STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS DEEP LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA KONFIGURASI ELEKTRON KELAS X-1 Radityo Romadi Mudjanto1. La Rudi2. Esnawi3 Jurusan Pendidikan Kimia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Halu Oleo1,2,3 e-mail: radityorm10@gmail. Diterima: 1/5/2026. Direvisi: 8/5/2026. Diterbitkan: 18/5/2026 ABSTRAK Penelitian pengembangan modul ajar berbasis deep learning dengan model Problem Based Learning pada materi konfigurasi elektron bertujuan untuk mengetahui kelayakan, respons peserta didik dan guru, serta efektivitasnya terhadap hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian ini hanya dibatasi sampai tahap develop yang mencakup pengembangan produk dan uji coba terbatas pada 12 peserta didik. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan efektivitas modul dianalisis menggunakan N-Gain. Berdasarkan hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak dan praktis digunakan, serta analisis N-Gain menunjukkan bahwa 75% peserta didik berada pada kategori tinggi, 25% kategori sedang, dan tidak terdapat kategori rendah, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,77 . ategori tingg. Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis deep learning dengan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi konfigurasi elektron. Kata Kunci: Modul Ajar. Deep Learning. Problem Based Learning. Konfigurasi Elektron. NGain. ABSTRACT Research on the development of deep learning-based teaching modules with the Problem Based Learning model on electron configuration materials aims to determine the feasibility, response of students and teachers, and its effectiveness on student learning outcomes. The method used is Research and Development (R&D) with a 4-D development model which includes the define, design, develop, and disseminate stages. However, this research is only limited to the development stage which includes product development and trials limited to 12 Data was collected through expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and learning outcome tests, then analyzed descriptively quantitative and the effectiveness of the modules were analyzed using N-Gain. Based on the results of the limited trial, it was shown that the teaching modules developed were feasible and practical to use, and the N-Gain analysis showed that 75% of students were in the high category, 25% in the medium category, and there was no low category, with an average N-Gain of 0. igh categor. This shows that deep learning-based teaching modules with the Problem Based Learning model are effective in improving student learning outcomes in electron configuration materials. Keywords: Instructional Module. Deep Learning. Problem-Based Learning. Electron Configuration Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi PENDAHULUAN Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia senantiasa mengalami proses evaluasi yang intensif guna menjawab tantangan zaman serta meningkatkan standar mutu pembelajaran secara sistematis. Pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan menyeluruh pada setiap jenjang institusi kependidikan agar proses belajar tidak lagi sekadar menjadi ajang penyampaian materi searah oleh tenaga pendidik. Fokus utama kini diarahkan pada penciptaan ekosistem belajar yang melibatkan peserta didik secara aktif, menumbuhkan kesadaran diri, serta memberikan pengalaman yang benar-benar bermakna dan menggembirakan. Transformasi besar ini kemudian diwujudkan melalui implementasi kebijakan kurikulum baru mulai tahun 2022 yang mengedepankan prinsip fleksibilitas serta pembelajaran yang berpusat sepenuhnya pada murid. Sebagai langkah penguatan, pemerintah mulai mempromosikan penerapan pendekatan deep learning sebagai strategi andalan untuk menciptakan suasana instruksional yang lebih berkesadaran dan kontekstual. Pendekatan inovatif ini diharapkan mampu menghapus kejenuhan dalam ruang kelas serta menggantinya dengan keterlibatan emosional yang positif bagi siswa. Melalui kebijakan yang adaptif ini, setiap sekolah didorong untuk melakukan inovasi metodologis agar dapat menyesuaikan diri dengan karakteristik unik setiap individu dalam menyerap ilmu pengetahuan yang kian kompleks di era globalisasi saat ini (Asrah et al. , 2024. Fathimah et al. , 2025. Nurjannah & Sukiman, 2025. Rahayu et al. , 2. Penjelasan mendalam mengenai deep learning menekankan pada pentingnya pemahaman konsep secara substantif serta kemampuan peserta didik dalam mengaitkan pengetahuan teoritis dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini secara filosofis berlandaskan pada tiga pilar utama yang saling menopang, yakni mindful learning, meaningful learning, serta joyful learning. Pilar pertama, mindful learning, menuntut adanya kesadaran penuh dari siswa selama proses penyerapan informasi berlangsung sehingga mereka benar-benar memahami tujuan dari apa yang dipelajari. Sementara itu, meaningful learning memastikan bahwa setiap materi yang disampaikan memiliki keterkaitan yang erat dengan pengalaman atau pengetahuan awal yang sudah dimiliki oleh peserta didik sebelumnya. Terakhir, unsur joyful learning berfungsi untuk menciptakan keterlibatan emosional yang positif, di mana rasa senang dan antusiasme menjadi bahan bakar utama dalam meningkatkan konsentrasi serta daya ingat siswa. Dengan mengintegrasikan ketiga dimensi ini, aktivitas belajar tidak lagi dianggap sebagai sebuah beban administratif yang memberatkan, melainkan sebuah perjalanan penemuan jati diri dan intelektualitas yang menyenangkan. Pembelajaran yang mendalam ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pengetahuan tidak hanya tersimpan sementara dalam ingatan jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari kompetensi yang menetap bagi para siswa (Aryanti et al. , 2025. Fatihah et al. , 2025. Fauzia et al. , 2026. Rahmawati et al. Penerapan strategi deep learning dapat diintegrasikan secara efektif dengan model problem based learning yang secara khusus menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan berbagai persoalan kontekstual. Sinergi antara pemahaman yang mendalam dengan model instruksional berbasis masalah ini memungkinkan para peserta didik untuk mengeksplorasi suatu konsep melalui tantangan yang ada di lingkungan sekitar mereka. Melalui skema ini, motivasi belajar siswa cenderung meningkat secara signifikan karena mereka merasa memiliki peran sentral dalam mencari solusi atas fenomena yang disajikan di dalam ruang kelas. Proses diskusi kelompok serta aktivitas pemecahan masalah yang dilakukan secara kolaboratif menjadi sarana utama untuk mengasah kemampuan berpikir kritis serta kreativitas individu. Dengan mengadopsi model problem based learning yang diperkuat oleh semangat pembelajaran mendalam, proses edukasi tidak lagi bersifat kaku melainkan berubah Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi menjadi sangat dinamis dan partisipatif. Siswa didorong untuk berani mengutarakan pendapat, menganalisis data, serta menyusun argumen yang logis berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan yang sedang didalami. Penggabungan kedua pendekatan ini merupakan sebuah inovasi pedagogis yang sangat relevan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga tangguh dalam menghadapi problematika nyata yang serba tidak pasti di masa mendatang (Hadi et al. , 2022. Herdini et al. , 2022. Munandar et al. , 2025. Sutrisno & Syukur, 2. Guna mendukung keberhasilan implementasi pendekatan deep learning yang dikombinasikan dengan model problem based learning secara maksimal, kehadiran bahan ajar yang mumpuni menjadi syarat mutlak yang tidak dapat diabaikan. Salah satu bentuk sarana instruksional yang dianggap paling efektif untuk memfasilitasi proses belajar yang sistematis adalah pengembangan modul ajar yang terstruktur dengan baik. Peran modul ini menjadi sangat strategis, terutama dalam mata pelajaran kimia yang dikenal memiliki banyak konsep abstrak serta materi yang saling berkaitan erat secara hierarkis. Modul ajar yang didesain secara khusus berbasis deep learning akan membantu para peserta didik untuk membangun jembatan keterkaitan antar konsep secara logis dan mandiri. Tanpa bantuan media belajar yang memadai, siswa sering kali mengalami kebingungan dalam memahami fenomena mikroskopis yang menjadi inti dari kajian ilmu kimia di tingkat sekolah menengah atas. Pengembangan modul inovatif ini bertujuan untuk memberikan panduan langkah demi langkah bagi siswa dalam mengonstruksi pemahaman konseptual mereka sendiri melalui berbagai aktivitas eksplorasi yang terarah. Melalui penggunaan bahan ajar yang interaktif dan komprehensif, diharapkan hambatan kognitif yang dialami siswa dapat diminimalisir secara signifikan sehingga mereka mampu mencapai standar kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum nasional secara berkelanjutan (Anggraeni et al. , 2021. Hanifah & Indarini, 2021. Hasanah et al. , 2023. Ningsih et al. , 2. Realitas di lapangan menunjukkan adanya tantangan serius di SMA Negeri 5 Kendari pada tahun ajaran 2025/2026, di mana para peserta didik masih menghadapi kesulitan besar dalam menguasai materi konfigurasi elektron. Kesenjangan ditemukan pada modul ajar yang saat ini digunakan karena belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan deep learning, sehingga pemahaman siswa hanya terbatas pada cara penulisan tanpa meresapi prinsip aufbau, asas larangan pauli, serta aturan hund secara komprehensif. Fakta bahwa nilai rata-rata belajar siswa berada pada angka 74,9 sementara standar ketuntasan minimal ditetapkan sebesar 70 mencerminkan bahwa penguasaan konsep belum merata secara optimal. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, penelitian ini menghadirkan nilai kebaruan melalui pengembangan modul ajar berbasis deep learning dengan model problem based learning yang difokuskan secara spesifik bagi kelas X-1 di SMA Negeri 5 Kendari. Inovasi ini bertujuan untuk menguji tingkat kelayakan media tersebut, mengevaluasi respons dari pihak pengajar dan murid, serta mengukur efektivitasnya dalam mendongkrak capaian akademik peserta didik. Melalui integrasi dua metode mutakhir ini pada materi kimia yang dianggap sulit, diharapkan tercipta sebuah transformasi positif dalam kualitas pengajaran di sekolah tersebut demi mewujudkan tujuan mulia mencerdaskan kehidupan seluruh bangsa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan kerangka pengembangan 4-D yang mencakup tahap define, design, dan develop. Pelaksanaan uji coba dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 terhadap 12 peserta didik di kelas X-1 sebagai subjek utama. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling untuk Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi mewakili variasi kemampuan kognitif tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan nilai sumatif Prosedur diawali dengan fase define yang melibatkan analisis kebutuhan, karakteristik siswa, serta perumusan tujuan instruksional pada materi konfigurasi elektron. Memasuki tahap design, peneliti menyusun rancangan modul ajar yang mengintegrasikan pendekatan deep learning dan model problem based learning (PBL). Proses kreatif dalam pembuatan media dan format modul memanfaatkan aplikasi desain Canva. Selain itu, peneliti menyiapkan berbagai instrumen pendukung seperti lembar validasi dan alat evaluasi untuk mengukur performa belajar peserta didik sebelum melangkah ke fase pengujian produk di lapangan. Tahap develop dijalankan melalui proses validasi oleh ahli media serta ahli materi untuk meninjau aspek didaktik, konstruksi, dan teknis. Setelah produk direvisi, dilakukan uji coba terbatas untuk mengukur kelayakan serta kepraktisan modul di kelas. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk menguji tingkat kesepakatan para ahli, peneliti menerapkan perhitungan indeks Aiken dengan kriteria validitas tinggi pada angka di atas 0,8. Efektivitas modul dalam meningkatkan pemahaman kimia diukur menggunakan rumus normalized gain atau N-Gain berdasarkan hasil pretest dan posttest. Kriteria keberhasilan ditetapkan dengan skor N-Gain di atas 0,7 untuk kategori tinggi. Data kuantitatif menunjukkan bahwa 75% siswa mencapai kategori tinggi dengan rata-rata skor 0,77. Seluruh prosedur ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang praktis sekaligus mampu memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian akademik peserta didik pada topik konfigurasi elektron. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Bagian ini menyajikan temuan penelitian yang meliputi hasil validasi ahli, respon pengguna . eserta didik dan gur. , serta uji keefektifan modul ajar berbasis Deep Learning dengan model Problem Based Learning pada materi konfigurasi elektron. Hasil validasi ahli Validasi ahli media Hasil validasi ahli media terhadap modul ajar disajikan pada Tabel 1 Tabel 1. Hasil Validasi Berdasarkan Tabel 1, modul ajar memperoleh rata-rata kelayakan sebesar 88,77% dengan kategori sangat layak. Aspek konstruksi memperoleh nilai tertinggi, yang menunjukkan bahwa struktur modul telah tersusun secara sistematis dan runtut. Sementara itu, aspek teknis memiliki nilai relatif lebih rendah dibandingkan aspek lainnya, meskipun tetap berada pada kategori sangat layak. Hal ini menunjukkan bahwa tampilan visual dan keterbacaan modul sudah baik, namun masih memiliki ruang untuk penyempurnaan. Untuk memperkuat validitas instrumen, dilakukan analisis indeks Aiken yang disajikan pada Tabel 2. Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi Butir Penilaian Butir Tabel 2. Validitas Ahli Media (AikenAos V) S3 Oc s n . Ae . Kategori Tinggi 0,83 Berdasarkan tabel 2 nilai indeks Aiken sebesar 0,83 menunjukkan bahwa instrumen validasi memiliki validitas isi yang tinggi. Validasi ahli materi Hasil validasi ahli materi disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Materi Aspek Penilaian Rata Rata Kategori Validator Materi (Is. Penyajian Bahasa Penilaian Validator 93,33% Sangat Layak Sangat Layak 94,66% Sangat Layak Rata-rata 94,33% 94,66% 94,66% Sangat Layak Berdasarkan Tabel 3, modul ajar memperoleh rata-rata sebesar 94,66% dengan kategori sangat layak. Aspek bahasa memperoleh nilai tertinggi, yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam modul telah komunikatif dan mudah dipahami. Sementara itu, aspek materi dan penyajian juga menunjukkan nilai yang sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa isi modul elah sesuai dengan kurikulum dan disajikan secara sistematis. Hasil analisis indeks Aiken disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Validitas Ahli Materi (AikenAos V) Butir Penilaian Oc s n . Ae . Kategori Butir 70 72 71 55 0,93 Tinggi 1 - 15 Berdasarkan tabel 4 nilai indeks Aiken sebesar 0,93 menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas isi yang sangat baik. Hasil respon pengguna Hasil respon peserta didik Hasil respon peserta didik disajikan pada Tabel 9. Tabel 5. Respon Peserta Didik Persentase No. Aspek Penilaian Kategori (%) Kejelasan dan keterbacaan 92,78 Sangat layak LKPD Kemudahan dan Sangat layak penggunaan LKPD Keterlaksanaan model 95,56 Sangat layak Problem based learning Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi Pendekatan Deep learning 87,22 Sangat layak Manfaat LKPD dalam 92,78 Sangat layak Rata-rata 91,67 Sangat layak Berdasarkan Tabel 5, rata-rata respon peserta didik sebesar 91,67% dengan kategori sangat layak. Aspek keterlaksanaan model Problem Based Learning memperoleh nilai tertinggi, yang menunjukkan bahwa modul mampu memfasilitasi kegiatan pembelajaran berbasis pemecahan masalah secara optimal. Sementara itu, aspek pendekatan Deep Learning memiliki nilai paling rendah dibandingkan aspek lainnya, meskipun tetap dalam kategori sangat layak. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran mendalam telah berjalan dengan baik, namun masih dapat ditingkatkan. Respon guru Hasil respon guru disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Respon Guru No. Aspek Penilaian Persentase (%) Kategori Kepraktisan Modul Ajar Sangat layak Keterlaksanaan model Sangat layak problem based learning Pendekatan Deep learning Sangat layak LKPD sebagai bagian dari Sangat layak modul ajar Manfaat modul ajar Sangat layak Rata-rata Sangat layak Berdasarkan Tabel 6, rata-rata respon guru sebesar 97,6% dengan kategori sangat layak. Nilai tertinggi terdapat pada aspek kepraktisan. LKPD, dan manfaat modul, yang menunjukkan bahwa modul sangat mudah digunakan serta memberikan manfaat yang signifikan dalam pembelajaran. Aspek pendekatan Deep Learning memperoleh nilai relatif lebih rendah, namun tetap berada dalam kategori sangat layak. Hasil uji keefektifan Hasil uji keefektifan modul ajar disajikan pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji N-Gain N-Gain Frekuensi Rata- Rata Kategori N-gain > 0,7 0,81 Tinggi 0,3 < N-gain = 0,7 0,62 Sedang N-gain < 0,3 Rendah Total 0,77 Tinggi Berdasarkan Tabel 7, nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,77 berada pada kategori tinggi. Sebagian besar peserta didik berada pada kategori peningkatan tinggi, yang menunjukkan bahwa modul ajar memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil belajar. Tidak terdapat peserta didik pada kategori rendah, yang mengindikasikan bahwa seluruh peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar setelah penggunaan modul. Pembahasan Pengembangan modul ajar ini diawali dengan pengujian validitas oleh para ahli untuk memastikan kelayakan dari sisi media dan materi sebelum diimplementasikan secara luas. Hasil penilaian menunjukkan tingkat kelayakan media sebesar 88,77 dengan indeks validitas Aiken mencapai 0,83 yang menandakan instrumen memiliki ketepatan tinggi. Secara substansi, ahli Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi materi memberikan skor rata-rata mencapai 94,66 dengan nilai indeks Aiken yang sangat baik sebesar 0,93. Aspek bahasa mendapatkan apresiasi tertinggi dengan skor 95 karena dianggap sangat komunikatif bagi peserta didik dalam memahami konsep konfigurasi elektron yang bersifat abstrak. Struktur konstruksi modul yang tersusun secara sistematis menjadi kekuatan utama dalam mendukung alur pembelajaran berbasis masalah. Meskipun demikian, terdapat ruang penyempurnaan pada aspek teknis yang memiliki nilai relatif lebih rendah guna mengoptimalkan tampilan visual dan keterbacaan instruksi di dalam modul. Validitas isi yang kuat ini memberikan jaminan bahwa perangkat pembelajaran tersebut telah sesuai dengan standar kurikulum dan siap digunakan sebagai sumber belajar mandiri. Integrasi antara teori dan praktik dalam penyajian materi memastikan bahwa tujuan instruksional dapat dicapai secara akurat sesuai dengan kebutuhan lapangan saat ini tanpa hambatan teknis yang berarti (Fitriyeni, 2023. Rozi et al. , 2020. Sormin et al. , 2. Respon yang diberikan oleh peserta didik terhadap penggunaan modul ajar ini menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dengan perolehan rata-rata sebesar 91,67. Salah satu poin yang paling menonjol adalah keterlaksanaan model problem based learning yang mencatatkan skor tertinggi sebesar 95,56 dalam penilaian siswa. Hal ini membuktikan bahwa modul tersebut sangat efektif dalam memfasilitasi kegiatan pemecahan masalah secara mandiri dan mendorong keterlibatan aktif selama proses diskusi. Kejelasan instruksi dan keterbacaan lembar kerja mendapatkan skor 92,78 yang memudahkan siswa dalam mengikuti setiap tahapan belajar tanpa mengalami kendala administratif yang berarti. Di sisi lain, aspek pendekatan deep learning memperoleh nilai sebesar 87,22 yang mengindikasikan bahwa meskipun sudah berjalan dengan sangat layak, elemen pembelajaran mendalam masih memerlukan optimasi lebih lanjut. Keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan tantangan nyata yang disajikan dalam modul membantu mereka mengonstruksi pengetahuan secara lebih Siswa tidak lagi hanya menghafal posisi elektron, tetapi mulai memahami logika di balik distribusi partikel tersebut dalam kulit atom. Pengalaman belajar yang positif ini menjadi modal penting dalam meningkatkan minat mereka terhadap disiplin ilmu kimia secara keseluruhan (Damayanti & Putri, 2026. Mahunyag et al. , 2024. Mei & Li, 2026. Waruwu & Sitinjak, 2. Penilaian dari pihak pendidik memberikan dimensi lain mengenai kualitas perangkat pembelajaran ini dengan rata-rata respon mencapai 97,6 yang sangat memuaskan. Guru memberikan skor sempurna sebesar 100 pada aspek kepraktisan, pemanfaatan lembar kerja, serta manfaat modul secara keseluruhan dalam pengelolaan kelas. Nilai maksimal tersebut menunjukkan bahwa modul ini sangat mudah dioperasikan dan membantu guru dalam merancang skenario pembelajaran yang lebih teratur serta efisien. Implementasi model problem based learning juga dinilai sangat baik dengan skor 95 karena mampu merangsang kemampuan berpikir kritis siswa melalui simulasi kasus. Sementara itu, pendekatan deep learning mendapatkan nilai 93 yang mencerminkan efektivitas strategi dalam menciptakan suasana belajar yang sadar dan terarah. Guru merasa terbantu dengan adanya panduan yang lengkap sehingga peran sebagai fasilitator dapat dijalankan dengan lebih optimal tanpa harus memberikan penjelasan searah secara berlebihan. Fleksibilitas modul dalam menyesuaikan dengan ritme belajar siswa yang beragam menjadi nilai tambah yang sangat dihargai dalam konteks kurikulum modern. Keberadaan perangkat ini terbukti mampu menyederhanakan kompleksitas pengelolaan pembelajaran sains di laboratorium maupun di dalam ruang kelas teori dengan sangat baik (Emda et al. , 2025. Fauza et al. , 2025. Haviana et al. , 2. Analisis efektivitas melalui uji peningkatan hasil belajar menunjukkan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh subjek penelitian yang terlibat. Nilai rata-rata N-Gain yang Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi dicapai adalah 0,77 yang secara statistik masuk ke dalam kategori tinggi dalam mengukur kemajuan kompetensi siswa. Berdasarkan distribusi frekuensi, sebanyak 9 peserta didik berhasil mencapai peningkatan pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 0,81. Sisanya sebanyak 3 orang berada pada kategori sedang dengan rata-rata pencapaian sebesar 0,62 sementara tidak ada satu pun siswa yang berada pada kategori rendah. Data ini memberikan bukti empiris bahwa penggunaan modul ajar berbasis deep learning secara konsisten mampu mendongkrak pemahaman konsep konfigurasi elektron secara merata. Peningkatan hasil belajar ini tidak hanya terjadi pada tingkat hafalan, tetapi juga pada kemampuan analitis siswa dalam menentukan letak unsur berdasarkan susunan elektronnya. Keberhasilan 12 peserta didik dalam melewati ambang batas peningkatan menunjukkan bahwa modul ini mampu menjangkau berbagai tingkat kemampuan awal siswa secara efektif. Dampak signifikan ini mengonfirmasi bahwa integrasi teknologi dan pedagogi yang tepat dapat mengatasi hambatan belajar pada materi yang dianggap sulit melalui proses pemecahan masalah yang sistematis (AAoyuni et al. Basri et al. , 2026. Rohmatulloh. Novaliyosi, et al. , 2022. Rohmatulloh. Pujiastuti, et al. Weylin et al. , 2. Keberhasilan pengembangan modul ini tidak terlepas dari sinergi antara pendekatan deep learning dan model problem based learning yang menekankan pada kebermaknaan Pembelajaran mendalam memungkinkan siswa untuk mengaitkan informasi baru dengan struktur pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya sehingga tercipta pemahaman yang lebih permanen. Melalui suasana belajar yang menyenangkan dan penuh kesadaran, siswa merasa lebih termotivasi untuk mengeksplorasi tantangan kimia yang disajikan dalam setiap Model pemecahan masalah menyediakan konteks nyata yang membantu siswa melatih ketajaman berpikir analitis serta keterampilan kolaboratif dalam tim. Walaupun hasil secara keseluruhan menunjukkan kualitas yang sangat baik, penyempurnaan pada aspek visual dan keterbacaan teknis tetap menjadi catatan penting untuk pengembangan di masa depan. Fokus pada penguatan aspek pembelajaran mendalam dapat dilakukan dengan menambah lebih banyak aktivitas reflektif bagi siswa selama di kelas. Secara keseluruhan, kombinasi strategis antara desain instruksional yang menarik dan metodologi yang kokoh telah terbukti mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Modul ini menjadi solusi alternatif yang valid untuk meningkatkan literasi kimia siswa pada topik dasar konfigurasi elektron di tingkat sekolah menengah secara berkelanjutan. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Deep Learning dengan model Problem Based Learning pada materi konfigurasi elektron serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan baik dari aspek media maupun materi, yang menandakan bahwa struktur, isi, dan penyajiannya telah sesuai untuk mendukung pembelajaran yang sistematis dan berorientasi pada pemahaman konsep. Dari aspek implementasi, respon peserta didik dan guru yang berada pada kategori sangat layak menunjukkan bahwa modul tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mampu memfasilitasi keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah secara optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa integrasi pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning dalam modul ajar dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, bermakna, dan terarah. Lebih lanjut, hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa penggunaan modul mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Peningkatan ini mencerminkan bahwa pembelajaran yang dirancang melalui aktivitas pemecahan masalah dan penguatan pemahaman konseptual Copyright . 2026 STRATEGY: Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran https://doi. org/10. 51878/strategi. STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. No. Mei-Juli 2026 e-ISSN : 2798-5466 | p-ISSN : 2798-5725 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/strategi memberikan dampak positif terhadap penguasaan materi, khususnya pada konsep konfigurasi elektron yang bersifat abstrak. DAFTAR PUSTAKA