Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 COLLABORATIVE LEARNING INNOVATION OF SMALL GROUP DISCUSSION TYPE IN IMPROVING STUDENTS' COMMUNICATION ABILITIES Dewi Zahro Khoiriyatul Uswah1. Muhammad Nur Hadi2 1, 2 Article History: Received: 11/4/2025 Revised: 16/5/2025 Accepted: 7/6/2025 Published: 21/6/2025 Keywords: Collaborative Learning, small group discussion type, implementation. Kata Kunci: Collaborative Learning, tipe small group discussion, penerapan, dampak. Universitas Yudharta Pasuruan. Pasuruan. Indonesia Abstract: The purpose of this study is to be able to develop collaborative learning innovations of the Small Group Discussion type to improve communication skills among students at MA Ma'arif Sukorejo. This study uses a qualitative case study research type using data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation. The results of this study are that at MA Ma'arif Sukorejo schools often experience challenges related to the lack of communication skills among This is usually a way for a teacher to convey material by talking more and students only listening. So that the collaborative learning model of the Small Group Discussion type can help students in the learning process to be more efficient and not monotonous, cooperation carried out by students can bind the bonds of unity, responsibility, students can exchange information and experiences in solving problems, students can gain more knowledge and experience from the activities they Correspondence Address: nurhadi@yudharta. Abstrak Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengembangkan inovasi pembelajaran collaborative learning Tipe Small Group Discution untuk meningkatkan keterampilan komunikasi di kalangan siswa di MA Ma'arif Sukorejo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi kasus dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya di sekolah MA Ma'arif Sukorejo sering mengalami tantangan terkait kurangnya keterampilan komunikasi di antara siswa. Ini biasanya cara sebagai seorang guru untuk menyampaikan materi lebih banyak berbicara dan siswa hanya Sehingga model pembelajaran pembelajaran collaborative learning Tipe Small Group Discution dapat membantu siswa dalam proses Pembelajaran menjadi lebih evisien dan tidak monoton. Kerjasama yang dilakukan oleh siswa dapat mengikat tali persatuan, tanggung jawab, siswa dapat bertukar informasi dan pengalaman dalam menyelesaikan masalah, siswa dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan dan pengalaman dari kegiatan yang mereka lakukan. PENDAHULUAN Pada Era yang terus berkembang saat ini, agar mencapai perkembangan dunia Pendidikan, maka sebagai seorang tenaga pendidik harus terus berinovasi dalam proses pembelajaran. Sebagai lembaga pendidikan harus melakukan inovasi Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 untuk mengembangkan peserta didik yang berkualitas. Ini dapat membangkitkan kreativitas dan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Untuk memudahkan peserta didik dalam memahami dan menerapkan materi yang disampaikan, guru memerlukan suatu model pembelajaran sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Q. S An-Nahl ayat 25 : AaEac eOUa aN eI aaO ae a eE sI a aE aa aa aN aO a a eO aOn yA a ANa eI EA a AaNEaU O eacO aI eE aC O aO oa a aO aN eO a eOa a acE aOeOa OA a aE aO e aOEa eO a eOA AuSerulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjukAy (Q. AnNahl ayat . Sebagai guru komunikasi dengan siswa, harus mampu menyampaikan semua pesan tentang materi pelajaran dalam bahasa yang mudah dipahami oleh Jika guru menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan ada interaksi antara guru dan siswa, komunikasi yang efektif sangat penting dan perlu diajarkan sejak dini. Namun kenyataannya, masih terdapat tantangan dan hambatan terhadap Terhadap pembelajaran, hanya sedikit siswa yang berani bertanya, mempunyai ide dan ide. Seiring dengan perkembangan zaman, sistem pembelajaran saat ini lebih menekankan pada pembelajaran aktif guna mendorong motivasi belajar dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Collaborative Learning tipe Small Group Discussion, yaitu metode pembelajaran yang dilakukan melalui diskusi dalam kelompok kecil. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengasah keterampilan komunikasi siswa yang relevan dengan materi pelajaran serta permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran ini juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan. Dengan diperkenalkannya pembelajaran ini siswa dilatih untuk saling menghormati antara siswa dan guru, serta menghargai kontribusi masing-masing Pembelajaran Collaborative Learning Tipe Small Group Discution Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 seperti ini membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang muncul selama pembelajaran, karena siswa dapat saling membantu dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Mereka juga memiliki rasa persatuan yang kuat karena mereka bertanggung jawab atas Pembelajaran collaborative learning tipe small group discussion adalah pendekatan pembelajaran berbasis kelompok, dan setiap anggota kelompok berbagi informasi, pengalaman, ide, pendapat, sikap, keterampilan, dan pengetahuan untuk mengembangkan pemahaman bersama. Dengan diterapkannya metode ini, diharapkan siswa dapat saling melengkapi dan berdiskusi secara aktif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di MA Ma'arif Sukorejo sering menghadapi tantangan terkait dengan kurangnya keterampilan komunikasi di antara siswa. Ini biasanya merupakan cara guru untuk menyampaikan materi lebih banyak berbicara dan siswa hanya mendengarkan. Pendekatan pembelajaran yang mempromosikan interaksi positif antara siswa mengarah pada pengembangan keterampilan komunikasi yang Selanjutnya, kurangnya variasi dalam metode pembelajaran membantu membuat atmosfer kelas monoton dan tidak menarik. Akibatnya, siswa kehilangan motivasi dan antusiasme untuk secara aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Dalam situasi seperti itu, banyak siswa lebih tertarik pada kegiatan lain yang lebih interaktif dan nyaman, seperti permainan online yang dianggap kurang mengesankan sebagai pembelajaran tradisional dan pembelajaran tradisional. Untuk mengatasi tantangan ini, penerapan pembelajaran collaborative learing Tipe Small Group Discution diharapkan menjadi solusi yang efektif. Melalui pendekatan pembelajaran ini, siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kolaborasi, diskusi, dan pertukaran ide dengan teman sekelas. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan suasana yang lebih aktif dan dinamis di kelas, tetapi juga memprioritaskan komunikasi antara Berinteraksi satu sama lain meningkatkan motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam belajar dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Pembelajaran collaborative learning Tipe Small Group Discution memungkinan akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan interaktif bagi siswa untuk merasa lebih kuat dan termotivasi. Dengan cara ini, mereka tidak hanya antusias belajar, tetapi juga Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 menerima keterampilan komunikasi yang sangat penting di seluruh dunia, semakin memprioritaskan kerja sama dan kerja sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan inovasi pembelajaran collaborative learning Tipe Small Group Discution guna meningkatkan keterampilan komunikasi di kalangan siswa di MA Ma'arif Sukorejo. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan pendidikan yang lebih interaktif, dinamis, dan melibatkan partisipasi aktif siswa di lembaga ini. Melalui penerapan pembelajaran collaborative learning Tipe Small Group Discution, siswa diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga kemampuan mereka dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara lebih efektif dengan teman sebaya. Dalam kegiatan seperti diskusi kelompok, presentasi, serta pertukaran informasi, siswa akan dilatih untuk mengungkapkan pendapat mereka dengan jelas, mendengarkan secara aktif, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas bersama. Proses ini secara langsung akan meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, yang sangat penting dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan bagi para pendidik di MA Ma'arif Sukorejo agar tetap terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan partisipatif METODE Penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk melakukan kajian mendalam terhadap satu kasus yang spesifik,(Kasus & Sosial, 2. studi kasus merupakan model penelitian yang menekankan pada satu kasus atau beberapa kasus dengan mendetail, disertai dengan (Ayuningtiyas et al. , 2. yaitu MA Ma'arif Sukorejo sebagai objek Peneliti akan mengkaji penerapan metode Collaborative Learning tipe small group discussion di sekolah ini untuk mengungkap bagaimana pendekatan tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan keterampilan komunikasi siswa. Sumber data utama penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa MA Ma'arif Sukorejo. Jenis penelitian kualitatif ini berfokus pada pemahaman yang lebih mendalam terhadap fenomena yang sedang berlangsung, yaitu inovasi dalam pembelajaran collaborative learning tipe small group discussion dan keterampilan komunikasi siswa. Pendekatan ini bertujuan untuk menginterpretasikan serta menjelaskan bagaimana penerapan pembelajaran collaborative learning tipe small Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 group discussion dapat memengaruhi perkembangan keterampilan komunikasi siswa di MA MaAoarif Sukorejo. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, seperti wawancara dengan guru dan siswa, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi terkait pembelajaran Collaborative Learning tipe small group Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data dengan menggunakan model interaktif. Menurut Miles & Huberman terdiri dari empat tingkatan: reduksi data yang dimana pengumpulan data merangkum hasil observasi terhadap pembelajaran collaborative learning tipe small group discussion. Memilih data wawancara yang relevan, penyajian data proses pengumpulan informasi yang memungkinkan ditariknya kesimpulan dalam penelitian kualitatif,dan penarikan kesimpulan Kesimpulan yang diambil didasarkan pada data yang dianalisis dan penemuan-penemuan baru pada bukti yang diperoleh di lokasi penelitian. Dengan langkah tersebut, peneliti menarik kesimpulan terkait inovasi pembelajaran collaborative learning tipe small group discussion dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa di MA MaAoarif Sukorejo. (Agama et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kemajuan dalam dunia pendidikan sangat berkaitan dengan adanya inovasi. Setiap inovasi yang diterapkan harus dapat diukur agar pencapaian dan perkembangan yang diraih bisa dievaluasi. Di lingkungan sekolah, guru merancang strategi serta metode pembelajaran yang dianggap logis dan sesuai dengan konteks situasi serta kondisi yang ada, bukan semata-mata berdasarkan pengalaman pribadi. Inovasi sendiri merujuk pada ide-ide baru. kata innovation juga diartikan sebagai suatu bentuk pembaruan, yang berasal dari kata kerja innovate, yang berarti melakukan perubahan atau memperkenalkan hal-hal baru . aik ide maupun tekni. demi mencapai kemajuan. (Erlina, 2. Berdasarkan pembelajaran di sekolah MA MaAoarif Sukorejo sebelumnya masih didominasi oleh metode ceramah, di mana guru lebih aktif berbicara sementara siswa hanya menjadi pendengar pasif. Situasi ini mempengaruhi keterampilan komunikasi Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 siswa yang buruk. Ini dapat dilihat dari kurangnya keberanian untuk mempertanyakan pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan kemampuan terbatas untuk berinteraksi dengan bahasa yang baik dan sopan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan inovasi pembelajaran Collaborative Learning tipe Small Group Discussion. (Muhammad Nur Hadi et al. , 2. Inovasi adalah dari bahasa Inggris yang berrati innovation yang bermakna segala sesuatu yang pembaharuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya. (Azizah, 2. collaborative learning Tipe Small Group Discussion adalah pendekatan pembelajaran di mana diskusi kelompok kecil bertujuan untuk tujuan siswa dapat mengembangkan keterampilan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran material dan masalah dalam kehidupan sehari -hari. Guna mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, pendidikan dasar perlu melakukan inovasi sebagai upaya alternatif dalam mengatasi hambatan-hambatan yang menghambat pengembangannya. Menurut Kristiawan dan Rahmat, pendidik memiliki peran penting dalam proses inovasi pembelajaran, yaitu sebagai fasilitator, pembimbing, penasihat, sekaligus rekan belajar, yang bertujuan untuk membantu siswa merasa terpenuhi kebutuhannya dan memperoleh kepuasan dalam belajar. Dengan peran tersebut, proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. (Yusri, 2. Langkah-langkah yang dilakukan dalam implementasi model ini antara lain: siswa dibagi ke dalam kelompok kecil, guru memberikan permasalahan atau topik diskusi yang relevan dengan kompetensi dasar, setiap kelompok mendiskusikan solusi bersama, menunjuk juru bicara untuk mempresentasikan hasil diskusi, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan memastikan semua anggota kelompok terlibat aktif. Pembelajaran collaborative learning tipe Small Group Discussion juga menitikberatkan pada interaksi sosial, karena terdapat aspek-aspek pembelajaran yang tidak dapat dipahami secara individu, tetapi bisa dicapai melalui bantuan dan kerja sama dengan teman. Pengelompokan siswa ke dalam kelompok kecil turut Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 mendorong meningkatnya motivasi dan semangat mereka dalam mengeksplorasi dan mendalami materi pembelajaran. (Respati, 2. Salah satu ciri kelas yang menganut model pembelajaran collaborative learning Tipe Small Group Discussion adalah siswa tidak terbagi berdasarkan kemampuan, minat, atau karakteristik. Setiap siswa memiliki peluang untuk belajar dari teman lainnya, dan tidak ada satu pun siswa yang seharusnya kehilangan kesempatan untuk memberikan kontribusi serta menghargai kontribusi orang lain. Oleh karena itu, dalam kegiatan kolaboratif, setiap siswa dituntut untuk berperan aktif. (Wibowo & Pardede, 2. Setelah penerapan pembelajaran ini, dengan hasil observasi, wawancara dengan guru dan siswa MA MaAoarif Sukorejo menunjukkan perubahan yang positif, siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, terjadi peningkatan pada kemampuan komunikasi, baik dalam menyampaikan pendapat, mendengarkan secara aktif, maupun dalam berargumentasi, kerja sama antar siswa meningkat, terlihat dari tanggung jawab yang ditunjukkan dalam diskusi dan solidaritas antar anggota kelompok, suasana kelas menjadi lebih dinamis dan menyenangkan, meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan menumbuhkan sikap saling menghargai, mendorong peningkatan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar, siswa yang semula pasif mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara dan terlibat dalam penyampaian ide. Berbagai penelitian yang menelaah efektivitas pembelajaran kelompok terhadap beragam karakteristik siswa menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan manfaat yang luas bagi siswa, tanpa memandang tingkat kemampuan maupun latar belakang mereka. Namun demikian, sejumlah studi juga menemukan bahwa siswa yang memiliki kesiapan belajar yang lebih rendah justru cenderung memperoleh keuntungan yang lebih besar, terutama ketika mereka terlibat dalam diskusi-diskusi yang difasilitasi oleh teman sebaya. (Purwati, 2. Hasil yang dilakukan MA MaAoarif Sukorejo menyampaikan bahwa sebelum diterapkannya pembelajaran collaborative learning tipe Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 small group discussion, guru lebih banyak menjelaskan materi secara satu arah, dan siswa hanya mendengarkan tanpa memberikan umpan balik. Setelah pembelajaran ini diterapkan, guru melihat perubahan signifikan dalam interaksi siswa. Siswa menjadi lebih aktif, berani bertanya, dan lebih terbuka dalam berdiskusi. Wawancara dengan siswa mengaku bahwa sebelumnya mereka merasa malu atau takut untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat di depan kelas. Mereka khawatir akan salah atau diejek teman. Namun setelah diberi kesempatan berdiskusi dalam kelompok kecil, mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri, bisa menyampaikan pendapat tanpa rasa takut, dan saling membantu memahami materi pelajaran. Penerapan pembelajaran Collaborative Learning tipe Small Group Discussion memberikan perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran, terutama dalam hal penguatan keterampilan komunikasi siswa. Namun, refleksi kritis perlu dilakukan untuk melihat implementasi ini secara lebih mendalam, tidak hanya dari hasil positif yang tampak di permukaan, tetapi juga dari potensi tantangan dan keberlanjutan inovasi ini dalam jangka panjang. Penelitian ini tidak hanya menghasilkan temuan lapangan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana data yang ditemukan berkorelasi dengan teori-teori pembelajaran kolaboratif yang telah dikemukakan oleh para ahli. Teori Barkley, pembelajaran Collaborative Learning menekankan pentingnya kerja kelompok kecil dengan interaksi aktif antar siswa, tanggung jawab bersama, dan tujuan pembelajaran kolektif. Data dari lapangan menunjukkan bahwa ketika siswa bekerja dalam kelompok, mereka meningkatkan kemampuan komunikasi, berbagi ide, dan menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap tugas kelompok, yang sesuai dengan teori tersebut. (Pertiwi & Inah, 2. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam sebuah kelompok belajar yang terdiri atas siswa-siswa dengan pengetahuan yang beragam serta kemampuan berpikir kritis yang kuat, siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi dapat terbantu melalui interaksi dan kolaborasi. Melalui dinamika kelompok yang positif, mereka lebih terdorong untuk membangun pemahaman yang lebih dalam, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan cara berpikir yang lebih sistematis. Dengan demikian, pembelajaran kelompok tidak hanya bermanfaat bagi siswa yang telah siap secara akademik, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk mendukung perkembangan siswa yang membutuhkan lebih banyak bimbingan. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model collaborative learning tipe small group discussion dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, motivasi, dan kerja sama siswa secara signifikan. Pendekatan ini membantu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan aktif, serta mampu mengatasi hambatan metode pengajaran tradisional yang cenderung pasif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong partisipasi siswa, termasuk mereka yang memiliki kesiapan belajar rendah, sehingga Secara keseluruhan, inovasi ini efektif dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan motivasi siswa. REFERENSI