Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 129-131 Implementasi Strategi Pembelajaran Model Stalking Stick Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Andrian1. Siti Tiara Maulia1 1Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan,Universitas Jambi. Mendalo,Indonesia Email: 1rayenfedro12@gmail. com,2sititiaramaulia@gmail. Abstrak - Metode pembelajaran Talking Stick adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan tongkat yang tidak terlalu panjang, tongkat tersebut diputar kesemua peserta didik sambil menyanyikan sebuah lagu. Metode pembelajaran Talking Stick adalah metode pembelajaran yang sangat menyenangkan maupun menegangkan bagi peserta didik karena harus siap dan secara mendadak menjawab pertanyaan dari Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan hasil studi deskriftif dari hasil pengumpulan data studi pustaka dengan membaca dan menganalisis beberapa teori yang dikaji ulang berupa jurnal, artikel dan buku, model pembelajaran talking stick dipandang sebagai model pembeljaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Kata Kunci: Model Stalking Stick. Semangat Belajar Abstrak - The Talking Stick learning method is a learning method that uses a stick that is not too long, the stick is rotated by all students while singing a song. The Talking Stick learning method is a very fun and tense learning method for students because they have to be ready and suddenly answer questions from the teacher. This research uses qualitative research using the results of descriptive from the results of collecting data from literature studies by reading and analyzing several theories which are reviewed in the form of journals, articles and books, the talking stick learning model is seen as a learning model that is able to increase students' learning Keywords: The Talking Stick Model. Eager To Learn PENDAHULUAN Betapa pentingnya memperkuat disiplin dan membina potensi anak didik. Dengan metode pengajaran yang dapat membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka melalui pengajaran yang ramah anak. Setiap pendidik, baik yang bekerja di pendidikan informal, formal, maupun nonformal, dapat menerapkan pendekatan pembelajaran jenis ini. Tanggung jawab Lembaga Pendidikan bagi Tenaga Kependidikan sekurang-kurangnya adalah melahirkan tenaga pendidik yang demikian. Oleh karena itu. Tenaga Kependidikan (LPTK) dituntut mampu menghasilkan guru profesional yang memiliki hard skill dan soft skill, berperan serta dalam peningkatan standar pendidikan nasional, memiliki landasan kapasitas berupa karakter yang kuat, dan menjunjung tinggi keberagaman sebagai perekat integrasi bangsa(Sudirjo. Encep, 2. Para ahli membedakan antara dua kategori motivasi: motivasi ekstrinsik dan motivasi Motivasi intristik adalah Dorongan untuk melakukan tindakan yang dihasilkan dari kekuatan motivasi internal. Perilaku individu tidak dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan. Motivasi ekstrinsik, di sisi lain, adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang dibawa oleh kekuatan luar(Fiteriani. , 2. Motivasi merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi seberapa baik siswa belajar di Hasil belajar siswa akan dipengaruhi oleh motivasi, baik secara langsung maupun tidak Setiap siswa memiliki tujuan untuk tugasnya sehingga dia akan sangat termotivasi untuk Setiap upaya akan dilakukan untuk membantunya memenuhi ambisi Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang kurang memiliki motivasi belajar tidak akan mampu melakukan kegiatan belajar(Saptoyo. Menerapkan paradigma pembelajaran kooperatif model talking stick gaya tongkat bicara dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendorong interaksi positif antara siswa dengan guru dan siswa lainnya. Siswa akan dapat mengembangkan motivasi mereka untuk belajar dan rasa Andrian | https://journal. id/index. php/manekin | Page 129 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 129-131 tanggung jawab dengan menyelesaikan pemebelajaran di kelas(Rulianto. , dan Wartha. Salah satu model pembelajaran yang menarik di implementasikan pada penelitian ini ialah metode pembelajaran Talking Stick. Sebuah tongkat yang tidak terlalu panjang, dikenal sebagai "tongkat berbicara", digunakan dalam teknik pembelajaran Talking Stick. Setiap siswa menyanyikan lagu ketika musik dimainkan, gaya mengajar Talking Stick menarik sekaligus menegangkan bagi Oleh karena itu, setiap siswa dituntut untuk memahami dan memperhatikan dengan seksama penjelasan guru (Mashadi, 2. METODE Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karna lebih mementingkan proses dari pada hasil. data yang di peroleh dari penelitian ini berupa proses pembelajaran yang berlangsung dengan model pembelajara Talking Stick dalam mencapai motivasi belajar peserta didik. Tekhnik pengumpulan data berupa studi Pustaka dengan membaca dan menganalisis beberapa teori yang dikaji ulang berupa jurnal, artikel dan buku. HASIL DAN PEMBAHASAN Teknik Talking Stick merupakan alat bantu belajar yang digunakan untuk memilih siswa yang akan menjawab pertanyaan. belajar menggunakan metodeTalking Stick menginspirasi anak didik untuk menyuarakan pendapat mereka dengan berani. proses belajar mengajar di Kelas dirancang untuk mendorong pembelajaran melalui permainan tongkat, yang diteruskan dari satu siswa ke siswa lainnya. Musik diputar saat tongkat berputar. Siswa yang memegang tongkat memiliki pilihan untuk menjawab pertanyaan saat musik berhenti (Huda. , 2. berpendapat bahwa model talking stick termasuk dalam pembelajaran kooperatif karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif, yaitu: . Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menyelesaikan materi pembelajaran. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, dan jenis kelamin yang berbeda. lebih banyak penghargaan yang berorientasi pada kelompok daripada individu (Huda. F,. Model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick salah satu paling tepat untuk pembelajaran ini karena menuntut siswa bekerja dengan baik dalam kelompok dan mampu menjawab pertanyaan tentang materi yang dipelajari guna meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran ini dipilih berdasarkan beberapa alasan, antara lain: . Model pembelajaran ini mudah dilaksanakan, sesuai dengan mata pelajaran mata dan karakteristik siswa SMP. sumber daya, waktu, dan kapasitas penelitian (Lidia. Hairunisya. , dan Sujai. , 2. Motivasi belajar, yang didefinisikan oleh Hassibuan . alam Suwatra, 2015: . sebagai kemampuan umum dalam diri siswa untuk membangkitkan kegiatan belajar dan memberikan arah kegiatan tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan, terdiri dari tiga aspek: niat, harapan, dan Terdapat Ciri-ciri minat belajar meliputi kecenderungan yang konsisten untuk memperhatikan dan mengingat hal-hal sepanjang waktu, kebanggaan dan kesenangan dalam minat, keterlibatan dalam belajar, dan minat dalam belajar yang dipengaruhi oleh budaya. Ketika siswa tertarik untuk belajar mereka akan selalu berpartisipasi aktif di dalamnya dan memberikan kinerja yang tinggi dalam prestasi belajar (Mujianto. , 2. Motivasi belajar yang ditumbuhkan dengan iplementasian model pembelajaran talking stick pada penelitian ini yaitu Mampu menyelesaikan materi pembelajaran dengan baik, berorientasi kelompok secara bersama, mampu bertanya/mengkritisi permasalahan dari kelompok lain, mampu menjawab pertanyaan serta mengemukakan pendapat berdasarkan sumber belajar yang ada. Andrian | https://journal. id/index. php/manekin | Page 130 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 129-131 Proses refleksi terjadi setelah pembelajaran. Data tentang tanggapan dan tantangan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran mereka dikumpulkan melalui refleksi ini. Siswa sulit untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan, dan mereka kurang terlibat dalam studi mereka. Kelebihan model talking stick pada penelitian ini adalah model talking stick dapat memunculkan semangat dan motivasi siswa untuk belajar, kekurangannya adalah ada sebaigian siswa yang hannya mengandalkan teman kelompok. KESIMPULAN Model pembelajaran kooperatif Talking Stick adalah salah satu yang cocok dalam penelitian pembelajaran ini karena memerlukan kerjasama kelompok dan keterampilan menjawab pertanyaan dari siswa untuk meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran ini dipilih karena beberapa alasan, antara lain: mudah diterapkan dan sesuai dengan mata pelajaran dan karakteristik siswa SMP. memiliki kemampuan, waktu, dan sumber daya untuk belajar. Teknik Talking Stick merupakan alat bantu belajar yang digunakan untuk memilih siswa yang akan menjawab pertanyaan. belajar menggunakan metodeTalking Stick menginspirasi anak didik untuk menyuarakan pendapat mereka dengan berani. Betapa pentingnya memperkuat disiplin dan membina potensi anak didik. Dengan metode pengajaran yang dapat membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka melalui pengajaran yang ramah anak. Setiap pendidik, baik yang bekerja di pendidikan informal, formal, maupun nonformal, dapat menerapkan pendekatan pembelajaran jenis talking stick ini sehingga dapat memotivasi serta memberi semangat belajar siswa sehingga siswa berminat untuk belajar dengan aktif di kelas. Dengan implementasian model pembelajaran talkimg stick ini dapat membuat siswa lebih bersemangat dan tidak jenuh serta antusisas untuk belajar di sekolah pada ssat pelajaran di kelas dan juga dapat mendorong siswa untuk lebih lebih aktif pada saat pembelajaran berlangsung di kelas. REFERENCES