ALACRITY : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Analisis Korelasi Disiplin Belajar dan Iklim Belajar dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Keterampilan Ekstrakurikuler Pramuka Siswa SD Swasta Naungan Yayasan Buddhis di Kabupaten Tangerang Prita Puspita1. Alexander Chandra2. Sutrisno3. Luluk Trikayani4. Yohanes Gautama5 1,2,3,4,5 Institusi Nalanda. Jakarta Timur. Indonesia Corresponding Author : pritapuspita@nalanda. ARTICLE INFO Article history: Received 28 Juli 2022 Revised 20 Agustus 2022 Accepted 30 Agustus 2022 Kata Kunci ABSTRACT Problems in schools are many and quite complex, including a boring learning atmosphere for students, this causesobstacles in efforts to achieve good performance. In addition to efforts to get high academic scores, means for personality development are needed through various activities in the classroom, including extracurricular activities. To find out the problems in Buddhist Foundation Private Elementary Schools, data collection was carried out through questionnaires to elementary school teachers, parents of students with the results showing that the variables that most influenced learning achievement were learning discipline and learning climate. So, this research set the research title Quantitative Analysis of Correlation of Learning Discipline and Learning Climate on Student Achievement of Private Elementary Schools with Buddhist Foundations in Increasing PramukaAos Extracurricular Skills in Tangerang Regency. The purpose of this study was to find out how the correlation of discipline and learning climate on learning achievement in extracurricular skills improvement. The population of this study were students of private elementaryschools who are auspices of Buddhist foundations in the city and district of Tangerang. The sample was taken based on the Yamane and Isaac and Michael sample formula, namely 133 samples. Inferential analysis is used to test the hypothesis using simple regression and correlation analysis techniques. The results showed that there was a simultaneous and partial influence between learning discipline and learning climate on the learning achievement of extracurricular skills subjects of private elementary school students under the auspices of the Buddhist Foundation in Tangerang Regency, with a coefficient of determination score X1 to Y of r2 = y1 0,218 with a correlation coefficient score generated by ry1 = 0,467 and the X2 to Y determination coefficient scoregenerated by r2 = 0,367 with a correlation coefficient score generated by r = 0,606 and the X1 to X2 determination y2 coefficient score generated by r2 = 0,377 with a correlation coefficient score generated by r = 0,614 the correlation y3 coefficient generated by r2 = 0,377, a contribution or influence of 37. 7%, the remaining 62. 3% is contributed by other y3 variables that have a relationship with increasing student achievement. Discipline of Learning. Learning Climate. Learning Achievement PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian cepat memberi dampak terhadap perubahan disegala sektor kehidupan, termasuk ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 diantaranya perubahan terhadap kebutuhan peningkatan mutu sumber daya Menyadari pentingnya peran pendidikan bagi kelangsungan dan kejayaan bangsa Indonesia menempatkan pendidikan sebagai bagian terpenting yang ingin dicapai bangsa untuk menjabarkan tujuan tersebut, didalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 dirumuskan bahwa AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia harus dibarengi dengan peningkatan, perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh Upaya tersebut mutlak tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga tanggung jawab semua pihak, didalamnya masyarakat dan Peningkatkan pengembangan budaya belajar dengan segala permasalahannya, tidak dapat dipisahkan dengan pemaknaan hakikat manusia, ditinjau baik dari yang belajar maupun yang membelajarkan. Berbagai persoalan perlu menjadi rujukan dalam mengkaji masalah- masalah mendasar mengenai belajar. Dari beberapa masalah maka persoalan Disiplin Belajar dan Iklim Belajar menjadi hal yang sangat menentukan pencapaian hasil belajar yang sampai saat ini persoalan ini menjadi hal perlu ditangani secara serius dalam proses belajar mengajar. Prestasi Belajar yang baik di bidang pendidikan mencakup tiga aspek, antara lain: Aspek kognitif yang berkenaan dengan pengetahuan, pemahaman, penerapan maupun analisisnya, sedangkan aspek afektif berkenaan dengan sikap yang ditunjukkan selama proses belajar mengajar, dimana siswa yang berprestasi memiliki respon yang baik dalam menerima materi, mampu menghargai orang lain, handal dalam melaksanakan tugas secara kelompok, disamping memiliki karakter yang tangguh dalam kehidupan sehari hari. Terakhir adalah aspek psikomotorik meliputi bagaimana siswa mampu mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya, termasuk saat mengucapkan, berekspresi, maupun gerakan jasmani lainnya. Prestasi belajar merupakan hasil dari suatu sistem pendidikan, hingga tingkat keberhasilannya ditentukan dan dipengaruhi oleh elemen-elemen dari sistem itu sendiri seperti raw input, instrumental input, dan environmental Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk menjadikan kemampuan yang dimiliki setiap orang khususnya pada diri setiap peserta ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 didik agar menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki suatu kualitas dalam dirinya, memiliki pengetahuan serta moral yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang mampu menjadi bekal dalam kelangsungan hidupnya. Pendidikan merupakan sebuah proses humanisme yang kemudian dikenal sebagai istilah memanusiakan manusia. Oleh sebab itu suatu Pendidikan dilindungi dalam Hak Asasi Manusia. Peserta didik akan mengalami berbagai masalah disaat proses belajar mengajar untuk mencapai prestasi belajarnya. Ada anak yang sering mendapatkan prestasi yang memuaskan, ada pula yang sebaliknya. Setiap siswa memang tidak ada yang sama, perbedaan individual inilah yang menyebabkan perbedaan prestasi belajar dikalangan siswa. Prestasi belajar bagi siswa sangat penting karena prestasi belajar merupakan salah satu gambaran tingkat keberhasilan dari kegiatan selama mengikuti pelajaran. Keberhasilan siswa mengikuti proses pembelajaran adalah salah satu bentuk disiplin dalam belajar dan dapat dilihat dari prestasi yang diraih saatakhir proses. Jika prestasi belajar siswa tinggi maka diperkirakan disiplin belajar dan proses pembelajaran dikatakan berhasil. Namun, jika prestasi belajar siswa rendah dan tidak sesuai dengan kriteria kelulusan yang telah ditentukan maka tingkat disiplin dalam belajar serta proses pembelajaran dapat dikatakan belum berhasil. Salah satu tujuan dalam proses pembelajaran adalah meraih suatu prestasi dalam belajar. Disamping prestasi belajar melalui kegiatan dalam kelas, sekolah menyediakan pula dukungan kegiatan di luar jam sekolah berupa kegiatan ekstrakurikuler, dimana terdapat empat fungsi dalam kegiatan Ekstrakurikuler yaitu . mendukung perkembangan personel peserta didik melalui perluasaan minat, potensi dan pemberian kesempatan seluas luasnya terhadap pembentukan karakter sekaligus melatih kepemimpinan . mengembangkan rasa tanggung jawab dan nilai moralitas . memiliki fungsi rekreatif, menyenangkan, tidak membosankan, diliputi suasaana gembira saat melakukan kegiatan . persiapan karir di masa depan saat terjun ke dunia Permasalahan di sekolah banyak dan cukup komplek, diantaranya suasana pembelajaran yang membosankan para siswa, hal tersebut menyebabkan hambatan dalam usaha untuk mencapai prestasi yang baik. Selain upaya untuk mendapatkan nilai akademik tinggi diperlukan sarana untuk pengembangan kepribadian melalui berbagai kegiatan di dalam kelas termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bentuk organisasi, dimana kegiatan yang mengarah interaksi sosial dalam upaya untuk mencapai tujuan proses di bawah guru pembimbing Untuk mengetahui permasalahan yangmuncul di sekolah maka ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 dilakukan penelitian pendahuluan dengan pengambilan data kuisioner kepada guru SD,sebanyak 30 responden. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan dan data hasil pengamatan penelitian pendahuluan prestasi belajar, yang menyajikan data prestasi belajar siswa masih belum baik tampak disajikan sebagai berikut: . Terdapat 66,7% Siswa belum mampu meningkatkan Inteljensisa. Terdapat 60,0% Siswa belum dapat meningkatkan motivasi belajar . Terdapat 63,3% Siswa belum nyaman dengan lingkungan belajar . Terdapat 66,7% Siswa belum dapat meningkatkan gaya belajar. Terdapat 63,3% Siswa belum dapat terpenuhinya dukungan social dalam belajar. Berdasarkan survei dan penelitian pendahuluan di atas, ternyata jawaban yang diberikan oleh para responden, bahwa Prestasi siswa hasilnya masih berada di bawah nilai prosentase 100%, hal ini yang diduga sebagai penyebab rendahnya prestasi siswa pada SD Swasta Beryayasan Buddhis di Kabupaten Tangerang. Mengingat hasil yang diperoleh tersebut masih rendah dan untuk melihat permasalah lebih spesifik, pentingnya peningkatan prestasi belajar saling terkait diantaranya faktor determinan atau faktor yang berhubungan dengan dinamika perilaku. Faktor-faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar disiplin belajar, iklim belajar. Dari hasil paparan tersebut di atas, dan pemilihan masalah penelitian terhadap prestasi belajar pada SD Swasta Beryayasan Buddhis di Kabupaten Tangerang, berdasarkan pada alasan hasil penelitian terdahulu dan teori yang relevan, memperkuat penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh dengan merumuskan penelitian tesis sebagai berikut. AuAnalisis Korelasi Disiplin Belajar Dan Iklim Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Keterampilan Ektrakurikuler Pramuka Siswa Sd Swasta Naungan Yayasan Buddhis Di Kabupaten TangerangAy. METODE PENELITISAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian expost-facto, adalah penelitian dengan melakukan sebuah penyelidikan secara empiris yang bersifat statistic, dimana seorang peneliti tidak memiliki control langsung terhadap variabel yang diteliti karena data yang diperoleh tidak dapat dimanipulasi (Sugiyono, 2019, p. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian metode kuantitatif yang bersifat ilmiah, konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga sering disebut metode discovery karena sering dikembangkan berbagai iptek baru yaitu digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, dan analisis data menggunakan statistik dengan tujuan ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2019, p. Pada penelitian ini, fokus kajian yang akan diuji adalah pengaruh antara variabel bebas yaitu Disiplin Belajardiri. Iklim belajar, terhadap variabel terikat yaitu Prestasi Belajar Siswa. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pemabahasan Pembahasan hasil penelitian kuantitatif bersumber dari data yang diperoleh dihubungkan dengan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Siswa SD beryayasan Buddhis seKota/Kab Tangerang ada tiga hipotesisi, dan Pembahasan mengenai temuan empiris ini akan dijelaskan dalam uraian sebagai berikut: Korelasi positif antara Disiplin Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) Dengan demikian persamaan regresi = 9,9476 0,8294 X1 berbentuk linier . aris luru. Persamaan tersebut dapat diterjemahkan nilai konstanta Variabel Prestasi Belajar adalah sebesar 9,9476. Koefisien Regresi variabel X1 sebesar 0,8294 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan atau 1% Disiplin Belajar (X. , maka nilai Prestasi Belajar (Y) bertambah sebesar 0,8294 atau 82,9 %. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y adalah positif. Gambar persamaan regresi linier variabel Disiplin Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) dapat disajikan seperti pada gambar diagram pencar. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,467, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori cukup. Skor koefisien determinasi Disiplin Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar r2y1= 0,218 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Disiplin Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar 21,8%. Sisanya sebesar 78,2% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Prestasi Belajar (Y). Korelasi antara Iklim Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) Dengan demikian persamaan regresi = 67,959 0,5958 X2 berbentuk linier . aris luru. Persamaan tersebut dapat diterjemahkan nilai konstanta Variabel Prestasi Belajar adalah sebesar 67,959. Koefisien Regresi variabel X2 sebesar 0,5958 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan atau 1% Iklim Belajar (X. , maka nilai Prestasi Belajar (Y) bertambah sebesar 0,5958 atau 59,5%. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,606, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 determinasi Iklim Belajar(X. terhadap Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar r2 = 0,367 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Iklim Belajar(X. terhadap Prestasi Belajar(Y) adalah sebesar 36,7%. Sisanya sebesar 63,3% disumbangkan oleh variabel- variabel lain yang memiliki hubungan dengan Prestasi Belajar (Y). Korelasi antara Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar(X. secara bersamasama terhadap Prestasi Belajar Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa korelasi hubungan fungsional antara Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar (X. secara bersamasama terhadap Prestasi Belajar(Y) peserta didik dengan persamaan regresi = 59,524 0,068 X1 0,489 X2. Nilai konstanta adalah 59,524, artinya bila tidak terjadi perubahan variabel Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar(X. adalah 0 . , maka Prestasi Belajar(Y) peserta didik ada sebesar 59,524. Nilai koefisien regresi Disiplin Belajar (X. adalah 0,068, artinya jika variabel Disiplin Belajar (X. meningkat 1 satuan dengan asumsi Iklim Belajar(X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Prestasi Belajar(Y) meningkat sebesaar 0,068, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Disiplin Belajar (X. berkontribusi positif bagi Prestasi Belajar(Y) sehingga Disiplin Belajar (X. peserta didik, maka makin meningkat pula tingkat Prestasi Belajar (Y). Nilai koefisien regresi Iklim Belajar (X. adalah 0,489 artinya jika variabel Iklim Belajar (X. meningkat 1 satuan dengan asumsi Disiplin Belajar (X. dan Konstanta . adalah 0 . maka Prestasi Belajar (Y) meningkat sebesaar 0,489, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Iklim Belajar(X. berkontribusi positif bagi Prestasi Belajar(Y) sehingga Iklim Belajar(X. peserta didik, maka makin meningkat pula tingkat Prestasi Belajar(Y). Dengan nilai Fhitung sebesar 39,321 dengan sakor pada Ftabel . ,05. =3,066. Untuk menguji persyaratan uji F dengan ketentuan Fhitung > Ftabel dengan tingkat signifikansinya < 0,05 maka H0diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar (X. secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar (Y). Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 0,614, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori Skor koefisien determinasi Model pembelajaran Disiplin Belajar (X. ,Iklim Belajar (X. secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar(Y) adalah sebesar 2= 0,377. Hal ini yang mengandung pengertian bahwa korelasi variabel Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar(X. terhadap Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar 37,7 %. Sisanya sebesar 62,3% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Prestasi Belajar (Y). ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 Analisis Penelitian Pada Nilai variabel X1: Disiplin Belajar Berdasarkan hasil yang diperoleh dan didapatkan bahwa kedisiplinan belajar siswa SD beryayasanBuddhis seKota/Kab Tangerang sebagai berikut: ) Disiplin belajar siswa yang tinggi terdapat pada sekolah Sekolah, . Disiplin Belajar Siswa yang sedang terdapat pada sekolah Sekolah, . Disiplin Belajar yang kurang maksimal terdapat pada Sekolah. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier artinga apabila Disiplin Belajar (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Prestasi Belajar (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,8294 dengan konstanta sebesar 9,9476. Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1 satuan nilai Disiplin Belajar (X. , maka nilai Prestasi Belajar (Y) bertambah sebesar 0,8294. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,467, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasukkategori cukup. Skor koefisien determinasi Disiplin Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar r2y1= 0,218. Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Disiplin Belajar (X. terhadap Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar 21,8%. Sisanya sebesar 78,2% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Prestasi Belajar (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan minat belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Korespodensi, ditunjukkan dengan . sebesar 0,523 dan thitung lebih besar dari ttabel . ,952>1,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan Prestasi Belajar dapat dilakukan dengan mengupayakan peningkatan Disiplin Belajar yang dimiliki siswa, sehingga mempunyai pola belajar yang teratur dan dapat meningkatkan prestasi belajar. Pada Nilai variabel X2 : Iklim Belajar Berdasarkan hasil yang diperoleh dan didapatkan bahwa iklim belajar siswa SD beryayasan Buddhis seKota/Kab Tangerang sebagai berikut: . Iklim Belajar yang tinggi terdapat pada sekolah Sekolah Punna Karya, . Iklim Belajar yang sedang terdapat pada sekolah SD Ariya Metta dan . Iklim Belajar yang kurang maksimal terdapat pada sekolah Sekolah. Berdasarakan perhitungan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Iklim Belajar (X. ditingkatkan sebesar satuan, maka Prestasi Belajar (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,5958 dengan konstanta sebesar 67,959. Hal ini memberikan ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 arti bahwa setiap penambahan 1 satuan nilai Prestasi Belajar (Y), maka nilai Iklim Belajar (X. bertambah sebesar 0,5958. Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah hubungan variabel X2 dengan variabel Y adalah positif. Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,606, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Iklim Belajar(X. terhadap Prestasi Belajar(Y) adalah sebesar r2y2= 0,367 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa korelasi variabel Iklim Belajar (X2 dengan Prestasi Belajar (Y) adalah sebesar 36,7%. Sisanya sebesar 63,3% disumbangkan oleh variabel-variabel lainyang memiliki hubungan dengan Prestasi Belajar (Y). Pada Nilai variabel Y: Prestasi Belajar Berdasarkan hasil yang diperoleh dan didapatkan bahwa prestasi belajar siswa SD beryayasan BuddhisseKota/Kab Tangerang sebagai berikut: . Prestasi Belajar yang tinggi terdapat pada sekolah Sekolah Punna, . Prestasi Belajar yang sedang terdapat pada sekolah Sekolah Ariya, . Prestasi Belajar yang kurang maksimal terdapat pada Sekolah Atisa. Hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa variabel Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar (X. secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Belajar (Y). Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,614, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat. Skor koefisien determinasi Model pembelajaran Disiplin Belajar (X. Iklim Belajar(X. secara bersamasama terhadap Prestasi Belajar(Y) adalah sebesar r2y1. 2= 0,377. Hal iniyang mengandung pengertian bahwa korelasi variabel Disiplin Belajar (X. dan Iklim Belajar(X. terhadap Prestasi Belajar(Y) adalah sebesar 37,7 %. Sisanya sebesar 62,3% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Prestasi Belajar (Y). Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan disiplin belajar dan iklim sekolah terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan siswa mendapatkan hasil belajar yangbaik dapat dilihat dari disiplin belajar dan iklim belajar, sehingga dapat meningkat dan mutu pendidikan juga dapat meningkat. Maka dari itu, pentingnya menerapkan disiplin kerja dan iklim sekolah dikarenakan dapat memberikan dampak yang positif terhadap prestasi belajar dan lingkungan sekolah. KESIMPULAN Hasil penelitian dengan metode penelitian kuantitatif yang mencakup analisis hasil pengelolaan data, perhitungan statistik deskriptif dan uji hipotesis, memberikan kesimpulan sebagai berikut: . Terdapat korelasi positif ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 2 . Page : 159 - 169 dan sangat signifikan antara Disiplin Belajar Diri (X. dengan Prestasi Belajar Siswa (Y) dengan skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,467, korelasi Disiplin Belajar Diri (X. sedang akan memberikan korelasi yang besar dengan Prestasi Belajar Siswa (Y) SD di Kota/Kabupaten Tangerang dengan skor koefisien determinasi dihasilkan sebesar r2y1 = 0,218, sumbangan atau korelasi sebesar 21,8% sisanya sebesar 78,2% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan positif dengan peningkatan Prestasi Belajar Siswa (Y) SD di Kota/Kabupaten Tangerang, . Terdapat korelasi positif dan sangat signifikan antara Minat belajar (X. terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y) SD di Kota/Kabupaten Tangerang, dengan skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,606, terhadap Iklim Belajar (X. akan memberikan korelasi yang kuat dengan peningkatan Prestasi Belajar Siswa (Y), dengan skor koefisien determinasi dihasilkan sebesar r2y2= 0,367 Sumbangan atau pengaruh sebesar 36,7% sisanya sebesar 63,3% disumbangkan oleh variabel- variabel lain yang memiliki hubungan positif dengan Prestasi Belajar Siswa (Y), . Terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan antara Disiplin Belajar Diri (X. dan Iklim Belajar (X. secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y) dengan skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1. 2 = 0,614 pengaruh Disiplin Belajar Diri (X. dan Iklim Belajar (X. secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y) kuat akan memberikan hubungan yang besar dengan Prestasi Belajar Siswa (Y), dengan skor koefisien determinasi dihasilkan sebesar r2y3 = 0,377 Sumbangan atau pengaruh sebesar 37,7% sisanya sebesar 62,3% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan peningkatan Prestasi Belajar Siswa (Y). DAFTAR PUSTAKA