JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 EVALUASI KINERJA KEUANGAN DENGAN METODE KOMPARATIF DAN TREND MENGGUNAKAN MODEL PEARLS PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM CREDIT UNIONBINA SEROJA Wahyu Yuyun Sihotang 1 . Saur Costanius Simamora2 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, 201074001@students. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, saurcsimamora@gmail. Abstrak Koperasi mempunyai tujuan dasar yaitu untuk mensejahterakan anggotanya. Bentuk kesejahteraan anggota koperasi adalah dengan pembagian keuntungan koperasi (SHU). Agar dapat memperoleh keuntungan SHU yang tinggi, maka koperasi harus dapat mengelola aset-asetnya secara baik dan Kinerja keuangan koperasi dikelola dengan baik akan berdampak pada keuntungan koperasi meningkat, berdampak pula pada pembagian SHU kepada anggota. Dalam penelitian ini mempunyai tujuan mengevaluasi perkembangan dan tingkat kesehatan untuk menilai kinerja keuangan KSP CU Bina Seroja periode 2017-2021 dengan metode analisis komparatif dan trend menggunakan rasio PEARLS. Dari hasil evaluasi dari kinerja keuangan KSP CU Bina Seroja dengan metode analisis komparatif dan trend di atas, dapat dilihat bahwa ada beberapa indikator yang hasilnya kurang baik, indikator tersebut adalah Effective financial structure 1 (E. merupakan indikator untuk melihat penyerapan pinjaman beredar berbanding aset. Kenaikan aset yang begitu pesat, tidak diimbangi dengan penyerapan pinjaman kepada anggota. Hasil E1 yang cenderung turun, berpengaruh terhadap pendapatan bunga pinjaman, pendapatan CU akan turun, sementara CU harus membayar biaya modal dan biaya operasional, yang pastinya akan berdampak kepada pembagian dividen kepada anggota. Kata Kunci : evaluasi kinerja keuangan. analisis komparatif. analisis trend. penilaian kinerja keuangan model PEARLS Abstract Cooperatives have a basic goal, namely to prosper their members. The form of welfare of cooperative members is by sharing cooperative profits (SHU), in order to obtain high SHU profits, the cooperative must be able to manage its assets properly and correctly. The financial performance of the cooperative is well managed will have an impact on the cooperative's profits to increase, also have an impact on the distribution of SHU to members. This study aims to evaluate the development and level of health to assess the financial performance of KSP CU Bina Seroja for the 2017-2021 period with comparative analysis methods and trends using the PEARLS ratio. From the evaluation results of the financial performance of KSP CU Bina Seroja with comparative analysis methods and trends above, it can be seen that there are several indicators whose results are not good, these indicators are Effective financial structure 1 (E. is an indicator to see the absorption of outstanding loans compared to assets. Such a rapid increase in assets is not offset by the absorption of loans to E1 results tend to fall, affecting loan interest income. CU's income will decrease, while CU has to pay capital costs and operating costs, which will certainly have an impact on dividend distribution to members. Keywords : financial performance evaluation. comparative analysis. trend analysis. performance assessment PEARLS model 165 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENDAHULUAN Koperasi Indonesia adalah badan usaha Kinerja keuangan koperasi yang baik akan yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai mempertahankan keberadaan koperasi, diperlukan gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas pengawasan, monitoring dan analisis kinerja kekeluargaan (Undang-Undang No 25, 1. keuangan koperasi secara periodik, agar tidak Koperasi mempunyai tujuan dasar yaitu untuk terjadi kondisi koperasi memburuk. Salah satu Bentuk metode analisis kinerja keuangan khusus koperasi kesejahteraan anggota koperasi adalah dengan adalah Protection. Effective financial structure, pembagian keuntungan koperasi yaitu sisa hasil Asset quality. Rate of return on cost. Liquidity, usaha (SHU). Agar dapat memperoleh keuntungan Sign of growth (PEARLS). Agar SHU yang tinggi, maka koperasi harus dapat Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Bina mengelola asetnya secara baik dan benar. Dalam Seroja menggunakan PEARLS dalam menilai hal melakukan pengelolaan aset koperasi yang kinerja keuangannya. Berikut data keuangan KSP baik dan benar, dapat dilihat dari kinerja keuangan Credit Union Bina Seroja periode 2017-2021 pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Perkembangan Pendapatan Bunga Pinjaman. Dividen. Penyaluran Kredit dan Kredit Macet KSP CU Bina Seroja dalam 5 tahun terakhir Tahun Pendapatan Bunga Pinjaman 300,7. 400,7. 200,7. 000,6. Dividen Anggota 530,1. 228,1. 978,1. 797,1. Penyaluran Kredit 000,45. 000,51. 000,51. 000,49. Kredit Macet 000,860. 000,1. 000,1. 000,1. Sumber : Buku RAT KSP CU Bina Seroja Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa tahunnya, sedangkan kredit macet tiap tahun pendapatan bunga pinjaman, dividen anggota dan penyaluran pinjaman cenderung turun tiap Melihat data yang disajikan di atas 166 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 terlihat kinerja keuangan KSP CU Bina Seroja periode tertentu. ada masalah, sehingga diperlukan penelitian Analisis laporan keuangan Analisis laporan keuangan adalah suatu keuangan Koperasi menggunakan teknik proses dalam rangka membantu menganalisis analisis komparatif dan trend. Rumusan Masalah perusahaan, hasil-hasil operasi perusahaan Bagaimana evaluasi kinerja keuangan pada KSP CU Bina Seroja periode 2017- Metode Komparatif Metode KSP CU Bina Seroja periode 2017-2021 dengan metode trend dalam persentase? masa lalu dan masa depan (Wiratna, 2022:. 2021 dengan metode komparatif? Bagaimana evaluasi kinerja keuangan pada angka-angka keuangan dan membandingkannya dengan angka-angka (Kasmir, 2019:. Keuntungan utamanya KERANGKA TEORI adalah dapat diketahuinya perubahan yang Laporan Keuangan Laporan besar akan terlihat dengan jelas, sehingga informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja keuangan keuangan perusahaan atas hasil yang dicapai. Metode Analisis Trend perusahaan tersebut (Wiratna, 2022:. Analisis trend adalah analisis yang Kinerja Keuangan menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan Menurut (Wiratna, 2022:. kinerja keuangan merupakan hasil dari evaluasi Pengukuran kinerja keuangan laporan keuangan. Dalam laporan keuangan yang dinyatakan dalam persentase. Metode ini untuk mengetahui kecenderungan keuangan perusahaan naik atau turun, dengan demikian akan dapat diketahui perubahan mana yang cukup penting untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis PEARLS tersebut, dapat diketahui keadaan financial dan hasil yang telah dicapai perusahaan dalam Menurut Richardson dalam (Ahie. PEARLS 167 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 monitoring kinerja keuangan yang dirancang financial structure . truktur keuangan yang guna membantu manajemen untuk Credit efekti. Asset quality . uantitas ase. Rates of Union (CU) dalam mengelola keuangan return and cost . ingkat pendapatan dan koperasi serta digunakan untuk menilai biay. Liquidity . , dan Signs of tingkat kesehatan CU. PEARLS singkatan growth . anda-tanda pertumbuha. dari Protection . Effective Laporan Keuangan KSP CU BINA SEROJA Periode 2017-2021 Perhitungan Kinerja Keuangan PEARLS 2017 - 2021 EFFECTIVE FINANCIAL STRUCTURE PROTECTION RATE OF RETURN ON COST ASSET QUALITY LIQUIDITY SIGN OF GROWTH ANALISIS KOMPARATIF DAN TREND Pembahasan Hasil Analisis Kesimpulan Gambar 1. Kerangka Berpikir METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Kantor Pusat Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Bina Seroja (KSP CU Bina Seroj. , yang beralamat di Jl. Arus No 14 Rt 004 Rw 006. Kel. Cawang Kec. Kramat Jati. Kota Jakarta Timur. Daerah Variabel penelitian ini adalah perkembangan kinerja keuangan dan tingkat kesehatan koperasi untuk menilai kinerja keuangannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah merupakan sebuah metode penelitian Khusus Ibukota Jakarta. Jenis Sumber data yang digunakan adalah data Data sekunder dalam penelitian ini adalah data keuangan KSP CU Bina Seroja yang mencoba menggambarkan kondisi yang membandingkan dengan teori yang ada, kemudian dicarikan permasalahan, diteliti 168 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 serta dicarikan jalan keluarnya (Kasmir, 2022:. Hasil PEARLS dianalisis dengan metode analisis Trend. Analisis trend biasanya Metode analisis data yang digunakan menggunakan angka indeks dan semua dalam penelitian ini adalah : laporan keuangan yang dinyatakan dalam Mengumpulkan laporan keuangan KSP prosentase (Kasmir, 2022:. CU Bina Seroja Pembahasan hasil analisis komparatif Melakukan perhitungan kinerja keuangan atas laporan keuangan koperasi dan trend Menarik kesimpulan Kinerja keuangan dengan menggunakan PEARLS periode 2017-2021 Pengukuran kinerja keuangan dari aspek Protection (P) yaitu P1 dan P2 Pengukuran kinerja keuangan dari aspek Effective financial structure (E) yaitu E1. E5. E6 dan E9 Pengukuran kinerja keuangan dari aspek Asset quality (A) yaitu A1 dan A2 Pengukuran kinerja keuangan dari aspek Liquidity (L) yaitu L1 Pengukuran kinerja keuangan dari aspek Sign of growth (S) yaitu S10 dan S11 Hasil PEARLS menggunakan metode komparatif yaitu membandingkan tiap pos dari laporan masing akun dalam laporan keuangan dan untuk pembuatan perencanaan, kebijakan, keputusan serta tindakan operasional (Kasmir, 2022:. 169 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 Hasil Perhitungan Kinerja Keuangan dengan Model PEARLS NO INDIKATOR SEHAT/ HASIL TIDAK SEHAT SEHAT/ HASIL TIDAK SEHAT P1 (%) P2 (%) E1 (%) E5 (%) E6 (%) E9 (%) A1 (%) A2 (%) R7 (%) R9 (%) L1 (%) S10 (%) S11 (%) HASIL SEHAT/ TIDAK SEHAT SEHAT/ HASIL TIDAK SEHAT HASIL SEHAT/ TIDAK SEHAT SEHAT 100 SEHAT 171. 60 SEHAT 165. 22 SEHAT 160. 45 SEHAT TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK 93 SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT TIDAK 46. 16 TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT TIDAK TIDAK 80 SEHAT 70. 08 SEHAT 69. 5 SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT TIDAK SEHAT SEHAT TIDAK SEHAT SEHAT TIDAK SEHAT SEHAT TIDAK SEHAT SEHAT TIDAK SEHAT 31 SEHAT 1. 91 SEHAT 1. 91 SEHAT 2. 54 SEHAT 2. 17 SEHAT TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK TIDAK SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT 28 SEHAT 11. 28 SEHAT 12. 40 SEHAT 5. 84 SEHAT 6. 26 SEHAT 55. 62 SEHAT 50. TIDAK TIDAK SEHAT SEHAT 99 SEHAT 11. 65 SEHAT 4. SEHAT 91 SEHAT 6. SEHAT 6. 51 SEHAT 5. SEHAT 53. 30 SEHAT 58. TIDAK TIDAK SEHAT SEHAT SEHAT 4. 42 SEHAT 10. SEHAT SEHAT SEHAT TIDAK SEHAT SEHAT Data diolah oleh Peneliti . Berdasarkan data di atas hasil perhitungan pinjaman macet < 12 bulan. Idealnya kinerja keuangan KSP CU Bina Seroja adalah > 35%. untuk tahun 2017 sampai dengan 2020 Hasil P1 dimana P1 adalah dana Tidak Sehat. Lalu kemudian di tahun 2021. KSP CU Bina Seroja berusaha pinjaman macet > 12 bulan hasilnya menaikkan dana cadangan risiko untuk SEHAT. Kecukupan P1 > 100%. KSP P2, sehingga rasio naik menjadi 35,93% hasilnya Sehat. Bina Seroja Dana Cadangan Resiko sangat cukup untuk Hasil yang diperoleh Hasil E1 adalah saldo pinjaman beredar mengcover pinjaman > 12 bulan . berbanding aset. E1 erat kaitannya Hasil P2 dimana P2 adalah dana dengan E5, idealnya 70%-80%. Hasil E1 pada KSP CU Bina Seroja < 70%, rata- 170 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 rata dibawah 50%, artinya E1 Tidak 5%, sehingga hasilnya Tidak Sehat. Sehat. Idealnya < 5%. Simpanan diharapkan dapat disalurkan melalui simpanan saham berbanding simpanan saham rata-rata. R7 idealnya > dari Hasil R7 KSP CU Bina Seroja Hasil E5 adalah saldo simpanan non masih lebih besar dari inflasi, sehingga saham berbanding total aset. Idealnya di hasil R7 Sehat. operasional berbanding total aset rata- Hasil E6 adalah pinjaman kepada pihak Hasil R9 KSP CU Bina Seroja lebih ke 3 atau lembaga lain. KSP CU Bina kecil dari10%, sehingga hasil R9 Sehat. Seroja tidak memiliki pinjaman hasilnya Hasil L1 dimana L1 adalah likuiditas. Sehat. dana likuid yang dimiliki oleh CU Hasil E9 adalah modal lembaga bersih. apabila ada penarikan dana simpanan Modal lembaga bersih idealnya > 10%. atau tabungan anggota CU. Idealnya > Perhitungan E9 KSP CU Bina Seroja Rasio L1 KSP CU Bina Seroja masih dibawah 10% sehingga hasilnya diatas 50% artinya L1 Sehat. Hasil Hasil S10 S10 pertumbuhan anggota. Idealnya berbanding total pinjaman beredar. CU. Dalam hal ini rasio S10 KSP CU digunakan untuk melihat non performing Bina Seroja < 12%, hasilnya Tidak Sehat loan (NPL) suatu CU. Rasio A1 KSP CU Bina Hasil R9 dimana R9 adalah biaya 70% Sehat. Tidak Sehat. Hasil R7 dimana R7 adalah biaya bunga 70%-80%. Dalam hal ini hasil dari E5 > Seroja Hasil S11 S11 pertumbuhan aset. Idealnya > tingkat Sehingga hasilnya Sehat. Dalam hal ini S10 KSP CU Bina Hasil A2 dimana A2 total aset tidak Seroja < 12%, hasilnya Tidak Sehat. menghasilkan berbanding total aset. Rasio A2 KSP CU Bina Seroja di atas 171 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 3 Hasil Evaluasi Kinerja Keuangan dengan Metode Komparatif TAHUN INDIKATOR S10 S11 100% 171. 60% 165. 22% 160. Data diolah oleh Peneliti . Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hasil 50,50%, sedangkan terendah pada tahun perhitungan komparatif : 2021 yaitu 42,32%. Hasil E1 tinggi Hasil P1 tertinggi pada tahun 2019 yaitu menunjukkan bahwa koperasi dapat 171,60%, sedangkan terendah di tahun menyalurkan pinjaman kepada anggota. 2017 yaitu 100%. Hasil P1 tinggi artinya Modal yang dimiliki koperasi dapat koperasi memiliki dana yang sangat macet > 12 bulan. Hasil E5 tertinggi pada tahun 2021 Hasil P2 tertinggi pada tahun 2021 yaitu yaitu 72,50% sedangkan terendah pada 35,93%, sedangkan terendah pada tahun tahun 2017 yaitu 68,92%. Hasil E5 2017 yaitu 7,91%. Hasil P2 tinggi tinggi menunjukkan bahwa anggota menunjukkan bahwa P2 yang dimiliki mempunyai kepercayaan yang tinggi oleh KSP CU Bina Seroja sangat cukup kepada koperasi, sehingga anggota untuk mengcover pinjaman macet < 12 menginvestasikan dananya ke koperasi. Hasil E1 tertinggi pada tahun 2019 yaitu Hasil E6 0%, karena KSP CU Bina Seroja tidak memiliki hutang kepada 172 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 pihak ke 3. tahun 2021 yaitu 5,60%. Hasil R9 Hasil E9 tertinggi pada tahun 2020 tinggi tidak baik untuk koperasi, karena yaitu 6,92% sedangkan terendah pada beban operasional yang terlalu tinggi. Hasil mengakibatkan pendapatan koperasi komparatif E9 dari tahun ke tahun tidak rendah, pembagian dividen kepada mengalami peningkatan anggota juga akan rendah. 6,62%. Hasil A1 tertinggi pada tahun 2020 yaitu 58,61% sedangkan terendah pada Hasil tahun 2019 yaitu 50,21%. Hasil L1 komparatif A1 dari tahun ke tahun terlalu tinggi tidak baik untuk koperasi, mengalami kenaikan. A1 sebaiknya karena modal yang dimiliki oleh hasilnya serendah mungkin, karena apabila A1 pinjaman yang kepada anggota. 1,31%. Hasil S10 tertinggi pada tahun 2018 Hasil A2 tertinggi pada tahun 2017 yaitu 8,44% sedangkan terendah pada yaitu 12,73% sedangkan terendah pada tahun 2021 yaitu -0,61%. Hasil S10 tahun 2019 yaitu 11,10%. Hasil A2 tinggi, baik untuk koperasi, karena sebaiknya hasilnya serendah mungkin, banyaknya anggota baru yang masuk karena A2 menyangkut aset tidak menjadi anggota koperasi menandakan bahwa masyarakat percaya kepada Hasil R7 tertinggi pada tahun 2017 yaitu 14,28% sedangkan terendah pada Hasil L1 tertinggi pada tahun 2021 yaitu 2,54% sedangkan terendah pada Hasil S11 tertinggi pada tahun 2017 tahun 2021 yaitu 6,03%. Hasil R7 yaitu 17,99% terendah pada tahun 2020 tinggi artinya kegiatan usaha koperasi yaitu 4,42%. Kenaikan aset koperasi berjalan baik sehingga menghasilkan dividen yang tinggi untuk dibagikan kepada anggota. Hasil R9 tertinggi pada tahun 2020 yaitu 6,51% sedangkan terendah pada 173 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 4 Hasil Perhitungan Evaluasi Kinerja Keuangan Metode Analisis Trend HASIL ANALISIS TREND INDIKATOR < 10% S10 > 12% S11 100% 171. 60% 165. 22% 160. INDEKS 32% 70%-80% 50% 70%-80% < 5% < 5% > Inflasi Data diolah oleh Peneliti . Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Trend E1 setiap tahunnya cenderung perhitungan trend sebagai berikut : Hasil E1 yang cenderung turun. Hasil P1 kenaikan trend tertinggi pada hasilnya masih dibawah angka indeks tahun 2019 yakni 171,60% sedangkan yakni 70%-80% hasilnya tidak baik. terendah pada tahun 2017 dan 2018 yakni Hasil E5 kenaikan trend tertinggi tahun 100% walaupun masih sesuai dengan 2021 yakni 72,50% sedangkan trend Trend P1 cenderung turun di terendah pada tahun 2017 yakni 68,92% tahun 2020 yaitu 165,22% dan tahun dan tahun 2020 yakni 69,73%. Trend E5 2021 yaitu 160,40% walaupun turun tapi cenderung stabil. Kenaikan tertinggi E5 hasilnya masih di atas angka indeks. sudah sesuai dengan angka indeks yakni Hasil P2 kenaikan trend tertinggi tahun 70%-80% sehingga hasilnya baik. 2021 yaitu 35,93%, sedangkan trend Hasil E6 trendnya 0% karena KSP CU terendah pada tahun 2017 yaitu 7,91%. Bina Seroja tidak memiliki pinjaman Trend P2 cenderung meningkat dari kepada pihak ke 3. tahun ke tahun. Kenaikan trend P2 Hasil E9 kenaikan trend tertinggi tahun tertinggi yaitu 35,93% hasilnya di atas 2020 yakni 6,92% sedangkan trend angka indeks yaitu 35%, hasilnya baik. terendah pada tahun 2018 yakni 6,57%. Hasil E1 kenaikan trend tertinggi tahun Hasil analisis trend E9 dari tahun ke 2019 yakni 50,50% sedangkan trend tahunnya masih rendah, masih dibawah terendah pada tahun 2021 yakni 42,32%. angka indeks yakni 10%. 174 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Hasil A1 kenaikan trend tertinggi tahun Hasil S10 kenaikan trend tertinggi tahun 2020 yakni 2,24% sedangkan trend 2018 yakni 8,44% sedangkan trend terendah pada tahun 2017 yakni 1,31%. terendah pada tahun 2021 yakni -0,61%. Trend Trend S10 ertumbuhan tahunnya, hal ini tidak baik, hasil cenderung turun, angka indeks S10 > tertinggi 2,24% masih dibawah angka indeks yakni < 5%, meskipun begitu Hasil S11 trend tertinggi tahun 2017 sebaiknya koperasi menjaga pinjaman yakni 17,99% sedangkan trend terendah macet agar tidak naik melebihi angka pada tahun 2020 yakni 4,42%. Trend S11 tertinggi hasilnya baik, hasilnya di atas Hasil A2 kenaikan trend tertinggi tahun angka indeks yakni >10%. 2021 yakni 12,74% sedangkan trend terendah pada tahun 2019 yakni 11,10%. KESIMPULAN Hasil A2 cenderung tinggi, hasil tiap tahunnya masih di atas angka indeks Bina yakni < 5%. komparatif periode 2017-2021, yang Hasil R7 kenaikan trend tertinggi tahun paling baik adalah tahun 2019. Dari 13 2017 yakni 14,28% sedangkan trend indikator PEARLS, 8 indikator hasilnya terendah pada tahun 2021 yakni 6,03%. baik, 4 indikator dengan hasil rendah Trend Hasil evaluasi kinerja keuangan KSP CU Seroja Hasil evaluasi kinerja keuangan KSP CU tahunnyatetapi masih dalam batas angka Bina indeks R7 > inflasi. metode analisis trend periode 2017-2021. Hasil R9 kenaikan trend tertinggi tahun trend yang hasilnya cenderung naik 2020 yakni 6,51% sedangkan trend adalah P1 hasil > 100%. Hasil P2 terendah pada tahun 2021 yakni 5,60%. cenderung naik di tahun 2019 dan 2021 Trend dengan acuan angka indeks di 35%. Hasil Hasil R9 tertinggi yakni 6,51% trend E5 cenderung naik untuk tahun masih dibawah angka indeks yakni 10%, 2018, 2019 dan 2021, tahun 2017 dan hal ini baik. Artinya koperasi dapat 2020 turun dengan hasil dibawah 70%. Hasil trend untuk E6 baik. Hasil trend E9 . iaya Seroja tidak baik. Hasil trend untuk A1 baik. Hasil L1 kenaikan trend tertinggi tahun Hasil trend A2 tidak baik. Hasil trend R7 2021 yakni 58,61% sedangkan trend Hasil trend R9 bagus. Hasil trend terendah pada tahun 2019 yakni 50,21%. L1 tidak baik. Hasil trend S10 tidak Trend Hasil trend S11 cenderung naik untuk tahun 2017, 2018 dan 2021. 175 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 SARAN Berdasarkan metode komparatif hasil E1 Manajemen. Akuntansi. Dan Bisnis (Monalisa . 1st ed. PT. Raja Grafindo Persada. masih rendah, oleh karena itu disarankan agar E1 tinggi, dengan meningkatkan E9. Kasmir. Analisis Laporan keuangan . th ed. PT. Raja Grafindo Persada. E9 dapat ditingkatkan dengan menjaga Peningkatan investasi anggota. Untuk mencapai trend yang meningkat, koperasi harus bisa menekan kenaikan Dampaknya berdampak kepada peningkatan trend terhadap S10 . ertumbuhan anggot. dan Linda Sari . Analisis Tingkat Kesehatan Berdasarkan Indikator PEARLS (Studi Kasus Pada Koperasi Kabari Pangkalpinang Periode 2013-2. Jurnal Ilmiah Akuntansi Bisnis dan Keuangan (JIABK). Vol. Nomor 2. ISSN 2355-9047 Mesfira Harishanty . Analisis Komparatif dan Trend Atas Laporan Keuangan PT. Bank BNI Syariah dan PT. Bank BRI Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang. Volume I : 245-256 S11 . ertumbuhan ase. DAFTAR PUSTAKA