JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 213 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Penerapan Strategi Open Ended Learning pada Mata Pelajaran Fisika dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik SMAN 2 Takalar Nurcahyana Pattahuddin Prodi Pendidikan Fisika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Makassar JL. Sultan Alauddin No. 259 Makassar E-mail: nurcahyanapatta@yahoo. Abstrak Ae Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mengetahui penerapan strategi open ended learning yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika peserta didik kelas XII SMAN 2 Takalar. Penelitian ini ada dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar peserta didik digunakan tes hasil belajar fisika sebanyak 15 item yang berbentuk Essay test pada pokok bahasan AuGelombang berjalan, gelombang cahaya dan gelombang bunyiAy dan untuk data aktivitas belajar peserta didik digunakan lembar observasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA 1 SMAN 2 Takalar sebanyak 32 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I skor rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 63,88 dengan persentase jumlah peserta didik dalam kategori tinggi sebesar 25,00% sedangkan pada siklus II skor rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 78,69 dengan persentase jumlah peserta didik dalam kategori tinggi sebesar 81,25%. Untuk hasil penelitian pada aktivitas belajar peserta didik untuk setiap pertemuan dari siklus I mencapai skor 48. 96, 49. 31%, 52. 08%, 45. 31%, dan 52. 43% dengan rata-rata 49. sedangkan untuk siklus II mencapai skor 40. 97%, 66. 67%, 68. 12%, 64. 97%, dan 67. 36%, dengan ratarata 61. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas XII IPA SMAN 2 Takalar dapat ditingkatkan melalui penerapan strategi open ended learning. Kata kunci: Open Ended Learning. Aktivitas Belajar. Hasil Belajar Fisika Abstract Ae This research is a classroom action research which was aimed to observe about the using of Open Ended Learning Strategy in improving studentsAo activity and achievement of third grade students of SMAN 2 Takalar. This research consisted of two cycles. Each cycle had four stages. those are planning stages, taking action, observation/evaluation and reflection. In collecting the data about the achievement of the students, the researcher used 15 items of Essay Test about Walking Waves. Light Waves and Sound Waves. Besides, in collecting the data about the activity of the students the researcher used observation After that, the collected data was analyzed by using quantitative and qualitative analysis. The subject of the research was 32 students from the third grade students (XII IPA . of SMAN 2 Takalar. The result showed that in cycle I the average score of the students achievement was 63. 88 with the amount of the students percentage was 25. 00%, while in the cycle II the average score of the students achievement 69 with the amount of the students percentage was 81,25%. Meanwhile, the result of the students activity of Cycle I was 48. 96%, 49. 31%, 52. 08%, 45. 31% and 52. 43% with the average score was 49,62%. Differently, the result of the students activity of Cycle II was 40. 97%, 66. 67%, 68. 12%, 64. 97% and 67. 36%, with the average score was 61. As the result, the conclusion of this research is Open Ended Learning Strategy can improve studentsAo activity and achievement. Keywords: open ended learning, learning activity, physics learning outcomes JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 214 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 sekolah masih menggunakan pendekatan PENDAHULUAN tradisional atau mekanistik. Seorang pendidik Salah satu ilmu yang harus dipelajari di jenjang pendidikan adalah Fisika. Fisika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari gejala alam dan menerangkan bagaimana gejala tersebut terjadi. Fisika tidak hanya berisi teori-teori atau rumus-rumus untuk dihafal tetapi juga berisi konsep yang harus dipahami secara mendalam. Faktanya peserta didik di sekolah saat mempelajari fisika lebih memahami konsep. Tumbuhlah paradigma dalam diri peserta didik bahwa fisika itu sulit, dikarenakan rumusnya yang terlalu banyak. Paradigma inilah yang kemudian membuat minat dan motivasi belajar seorang peserta didik menjadi berkurang. Sehingga peserta didik menjadi pasif saat proses pembelajaran. Proses mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran sesuai dengan materi yang Pembelajaran di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara pendidik, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasarana. Pendidik mempunyai tugas untuk memilih pendekatan, model dan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan. dilakukan pada saat magang di sana, sistem evaluasi hanya mengejar solusi namun memberikan contoh dan latihan. Di sisi lain peserta didik berfungsi seperti mesin, mereka latihan yang diberikan pendidik. Saat pendidik menerangkan pelajaran, memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Mereka hanya mencatat, meskipun tidak memahami apa yang mereka catat. Tugastugas yang diberikan tidak dikerjakan atau tidak sempurna diselesaikan dengan alasan tidak mengerti, karena soalnya tidak sama dengan contoh soal yang diberikan pendidik. Apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, maka hanya 1 atau 2 orang saja peserta didik yang berani bertanya karena merasa malu dan takut Aktivitas peserta didik tidak mau mengacungkan Padahal ada di antara mereka yang tahu dengan jawaban pertanyaan yang diajukan. Setiap pembelajaran juga peserta didik pengetahuan mereka melalui pengalaman dan peran aktifnya dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang telah secara aktif mengajarkan fisika kemudian Proses pembelajaran fisika di Berdasarkan observasi berikutnya di sekolah, peserta didik masih mendominasi dalam proses pembelajaran maka diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan agar peserta didik menjadi aktif JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 215 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 dan hasil belajar mereka juga bisa meningkat. belajar mereka. Rendahnya hasil belajar Pada saat melakukan wawancara dengan peserta didik karena kurangnya aktivitas pendidik mata pelajaran fisika diperoleh bahwa hasil belajar fisika di SMA Negeri 2 Takalar diharapkan atau belum optimal. Berdasarkan data tersebut hasil Berdasarkan wawancara dengan salah belajar fisika peserta didik di SMA Negeri 2 satu pendidik, juga diketahui bahwa peserta Takalar tergolong rendah, pendidik telah berusaha meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik dengan memberikan tugas-tugas memerlukan proses berpikir. Pada materi atau pekerjaan rumah tapi masih belum bisa gelombang berjalan salah satu contoh kasus- meningkatkan hasil belajar fisika peserta kasus y= A sin (OtAk. ketika peserta didik diberi soal dengan persamaan y = 0,5 sin Berdasarkan uraian dan fakta diatas, . AtAe2A. m tentukanlah frekuensi dan maka penulis berinisiatif untuk melakukan periode gelombang!. Mereka masih bingung penelitian tentang AuPenerapan strategi Open menentukan rumus apa yang harus mereka Ended Learning pada mata pelajaran fisika gunakan karena yang diketahui hanya berupa dalam upaya meningkatkan aktivitas dan Hal itu juga didukung dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas XII penyajian masalah yang hanya closed ended. SMA Negeri 2 TakalarAy. Permasalahan yang diberikan didesain sedemikian rupa sehingga hanya memiliki satu jawaban ataupun hanya memiliki satu penyelesaian masalah. Data yang diperoleh peneliti bahwa peserta didik di SMA Negeri 2 Takalar pada mata pelajaran fisika 3 tahun terakhir ini nilai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) adalah 75. Salah satu kelas terdiri dari 33 peserta didik, pada Penilaian Harian mata pelajaran fisika hanya kurang lebih 6 orang yang tuntas. Presentasi ketuntasan belajar di kelas tersebut hanya 18,18%, dan presentasi ketidaktuntasan 81,81%. Sehingga 27 peserta didik yang tidak tuntas harus mengikuti remedial untuk memperbaiki hasil II. LANDASAN TEORI Aktivitas Belajar Menurut Sardiman . , bahwa yang dimaksud dengan aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun Dalam aktivitas itu harus terkait. Sebagai contoh Banyak jenis aktivitas peserta didik yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah. Aktivitas peserta didik tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 216 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 lazim terdapat di sekolah-sekolah tradisional. Hasil Belajar Fisika dikutip dalam Menurut Purwanto . bahwa Sardiman . 1: . , membuat suatu daftar hasil belajar adalah perubahan perilaku 177 macam kegiatan peserta didik yang mahasiswa akibat belajar. Perubahan perilaku antara lain digolongkan sebagai berikut: disebabkan karena dia mencapai pengusahaan Visual Activities, yang termasuk di atas sejumlah bahan yang diberikan dalam Paul B. Diedrich yang proses belajar mengajar. Pencapaian itu didasarkan atas tujuan pengajaran yang telah percobaan, pekerjaan orang lain. Hasil belajar adalah hasil akhir Oral Activities, seperti: menyatakan, setelah mengalami proses belajar, perubahan merumuskan, bertanya, memberi saran, itu tampak dalam perbuatan yang dapat mengeluarkan pendapat, mengadakan diamati dan dapat diukur. Menurut Sudjana . Hasil belajar wawancara, diskusi, interupsi. Listening Activities, diskusi, music, dan pidato. Writing Activities, dimiliki siswa setelah menerima pengalaman Hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui ujian kuesioner/angket, angket, menyalin. aspek kognitif dan psikomotor diperoleh Drawing Activities, 2012:. Motor Activities, yang termasuk di Strategi Open Ended Learning (OEL) Menurut Informasi menggambar, membuat grafik, peta. Majid (Mardapi, . percobaan, membuat konstruksi, model adalah suatu pola yang direncanakan dan diterapkan secara sengaja untuk melakukan Mental Activities. Kemudian pembelajaran adalah suatu konsep dari dua dimensi kegiatan . elajar mengaja. yang memecahan soal, menganalisis, melihat harus direncanakan dan diaktualisasikan, hubungan, mengambil keputusan. serta diarahkan pada pencapaian tujuan atau Emotional Activities, seperti misalnya, menaruh minat, merasabosan, gembira, indikatornya sebagai gambaran hasil belajar. kemampuan-kemampuan menulis cerita, karangan, percakapan, bersemangat, bergairah, berani, tenang. Penulis strategi pembelajaran dari beberapa ahli JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 217 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 bahwa strategi pembelajaran suatu rencana tindakan . angkaian kegiata. Meminta siswa untuk menyajikan hasil yang termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau i. METODE PENELITIAN kekuatan dalam pembelajaran. Pendekatan Open ended merupakan Rangcangan Penelitian Jenis Penelitian penyajian masalah-masalah yang bersifat Penelitian ini adalah penelitian tindakan terbuka, yaitu masalah yang diformulasikan kelas (Classroom Action Reseac. Tindakan yang diberikan pada penelitian ini adalah dan/atau penerapan strategi pembelajaran Open Ended masalah-masalah Learning tahapan-tahapan memiliki lebih dari satu jawaban benar perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dengan lebih dari satu cara penyelesaian dan evaluasi, serta refleksi. mSecara skematis (Shimada. Menurut . Huda Pembelajaran terbuka atau sering disebut Kemmis McTaggart dengan model spiral (Hopkins, 2007 : . dengan istilah Open-Ended Learning (OEL) individu/siswa dibangun dan dicapai secara Sementara itu langkah-langkah yang perlu diambil oleh guru dalam OEL adalah Menghadapkan siswa pada problem bagaimana siswa sampai pada sebuah Membimbing siswa untuk menemukan Gambar 1. Spiral Penelitian Tindakan (Didasarkan pada Kemmis dan McTaggar. pola dalam kontruksi permasalahannya Lokasi penelitian bertempat di SMA Membiarkan masalah dengan berbagai penyelesaian dan jawaban yang beragam. Negeri 2 Takalar Tahun Ajaran 2017/2018. Adapun subjek penelitian yaitu siswa kelas XII IPA 1 yang berjumlah 32 orang, yang JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 218 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 terdiri dari 10 orang laki-laki dan 22 orang Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan, dilakukan peneliti Faktor-faktor yang diselidiki adalah dengan meminta bantuan observer untuk sebagai berikut: mengamati terhadap pelaksanaan tindakan Faktor proses, yaitu penerapan strategi dengan menggunakan lembar observasi yang open ended learning. Faktor keterlaksanaan pembelajaran dengan strategi peningkatan aktivitas dan hasil belajar open ended learning oleh guru dan lembar fisika peserta didik. observasi aktivitas peserta didik selama Peneliti terlibat langsung dalam tahap pembelajaran dengan metode demonstrasi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan berlangsung yang diisi oleh observer untuk Penelitian tindakan kelas juga setiap pertemuan serta melaksanakan evaluasi berfokus pada kelas atau proses pembelajaran pada akhir siklus I kepada peserta didik yang terjadi di kelas yang harus tertuju atau secara individual dengan pemberian soal-soal mengkaji hal-hal yang terjadi dalam kelas. hasil belajar sebanyak 15 soal essay. Perencanaan penelitian siklus I yaitu Refleksi akan dilaksanakan sesuai dengan penemuan tindakan perbaikan yang dilakukan. Pada masalah dan gagasan awal akan dilaksanakan tahap ini dilakukan refleksi atau menelaah kembali penelitian ini berdasarkan hasil dengan pihak sekolah, menyiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen yang akan meminta tanggapan mereka mengenai proses digunakan selama penelitian, melakukan didapatkan peneliti dapat dijadikan sebagai instrumen pada dua dosen validator. Setiap pertemuan diisi untuk proses belajar mengajar sebanyak dua jam pelajaran . x45 meni. Melibatkan Hasil acuan untuk melaksanakan siklus II sehingga Pelaksanaan tindakan penelitian pada Siklus menyusun rancangan pembelajaran yang dengan apa yang diharapkan dan hendaknya lebih baik dari siklus sebelumnya. Perencanaan dilaksanakan berdasarkan hasil pelaksanaan dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran siklus I. Langkah-langkah yang ditempuh kurang lebih sama dengan siklus I yang Kegiatan yang dicapai pada siklus berikutnya sesuai pembelajaran yang telah dirumuskan. meliputi tahap perencanaan tindakan, tahap JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 219 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Inti dari pelaksanaan siklus II adalah memperbaiki pelaksanaan siklus I. Instrumen dalam penelitian ini adalah: . Lembar aktivitas belajar peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung dengan Open Ended Learning. Dalam penelitian ini terdapat dua lembar observasi Dengan selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi digunakan mulai pertemuan pertama siklus I dan II diisi oleh observer yang yang telah dibuat oleh peneliti berdasarkan strategi Open Ended Learning. Tes hasil belajar digunakan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan peserta didik setelah proses pembelajaran. Tabel 1. Interpretasi Aktivitas belajar peserta Presentase RataKategori Rata Pencapaian 80% atau lebih Sangat Baik 60% Ae 79% Baik 40% Ae 59% Cukup 20% Ae 39% Kurang 0% Ae 19% Sangat Kurang Data hasil observasi dianalisis dengan mendeskripsikan aktivitas Untuk menghitung rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik dan presentase pencapaian ketuntasan kriteria pada setiap siklusnya. Dengan ycUI adalah nilai rata-rata. Oc ycuycn adalah jumlah tiap data dan N adalah jumlah data. ycuI = Tes hasil belajar ini berupa 15 soal essay. Kriteria dikemukakan oleh Riduwan . , yaitu: yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik ycu y 100% ycA Setelah Oc xi ycu mengetahui hasil belajar mereka pada setiap kemampuan berpikir kreatif setiap peserta Data yang diperoleh dari hasil penelitian persentase skor yang diperoleh peserta didik. Kategori yang digunakan peneliti terdapat menggunakan analisis deskriptif kualitatif. dalam Tabel 2. Teknik analisis data observasi dianalisis Tabel 2. Kategori hasil belajar peserta didik Skor Peserta Didik Kategori (Skala . 1 Ou75 Tinggi 2 71Ou skor O74 Cukup 3 O70 Kurang demonstrasi (P), aktivitas guru yang muncul . , keseluruhan (N) kemudian dikali 100% . Indikator keberhasilan dari penelitian ini JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 220 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Peserta didik dikatakan aktif apabila IV. HASIL DAN PEMBAHASAN persentase aktivitasnya mencapai 60%. Hasil belajar peserta didik minimal mencapai skor rata-rata 75 dan minimal 75% peserta didik mencapai KBM. Adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan strategi open ended learning dari siklus I Hasil Penelitian Analisis kuantitatif Berdasarkan tes hasil belajar fisika yang diberikan kepada peserta didik kelas XII SMA Negeri 2 Takalar saat siklus I dan menggunakan strategi Open Ended Learning, ke siklus selanjutnya. maka diperoleh hasil analisis deskriptif kuantitatif untuk hasil belajar fisika peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Persentasi Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siklus 1 Siklus 2 Skor Peserta Didik Kategori (Skala . Ou75 Baik/tuntas 71Ou skor O74 Cukup/belum tuntas O70 Kurang/belum tuntas Jumlah Sumber: Data Primer Terolah, 2017 Berikut perubahan peningkatan skor Daya Serap peserta didik belajar Fisika peserta didik setelah pelaksanaan tindakan pengajaran pada siklus I dan siklus II. Hasil Belajar Siklus I . Hasil Belajar Siklus II Ou75 Baik/tuntas . 71O skor Ou74 Cukup/belum tuntas O70 Kurang/belum . Ou75 Baik/tuntas 71O skor Ou74 Cukup/belum tuntas O70 Kurang/belum Gambar 2. Grafik Persentase Ketuntasan Belajar pada . Siklus I dan . Siklus II Pada menunjukkan bahwa dari 32 peserta didik . Kelas XII SMA Negeri 2 Takalar yang pelaksanaan tindakan JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 221 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 dikategorikan baik/tuntas 8 orang peserta Persentasie(%) didik atau sekitar 25% , cukup sebanyak 2 orang atau sekitar 6% dan yang dikategorikan kurang/belum tuntas ada 24 orang peserta didik sekitar 75%. Dan setelah pelaksanaan Siklus I Siklus II siklus II yang memiliki hasil tes belajar yang dikategorikan baik/tuntas 26 orang peserta dikategorikan cukup/belum tuntas 1 orang peserta didik atau sekitar 3% dan yang dikategorikan belum tuntas ada 6 orang Pertemuan Gambar 3. Grafik persentasi jumlah rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II peserta didik sekitar 18. Pada gambar 3 dapat diketahui bahwa Analisis kualitatif aktivitas belajar peserta didik mengalami Berdasarkan hasil observasi yang telah peningkatan yaitu pada siklus I rata-rata dilakukan oleh observer yang telah dianalisis 62 dan meningkat pada siklus II dengan dengan mencari persentasi jumlah rata-rata rata-rata yaitu 61. 61 % masuk dalam kategori aktivitas belajar peserta didik pada siklus I baik, walaupun meningkat secara fluktuasi dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4 tetapi tidak jauh berbeda. Tabel 4. Persentase Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Setiap Pertemuan Siklus I dan Siklus II Pertemuan Siklus I (%) Siklus II (%) Rata-rata Sumber : Data Primer Terolah, 2017 Pembahasan Pada pembelajaran dengan strategi Open Ended Learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik selama dua siklus yang terdiri dari lima pertemuan untuk Dari tabel diatas dapat disimpulkan Sementara untuk siklus II dilaksanakan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar tindakan juga sebanyak lima kali. Jadi, peserta didik dari siklus I ke siklus II. Berikut jumlah pertemuan untuk dua siklus adalah 12 pertemuan beserta dengan pemberian tes belajar peserta didik : Selama pelaksanaan tindakan terdapat beberapa aspek yang dinilai, dari tes hasil pembelajaran dengan menggunakan strategi Open Ended Learning, aktivitas belajar JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 222 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 peserta didik yang dinilai setiap pertemuan, yang dilakukan oleh peneliti dan peserta perolehan skor oleh peserta didik dengan didik untuk perbaikan ke siklus dua ternyata tugas di rumah dan mengisi LKPD setiap peserta didik ini nilainya meningkat tetapi masih tidak tuntas, mungkin jika di teruskan Pada tes hasil belajar fisika, nilai peserta didik di siklus I ke siklus II lagi oleh pendidik mata pelajaran tersebut nilainya akan meningkat secara bertahap. peningkatan yang dapat dilihat dari nilai rata- Pada lembar observasi keterlaksanaan strategi rata dan persentase ketuntasan peserta didik Open Ended Learning dan aktivitas belajar yang mencapai KBM. Dari siklus I ke siklus peserta didik dalam mengajar dinilai oleh 2 II nilai rata-rata tes hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 14,81. Dan persentase Berdasarkan lembar observasi yang dinilai nilai peserta didik yang mencapai KBM yaitu setiap pertemuan dapat disimpulkan bahwa nilai 75 juga meningkat dari siklus I ke II dua tahap-tahap strategi Open Ended Learning sebesar 56,25 %, dengan jumlah 8 orang semuanya sudah tercapai. yang mencapai KBM di siklus I dan untuk Berdasarkan kekurangan-kekurangan siklus II sebanyak 26 orang. Ada peserta pada pelaksanaan strategi didik yang nilainya rendah pada siklus I. Learning pada pertemuan siklus I yang dikarenakan peserta didik ini tidak fokus dilakukan peneliti dijadikan sebagai bahan mengikuti proses pembelajaran dan malu perbaikan dalam mengajar untuk pertemuan bertanya ketika kurang mengerti,. Setelah selanjutnya, sehingga pada pertemuan siklus melihat nilai yang diperoleh peserta didik II, kekurangan-kekurangan yang terjadi pada tersebut, peneliti melakukan refleksi untuk pertemuan sebelumnya sudah bisa diatasi dan perbaikan ke siklus II, peneliti melakukan tidak dilakukan lagi walaupun masih ada 1 pertemuan dikarenakan kekurangan alat akan mendapatkan nilai 48 ini dan ternyata tetapi pertemuan selanjutnya sampai selesai sudah terlaksana dengan baik, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pada saat proses pencapaian pelaksanaan strategi Open Ended pembelajaran yang selama 5 pertemuan Learning dapat disimpulkan telah dilakukan peserta didik ini hanya mengiyakan ketika secara optimal dan sesuai dengan tahap-tahap ditanya sudah mengerti atau belum karena yang ada dalam RPP. malu dengan teman-temannya. Peneliti juga meminta setiap kelompok Open Ended Pada lembar observasi aktivitas peserta bertukar tempat didik yang dinilai oleh observer dapat duduk dengan kelompok lain dengan memilih disimpulkan bahwa pada pertemuan 1, masih tempat yang bisa membuat mereka nyaman ada beberapa peserta didik yang melakukan dan fokus belajar. Sehingga dengan usaha kegiatan lain, dan masih malu-malu berbicara JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 223 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 didepan kelas. Namun, pada pertemuan Berdasarkan hasil penelitian yang telah berikutnya, peserta didik mulai akrab dengan diperoleh dapat dikatakan bahwa penerapan peneliti, sehingga sebagian peserta didik mulai aktif pada proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta didik dari mulai berani berbicara didepan teman- segi tes hasil belajar dan aktivitas peserta temannya dan peneliti. Dengan pertemuan didik hal ini dibuktikan dengan mencapai yang semakin sering terhadap peserta didik indikator keberhasilan . Aktivitas belajar dan strategi Open Ended Learning yang peserta didik untuk setiap pertemuan dari sudah terbiasa diterapkan ke peserta didik siklus I mencapai skor 48. 96, 49. menyebabkan jumlah peserta didik yang aktif 08%, 45. 31%, dan 52. 43% dengan rata- 62% sedangkan untuk siklus II mencapai skor 40. 97%, 66. 67%, 68. mengisi LKPD, memaparkan hasil Open Ended Learning siklus satu ke siklus dua. Aktivitas belajar peserta didik juga mempengaruhi hasil 61%, . hasil belajar peserta didik secara belajar yang mereka peroleh. Ada beberapa peserta didik apabila aktivitas belajarnya sedangkan secara klasikal mencapai 81. 25 %. tinggi maka nilai hasil belajar yang mereka . Adanya peningkatan dari siklus I ke siklus peroleh juga tinggi, walaupun ada beberapa II setelah menerapkan strategi open ended peserta didik yang aktivitas belajarnya tinggi rata-rata rata-rata tapi hasil belajarnya masih dibawah rata-rata PENUTUP begitupun sebaliknya. Aspek aktivitas belajar peserta didik paling dominan jika dilihat dari siklus I sampai siklus II di urut dari aspek yang banyaknya peserta didik aktif sampai kurang aktif adalah . kesiapan peserta didik untuk menerima materi pelajaran, . penyajian didik, . Aktivitas peserta didik dalam . imbingan pengaraha. , . Aktivitas peserta didik dalam memecahkan masalah . emberian respo. , . Aktivitas peserta didik dalam mengerjakan soal, . partisipasi peserta didik dalam menutup kegiatan pembelajaran. Kesimpulan Berdasarkan keberhasilan pada siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi open ended learning pada mata pelajaran fisika yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik adalah meminta setiap bertukar tempat duduk dengan kelompok lain dengan memilih tempat yang bisa membuat mereka nyaman dan fokus Membagikan materi ajar dengan penyajian masalah terbuka, peserta didik Kemudian JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 224 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 LKPD perhatikan setiap aspek yang kurang pada membimbing peserta didik. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang digunakan aktivitas belajar peserta didik. Untuk peneliti lain dan pembaca pada untuk melakukan kegiatan praktikum dan pendidik memantau perkembangan kegiatan Hasil dalam penelitian selanjutnya. PUSTAKA Saran