Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KLINIK VICTORY TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Indri Yani Hasibuan Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya indrihasibuan18@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Klinik Victory Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional kuantitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan sumber data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada Karyawan di Klinik Victory. Teknik penentuan sampel yang di gunakan yaitu teknik non Probability sampling dengan metode sampling jenuh, maka populasi pada penelitian ini yaitu seluruh karyawan di klinik victory teluk dalam dan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu seluruh karyawan diklinik victory Telukdalam yang berjumlah 31 orang. Metode analisis yang digunakan pasa penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di klinik Victory Telukdalam Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Motivasi Kerja. Kinerja Karyawan Abstract This research aims to determine the relationship between work motivation and employee performance at the Victory Telukdalam Clinic. South Nias Regency. This type of research is a type of quantitative correlational research. The type of data used is quantitative data and the data source was obtained through distributing questionnaires to employees at the Victory Clinic. The sampling technique used was a non-probability sampling technique with a saturated sampling method, so the population in this study was all employees at the Victory Teluk Dalam clinic and the sample used in this research was all employees at the Victory Teluk Dalam clinic, totaling 31 people. The analytical method used in this research is simple linear regression analysis. The results of this research indicate that there is a relationship between work motivation and employee performance at the Victory Telukdalam clinic. South Nias Regency. Keywords: Work Motivation. Employee performance Pendahuluan Sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu organisasi yang tidak dapat dipisahkan dari suatu instansi atau suatu usaha. Hasil https://jurnal. id/index. php/JIM akhir dari kerja representatif adalah eksekusi, baik eksekusi kuantitatif maupun Dibalik itu, tugas perwakilan juga sebagai pelaksana visi dan misi serta tujuan yang ingin dicapai oleh asosiasi. Oleh Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 karena itu, adalah wajar bagi karyawan untuk diberi kompensasi yang sesuai atas kontribusinya terhadap organisasi. Komitmen pekerja dapat berupa pemikiran, tenaga, dedikasi, waktu, bakat dan lebih jauh lagi penebusan dosa yang mereka berikan kepada pergaulan. Untuk mencapai eksekusi yang hebat, perwakilan harus memiliki inspirasi dalam bekerja. Oleh karena itu, permintaan bantuan masyarakat dari masyarakat diharapkan agar lembaga terus melakukan perbaikan dengan lebih mengembangkan kinerja Kelebihan dan kekurangan setiap pegawai harus diketahui oleh organisasi agar kelemahan dapat diperbaiki dan kinerja pegawai yang baik dapat Pelaksana diharapkan mampu menghasilkan hasil kerja yang bermutu dan bertanggung jawab terhadap hasil suatu perkumpulan. Upaya yang dapat dilakukan untuk lebih mengembangkan pelaksanaan perwakilan adalah dengan memberikan inspirasi kerja kepada perwakilan. Dengan inspirasi kerja, perwakilan akan bertanggung jawab atas Inspirasi kerja akan terbentuk dari upaya yang dilakukan oleh perwakilan dan juga upaya dari asosiasi dan pimpinannya. Upaya untuk meningkatkan inspirasi kerja hubungan yang baik antara perwakilan individu dan antara atasan dan bawahan, lingkungan kerja yang positif dan Menurut Manullang . Auinspirasi kerja adalah sesuatu yang menjadikan penunjang atau semangat dalam bekerja dan sederhananya inspirasi kerja merupakan penggerak tenaga kerjaAy. Jika seorang pionir bisa menjawab persoalan wakilnya, maka para pekerja akan mendapat inspirasi kerja yang https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Dalam hal ini, para perintis berperan penting dalam memberikan kenyamanan kepada para wakil sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing, sehingga para pekerja dapat berfungsi dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Rendahnya inspirasi kerja yang representatif dapat pekerja dalam bekerja. Oleh karena itu, inspirasi kerja menjadi pertimbangan penting untuk mengembangkan lebih lanjut kinerja representatif. Inspirasi kerja yang baik berarti para perwakilan akan mungkin dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atau inspirasi kerja dalam suatu perwakilan untuk bekerja lebih keras dan lebih baik lagi untuk menghasilkan pekerjaan yang ideal. Eksekusi representatif mengacu pada Karena dapat mempengaruhi keberhasilan organisasi dan pencapaian merupakan hal yang krusial. Tujuan hierarkis dapat dicapai jika para pekerja Mendapatkan eksekusi representatif yang berhasil dan efektif memang sulit, salah satu unsur penting adalah inspirasi kerja yang tinggi. Menurut Wartono . AuPelaksanaan perwakilan adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang perseorangan atau suatu kumpulan sesuai dengan kuasa atau kewajiban setiap pekerja selama jangka waktu tertentuAy. Para pelopor kepada setiap perwakilan sesuai dengan bidang dan bakatnya masing-masing sehingga para perwakilan dapat bekerja sesuai dengan harapan perusahaan. Untuk Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 mencapai eksekusi yang hebat, harus dimulai dengan inspirasi dari setiap Perwakilan yang mempunyai inspirasi kerja yang hebat akan memberikan eksekusi yang hebat pula. Demikian pula kinerja yang buruk akan terjadi jika seorang karyawan kurang memiliki motivasi dalam Secara tidak langsung, inspirasi kerja muncul sebagai kebutuhan sekaligus mempersiapkan segala potensi. Upaya positif untuk mengerahkan tenaga dan potensi pegawai agar produktif dan mencapai tujuan muncul sebagai motivasi kerja aktif. Motivasi kerja mempunyai daya untuk mengobarkan seluruh potensi diri, cita-cita membangkitkan semangat kerja sama tim. Dari hasil observasi yang telah dilakukan peneliti dilokasi penelitian bahwa karyawan masih kurang termotivasi dalam bekerja, dikarenakan kurangnya balas jasa dari atasan kepada karyawan karyawan yang menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Kemudian pengakuan atau pujian dari atasan kepada bawahan masi Selanjutnya, karyawan terkendala dikarenakan fasilitas kerja yang masih kurang lengkap, seperti alat-alat medis yang canggih dimasa karyawan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atau pasiennya. Kendala selanjutnya yaitu ketepatan waktu yang kurang, seperti masih ada karyawan yang datang terlambat dan tidak tepat waktu dikarenakan jarak tempuh dari rumah karyawan dengan tempat kerja yang cukup memakan banyak waktu. Hal ini yang E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X menjadi kendala dalam pencapaian tujuan Konsep Motivasi Kerja Motivasi kerja merupakan dorongan yang membuat seseorang perlu bekerja dan mengurus bisnis dengan tujuan tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh Sukoco dan Soedarso . berpendapat bahwa AuMotivasi kerja adalah sesuatu yang menjadikan penunjang atau tenaga untuk bekerjaAy. Sebagaimana dikemukakan oleh Afandi . AuMotivasi kerja adalah suatu keinginan yang muncul dari dalam diri seseorang atau individu sejak ia terdorong, tiada hentinya terdorong untuk menyelesaikan latihan dengan penuh kejujuran, kebahagiaan dan keikhlasan sehingga akibat dari latihan yang dilakukannya memperoleh hasil yang besar dan kualitas". Selain itu, menurut Sudaryo, dkk . menyatakan bahwa AuMotivasi kerja adalah kemampuan untuk memanfaatkan upaya yang luar biasa, untuk mencapai tujuan yang otoritatif, dikoordinasikan dengan kemampuan untuk memenuhi beberapa kebutuhan individuAy. Seperti yang diungkapkan oleh Duha . AuMotivasi kerja adalah sekumpulan kekuatan energi baik yang dimulai dari dalam maupun dari luar diri seseorang, berhubungan dengan bisnis, dan untuk memutuskan struktur, bantalan, kekuatan dan panjangnyaAy. Pengertian motivasi kemudian menyatakan bahwa Aumotivasi adalah dorongan yang disebabkan oleh . menggerakkan dan mengarahkan perilaku individu untuk mencapai tujuan atau insentif tertentu,Ay menurut Suparyadi . Konsep Kinerja Karyawan https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Kinerja karyawan adalah produk akhir dari tugas yang telah diselesaikan seorang Eksekusi yang representatif sangat diperlukan oleh asosiasi karena eksekusi pekerja merupakan hasil yang dicapai oleh suatu asosiasi untuk mencapai tujuan yang Sesuai Gardjito, dkk. mencirikan AuKinerja karyawan sebagai upaya pencapaian, dimana perwakilan dalam pekerjaannya harus sesuai dengan program kerja asosiasi untuk menunjukkan derajat pelaksanaan hierarkis dalam mencapai visi, misi dan tujuan asosiasiAy. Sedangkan menurut Afandi . Aukinerja pegawai adalah sejauh mana seseorang telah memainkan perannya dalam melaksanakan strategi organisasi, baik dalam mencapai target tertentu terkait dengan peran individu tersebut dan/atau menunjukkan kompetensi yang dimilikinya. relevan dengan organisasi," menurut definisi ini. Selain itu, seperti yang ditunjukkan oleh Sukoco dan Soedarso . yang berpendapat bahwa AuKinerja karyawan adalah konsekuensi dari pekerjaan yang terjadi karena beberapa latihan selama waktu yang dihabiskan untuk melakukan perwakilan dan pedoman tidak seluruhnya ditetapkan sesuai kewenangan. hierarkis, tidak sepenuhnya ditetapkan secara pasti. " Sebagaimana dikemukakan oleh Sudaryo, dkk . beralasan bahwa AuKinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam menyelesaikan usaha-usaha yang diserahkan kepadanya dan besarnya yang pergaulanAy. Selain itu, seperti yang diungkapkan oleh Riani . AuKinerja karyawan adalah tingkat efisiensi seorang https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X kolaboratornya, pada beberapa hasil dan cara berperilaku sehubungan dengan tugasAy. Indikator Motivasi Kerja Selanjutnya, menurut Farida dan Hartono . indikator motivasi kerja yaitu, sebagai berikut: Berikan pintu terbuka yang berharga kepada perwakilan untuk menambah Penilaian kerja langsung sesekali atau Menjadi terbiasa melakukan tugas sesuai dengan pedoman dan pedoman yang Memberikan kesempatan yang luar biasa kepada perwakilan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut. Menginspirasi karyawan untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan lebih Mendesak perwakilan untuk bekerja sama dengan unit terkait untuk membangun kecukupan dan kemajuan Bimbingan Selanjutnya. Menurut Agustini . indikator motivasi kerja yaitu: Bekerja Perwakilan dapat bekerja sesuai dengan prinsip atau beban yang diberikan Senang bekerja. Setiap perwakilan merasa senang bekerja di asosiasi jika ada dukungan dari atasannya. Merasa berharga. Rasa hormat terhadap setiap pekerja sangatlah penting, begitu Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 pula kesempatan untuk memberikan Bekerja keras. Para perwakilan berusaha keras dalam menyampaikan karyanya mengingat tingginya inspirasi dari Sedikit pengawasan. Setiap karyawan diawasi oleh seorang pemimpin untuk memastikan mereka bekerja secara efektif dan efisien. Semangat juang tinggi. Perwakilan mempunyai kepercayaan kerja yang tinggi sehingga tujuan hierarki dapat Disiplin. Manajemen waktu diterapkan di tempat kerja untuk setiap pekerja Indikator Kinerja Pegawai Menurut Robbin dalam Silaen, dkk . penanda eksekusi pekerja dibagi menjadi beberapa bagian, khususnya: Kualitas kerja. Ukuran kualitas pekerjaan adalah seberapa baik tugas tersebut kemampuan karyawan serta bagaimana pekerjaan yang dihasilkan. Kuantitas Jumlah dikomunikasikan dalam satuan dalam siklus tindakan yang telah selesai adalah dikomunikasikan dalam jumlah. Ketepatan Menyelesaikan memaksimalkan waktu yang ada dengan efektifitas yang lain Efektifitas. selesaikan tugas tepat waktu dan manfaatkan waktu yang ada sebaikbaiknya. Memperluas konsekuensi setiap unit dalam pemanfaatan aset dengan menambah derajat tujuan dari hierarki aset yang ada . engaruh, kas, komponen yang tidak dimurnika. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Komitmen. Tingkat sejauh mana seorang wakil dapat menyelesaikan kemampuan kerja dan kewajibannya terhadap jabatan atau organisasi disebut tanggung jawab. Sedangkan Abdullah . mengemukan bahwa indikator kinerja yaitu: Efektif, penunjuk ini memperkirakan tingkat kesamaan yang disampaikan Penunjuk kecukupan ini memecahkan masalah atau tidak. Efesien, penanda ini memperkirakan tingkat kesamaan interaksi untuk memanfaatkan potensi biaya yang paling Kualitas penunjuk ini memperkirakan tingkat kesamaan antara sifat barang atau administrasi yang dibuat dengan kebutuhan dan asumsi pembeli. Ketepatan memperkirakan apakah pekerjaan telah selesai secara akurat dan tepat waktu. Produktivitas, memperkirakan derajat kecukupan suatu Keselamatan, asosiasi dan tempat kerja para perwakilan terkait dengan perspektif Sedangkan menurut Sopiah dan Sangadji . indikator kinerja sebagai berikut: Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yaitu kemampuan perwakilan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat Hasil pekerjaan melampaui tujuan, khususnya dengan asumsi perwakilan menyelesaikan pekerjaan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 diselesaikan oleh asosiasi. Bekerja tampa kesalahan, yaitu tidak melakukan kesalahan dalam bekerja, merupakan kepentingan perwakilan. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional kuantitatif. Menurut Arikunto 0:247-. Aupenelitian korelasional merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabelAy. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, data kuantitatif. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Klinik Victory. Teknik Pengumpulan Data Metode kuesioner digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. Survei pengumpulan informasi dengan cara menyampaikan jajak pendapat yang diberikan secara lugas kepada responden. Jajak pendapat tersebut dipisahkan menjadi dua faktor, yaitu inspirasi kerja dan Konsekuensi dari pemilihan informasi dari terhadap suatu survei, kemudian nilai skor keseluruhan dari jawaban-jawaban pilihan tersebut diselesaikan dengan menggunakan Skala Likert. Seperti yang diungkapkan oleh Sugiyono . Auskala likert digunakan untuk mengukur mentalitas, anggapan, kesan seseorang atau kelompok tentang kekhasan persahabatanAy. Dalam pengujian ini kekhasan sosial tersebut diselesaikan secara tegas oleh ahlinya, yang selanjutnya disebut sebagai variabel https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X eksplorasi yang memberikan nilai positif hingga sangat buruk, yaitu seperti yang diungkapkan Sugiyono . 8: . seperti terlihat di bawah ini: Sangat Tidak Setuju (STS) = Angka 1 Tidak Setuju (TS) = Angka 2 Ragu-ragu (RR) = Angka 3 Setuju (ST) = Angka 4 Sangat Setuju (SS) = Angka 5 Uji Instrumen Uji Validitas. Tingkat kemampuan suatu sesuatu yang menjadi sasaran utama pengukurannya disebut validitas. menjamin bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian akurat dan dapat diandalkan. Maka dalam ulasan kali ini digunakan suatu teknik dengan cara mencocokkan skor yang didapat pada segala hal . dengan skor Untuk menentukan keabsahan digunakan item koneksi kedua . Apabila rhitung > rtabel, maka terdapat keterkaitan yang nyata antara faktorfaktor tersebut sehingga alat penduga tersebut dianggap sah. Kemudian untuk mengetahui hubungan nilai antara informasi pada setiap proklamasi dengan skor absolut, gunakan resep metode hubungan kedua item sesuai Sujarweni . 5: . dengan persamaan sebagai berikut: Keterangan: = Koefisien korelasi = Jumlah subyek = Skor setiap item = Skor total = Kuadrat jumlah skor item = Jumlah kuadrat skor item Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Oc = Jumlah kuadrat skor nilai Uji Reliabilitas. Reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan hasil pengukuran yang berulang-ulang. Uji ketergantungan ini hanya dilakukan terhadap hal-hal yang substansial, yang diperoleh melalui uji legitimasi. Metode konsistensi internal yang menggunakan Cronbach Alpha (G) merupakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan. Uji kualitas yang teguh ini dilakukan pada hal-hal artikulasi substansial yang diperoleh melalui pengujian legitimasi. Sesuai Sujarweni . persamaan uji CronbachAos Alpha adalah sebagai berikut: Keterangan: = Reliabilitas instrumen = Banyak butir pertanyaan = Deviasi standar total = Jumlah deviasi standar butir Pengujian Hipotesis Uji Korelasi Sederhana. Strategi pengujian informasi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah teknik pengujian koneksi langsung, strategi ini digunakan untuk menentukan kekuatan hubungan antara dua faktor, khususnya faktor X dan variabel Y. Seperti yang ditunjukkan oleh Sugiyono . untuk menguji secara langsung Koneksi resep yang digunakan adalah: E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X = Jumlah skor variabel X = Jumlah variabel Y Uji Signifikan. Untuk menguji makna hubungan tersebut, khususnya apakah hubungan yang ditemukan berlaku untuk seluruh masyarakat, pengujian signifikansinya sangatlah penting. Sesuai Sugiyono . persamaan uji kepentingan koneksi kedua item tersebut ditampilkan pada resep terlampir: Keterangan: Nilai konsultasikan dengan ttabel pada dk= n-2 = Korelasi yang ditemukan = Jumlah sampel Rumusan hipotesisnya : H0 : = 0 . idak ada hubunga. Ha : = 0 . da hubunga. Hasil Penelitian dan Pembahasan Uji Instrumen Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja Tabel 1 Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Item r Hitung 0,490 0,798 0,702 0,831 0,764 0,607 0,670 0,605 0,519 0,667 r Tabel 31 Responden 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil olahan data peneliti . Keterangan: rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah peserta tes https://jurnal. id/index. php/JIM Berdasarkan Tabel 1 perhitungan uji validitas pada item total statistik, untuk memastikan keabsahan hal-hal yang diukur secara absolut, koefisien hubungan r yang Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 ditentukan untuk artikulasi hal-hal nomor 1 sampai 10 adalah positif. Berdasarkan hasil uji legitimasi terhadap 31 responden diperoleh rtabel sebesar 0,355 dengan tingkat kepentingan sebesar 0,05. Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa halhal yang dinyatakan nomor 1 sampai dengan 10 dinyatakan substansial dengan alasan bahwa rhitung > rtabel, artinya semua pernyataan yang berkenaan dengan variabel inspirasi kerja (X) yang terdapat pada daftar penjelasan dianggap sah. karena koefisien koneksinya positif. Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha N Of Items Sumber: Hasil olahan data peneliti . Berdasarkan Tabel 2 didapatkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,845 > 0,60. Karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Karyawan Tabel 3 Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan Item r Hitung 0,704 0,533 0,676 0,679 0,634 0,676 0,610 0,497 0,531 0,510 r Tabel 31 Responden 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 0,355 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Sumber: Hasil olahan data peneliti . Berdasarkan Tabel 3 perhitungan uji validitas pada item total statistik, untuk memastikan keabsahan hal-hal yang dapat diukur secara absolut, koefisien hubungan r yang ditentukan untuk artikulasi hal-hal nomor 1 sampai 10 adalah positif. Berdasarkan hasil uji legitimasi terhadap 31 responden diperoleh rtabel sebesar 0,355 dengan tingkat kepentingan sebesar 0,05. Oleh karena itu cenderung beralasan bahwa pernyataan nomor 1 sampai dengan 10 dinyatakan sah karena rhitung > rtabel artinya semua pernyataan mengenai variabel penyajian representatif (Y) yang terdapat dalam daftar penjelasan dianggap substansial jika dilihat dari sudut fakta bahwa koefisien koneksinya positif. Tabel 4 Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Karyawan Reliability Statistics N Of Items Cronbach's Alpha Sumber: Hasil olahan data peneliti . Berdasarkan Tabel 4 didapatkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,808 > 0,60. Karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel. Pengujian Hipotesis Uji Korelasi Sederhana. Dari hasil pengolahan data diperoleh korelasi sederhana sebesar 0,613 sehingga dapat ditunjukkan bahwa 0,613 keragaman variabel motivasi memiliki hubungan yang kuat terhadap variabel kinerja diperoleh berada pada interval 0,60-0,799 dengan tingkat hubungan kuat. Hasil lengkap dari pengolahan data dapat dilihat pada Tabel 5. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Tabel 5 Uji Korelasi Sederhana Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X) Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber: Hasil olahan data melalui aplikasi perangkat lunak SPSS 21. Uji Signifikan. Secara signifikan variabel motivasi kerja (X) memiliki hubungan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) karena diperoleh nilai thitung sebesar 6,771 sementara nilai ttabel pada a = 0,05 dengan degree of freedom . n-2 . = 29 sebesar 1,549 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Karena nilai thitung . > ttabel . maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja karyawan di Klinik Victory Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, secara lengkap hasilnya dapat dilita pada Tabel 6. Penutup Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Klinik Victory Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, hal ini dapat didukung beberapa pengujian yaitu: Dari hasil pengolahan data diperoleh 0,613 sehingga dapat ditunjukkan bahwa 0,613 keragaman variabel motivasi memiliki hubungan yang kuat terhadap variabel kinerja karyawan, karena korelasi yang diperoleh berada pada interval 0,60-0,799 dengan tingkat hubungan kuat. Tabel 6 Uji Signifikan Secara signifikan variabel motivasi kerja (X) memiliki hubungan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) karena nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Model sementara nilai ttabel pada a = 0,05 dengan degree of freedom . n-2 . = 29 sebesar 1,549 dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Karena nilai thitung . > ttabel . maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja karyawan di Klinik Victory Telukdalam Kabupaten Nias Selatan (Constan. Motivasi Kerja (X) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Sig. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Sumber: Hasil olahan data melalui aplikasi perangkat lunak SPSS 21. Berdasarkan Tabel 6 dapat dijelaskan bahwa secara signifikan variabel motivasi kerja (X) memiliki hubungan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) karena diperoleh nilai thitung sebesar 6,771 https://jurnal. id/index. php/JIM Saran Dalam penelitian ini ada beberapa poin yang menjadi saran penelitian di Klinik Victory yaitu: Agar karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, sebaiknya Klinik Victory menyediakan fasilitas kerja yang mendukung terselesainya Agar semangat kerja karyawan semakin memberikan dorongan bagi karyawan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 seperti bonus dan pujian kepada karyawan yang memiliki prestasi kerja Agar kinerja karyawan semakin baik, kiranya pemberian kompensasi atau balas jasa kepada karyawan disesuaikan dengan hasil hasil kerjanya Supaya pekerjaan yang lebih baik, maka atasan perlu memberikan perhatian khusus kepada karyawan yang memiliki prestasi kerja yang lebih baik agar ia semakin semangat dalam bekerja. Agar karyawan tepat waktu dalam bekerja, maka sebaiknya Klinik Victory memberikan sanksi bagi karyawan yang tidak tepat waktu dalam bekerja supaya karyawan tidak mengulangi kesalahan yang sama kedepannya. Daftar Pustaka