Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah ISSN: 2527 - 6344 (Printe. ISSN: 2580 - 5800 (Onlin. Accredited No. 204/E/KPT/2022 DOI: https://doi. org/10. 30651/jms. Volume 11. No. 2, 2026 . - . PENGARUH INDIKATOR RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI) DAN MOVING AVERAGE (MA) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SAHAM DI PASAR MODAL SYARIAH KOTA BENGKULU Leonardo Duarsie Mulya Rasyid Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu duarsie@mail. Romi Adetio Setiawan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu romiadetio@mail. Miko Polindi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu miko@mail. Abstrak Keputusan berinvestasi saham di pasar modal syariah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan indikator analisis teknikal, yaitu Relative Strength Index (X. , dan Moving Average (X. terhadap keputusan pembelian saham (Y) di pasar modal syariah di Kota Bengkulu. Untuk menguji hal ini, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer berupa kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Dari hasil penelitian, indikator relative strength index dan moving average sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji T, yaitu nilai t-hitung relative strength index > t-tabel . ,096 > 1,. , nilai t-hitung moving average > t-tabel . ,242 > 1,. , berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dinyatakan bahwa kontribusi pengaruh indikator relative strength index dan moving average secara simultan terhadap keputusan pembelian saham adalah sebesar 64,3 %, sisanya 35,7 % dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Kata kunci: Relative Strength Index. Moving Average. Keputusan Pembelian Saham Abstract Islamic capital markets have developed in various countries, each with unique investment characteristics. In this context, stock investment decisions in Islamic capital markets can be influenced by various factors. The purpose of this study is to determine the effect of applying technical analysis through the relative strength index (X. and moving average (X. indicators on stock purchase decisions (Y) in the Islamic capital market in Bengkulu City. To test this, this study used a quantitative method with primary data collection techniques in the form of questionnaires distributed to 100 respondents. The data analysis technique used was multiple linear regression using SPSS version From the research results, the relative strength index and moving average indicators as shown by the T-test results, namely the relative strength index t-count value > t-table . 096 > 1. , the moving average t-count value > t-table . , based on the research results and discussion, it is stated that the contribution of the relative strength index and moving average indicators simultaneously to stock purchase decisions is 64. 3%, the remaining 35. 7% is explained by other variables outside the model. Keywords: Relative Strength Index. Moving Average. Share Purchase Decision Pendahuluan Dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi manusia dirasa tidak asing lagi dengan adanya lembaga keuangan Pasar Modal. Pasar modal adalah pelengkap disektor keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga Pasar modal memberikan jasanya yaitu menjembatani hubungan antara pemilik modal dalam hal ini disebut sebagai pemodal . dengan peminjam dana dalam hal ini disebut dengan nama emiten (Perusahaan yang go Perkembangan pasar modal syariah Indonesia diawali dengan penerbitan reksa dana syariah pada tahun 1997. Selanjutnya diikuti dengan munculnya Jakarta Islamic Indeks (JII) pada tahun 2000 dan diterbitkannya obligasi syariah mudharabah pada tahun 2002. Dalam rangka memberikan kepastian hukum. Bapepam-LK menerbitkan paket regulasi pasar modal syariah pada tahun 2006 dan Daftar Efek Syariah (DES) pada tahun 2007. Hal ini telah memperkuat infrastruktur pasar modal syariah. Pada tahun 2008, pemerintah pertama kali menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Al-qurAoan dengan tegas melarang aktivitas penimbunan . terhadap harta yang dimiliki sehingga harta tersebut tidak hanya berada pada satu orang dan mengalir terus agar perekonomian masyarakat dapat terus meningkat. Dalam melakukan analisis teknikal, dibutuhkan alat bantu seperti indikator untuk mempermudah proses analisa dan membantu untuk pengambilan Keputusan. Indikator-indikator ini yang nantinya berguna untuk memberikan informasi tentang tren, volume, dan lain sebagainya yang dapat memperkirakan pergerakan harga. 3 Indikator Relative Strength Index merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold dari suatu saham. 4 Sementara itu. Moving Average adalah indikator yang mengukur Pandji Anogara dan Pidji Pakarti, 'Pengantar Pasar Modal', (Jakarta : Rineka Cipta, 2. , hal. Romi Adetio Setiawan. AoPeranan Pasar Modal Dalam Perekonomian Ummat IslamAo. Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah. Vol. Hal. Derry Rijken Irahadi dkk, "Penggunaan Indikator Analisa Teknik Pada Pasar Saham Di Indonesia", 9. , p. Maulana Yusuf Herlambang and others. AoAnalisis Teknikal Saham Energi Menggunakan Indikator Macd Dan Indikator Rsi Pada Indeks Lq45Ao. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8. , pp. 187Ae206. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 harga rata-rata suatu saham dalam jangka waktu tertentu untuk membantu mengenali tren harga, dalam indikator moving average ini memiliki beberapa fungsi yang dapat digunakan untuk menghitung rata-rata harga saham dari waktu ke waktu. Penelitian mengenai Pengaruh Penerapan Analisis Teknikal Melalui Indikator Relative Strength Index dan Moving Average terhadap keputusan pembelian saham di pasar modal syariah merupakan hal yang relevan untuk dieksplorasi lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah penerapan analisis teknikal melalui indikator Relative Strength Index dan Moving Average berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian saham. Penelitian ini akan memberikan beberapa manfaat yang bisa diperoleh, yaitu : Secara teoritis Menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai pengaruh penerapan Analisis Teknikal melalui indikator Relative Strength Index dan Moving Average terhadap keputusan pembelian saham. Secara praktis Untuk akademisi sebagai sumbangsih pemikiran dan pengetahuan, sedangkan untuk kelompok studi pasar modal sebagai pengetahuan mengenai teknikal analisis dan keakuratan dalam menentukan keputusan pembelian saham. Kajian Pustaka Relative Strength Index (RSI) Relative strength index (RSI) adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur besarnya perubahan harga terkini untuk mengevaluasi kondisi overbought atau oversold pada harga saham atau aset RSI ditampilkan sebagai osilator . rafik garis yang bergerak di antara dua titik ekstri. dan dapat memiliki nilai dari 0 hingga 100. Interpretasi penggunaan RSI adalah nilai 70 atau lebih menunjukkan bahwa sekuritas menjadi overbought atau overvalued dan nilai RSI 30 atau lebih rendah menunjukkan kondisi oversold atau undervalued. Bentuk indikator Relative Strength Indeks lebih sederhana hanya satu grafik garis dengan batasan level Resistance dan batasan level Support. Indikator tersebut juga menggambarkan Trend pada sebuah harga sampai pada akhirnya grafik garis melintas atau menembus batasan Resistance atau Support akan memberikan sinyal harga akan berubah. Moving Average (MA) Moving average adalah indikator yang didasarkan pada harga terlampau . tau reakti. yang menunjukkan harga rata-rata sekuritas dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, moving average dapat digunakan untuk Ke Yang and Guofu Zhou Yufeng Han. AoA New Anomaly : The Cross-Sectional Profitability of Technical Analysis A New Anomaly : The Cross-Sectional Profitability of Technical AnalysisAo. Journal of Financial and Quantitative Analysis. Vol. , . , 1433Ae1461. Agus Wibowo. Investasi Valuta Asing (Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2. Hal. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 mengevaluasi kondisi, memeriksa tren, dan menentukan wilayah support dan Mengurangi kebisingan saat menafsirkan grafik adalah manfaat dari indikator ini. Karena mereka bersifat lagging atau tertinggal, indikator moving average tidak dapat digunakan sebagai prediktor, tetapi mereka membantu memperjelas dan mengkonfirmasi dalam analisis. Moving average (MA) menggunakan data pergerakan harga saham pada suatu formula dan hasilnya ditampilkan sebagai sebuah garis pada chart. Moving Average dengan periode waktu yang lebih pendek biasanya digunakan untuk perdagangan jangka pendek, sedangkan Moving Average jangka panjang biasa digunakan oleh investor jangka panjang. Ada tiga jenis utama Moving Average: Simple Moving Average (SMA), yang sederhana dan popular. Exponential Moving Average (EMA), yang lebih sensitif terhadap harga terkini. dan Weighted Moving Average (WMA), yang memberi bobot lebih pada data terbaru untuk akurasi yang lebih tinggi. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian lapangan . ield researc. Penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang mengandalkan informasi yang dikumpulkan dari objek penelitian, yang disebut sebagai responden atau informan, dengan menggunakan berbagai alat pengumpulan data seperti kuesioner, observasi, wawancara dan lain-lain. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Waktu yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari bulan April 2024 sampai dengan Agustus 2024. Penelitian ini dilakukan di Kota Bengkulu. Subyek yang diteliti adalah masyarakat kota Bengkulu. Peneliti menetapkan subyek tersebut dalam penelitian ini karena peneliti ingin meneliti apakah pengaruh Indikator relative strength index dan moving average dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian saham. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner, metode ini merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. 11 Pengajuan kuesioner ini dilakukan dengan mengajukan daftar pernyataan tertulis dalam suatu daftar pernyataan kepada Kuesioner ini menggunakan sistem tertutup, yaitu bentuk pernyataan yang disertai alternatif jawaban dan responden tinggal memilih salah satu dari alternatif jawaban tersebut. Kuesioner ini diisi oleh responden yang berada di domisili Provinsi Bengkulu. Skala penelitian ini menggunakan skala likert. Skala Sukrona Muhammad Insancemerlang. AoAnalisa Teknikal Dalam Menentukan Sinyal Jual Dan Sinyal Beli Pada Saham Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic IndexAo (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2. Hal. Edianto Ong. Technical Analysis for Mega Profit, 8th edn (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2. Muhamad Zaki. AoAnalisis Tingkat Risiko Dan Keuntungan Investasi Terhadap Harga Wajar Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jii Periode 2015-2019Ao (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2. Hal. Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian (Banjarmasin : ANTASARI PRESS, 2. , h. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dari R&D (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2. Hal. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian, indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. 12 Dalam penelitian ini menggunakan 5 jenjang skala sebagai berikut: Tabel 3. 1 Tabel Skala Likert Jenis Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Sumber: Sugiyono 2019 Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y), sedangkan variabel independen yang digunakan terdapat tiga, yakni Reltative Strength Index (X. dan Moving Average (X. Variabel Relative Strength Index (X. Moving Average (X. Tabel 3. 2 Indikator Variabel Penelitian Definisi Operasional Indikator Pengukuran RSI atau Relative Strength Index Level di bawah 30 sebagai zona merupakan indikator yang pada jenuh jual dan level di atas 70 umumnya digunakan untuk sebagai zona yang dinyatakan mengidentifikasi keadaan jenuh beli dilewati. dan jenuh jual . 13 Moving average adalah indikator Investor membeli saham ketika harga yang didasarkan pada harga saat ini di atas harga rata-rata terlampau . tau reakti. yang selama periode tertentu yang sudah menunjukkan harga rata-rata ditentukan sebelumnya. sekuritas dalam jangka waktu Sugiyono. Hal. Mutmainah and S. Sulasmiyati. AoAnalisis Teknikal Indikator Stochastic Oscillator Dalam Menentukan Sinyal Beli Dan Sinyal Jual Saham (Studi Pada Sub Sektor Konstruksi Dan Bangunan Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2. Ao. Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 49. , 136267. Yufeng Han. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Keputusan Pembelian (Y) Keputusan membeli saham ditentukan oleh perbandingan antara nilai intrinsik dengan harga Timing Pembelian Jumlah Lot Frekuensi Tranding Keputusan Berdasarkan Sinyal Teknis Untuk mendukung hasil penelitian, data penelitian yang diperoleh akan dianalisis dengan alat statistik melalui bantuan program SPSS. Di lakukan beberapa uji yaitu uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil dan Pembahasan Deskripsi Responden Adapun data mengenai responden penelitian keputusan pembelian saham . tudi kasus pada pasar modal syariah kota Bengkul. adalah sebagai Tabel 4. Data Deskripsi Responden Karakteristik Kategori Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Umur 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun 24-30 Tahun Total Pekerjaan Mahasiswa Swasta PNS Wirausaha Lain-lain Total Sumber: Data primer diolah tahun 2024 Akbar Ilham Nursetyo and Akhmad Syarifudin. AoPengambilan Keputusan Investasi Saham Menggunakan Pendekatan Price Earning Ratio (Studi Kasus Pada Perusahaan Terdaftar Di Indeks Sri-Kehati Periode 2015-2. Ao. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen. Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), 2. , 22Ae28. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Uji Kualitas Data Uji Validitas Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Critical Values of Correlation Coefficient . Deg, of Freedom (N-. Coefficient = 0,05 0,196 Sumber: Data Primer diolah 2024 Pada tabel 4. 2 diketahui bahwa N = 100 koefisien = 0,05 dan r tabel sebesar 0,1966. Uji validitas dikatakan valid jika r hitung > r tabel. Uji Validitas Variabel X1 (Relative Strength Inde. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Relative Strength Index Nomor r tabel r hitung Keterangan Soal X1. 0,196 0,778 Valid X1. 0,196 0,739 Valid X1. X1. 0,196 0,196 0,728 0,765 Valid Valid X1. 0,196 0,735 Valid Sumber: Data primer diolah 2024 Dari tabel 4. 3 dapat diketahui bahwa hasil perhitungan masingmasing pernyataan pada variabel Relative Strength Index memiliki nilai r hitung > r tabel . sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh variabel yang ada pada instrumen pernyataan Relative Strength Index pada pernyataan ini dikatakan valid. Uji Validitas Variabel X2 (Moving Averag. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Moving Average Nomor Soal r tabel r hitung Keterangan X2. 0,196 0,673 Valid X2. 0,196 0,702 Valid X2. 0,196 0,652 Valid X2. 0,196 0,696 Valid X2. 0,196 0,750 Valid Sumber: Data primer diolah 2024 Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Dari tabel 4. 4 dapat diketahui bahwa hasil perhitungan masingmasing pernyataan pada variabel Moving Average memiliki nilai r hitung > r tabel . sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh variabel yang ada pada instrumen pernyataan Moving Average pada pernyataan ini dikatakan valid. Uji Validitas Variabel Y (Keputusan Pembelian saha. Tabel 4. Hasil Uji Validasi Keputusan Pembelian Saham Nomor Soal r tabel r hitung Keterangan Y1. 0,196 0,645 Valid Y1. 0,196 0,589 Valid Y1. 0,196 0,694 Valid Y1. 0,196 0,631 Valid Y1. 0,196 0,641 Valid Sumber: Data primer diolah 2024 Dari tabel 4. 5 dapat diketahui bahwa hasil perhitungan masingmasing pernyataan pada variabel Keputusan pembelian saham memiliki nilai r hitung > r tabel . sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh variabel yang ada pada instrumen pernyataan keputusan pembelian saham pada pernyataan ini dikatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam pengukur gejala yang sama dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran Teknik Cronbach Alpha. Dimana alat ukur dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60. Adapun hasil uji reliabilitas sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach N of =0,60 Keterangan Alpha Item 0,869 0,60 Reliabel 0,819 0,60 Reliabel 0,744 0,60 Reliabel Sumber: Data primer diolah 2024 Berdasarkan hasil dari tabel 4. 6 diatas, dapat diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai Cronbach Alpha yang bervariasi pada setiap item nya dan setiap nilai variabel > 0,60. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa alat ukur atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Untuk menguji normal atau tidaknya menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Berikut adalah sajian data uji normalitas dari penelitian yang sudah Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean 0,0000000 Std. Deviation 1,69727883 Most Extreme Differences Absolute 0,084 Positive 0,084 Negative -0,060 Test Statistic 0,084 Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan pada tabel 4. 7 di atas hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikan semua variabel lebih besar dari 0,05 yaitu menghasilkan nilai 0,078 maka nilai tersebut berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah didalam model regresi tersebut ditemukan adanya korelasi antar variabel Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Diagnosa secara sederhana tidak adanya multikolinieritas di dalam model regresi yaitu data dikatakan tidak terjadi multikolinieritas apabila jika nilai tolerance diatas ( > ) 0,1 dan mempunyai VIF di bawah ( < ) 10. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Relative Strength Index 0,437 2,287 Moving Average 0,437 2,287 Dependent Variable: Y Sumber: Data primer diolah 2024 Hasil pengujian tersebut menunjukkan nilai sebagai berikut : Relative Strength Index (X. berdasarkan hasil tolerance 0,437 lebih besar dari 0,1 dan berdasarkan nilai VIF 2,287 lebih kecil dari Hal ini menunjukkan bahwa murni berdiri sendiri dan tidak ada Sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam melakukan pengujian. Moving Average (X. berdasarkan hasil tolerance 0,437 lebih besar dari 0,1 dan berdasarkan nilai VIF 2,287 lebih kecil dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa murni berdiri sendiri dan tidak ada Sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam melakukan pengujian. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas dengan ketentuan nilai signifikan lebih dari 0,05. Berikut uji heteroskedastisitas: Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. 1,560 0,447 3,490 0,001 0,023 0,030 0,117 0,781 0,437 -0,064 0,033 -0,294 -1,966 0,052 Dependent Variable: ABS_RES1 Sumber: Data primer diolah 2024 Berdasarkan table 4. 9 hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan bahwa jika semua variabel bebas (Relative Strength Index Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 dan Moving Averag. memiliki nilai signifikan lebih dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Hipotesis Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya variabel independen yaitu pengaruh Relative Strength Index dan Moving Average terhadap variabel dependen Keputusan Pembelian Saham. Pengolahan data memberikan hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Koefisien Regresi Coefficientsa Unstandardiz Collinearity Standardized Statistics Coefficients Coefficients Std. Tolera VIF Model Error Beta Sig. (Con 5,677 1,154 4,921 0,000 0,394 0,077 0,467 5,096 0,000 0,437 2,287 0,357 0,084 0,389 4,242 0,000 0,437 2,287 Dependent Variable: Y Berdasarkan tabel 4. 10 dapat dilihat bahwa persamaan regresi linier berganda yang mencerminkan hubungan variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Y = 5,677 0,394 (X. 0,357 (X. Dari persamaan regresi linier berganda di atas menunjukkan bahwa : Nilai konstanta () 5,677 merupakan besarnya pengaruh variabel independen secara keseluruhan dengan variabel dependennya. Nilai koefisien regresi Relative Strength Index (X. sebesar 0,394 bernilai positif yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai relative strength index maka nilai pembelian saham bertambah sebesar 0,394 yang berarti bahwa semakin baik relative strength index maka pembelian saham semakin meningkat. Nilai koefisien regresi Moving Average (X. sebesar 0,357 bernilai positif yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai moving average maka nilai pembelian saham bertambah sebesar 0,357 yang berarti bahwa semakin baik moving average maka pembelian saham semakin meningkat. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Uji Parsial (T) Uji parsial adalah uji T yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel relative strength index (X. dan moving average (X. secara individual berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian saham (Y). Dari hasil pengujian dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. 5,677 1,154 4,921 0,000 0,394 0,077 0,467 5,096 0,000 0,357 0,084 0,389 4,242 0,000 Dependent Variable: Y Sumber: Data primer diolah 2024 Berdasarkan hasil pengolahan uji statistik pada tabel 4. 15 di atas, hasil uji t dapat diuraikan sebagai berikut: Berdasarkan tabel 4. 15 dapat diketahui nilai hitung sebesar 5,096 dan nilai . 0,000 < 0,05 . engan perhitungan tabel satu sis. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian pertama yang menyatakan bahwa relative strength index secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian saham diterima. Berdasarkan tabel 4. 15 dapat diketahui nilai hitung sebesar 4,242 dan nilai . 0,000 < 0,05 . engan perhitungan tabel satu sis. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kedua yang menyatakan bahwa moving average secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian saham diterima. Berdasarkan tabel diatas, diperoleh dengan derajat kebebasan . untuk jumlah responden : Jumlah responden : . Dk =N-K-1 = 97 Nilai tabel untuk dk 97 pada sig 5% . adalah 1,660. Jadi, dapat dikatakan bahwa nilai hitung > tabel . ,096 > 1,. ,242 > 1. , oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh relative strength index dan moving average terhadap Keputusan pembelian saham. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Uji Simultan (F) Uji f digunakan untuk mengetahui apakah variabel relative strength index (X. dan moving average (X. terhadap Keputusan pembelian saham (Y). Dengan ketentuan jika nilai f hitung > f tabel dengan signifikan < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan pembelian saham (Y). Hasil dari penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Regression 513,555 256,778 87,335 Residual 285,195 2,940 Total 798,750 Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber: Data primer diolah 2024 Sig. Hasil Uji F Berdasarkan tabel 4. 12 di atas hasil pengolahan uji statistik secara bersama-sama menggunakan SPPS yang menguji antar variabel relative strength index (X. dan moving average (X. terhadap Keputusan pembelian saham (Y) maka diperoleh nilai signifikan f hitung sebesar 87,335 dengan tingkat signifikan 0. 000 atau lebih kecil 0,05. Dimana, nilai f tabel didapat dari tabel statistik pada sig 0,05 dengan nilai f tabel 3,09 yang berarti nilai f hitung 87. 335 > f tabel 3,09. Maka dapat dikatakan atau dibuktikan bahwa Relative Strength Index (X. dan Moving Average (X. berpengaruh simultan secara Bersama-sama terhadap Keputusan pembelian saham. Koefisien Determinasi (R) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya sumbangan sebuah variabel atau lebih . ariabel beba. terhadap variasi naik turunnya variabel yang lain . ariabel terika. Berikut ini hasil perhitungan uji koefisien determinasi: Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R) Model Summary Model R Square 0,643 Adjusted R Square 0,636 Std. Error of the Estimate 1,715 Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber : Data primer diolah 2024 Berdasarkan tabel 4. 13 di atas menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,643 atau sama dengan 64,3%. Hal ini menyatakan bahwa Relative Strength Index (X. dan Moving Average (X. sebesar 64,3 % sedangkan 35,7 % ditentukan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Pembahasan penelitian ini secara rinci dijelaskan sebagai berikut: Pengaruh Relative Strength Index Terhadap Keputusan Pembelian Saham Hasil penelitian ini menunjukkan variabel relative strength index memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian saham. Hal ini mengindikasikan bahwa relative strength index merupakan variabel yang dapat menentukan Keputusan pembelian saham. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi linier berganda pada variabel relative strength index sebesar 5,096 dimana nilai t hitung 5,096 > t tabel 1. 660 dengan tingkat signifikan uji t sebesar 0,000 < 0,05 artinya bahwa Keputusan pembelian saham (Y) dipengaruhi oleh relative strength index (X. Pengaruh Moving Average Terhadap Keputusan Pembelian Saham Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Moving Average berpengaruh terhadap Keputusan pembelian saham yang berarti bahwa variabel Moving Average mampu mempengaruhi Keputusan dalam pembelian saham oleh pemegang saham. Hal ini dibuktikan dengan nilai regresi linier berganda pada analisis teknikal sebesar 4,242 dimana nilai t hitung 4,242 > t tabel 1. 660 dengan tingkat signifikan uji t sebesar 0,000 < 0,05 artinya bahwa Keputusan pembelian saham (Y) dipengaruhi oleh variabel Moving Average (X. Pengaruh Analisis Teknikal. Relative Strength Index dan Moving Average Terhadap Keputusan Pembelian Saham Dari hasil penelitian regresi linier berganda dari analisis tersebut dapat diketahui garis linier berganda yaitu Y=5,677 0,394 (X. 0,357 (X. Setelah menganalisis persamaan garis linier berganda peneliti juga menghitung uji F yang bertujuan untuk mengetahui Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 apakah variabel Relative Strength Index (X. dan Moving Average (X. secara bersamaan mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Saham (Y). Dari hasil uji F, diperoleh f hitung sebesar 87,335 dengan Tingkat signifikan sebesar 0,000. F tabel diperoleh dari n=97 dengan signifikan 0,05 sebesar 3,09. Sehingga dari hasil f hitung sebesar 87,335 > 3,09 sehingga dari hasil tersebut variabel Relative Strength Index (X. dan Moving Average (X. Bersama sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian Saham (Y). Dan selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Relative Strength Index (X. dan Moving Average (X. secara Bersama sama terhadap Keputusan Pembelian Saham (Y) maka hal tersebut dapat dilihat dari uji Determinasi (R) sebesar 0,643 atau 64,3%. Hal ini menyatakan bahwa kontribusi pengaruh Relative Strength Index dan Moving Average secara simultan terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 64,3% sisanya 35,7% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Relative Strength Index berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Saham. Hal ini berarti bahwa menggunakan Relative Strength Index sangat membantu bagi para pemegang saham untuk menentukan saham dengan melihat garis rata-rata yang diperoleh dari perhitungan harga saham dalam kurun waktu tertentu sebelum hari ini untuk melihat saham yang baik untuk Sama hal-nya dengan Moving Average yang berpengaruh positif dan signifikan dalam perhitungan penelitian ini yang menjadi osilator yang digunakan dalam analisis Teknik untuk menunjukkan kekuatan harga dengan cara membandingkan pergerakan kenaikan dan penurunan harga saham yang membantu pemegang saham dalam memilih saham yang akan di beli. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan analisis data pada pengujian dan pembahasan yang telah dijelaskan di bab sebelumnya mengenai Pengaruh Indikator Relative Strength Index dan Moving Average Terhadap Keputusan Pembelian Saham di Pasar Modal Syariah Kota Bengkulu, dapat ditarik Kesimpulan sebagai Relative Strength Index berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian saham yang berarti menggunakan Relative Strength Index dapat membantu para pemegang saham dalam menentukan Keputusan pembelian saham dengan suatu osilator yang digunakan dalam analisis teknis untuk menunjukkan kekuatan harga dengan cara membandingkan pergerakan kenaikan dan penurunan harga. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Hal ini dibuktikan dengan t hitung > t tabel yaitu . 096 > 1. dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,467. Disimpulkan bahwa Relative Strength Index berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Saham di Pasar Modal Syariah Kota Bengkulu. Moving Average berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan pembelian saham yang berarti menggunakan Moving Average dapat membantu para pemegang saham dalam menentukan Keputusan pembelian saham dengan menggunakan garis rata-rata yang diperoleh dari perhitungan harga saham dalam kurun waktu tertentu. Hal ini dibuktikan dengan t hitung > t tabel yaitu . 242 > 1. dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,389. Disimpulkan bahwa Moving Average berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Saham di Pasar Modal Syariah Kota Bengkulu. Relative Strength Index dan Moving Average berpengaruh simultan terhadap Keputusan Pembelian Saham Dengan nilai f hitung sebesar 87,335 > f tabel 3,09 dengan Tingkat signifikan 0,000. Hal ini menunjukkan variabel Analisis Teknikal. Relative Strength Index dan Moving Average berpengaruh secara Bersama-sama terhadap Keputusan Pembelian Saham di Pasar Modal Syariah Kota Bengkulu. Saran Berdasarkan Kesimpulan di atas maka peneliti memiliki beberapa saran sebagai berikut: Bagi investor, disarankan untuk tidak hanya mengandalkan satu indikator (RSI atau MA) dalam mengambil keputusan beli, melainkan mengombinasikannya dengan analisis fundamental atau indikator teknikal lainnya untuk meminimalisir risiko. Bagi edukator pasar modal, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk materi edukasi, bahwa pemahaman yang benar tentang RSI dan MA penting untuk meningkatkan kualitas keputusan investasi investor syariah di Bengkulu. Bagi peneliti selanjutnya, peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan menambahkan variabel-variabel yang berada di luar variabel penelitian seperti analisis fundamental, psikologi investor atau literasi keuangan syariah yang nantinya akan diperoleh hasil bervariatif dan dapat mempengaruhi Keputusan Pembelian Saham. Daftar Pustaka