang menyenangkan, atau dukungan dari lingkungan sekitar, serta respons positif setelah diberi video animasi. Sikap dapat dipahami sebagai kecenderungan evaluatif yang dimiliki seseorang terhadap objek, orang, atau situasi tertentu, yang bisa bersifat positif atau negatif. Menurut Simbolin . , sikap terdiri dari tiga aspek utama, yaitu kognitif . engetahuan dan afektif . mosi perasaa. , dan konatif . ecenderungan untuk bertinda. Sikap seseorang sering dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, interaksi sosial, norma budaya, serta informasi yang diterima. Perilaku responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian vidio animasi tentang perawatan gigi Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemutaran video edukasi perubahan signifikan dalam perilaku menjaga kesehatan gigi di antara 58 Sebelumnya, 25 responden . ,1%) menunjukkan perilaku yang Page | 174 Dewi Otavia Sari dkk: Pengaruh Pemberian Video Animasi Tentang Perawatan Gigi Terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Perawatan Gigi pada Anak Usia Sekolah kurang baik, 31 responden . ,4%) cukup baik, dan hanya 2 responden . ,4%) yang memiliki perilaku baik. Setelah intervensi, jumlah responden yang berperilaku baik meningkat menjadi 43 . ,1%), sementara yang memiliki perilaku cukup menurun menjadi 15 . ,9%), dan tidak ada lagi responden dengan perilaku kurang baik. Selaras dengan riset dari Tandilangi et al. , menilai efektivitas penuluhan kesehatan gigi melalui penggunaan sarana video animasi kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD Advent 02 Sario Manado. Desain quasi-eksperimental diadopsi untuk penelitian tersebut dengan kelompok kontrol yang tidak setara. , melibatkan 52 siswa berusia 10-12 tahun yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Hasilnya menunjukkan terdapat prubahan kea rah yang lebih positif secara signifikan dalam aktivitas menjaga kesehatan gigi dan mulut pada kelompok yang menerima edukasi menggunakan media animasi kartun, dengan nilai p < 0,05, yang sarana video animasi kartun efektif dalam meningkatkan perilaku preventif dan promotive terhadap kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak. Tujuan utama dari kegiatan penyuluhan kesehatan terhadap gigi dan mulut yaitu untuk menciptakan transformasi aktivitas yang mencakup pengembangan tindakan positif, serta sikap yang mendukung gaya hidup sehat Roosa Fione et al. , 2021. Keberhasilan pendidikan perilaku sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan, terutama jika melibatkan alat bantu yang dapat memaksimalkan keterlibatan berbagai indera. Salah satu ISSN : 2502-1524 metode yang efektif adalah penggunaan audiovisual, yang dianggap menarik Media menyampaikan penjelasan dengan simbol-simbol lucu yang menarik perhatian anak-anak. Animasi kartun penglihatan dan pendengaran, sehingga memperbesar peluang pemahaman pesan yang disampaikan. Mengingat masa anak-anak merupakan fase awal pembentukan perilaku, pendidikan kesehatan gigi pada tahap ini sangat krusial untuk membangun kebiasaan kesehatan yang baik dari dini. Hasil analisi sebelum dan sesudah dilakukan pemberian vidio animasi menggunakan uji Wilcoxson Dikarenakan variabel yang diuji termasuk dalam kategori, uji Wilcoxson digunakan untuk menguji dan hasilnya mengungkapkan nilai p adalah 0,000 (< 0,. , yang mengindikasikan adanya divergensi yang berarti dari kondisi intervensi pemutaran video animasi perawatan gigi. Studi ini selaras dengan penelitian dari Wahyuni et al. yang juga menggunakan metode preeksperimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah 34 siswa kelas i di SDN Bunulrejo 03 yang diambil melalui total Kuesioner digunakan sebagai instrumen untuk mengukur tingkat dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p yaitu 0,000 . < 0,. , yang artinya pendidikan kesehatan melalui video animasi berdampak signifikan terhadap Page | 175 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :170 - 181 peningkatan pemahaman siswa tentang perawatan gigi dan mulut. Penggunaan sarana audiovisual animasi terbukti berpengaruh sebagai alat bantu pembelajaran dalam topik pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, terkhusus bagi anak-anak. Media ini menggabungkan elemen visual dan audio, seperti gambar bergerak dan suara, yang efektif menarik perhatian memahami informasi yang disampaikan Hilman et al. , 2019. Keunggulan lainnya adalah kemampuan media ini untuk diputar berulang kali tanpa menjadikannya praktis dalam langkah Didukung penelitian dari Shofa . , yang menafsirkan bahwa media audio-visual memiliki daya tarik yang kuat dan dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih dalam. Penelitian ini juga selaras dengan hasil studi dari Tandilangi et al. yang menunjukkan bahwa uji statistik memperlihatkan nilai p . pada pendidikan kesehatan gigi dengan sarana audiovisual animasi, baik dari pre-test ke post-test 1, ataupun post-test 1 ke post-test 2, masing-masing nilai p sebesar 0,000 (< 0,. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan gigi dengan sarana audiovisual animasi efektif dalam mengubah tindakan perawatan gigi dan mulut meningkat. Media animasi digunakan untuk pendidikan kesehatan gigi tidak hanya memberikan metode pembelajaran yang efisien dalam tempo yang singkat, tapi juga menunjukkan bahwa informasi yang didapat lewat media video dapat lebih mudah diingat karena melibatkan berbagai indera. Notoatmodjo . menafsirkan bahwa audiovisual adalah ISSN : 2502-1524 menyampaikan informasi kesehatan melalui rangsangan visual dan auditori. Peningkatan pengetahuan peserta didik juga dipengaruhi oleh penggunaan perantara audiovisual animasi yang menggabungkan gambar bergerak dan suara, mempermudah siswa untuk mengingat materi yang disampaikan. Penelitian oleh (Nurhidayat et al. , 2. menyimpulkan bahwa penggunaan media bantu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan mengingat informasi. Media animasi terbukti mampu menarik perhatian, mempengaruhi sikap, dan mengubah perilaku siswa. Penelitian juga menunjukkan bahwa setelah menonton animasi, sikap peserta didik mengalami perbaikan. Azwar bahwa media informasi memainkan peran penting dalam membentuk sikap melalui sugesti yang kuat, yang dapat memengaruhi opini dan perilaku Media animasi kartun menjadi pendidikan kesehatan gigi, terutama bagi anak-anak sekolah dasar, karena mampu menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang menarik dan mudah KESIMPULAN Karakteristik responden dalam studi ini mengungkapkan bahwa sebagian besar berjenis kelamin lakilaki. Kelompok usia yang paling banyak adalah anak-anak yang berusia antara sembilan hingga sepuluh tahun. Mayoritas responden berasal dari kelas IV, yang juga merupakan kelompok Page | 176 Dewi Otavia Sari dkk: Pengaruh Pemberian Video Animasi Tentang Perawatan Gigi Terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Perawatan Gigi pada Anak Usia Sekolah dengan jumlah terbesar dalam penelitian Hasil responden memiliki tingkatpengetahuan audiovisual animasi. Setelah intervensi dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan mayoritas responden menunjukkan peningkatan pengetahuan ke arah positif atau lebih baik. Hal ini mengungkapkan bahwa penggunaan audiovisual animasi sebagai sarana penyuluhan efektif dalam peningkatan pengetahuan peserta didik. Sebelum intervensi, mayoritas responden menunjukkan sikap negatif. Namun, setelah diberi intervensi berupa pemutaran video animasi tentang perawatan gigi, terjadi perubahan yang Sebagian besar responden kemudian menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap perawatan gigi. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki reaksi pada kategori cukup. Setelah intervensi responden menunjukkan perilaku yang lebih baik dan masuk dalam kategori Hasil penelitian mengungkapkan terdapat pengaruh yang berarti dari pemberian video animasi tentang perawatan gigi terhadap pemahaman, sikap, serta aktivitas pemeliharaan kesehatan gigi pada anak usia sekolah, yang ditunjukkan pada nilai p 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap ketiga aspek tersebut. UCAPAN TERIMAKASIH ISSN : 2502-1524 Dalam penyelesaian studi dan penelitian ini, penulis banyak memperoleh bantuan baik arahan, bimbingan, serta doa dari berbagai pihak, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih Bapak Prof. Dr. Gunarto. Selaku Rektor Universitas Islam Sultan Agung. Bapak Dr. Iwan Ardian. SKM. Kep. selaku Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung. Ibu Dr. Ns. Dwi Retno Sulistyaningsih. Kep. Kep. Sp. Kep. Kepala Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung. Ibu Ns. Kurnia Wijayanti. Kep. selaku pembimbing I yang senantiasa memberikan motivasi dan bimbingan kepada penulis Ibu Dr. Ns. Nopi Nur Khasanah. Kep. Kep. Sp. Kep. An. selaku penguji skripsi yang telah penulisan skripsi ini serta untuk menguji skripsi ini. Seluruh Dosen Pengajar dan Staf FIK UNISSUKA yang telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan serta bantuan kepada Bapak Sunarto. Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Karangwono 02 yang sudah memberikan izin penulis untuk dilakukannya penelitian. Terimakasih Untuk Panutanku Ayahanda Suhardi(Al. Beliau sangat berperan penting dalam menyelesaiakn program study penulis. Beliau memang tidak sempat merasakan Pendidikan Page | 177 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :170 - 181 Perkuliahan. Namun beliau mampu mendidik memberikan dukungan hingga penulis mampu menyelesaiakn studinya sampai Sarjana. Spesial Gelar ini buat ayah di Surga. Pintu Surgaku. Ibunda Rumilah. Beliau sangat berperan penting dalam menyelesaikan program study penulis, beliau juga tidak sempat merasakan Pendidikan sampai di bangku Perkuliahan, namun semangat, rasa kasih sayangnya serta sujudnya selalu menjadi doa untuk kesuksesan anak-anaknya. Kepada Saudara Kandung Saya. Rudi Budiono memotivasi saya untuk tetap Berkuliah. Terimakasih sudah menjadi Kakak yang kuat dan sabar, tetap berjuang Bersama menghadapi kerasnya Seluruh keluarga besar penulis dukungan, motivasi, semangat, dan doa kepada penulis. Kepada teman seperjuangan saya yakni Dea Ajeng Nanda Liana Putri. Devy Ika Yuliyanti. Devi Amelia Putri. Terimakasih atas segala bentuk support, canda, tawa dan tangis air mata yang kita lalui Bersama-sama dalam menempuh Pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Kepada seseorang yang tidak bisa saya sebutkan Namanya, yang sudah membersamai penulis dari awal menjadi mahasiswa baru sampai mendapatkan gelar Sarjana Keperawatan, terima kasih telah motivasi dan semangat serta dukungan kepada penulis. ISSN : 2502-1524 Seluruh teman-teman Departemen Keperawatan Anak, terima kasih telah memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis. Teman-teman S1 Keperawatan Angkatan 2021 yang telah berjuang Bersama. Terakhir dan tidak kalah penting, terima kasih pada diri sendiri karena tidak menyerah dan mau berusaha hingga tuntas. YouAove done great. Moon. Thank you for believing in yourself DAFTAR PUSTAKA