ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CU SEMARONG KANTOR PUSAT DI SOSOK KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU Fitria Kristin Email: fitriakristin@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK CU Semarong di kantor pusat Sosok merupakan Lembaga keuangan yang berbentuk koperasi simpan pinjam. Sama halnya dengan Lembaga keuangan lainya dan karyawan merupakan aset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan dapat berkembang serta bertahan. Karyawan juga sebagai penggerak jalannya sebuah roda organisasi atau perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada CU Semarong Kantor Pusat Di Sosok Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumenter. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan CU Semarong di kantor pusat Sosok. Teknik pengambilan data sampel menggunakan sampling insidental. Dengan rumus slovin dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 74 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan menggunakan pengukuran skala Likert. Teknink pengambilan sampel yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi (R. , uji F, uji T. Untuk mengelola data pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 23. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel pelatihan dan lingkungan kerja memberikan pengaruh yang signifikan dan simultan terhadap variabel kinerja karyawan. KATA KUNCI: Pelatihan dan Lingkungan kerja terhadap Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Karyawan merupakan aset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan dapat berkembang serta bertahan. Karyawan juga sebagai penggerak jalannya sebuah roda organisasi atau perusahaan. Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan organisasi ditentukan oleh kinerja karyawan. Kemampuan karyawan dalam mengerjakan pekerjaan merupakan tanggung jawabnya serta menjadi tolak ukur pencapaian organisasi. Di era globalisasi dengan perubahan staregis bisnis, menuntut organisasi semakin kompetitif, pelatihan hendaknya dapat menciptakan lingkungan kerja yang baik sehingga bisa memperbaiki dan meningkatkan kinerja untuk menciptkan daya saing yang di Jika terjadi masalah kinerja karyawan, maka hal tersebut akan berpengaruh besar terhadap progress karyawan dan tim secara keseluruhan. Padahal kinerja karyawan berkaitan erat dengan operasional organisasi. Ketika produktivitas menurun, organisasi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 tidak bisa menilai begitu saja bahwa karyawan tersebut malas. Bisa saja produktivitas menurun karena beban kerja yang tidak sesuai dengan seharusnya. Perkembangan jumlah credit union (CU) secara kuantitatif baik ditingkat daerah maupun nasional menunjukan jumlah yang banyak, namun kenyataanya banyak Credit Union (CU) yang ada tidak mampu bertahan lama. Maka dengan rendahnya kualitas kinerja atau ketidaktahuan pengurus akan tugas ataupun peranya Dalam mengelola organisasi. Dengan demikian penulis pun tertatik untuk mengkaji lebih dalam tentang pengaruh Pelatihan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan khususnya pada karyawan CU semarong kantor pusat di sosok kecamatan tayan hulu kabupaten sanggau. Berikut adalah jumlah dan perkembangan karyawan periode tahun 2016-2020 pada CU Semarong kantor pusat di sosok kecamatan tayan hulu kabupaten sanggau akan ditampilkan pada tabel dibawah ini KAJIAN PUSTAKA Pelatihan Pelatihan berfungsi untuk membina dan mengembangkan kemampuan karyawan sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal. Menurut Mangkunegara . Aupelatihan ditunjukan kepada pegawai pelaksana dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tekni. Mangkunegara . 6: . AuPelatihan . adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir di mana pegawai non managerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatasAy. Menurut Mangkunegara . pelatihan memiliki beberapa indikator di antaranya adalah: Tujuan pelatihan Tujuan pelatihan harus konkrit dan dapat diukur, oleh sebab itu pelatihan yang dilaksanakan harus mampu meningkatkan keterampilan para pekerja agar mampu mencapai tujuan. Materi Materi pelatihan yang diberikan dapat berupa, naskah, laporan kerja, disiplin, dan psikologis kerja. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Metode pelatihan Metode yang diberikan sebaiknya harus bersifat partisipatif agar para peserta tidak kaku selama pelatihan. Peserta Peserta pelatihan adalah para karyawan perusahaan yang telah memenuhi persyaratan perusahaan. Pelatih . Pelatih yang akan memimpin berlangsungnya pelatihan sebaiknya harus menguasai materi pelatihan, mampu memotivasi serta mampu menggunakan metode partispatif. Lingkungan kerja Lingkungan kerja merupakan suatu lingkungan di mana para pegawai bekerja dan dapat mempengaruhi mereka dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Menurut Busro . menyatakan lingkungan kerja adalah wahana yang ada di dalam organisasi baik lingkungan fisik, lingkungan sosial, maupun lingkungan virtual yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai dan kinerja perusahaan secara Indikator lingkungan kerja yang diuraikan Farida dan Hartono . 5:10-. , yaitu: Pewarnaan Warna dapat berpengaruh dalam diri manusia kita perhatikan misalnya warnawarna cerah . ijau, kuning, merah, dan sebagainy. Pada umumnya lebih disukai oleh anak-anak. Kebersihan Lingkungan yang bersih dapat mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja. Lingkungan kerja yang bersih juga pasti akan menimbulkan rasa senang dan dapat mempengaruhi seseorang untuk berkerja lebih bersemangat dan lebih Pertukaran udara Pertukaran udara yang baik dapat menyehatkan badan, pertukaran udara yang cukup terutama dalam ruang kerja sangat diperlukan apalagi dalam ruangan tersebut penuh karyawan. Pertukaran udara yang cukup ini akan menyebabkan kesegaran fisik dari para karyawan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Penerangan Penerangan yang cukup tetapi tidak menyilaukan, dalam melaksanakan tugas sering kali karyawan membutuhkan penerangan yang cukup, apalagi bila pekerjaan yang dilakukan memerlukan ketelitian. Musik Musik yang mengalun merdu menimbulkan suasana gembira, seseorang yang berbaris dengan mengikuti irama genderang, akan kurang kelelahanya dan menjadi lebih tegap jalanya apabila dibandingkan dengan tanpa diiringi Keamanan Jaminan terhadap keamanan menimbulkan ketenangan, rasa aman akan menimbulkan ketenangan dan ketenangan akan mendorong semangat kegairahan kerja karyawan. Kebisingan Kebisingan mengganggu konsentrasi, setiap perusahaan hendaknya dapat menghilangkan kebisingan tersebut, setidaknya mengurangi kebisingan tersebut. Keramahan Dengan sikap yang ramah oleh karyawan kepada nasabah berate menunjukan pelayanan yang baik seperti selalu sopan dan santun sehingga akan berdampak pada nasabah dan lingkungan kerja. Saling menghargai Sikap saling menghargai dalam kerja akan membuat lingkungan kerja yang baik dan positif dan membuat karyawan mendapat rasa saling dihargai dan dihormati. Kinerja Karyawan Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Rivai dan Sagala . 1: . AuKinerja merupakan perilaku yang nyata ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaanAy. Menurut Bangun dalam Warbawi Adamy . 6:94-. ada beberapa indikator dan hal yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan, yaitu sebagai berikut: ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Jumlah Pekerjaan, dimensi ini menunjukkan jumlah pekerjaan yang dihasilkan individu atau kelompok sebagai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan. Kualitas Pekerjaan, setiap karyawan dalam perusahaan harus memenuhi persyaratan tertentu untuk dapat menghasilkan pekerjaan sesuai kualitas yang dituntut suatu pekerjaan tertentu. Ketepatan Waktu, setiap pekerjaan memiliki karakteristik yang berbeda, untuk jenis pekerjaan tertentu harus diselesaikan tepat waktu, karena memiliki ketergantungan atas pekerjaan lainnya. Kehadiran, suatu jenis pekerjaan tertentu menuntut kehadiran karyawan dalam mengerjakannya sesuai waktu yang ditentukan. Kemampuan Kerja Sama, tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan satu orang karyawan saja. Untuk jenis pekerjaan tertentu mungkin harus diselesaikan oleh dua orang karyawan atau lebih, sehingga membutuhkan kerja sama antar karyawan sangat dibutuhkan. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan metode asosiatif yaitu mencoba memberikan pernyataan yang mencoba memberikan pernyataan yang menunjukan dugaan tentang hubungan antara tiga variabel atau lebih. Antara variabel Pelatihan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada CU Semarong Kantor Pusat Di Sosok Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau. Populasi dalam penelitian ini penulis menetukan sampel sebanyak 74 responden. Teknink pengambilan sampel menggunakan sampling insidental. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Teknik analisi kualitatif dimana hasil pengisian kuesioner dikumpulkan, ditabulasi, dan di jabarkan. Jawaban responden dihitung menggunakan skala likert. Data diolah menggunakan program statistical pacekage for social science (SPSS) versi 23. PEMBAHASAN Uji Validitas Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa r hitung lebih besar dari r tabel sehingga dapat dikatakan bahwa indikator pertanyaan dari variabel variabel pelatihan (X. , variabel lingkungan kerja kerja (X. dan variabel kinerja karyawan (Y) valid. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 1 Uji Validitas Variabel Pelatihan (X. Lingkungan Kerja (X. Kinerja karyawan (Y) Indikator Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X2. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel X3. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Tabel Y1. Rhitung 0,5902 0,4793 0,4772 0,3988 0,4446 0,4584 0,5462 0,5888 0,3578 0,2793 0,4328 0,3143 0,4204 0,3535 0,4859 0,2998 0,2496 0,2906 0,4575 0,2746 0,3971 0,3769 0,4467 0,2792 0,2688 0,2470 0,3527 0,3182 0,6857 0,6868 0,4134 0,5683 0,5494 0,5183 0,6209 0,4891 0,5691 0,5796 Rtabel 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 0,2287 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber:Data Olahan SPSS 22, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji Reliabilitas TABEL 2 Uji Reliabititas Nilai CronbachAos Alpha 0,783 0,744 0,768 Variabel Pelatihan (X. Lingkungan Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Koefisien Alpha 0,70 0,70 0,70 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Dari Tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa nilai cronbach alpha variabel pelatihan (X. sebesar 0,783 > 0,70, variabel lingkungan kerja (X. sebesar 0,744 > 0,70, dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,768 > 0,70 sehingga dapat dikatakan bahwa semua variabel yang digunakan reliabel. Uji Koefisien Determinasi (R. TABEL 3 Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Pelatihan Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 4. Pada Tabel 4. 9 tersebut, nilai R square adalah 0,787 atau sebesar 78,70 persen, yang artinya bahwa pelatihan dan lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 78,70 persen sedangkan sisanya 21,30 persen dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji Regresi Liniear Berganda TABEL 4 Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Pelatihan Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Berdasarkan Tabel 4 di atas diketahui persamaan model regresi pada CU Semarong Kantor Pusat di Sosok sebagai berikut: Y = 0,214 X1 0,572 X2 Berikut ini penjelasan intreprestasi dari regresi tersebut: Koefisien regresi variabel pelatihan memiliki nilai sebesar 0,214. Artinya variabel pelatihan berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti tingkat pelatihan yang meningkat dapat meningkatkan kinerja karyawan. Koefisien regresi variabel lingkungan kerja memiliki nilai sebesar 0,572. Artinya variabel lingkungan kerja berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti lingkungan kerja yang meningkat dapat meningkatkan kinerja karyawan. Uji F TABEL 5 Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Pelatihan Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Dari Tabel 5 di atas menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti nilai signifikan < dari 0,05. Maka dapat dinyatakan bahwa variabel pelatihan dan lingkungan kerja secara bersama-sama . berpengaruh terhadap kinerja karyawan CU Semarong Kantor Pusat di Sosok. Uji t TABEL 6 Uji T Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Pelatihan Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sig. Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan nilai signifikan variabel pelatihan (X. sebesar 0,029 dan lingkungan kerja (X. sebesar 0,000 yang berarti nilai ini < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel pelatihan dan lingkungan kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis perhitungan dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya yang dilihat dari tiga variabel yaitu disiplin kerja, pelatihan dan lingkungan kerja maka dipeloreh kesimpulan bahwa variabel disiplin kerja, pelatihan dan lingkungan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan berbagai indikator -indikator yang telah di Analisa, maka membentuk factor-faktor yang dapat dijadikan referensi untuk membuat kebijakan bagi karyawan. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi karyawan tersebut sebaiknya tetap dipertahankan oleh CU Semarong di Kantor Pusat Sosok. Dengan terciptanya kinerja yang baik memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan. Saran yang dapat penulis berikan untuk CU Semarong di sosok yaitu selalu tingkatkan keseriusan karyawan cu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pada perusahaan agar dapat menciptakan hubungan yang baik antar seluruh karyawan DAFTAR PUSTAKA