Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 PERAN KELOMPOK GENERASI BERENCANA DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN USIA ANAK DI KECAMATAN SINTANG PADA DINAS KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN SINTANG Pether Sobian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: pethersobian@gmail. Abstract: The main topic of discussion is the Role of the Planning Generation Group in Preventing Child Marriage in Sintang District at the Family Planning Service. Women's Empowerment and Child Protection. Sintang Regency, wants to know, and describe the Role of the Planning Generation Group in Preventing Child Marriage in the Sintang District. This research method uses a qualitative descriptive research method. The subjects in this research are: . Head of the Family Planning Service for Women's Empowerment and Child Protection. Sintang Regency. Head of the Apparatus and General Affairs Subdivision of the Family Planning Service for Women's Empowerment and Child Protection. Sintang Regency. Planning Generation Group Personnel in Preventing Child Marriage in Sintang District . Community Elements in Sintang District. The data collection techniques are interviews, observations and documentation studies with data analysis using qualitative data analysis methods. The results of this research show that: The service mechanism. The service mechanism is instructed by the head of the department, passed on to the Head of Subdivision and Family Resilience Group, because GenRe is also under the Head of Youth Resilience Section down to GenRe at the Sintang Regency Family Planning. Women's Empowerment and Child Protection Service. Aspects of program outreach. through social media, such as Instagram. GenRe links and in conjunction with various activities initiated by the Sintang Regency Family Planning. Women's Empowerment and Child Protection Service. Implementation of Implemented in high schools, sub-districts and villages in Sintang Regency where good communication and coordination had previously been carried out. Evaluation of activities. Evaluate the effectiveness of socialization and aspects of program implementation, namely the achievements of activities compared to the program. Achievement of the program in activities. The conclusion is that the role of the Planning Generation Group in preventing child marriage in Sintang District at the Sintang Regency Women's Empowerment and Child Protection Family Planning Service has been running well according to the available budget. Suggestion: The aspect of socialization and implementation needs to be done more massively. Keywords: Roles. Groups. Generations. Planning. Prevention. Marriage. Age. Child Abstrak: Pokok bahasan tentang Peran Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang ingin mengetahui, dan menggambarkan Peran Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu: . Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Kasubag Aparatur dan Umum Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Personil Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Unsur Masyarakat di Kecamatan Sintang. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi dengan analisis data menggunakan metode analisis data Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa: Mekanisme pelayanannya. Mekanisme pelayanannya diinstruksikan kepala dinas, diteruskan ke Kasubbag dan Kelompok Ketahanan Keluarga, karena GenRe juga berada di bawah Kasi Ketahanan Remaja hingga ke GenRe pada Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Aspek sosialisasi program. melalui media sosial, seperti instagram, link GenRe dan bersamaan dengan berbagai kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Pelaksanaan kegiatan. Dilaksanakan di Sekolah-Sekolah Menengah Atas. Kecamatan dan desa yang Kabupaten Sintang yang sebelumnya telah dilakukan komunikasi dan koordinasi yang baik. Evaluasi kegiatan. Melakukan evaluasi tentang efektivitas sosialisasi dan pada aspek pelaksanaan program adalah capaian kegiatan dibandingkan dengan program. Ketercapaian program dalam kegiatan. Kesimpulanya bahwa Peran Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang sudah berjalan dengan baik sesuai dengan anggaran yang tersedia. Saran: Pada aspek sosialisasi dan pelaksanaan perlu dilakukan dengan lebih masif. Kata Kunci: Peran. Kelompok. Generasi. Berencana. Pencegahan. Perkawinan. Usia. Anak PENDAHULUAN Kasus kenakalan remaja sangatlah kompleks, salah satunya kasus tingginya angka perilaku seks pra nikah sehingga menyebabkan kehamilan di luar nikah. Hal ini terjadi karena perilaku remaja zaman sekarang yang tidak menjaga pergaulan dengan baik sehingga banyak yang terjerumus dalam kenakalan remaja seks pra nikah. Tingginya kasus kehamilan di luar nikah akibat perilaku pergaulan remaja yang salah dan kurangnya informasi terkait kesehatan anggapan tabu dalam mempelajari seks edukasi mengakibatkan tingginya angka pernikahan di usia anak. Pernikahan usia anak merupakan fenomena lama memunculkan problematika kehidupan dikeluarga muda yang masih belum Pernikahan usia anak juga berefek pada tingginya angka putus sekolah. Permasalahan pernikahan usia anak ini pemerintah Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sintang memiliki program menekan tingginya angka pernikahan program-program difokuskan untuk penurunan angka pernikahan usia anak ini adalah Generasi Berencana. Generasi Berencana (GenR. adalah program yang digalangkan pemerintah yang menyasar kepada para pemuda dan remaja guna menghindari FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja antara lain pernikahan usia anak dan seks pra nikah. Generasi Berencana adalah organisasi yang mempunyai tantangan cukup besar, masyarakat terkhusus anak muda dan remaja akan bahaya pernikahan usia Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional . isingkat BKKBN, ditulis bkkbn, ditulis BkkbN) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab Presiden melalui Menteri Kesehatan. BKKBN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan Pembangunan Keluarga, yang telah disahkan pada tanggal 29 Oktober 2009, berimplikasi terhadap perubahan kelembagaan, visi, dan misi BKKBN. Undang-Undang tersebut mengamanatkan perubahan kelembagaan BKKBN yang semula adalah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Dalam pemerintah daerah membentuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah. GenRe (Generasi berencan. adalah program yang dikembangkan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan kelompok sasaran program, yaitu: Remaja yang berusia 10-24 tahun Mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah. Di Kabupaten Sintang GenRe berada di Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A). Sosialisasi karena remaja perlu mengetahui efek buruk apa yang dapat dialami oleh pasangan muda atau remaja yang menikah dini. Masalah sosialisasi juga Dengan adanya program Generasi Berencana penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana regulasi yang berhubungan dengan program ini. Bagaimana Bagaimana setelah adanya sosialisasi bagaimana evaluasi program dilakukan setelah pelaksanaan dilakukan dengan Regulasi GenRe maksimal dipahami oleh generasi muda saat ini, terutama yang berhubungan dengan usia pernikahan. Generasi muda masa kini harus dapat memilih teman pergaulan dengan baik, menjaga diri agar tidak terjerumus kedalam berbagai pergaulan sesat dan berbahaya. Rata-rata pengertian dan pengalaman yang salah dalam pergaulan. Oleh karena itu penelitian ini penting untuk memberikan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 masukan kepada generasi muda agar memahami regulasi yang berhubungan dengan prasyarat menikah dalam pergaulan dan usia menikah yang diatur oleh undang-undang. Salah satu alasan mengapa regulasi tentang perkawinan dini kurang dipahami generasi muda saat ini adalah belum maksimalnya sosialisasi. Salah komunikasi yang inten dengan kaum muda, yang menjelaskan tentang dampak buruk dari pergaulan bebas dan dampak kurang sehat dari pernikahan Sosialisasi masih belum maksimal dilakukan karena sebenarnya hal ini dapat dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas. Kemitraan dengan lembaga-lembaga pendidikan belum terbangun dan belum sinergi sehingga sosialisasi ke lembagalembaga pendidikan seperti Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menegah Atas dan Perguruan Tinggi belum terlaksana dengan baik. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa usia kelompok yang menjadi sasaran GenRe adalah remaja rentang usia 13 Ae 24 tahun. Data yang diperoleh dari DKBP3A diketahui angka pernikahan anak berada pada 13. Tingginya angka pernikahan akan diketahui dari banyaknya jumlah ibu hamil yang berusia kurang dari 20 Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala DKBP3A Kabupaten Sintang diketahui bahwa ada 1. 829 ibu hamil usia kurang dari 20 tahun di Kecamatan Sintang. Pendanaan yang tersedia dalam rangka pelaksanaan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 kegiatan ini masih sangat minim yaitu berkisar antara 38 juta Ae 68 juta per Sementara kegiatannya cukup luas. Generasi Berencaran (GenR. pada DKBP3A Kabupaten Sintang didirikan pada tahun Evaluasi rangka untuk melihat seberapa jauh program ini efektif. Kendala apa yang perbaikanperbaikan yang dapat dilakukan dalam eksekusi program selanjutnya. Oleh karena itu penelitian ini mengambil Peran Kelompok Generasi Berencana (GenR. dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang. Adapun Tujuan penelitian pada proposal penelitian ini adalah untuk Peran Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang. Menurut Wasistiono, . Mekanisme adalah proses pelaksanaan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang atau beberapa orang dengan menggunakan tatanan aturan serta adanya alur komunikasi dan pembagian tugas sesuai dengan profesionalitas. Selanjutnya menurut Tanjung dan Subagjo, . mekanisme adalah cara kerja suatu alat dalam sebuah organisasi yang saling FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 berhubungan untuk menghasilkan hasil yang maksimal sehinga dapat tercapai sebuah tujuan yang telah di tetapkan. Sebagai dasar pemikiran untuk mengungkap permasalahan yang akan dibahas dalam penyusunan penelitian mendefinisikan mekanisme pelaksanaan program, agar lebih jelas mengenai pengertian mekanisme pelaksanaan program itu sendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . , mekanisme pelaksanaan berasal artinya menjalankan atau melakukan suatu kegiatan. Sedangkan menurut Joan L. Herman . alam Thoha, 2014:. mengemukakannya sebagai berikut. Ausegala sesuatu yang dilakukan oleh mendatangkan hasil atau pengaruh. Ay Lebih lengkap lagi. Hasibuan . juga mengungkapkan bahwa mekanisme pelaksanaan program adalah, suatu jenis rencana yang jelas dan konkret karena di dalamnya sudah tercantum sasaran, kebijaksanaan, prosedur, anggaran, dan melaksanakannya tertuang secara detail. Menurut Nugroho, . Pengertian sosialisasi adalah suatu rangkaian kerja alat yang dipakai untuk berhubungan dengan proses kerja, tujuannya yaitu untuk menghasilkan hasil yang maksimal dan mengurangi Menurut Gie, . alam Nugroho, 2004:. mekanisme adalah suatu interaksi bagian atau suatu dengan bagian yang lainnya pada suatu sistem pada keseluruhan untuk menghasilkan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 fungsi atau kegiatan sesuai dengan Setiap kebijakan pemerintah harus disosialisasikan pada khalayak sasaran pembangunan agar dalam implementasinya masyarakat sudah beberapa hal yang dapat menunjang Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang meliputi caracara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakat. Menurut Kumoro, . kebudayaankebudayaan kepada masyarakat yang Dari bahwa sosialisasi merupakan suatu masyarakat untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilainilai masyarkat tempat ia menjadi anggota, sehingga menjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakat. Proses membuat seseorang menjadi tau dan memahami bagaimana harus Secara sederhana sosialisasi dapat dipahami sebagai proses memperkenalkan kembali berbagai konsep dan tatanan baru yang pemerintah berdasarkan kepentingan Sosialisasi merupakan upaya mengkomunikasikan kegiatan untuk FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 menciptakan dialog dengan masyarakat dan pihak terkait tentang program atau kegiatan pemberdayaan masyarakat Proses sosialisasi manjadi sangat penting, karena akan menentukan minat atau berpartisipasi . erperan dan terliba. masyarakat yang dikomunikasikan. Melakukan Sosialisasi menyeluruh merupakan salah satu usaha dalam membantu masyarakat memahami tentang kebijakan tersebut, memahami bagaimana proses penetapan peserta, dan sebagai tempat untuk mengajukan pertanyaan seputar keluhan Dalam lingkup disiplin ilmu kebijakan publik adalah penting. Arti penting tersebut menurut Thoha . karena kebijakan publik selain dapat menentukan arah umum yang harus di tempuh untuk mengatasi isuisu masyarakat, memahami luas masalah yang di hadapi pemerintah tetapi juga dapat menentukan ruang lingkup Sebagai suatu Ausebagai serangkaian tindakan yang di pilih dan pemerintah/negara kepada seluruh anggota masyarakat yang mempunyai demi kepentingan publikAy. Dilihat dari bentuknya, kebijakan berbagai jenis. Hogwood dan Gimm . alam Suparjan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 dan Suyatno, 2013:. mencatat ada sepuluh jenis pemahaman kebijakan yang diantaranya adalah Aubentuk kebijakan berupa keputusan pemerintah dan kebijakan sebagai pengesahan formalAy. Kebijakan sebagai keputusan merupakan rancangan kegiatan atau tindakan tertentu yang diambil oleh pemerintah. Sedangkan kebijakan sebagai bentuk pengesahan formal merupakan produk perundangundangan mulai dari yang paling tinggi Undang-Undang peraturan organik pelaksana lainnya yang telah mendapatkan pengesahan secara formal dari pihak legislatif. Pelaksanaan atau implementasi sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan. Mekanisme pelaksanaan menentukan pencapaian tujuan kegiatan yang hendak Menurut Anderson . alam Amir, 2018:. Aysecara umum evaluasi dapat menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak pelaksanaan kebijakan tersebutAy. Menurut Menurut Hajaroh, . Auevaluasi adalah informasi mengenai bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif keputusanAy. Suchman . alam Mangkunegara, 2015:. memandang Auevaluasi penentuan hasil yang dicapai beberapa FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 kegiatan yang direncanakan untuk mendukung pencapaian tujuanAy. Menurut Stutflebeam . alam Akbar dan Mohi, 2018:. mengatakan Auevaluasi penggambaran proses, mencari dan memberikan informasi yang berguna untuk para pengambil keputusan dalam menentukan alternatif keputusanAy. Dari disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses kegiatan pengukuran, menilai, menganalisis terhadap program atau kebijakan untuk menentukan hasil dari tujuan yang telah ditetapkan, sebagai pedoman pengambilan langkah dimasa yang akan datang. Ada beberapa pengertian tentang program. Program melibatkan berbagai unit yang berisikan kebijakan serta rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu Dalam kamus . program adalah rencana, . program adalah kegiatan yang dilakukan dengan Menurut Amir, . program dapat dipahami dalam dua pengertian yaitu secara umum dan khusus. Pengertian program secara umum, dapat rancangan kegiatan yang akan dilakukan oleh seseorang di kemudian hari. Sedangkan pengertian program secara khusus biasanya dikaitkan dengan evaluasi yang berarti suatu kesatuan atau unit kegiatan yang merupakan implementasi atau realisasi suatu kebijakan, berlangsung dalam proses berkesinambungan dan terjadi dalam P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 sekelompok orang. Dari pengertian secara khusus ini, maka sebuah program dilaksanakan secara berkesinambungan dengan waktu pelaksanaan yang Selain itu, sebuah program tidak hanya terdiri dari suatu kegiatan namun, merupakan suatu rangkaian kegiatan yang membentuk satu sistem yang saling terkait satu sama lain dengan melibatkan lebih dari satu orang untuk melaksanakannya. Menurut Isaac dan Michael . alam Amir, 2018:36-. sebuah program harus diakhiri dengan evaluasi. Hal ini dikarenakan apakah program tersebut berhasil menjalankan fungsi sebagaimana yang telah ditetapkan Menurut mereka, ada tiga tahap rangkaian evaluasi program yaitu: menyatakan pertanyaan serta hendak diperoleh, . mencari data yang relevan dengan penelitian dan . dibutuhkan pihak pengambil keputusan untuk melanjutkan, memperbaiki atau Evaluasi program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan suatu program. Melakukan evaluasi program ialah kegiatan yang seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang telah direncanakan. METODE PENELITIAN Pembatasan keserasian/kecocokan dengan judul FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 penelitian ini. Selain itu didasarkan pula pada kemampuan akademis, keuangan. Adapun ruang lingkup penelitian ini adalah sebagai berikut: Mekanisme Pelayanan. Sosialisasi Program. Pelaksanaan Kegiatan. dan Evaluasi Kegiatan Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Moleong, . AuPenelitian deskriptif kualitatif adalah data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angkaAy. Sementara menurut Sugiyono, . penelitian deskriptif adalah. AuPenelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih . tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lainAy. Menurut Nazir, . , penelitian deskriptif adalah. Ausuatu sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarangAy. Lebih lanjut Nazir memaparkan tujuan dari penelitian Auuntuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidikiAy. Menurut Bungin, . , metode penelitian kualitatif adalah: Audata-data pada penelitian ini adalah data kualitatif, yang memberikan Maksudnya data-data yang diperoleh P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 dimaknai dan dituangkan dalam bentuk naratif kualitatifAy. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan Peran Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Melalui Subjek Penelitian ini diharapkan tersedianya data primer guna kebutuhan dalam penelitian. Subjek atau Informan kunci yang dipilih Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang Kasubag Aparatur dan Umum Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang Personil Kelompok Generasi Berencana Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang Unsur Masyarakat di Kecamatan Sintang Proses merupakan suatu proses mendapatkan data guna keperluan penelitian, karena dari teknik tersebut data-data penelitian dapat dihimpun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Wawancara . Menurut Moleong, . wawancara adalah Aupercakapan dengan tujuan tertentu. Percakapan dilakukan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang jawaban atas pertanyaanAy. Observasi . Menurut Sugiyono Observasi dibagi dalam dua yaitu. Auobservasi tidak berperan serta . on participant observatio. dan observasi. Pilihan mengumpulkan data adalah dengan non participant observation di Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang. Studi Dokumentasi . tudy Menurut Bungin, . Ausebenarnya sejumlah besar fakta dan data sosial tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasiAy. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat, catatan harian, piagam, laporan, dan sebagainya. Selanjutnya masih menurut Bungin, . Audokumen dalam arti luas termasuk laporan, foto, keputusan dan sebagainya yang bernilai data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Pemilihan lokasi penelitian di Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang ini didasarkan atas beberapa pertimbangan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Sintang, diketahui bahwa Generasi Berencana Indonesia amanah Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Rencana Pembanungan nasional program kesehatan reproduksi pembinaan ketahanan remaja dalam rangka penyiapan kehidupan keluarga bagi remaja. Dalam upaya itu maka GenRe melakukan pembinaan generasi muda untuk mendukung keluarga terencana agar dapat melaksanakan fungsi keluarga secara optimal dengan cara peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang Upaya pembinaan ketahanan dan kesejahteraan Aturan ini juga diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 87 tahun Perkembangan Kependudukan Pembangunan Keluarga. Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga. Pada pasal Peraturan Pemerintah ketahanan dan kesejahteraan keluartga dilakukan dengan cara pembentukan kelompok pembinaan Pusat Informasi dan konseling kesehatan reporoduksi Remaja/mahasiswa. Selain keberadaan GenRe Indonesia juga dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan membentuk karakter bangsa melalui revolusi mental. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 GenRe Indonesia menjadi wadah bagi remaja utuk menyongsong Indonesia Berdasarkan hasil wawancara Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, diketahui bahwa mekanisme pelayanan GenRe ini adalah program nasional yang berada dibawah Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten. Untuk Kabupaten Sintang GenRe ini berada di dalam Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Oleh karena itu, mekanisme pelayanannya diputuskan atau ditentukan oleh Kepala Dinas dan Unsur Pimpinan terkait diantaranya adalah soal dana. Artinya kegiatan GenRe sudah memiliki programnya sendiri, karena tinggal mengikuti dari pusat, namun dananya tidak selalu Mekanisme pelayanannya dimulai dari kepala dinas, diteruskan ke Kasubbag dan Kelompok Ketahanan Keluarga, karena GenRe berada didalam Berdasarkan hasil wawancara Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, diketahui bahwa mekanisme pelayanan GenRe ini memiliki dua arus Jika anggaran berasal dari dinas, maka disposisi akan diberikan oleh kepala dinas ke Kasubbag dan Kasi terkait sampai ke kelompok GenRe dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 laporan tertulis. Selanjutnya . Jika anggaran diperoleh atau datang dari GenRe kegiatan kelompok GenRe biasanya dipilih oleh keompok GenRe tersebut, dengan tetap didampingi oleh Kasi Ketahanan Remaja Dinas dan kepala dinas mendapatkan laporan kegiatan Selanjutnya masih melalui hasil wawancara dengan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang diketahui bahwa mekanisme pelayanan oleh kelompok GenRe Kabupaten Sintang tetap harus berkomunikasi dan pihak-pihak terkait, terutama pihak atau lembaga Artinya sebaik apapun aturan itu dibuat dalam rangka pelayanan publik, unsur-unsur seperti komunikasi Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubbag Aparatur dan Umum Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang Mekanisme Pelayanan GenRe, walaupun Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang yang penggerak dari kegiatan GenRe namun ada pula mekanisme yang dimulai dari kelompok GenRe itu sendiri. Hal ini ketika kelompok GenRe melalui Kepala Seksi Ketahanan Remaja Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang mengusahakan sendiri anggaran dari kegiatan yang ingin dilakukan oleh kelompok GenRe tersebut. Hal ini tetap dalam pendampingan dinas, dalam hal ini Kasi Ketahanan Remaja dan dilaporkan pelaksanaan kegiatannya ke Kepala Dinas. Berdasarkan hasil wawancara dengan unsur masyarakat yang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan ini, diketahui bahwa pihak atau kelompok koordinasi dan kesepakatan dengan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang secara intensif baru setelah segala sesuatu berjalan dengan baik dan sudah siap, kegiatan atau Berdasarkan hasil wawancara Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, diketahui bahwa sosialisasi Generasi Berencana (GenR. pada biasanya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan atau pelaksanaan Jadi antara pelaksanaan sosialisasi dan pelaksanaan program kegiatan dijadikan satu waktu dan Biasa juga sosialisasi Generasi Berencana dilaksanakan bersamaan dengan sosialisasi dari kegiatan-kegiatan lainnya dari Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Berdasarkan Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, diketahui bahwa sosialisasi Generasi Berencana (GenR. dan Kegiatan pelaksanaan program Generasi Berencana dan kegiatan lainnya dari Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang dilaksanakan di Desa Pagal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Desa Pagal Baru yang sudah ditetapkan sebagai Kampung Berkualitas (KB), maka dalam upaya pencegahan rangka untuk memenuhi keperluan pendekatan intervensi terpadu melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau Aksi gizi sesuai peruntukannya, dibentuk juga wadah yaitu Dapur Sehat (Dasha. Pelaksanaan Generasi Berencana dalam bentuk seminar kepada remaja dan pemuda agar mereka memahami resiko pernikahan dini dan pergaulan bebas. Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Program disatukan seperti penjelasan di atas oleh Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang merupakan strategi dalam penghematan anggaran agar program yang sudah disusun dapat dilaksanakan. Guna dapat memahami kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Kabupaten Sintang bersama Generasi Berencana (GenR. Kabupaten Sintang maka dapat dilihat pada tabel yang ada di bawah ini. Tabel 4. Kegiatan Sosialisasi GenRe Kabupaten Sintang Jenis Kegiatan Sosialisasi KB dan Rumah Dataku Launching Dashat (Dapur Seha. serta sosialisasi Gerakan Generasi Berencana tentang hidup sehat di masa Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Generasi Muda Kreatif. Pencegahan pemakaian narkoba obat-obat terlarang, menjauhi kehidupan malam dini diantara kaum Generasi Muda Kreatif. Pencegahan pemakaian narkoba obat-obat terlarang, menjauhi kehidupan malam dini diantara kaum SMA-SMA Negeri di Kota Sintang SMA-SMA Swasta di Kota Sintang November Tempat Tanggal Kegiatan April 2022 Maret Sumber: Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Juli 2024 Berdasarkan data yang ada pada tabel di atas diketahui bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh Generasi Berencara (GenR. Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang telah dilakukan dengan baik dibeberapa tempat, baik itu di kecamatan maupan di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kota Sintang. Berdasarkan hasil wawancara Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan GenRe disesuaikan dengan program-program yang telah disusun. Program-program yang telah ada Program Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan Generasi Muda. Pencegahan Remaja Menikah Dini. Pernikahan Anak. Akibat-akibat Negatif Pergaulan Bebas. Narkoba. HIV/AIDS. Program-program inilah yang dilaksanakan jika anggaran pelaksanaannya memadai. Setiap tahun selalu ada dana kegiatan, hanya saja tidak selalu cukup untuk pelaksanaan semua kegiatan tersebut, oleh karena itu dipilih program yang sesuai dengan Generasi Berencana (GenR. pada 12 April 2022 melaksanakan Kegiatan Pertemuan Kelompok Kerja Kampung KB dan Rumah Dataku sekaligus Launching Dashat (Dapur Seha. serta sosialisasi Gerakan Generasi Berencana tentang hidup sehat di masa muda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pagal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Desa Pagal Baru Kampung Berkualitas (KB), maka dalam upaya pencegahan atau percepatan rangka untuk memenuhi keperluan pendekatan intervensi terpadu melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau Aksi gizi sesuai peruntukannya perlu dibentuk suatu wadah yaitu Dashat. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 Generasi Berencana kepada remaja dan pemuda agar mereka memahami resiko pernikahan dini dan pergaulan bebas. Atas dasar tersebut maka Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang sosialisasi kepada generasi muda di Desa Pagal Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Berdasarkan dengan Kasubag Aparatur dan Umum Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang. Generasi Berencana (GenR. pada 10-13 Maret melaksanakan Kegiatan Sosialisasi ke Sekolah-Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sintang Kota, dengan materi: Menjalani Hidup Sehat dengan Menjauhi Pergaulan Bebas. Narkoba Pernikahan Dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN Nomor 01 Sintang. SMAN Nomor 02 Sintang. SMAN Nomor 03 Sintang. SMA S Panca Setya Sintang. Sosialisasi upaya pencegahan pergaulan bebas diantara generasi muda, pencegahan pemakaian narkoba dan obat-obat terlarang, menjauhi kehidupan malam dan perkawinan dini diantara kaum Sosialisasi ini dianggap penting karena anak-anak SMA adalah generasi muda harapan bangsa yang harus dijaga yang kelak menjadi pemimpin dan penerus pembangunan Indonesia dan Sosialisasi ini dilaksanakan dalam bentuk seminar dan diikuti oleh P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 mayoritas siswa-siswi dari Sekolah Menengah Atas yang dimaksud. Guna dapat memahami kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang bersama Generasi Berencana (GenR. Kabupaten Sintang maka dapat dilihat pada tabel yang ada di bawah ini. Tabel 4. Kegiatan Sosialisasi GenRe Kabupaten Sintang Jenis Kegiatan Sosialisasi Rumah Dataku Launching Dashat (Dapur Seha. serta Gerakan Generasi Berencana hidup sehat Tempat Keterangan Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Anggota GenRe program GenRe Waktu Kegiatan April Sosialisasi Generasi Muda Kreatif. Pencegahan dan obatobat malam dan SMASMA Negeri di Kota Sintang Ketua GenRe Kab Sintang Pemateri Menggunakan Media Sosial Media Pembelajaran Maret Sosialisasi Generasi Muda Kreatif. Pencegahan SMASMA Swasta di Kota Sintang Dua Pengurus GenRe Kab Sintang menjadi Pemateri dengan Meningkatkan Pengetahuan dan November FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 dan obatobat malam dan Keterampilan bersama GenRe Kabupaten Sumber: Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Juli 2024 Berdasarkan data yang ada pada tabel di atas diketahui bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh Generasi Berencara (GenR. Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang telah dilakukan dengan baik dibeberapa tempat, baik itu di kecamatan maupan di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kota Sintang. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang diketahui bahwa evaluasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Generasi Berencana (GenR. Kabupaten Sintang dilaksanakan oleh Forum Kepengurusan GenRe Kabupaten Sintang didampingi oleh Kasubbang Aparatur dan Umum atau Kasi Ketahanan Remaja Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Hal-hal yang di evaluasi adalah sebagai berikut: Kuantitas dan kualitas sosialisasi. Berapa dilaksanakan? Media apa saya yang P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Seberapa Pelaksanaan kegiatan. Evaluasi yang dilakukan dalam konteks pelaksanaan kegiatan adalah: Apakah capaian kegiatan sesuai dengan program? Apa saja kekurangan atau hambatannya? Apa saja strategi yang harus diambil untuk pelaksanaan kedepan agar lebih baik? Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubag Aparatur dan Umum Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang diketahui bahwa evaluasi dilakukan di internal forum generasi berencana Kabupaten Sintang didampingi oleh Kasubbag Aparatur dan Umum atau dari Kasi Ketahanan Remaja Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus Generasi Berencana (GenR. Kabupaten Sintang tentang evaluasi kegiatan diketahui bahwa. pelaksanaan oveluasi diserahkan kepada Generasi Berencana (GenR. Kabupaten Sintang untuk melaksanakannya secara mandiri, namun tetap didampingi oleh pihak Dinas (DKBP3A) Kabupaten Sintang. Seperti dikatakan oleh salah satu personil Generasi Berencana Kabupaten Sintang bahwa: AKami diajar untuk mandiri dalam berorganisasi dan melakukan semua aktivitas GenRe Kabupaten Sintang dengan mandiri pula, tentu dengan tetap didampingi FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 oleh pihak Dinas (DKBP3A) Kabupaten SintangAy. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian pada bab iv, maka kesimpulan pada bab v ini untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini yaitu: Bagaimanakah Peran Kelompok Generasi Berencana dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Kecamatan Sintang pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang? Aspek Mekanisme Pelayanan. Mekanisme Kasubbag Kelompok Ketahanan Keluarga, karena GenRe juga berada di bawah Kasi Ketahanan Remaja hingga ke GenRe Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Aspek Sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan melalui media sosial, seperti instagram, link GenRe dan bersamaan dengan berbagai kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang. Aspek Pelaksanaan Program. Dilaksanakan di Sekolah-Sekolah Menengah Atas. Kecamatan dan desa yang Kabupaten Sintang yang komunikasi dan koordinasi yang baik. Aspek Evaluasi. Melakukan evaluasi tentang efektivitas sosialisasi dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pada aspek pelaksanaan program Ketercapaian Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian ini maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Aspek Mekanisme Pelayanan. Sudah cukup baik, hanya saja masih dapat Aspek Sosialisasi Program. Dilakukan menggunakan media sosial facebook dan media sosial lainnya serta kunjungan ke SMA-SMA. Sekolah Tinggi dan Universitas. Aspek Pelaksanaan Program. Lebih besar lagi anggaran yang dapat disediakan atau dianggarkan agar pelaksanaan program tidak terbentur karena alasan pendanaan. Aspek Evaluasi. Sudah cukup bagus, hanya saja evaluasi dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok sasaran. DAFTAR PUSTAKA