INFOKES. VOL 12 NO 2. SEPTEMBER 2022 p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 Tingkat Ketaatan Masyarakat dalam Melaksanakan Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 di Kota Samarinda Kalimantan Timur 1Nova Hariani, 2Wafif Azizah*, 3An Nissa Falaq Qurrahmah, 4Nur Ulmi, 5Olivia Yolanda Lawono, 6Rizka Shofiyya Ramadhani, 7Imam Rosadi 1,2,3,4,5,6,7 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Mulawarman Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Bahan Alam dan Hutan Tropika Lembap (PUI-PT OKTAL) * azizahwafif@gmail. Abstrak Corona virus disease 2019 (COVID-. merupakan penyakit yang berasal dari virus Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-. Virus ini menyerang saluran pernapasan manusia dan disertai gejala awal seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hingga hilangnya indera perasa atau COVID-19 hingga saat ini masih menjadi pandemi di berbagai negara termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai upaya untuk mencegah penularan virus dimulai dari penerapan protokol kesehatan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak awal kemunculan kasus positif COVID-19 pada tahun 2020. Pemerintah Kota Samarinda ikut serta dalam melaksanakan kebijakan protokol kesehatan meliputi 5M (Memakai masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. Menjauhi kerumunan, dan Membatasi mobilitas dan interaks. dan PSBB hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui tingkat ketaatan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 di Samarinda. Penelitian ini dilakukan melalui survei digital menggunakan Googleform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat wilayah kota Samarinda menunjukkan adanya peningkatan dalam hal menerapkan protokol kesehatan yang dibuktikan dengan kesadaran untuk mencuci tangan, dan penggunaan Hand sanitizer. Namun, dalam hal menjaga jarak dan isolasi mandiri masyarakat masih belum memiliki kesadaran tinggi yang mengakibatkan adanya peluang terciptanya klaster baru sebagai akibat penularan virus yang tidak dapat dihindari. Kata kunci: COVID-19. Pandemi. Pengetahuan Masyarakat. Physical Distancing. Samarinda Abstract Corona virus disease 2019 (COVID-. is a disease that caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome CoronaVirus 2 (SARS-CoV-. This virus attacks the human respiratory tract and accompanied by initial symptoms such as fever, cough, sore throat, even losing of sense, taste or smell. COVID-19 is still a pandemic in various countries including Indonesia so far. The Indonesian government has implemented various efforts to prevent the transmission of the virus, starting with the implementation of health protocols to maintain personal and environmental hygiene with Large-Scale Social Restrictions since the first positive cases of COVID-19 in 2020. The Samarinda City Government participated in implementing health protocols policies cover Testing. Tracing, and Treatment . T). Large Scale Social Restrictions, and higher level of social restrictions . This study will research the level of community compliance in implementing Health protocols during the COVID-19 pandemic in Samarinda. This research was conducted through a digital survey using Googleform. The results show that Samarinda citizens has an increase on the application of health protocols as evidenced by the awareness of washing hands and using Hand sanitizer. However, in maintaining distance and self isolation, the community still does not have high awareness enough that has a potential to create new cluster by the opportunities of virus tranmission. Keywords: COVID-19. Pandemic. Public Knowledge. Physical Distancing. Samarinda PENDAHULUAN Penyakit Corona virus disease 2019 (COVID-. pertama kali ditemukan pada bulan Desember 2019 di Wuhan. China yang disebabkan oleh (SARS-CoV-. (Otylora, 2. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa COVID-19 telah menjadi pandemi dan tersebar ke seluruh dunia pada bulan Maret 2020 dan menyatakan bencana global kesehatan di seluruh dunia karena telah menyebabkan ribuan pasien meninggal dalam waktu yang singkat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus melalui penerapan protokol Pada studi ini, hubungan antara menerapkan protokol kesehatan dibandingkan dengan kasus positif di berbagai wilayah Samarinda. Luaran data diharapkan dapat memetakan kasus COVID-19 di Samarinda terhadap hubungannya dengan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 12 NO 2. SEPTEMBER 2022 TINJAUAN PUSTAKA Virus corona (SARS-SoV-. pertama kali masuk ke Indonesia dilaporkan pada bulan Maret 2020 kemudian penderitanya terus meningkat hingga Juli 2021(Hastangka, 2. Virus corona adalah virus yang menyerang saluran pernapasan manusia dengan menginfeksi saluran pernapasan melalui sel epitel dan mukosa saluran napas sebagai target awal, pernapasan atau kerusakan organ . Menurut karakteristik serotipe dan genotipe, virus corona terbagi dalam subfamili termasuk , , dan . Virus corona yang menyebabkan COVID-19 dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok beta coronavirus, yang mirip tetapi tidak identik, dengan SARS-CoV dan Middle East Respiratory Syndrome-associated Coronavirus (MERSCoV) . Upaya untuk menekan penyebaran virus corona telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia meliputi himbauan hingga peraturan daerah dan pusat (Levani et al. , 2. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan salah satu bentuk pembatasan mobilitas manusia untuk mencegah penyebaran virus pada awal masa pandemi. Pemerintah Indonesia juga menginstruksikan protokol kesehatan seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta social distancing . aga jara. di berbagai daerah untuk memutus rantai penyebaran virus (Rizky A et al. , 2. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, per 31 Maret yakni hampir satu bulan setelah kasus positif pertama diketahui pasien COVID-19 meningkat hingga 1528 kasus positif. Kasus COVID-19 ini tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan bahkan masih terus bertambah jumlahnya hingga saat ini (Etikasari et al. , 2. Salah satu Provinsi di Indonesia yaitu Kalimantan Timur diketahui mengalami lonjakan kasus baru dengan total pasien yang dikonfirmasi positif mencapai angla 132. 280 di bulan Agustus 2021 (Pemprov Kaltim, 2. Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur yang padat penduduk serta menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan menerapkan upaya pencegahan dan penurunan angka COVID-19 (Jurnal et al. , 2. Namun, upaya preventif yang dilakukan pemerintah tidak maksimal dalam menekan angka penyebaran Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kasus di Kota Samarinda yaitu total kasus positif mencapai angka 19. 274 kasus per 1 Agustus 2021 (Pemprov Kaltim, 2. Oleh karena itu, perlu diketahui hubungan respons atau perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Kota Samarinda. p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 METODE Responden Seluruh responden berasal dari wilayah di Kota Samarinda yang terdiri dari laki-laki dan Usia responden yaitu diatas 17 tahun . sia remaja ke dewas. Data penelitian ini disajikan berdasarkan kesediaan responden untuk keperluan publikasi. Kuisioner Kuisioner ini merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Clements. Shahin & Hussien, 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 Juli 2021 hingga 4 Agustus 2021. Data penelitian disajikan berdasarkan atas kesediaan responden untuk keperluan publikasi secara sadar dan tanpa adanya paksaan. Pertanyaan pada kuisioner Perilaku Kesehatan COVID-19 . encuci tangan, memakai handsanitizer, menjaga jarak, menggunakan maske. Peluang Terpapar COVID-19 . okasi dan tingkat kesakita. Gejala yang mungkin dirasakan . akit kepala, demam, nyeri badan, kelelahan, sakit pada leher, kurang tidur, kehilangan selera makan, batuk, sakit pada tenggorokan, hidung tersumbat dan masalah pada pernapasa. Hal yang mempengaruhi saat terpapar COVID-19 . empengaruhi kemampuan untuk bangun dari tempat tidur, menyiapkan makanan, rutinitas harian, meninggalkan rumah, berkonsentrasi, dan menyelesaikan Hal yang dirasakan saat terpapar COVID-19 . udah marah, tidak berdaya, khawatir. Reaksi kerabat/teman jika ada yang terpapar COVID-19 . embuat mereka khawatir, menjadi beban, membatasi hidup orang lain, perlu bergantung pada orang lain, tidak bisa mengurus orang yang bergantung dengan dirinya, menyebarkan infeksi kepada orang Derita yang dirasakan jika terpapar COVID19 . enderita secara finansial, hubungan pribadi, makanan dan perumaha. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini dilakukan oleh responden yang berasal dari wilayah di Kota Samarinda yang berkaitan dengan demografi responden, perilaku kesehatan, peluang untuk terpapar Covid-19, gejala yang mungkin dirasakan jika terpapar Covid-19, hal yang mempengaruhi kemampuan saat terpapar Covid-19, hal yang diraskan saat terpapar Covid-19, reaksi kerabat, teman dan tetangga jika ada yang terpapar Covid-19 dan derita yang dirasakan jika terpapar Covid-19 yang ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 2. Tabel 3, dan Tabel 4 secara berturut-turut Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 12 NO 2. SEPTEMBER 2022 Demografi Responden Sebanyak 55 orang responden dari berbagai wilayah di Samarinda telah ikut serta dalam penelitian ini. Partisipan yang mengisi survei rata-rata berusia 23 tahun, sebagian besar partisipan merupakan mahasiswa dan domisili terbanyak terdapat pada wilayah Samarinda Kota. Perilaku Kesehatan Hasil survei menunjukkan bahwa reponden cenderung mencuci tangan lebih dari 7 kali dalam satu hari . %), kemudian mencuci tangan sebanyak 5-7 kali . %), 2-4 kali . %), dan 0-1 kali . %). Pandemi juga meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk mencuci tangan . %) dari seluruh responden. Penggunaan hand sanitizer 24 kali dalam satu hari menjadi salah satu cara p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 responden untuk mencegah terpapar virus . %) dan meningkatkan kebiasaan dalam penggunaan hand sanitizer . %). Responden juga aktif dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak . %), demikian pula halnya dengan perilaku menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut . %). Sebanyak 27 responden . %) mengaku mengerti dan melaksanakan etika ketika batuk/bersin yaitu menutup mulut/hidung dengan siku tertekuk atau menggunakan tisu. Perilaku penggunaan desinfektan pada permukaan benda yang disentuh juga dilakukan sebagian responden . %). Seluruh data perilaku kesehatan ini ditampilkan pada tabel 2. Tabel 1. Karakteristik Demografi Responden Karakteristik n = 55 Umur Rata-rata Median 21 . Tempat tinggal n (%) Samarinda Sungai Kunjang Sungai Pinang Palaran 3 . Sambutan 5 . Loa Janan Ilir Pekerjaan n (%) Mahasiswa Dosen Karyawan 3 . Apoteker 1 . Videografer 1 . Lainnya 2 . Tabel 2. Perilaku Kesehatan (Perbandingan Perilaku Norma. Mencuci tangan Peningkatan cuci tangan Tidak meningkat Sedikit meningkat Cukup meningkat Sangat meningkat Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 1 . INFOKES. VOL 12 NO 2. SEPTEMBER 2022 p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 Penggunaan Handsanitizer Peningkatan penggunaan Handsanitizer Tidak meningkat Sedikit meningkat Cukup meningkat Sangat meningkat Menjaga jarak Tidak meningkat Sedikit meningkat Cukup meningkat Sangat meningkat Menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Tidak meningkat Sedikit meningkat Cukup meningkat Sangat meningkat Upaya menutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk/ tisu ketika batuk/bersin Tidak meningkat Sedikit meningkat Cukup meningkat Sangat meningkat Menigkatkan proteksi dengan desinfektan/ mencuci permukaan yang telah disentuh Tidak meningkat Sedikit meningkat Cukup meningkat Sangat meningkat Peluang Terpapar COVID-19 Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa sebanyak 34,5 % responden menyatakan peluang Hampir [%] Peluang terpapar COVID-19 Peluang menjadi sakit parah karena COVID19 terpapar COVID-19 pada tingkatan sedang, demikian halnya dengan peluang menjadi sakit parah karena COVID-19 . ,9%). Tabel 3. Peluang Terpapar COVID-19 Sangat Kecil Sedang Besar [%] [%] [%] [%] Sangat [%] Yakin [%] Gejala yang Mungkin dirasakan Jika Terpapar COVID-19 Responden mungkin akan merasakan gejala yang sedikit menyakitkan yaitu sakit kepala . ,1%), demam . ,5%), sakit leher . ,7%), kurang tidur . ,4%), dan kehilangan selera makan . ,7 %). Gejala dengan tingkat yang cukup menyakitkan bagi responden ketika terpapar COVID-19 adalah kelelahan . ,6%), nyeri badan . ,1%), batuk . ,7%), sakit pada tenggorokan . ,5%), dan masalah pernapasan . ,6%). Gejala hidung tersumbat menjadi gejala yang dinilai sangat menyakitkan bagi responden . ,3%). Data responden terkait gejala yang mungkin dirasakan ketika terpapar COVID-19 disajikan pada Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 12 NO 2. SEPTEMBER 2022 Sakit kepala Demam Nyeri badan Kelelahan Sakit leher Kuramg tidur Kehilangan selera makan Batuk Sakit pada Hidung Masalah p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 Tabel 4. Gejala Yang Mungkin Dirasakan Jika Terpapar COVID-19 Tidak sama Sedikit Cukup Menyakitkan [%] [%] [%] [%] Sangat Menyakitkan [%] Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah Samarinda mengalami peningkatan yang cukup dalam hal menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar partisipan memiliki kebiasaan mencuci tangan yang cukup sering dilakukan dan terjadi peningkatan pada penggunaan hand sanitizer serta perilaku lainnya seperti menjaga jarak, menutup hidung dan mulut menggunakan siku tertekuk atau tisu saat batuk atau bersin serta mengurangi tindakan menyentuh mata, hidung, dan mulut. Namun, perilaku pencegahan dengan menggunakan desinfektan atau mencuci permukaan yang disentuh belum mengalami peningkatan yang signifikan oleh masyarakat Samarinda. Menurut (Agustini,2020, n,d,) perilaku penerapan protokol kesehatan yang diketahui paling dominan dilakukan yaitu mencuci tangan. Namun, perlu dikaji lebih lanjut apakah penerapan perilaku ini sebagai langkah kesadaran masyarakat atau hanya sebagai bentuk mematuhi aturan pemerintah karena jika demikian, maka upaya ini akan menjadi tidak Berdasarkan hasil survei, masyarakat di Samarinda menilai bahwa peluang untuk terpapar dan mengalami gejala sakit parah akibat terpapar COVID-19 berada pada tingkat penularan yang sedang. Hal ini perlu ditingkatkan mengingat persebaran dan laju penularan COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sangat tinggi. Oleh karena itu, pengingkatan pengetahuan masyarakat terkhusus dalam hal pencegahan transmisi penyebaran virus harus dikembangkan lebih luas sebagai upaya preventif penularan virus (Law et al, 2. Dengan mewujudkan edukasi yang baik dan terarah seseorang akan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sehingga dapat menindaklanjuti masalah yang ada dengan lebih baik (Purnamasari & Ell Raharyani, 2. Berdasarkan hasil survei, masyarakat wilayah Samarinda menilai bahwa peluang gejala yang dapat dirasakan apabila terpapar virus COVID-19 rataAerata berada pada tingkatan sedikit dan cukup menyakitkan kecuali pada kemungkinan akan sangat menyakitkan. Menurut (Jiang et al, 2. , diketahui bahwa dalam suatu studi klinis, pasien COVID-19 meliputi gejala seperti demam sebanyak lebih dari 90 %, batuk sebanyak 75 %, serta dispnea mencapai 50 %. Jika dibandingkan dengan data survei, menurut (Yanti et al, 2. , sebagian masyarakat masih menganggap bahwa COVID19 bukan merupakan penyakit yang berbahaya dan dianggap sama seprti flu pada umumnya. Berdasarkan hasil survei, masyarakat wilayah Samarinda menilai bahwa beberapa hal tidak mempengaruhi kemampuan saat terpapar COVID-19 diantaranya mudah marah, frustasi Menurut (Agung, 2. pandemi COVID-19 memicu perubahan signifikan dalam setiap aspek. Secara psikologis, penebaran informasi mengakibatkan ketakutan, kecemasan, dan kepanikan dengan cepat di seluruh dunia. Berdasarkan hasil survei, aktivitas rutin sehari-hari sangat mempengaruhi ketika terpapar COVID-19 misalnya dalam hal meninggalkan Menurut (Syadidurrahmah et al, 2. , pada kondisi yang ada di lapangan sebagian besar masyarakat masih mengadakan pertemuan atau perkumpulan. Hal tersebut merupakan hasil dari faktor yang melatar belakangi perilaku menjaga jarak sebagai peraturan yang diterapkan selama pandemi. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 12 NO 2. SEPTEMBER 2022 KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 cukup meningkat hal ini dapat dilihat dari peningkatan kesadaran diri dalam mencuci tangan sebanyak 47%, penggunaan hand sanitizer sebanyak 32%, dan kesadaran diri untuk menjaga jarak dan tidak berada dalam tempat yang berkerumun yaitu sebanyak 44%. Namun, edukasi terkait COVID19 masih perlu dilakukan untuk menekan angka responden yang masih belum sadar akan pentingnya menjalankan protokol Kesehatan. DAFTAR PUSTAKA