e-ISSN: 3025-7905 p-ISSN: 3026-166X FUTURE ACADEMIA The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Volume 2. No 3. Agustus 2024 pp. DOI https://doi. org/10. 61579/future. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Persamaan Garis Lurus Siswa Kelas 8 SMP Katolik Aquino Amurang Erica Adriaan . Selfie Kumesan . Ontang Manurung . Pendidikan Matematika. Universitas Nageri Manado. Kota Manado. Indonesia E-mail addresses: ericaadriaan00@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan karena siswa kurang aktif dalam mengikuti Article history: kegiatan pembelajaran, siswa hanya sanggup menyelesaikan soal Received June17, 2024 Revised July 03, 2024 yang benar Ae benar mirip dengan contoh yang dijelaskan oleh guru. Accepted July 12, 2024 siswa tidak mengerjakan latihan, hanya berharap Available online August 01, 2024 jawaban dari teman lainnya dan banyak siswa menganggap materi ini cukup sulit. Selain itu model pembelajaran yang diterapkan juga Kata Kunci: Student Team Achivement Division masih menggunakan model pembelajaran langsung atau Direct (STAD). Hasil Belajar. Persamaan Garis Instraction atau berpusat pada guru, akibatnya siswa kurang paham Lurus tentang materi yang diajarkan tidak ada kesempatan untuk Keywords: mengembangkan kererampilan mereka sendiri. Tujuan dari Student Team Achivement Division penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh penerapan model (STAD). Learning Outcomes. Straight Line Studendt Team Achivement Division terhadap hasil belajar siswa Equation. pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain posstest-only control grup Populasi dari penelitian ini adalah seluh siswa kelas 8 dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 20 siswa dan kelas VII A sebagai kelas This is an open access article under the CC BY-SA license. kontrol yang teridir dari 20 siswa di SMP Katolik Aquino Amurang Copyright A 2024 by Author. Published by Yayasan Sagita Akademia Maju. tahun ajaran 2023/2024 yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh adalah hasil posstest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen I = 78,65 dan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol I = 65. Pengujian data setelah menggunakan taraf nyata = 0,05 diperoleh Ea = 4,97 > = 1,68 dan disimpulkan 0 ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran student team achievement division pada materi persamaan garis lurus lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung atau Dirrect Instruction (DI). ARTICLE INFO ABSTRACT This research is motivated by the problem of low student learning outcomes which is caused by students being less active in participating in learning activities, students are only able to solve questions that are really similar to the examples explained by the teacher, some students do not do the exercises, only hope for answers from other friends and Many students find this material quite difficult. Apart from that, the learning model that is applied still uses a direct learning model or Direct Intraction or is teacher-centered, as a result students do not understand the material being taught and have no opportunity to develop their own skills. The aim of this research is to examine the effect of implementing the Student Team model. Achievement Division on student learning outcomes in Straight Line Equations material. This research is a study that uses a posttest-only control group design. The population of this study was all 8th grade students and the sample in this study was class VII B as an experimental class consisting of 20 students and class VII A as a control class consisting of 20 students at Aquino Amurang Future Academia. Vol. No. 3 Agustus 2024, pp. Catholic Middle School for the 2023/2024 academic year. at random. The data obtained are the results of posttests in the experimental class and control class, with the average learning outcomes in the experimental class I = 65 and the average learning outcomes in the control class I = 65. Testing the data after using the real level = 0, 05 obtained Ea = 4. = 1. 68 and it is concluded that 0 is rejected. The conclusion of this research is that the average learning outcomes of students who study using the student team achievement division learning model in straight line equation material are higher than the learning outcomes of students who study using the direct instruction (DI) model. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan, karena pelajaran matematika merupakan sarana yang dapat digunakan untuk membentuk siswa berpikir secara ilmiah hal ini dibuktikan dengan pelajaran matematika. Selama proses pembelajaran siswa dituntun untuk selalu aktif memproses dan mengolah informasi yang diterima selama proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, sebagai guru haruslah kreatif untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar. Berdasarkan hasil wawancara dan juga observasi yang telah dilakukan peneliti dengan salah satu guru matematika di SMP Katolik Aquino Amurang pada tahun 2023, diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa masih rendah, hal ini di tinjau dari hasil ulangan harian Matematika pada materi Persamaan Garis Lurus, dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang dan hanya 10 orang yang hasil ulanganya mecapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. atau sebesar 50% siswa yang lulus. Rendahnya hasil belajar siswa juga disebabkan karena siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa hanya sanggup menyelesaikan soal yang benar Ae benar mirip dengan contoh yang dijelaskan oleh guru, beberapa siswa tidak mengerjakan latihan, hanya berharap jawaban dari teman lainnya dan banyak siswa menganggap materi ini cukup sulit. Selain itu model pembelajaran yang diterapkan juga masih menggunakan model pembelajaran langsung atau Direct Instraction atau berpusat pada guru, akibatnya siswa kurang paham tentang materi yang diajarkan tidak ada kesempatan untuk mengembangkan kererampilan mereka sendiri. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu solusi atau cara dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, yaitu pembelajaran yang bisa menumbuhkan minat belajar siswa agar menjadikan siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran sehingga kegiatannya dapat berpusat pada siswa. Untuk mewujudkan pembelajaran yang diharapkan diperlukan juga model pembelajaran yang dapat merancang proses berpikir siswa agar terbiasa dalam menyelesaikan sebuah permasalahan pada soal sehingga nantinya dapat mengatasi rendahnya hasil belajar siswa di sekolah. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan penggunaan model pembelajaran Kooperativ Tipe STAD. Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) adalah metode pembelajaran kooperatif untuk mengelompokkan kemampuan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. Keanggotaan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin. Future Academia. Vol. No. 3 Agustus 2024, pp. dan suku (Suyatno dalam (Istarani & Ridwan, 2014: . Menurut Rusman . 4: . AyGagasan utama di belakang STAD adalah mengacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guruAy. Sedangkan menurut Armis & Seragih . 3: . menyatakan STAD mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru, menggunakan presentasi verbal, dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok kecil dengan anggota 4-5 orang, kelompok harus heterogen. Oleh karena itu model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini bisa menciptakan pembelajaran yang seimbang, ini dikarenakan pembelajaran kelompok tinggi, sedang dan rendah bisa mendapatkan kesempatan untuk aktif dalam pembelajaran. Perlu adanya model pembelajaran yang baik dan menarik sehingga siswa bisa termotivasi dan bisa aktif selama pembelajaran berlangsung. Adapun model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru yaitu model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD adalah model pembelajaran yang dimana siswa bukan belajar hanya memperhatikan guru yang menjelaskan melainkan pembelajaran antar kelompok. Dalam hal ini siswa bisa bertukar pikiran sesama kelompok pasangannya, dan bisa juga aktif selama pembelajaran berlangsung. Melalui model pembelajran STAD ini, diharapkan bisa menjadi solusi pada pembelajaran matematika khususnya pada materi Persamaan Garis Lurus sehingga hasil belajar matematika bisa lebih tinggi. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Eksperimen Semu, dengan melibatkan dua kelas, yaitu satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Katolik Aquino Amurang, pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Ada empat kelas yang menjadi populasi penelitian dan dua kelas yang menjadi sampel penelitian yang dipilih secara acak. Kelas 8B sebagai kelas eksperimen dan kelas 8A sebagai lekas kontrol. Rancangan penelitian yang akan digunakan yaitu rancangan yang berbentuk posttest only control group design. Yaitu dengan memberikan penerapan model STAD pada kelas eksperimen dan model pembelajaran Dirrect Instruction pada kelas kontrol kemudian diberikan evaluasi berupa tes akhir. Dalam penelitian ini variabel perlakuan adalah model pemebelajaran kooperatif tipe STAD yang merupakan perlakuan pada kelas eksperimen dan model Dirrect Instruction pada kelas control, sedangkan variabel respon adalah hasil belajar pada materi Persamaan Garis Lurus di kelas yang diberikan perlakuan dalam hal ini kelas eksperimen, dan yang tidak diberikan perlakuan dalam hal ini kelas control. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol, kemudian di akhir pembelajaran diberikan tes akhir yang berupa tes tertulis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan Liliefors dan uji homogenitas sebagai pegujian prasyarat analisis, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji statistik . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dipreoleh bahwa data kelas ekperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan Future Academia. Vol. No. 3 Agustus 2024, pp. terdistribusi homogen, maka memenuhi kriteria digunakannya uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil pengujian hipotesis yang menggunakan taraf signifikan = 0,05 diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran STAD pada kelas eksperimen yaitu 78,65 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran langsung pada kelas kontrol yaitu 65. Berdasarkan uji hipotesis statistik dengan uji-t diperoleh thitung = 4,973384 > ttabel = 1,685954 , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan penelitian tentang AuPengaruh Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi Persamaan Garis Lurus Siswa Kelas Vi SMP Katolik Aquino AmurangAy disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar dan dapat membuat siswa lebih aktif. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan latar belakang masalah, penelitian serta pembahasan yang telah dilaksanakan di SMP Katolik Aquino Amurang, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division. pada materi Persamaan Garis Lurus dapat dikatakan efektif, karena mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan mendorong siswa untuk berperan aktif di kelas dan lebih paham tentang materi yang diajarkan sehingga dapat mengerjakan latihan soal secara mandiri. Saran Saran-saran yang dapat dikemukakan penulis berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: Bagi siswa agar supaya dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, serta siswa bisa lebih termotivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran Bagi guru dapat menjadi bahan pertimbangan untuk bisa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika, dan bisa membantu guru untuk menciptakan suasana pembelajaran semakin Bagi peneliti lain diharapkan dapat lebih meningkatkan manfaat dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. DAFTAR PUSTAKA