Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 6 No. 76 - 83 ISSN Media Elektronik: : 2723-5467 Perencanaan Kapasistas Transformator Pada Elektrifikasi Container Crane Untuk Operasi Bongkar Muat Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Jurusan Teknik Permesinan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Jurusan Teknik Bangunan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya edy_setiawan@ppns. id*, 2asinggihs@ppns. id, 3galih. talnabnof@ppns. id*, 4yudi. andika@ppns. evinafiatus@ppns. Abstract A port stevedoring system includes all cargo handling components or equipment that support the loading and unloading process, both from ship to port and vice versa. In port handling, this involves unloading from the ship using cranes and ship slings to the nearest land, commonly known as a dock. Cranes are tools used to lift and move materials that also require electrical energy. For this reason, an electrical power source is required for loading and unloading operations. The need for electrical resources required is also used in determining the capacity of the installed distribution transformer. To determine all of that based on the existence of the load used as the main reference in the expected electrical load. Loads are classified according to their nature, namely, continuous and intermittent. Intermittent load depends on the work cycle factor that can be added to the continuous load to get the average load. The electrical load is determined based on the above concept, with a margin of 30% above the average load to incorporate load changes in the user framework during development and implementation of future changes. Based on the results of field studies on loading and unloading operations in Surabaya which is the location of this research, it shows that the transformer installed on the Container Crane (T4 2500 kVA/20/6. 6 kV) and the transformer installed on the RTG Crane (T1 1250 kVA/20/0. 4 kV) are in accordance with the transformer capacity that should be. Keywords: Container Crane. Transformer. Electrical Power. Electrical Load. Efficiency Abstrak Sistem bongkar muat pelabuhan mencakup semua komponen atau peralatan penanganan muatan yang mendukung proses bongkar muat baik dari kapal ke pelabuhan maupun sebaliknya. Dalam penanganan pelabuhan, ini melibatkan pembongkaran dari kapal dengan memakai crane dan sling kapal ke daratan terdekat, umumnya dikenal sebagai dermaga. Crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material yang juga membutuhkan energi listrik. Untuk itu diperlukan sumber daya listrik untuk kegiatan operasional bongkar muat. Kebutuhan sumber daya listrik yang diperlukan, digunakan juga dalam menentukan kapasitas transformator distribusi yang terpasang. Untuk menentukan semua itu berdasar keberadaan beban yang digunakan sebagai acuan utama dalam beban listrik yang diharapkan. Beban diklasifikasikan sesuai dengan sifat, yaitu continue dan terputus-putus . Beban terputus-putus . tergantung faktor siklus kerja yang dapat ditambahkan pada beban kontinyu untuk mendapatkan beban rata-rata . verage loa. Beban listrik ditentukan berdasarkan konsep di atas, dengan margin ditambah 30% di atas beban rata-rata dengan memasukkan perubahan beban pada kerangka pemakai pada saat pengembangan dan implementasi perubahan diwaktu mendatang. Berdasarkan hasil studi lapangan pada operasional bongkar muat di Surabaya yang menjadi lokasi penelitian ini, menunjukkan transformator yang terpasang pada Container Crane (T4 2500 kVA/20/6,6 kV) dan transformator yang terpasang pada RTG Crane (T1 1250 kVA/20/0,4 kV) sudah sesuai dengan kapasitas transformator yang seharusnya. Kata kunci: Container Crane. Transformator. Daya Listrik. Beban Listrik. Effisiensi Diterima Redaksi : 08-05-2025 | Selesai Revisi : 04-07-2025 | Diterbitkan Online: 31-12-2025 Pendahuluan Pelabuhan adalah suatu tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitar pelabuhan, dengan batas-batas tertentu dan sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx perekonomian yang digunakan sebagai tempat sandar Mast adalah bagian dari mobile crane yang kapal, menaikkan dan menurunkan penumpang digunakan untuk mengatur ketinggian lengan dan/atau digunakan untuk bongkar muat yang Menggunakan tenaga hidrolik, tiang dilengkapi peralatan dan fungsi keamanan maritim, bergerak vertikal sambil menyesuaikan ketinggian dukungan pelabuhan dan ruang untuk transportasi intra lengan crane. Mast juga merupakan tempat untuk dan antar moda transportasi . Sistem bongkar muat menyangga kabel penyeimbang dari crane, pulley pelabuhan mencakup semua komponen atau peralatan dan hoist. penanganan muatan yang mendukung proses bongkar muat baik dari kapal ke pelabuhan maupun sebaliknya . , . Dalam penanganan pelabuhan, ini melibatkan pembongkaran dari kapal dengan memakai crane dan sling kapal ke daratan terdekat, umumnya dikenal sebagai dermaga. Crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material. Crane digunakan untuk mengangkat beban secara bersamaan secara vertikal dan horizontal serta menaikkan atau menurunkan beban ke posisi yang telah ditentukan. Yaitu, bagian utama crane disajikan sebagai berikut: Machinery House Machinery House adalah tempat motor listrik utama menggerakkan container crane dan semua peralatan pendukung, seperti transformator. Gambar 1. Bagian-Bagian Crane . , . konverter, dan pengontrol logika yang dapat Bongkar Muat sebagaimana yang telah diatur dalam Jib/Lengan Crane pasal 2 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. Lengan Crane adalah bagian dari mobile crane Tahun 2014 adalah kegiatan usaha bongkar muat yang dapat berputar hingga 360 derajat. barang dari dan ke kapal di pelabuhan yang Fungsinya adalah sebagai kabel selempang yang mekanismenya meliputi stevedoring, cargodoring, dan berguna untuk mengangkat material atau beban. receiving/delivery dan dilaksanakan oleh badan usaha Bagian ini terbuat dari elemen besi yang yang memiliki izin usaha dan didirikan khusus untuk dihubungkan dalam rangka batang. Adapun bongkar muat. panjang, tergantung pada kapasitas angkat beban Penyelenggaraan bongkar muat di pelabuhan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan bongkar Trolley Trolley adalah bagian yang digunakan untuk muat yang telah memiliki layak operasi, menjamin mengangkat spreader ke atas dan ke bawah serta keselamatan kerja, dan dilaksanakan oleh tenaga kerja yang wajib memiliki sertifikat kompetensi. Bongkar ke depan dan ke belakang. muat mempunyai tiga kegiatan pokok yaitu. Spreader Spreader adalah bagian yang digunakan untuk a. Stevedoring, pekerjaan membongkar barang dari mengangkat peti kemas dari dermaga ke kapal dan kapal ke dermaga/ tongkang/truck atau memuat Spreader memiliki ukuran yang dapat barang dari dermaga/ tongkang/ truck kedalam diatur sesuai dengan jalur spreader untuk kapal sampai dengan tersusun dalam palka kapal menaikkan dan menurunkan container yang akan dengan menggunakan crane kapal atau crane Operator CabAos Cargodoring, pekerjaan melepaskan barang dari Pada mobile crane juga terdapat operator cabAos tali atau jala-jala didermaga dan mengangkut dari yang dapat mengoperasikan mobile crane itu dermaga ke gudang atau lapangan penumpukan Untuk mengontrol mobile crane, terdapat barang atau sebaliknya. beberapa joystick di dalam kabin operator. Receiving/Delivery, pekerjaan memindahkan Hoist Hoist adalah bagian dari crane yang digunakan barang dari timbunan tempat penumpukan untuk mengangkat beban secara vertikal. digudang atau lapangan penumpukan dan Sling menyerahkan sampai tersusun di atas kendaraan Untuk memasang crane ke material atau beban, dipintu gudang/ lapangan penumpukan atau diperlukan kabel baja atau sling. Panjang sling ini akan bervariasi tergantung dari kapasitas mobile crane itu sendiri. Sedangkan pada Pada container crane sendiri, beberapa Mast komponen kelistrikan yang beroperasi adalah sebagai berikut:. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx Transformator, sebuah perangkat listrik yang dapat Menurut hukum Lorentz, arus listrik dan medan mentransmisikan dan mengubah energi listrik dari magnet yang dihasilkan akan menghasilkan gaya satu atau lebih rangkaian listrik ke sirkuit listrik (F). Gaya ini akan menimbulkan putaran . nergi lainnya melalui kopling magnetik, dan didasarkan mekani. pada motor DC, dan kemudian energi pada prinsip induksi elektromagnetik. Trafo banyak mekanik tersebut dapat ditransfer ke alat yang digunakan, baik di bidang listrik maupun elektronik. Motor arus searah (DC) adalah Penggunaan trafo dalam sistem catu daya perangkat yang mengubah energi listrik menjadi memungkinkan untuk memilih kapasitas yang tepat energi mekanik yang membutuhkan sumber arus dan ekonomis untuk setiap kebutuhan seperti searah untuk mengalir melalui armature atau belitan. persyaratan tegangan tinggi untuk memberi daya Daya DC diambil dari baterai atau daya AC pada jarak jauh. Transformator bekerja berdasarkan disearahkan oleh penyearah. Hukum Ampere dan Hukum Faraday, dimana jika 4. Penyearah 3 Fasa Terkontrol Penuh, sebuah salah satu belitan transformator dialiri arus bolakrangkaian yang mampu mengubah tegangan AC balik . lternating curren. , maka akan muncul garis menjadi tegangan DC. Salah satu komponen utama gaya magnet yang bervariasi. Akibatnya akan penyearah terkontrol adalah thyristor atau biasa terjadi induksi pada sisi kumparan primer. Pada sisi dikenal dengan SCR (Silicon Controlled Rectifie. kumparan sekunder, garis medan magnet pada sisi AU AU yang merupakan komponen penyearah yang primer juga akan berubah, sehingga akan terjadi dapat mengontrol tegangan keluaran DC. Penyearah induksi pada sisi sekunder juga. Dari peristiwa ini, terkontrol dapat dibagi menjadi penyearah antara kedua ujung kumparan . akan terjadi terkontrol penuh dan penyearah setengah terkontrol. beda potensial. Penyearah ini dapat digunakan untuk mengatur Motor Arus Bolak Balik 3 Phasa, perangkat listrik kecepatan motor DC. yang digunakan untuk mengubah daya AC tiga fasa menjadi energi mekanik. Motor AC tiga fasa, juga Pada Machinery House ada peralatan pendukung yaitu dikenal sebagai motor asinkron tiga fasa, adalah transformator. Pemilihan motor listrik yang menggunakan sumber tegangan disesuaikan dengan kebutuhan agar mendapatkan tiga fasa dan kemudian dihubungkan ke motor. efisiensi yang optimal. Jika kapasitas transformator Motor asinkron tiga fasa merupakan jenis motor yang dipilih terlalu besar maka faktor beban menjadi listrik yang paling banyak digunakan di industri, kecil dan efisiensi rendah . isebabkan sifat beban yang karena motor asinkron tiga fasa memiliki sejumlah tidak stabil atau fluktuatif yang akan mengakibatkan keunggulan dalam penggunaannya terutama di timbulnya rugi-rugi pada inti besi transformato. dapat dunia industri. Beberapa keuntungan menggunakan menyebabkan panas dan dapat menyebabkan umur motor jenis ini antara lain konstruksinya yang trafo berkurang . , . Standar IEC (International kokoh dan sederhana, biaya yang relatif lebih murah. Electrotechnical Commissio. menetapkan umur perawatan yang lebih mudah, dan sejumlah transformator 20 tahun apabila dibebani 100% dari nilai keunggulan lainnya. Prinsip operasi motor asinkron rating daya transformator pada suhu sekitar 20EE tiga fasa adalah ketika tegangan diberikan pada dengan titik suhu panas pada belitan mencapai 98AC . stator, stator akan menghasilkan fluks magnet yang Sehingga pada kasus ini akan melakukan perencanaan menyebabkan medan magnet berputar. Kemudian kapasitas transformator yang terpasang sesuai dengan medan putar akan memotong konduktor pada rotor. profil pembebanannya pada operasional bongkar muat. Selain itu, gaya gerak listrik akan dihasilkan oleh Gaya gerak listrik induksi ini terjadi karena adanya perbedaan nilai antara medan putar 2. Metode Penelitian stator . dan kecepatan putar rotor . Karena Untuk menyelesaikan penelitian ini, metode yang rotor dan stator adalah sirkuit tertutup, gaya gerak digunakan adalah merumuskan permasalahan lapangan, listrik akan menghasilkan arus yang menyebabkan melakukan studi literatur peralatan, survey lapangan gaya diterapkan pada rotor sehingga rotor akan dan melakukan wawancara, selanjutnya melakukan Motor Arus Searah, suatu alat listrik yang analisa hasil berdasar data-data yang didapatkan baru setelah itu memberikan kesimpulan. digunakan untuk mengubah energi arus searah . irect curren. menjadi energi mekanik. Prinsip 2. 1 Pengambilan Data kerja motor DC adalah jika belitan jangkar dialiri Dilakukan dengan cara observasi, meminta arus dan kumparan medan dikuatkan, maka akan langsung pada perusahaan dan melakukan terjadi gaya Lorentz yang bekerja pada setiap sisi wawancara langsung pada narasumber yang belitan jangkar. Gaya Lorentz pada motor DC dianggap mampu dan paham mengenai objek yang dinyatakan dengan aturan tangan kiri, di mana ibu Berikut adalah data-data yang diperlukan: jari menunjukkan arah gaya (F), indeks menunjukkan arah medan magnet (B), dan sendiri A Spesifikasi container crane menunjukkan arah gaya. arah gaya arah arus (I). A Lama waktu proses bongkar muat Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx A Daya listrik yang dibutuhkan dalam proses 3. Hasil dan Pembahasan bongkar muat Terdapat 10 jenis Container Crane yang mendukung A Kapasitas daya listrik yang harus dikeluarkan proses bongkar muat, yaitu empat buah gantry crane di dalam proses bongkar muat dermaga dan enam buah RTG Crane di Container A Spesifikasi kabel dan busbar Yard. Empat gantry Crane dan enam RTG Crane untuk A Single line diagram bongkar muat di pelabuhan, dengan rincian 2 Crane A Kapasitas daya supply DHHI, 1 Crane MITSUBISHI, 1 Crane MITSUI dan 6 Crane RTG. 2 Analisis Data Analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut: A Perhitungan beban motor listrik container crane dan komponen listrik lainnya A Perhitungan wiring diagram junction power . rus nominal dan arus startin. A Analisis Load Factor. Utility factor, dan Demand Factor, kemudian menghitung daya kapasitas transformator. Perhitungan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Pada Perencanaan Kapasitas Transformator Pada Elektrifikasi Container Crane Untuk Operasional Bongkar Muat, analisis data yang digunakan sepenuhnya adalah pengukuran dan perhitungan selain mendapatkan data dari data Gambar 2. Singgle Line Diagram Existing Gantry Crane A Melakukan analisis dan perhitungan beban motor listrik pada container crane dan komponen kelistrikan lainnya. Menggunakan Rumus total kebutuhan daya listrik:. , . 1 2 3 4 . Dimana: P1 = Daya motor hoist . W) P2 = Daya motor boom . W) P3 = Daya motor trolley . W) P4 = Daya motor gantry . W) Px = Daya komponen kelistrikan lainnya Peq = Daya total . W) A Melakukan perhitungan. Untuk memberikan safety divice menggunakan rumus pada persamaan 2. Gambar 3. Singgle Line Diagram Existing RTG Crane Perhitungan beban pada motor listrik di Container Crane penting untuk dilakukan. Karena pada peralatan ini daya listrik yang paling besar dibutuhkan. Selain itu motor listrik juga merupakan penyumbang terbesar terhadap kualitas listrik, sehingga akan berpengaruh pada pembebanan . Karena sifat motor listrik yang bisa induktif yang menyebabkan timbulnya harmonisa yang berpengaruh pada kualitas Listrik . Motor listrik termasuk motor hoist, motor gantry, motor trolley, dan . motor boom. Perhitungan beban motor listrik semua Container Crane Atau bisa juga menggunakan rumus pada didasarkan pada spesifikasi yang tersedia di pelabuhan bongkar muat. Selain motor, ada alat listrik lain yang bekerja pada Container Crane yaitu trim-list motor, = main hoist brake, trolley brake, gantry brake, wheel brake, boom hoist brake, emergency brake for boom A Menentukan kapasitas transformator:. drum, spreader, fuel pump, man lift, air conditioning, lighting, serta auxiliary. Trafo 3i = IAPTerpasang 30% (PTerpasan. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx Profil Beban dipercepat jika suhu Hot Spot melebihi 98AC. Jika ini terjadi, umur transformator yang diharapkan dapat Berdasarkan singgle line diagram (SLD) existing yang berkurang . ditunjukkan pada gambar 2 dan gambar 3, maka dapat direncanakan kebutuhan kapasitas transformator yang Transformator distribusi yang biasa digunakan adalah dapat dipasang dengan melihat beban-beban yang transformator step-down 20 kV/400V 3 fasa dan 1 fasa, terpasang pada setiap Container Crane baik yang di dan beberapa menggunakan 3 transformator satu fasa. Gantry Crane maupun di RTG Crane. Sistem jaringan tegangan rendah memiliki tegangan fasa ke fasa sebesar 380 V. Karena adanya penurunan Kapasitas Transformator tegangan, tegangan rendah dinaikkan di atas 380 V Sistem tenaga listrik meliputi sistem distribusi tenaga sehingga tegangan di ujung penerima tidak turun di Listrik dapat disalurkan ke konsumen atau bawah 380 V. Ketidakseimbangan beban terjadi ketika beban dengan menggunakan sistem distribusi ini dari salah satu atau semua fasa transformator mengalami sumber listrik massal . arge power sourc. Stabilitas perbedaan. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari nilai dan keandalan sistem tenaga listrik sangat penting besarnya arus atau tegangan dan sudut dari masinguntuk pengoperasian sistem, yang memastikan masing fasa dari transformator tersebut. Tiap-tiap fasa kenyamanan dan keamanan. Dengan memperhatikan transformator dinyatakan dalam keadaan seimbang dan mengecek kondisi peralatan tenaga listrik yang ada, apabila memenuhi syarat sebagai berikut, . ketiga hal tersebut dapat terlaksana. Transformator adalah vektor arus dari masing-masing fasa (R. T) salah satu peralatan tenaga listrik yang paling penting mempunyai nilai yang sama besar dan . Perbedaan sudut dari ketiga vektor fasa adalah masing-masing dalam pengoperasian sistem tenaga listrik. sebesar 120A . Standar Ie 446-1995 menetapkan Diharapkan transformator dapat berfungsi secara bahwa jika nilai persentase ketidakseimbangan beban optimal dan berkesinambungan untuk keperluan melebihi 20%, sistem tidak sesuai standar. Standar penyaluran tenaga listrik baik pada jaringan transmisi ketidakseimbangan beban berkisar dari 5% hingga 20%. maupun jaringan distribusi. Oleh karena itu, perlu Penurunan kemampuan suatu bahan isolasi akibat diciptakan jaringan distribusi tenaga listrik yang panas disebut penuaan . Hal ini merupakan berbasis beban dan berimbang. Jalur distribusi listrik di sisi lain, sering mengalami ketidakseimbangan beban. mempertahankan perkiraan umur dari transformator Setiap atau semua fasa di mana besaran arus dan Dengan kata lain, kelebihan beban akan tegangan berbeda menyebabkan ketidakseimbangan menghasilkan panas berlebihan pada belitan kumparan beban, seperti halnya arus netral pada transformator. transformator, mengurangi umur transformator. Untuk Selain itu, sering kali transformator dalam transformator yang menggunakan media pendingin air, perencanaannya kapasitas transformator berada pada maka temperatur air tidak boleh lebih dari 25A C, beban maksimum sehingga menyebabkan transformator sedangkan untuk transformator yang menggunakan menjadi panas dan mengurangi umurnya. media pendingin udara, maka temperatur udaranya Peralatan sistem tenaga listrik seperti transformator tidak boleh lebih dari 40A C serta tidak boleh dibawah distribusi memiliki umur desain yang telah ditentukan 25A C untuk pemasangan luar dan -5A C untuk oleh perusahaan manufaktur sehingga dapat beroperasi pemasangan dalam . Sebagai tambahan untuk dalam jangka waktu tertentu. Namun, umur pendinginan dengan udara, temperaturnya tidak transformator dapat bervariasi tergantung pada melebihi rata-rata 30A C untuk satu hari. penggunaan dan kondisi lapangan. Ada beberapa hal Pemburukan isolasi akan semakin cepat apabila isolasi yang dapat memperpendek umur transformator. tersebut bekerja dengan temperatur yang melebihi dari Pembebanan merupakan salah satu faktor yang dapat batas yang diizinkan . alam hal ini adalah temperatur memperpendek umur transformator. hot spo. Menurut standar IEC 354 yang juga telah Pembebanan yang berlebih dapat menyebabkan menjadi standar PLN saat ini, sebuah transformator Bahan akan mengalami umur yang normal pada kondisi transformator terurai akibat panas yang dihasilkan. Autemperatur hot spot 98A C pada pembebanan terus yang dapat mempercepat penuaan. Sifat konstruksi menerusAy dengan temperatur sekitar . mbient komponen transformator akan diubah oleh panas yang temperatur. 20A C. Apabila transformator tersebut perkiraan umur hidup akan lebih pendek mengalami temperatur hot spot yang lebih besar dari jika suhu dinaikkan 6AC di atas batas yang diizinkan 98A C, susut umurnya akan semakin cepat . Penuaan isolasi ini akan sangat cepat dengan sehingga dapat memperpendek umur dari yang asumsi isolasi bekerja pada suhu yang melampaui batas diharapkan . , . Standar IEC 354 memberikan yang diizinkan . alam hal ini adalah Hot Spo. Sesuai faktor pembeban terus menerus yang akan dengan standar IEC 354, sebuah transformator akan menghasilkan temperatur hot spot 98A C dari berbagai mengalami umur yang normal pada kondisi suhu Hot temperatur atau kondisi lingkungan di area tempat Spot 98AC pada pembebanan yang terus menerus. pemasangan transformator dan untuk setiap jenis Proses aging dan shrinkage transformator dapat pendinginan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx memungkinkan untuk dapat menghitung kemampuan pembebanan yang terus menerus berdasarkan temperatur sekitar. Berdasarkan SPLN, transformator di Indonesia dirancang untuk bekerja pada temperatur sekitar tidak melebihi 40A C dan pada temperatur ratarata harian 30A C serta temperatur rata-rata tahunan 30A IEC menetapkan bahwa umur transformator berkisar 20 tahun atau setara 7300 hari apabila dibebani 100% dari nilai rating daya transformator pada temperatur sekitar 20A C . Selain pembebanan pada transformator yang akan menyebabkan penyusutan umur. Annual Energy Review (AER) tahun 2010 dari U. S Energy Information Administration (EIA) juga melaporkan 65,8% energi terbuang dalam kerugian pada pembangkitan, transmisi dan salah satunya juga Sehingga kira-kira dua pertiga daya hilang dalam pembangkitan, transmisi dan distribusi. Peningkatan efisiensi energi transformator akan mengurangi energi beban yang digunakan . Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan yang tepat dalam menentukan kapasitas transformator. TrimList Motor Main Hoist Brake 0,45 0,45 0,55 0,45 Trolley Brake 0,303 Gantry Brake 0,303 0,303 0,303 0,303 Wheel Brake Boom Hoist Brake 0,55 1,324 Spread Main Lift Air 0,75 0,75 2,13 Beban diklasifikasikan sesuai dengan sifat, yaitu Conditi continue dan terputus-putus . Beban oning terputus-putus . tergantung faktor siklus Lightin 11,14 11,84 kerja yang dapat ditambahkan pada beban continue g untuk mendapatkan beban rata-rata . verage loa. Total 709,64 876,65 Beban listrik ditentukan berdasarkan konsep tersebut di Tabel 2. Daya total pada RTG Crane atas, dengan margin ditambah 30% di atas beban ratarata dengan memasukan perubahan beban pada Peralatan RTG1 RTG2 RTG3 RTG4 RTG5 RTG6 . W) . W) . W) . W) . W) . W) kerangka pemakai pada saat pengembangan dan implementasi perubahan diwaktu mendatang. Kapasitas Motor suatu transformator distribusi untuk 3 fasa ditentukan Hoist oleh beban rata-rata ditambah margin 30% atau jumlah maksimum beban yang dilayani . aya yang terpasan. Motor ditambahkan dengan perkembangan beban dikemudian Trolley hari . Motor Secara keseluruhan untuk daya total terpasang pada Gantry Gantry Crane maupun RTG Crane ditunjukkan pada tabel 3 dan tabel 4. Tabel 1 dan tabel 2 menunjukkan Trim Motor 11 profil beban pada setiap crane. Steering Tabel 1. Daya total pada Gantry Crane Peralat CC04 Ae DHHI Crane W) Motor Hoist Motor Boom CC05 Ae DHHI Crane W) CC01 Ae Mitsubishi Crane W) 3,45 3,45 3,45 3,45 3,45 3,45 Drive Motor Total 394,45 394,45 394,45 394,45 394,45 394,45 Motor CC03 Ae Mitsui Crane . W) Tabel 3. Daya terpasang pada Gantry Crane T4 2500 kVA / 20Ae6,6 kV Motor Trolley Motor Gantry kVA Total . VA) CC01 709,64 834,87 CC03 876,65 1031,35 1866,22 T1 2500 kVA / 20Ae6,6 kV kVA Total . VA) Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx T4 2500 kVA / 20Ae6,6 kV kVA Total . VA) CC04 638,2 750,82 CC05 638,2 750,82 1501,64 Gambar 3. Daya terpasang pada Gantry Crane/Container Crane Tabel 4. Daya terpasang pada RTG Crane T1 1250 kVA / 20Ae0,4 kV RTG kVA Total per Grup . VA) RTG01 394,45 464,06 RTG02 394,45 464,06 RTG03 394,45 464,06 RTG04 394,45 464,06 RTG05 394,45 464,06 RTG06 394,45 464,06 928,12 928,12 Gambar 4. Daya terpasang pada RTG Crane 928,12 Dengan melakukan perhitungan tanpa menerapkan safety divice transformator pada saat pembebanan berdasar tabel 3 dan tabel 4, didapatkan kapasitas transformator yang seharusnya bisa terpasang adalah sebagai berikut: Kapasitas transformator terpasang pada Gantry Crane / Container Crane (CC01 & CC. 30% dari Pterpasang = 559,87 kVA Trafo 3i = 1866,22 kVA 559,87 kVA = 2. 426,09 kVA Gambar 5. Kapasitas transformator terpasang pada Gantry Crane/Container Crane Kapasitas transformator terpasang pada Gantry Crane / Container Crane (CC04 & CC. 30% dari Pterpasang = 450,49 kVA Trafo 3i = 1501,64 kVA 450,49 kVA = 1. 952,13 kVA Kapasitas transformator terpasang pada RTG Crane (RTG01 & RTG02. RTG03 & RTG04. RTG05 & RTG. 30% dari Pterpasang = 278,44 kVA Trafo 3i = 928,12 kVA 278,44 kVA = 1. 206,56 kVA Gambar 6. Kapasitas transformator terpasang pada RTG Crane Kesimpulan Berdasarkan hasil studi lapangan pada operasional bongkar muat di Surabaya yang menjadi lokasi penelitian ini, menunjukkan transformator yang terpasang pada Container Crane (T4 2500 kVA/20/6,6 kV) dan RTG Crane (T1 1250 kVA/20/0,4 kV) sudah Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Edy Setiawan1. Annas Singgih Setiyoko2. Galih Anindita3. Yudi Andika4. Evi Nafiatus Sholikhah5 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS) Vol. x No. xx Ae xx sesuai dengan kapasitas transformator yang seharusnya, . yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Kebutuhan kapasitas transformator yang dibutuhkan pada Container Crane berdasar hasil analisa dan perhitungan pada T4 2500 kVA/20/6,6 kV (CC01 dan CC. sebesar 2426,09 kVA, pada T4 2500 . kVA/20/6,6 kV (CC04 dan CC. sebesar 1952,13 kVA dan yang terpasang sebesar 2500 kVA. Kebutuhan kapasitas transformator yang dibutuhkan pada RTG Crane T1 1250 kVA/20/0,4 kV (RTG01 . dan RTG. T1 1250 kVA/20/0,4 kV (RTG03 dan RTG. T1 1250 kVA/20/0,4 kV (RTG05 dan RTG. berdasar hasil perhitungan sebesar 1206,56 kVA dan yang terpasang sebesar 1250kVA. Ucapan Terimakasih