Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 208 Ae 2016 PENGARUH BRAND ATTACHMENT TERHADAP REPURCHASE INTENTION PADA KOPI KENANGAN DENGAN BRAND COMMITMENT DAN BRAND LOYALTY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Oleh : Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Novan Yurindera. Program Studi Manajemen. Institut Bisnis Nusantara Email : novan@ibn. Abstract Kopi Kenangan became the first Foods and Beverages Retail Unicorn from Southeast Asia, during the COVID-19 pandemic, the company learned to quickly adapt to changing business environments and challenges by implementing new strategies, so as to be able to serve 40 million cups of coffee in the last 12 months. This study aims to determine whether Brand Attachment through Brand Commitment and Brand Loyalty has an effect on Repurchase Intention of Kopi Kenangan. The research method is quantitative with the independent variable is Brand Attachment, the intervening variables are Brand Commitment and Brand Loyalty, and the dependent variable is Repurchase Intention. The population in this study were Kopi Kenangan consumers with a sample of 200 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire which was distributed using a Google form. Data processing uses the SEM method by utilizing the SmartPLS application which consists of outer model analysis, inner model analysis and hypothesis testing. The results showed that Brand Attachment through Brand Commitment and Brand Loyalty indirectly affected Repurchase Intention on Kopi Kenangan, but Brand Attachment directly did not affect affected Repurchase Intention on Kopi Kenangan. Keyword : Repurchase Intention. Brand Attachment. Brand Commitment. Brand Loyalty memiliki keterikatan maka kemungkinan orang tersebut memiliki niat untuk membeli kembali produk dari merek tersebut juga akan lebih tinggi (Hidayati. Isabela. Yuwananda, & Gunadi, 2. Keterikatan merek, secara langsung dan tidak langsung, mempengaruhi niat pembelian ulang (Cornelia & Pasharibu, 2. Ketika konsumen secara emosional terikat dan mencintai suatu merek, mereka lebih bersedia untuk membeli suatu merek dan melakukan promosi dari mulut ke mulut (Fonny & Tandijaya, 2. Niat pembelian ulang suatu merek oleh konsumen juga dipengaruhi oleh komitmen merek atau brand commitment . Zehir, & Kitapy. Konsumen yang percaya dan berkomitmen pada suatu merek, itu berarti mereka memiliki keinginan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang (Fonny & Tandijaya, 2. Komitmen merek adalah dimensi yang lebih kuat dan krusial di mana konsumen akan melibatkan janji untuk tetap ada dalam suatu hubungan PENDAHULUAN Kopi Kenangan menjadi Unicorn Ritel F&B baru, pertama dari Asia Tenggara setelah berhasil mengumpulkan $96 juta dalam putaran pendanaan Seri C yang memberi nilai perusahaan lebih dari $1 Kopi Kenangan telah menyajikan 40 juta cangkir kopi dalam 12 bulan terakhir dan diharapkan melayani 5,5 juta cangkir per bulan pada Q1 2022. (Wibisono, 2. Niat pembelian ulang atau repurchase intention didefinisikan sebagai kemungkinan untuk membeli kembali produk merek tersebut (Chen. Chen, & Lin, 2. Dengan demikian, niat pembelian ulang konsumen untuk suatu merek dianggap sangat berharga . Zehir, & Kitapy. Pada industri kopi, membangun minat untuk kembali membeli ulang kopi menjadi tujuan untuk dapat bertahan dalam menghadapi persaingan. Niat pembelian ulang produk dipengaruhi oleh keterikatan merek atau brand attachment dari produk tersebut, sehingga semakin seseorang terlepas dari berbagai alasan apa pun (Park. MacInnis, & Priester, 2. Niat pembelian ulang dipengaruhi pula oleh kesetiaan merek atau brand loyalty (Wardhana & Susilawaty, 2. Kesetiaan merek adalah keputusan emosional dari konsumen untuk membeli satu merek lagi dan lagi, dengan demikian pemasar harus memberikan usaha lebih untuk membangun hubungan yang kuat antara produk dan konsumen, serta membangun membentuk keinginan yang kuat untuk membeli ulang (Rafiq. Hussain, & Hussain, 2. Kemudahan akses pada platform digital memberikan dorongan positif untuk memunculkan niat pembelian ulang namun dengan disertai oleh kesetiaan atas merek (Cornelia & Pasharibu, 2. Terdapat pengaruh keterikatan merek terhadap komitmen merek, sehingga meningkatnya mempertahankan dan menjamin stabilitas hubungan dengan merek (Sabrina & Khoiriyah. Semakin kuat keterikatan terhadap merek akan membuat komitmen terhadap suatu merek semakin berkembang. Menjaga dan terus berkembang menciptakan produk-produk baru, maka secara otomatis konsumen akan tertarik pada hal tersebut (Setiawan, 2. Ketika konsumen secara emosional terikat dan mencintai suatu merek, mereka lebih bersedia untuk membeli suatu merek dan melakukan promosi dari mulut ke mulut jika mereka memiliki kepercayaan yang tinggi dan komitmen yang tinggi terhadap merek tersebut (Fonny & Tandijaya, 2. Keterikatan merek terbukti memiliki pengaruh positif terhadap kesetiaan merek yang merupakan faktor krusial dalam melanjutkan pengalaman merek, tidak hanya dalam keterikatannya tapi juga untuk memastikan dilakukannya pembelian yang lain atas merek tersebut (Cornelia & Pasharibu. Hal ini berarti dengan konsumen melakukan pembelian berulang merupakan konsekuensi dari keterikatan terhadap merek (Ramadhani. Pujiastuti, & Utomo, 2. Ketika konsumen membangun hubungan emosional dengan merek, mereka tidak akan berpindah ke merek lain karena konsumen ini memersepsikan merek sebagai bagian dari citra konsumen sendiri, dengan demikian, konsumen yang telah terikat kepada suatu merek akan semakin setia terhadap merek (Mayangsari & Harti, 2. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS 1 Repurchase Intention Repurchase Intention adalah pertimbangan, harapan, dan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian ulang atas produk dari suatu merek yang sebelumnya pernah dibeli apabila manfaat atau nilainya sangat dirasakan oleh konsumen (Fonny & Tandijaya, 2. Ketika value dan manfaat yang didapat konsumen semakin besar dan sesuai dengan harapan atau kepribadian konsumen, maka semakin tinggi pula kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian ulang di kemudian hari (Yang. Lu. Chau, & Gupta, 2. Repurchase Intention dapat diukur dengan menggunakan dimensi sebagai berikut (Wang & Tsai, 2. Dimensi plan to repurchase, yaitu keinginan dan rencana konsumen untuk terus membeli ulang produk untuk jangka waktu yang Dimensi intention to repurchase, yaitu niat konsumen untuk terus membeli ulang produk atau layanan dalam waktu dekat. Dimensi expectation to repurchase, yaitu harapan konsumen untuk terus membeli kembali produk atau layanan di masa depan. 2 Brand Attachment Brand Attachment merupakan hubungan yang mencerminkan konsep diri atau kepribadian konsumen yang dinilai berdasarkan kesesuaian atau kemiripan merek dengan nilai aktual diri . ctual sel. dan bentuk diri yang ideal . deal sel. Nilai aktual diri didasarkan pada realitas yang dirasakan dari diri sendiri . aitu, siapa dan apa yang saya pikirkan tentang saya sekaran. , sedangkan bentuk diri yang ideal dibentuk oleh imajinasi cita-cita dan tujuan terkait dengan keyakinan seseorang untuk menjadi apa di masa depan (Malyr. Krohmer. Hoyer, & Nyffenegger. Brand Attachment adalah suatu hubungan yang sangat berhubungan satu dengan yang lain antara pelanggan yang dengan merek sehingga pengaruh pelanggan dalam suatu merek sangat berpengaruh dengan profitabilitas satu perusahaan tersebut (Assiouras. Liapati. Kouletsis, & Koniordos, 2. Brand Attachment dapat diukur dengan menggunakan dimensi sebagai berikut (Park. MacInnis, & Priester, 2. Dimensi self-brand connection . oneksi merek-dir. Part of who you are, konsumen merasa bahwa merek dapat merefleksikan atau telah menjadi bagian dari diri konsumen. Personally memiliki rasa kesatuan dengan merek yang dapat membangkitkan beragam perasaan atau emosi. Dimensi brand prominence . eunggulan a. Automatic mengingat dan memikirkan merek atau perasaannya terhadap merek secara Feelings come naturally, pikiran atau perasaan terkait merek dapat timbul secara natural dalam benak konsumen. 3 Brand Commitment Brand Commitment mencerminkan tingkat suatu merek tertanam kuat sebagai satu-satunya pilihan yang dapat diterima dalam suatu kelas produk (Warrington & Shim, 2. Komitmen mengembangkan hubungan yang stabil dengan mitra, melakukan pengorbanan jangka pendek untuk mempertahankan dan menjamin stabilitas hubungan (Anderson & Weitz, 1. Brand Commitment adalah kekuatan keterikatan secara psikologis antara konsumen terhadap merek dari hasil keyakinan atau value konsumen yang berujung pada minat pembelian ulang. Brand Commitment sebagai bentuk janji untuk tetap bersama dengan merek (Fonny & Tandijaya. Brand Commitment dapat diukur dengan menggunakan dimensi sebagai berikut (Shuv-Ami. Dimensi affective commitment . omitmen Loyalty, konsumen memiliki keinginan untuk tidak beralih kepada merek alternatif atau perusahaan potensial Involvement, konsumen memiliki minat emosional yang tinggi terhadap merek dan menganggap merek adalah hal yang penting bagi dirinya. Sehingga konsumen mau untuk terlibat dengan aktivitas Dimensi calculative commitment . omitmen Relative memiliki evaluasi ekonomis dan performa fungsional yang baik terhadap merek jika dibandingkan dengan pesaing Satisfaction, konsumen mencerminkan keterikatan pengalaman . xperiential attachmen. atau dengan kata lain konsumen memiliki kebutuhan untuk menyenangkan ini. 4 Brand Loyalty Brand Loyalty adalah komitmen yang dipegang teguh untuk membeli kembali produk/jasa yang lebih disukai secara konsisten di masa depan, sehingga menyebabkan pembelian berulang pada merek yang sama, meskipun pengaruh situasi dan upaya pemasaran berpotensi menyebabkan perilaku beralih (Oliver, 1. Brand Loyalty adalah fenomena perilaku pembeli yang cenderung mengikat konsumen pada merek tertentu dan melakukan pembelian berulang sepanjang waktu. Keputusan pembelian ini disadari atau tidak. namun, itu tergantung pada keyakinan bahwa merek tersebut dapat memuaskan Brand Loyalty didasarkan pada keterlibatan emosional dalam merek dan juga pengguna (Rafiq. Hussain, & Hussain, 2. Brand Loyalty dapat diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut (Ganesh. Arnold, & Reynolds, 2. Repeat purchase intention . erilaku pembelian kembal. perilaku konsumen membeli kembali produk atau jasa yang sama pada perusahaan yang sama. Self-stated retention . ernyataan diri menjadi konsumen yang loya. perilaku saat konsumen berjanji pada dirinya sendiri untuk setia pada perusahaan. Price insensitivity . etidakpekaan terhadap harg. perilaku saat konsumen tidak terlalu memperhatikan masalah harga. Resistance to counter persuasion . ahan terhadap bujuka. perilaku saat konsumen tidak terpengaruh dari bujukan merek Likelihood of spreading positive word of . emungkinan rekomendasi positi. perilaku di mana merekomendasikan hal yang positif terhadap produk atau jasa kepada orang lain. 5 Pengaruh Brand Attachment terhadap Brand Commitment Brand Attachment memiliki pengaruh yang sangat baik dan positif terhadap Brand Commitment pada pelanggan Crunchaus Salads (Fonny & Tandijaya, 2. Penelitian lain juga menunjukkan adanya pengaruh Brand Attachment pada Brand Commitment minuman ringan merek Coca-Cola (Sabrina & Khoiriyah, 2. Penelitian yang lain juga menemukan bahwa Brand Attachment mempunyai pengaruh yang positif terhadap Brand Commitment nasabah bank (Setiawan, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H1: Brand Attachment berpengaruh terhadap Brand Commitment Kopi Kenangan. 6 Pengaruh Brand Attachment terhadap Brand Loyalty Brand Attachment terbukti memiliki dampak terhadap Brand Loyalty pengguna smartphone (Cornelia & Pasharibu, 2. Penelitian lain telah Brand Attachment berpengaruh signifikan terhadap Brand Loyalty pelanggan produk skin care Nature Republic (Ramadhani. Pujiastuti, & Utomo, 2. Penelitian yang lain juga menunjukkan hal yang sama bahwa Brand Attachment berpengaruh signifikan terhadap Brand Loyalty para pelanggan wanita kosmetik Wardah (Mayangsari & Harti. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H2: Brand Attachment berpengaruh terhadap Brand Loyalty Kopi Kenangan. 7 Pengaruh Brand Attachment terhadap Repurchase Intention Brand Attachment bagi pecinta musik atau peserta konser musik di Jakarta berpengaruh terhadap Repurchase Intention pertunjukan musik atau tiket konser musik yang akan datang di masa depan (Hidayati. Isabela. Yuwananda, & Gunadi. Penelitian lain menunjukkan bahwa Brand Attachment memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Repurchase Intention pengguna smartphone (Cornelia & Pasharibu. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa Brand Attachment memiliki pengaruh yang cukup baik dan positif terhadap Repurchase Intention pada pelanggan Crunchaus Salads (Fonny & Tandijaya, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H3: Brand Attachment berpengaruh secara langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. 8 Pengaruh Brand Commitment terhadap Repurchase Intention Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa Brand Commitment berpengaruh signifikan terhadap Repurchase Intention konsumen terhadap suatu merek . Zehir, & Kitapy, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa Brand Commitment memiliki pengaruh yang cukup baik dan positif terhadap Repurchase Intention pada pelanggan Crunchaus Salads (Fonny & Tandijaya. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H4: Brand Commitment berpengaruh terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. 9 Pengaruh Brand Loyalty terhadap Repurchase Intention Brand Loyalty memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Repurchase Intention pengguna smartphone (Cornelia & Pasharibu. Penelitian lain menunjukkan adanya pengaruh langsung dan positif antara Brand Loyalty terhadap Repurchase Intention (Rafiq. Hussain, & Hussain, 2. Penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa Brand Loyalty berpengaruh signifikan dan positif terhadap Repurchase Intention ponsel (Wardhana & Susilawaty, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H5: Brand Loyalty berpengaruh terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. 10 Pengaruh Brand Attachment melalui Brand Commitment terhadap Repurchase Intention Terdapat penelitian yang menunjukkan pengaruh antara Brand Attachment terhadap Repurchase Intention, yang berarti bahwa penggunaan variabel Brand Commitment sebagai variabel intervening dapat memprediksi pengaruh kedua variabel lainnya dengan baik (Fonny & Tandijaya, 2. Dapat diartikan bahwa konsumen telah berkomitmen untuk memelihara hubungan eksklusif dengan merek favorit tertentu dengan menempatkan merek pada posisi preferensi utama konsumen. Keterikatan dengan komitmen yang tinggi menjadikan konsumen bersedia untuk melakukan investasi pribadi secara berulang, seperti uang, waktu, dan energi untuk jangka waktu hubungan yang panjang. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H6: Brand Attachment melalui Brand Commitment berpengaruh secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. 11 Pengaruh Brand Attachment melalui Brand Loyalty terhadap Repurchase Intention Ada penelitian yang menunjukkan adanya efek mediasi yang dihasilkan oleh Brand Loyalty. Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan dari Brand Attachment terhadap Repurchase Intention (Cornelia & Pasharibu, 2. Dengan kata lain, mediasi penuh dilakukan untuk Brand Attachment pada Repurchase Intention melalui Brand Loyalty. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H7: Brand Attachment melalui Brand Loyalty berpengaruh secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. METODE PENELITIAN 1 Populasi. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah para konsumen Kopi Kenangan. Pada penelitian ini, besarnya sampel disesuaikan dengan model analisis yang digunakan yaitu Structural Equation Modelling (SEM). Berkaitan dengan hal tersebut, ukuran sampel untuk SEM yang menggunakan model estimasi maximum likelihood estimation (MLE) adalah 100-200 sampel, (Ghozali, 2. Pada penelitian ini jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 responden sehingga dalam penelitian ini sudah dianggap mencukupi. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental Dalam penelitian ini, yaitu konsumen Kopi Kenangan yang secara kebetulan/insidental memperoleh tautan survei Google Form dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. 2 Variabel Penelitian Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan dalam penelitian yang berupa suatu konsep yang mempunyai variasi nilai, dalam penelitian ini akan diungkap variabel bebas . ndependent variabl. , variabel terikat . ependent variabl. , dan variabel antara . ntervening variabl. , variabel-variabel tersebut adalah: Brand Attachment (X) sebagai variabel Repurchase Intention (Y) sebagai variabel Brand Commitment (Z. sebagai variabel Brand Loyalty (Z. sebagai variabel antara 3 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (Kuesione. Kuesioner yang digunakan oleh peneliti sebagai instrumen penelitian, metode yang digunakan adalah dengan kuesioner tertutup. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian ini dengan menggunakan skala Likert 5 poin. 4 Teknik Analisis Data Structural Equation Modelling (SEM) merupakan suatu metode yang digunakan untuk menutup kelemahan yang terdapat pada metode PLS menggunakan metode bootstrapping atau penggandaan secara acak yang mana asumsi normalitas tidak akan menjadi masalah bagi PLS. Selain itu PLS tidak mensyaratkan jumlah minimum sampel yang akan digunakan dalam penelitian, penelitian yang memiliki sampel kecil dapat tetap menggunakan PLS (Ghozali, 2. Pengolahan data pada penelitian ini akan menggunakan perangkat lunak smartPLS. Dalam metode PLS teknik analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut: Analisis outer model Analisis outer model dilakukan untuk memastikan bahwa pengukuran yang pengukuran . alid dan reliabe. Analisis outer model dapat dilihat dari beberapa Convergent Validity adalah indikator yang dinilai berdasarkan korelasi antara item score/component score dengan construct score, yang dapat dilihat dari standardized loading factor. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi > 0,7 dengan konstruk yang ingin diukur, sedangkan menurut Chin, nilai outer loading antara 0,5-0,6 sudah dianggap cukup (Ghozali, 2. Discriminant Validity merupakan model pengukuran dengan reflexive indicator dinilai berdasarkan cross loading pengukuran dengan konstruk. Untuk menilai discriminant validity yaitu dengan membandingkan nilai square root of average variance extracted (AVE). Nilai AVE yang baik adalah > 0,50. Composite indikator untuk mengukur suatu konstruk yang dapat dilihat pada view latent variable coefficients. Dalam pengukuran tersebut apabila nilai yang dicapai adalah > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa konstruk tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi CronbachAos Alpha merupakan uji reliabilitas yang dilakukan memperkuat hasil dari composite reliability. Suatu variabel dapat dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai CronbachAos alpha > 0,7. Analisis Inner Model Analisis inner model dapat dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen. Stone-Geisser Q-square test untuk predictive relevance. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dengan alfa 5%, nilai tstatistik yang digunakan adalah 1,96. Sehingga kriteria penerimaan/penolakan hipotesis adalah H0 ditolak ketika t-statistik > 1,96 dan/atau H0 ditolak jika nilai p-value < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Outer Model Analisis outer model adalah evaluasi hubungan antara variabel dengan indikatornya. Gambar 1 menampilkan hasil output SmartPLS. Discriminant Validity Berdasarkan sajian data dalam Tabel 2 di atas, diketahui bahwa nilai AVE seluruh variabel > 0,5. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa setiap variabel telah memiliki discriminant validity yang baik. Composite Reliability Berdasarkan sajian data pada Tabel 2 di atas, dapat diketahui bahwa nilai composite reliability seluruh variabel > 0,7. Hasil ini masing-masing variabel telah memenuhi composite reliability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. CronbachAos Alpha Berdasarkan sajian data di atas pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa nilai CronbachAos alpha dari masing-masing variabel > 0,7. Dengan demikian hasil ini dapat masing-masing variabel penelitian telah memenuhi persyaratan nilai CronbachAos alpha, sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. 2 Analisis Inner Model Analisis inner model yaitu dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen. Stone-Geisser Q-square test untuk predictive relevance dari koefisien parameter jalur struktural. Uji kebaikan model dinilai dari dua hal yaitu, berdasarkan nilai R-Square dan nilai Q-square. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh nilai R-Square sebagaimana tampak pada tabel berikut. Gambar 1. Outer Model Penelitian Dari pengolahan data melalui analisis outer SmartPLS, didapatkan data Loading Factor. Average Variance Extracted (AVE). Composite Reliability dan Cronbach's Alpha yang tampak pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1. Loading Factor Loading Factor Brand Attachment BA1 0,876 BA2 0,877 BA3 0,845 BA4 0,837 Brand Commitment BC1 0,854 BC2 0,873 BC3 0,866 BC4 0,776 Brand Loyalty BL1 0,815 BL2 0,884 BL3 0,847 BL4 0,834 BL5 0,881 Repurchase Intention RI1 0,915 RI2 0,933 RI3 0,917 Tabel 2. Average Variance Extracted (AVE). Composite Reliability dan Cronbach's Alpha Construct Indicator Average Variance Extracted (AVE) Composite Reliability Cronbach's Alpha Brand Attachment Brand Commitment Brand Loyalty 0,737 0,918 0,881 0,711 0,908 0,864 0,727 0,930 0,906 Repurchase Intention 0,850 0,944 0,911 Construct Tabel 3. R-square Brand Commitment Brand Loyalty Repurchase Intention R Square 0,636 0,567 0,830 Berdasarkan sajian data pada Tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa nilai R-Square untuk variabel Brand Commitment adalah 0,636. Perolehan nilai tersebut menjelaskan bahwa persentase besarnya Brand Commitment dapat dijelaskan oleh Brand Attachment sebesar 63,6%. Kemudian untuk nilai R-Square yang diperoleh variabel Brand Loyalty adalah 0,567. Nilai tersebut menjelaskan bahwa Brand Loyalty dapat dijelaskan oleh Brand Attachment sebesar 56,7%. Selanjutnya untuk nilai R-Square yang diperoleh variabel Repurchase Intention adalah 0,830. Nilai tersebut menjelaskan bahwa Repurchase Intention dapat dijelaskan oleh Brand Attachment. Brand Commitment dan Brand Loyalty sebesar 83,0%. Convergent Validity Berdasarkan sajian data pada Tabel 1 di atas, diketahui bahwa seluruh indikator variabel penelitian memiliki nilai loading factor > 0,5 sehingga seluruh indikator variabel penelitian tersebut layak dan valid untuk digunakan dalam penelitian dan untuk analisis lebih lanjut. Penilaian goodness of fit dapat juga diketahui dari nilai Q-Square. Nilai Q-Square memiliki arti yang sama dengan coefficient determination (RSquar. pada analisis regresi, di mana semakin tinggi Q-Square, maka model dapat dikatakan semakin baik atau semakin fit dengan data. Adapun hasil perhitungan nilai Q-Square adalah sebagai Tandijaya, 2. , (Sabrina & Khoiriyah, 2. dan (Setiawan, 2. Pengujian Hipotesis 2 Berdasarkan nilai t-statistik . > 1,96 dan nilai probabilitas . < 0,05 maka H2 diterima yang berarti bahwa Brand Attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty Kopi Kenangan. Semakin konsumen terikat kepada merek Kopi Kenangan maka akan semakin meningkatkan kesetiaan konsumen terhadap merek Kopi Kenangan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Cornelia & Pasharibu, 2. , (Ramadhani. Pujiastuti, & Utomo, 2. dan (Mayangsari & Harti. Pengujian Hipotesis 3 Berdasarkan nilai t-statistik . < 1,96 dan nilai probabilitas . > 0,05 maka H3 ditolak yang berarti bahwa Brand Attachment tidak berpengaruh secara langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Pengujian Hipotesis 4 Berdasarkan nilai t-statistik . > 1,96 dan nilai probabilitas . < 0,05 maka H4 diterima yang berarti bahwa Brand Commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Semakin konsumen berkomitmen terhadap merek Kopi Kenangan maka akan semakin meningkatkan minat konsumen untuk membeli ulang merek Kopi Kenangan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian . Zehir, & Kitapy, 2. dan (Fonny & Tandijaya, 2. Pengujian Hipotesis 5 Berdasarkan nilai t-statistik . > 1,96 dan nilai probabilitas . < 0,05 maka H5 diterima yang berarti bahwa Brand Loyalty berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Semakin konsumen setia kepada merek Kopi Kenangan meningkatkan minat konsumen untuk membeli ulang merek Kopi Kenangan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Cornelia & Pasharibu, 2. , (Rafiq. Hussain, & Hussain, 2. dan (Wardhana & Susilawaty, 2. Pengujian Hipotesis 6 Berdasarkan nilai t-statistik . > 1,96 dan nilai probabilitas . < 0,05 maka H6 diterima yang berarti bahwa Brand Q-Square = 1 Ae [. Ae R2 . Ae R2 . Ae R2 . ] = 1 Ae [. Ae 0,. Ae 0,. Ae 0,. = 1 Ae . ,364 x 0,433 x 0,. = 1 Ae 0,027 = 0,973 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh nilai Q-Square sebesar 0,973. Hal ini menunjukkan besarnya keragaman dari data penelitian yang dapat dijelaskan oleh model penelitian adalah sebesar 97,3%. Sedangkan sisanya sebesar 2,7% dijelaskan oleh faktor lain yang berada di luar model penelitian ini. 3 Pengujian Hipotesis Berdasarkan analisis data yang telah diolah, hasilnya dapat digunakan untuk menjawab hipotesis pada penelitian ini. Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai tstatistik dan nilai probabilitas. Hipotesis penelitian dapat dinyatakan diterima apabila t-statistik >1,96 dan nilai probabilitas < 0,05. Tabel 6. 4 berikut ini adalah hasil output dari SmartPLS untuk uji Tabel 4 Uji Hipotesis Brand Attachment -> Brand Commitment Brand Attachment -> Brand Loyalty Brand Attachment -> Repurchase Intention Brand Commitment -> Repurchase Intention Brand Loyalty -> Repurchase Intention Brand Attachment -> Brand Commitment -> Repurchase Intention Brand Attachment -> Brand Loyalty -> Repurchase Intention Orig. Sample T Stat. P Val. 0,801 23,200 0,000 0,757 14,842 0,000 0,132 1,227 0,220 0,181 2,016 0,044 0,654 7,008 0,000 0,145 2,024 0,043 0,495 6,281 0,000 Pengujian Hipotesis 1 Berdasarkan nilai t-statistik . > 1,96 dan nilai probabilitas . < 0,05 maka H1 diterima yang berarti bahwa Brand Attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Commitment Kopi Kenangan. Semakin konsumen terikat kepada merek Kopi Kenangan maka akan semakin terhadap merek Kopi Kenangan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Fonny & Attachment melalui Brand Commitment berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Semakin konsumen terikat kepada merek Kopi Kenangan maka akan semakin menumbuhkan komitmen terhadap merek dan pada akhirnya akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli ulang merek Kopi Kenangan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Fonny & Tandijaya, 2. Pengujian Hipotesis 7 Berdasarkan nilai t-statistik . > 1,96 dan nilai probabilitas . < 0,05 maka H7 diterima yang berarti bahwa Brand Attachment Brand Loyalty berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Semakin konsumen terikat kepada merek Kopi Kenangan maka akan menumbuhkan kesetiaan terhadap merek yang selanjutnya konsumen untuk membeli ulang merek Kopi Kenangan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Cornelia & Pasharibu, 2. KESIMPULAN Pengolahan data penelitian serta pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan aplikasi SmartPLS, memberikan hasil penelitian yang dapat disimpulkan sebagai berikut: Brand Attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Commitment Kopi Kenangan. Brand Attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty Kopi Kenangan. Brand Attachment tidak berpengaruh secara langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Brand Commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Brand Loyalty berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Brand Attachment Brand Commitment berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. Brand Attachment melalui Brand Loyalty berpengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention pada Kopi Kenangan. REFERENSI