Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound: Upaya Meningkatkan Keterampilan Hidup dan Kecerdasan Emosional Anak melalui Interaksi dengan Alam di Sekolah Alam Kubang Raya Neng Sholihat1. Ajeng Safitri2. Berry Kurnia Vilmala3. Hanifa Ghina Rihan4. Elsa Marfina Nandiani5 1,3,4,5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Psikologi Islam. Universitas Muhammadiyah Riau Program Studi Pendidikan IPA. Universitas Muhammadiyah Riau email: nengsholihat@umri. Abstract Life skills and emotional intelligence are crucial in the educational process, particularly in shaping childrenAos character and ability to adapt to their social environment. To support this, the Community Service Program (PkM) focused on establishing a sensory garden and implementing High Impact Outbound activities at Sekolah Alam Kubang Raya. The sensory garden was designed as an interactive space utilizing multisensory stimuli from nature to enhance childrenAos motor, cognitive, and emotional Meanwhile. High Impact Outbound encouraged children to engage in challenging outdoor activities that fostered teamwork, communication, and emotional regulation. This program aimed to improve emotional intelligence and life skills such as problem-solving, teamwork, and self-control through participatory and interactive methods. The implementation methods included . designing and constructing the sensory garden using natural materials such as sand, stones, water, and plants. training and mentoring sessions. program evaluation. This initiative is expected to serve as a nature-based learning model that can be replicated in other schools as an alternative approach to character education and emotional intelligence development. Keywords: sensory garden, outbound, life skills, emotional intelligence, nature-based school Abstrak Kemampuan hidup dan kecerdasan emosional anak sangat penting dalam proses pendidikan, terutama dalam pembentukan kepribadian dan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial. Untuk mendukung hal ini, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada pembuatan taman sensori dan pelaksanaan High Impact Outbound di Sekolah Alam Kubang Raya. Taman sensori ini dirancang sebagai ruang interaktif yang memanfaatkan rangsangan multisensorik yang berasal dari alam untuk meningkatkan perkembangan motorik, kognitif, dan emosional anak. Selain itu, kegiatan High Impact Outbound mengarahkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas luar ruang yang menantang secara fisik dan mental sambil mengajarkan mereka untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengelola emosi. Program ini meningkatkan kecerdasan emosional anak dan keterampilan hidup seperti menyelesaikan masalah, kerjasama tim, dan pengendalian diri melalui metode partisipatif dan interaktif. Program pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mendapatakan pendanaan tahun 2025 dari kementrian Pendidikan tinggi sains dan teknologi. Metode pelaksanaan meliputi: . perancangan dan pembangunan taman sensori yang memanfaatkan material alami seperti pasir, batu, air, dan tanaman. pelatihan dan pendampingan . evaluasi kegiatan. Program ini diharapkan menjadi model pembelajaran berbasis alam yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai alternatif pendidikan karakter dan pengembangan kecerdasan emosional anak. Kata kunci: taman sensori, outbound, keterampilan hidup, kecerdasan emosional, sekolah alam https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 PENDAHULUAN Sekolah Alam Kubang Raya adalah lembaga pendidikan yang menganut konsep pembelajaran berbasis alam. Sekolah ini terletak di daerah yang memiliki lingkungan alam yang sangat luas yang dapat digunakan siswa sebagai sumber belajar. Masyarakat di sekitar sekolah sebagian besar adalah pendidikan berbasis alam dan menerapkan pendekatan holistik dalam pembelajaran Meskipun memiliki lingkungan yang baik, sekolah masih menghadapi beberapa masalah yang perlu ditangani segera agar pembelajaran berbasis alam menjadi lebih Keterbatasan eksplorasi alam anakanak merupakan masalah utama yang Sekolah saat ini tidak memiliki taman sensori yang dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan sensorik dan motorik anak dengan berinteraksi langsung dengan alam. Selain itu, kegiatan outbound yang tersedia masih tradisional dan tidak menggunakan pendekatan yang kuat untuk meningkatkan keterampilan hidup . ife skill. dan kecerdasan emosional anak. Kecerdasan keterampilan hidup menjadi komponen penting dalam perkembangan anak usia Keterampilan hidup membantu anak-anak mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, dan meningkatkan rasa percaya diri dan Sementara itu, kecerdasan emosional membantu anak-anak mengelola Salah satu kendala dalam mencapai tujuan pendidikan berbasis alam secara keseluruhan adalah kurangnya sarana yang mendukung pengembangan kedua elemen ini di Sekolah Alam Kubang Raya. Kegiatan PKM Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan hidup dan kecerdasan emosional anak melalui interaksi dengan alam. Secara khusus, tujuan dari program ini adalah: Membantu Sekolah Alam Kubang Raya dalam mengembangkan taman sensori yang dapat memberikan stimulasi sensorik bagi anak-anak Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 perkembangan motorik dan kognitif mereka. Menginisiasi program outbound berbasis high impact yang dapat melatih keterampilan sosial, kepemimpinan, dan keberanian siswa dalam menghadapi tantangan. Menyediakan pelatihan bagi tenaga pendidik dalam pengelolaan taman sensori pembelajaran berbasis pengalaman dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya interaksi dengan alam dalam membangun kecerdasan emosional anak. Dengan adanya program ini, diharapkan Sekolah Alam Kubang Raya dapat menjadi model bagi sekolah berbasis alam lainnya dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif yang mengoptimalkan potensi lingkungan sebagai media pembelajaran. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan hidup anak, membangun kecerdasan emosional mereka, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menyenangkan. Dengan demikian, program PKM Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kreatif dan efisien bagi Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran perguruan tinggi dalam membangun fasilitas pendidikan yang Gambar memperihatkan kondisi sarana belajar di Sekolah Alam Kubang Raya. METODE PENGABDIAN Gambar 1. Observasi dan wawancara dengan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Berdasarkan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 wawancara diperoleh permasalahan prioritas pada mitra adalah keterbatasan sarana belajar dan belum optimalnya life skill siswa melalui program yang sudah ada. Permasalahan pertama, sarana belajar yang Dalam konteks ini, belum terdapatnya taman sensori yang sangat berguna untuk menstimulus kecerdasan emosial dan kecerdasan kognitif anak. Taman sensori adalah ruang terbuka hijau yang mengaktifkan kelima panca indera pendengaran, penglihatan, dan peraba. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepekaan sensorik dan memberikan pengalaman multisensorial. Taman ini dapat pembelajaran melalui eksplorasi indera. Oleh karena itu, taman sensori harus dirancang agar sesuai dengan pilar Sekolah Alam Kubang Raya. Permasalahan melatihkan life skill yang kurang dari program yang sudah ada. Life skill yang kurang ini mencakup kurangnya pelatihan dan pendampingan untuk membangun kemampuan kepemimpinan, kemandirian dan motivasi siswa. Salah satu pilar Sekolah Alam Kubang Raya adalah keteladanan. Untuk mengatasi masalah ini, warga Sekolah Alam Kubang Raya dapat memanfaatkan sarana high impact outbound yang relevan dan mendapatkan pelatihan dari kampus yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), sebagai lembaga dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan program studi Pendidikan IPA, merasa memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mitra. Agar empat pilar Sekolah Alam Kubang Raya, terutama pilar belajar bersama alam dan kepemimpinan dapat tercapai melalui program outbound. Sehingga dalam program ini disepakati untuk diadakan program antara lain: Pengukuhan kerjasama (MoU) antara UMRI dengan Mitra Merancang sarana belajar bersama https://doi. org/10. 37859/jpumri. dalam bentuk taman sensori dan high Impact outbound sesuai dengan kebutuhan sekolah Pengadaan taman sensori dan high Impact outbound dengan perlengkapannya yang dibutuhkan sekolah Pengawasan pelaksanaan Evaluasi pelaksanaan program. Tahapan Pelaksanaan Program Tabel 3. Tahapan Kegiatan Program PKM Taha Kegiatan Keterangan Sosialisasi Persiapan Program Pengukuhan (MoU) antara UMRI dan Penerapan Identifikasi Sarana belajar Teknologi yang Pilar Sekolah Alam IT dari berbagai referensi Merancang sarana taman sensori dan high Impact Outbound Pengadaan prasarana program i Pelatihan Pelatihan taman sensori dan high Impact Outbound bagi warga Sekolah Alam Kubang Raya dalam rangka meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan mereka Simulasi Praktik pembelajaran berbasis alam . aman sensori dan high Impact Outboun. bagi IV Pendampi Pendampingan ngan dan pengawasan Evaluasi penerapan teknologi sampai V Keberlanj Keberlanjutan program ini untuk pengadaan Program melanjutan untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Metoda Pendekatan Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan diskusi kelompok terarah (FGD), metode praktis . , dan Pendekatan FGD adalah diskusi terfokus dari manajemen Sekolah Alam Rumbai, guru, dan dosen, dan dilakukan dengan bimbingan seorang moderator. Metode ini bertujuan untuk mencapai ide sarana belajar berupa taman sensori dan high impact outbound yang diperlukan, yang sesuai dengan ide Sekolah Alam Kubang Raya. Metode Tindakan bertujuan untuk menerapkan hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilakukan Dalam metode ini, perbaikan dilakukan jika perlengkapan outbound tidak memenuhi konsep yang dibutuhkan. Metode evaluasi digunakan untuk mengevaluasi bagaimana proses PKM berjalan pada setiap tahapan yang telah diselesaikan. Sekolah Alam Kubang Raya adalah mitra utama program PKM dalam halpartisipasi. Bentuk Partisipasi Mitra Mitra utama program PKM adalam Sekolah Alam Kubang Raya Pekanbaru. Mitra ini akan terlibat penuh dalam tahapan kegiatan program PKM. Bentuk partisipasi mitra adalah : Menyediakan lokasi pengembangan sarana taman sensori dan high impact . Menyediakan tukang untuk membuat sarana taman sensori dan high impact outbound sesuai dengan konsep yang sudah dibahas. Bersedia diwawancarai atau mengisi angket untuk melaksanakan evaluasi keberlanjutan program. Selama program berjalan. Universitas Muhammadiyah Riau menyediakan transportasi darat nuju lokasi mitra. Evaluasi dan Keberlanjutan Program valuasi Program PKM Model Evaluasi Formatif Summatif melakukan evaluasi pelaksanaan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 program PKM. Model ini digunakan saat program masih berjalan . valuasi formati. dan saat program selesai . valuasi sumati. Secara garis besar, tahapan tersebut meliputi: identifikasi kegiatan program, metode evaluasi yang diharapkan, dan data dan informasi yang diharapkan. Evaluasi pelaksanaan program PKM dilakukan untuk: Pemenuhan persyaratan pedoman program PKM. Akuntabilitas pelaksanaan . Alat pengendalian pelaksanaan . Alat komunikasi dengan mitra . Keputusan tentang program . Dilanjutkan. Dilaksanakan di tempat lain. Dihentikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan PKM Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound di Sekolah Alam Kubang Raya dimulai dengan tahap sosialisasi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Muhammadiyah Riau dan pihak sekolah. Sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait keterampilan hidup dan kecerdasan emosional melalui sarana belajar berbasis Diskusi kelompok terarah (FGD) dilakukan untuk menggali kebutuhan sekolah dan menyepakati fasilitas yang akan Hasil FGD menunjukkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung program ini dan menekankan pentingnya sarana yang berbasis pengalaman. Tahap berikutnya adalah penerapan mengadakan sarana outbound yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Berdasarkan hasil survei dan FGD, dipilih tiga sarana utama yaitu flying fox, panahan, dan Flying fox dipilih untuk melatih keberanian, pengambilan Keputusan, dan kerja sama kelompok, sedangkan panahan pengendalian emosi serta ketekunan siswa. Playgroun pengembanagn motorik kasar sekaligus media interaksi social positif bagi siswa usia https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. xx No. Bulanxx 202x Hasil implementasi menunjukkan bahwa ketiga sarana tersebut telah dibangun sesuai standar keamanan dan dapat digunakan secara optimal oleh siswa. Pelatihan dan simulasi menjadi tahapan penting dalam program ini. Guru dan siswa dilibatkan secara aktif untuk memanfaatkan taman sensori dan sarana outbound yang telah dibuat. Kegiatan pelatihan berfokus pada keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan pengelolaan emosi melalui aktivitas-aktivitas yang menantang namun Hasil menunjukkan adanya peningkatan interaksi positif antar siswa, keberanian dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas Guru juga melaporkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan ini. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sejak awal hingga akhir program. Tim pelaksana memonitor proses pembangunan sarana outbound, pelaksanaan pelatihan, serta tingkat keterlibatan siswa dan guru. Evaluasi formatif digunakan untuk memperbaiki proses pelaksanaan secara real time, sedangkan evaluasi sumatif digunakan untuk mengukur dampak keterampilan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan respon yang sangat positif dari guru dan siswa. Sebanyak 100% guru kepemimpinan merupakan aspek penting yang perlu dilatih dan program outbound ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan tersebut. Keberlanjutan program menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk terus memanfaatkan dan merawat fasilitas taman sensori dan outbound yang telah diadakan. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Dengan adanya program ini. Sekolah Alam Kubang Raya dapat menjadi model bagi sekolah berbasis alam lainnya dalam mengembangkan sarana pembelajaran yang mendukung keterampilan hidup, kecerdasan emosional, dan karakter siswa secara holistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan PKM Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound di Sekolah Alam Kubang Raya dimulai dengan tahap Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Muhammadiyah Riau dan pihak sekolah. Sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait keterampilan hidup dan kecerdasan emosional melalui sarana belajar berbasis Diskusi kelompok terarah (FGD) dilakukan untuk menggali kebutuhan sekolah dan menyepakati fasilitas yang akan Hasil FGD menunjukkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung program ini dan menekankan pentingnya sarana yang berbasis pengalaman. Tahap berikutnya adalah penerapan mengadakan sarana outbound yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Berdasarkan hasil survei dan FGD, dipilih tiga sarana utama yaitu flying fox, panahan, dan Flying fox dipilih untuk melatih keberanian, pengambilan keputusan, dan kerja sama kelompok, sedangkan panahan pengendalian emosi, serta ketekunan siswa. Playground dipasang sebagai sarana pengembangan motorik kasar sekaligus media interaksi sosial yang positif bagi siswa usia dini. Hasil implementasi menunjukkan bahwa ketiga sarana tersebut telah dibangun sesuai standar keamanan dan dapat digunakan secara optimal oleh siswa. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pelatihan dan simulasi menjadi tahapan penting dalam program ini. Guru dan siswa memanfaatkan taman sensori dan sarana outbound yang telah dibuat. Kegiatan pelatihan berfokus pada keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan pengelolaan emosi melalui aktivitas-aktivitas yang menantang namun Hasil menunjukkan adanya peningkatan interaksi positif antar siswa, keberanian dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas Guru juga melaporkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan ini. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sejak awal hingga akhir program. Tim pelaksana memonitor proses pembangunan sarana outbound, pelaksanaan pelatihan, serta tingkat keterlibatan siswa dan guru. Evaluasi formatif digunakan untuk memperbaiki proses pelaksanaan secara real time, sedangkan evaluasi sumatif digunakan untuk mengukur dampak keterampilan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan respon yang sangat positif dari guru dan siswa. Sebanyak 100% guru kepemimpinan merupakan aspek penting yang perlu dilatih dan program outbound ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan tersebut. Keberlanjutan program menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk terus memanfaatkan dan merawat fasilitas taman sensori dan outbound yang telah Selain itu, sekolah juga berencana mengintegrasikan kegiatan outbound ini ke dalam kurikulum pembelajaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua siswa secara Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Dengan adanya program ini. Sekolah Alam Kubang Raya dapat menjadi model bagi sekolah berbasis alam lainnya dalam mengembangkan sarana pembelajaran yang mendukung keterampilan hidup, kecerdasan emosional, dan karakter siswa secara Penerapan Teknologi Teknologi taman sensori merupakan inovasi pendidikan yang dirancang untuk memberikan stimulasi multisensorik kepada anak-anak melalui interaksi langsung dengan Taman sensori memanfaatkan elemen-elemen alami seperti pasir, batu, tanaman aromatik, air, dan bunyi-bunyian untuk mengaktifkan panca indera anak. Pendekatan ini selaras dengan konsep pembelajaran berbasis alam yang diterapkan di Sekolah Alam, di mana pengalaman belajar tidak hanya berfokus pada aspek kognitif tetapi juga pengembangan motorik, emosi, dan sosial siswa. Dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, taman sensori dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak di berbagai usia. Dalam implementasinya, teknologi taman sensori mencakup pembuatan beberapa zona khusus, seperti zona tekstur untuk melatih indera peraba melalui berbagai jenis permukaan, zona aroma untuk merangsang indera penciuman dengan tanaman beraroma, dan zona bunyi yang menggunakan lonceng angin atau aliran air untuk melatih Selain itu, zona warna dengan tanaman hias berwarna-warni dan zona eksplorasi seperti area bermain pasir atau air memberikan kesempatan anak untuk bereksperimen, memecahkan masalah, dan melatih koordinasi motorik. Pendekatan ini telah terbukti efektif meningkatkan fokus, kreativitas, dan kemampuan sensorik anak di Sekolah Alam Rumbai maupun di Sekolah Alam Kubang Raya. Dalam implementasinya, teknologi taman sensori mencakup pembuatan beberapa zona khusus, seperti zona tekstur untuk melatih indera peraba melalui berbagai jenis permukaan, zona aroma untuk merangsang https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 indera penciuman dengan tanaman beraroma, dan zona bunyi yang menggunakan lonceng angin atau aliran air untuk melatih Selain itu, zona warna dengan tanaman hias berwarna-warni dan zona eksplorasi seperti area bermain pasir atau air memberikan kesempatan anak untuk bereksperimen, memecahkan masalah, dan melatih koordinasi motorik. Pendekatan ini telah terbukti efektif meningkatkan fokus, kreativitas, dan kemampuan sensorik anak di Sekolah Alam Rumbai maupun di Sekolah Alam Kubang Raya. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Kebermanfaatan : Meningkatkan Kesehatan fisik dan mental Pembelajaran kognitif, social, dan motorik Menciptakan menguntungkan lingkungan dan ekosistem Memberi pengunjung pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Kondisi awal dan Setelah ditampilkan pada kolom berikut: Gambar 3. Arena Taman Sebelum Gambar 2. Rancangan Awal Taman Sensori Keterangan : Spesifikasi dan Ukuran : Masing-masing zona berukuran 2 m x 2 m Kegunaan : Pendidikan Memberikan pengetahuan tentang alam dan Indera kepada tamu . Terapi: Membantu menurunkan kecemasan, stres, dan Kesehatan . Rekreas: Menyediakan tempat di mana orang dapat bersantai dan Gambar 4. Arena Taman Sesudah . Inklusivitas : Rumah untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga Gambar 5. Media Sensori untuk Taman Sensori https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Gambar 8. Arena WallClimbing Sesudah Gambar 6. Rancangan Awal High Impact Outbound Keterangan : Spesifikasi dan ukuran : Tinggi tiang 1= 4 m tinggi tiang 2 = 2 m. Panjang tali minimal 10 m Kegunaan : flying fox adalah sebuah wahana permainan yang memungkinkan peserta outbound untuk meluncur dari ketinggian tertentu dengan menggunakan tali dan katrol. Meningkatkan keberanian dan rasa percaya Meningkatkan Kerjasama tim. Meningkatkan rasa senang dan Bahagia. Kebermanfaatan : Meluncur dari ketinggian dengan flying fox membutuhkan keberanian dan rasa percaya Dengan mencoba flying fox, peserta outbound dapat melatih kedua hal tersebut. Dalam kegiatan flying fox, peserta outbound dihadapan pada situasi yang menantang dan harus mampu memecahkan masalah yang muncul dengan cepat dan tepat. Gambar 9. Pemasangan Slink Flying Fox Peningkatan pemahaman guru dan orang tua siswa Sekolah Alam Rumbai terkait dengan PKM yang dilaksanakan dapat dilihat pada Gambar berikut. Gambar 10. Grafik peningkatan pemahaman guru dan Orang Tua terkait Taman Sensori dan High Impact Outbound Gambar 7. Pemasangan Wall Climbing https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 SIMPULAN Program PKM Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound berhasil menjawab pembelajaran berbasis alam di Sekolah Alam Kubang Raya. Dengan pembangunan taman sensori, siswa mendapatkan pengalaman belajar multisensorik yang mendukung kognitif, dan emosional. Kehadiran fasilitas ini memperkaya proses pembelajaran, menjadikannya lebih interaktif dan Selain itu, implementasi outbound terpadu berbasis high impact mampu meningkatkan keterampilan hidup seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan keberanian. Kegiatan seperti flying fox, panahan, dan playground dirancang untuk melatih keterampilan sosial dan ketangguhan mental siswa. Hasil signifikan dalam kemampuan siswa mengelola emosi, berinteraksi positif, serta bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kelompok. Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, serta dukungan dari Universitas Muhammadiyah Riau. Pendampingan, pelatihan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan memastikan bahwa sarana yang dibangun dimanfaatkan secara optimal dan sesuai dengan tujuan pengembangan karakter anak. Kolaborasi ini memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sehingga tercipta sinergi yang bermanfaat jangka Panjang. Secara keseluruhan, program PKM ini berkelanjutan bagi Sekolah Alam Kubang Raya. Fasilitas taman sensori dan outbound tidak hanya menjadi sarana bermain, tetapi pengalaman yang mampu meningkatkan keterampilan hidup dan kecerdasan emosional anak. Model ini dapat direplikasi di sekolah berbasis alam lainnya sebagai alternatif pendidikan karakter yang efektif, sekaligus mendukung visi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang holistik. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 dan inklusif. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Direktorat Jendral Riset Pengembangan dan Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi, atas bantuan dana yang diberikan melalui hibah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMRI. DAFTAR PUSTAKA