JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL PENDIDIK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA (Implementasi Kurikulum Merdeka di MIN 1 Sumene. Nadila Maulidina STKIP PGRI Sumenep. Sumenep. Indonesia nadilamaulidina05@gmail. Anisatul Karimah STKIP PGRI Sumenep. Sumenep. Indonesia karimahanisatul16@gmail. Abstract This research aims to determine the potential of professional teachers in the independent curriculum to develop the character of MI Negeri 1 Sumenep students. The method used in this writing is the descriptive-qualitative research method, which is a research method by observing, analyzing, observing, interviewing and describing an event or phenomenon that occurs in a research object. professional teachers form character so that students have potential in their personalities. Applying the character formed by professional teachers is very beneficial. Keywords: Professional Teacher. Character. Student. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi pendidik profesional pada kurikulum merdeka untuk mengembangkan karakter siswa MI Negeri 1 Sumenep. Metode yang digunakan pada penulisan ini yakni metode penelitiann deskriptif-kualitatif, yang merupakan metode penelitian dengan cara melakukan pengamatan, analisis, observasi, wawancara dan penggambaran suatu kejadian atau fenomena yang terjadi pada suatu objek penelitian. Maka dari pendidik profesional membentuk karakter agar siswa memiliki potensi didalam kepribadiannya, dengan diterapkannya karakter yang dibentuk oleh pendidik profesional sangatlah bermanfaat. Kata Kunci: Pendidik Profesional. Karakter. Siswa. Pendahuluan Tujuan pendidikan bukan hanya untuk menyampaikan mata pelajaran yang tersusun, melainkan juga untuk membentuk pribadi peserta didik dan agar mereka JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi belajar cara hidup dalam kehidupan yang kedepannya. pendidikan merupakan sebuah usaha terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam roses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Manfaat pendidikan ini sendiri memiliki kekuatan pada ilmu keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Utama, 2. Maka dari itu pendidikan menjadi suatu sistem yang akan berkembang dalam suatu proses kehidupan yang akan mengatur sebuah Dalam pendidikan ada beberapa jenjang yang harus dilakukan seperti jenjang dan pelajaran yang diberi mulai dari SD/MI. SMP/MTS. SMA/MA hingga Perpendidikan Tinggi Saat ini permasalahan yang ada dalam pendidikan yaitu kurangnya moral pada siswa dan meraknya kasus pembullyan serta kesopanan siswa terhadap pendidik dan orang lain, hal tersebut perlu bimbingan oleh seorang pendidik di sekolah dalam mewujudkan suatu kepribadian siswa agar memiliki moral dalam membentuk karakter yang lebih baik. Dalam menyempurkan suatu pendidikan karakter Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah menjadikan Profil Pelajar Pancasila sebagai salah satu Visi Misi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hal tersebut tertera dalam Permendikbud Nomer 22 Tahun 2020 tentang tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020- 2024. Dalam Mengembangkan karakter pada siswa membutuhkan strategi pembelajaran serta ketrampilan yang bermakna, maka dari itu dalam profil pelajar pancasila yang sudah terpaparkan oleh seorang pendidik untuk siwa merupakan usaha untuk memberikan suatu nilai-nilai yang baik. Pendidik merupakan seorang pengajar yang pendengarnya peserta didik maka dari itu pendidik harus mengembangkan suatu pengetahuan, bakat, pengalaman dan keahlian tertentu yang semua hal tersebut bermanfaat bagi kepentingan dan kebutuhan peserta didik. Peran pendidik pada kurikulum merdeka saat ini sangatlah penting dalam membentuk dan membimbing peserta didik dalam pengembangan karakter dalam pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Pendidik juga merupakan orang tua kedua JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi yang ada di sekolah hal tersebut pendidik memberikan suatu contoh yang baik agar menjadikan suatu kemanfaatan bagi peserta didiknya. Hal ini sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) Pasal 4 ayat 4 Aupendidikan membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaranAy. Dalam kepribadian sekorang pendidik harus memiliki sikap profesional yang memiliki wawasan dan sikap positif serta menularkan ilmunya kepada peserta didinya, sehingga pendidik yang memiliki sikap profesional bisa menjalankan tugasnya yang sangat mulia. Pendidik yang profesional harus membentuk suatu karakter yang baik kepada siswanya dan disiplin pada penugasannya dalam menerapkan pembelajaran serta menggembangkan sutu prinsip karakter yang baik sesuai dalam kurikulum merdeka saat ini. Sebab penanaman karakter siswa harus diterapkan dan diarahkan sejak dini agar memiliki suatu kualitas didalam dirinya dan menjadikan nilai-nilai yang yang baik sesuai dengan penerapan yang diharapkan. Metode Penelitian Dalam Penulisan ini. Penulis akan membahas mengenai Pengembangan Potensi Pofesional Pendidik pada Kurikulum Merdeka untuk Mengembangkan Karakter Siswa. Metode yang digunakan pada penulisan ini yakni metode penelitiann deskriptif-kualitatif, yang merupakan metode penelitian dengan cara melakukan pengamatan, analisis, observasi, wawancara dan penggambaran suatu kejadian atau fenomena yang terjadi pada suatu objek penelitian. Dengan menggunakan metode ini dapat dilihat bahwasanya sumber data didapatkan secara langsung dengan cara meneliti pendidik profesional yang ada di MI Negeri 1 Sumenep. Hasil dan Pembahasan Kurikulum Merdeka Program yang ada dalam Kurikulum merdeka menekankan suatu kemandirian belajar di sekolah dan memberikan suatu kebebasan bagi pendidik dan peserta didik dengan cara melaksanakan suatu program yang sudah ada. Pendidik JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi dalam kurikulum merdeka ini ditekankan untuk mengaplikasikan dalam menerpkan pembelajaran dengan menyesuaikan dari sarana dan prasarana yang tersedia didalam sekolah. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa konsep yang sudah direncanakan untuk diterapkan didalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat bahwasanya kurikulum merdeka memiliki suatu program yang tersusun. Kurikulum merdeka memicu suatu pelatihan dalam melaksanakan mengajar yang sesuai dengan suatu perubahan yang ada dalam negara seperti halnya kurikulum sekarang menyesuaikan dengan suatu pembentukan karakter pada Profil Pelajar Pancasila. Pembentukan kurikulum merdeka ini dibentuk oleh Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia meningkatkan Kurikulum Merdeka pada Februari 2022, dengan adanya kurikulum merdeka saat ini ada perubahan dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum Merdeka adalah langkah maju dalam reformasi Pendidikan di Indonesia. Kebijakan yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang memadai dalam pembelajaran inovatif bagi siswa (Indriani. Suryani & Mukaromah, 2. Kebijakan ini mendorong proses pembelajaran di sekolah dasar menjadi lebih maksimal dan teratur, karena prinsip Kurikulum Merdeka Belajar mengharuskan siswa untuk menguasai keahlian yang mereka minati, baik dalam kemampuan soft skil yang mereka miliki. maka dari itu pembelajaran dikurikulum merdeka sangat bermakna serta menarik semangat siswa untuk belajar didalam proses Pendidik sebagai fasilitator didalam kurikulum merdeka ini mampu mengembangkan suatu perencanaan yang sudah direncanakan dalam menerapkan pembelajaran sesuai dengan modul yang dibuat, hal ini menjadikan pendidik menyesuaikan dengan apa yang direncanakan dan diterapkan kepada siswanya. Dengan adanya pedoman tersebut pendidik juga harus mampu mencontohkan apa yang sudah direncanakan seperti kegiatan sehari-hari didalam lingkungan sekolah serta memberikan suatu pandangan yang harus dilakukan dengan baik diluar JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi lingkungan sekolah seperti berperilaku dalam lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan teman sebayanya. Dalam menerapkan suatu pembelajaran pendidik menggunakan Perangkat ajar yang digunakan pada Kurikulum Merdeka saat ini berbentuk Modul yang didalamnya ada CP,TP,ATP (Capaian Pembelajaran. Tujuan Pembelajaran, dan Alur Tujuan Pembelajara. Dimana Modul yang ada didalam Kurikulum merdeka tentunya berbeda, hal tersebut dikarenakan struktur yang ada tersusun dari suatu capaian yang akan dicapai didalam pembelajaran serta tujuan pembelajaran dan alur yang akan diterapkan tersusun. Maka ketika sudah merencanakan suatu perangkat belajar pendidik juga harus tau bagaimana cara mengembangkan profesionalnya didalam pembelajaran ketika mengajar siswa. Adanya susunan perencanaan dikurikulum merdeka sangatlah bermanfaat bagi pendidik salah satunya dapat mendorong dalam membentuk pendekatan pembelajaran yang berbasis karakter, dimana pendidik tidak hanya menjelaskan materi pelajaran akademik (Pattiasina. Dzulkurnain. Martial et al. , 2. maka dari itu pendidik juga membangun karakter positif seperti integritas, kerja sama, dan keberanian Pendidik dapat merancang kegiatan yang mendukung perkembangan karakter ini secara langsung. Kurikulum Merdeka memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang kepribadiannya untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka sendiri dengan menciptakan lingkungan yang lebih baik di mana keberagaman dihargai dan dijadikan kekuatan dalam mengembangkan karakter yang sesuai dengam dirinya. Kompetensi Profesiona Pendidik dalam Kurikulum Merdeka Setiap pembelajaran disekolah tentunya ada pendidik yang memiliki suatu kualitas seperti pendidik profesional, dalam mengembangkan profesionalnya pendidik harus mengajar, membimbing, memberi arahan dan mendidik siswa dengan baik. Maka dari itu pendidik profesional memiliki suatu makna yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengajar dan yang berdedikasi untuk pengembangan diri (Eliza. et al. , 2. Pendidik tidak hanya JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi menguasai mata pelajaran, tetapi juga mengetahui bagaimana menerapkan berbagai metode pengajaran yang efektif, memahami kebutuhan individu siswa dan bekerja sama dengan rekan kerja dan orang tua siswa untuk mencapai hasil belajar yang Selain itu, pendidik yang profesional juga memiliki etos kerja yang tinggi perkembangan terkini dunia pendidikan Pendidik dalam mengembangkan profesionalnya harus melewati beberapa tahapan yang harus dikerjakan dan dipertahankan secara maksimal untuk memenuhi kesesuaian yang ada dalam menciptakan profesionalnya dan tujuan Untuk menjadi pendidik profesional tentunya ada tahapan yang harus dilakukan seperti: . Pendidik berkomitmen pada kenyataan bahwa tugas ini membutuhkan pengikut, . melindungi harkat dan martabat di atas kepentingan pribadi, . lembaga mengharapkan pendidik untuk mengikuti pelatihan kejuruan dalam jangka waktu tertentu, . pendidik harus selalu meningkatkan keterampilan untuk memajukan posisinya sebagai pendidik, . memiliki kode etik yang berlaku dalam pekerjaannya. Maka ketika pendidik sudah melakukan tahapan yang harus dikembangkan pendidik dapat mengembangkan dalam merencanakan pembelajaran tidak hanya berdampak pada pengalaman belajar siswa, tetapi juga membentuk lingkungan pembelajaran yang mendukung pertumbuhan profesional pendidik. Dengan membuat pembelajaran yang adaptif dan responsif, pendidik dapat se cara positif memengaruhi hasil belajar serta perkembangan siswa (Rahma & Hindun, 2. Pendidik profesional pada kurikulum Merdeka yang sangat efektif ini dalam meningkatkan kemampuan mengembangkan siswa Untuk menjawab pertanyaan ini mari telaah mendalam beberapa aspek penting: Pendekatan Pembelajaran yang Berpusat Pada Siswa Pendidik dalam mengembagkan pembelajaran yang berpedoman pada Kurikulum Merdeka pembelajaran yang berorientasi pada siswa, di mana siswa didorong JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi untuk menjadi aktor utama dalam proses pembelajaran. Ini memfasilitasi pengembangan rasa ingin tahu, eksplorasi ide-ide baru, dan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran yang Dinamis dan Menyenangkan Fokus utama pendidik dalam Kurikulum Merdeka menciptakan pengalaman pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan dengan mengimplementasikan berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang beragam. Ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran serta mendorong mereka untuk menjelajahi wawasan baru. Dengan pendekatan yang dinamis dan menyenangkan, siswa didorong untuk berpikir di luar batas dan menghasilkan gagasan yang kreatif dan inovatif. Penekanan Interaksi yang Baik Pendidik pentingnya eksplorasi, kolaborasi, dan komunikasi dalam proses belajar siswa. Siswa didorong untuk bekerja bersama dengan teman sekelas dalam menyelesaikan proyek, berbagi ide, dan saling belajar satu sama lain. Ini membantu dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Pendidik Profesional didalam kurikulum merdeka ini harus menyertakan pelatihan rutin dan pengembangan profesional yang memungkinkan pendidik untuk terus memperbarui dan meningkatkan pemahaman mereka tentang pembelajaran yang menerapkan pendidikan karakter pada siswanya. Maka dari itu ketika pendidik profesional terus mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka tentunya menerapkan suatu karakter dan harus mampu menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang mencangkupkan pengetahuan, manajemen dan keterampilan lainnya (MaAoruf & Yasin, 2. Kemampuan pendidik profesional yang mendasar pada tahapan pembelajaran dan menjalankan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi tugasnya yang sesuai, ,maka dari itu dapat dilihat dalam kinerja pendidik selama didalam sekolah dengan proses belajar mengajar yang akan mencapai keberhasilan dalam mendidik siswa yang berkarakter sesuai pada kurikulum saat ini. Keadaan kurikulum yang ada pada sekolah saat ini dalam mengembangkan suatu karakter sangatlah ditekankan karena memberikan suatu kemanfatan pada dirinya. Pendidik profesional yang menjadi penggerak dalam menerapkan karakter didalam pembelajaran harus memberikan contoh dan model yang baik untuk ditiru oleh siswa dalam membentuk suatu kepribadian yang baik untuk dimiliki (Pribadi, et al. , 2. Dengan membentuk suatu karakter wajib untuk semua siswa memperaktikkan dalam kesehariannya siswa . Hal ini menjadi harapan untuk bejalan dengan lancar serta baik sehingga bisa mewudjudkan karakter siswa didalam pembelajaran yang sudah diterapkan didalam kelas oleh pendidik. Setelah permasalahan dan pernyataan diatas dalam mewujudkan karakter siswa dengan cara menerapkan didalam pembelajaran yang berdasar profil pelajar pancasila yang menunjukkan bahwasannya karakter pada siswa itu sangat penting yang harus ditanamkan pada saat ini. Pendidikan Karakter Pada kurikulum merdeka menekankan suatu karakter pada siswa untuk dikembangkan maka dari itu pendidik harus menerapkannya secara rutin suatu pembentukan karakter. Pendidikan Karakter merupakan suatu penanaman nilai moral dan watak yang diterapkan pada siswa dalam mengembangkan suatu pegetahuan, kesadaran dan keingin dalam pembelajaran (Nikmah et al. , 2. Pendidikan karakter ini sendiri memiliki tujuan agar siswa memiliki kepribadian yang baik dan memiliki suatu kemampuan yang sudah diberikan oleh pendidik pada dirinya. Pada saat ini pengembangan karakter di sekolah dasar berdasarkan pada elemen yang ada pada profil pancasila yang ada didalam kurikulum merdeka, hal ini mencerminkan agar siswa dapat memiliki karakter yang berdasar nilai-nilai Jadi dalam mengembangkan suatu karakter siswa akan memiliki JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi keterampilan, sifat yang baik, serta bisa menerapkan karakternya didalam kehidupan sehari-harinya. Pendidikan karakter ini perlu diterapkan oleh seorang pendidik pada siswanya, konsep tersebut sesuai dengan pandangan bapak pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara AuIng Ngarso Sung Tulodo. Ing Madyo Mangun Karso. Tut Wuri HandayaniAy. memiliki makna bahwa pendidik ketika didepan memberikan semangat kepada siswa dan memberikan suatu motovasi serta memberikan dorongan semangat agar pembelajaran bisa efektif. Hal tersebut dapat dilihat bahwasannya pendidik berperan penting dalam memberikan suatu pengetahuan dan pengembangan karakter pada siswa melalui penerapan pembelajaran yang dilaksanakan. Suatu pandangan dan pernyataan tersebut dapat terlihat sangat jelas bahwasanya pendidik memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam mengembangkan pengetahuan dan pembentukan karakter pada Pendidik profesional yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugasnya dengan menunjukkan rasa hormat dan adab yang baik serta positif untuk bertaggung jawab dalam mengembangkan karakter kepada siswa. Adanya pembiasaan dari pendidik untuk melakukan pengembangan karakter kepada siswa harus dicontohkan dengan baik dan dilakukan secara rutin dalam memaksimalkan karakter yang baik pada siswa (Arsini. et al. , 2. Pendidik juga harus berperan dengan baik dan juga memperkuat interasi bersama siswa agar pelaksanaan kegiatan pengembangan karakter pada siswa didalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal. Pengembangan karakter yang dilakukan oleh pendidik tentunya tidak hanya dilaksanakan terus menerus pada saat pembelajaran akan tetapi juga bisa melalui suatu kegiatan yang lain. Pada dasarnya, pendidikan karakter sangatlah bermanfaat pada siswa dikarenakan bisa menjadikan pribadi yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain seperti halnya beretika yang baik, berusaha memiliki sifat jujur, peduli, tanggung jawab, sopan santun. Berkembangnya karakter yang sudah dimiliki siswa JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi akan mendorong dalam suatu komitmen untuk melakukan hal yang baik dilakukan berdasar pada karakter yang mereka pelajari dan miliki (Zubaidah, 2. Kemaksimalan karakter yang akan dimiki oleh siswa tentunya ada dasar pegembangan yang dibimbing oleh pendidik profesional yang ada didalam sekolah seperti melakukan pembiasaan yang berkaitan dengan karakter serta memberikan contoh kemanfatan karakter bagi siswa. Pendidik juga harus secara rutin dalam mengembangkan karakter kepada siswa agar memiliki daya pengingat dan manfaat yang sudah di jelaskan dengan cara beragam. Pendidikan karakter sendiri dapat dilihat dari sikap positif siswa dengan membentuk kepribadian individu secara bertahap dan membawakan hasil, maka dari itu pendidik juga memberikan suatu contoh melalui cerita pendek ataupun vidio animasi kepada siswa (Mansyur, 2. Dengan adanya suatu kemanarikan yang diberrikan oleh pendidik kepada siswa maka Pengajar yang terlatih dengan baik dapat menyampaikan nilai-nilai karakter dengan lebih efektif serta menciptakan iptakan lingkungan yang mendukung nilai-nilai karakter dengan menciptakan suasana sekolah atau kelas yang positif, aman, dan inklusif. Implementasi Pengembangan Karakter dalam Pembelajaran Pendidik profesional harus mengembangkan suatu karakter pada siswa dan memberikan suatu kebebasan untuk siswa dalam menerapkan pengetahuannya yang sesuai dengan kurikulum merdeka saat ini. Untuk membentuk suatu karakter siswa perlu adanya suatu pembiasaan yang dilakukan agar pengembangangannya bisa baik dan semakin matang ketika dimiliki. Siswa yang ada di MI Negeri 1 Sumenep selalu dierikan suatu bimbingan khusus dalam memiliki karakter yang baik, hal tersebut tentunya dibimbing oleh pendidik yang profesional karena ketika dibimbing oleh pendidik yang memiliki potensi yang sangat tinggi maka pembentukan karakter semakin baik. Pendidik di MI Negeri 1 Sumenep dalam Menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa dapat dilakukan melalui pendekatan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Menciptakan lingkungan belajar yang menarik dalam membentuk karakter : Ciptakan lingkungan belajar yang mendukung di mana nilainilai karakter dapat tumbuh dan berkembang Pastikan aturan dan norma-norma yang ada di sekolah atau lingkungan belajar mendukung pembentukan karakter yang positif pada siswa. Pendekatan nasehat : Memberikan Nasehat dan contoh bagaimana pentingnya karakter untuk dikembangkan didalam kepribadian siswa, serta mengembangakan karakter yang baik agar siswa semakin luas dalam memiliki karakter tersebut. berikan penguatan positif kunci untuk memperkuat perilaku yang diinginkan. Beri pujian dan pengakuan kepada siswa ketika mereka menunjukkan karakter yang Refleksi diri : Ajarkan dan arahkan siswa untuk merefleksikan perilaku mereka sendiri dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi orang lain. Dorong mereka untuk selalu bertanya pada diri sendiri apakah tindakan mereka sesuai dengan nilai-nilai yang mereka pelajari atau belum. Menerapkan nilai karakter sehari-hari : Tentukan nilai-nilai inti yang ingin ditanamkan pada siswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, disiplin. Komunikasikan nilai-nilai ini secara jelas kepada siswa, baik melalui pembicaraan langsung, poster, atau diskusi kelas. Kolaborasi dengan orang tua : Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung perkembangan karakter siswa. Dengan keterlibatan mereka, nilai-nilai karakter dapat diperkuat baik di sekolah maupun di luar sekolah Suatu proses belajar mengajar dalam mengimplementasikan pengembangan karakter pada siswa tentunya memerlukan suatu bantuan dan dorongan seperti komunikasi dengan orang tua dan melakukan pendekatan dilingkungan sekitar serta memanfaatkan teknologi dalam mencontohkan contoh-contoh karakter yang JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Dengan adanya suatu yang beragam beragaman untuk merlukan pengembangan karakter tentunya pendidik akan memiliki suatu kreativitas yang beragam dalam memberikan karakter kepada siswa (Daga, 2. Adanya suatu kreativitas pendidik yang beragam dalam mengembangkan karakter siswa tentunya perlu memberikan motivasi agar karakter yang dimiliki siswa semakin maksimal dan bisa bermanfaat untuk dimiliki. Berdasarkan motivasi yang akan pendidik berikan perlu adanya penyesuaian topik yang baik agar lebih menarik dan selalu diingat oleh siswanya. Dalam pengembangan karakter pendidik juga perlu memberikan suatu motivasi pada siswa dengan menciptakan Suasana kelas yang mendukung dan positif dapat mendorong motivasi serta penanaman karakter. Hal ini dapat diterapkan melakui cara pendidik berkomunikasi, cara siswa berinteraksi, dan dukungan atas upaya mereka yang dilakukan saat pembelajaran didalam kelas dengan hal tersebut dapat memaksimalkan dengan hasil pengembangan siswa yang dibentuk oleh pendidik. Membuat koneksi antara materi pelajaran dengan suatu motivasi dalam mengimol karakter serta mencontohkan pengalaman pribadi siswa dapat meningkatkan motivasi mereka untuk belajar. Hal ini bisa dilakukan dengan menjelaskan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari atau tujuan yang akan mereka lakukan agar memiliki suatu semangat dalam mengebangkannya dan Pendidik sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan pengembangan karakter pada siswa harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari demi suatu masa depan pada siswa yang baik dan terarah. Dengan adanya pembiasaan tersebut pendidik harus mampu memberikan kemampuan dalam memiliki keahlian pengembangan karakter pada siswa, maka dari itu dapat dikatakan pendidik profesional yang memiliki potensi yang baik serta menjalankan tugasnya dengan jujur sesuai dengan apa yang harus mereka kerjakan (Novelti et al. , 2. Adanya pendidik profesioanal dalam mengimplementasikan pengembangan karakter pada JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi siswa akan ditutut terus menerus untuk tetap mengengembangkan profesinya dengan cara membiasakan pengembangan karakter dikehidupan sehari-hari siswa. Kemaksimalan pendidik dalam mengembangkan karakter serta memberikan Motivasi pada siswa agar dapat memiliki suatu pengetahuan serta karakter yang diberikan oleh pendidik yang telah diterapkan. Pendidik ketika memberikan suatu pembiasaan tersebut maka harus mengetahui apakah penanaman karakter serta motivasi tersebut sudah berhasil atau belum, maka dari itu pendidik dapat melihat dari tingkah laku siswa seperti perlakuan mereka di sekolah maupun diluar Ketika hal tersebut sudah direncanakan maka penilaian pendidik sudah terpandang dalam menilai suatu karakter siswa yang dibentuk. Adanya pengembangan karakter dan pemberian motivasi kepada siswa tentunya harus ada peran keluarga dan lingkungan yang dapat memiliki nilai-nilai sosial seperti toleransi, saling menghargai, dan kemampuan berkomunikasi yang pendidikan karakter dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan orang lain serta dapat membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional, seperti pengelolaan stres dan pengendalian emosi, yang penting untuk kesejahteraan mental dan emosional mereka (Annisa et al. , 2. Suatu keberhasilan siswa yang sudah diterapkan oleh pendidik profesional dan keluarga tentunya dapat diliat dari tingkah laku mereka didalam kehidupan seharihari. Pengimplementasian pendidik profesiaonal dalam membentuk karakter siswa dan memberikan suatu motivasi tentunya perlu melihat keberhasilan yang telah siswa miliki didalam kepribadiannya. Penilaian dapat dilihat dengan melalui pembiasaan siswa maka dari itu ketika implementasi karakter tidak maksimal tentunya perlu adanya suatu evaluasi agar lebih baik dalam mengembangkan karakter kepada siswa (Wiratnyana et al. , 2. Maka dari itu pendidik dapat memandang dengan cara menanyakan kepada orang tua tentang perubahan atau pengamatan mereka terhadap perilaku anak di rumah, serta bagaimana karakter yang diajarkan di sekolah diterapkan di lingkungan keluarga. Dapatkan umpan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi balik dari pendidik lain yang berinteraksi dengan siswa untuk menilai konsistensi perilaku karakter di berbagai perilaku siswa. Hal tersebut dapat menyempurnakan implementasi dalam mengembangkan karakter kepada siswa karena dapat mengetahui keberhasilan dan kekurangan yang ada pada diri siswa. Simpulan Kurikulum Merdeka adalah langkah maju dalam reformasi Pendidikan di Indonesia. Kebijakan yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang memadai dalam pembelajaran inovatif bagi siswa. Pendidik dalam mengembangkan profesionalnya harus melewati beberapa tahapan yang harus dikerjakan dan dipertahankan secara maksimal untuk memenuhi kesesuaian yang ada dalam menciptakan profesionalnya dan tujuan Pada kurikulum merdeka menekankan suatu karakter pada siswa untuk dikembangkan maka dari itu pendidik harus menerapkannya secara rutin suatu pembentukan karakter. Pendidikan Karakter merupakan suatu penanaman nilai moral dan watak yang diterapkan pada siswa dalam mengembangkan suatu pegetahuan, kesadaran dan keingin didalam pembelajaran. Untuk membentuk suatu karakter siswa perlu adanya suatu pembiasaan yang dilakukan agar pengembangangannya bisa baik dan semakin matang ketika dimiliki. Siswa yang ada di MI Negeri 1 Sumenep selalu dierikan suatu bimbingan khusus dalam memiliki karakter yang baik, hal tersebut tentunya dibimbing oleh pendidik yang profesional karena ketika dibimbing oleh pendidik yang memiliki potensi yang sangat tinggi maka pembentukan karakter semakin baik. Pendidik ketika memberikan suatu pembiasaan tersebut maka harus mengetahui apakah penanaman karakter serta motivasi tersebut sudah berhasil atau belum, maka dari itu pendidik dapat melihat dari tingkah laku siswa seperti perlakuan mereka di sekolah maupun diluar sekolah. Daftar Pustaka