Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 PERUBAHAN EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DARI ALAT TANGKAP IKAN TRADISIONAL KE MODERN DI KELURAHAN LAPPA KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI Oleh: Muhlis Hajar Adiputra (Dosen STISIP Muhammadiyah Sinja. Abstrak Adapun yang melatarbelakangi sehingga penulis tertarik melakukan penelitian ini yaitu melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang mempengaruhi tingginya biaya operasional melaut yang tidak sebanding penghasilan sehingga dapat merugikan para nelayan dan keterbatasan fasilitas alat tangkap ikan serta masih banyaknya nelayan menggunkan alat tangkap tradisional yang dapat memperlambat hasil penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan dari Alat Tangkap Ikan Tradisional ke Modern di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu tipe penelitian yang bersifat hal ini memberikan gambaran atau mendiskripsikan tentang Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan dari Alat Tangkap Tradisional Ikan ke Modern di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai dengan sumber informasi masyarakat buruh nelayan yang dianggap mengetahui proses perubahan ekonomi tersebut. Adapun teknik pengumpulan data yaitu diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan dari Alat Tangkap Ikan Tradisional ke Modern masih belum mengalami peningkatan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Cuaca yang ekstrim. Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga ikan yang tidak stabil, dan Upah dengan sistem bagi hasil. Namun faktor yang paling dominan mempengaruhi yaitu Upah yang diberikan kepada buruh nelayan dengan sistem bagi hasil, serta peran pemerintah dalam melindungi buruh nelayan. Kata kunci: perubahan ekonomi, masyarakat nelayan, alat tangkap ikan tradisional dan modern PENDAHULUAN seperti perubahan kondisi alam dan harga pema- Latar Belakang saran ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang Pada dasarnya perubahan sosial itu telah ada selalu dimainkan atau didominasi oleh para peda- sejak zaman dahulu, namun dalam perkembangan Di mana apabila musim panen tiba, nelayan globalisasi di zaman modern ini, perubahan yang bisa memperoleh ikan yang sangat banyak tetapi terjadi sangat cepat, sehingga masyarakat terka- harganya kadang sangat murah. Namun, jika dang mengalami ketertinggalan dengan apa yang musim paceklik tiba, nelayan bisa tidak mem- terjadi di lingkunganya. Perkembangan globalisasi peroleh ikan sama sekali sedangkan harganya ini diartikan sebagai suatu proses yang meng- hasilkan dunia tunggal di mana masyarakat saling Oleh karena seiring dengan berjalannya tergantung dan saling mengharapkan antara satu waktu, maka perkembangan di era modern ini dengan lainnya di semua aspek kehidupan, salah harus diiringi dengan pemenuhan dan keberadaan satunya adalah aspek ekonomi. Namun, pekerjaan alat-alat penangkapan ikan yang juga modern tersebut seringkali terhambat oleh beberapa faktor memungkinkan membuat masyarakat nelayan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Dari Alat Tangkap Ikan Tradisional Ke Modern Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Muhlis Hajar Adiputra memperoleh hasil tangkapan lebih besar, dan lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyara- tentunya menghabiskan waktu yang relatif singkat kat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, terma- dibandingkan alat tangkap tradisional. Hal ini pula suk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola peri- tentunya turut mempengaruhi perubahan kehidu- laku di antara kelompok-kelompok dalam masya- pan ekonomi masyarakat nelayan itu sendiri. Oleh Menurut Macionis . alam Sztompka 2008: karena itu peneliti ingin fokus dan menyusun karya . perubahan sosial adalah transformasi dalam ilmiah ini dengan judul AuPerubahan Ekonomi organisasi masyarakat, dalam pola berpikir dan Masyarakat Nelayan dari Alat Tangkap Ikan Tradi- dalam perilaku pada waktu tertentu. sional ke Modern di Kelurahan Lappa Kecamatan Dari beberapa pengertian para ahli di atas Sinjai Utara Kabupaten SinjaiAy. maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial Rumusan Masalah adalah pola hidup masyarakat antar individu-indi- Rumusan masalah dalam penelitian ini ada- vidu yang saling menyatu dan saling berinteraksi lah bagaimana perubahan ekonomi masyarakat secara terstruktur dalam suatu keadaan tertentu. nelayan dari alat tangkap ikan tradisional ke Konsep Pembangunan Ekonomi Modern di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Menurut Sadono Sukirno . 6: . , pem- Utara Kab-upaten Sinjai? bangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pen- Tujuan Penelitian dapatan perkapita dengan jalan mengolah kekuatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui perubahan ekonomi Masyarakat Nelayan dari alat penanaman modal, penggunaan teknologi, penam- tangkap ikan tradisional ke Modern di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. penambahan kemampuan berorganisasi dan mana- Kegunaan Penelitian Sadono Sukirno . mendefi-nisikan Aspek akademik, memberikan kesempatan pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang pada penulis untuk menjadikan sebagai sumber menyebabkan pendapatan perkapita penduduk informasi dan bahan referensi dipustakaan bagi suatu masyarakat meningkat dalam jangka pan- masyarakat umum yang memerlukan. Selain itu Definisi tersebut mengandung pengertian dapat mengimplementasikan ilmu dan teori yang bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu telah didapatkan selama ini. Aspek praktiknya, perubahan yang terjadi secara terus-menerus mela- agar dalam penelitian ini selain penulis, masyara- lui serangkaian kombinasi proses demi mencapai kat juga lebih memahami dan menambah wawasan sesuatu yang lebih baik yaitu adanya pening-katan serta masukan-masukan tekait dengan perubahan- pendapatan perkapita yang terus menerus berla- perubahan yang terjadi dilingkungannya. ngsung dalam jangka panjang. Menurut Adam Smith pembangunan eko- TINJAUAN PUSTAKA nomi merupakan proses perpaduan antara pertum- Perubahan Sosial Perubahan menurut Selo Soemardjan . alam buhan penduduk dan kemajuan teknologi (Suryana. Pramudya 2. adalah perubahan pada lembaga- 2000:. Pembangunan ekonomi menurut Irawan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 . 5: . adalah usaha-usaha untuk meningkatkan terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, taraf hidup suatu bangsa yang seringkali diukur dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita. meliputi pengelompokan yang lebih kecil. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa Teori-teori Pembangunan Ekonomi Pada garis besarnya teori-teori pembangu- masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang nan ekonomi dapat digolongkan menjadi beberapa telah terorganisir dalam sebuah wilayah dengan golongan, diantaranya yaitu: melakukan suatu aktifitas yang saling berkaitan Teori Adam Smith. Menurut Adam Smith atau berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai . alam Aditya 2. , untuk berlakunya perkem- suatu tujuan. bangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi Konsep Alat Tangkap Ikan Tradisional dan Modern atau pembagian kerja agar produktivitas tenaga kerja bertambah. Pembagian harus ada akumulasi Alat Tangkap Ikan Tradisional kapital terlebih dahulu dan akumulasi kapital ini . Jaring Jodang berasal dari dana tabungan, juga menitikberatkan pada Luas Pasar. Teori David Jaring jodang adalah alat tangkap yang dikhususkan untuk menangkap siput macan yang Ricardo. Menurut David terbuat dari jaring sedemikian rupa membentuk Ricardo . alam Aditya 2. di dalam masyarakat sebuah bangun limas terpancung dioperasikan di ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu: dasar perairan. Jaring jodang diklasifikasikan ke Golongan Kapital. Golongan Buruh dan Golongan dalam kelompok perangkap dan penghadang Tuan Tanah menurut Martasuganda . alam Santoso, 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi Jaring jodang berbentuk prisma terpancung pada bagian atasnya. Bagian prisma yang terpan- Menurut Adam Smith . alam Prasodjo cung menjadi pintu masuk keong. Perangkap disu- 2. Proses pembangunan ekonomi dipengaruhi susn rangka besi berdiameter 4-6 mm. Seluruh sisi oleh 4 faktor yaitu: ecuali bagian atasny. diselimuti oleh Adanya jumlah penduduk waring dengan imesh size 4 mm. Bagian atas dan Adanya persediaan sumber daya alam dasar perangkap jodang berbentuk persegi, masing- Persedian modal barang masing berukuran 6 x 6 . , 8 x 8 . dan 30 x Tingkat tekonologi yang digunakan. Kerangka dinding dasar dibungkus oleh jaring dengan ukuran mata 1 cm. Tinggi perangkap Konsep Masyarakat Nelayan Herskovist . alam Harsojo 1977: . antara 8-10 cm. Perangkap tidak dilengkapi pem- menulis, bahwa masyarakat adalah kelompok indi- berat, karena kerangkanya cukup berat dan difung- vidu yang diorganisasikan yang mengikuti suatu sikan juga sebagai pemberat. Parameter utama dari cara hidup tertentu. Gillin dan J. Gillin bubu keong macan adalah kemiringan dinding . alam Harsojo 1977: . mengatakan, bahwa jaring menurut Damayanti . alam Santoso, 2. Kelengkapan dalam unit penangkapan ikan: Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Dari Alat Tangkap Ikan Tradisional Ke Modern Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Muhlis Hajar Adiputra . Kapal adalah perahu yang menggunakan mesin dalam, berkekuatan 12, 16 dan 20 PK dengan bahan bakar solar. Perahu yang digu- . Persiapan menuju fishing ground, . Pengumpulan ikan, ketika tiba di lokasi fishing ground nakan terbuat dari bahan kayu dengan uku- . Setting, ran berkisar 0,87-2,48 GT dan panjang (L) . Perendaman jaring, antara 6-8 m, lebar (B) 1,3-2 mserta dalam . Pengangkatan jaring . , (D) 0,5-0,8 m dengan mesin perahu terletak . Brailing di bagian tengah kapal . Penyortiran ikan, . Jumlah nelayan yang mengoperasikan jaring jodang adalah 3-4 orang, masing-masing Alat Tangkap Ikan Modern . Pukat Cincin nelayan bertugas sebagai juru kemudi dan Pukat cincin adalah alat penangkapan ikan menentukan daerah penangkapan keong yang berbentuk kantong dilengkapi dengan cincin macan, menurunkan bubu, mengangkat bubu dan tali pukat cincin yang terletak dibawah tali ris dan memasang umpan (Martasuganda dalam bawah berfungsi menyatukan bagian bawah jaring Santoso, 2. sewaktu operasi dengan cara menarik tali pukat . Alat Bantu adalah keranjang yang berfungsi cincin tersebut sehingga jaring membentuk kan- mengumpulkan keong macan yang tertang- Alat penangkapan ikan purse seine ini terma- kap menurut Damayanti . alam Santoso, suk ke dalam klasifikasi pukat kantong menurut Nedelec . alam Santoso, 2. Umpan yang digunakan biasanya daging Secara umum alat tangkap pukat cincin ini bangkai yang membusuk, keong macan tersusun atas beberapa bagian yaitu badan jaring lebih menyukai makanan yang mengandung dan tali temali. Kontruksi dan bagian-bagian kadar air tinggi dibandingkan yang kering menurut Nedelec, . alam Santoso, 2. menurut Damayanti . alam Santoso, 2. sebagai berikut: Jaring Angkat . Badan jaring terdiri dari 3 bagian yaitu : Jaring angkat adalah suatu alat penangkapan jaring utama, bahan nilon 210 D/9 #1Ay. yang pengoprasiannya di lakukan dengan menu- Jaring sayap, bahan dari nilon 210 D/6 #1Ay, runkan dan mengangkatnya secara vertical, alat ini dan jaring kantong, nilon #3/4Ay. Srampatan terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, . , dipasang pada bagian pinggiran ukuran mata jaringnya relative kecil yaitu 0,5cm. jaring yang fungsinya untuk memperkuat Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengopra- jaring pada waktu dioperasikan terutama siannya sering menggunakan alat bantu lampu atau pada waktu penarikan jaring. umpan sebagai daya tarik ikan (Ayodyoa dalam Burhanuddin 2. Tahapan-tahapan metode pengoperasian bagan perahu adalah sebagai berikut . Tali pelampung dengan bahan PE yo 10 mm, panjang 420 m. Tali ris atas dengan bahan PE yo 6mm dan 8mm, panjang 420 m. menurut Iskandar . alam Burhanuddin 2. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 . Tali ris bawah dengan bahan PE yo 6 mm . Nelayan dalam pengoperasian alat ini jum- dan 8 mm, panjang 450 m, tali pemberat lah nelayan yang dibutuhkan sebanyak 4 dengan bahan PE yo 10 mm, panjang 450 m. sampai 10 orang tergantung dari skala pena- . Tali kolor dengan bahan kuralon yo 26 mm. Pembagian tugas dari masing- panjang 500 m, dan yang terakhir tali slam- masing ABK yaitu satu orang sebagai navi- bar dengan bahan PE yo 27 mm, panjang gator, satu orang sebagai pengemudi kapal, bagian kanan 38 m dan kiri 15 m. satu orang sebagai kapten dan sisanya seba- . Pelampung, ada dua pelampung dengan dua gai pengoperasi alat tangkap tersebut menu- bahan yang sama yakni synthetic rubber. rut Subani dan Barus . alam Santoso, 2. Pelampung Y-50 dipasang dipinggir kiri dan . Alat bantu yang sering digunakan adalah kanan 600 buah dan pelampung Y-80 dipa- rumpon dan lampu. Rumpon digunakan sang di tengah sebanyak 400 buah. Pelam- pada saat pengoperasian siang hari, biasanya pung yang dipasang di bagian tengah lebih rumpon ini sudah dipasang sebelumnya. rapat dibanding dengan bagian pinggir. Rumpon diletakkan di tengah-tengah untuk . Pemberat terbuat dari timah hitam sebanyak mengumpulkan ikan lalu alat tangkap utama 700 buah dipasang pada tali pemberat. Dan yang mengelilinginya. Sedangkan lampu cincin yang terbuat dari besi dengan diame- digunakan pada saat pengoperasian malam ter lubang 11,5 cm, digantungkan pada tali hari, fungsinya sama seperti rumpon yaitu pemberat dengan seutas tali yang panjang- sebagai pengumpul ikan. Biasanya nelayan nya 1m dengan jarak 3 m setiap cincin. menggunakan sumber lampu ini dari oncor Kedalam cincin ini dilakukan tali kolor. atau obor, petromaks, dan lampu listrik Kelengkapan dalam unit penangkapan ikan . Dalam pengoperasian alat tangkap ini hanya untuk usaha penangkapan sebagian dibutuhkan unit penangkapan yaitu kapal dari perikanan industr. menurut Subani dan yang berfungsi untuk melingkarkan jaring Barus . alam Santoso, 2. pada gerombolan ikan. Kapal yang diguna- . Dalam pengoperasian alat tangkap pukat kan yaitu jenis kapal pukat cincin. Biasanya cincin ini tidak menggunakan umpan karena kapal ini terbuat dari bahan kayu. Untuk kami tidak menemukan sumber pustaka ukurannya cukup relatif tergantung dari yang menyatakan hal tersebut. skala penangkapan mulai dari yang ukurann- Pada umumnya jaring dipasang dari bagian ya kecil antara 10-30 GT dengan kekuatan belakang kapal, tetapi ada pula yang menggunakan mesin 20 HP, ukuran sedang antara 30-50 samping kapal. Menurut Subani dan Barus . alam GT dengan kekuatan mesin 120 HP, hingga Santoso, 2. , urutan operasi dapat digambarkan ukuran yang besar 50-100 GT dengan keku- sebagai berikut: atan mesin 300-360 HP menurur Ayodyoa, . alam Santoso, 2. Pertama-tama haruslah diketemukan gerombolan ikan terlebih dahulu. Ini dapat dilaku- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Dari Alat Tangkap Ikan Tradisional Ke Modern Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Muhlis Hajar Adiputra kan berdasarkan pengalaman-pengalaman, bagian-bagian yang mempunyai ukuran mata yang seperti adanya perubahan warna permukaan berbeda-beda. Kantong terdiri dari dua bagian, air laut karena gerombolan ikan berenang pada umumnya bagian depan berukuran mata dekat dengan permukaan air, ikan-ikan yang sekitar 14 mm, berjumlah sekitar 290 dan panjang melompat di permukaan terlihat riak-riak sekitar 2,20 m. Bagian belakang kira-kira memiliki kecil karena gerombolan ikan berenang ukuran mata 13 mm, dengan jumlah sekitar 770, dekat permukaan dan panjang sekitar 4 m. Dan Badan (Shoulde. Pada operasi malam hari, mengumpulkan / menaikkan ikan ke permukaan laut dilaku- Bagian badan jaring terletak di tengah-tengah antara kantong dan kedua sayap. kan dengan menggunakan cahaya. Biasanya Perahu yang digunakan berukuran panjang dengan alat bantu bisa diketahui jumlah dari 5-6 m, lebar 0. 6 m dan dalam atau tinggi 0. 7 m. gerombolan ikan, juga besar dan idensitas- Perahu ini ada yang dilengkapi dengan katir/sema Setelah posisi ini, barulah lampu dinya- . maupun tidak, ada yang dilengkapi Namun yang digunakan berbeda-beda dengan motor dan ada juga yang tanpa motor tergantung pada besarnya kapal, kapasitas . erahu dayun. Perahu dayung biasanya terbuat sumber cahaya. dari bahan kayu menurut Ayodya . alam Santoso, . Pukat Pantai Pukat pantai atau beach seine adalah salah Nelayan yang dibutuhkan untuk mengope- satu jenis alat tangkap yang masih tergolong keda- rasikan pukat pantai ialah sekitar 36 orang. Tahap lam jenis alat tangkap pukat tepi. Dalam arti sem- persiapan diperlukan 6-10 orang yang ke perahu pit pukat pantai adalah suatu alat tangkap yang yang ditambat di dekat pantai untuk memper- bentuknya seperti payang, yaitu berkantong dan siapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi opera- bersayap atau kaki. Pukat pantai juga sering sional penangkapan. 13-15 orang bertugas menarik disebut dengan krakat. Berdasarkan kontruksi, cara pukat pantai ketepi, 4-6 orang lagi yang mengayuh pengoprasian dan jenis sasaran tangkapnya pukat perahu dalam pengoprasian pukat pantai. Dan seki- pantai termasuk dalam klasifikasi pukat kantong tar 5 orang bertugas melakukan perpindahan dan menurut Subani dan Barus . alam Santoso, 2. pergeseran pukat pantai yang telah ditarik sehingga Pukat pantai terdiri dari tiga bagian penting bersatu menurut Ayodya . alam Santoso, 2. yaitu kantong, badan dan sayap menurut Ayodya Alat Bantu menurut Ayodya . alam Santoso, . alam Santoso, 2. , adalah sebagai berikut : Sayap (Wing. Sayap merupakan perpanjangan dari . Pelampung berbendera, ini berfungsi sebagai bahan jaring, berjumlah sepasang terletak pada tanda posisi kantong pukat pantai di perairan masing-masing sisi jaring. Kantong (Ba. Kantong dan sebagai petunjuk bagi mandor tentang berfungsi sebagai tempat ikan hasil tangkapan, keseimbangan posisi jaring antara kiri dan berbentuk kerucut pada ujungnya diikat sebuah tali Sehingga dengan melihat bendera, sehingga ikan-ikan tidak lolos. Kantong terdiri atas mandor dapat dengan mudah mengetahui Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 kapan posisi penarik harus bergeser dan ke kanan sambil menurunkan jaring. Penu- seberapa jauhnya jarak pergeseran. runan jaring diusahakan agar membentuk . Kayu Gardan ditancapkan dengan kokoh di setengah lingkaran menghadap garis pantai. Fungsinya adalah sebagai peng- Urutan penurunan dari perahu sebelah kiri gulung tali penarik dan sebagai tempat untuk berturut-turut sayap II, badan dan kantong menambatkan tali penarik. serta sayap I, kemudian tali hela diulur Pukat pantai tidak menggunakan umpan sambil mengayuh perahu mendekati pantai dalam pengoperasian. Hal ini karena pukat pantai dan pada saat mendekati pantai ujung tali dioperasikan dengan menelusuri dasar perairan penarik yang lain dilempar ke pantai dan menurut Ayodya . alam Santoso, 2. diterima oleh sekelompok nelayan yang lain. pengoperasian alat: Setelah kedua ujung tali penarik berada di . Tahap Persiapan, kira-kira sebanyak 6 orang pantai, masing-masing ujung ditarik oleh nelayan naik ke perahu yang ditambat di sekelompok nelayan yang berjumlah sekitar dekat pantai untuk mempersiapkan segala 13 orang per kelompok sesuatu yang diperlukan bagi operasional . Tahap penarikan adalah ketika ujung tali Jaring dan tali disusun sede- hela I telah sampai di pantai, penarikan mikian rupa dengan dibantu para nelayan jaring dimulai. Jarak antara ujung tali pena- penarik untuk mempermudah operasi pena- rik I dan II kurang lebih 500 m, masing- ngkapan terutama pada waktu penurunan. masing ditarik oleh nelayan berjumlah seki- Urutan susunan alat dalam perahu mulai dari tar 13 orang. Sambil secara bertahap saling dasar adalah gulungan tali penarik I, sayap mendekat bersamaan dengan mendekatnya I, badan, kantong, sayap II dan teratas jaring ke pantai. Perpindahan dilakukan adalah gulungan tali penarik II. Diatur pula kira-kira sebanyak 4 kali dengan perpinda- letak pelampung pada bagian sisi kanan han ke 4 pergeseran dilakukan terus menerus menghadap ke arah laut dan pemberat di hingga akhirnya bersatu. Ketika sayap mulai sebelah kiri menghadap ke arah pantai. terangkat di bibir pantai, penarikan diko- Salah satu ujung tali hela . diikatkan mando oleh mandor untuk mengatur posisi pada patok kayu di pantai kemudian perahu jaring agar ikan tidak banyak yang lepas. dikayuh menjauhi pantai. Tahap pengambilan hasil tangkap adalah . Tahap Penawuran adalah perahu dikayuh sayap dan badan pukat pantai terus ditarik menjauhi pantai sambil menurunkan tali hela dan bila kedua bagian ini telah berada di II yang ujungnya telah diikatkan pada patok daratan pantai, kantong ditarik dan hasil di daratan pantai. Apabila syarat-syarat tangkapan dikeluarkan dari kantong. Selan- fishing ground telah ditemukan dan jarak jutnya ikan yang jenisnya bermacam-macam sudah mencapai sekitar 700 m . epanjang tersebut disortir dengan memisahkan dan tali hel. dari pantai, perahu mulai bergerak memasukkanya ke dalam keranjang tempat Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Dari Alat Tangkap Ikan Tradisional Ke Modern Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Muhlis Hajar Adiputra yang telah disediakan. Selain itu sebagian tradisional khususnya jaring jodang digunakan nelayan ada yang menaikkan tali penarik oleh nelayan perorangan yang memiliki alat dan jating ke daratan untuk dirawat atau tangkap sendiri. Dalam pengoperasiannya hanya mempersiapkan pengoperasian tahap beri- melibatkan orang terdekat atau keluarga untuk kutnya menurut (Ayodya Santoso, 2. membantu, bahkan sering pula tidak melibatkan orang lain dalam mengoperasikannya. Hal ini METODE PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan di Kelura- diperkuat dengan hasil wawancara bersama Bapak han Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Jamaluddin salah seorang buruh nelayan yang Sinjai. Tipe penelitian yang digunakan dalam mengatakan bahwa: AuAlat tangkap jenis lanra itu tidak banyak memakan biaya pada saat kami melaut dibandingkan dengan alat tangkap yang lain karena selain dari perlengkapannya yang sederhana, juga hanya melibatkan ABK 1 atau 2 orang itupun dari keluarga dekat saja, bahkan sama sekali tidak ada ABK jika cuaca sedang mallota . Ay. penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah Data primer dan Data Sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Observasi atau pengamatan. Wawancara (Intervie. , dan Dokumentasi serta Informan merupakan sumber informasi atau orang yang Hasil wawancara ini menujukkan bahwa jaring jodang baik digunakan dibandingkan dengan penelitian ini. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat nelayan yang dianggap berpo- mudah, akan tetapi dalam tehnik pengoperasiannya tensi serta memahami dan mengetahui perubahan lebih terbatas, selain itu untuk memulai usaha ekonomi masyarakat tersebut. Teknik Analisis tersebut harus memiliki modal sendiri. Sebagai- Data. Penyajian data Berdasarkan data yang telah mana diungkapkan oleh bapak Abdul Latif seorang terorganisir tersebut, penelitian memberikan inter- buruh nelayan yang mengatakan bahwa : prestasi dan kemudian menarik kesimpulan mengenai pola keteraturan ataupun penyimpangan yang ada dalam fenomena yang diteliti. Melalui tahapan ini maka peneliti akan dapat menjawab permasalahan penelitian. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Dari Alat Tangkap Ikan Tradisional Ke Modern Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Alat tangkap yang digunakan nelayan . Jaring Jodang AuAlat tangkap semacam lanra itu mudah dilakukan tetapi dalam pengoperasiaanya terbatas karena hanya ikan-ikan tertentu yang bisa ditangkap seperti siput, dan jika ingin memulai usaha tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar sekitar Rp. 000 hingga Rp. 000, karena harus punya kapal sendiri serta peralatan Dari informan di atas, dapat dijelaskan bahwa hanya sebagian kecil masyarakat nelayan di Kelurahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai, menggunakan jenis alat tangkap jaring jodang Dari hasil penelitian mengenai hal tersebut, maka ditemukan informasi bahwa alat tangkap membutuhkan biaya yang besar untuk memulai Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 usaha tersebut, sehingga hanya masyarakat nelayan ekonomi menengah ke atas saja mampu mengoperasikannya. dalam mengantisipasi kemungkinan buruk yang suatu saat bisa terjadi serta tidak menambah beban biaya pengeluaran bagi Ay Dari hasil wawancara dengan kedua infor- . Jaring Angkat Dari hasil penelitian mengenai peralatan ini, man di atas, maka dapat dijelaskan bahwa sebagian ditemukan informasi bahwa alat tangkap tradisio- besar masyarakat nelayan di Kelurahan Lappa, nal yang paling sering dan banyak digunakan oleh Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai pada masyarakat nelayan di Kelurahan Lappa. Kecama- saat ini menggunakan alat tangkap tradisional jenis tan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai adalah jaring jaring angkat, dengan alasan bahwa daerah Sinjai Sebagaimana diungkapkan oleh Bapak ini merupakan kota kecil yang memiliki keterbata- Hasbih salah seorang buruh nelayan bahwa : san dari segi kelengkapan perbaikan alat jika AuSaya menggunakan alat tangkap jenis jaring angkat untuk menangkap ikan karena alat tangkap ini ramah lingkungan jika dibandingkan dengan jaring jodang. Selain itu resiko kerusakan alat ini lebih aman dibandingkan alat lainnya dan juga memilik ABK sekitar 10 sampai dengan 15 orang. Ay sewaktu-waktu terjadi kerusakan pada peralatan Informasi ini menunjukkan bahwa jaring Dari hasil penelitian mengenai alat tangkap angkat sangat efektif digunakan jika dibanding alat jenis ini, maka ditemukan informasi bahwa alat tangkap tradisional lainnya, karena penggunaannya tangkap modern yang banyak digunakan sebagian Manfaat lain adalah memberikan kesempa- besar masyarakat nelayan di Kelurahan Lappa, tan bagi buruh nelayan untuk turut serta dalam Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai adalah proses penangkapan ikan, bukan hanya sebagai pukat cincin, karena alat tersebut mudah dioperasi- buruh pada umumnya yang bekerja di atas telunjuk kan, dan dalam pengoperasiannya mencapai jarak nelayan juragan, sehingga tingkat penghasilannya jangkau yang cukup luas dibandingkan dengan alat pun lebih banyak. tangkap yang lain, serta memiliki ABK 15 sampai Hal senada diungkapkan oleh Bapak Syahrul yang lebih dulu menjadi buruh nelayan dan telah berpengalaman dalam menggunakan peralatan tradisional selama kurang lebih 10 tahun, bahwa : AuMenurut saya penggunaan alat tangkap jenis jaring angkat sangat cocok untuk daerah seperti di Sinjai ini. Karena jika terjadi kerusakan, peralatannya mudah ditemukan di kawasan Sinjai tanpa harus mengeluarkan biaya lagi ke Makassar ataupun ke daerah lainnya. Mengingat bahwa peralatan harus disesuaikan dengan kelengkapan perbaikan di daerah sendiri agar lebih memudahkan masyarakat nelayan tangkap nelayan. Selain itu, jenis alat tangkap ini juga mampu bersaing dengan alat tangkap lainnya dari segi tingkat penghasilan. Pukat Cincin 20 orang. Seperti diungkapkan oleh Bapak Ambo salah seorang buruh nelayan bahwa : AuSaya menggunakan alat tangkap ini karena mudah dilakukan, jarak jangkau untuk menangkap ikan juga luas, peluang untuk menangkap ikan pun sangat besar dibandingkan dengan alat tangkap yang lain, dan mempekerjakan banyak orang yang dapat mengurangi pengangguran. Contohnya saya sendiri seorang ABK yang sudah kurang lebih 10 tahun menjadi nelayan buruh". Dari hasil wawancara tersebut menujukkan bahwa alat tangkap ini sangat cocok digunakan di Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Dari Alat Tangkap Ikan Tradisional Ke Modern Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Jafar B Oleh: Muhlis Hajar Adiputra Kelurahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Kabu- Dari hasil wawancara dengan Bapak Malang paten Sinjai, karena selain dengan mudah diopera- ini, cukup jelas diketahui bahwa alat tangkap ikan sikan, juga dapat mengurangi tingkat pengang- jenis pukat pantai tidak cocok digunakan di Kelu- guran . Hal yang sama juga diungkap- rahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten kan oleh Bapak Fasrah seorang buruh nelayan Sinjai, karena lokasi tempat penangkapan yang tidak memungkinkan dan tidak sesuai dengan AuKeberadaan alat tangkap ini sangat berpengaruh pada tingkat pengangguran masyarakat khususnya yang ada di kawasan pesisir pantai, karena sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaan ini tanpa ada sistem pendekatan atau sistem kekeluargaan, cukup dengan modal keahlian dalam mengoperasikan alat serta kejujuran. Ay kemampuan alat tangkap ini. Dari informasi kedua informan di atas maka terbesar bagi sebagian besar masyarakat yang peneliti dapat menjelaskan bahwa alat tangkap tingkat perekonomiannya tergolong lemah di Kelu- jenis pukat cincin lebih banyak digunakan oleh rahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten masyarakat nelayan di Kelurahan Lappa. Kecama- Sinjai, sehingga dengan adanya peralihan alat tang- tan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai, karena teknik kap ikan dari tradisional ke modern sangat diharap- pengoperasiannya lebih mudah serta melibatkan kan dapat meningkatkan tingkat penghasilan banyak buruh nelayan sehingga memberikan lebih mereka ke depannya. Namun, apalah daya harapan banyak peluang bagi mereka untuk mencari nafkah hanyalah tinggal harapan karena kenyataan yang dan mengurangi tingkat pengangguaran. terjadi malah sebaliknya. Pendapatan mereka pada Perubahan Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Memiliki pekerjaan sebagai seorang nelayan khususnya buruh nelayan merupakan anugerah awalnya rata-rata berkisar antara Rp. Pukat Pantai Dari hasil penelitian mengenai alat tangkap sampai Rp. ,- perhari dan saat ini hanya ini, peneliti tidak menemukan seorang pun nelayan mencapai Rp. ,- sampai Rp. ,-. di Kelurahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Sementara di lain pihak tingkat kebutuhan masya- Kabupaten Sinjai yang menggunakannya. Hal ini rakat baik dari segi ekonomi, pendidikan dan lain- disebabkan ketidakcocokan antara alat dan lokasi nya dari hari demi hari terus meningkat ditambah tempat akan dilakukannya penangkapan. Sebagai- lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak mana dijelaskan oleh Bapak Malang salah seorang yang sangat mempengaruhi harga semua kebutu- buruh nelayan bahwa : han masyarakat nelayan. Pada akhirnya mereka AuKami tidak bisa menggunakan alat tangkap jenis pukat pantai di Kelurahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai, karena daerah kita daerah pantai yang berlumpur sehingga sangat sulit untuk kami gunakan, resiko kerusakan alat ini juga cukup tinggi jika digunakan di daerah yang berlumpur seperti di sini. Ay pun bukannya memiliki penghasilan yang lebih besar, akan tetapi masih seperti biasanya yang hanya mampu menutupi kebutuhan sehari-hari bahkan tidak mampu lagi mereka penuhi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa informan berikut. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Dalam melakukan kegiatan penangkapan kan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga ikan, baik alat tangkap tradisional maupun alat ikan yang tidak stabil dan Upah dengan sistem bagi tangkap modern tentunya tidak lepas dari berbagai permasalahan, baik dari faktor alam maupun faktor- faktor lainnya. Seperti diungkapkan oleh Aditya. Novi Roro. Teori Pembangunan Dan Perkembangan Ekonomi http://roroadityanovi. com/2010/05/ teori-pembangunan-danperkembangan_13. di Akses pada tanggal 10 Mei 2015 Burhanuddin. jaring tangkap. http://foms. com/2011/12/jaring-angkat-liftnets. di akses pada tanggal 19 April Congge. Umar dkk. Pedoman Penulisan Skripsi STISIP Muhammadiyah Sinjai Harsojo. Pengantar Antropologi. Bandung : Penerbit Bina Cipta. Irawan. Suparmoko, 1995. Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta : Penerbit BPFE. Kusnadi. Akar Kemiskinan Nelayan. Yogyakarta : Penerbit LKiS. Michael P. Todaro. Ekonomi Pembangunan di Dunia ketiga terjemahan Mursid. Jakarta : Penerbit Balai Aksara. Pramudya. Andry. Perubahan Sosial. http://sosialsosiologi. com/2009/08/ perubahan-sosial. di akses pada tanggal 19 April 2015 Prasodjo. Haryo. 2013 Teori Pembangunan Ekonomi Adam Smith. http://haryoprasodjo. com/2013/04/teoripertumbuhan-ekonomi-adam-smith. pada tanggal 01 Februari 2015 Sadono Sukirno, 2006. Ekonomi Pembangunan Proses masalah dan dasar Kebijakan. Jakarta : Penerbit Kencana. Santoso, hendi. Semua Alat Penangkapan Ikan http://theoceanandmariner. com/20 13/10/semua-alat-penangkapan-ikan. akses pada tanggal 8 April 2015. Siswanto. Budi. Kemiskinan dan Perlawanan Kaum Nelayan. Surabaya : Penerbit Laksbang Mediatama. Sipahelut. Michel. Analisis Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Http://mfile. id/files/umum/jurna l ipb/analisis pemberdayaan mas yarakat nelayan di kecamatan%2 Bapak Haeril pada saat wawancara bahwa : AuNarekko massuki ditasAoie pasti engka masala-masala diruntu, biasa sementra majjama tiba-tiba kencang anginAoe, tassakka jaringngAoe di fasiAoe, masina masolang, biasa to deAo na mattasiAo sabaAodegaga minyakAy. Dari hasil wawancara dengan kedua informan ini, maka peneliti mengetahui bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya pendapatan masyarakat nelayan di Kelurahan Lappa. Kecamatan Sinjai Utara. Kabupaten Sinjai adalah faktor alam . Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kondisi cuaca di daerah kita silih berganti panas dan hujan disertai pula dengan Jika musim hujan telah tiba, masyarakat nelayan terkadang sangat sulit untuk mendapatkan hasil tangkapan dalam jumlah banyak dikarenakan ombak yang tinggi. KESIMPULAN Penulis dapat mengemukakan kesimpulan bahwa dari informasi serta hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Peruabahan Ekonomi Masyarakat Nelayan dari Alat Tangkap Ikan Tradisional ke Modern masih belum mengalami peningkatan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu Cuaca yang ekstrim. Pengaruh dari curah hujan dan angin terhadap aktivitas nelayan sangat tampak. Bila curah hujan tinggi, maka para nelayan akan mengurungkan niatnya pergi melaut, karena angin yang kencang mempersulit dalam mengendalikan perahu motor dan mempersulit dalam melakukan penagkapan. Kenai- DAFTAR PUSTAKA