ISSN : 2808-2117 Vol. 3 No. 2 (Maret, 2. The Impact of Loose Parts Collage Activities in Building Environmental Care Character at TK Harapan Ibu. Tanah Datar Putri ayu1. Meliana Sari2. Jhoni Warmansyah3. Sri Intan Wahyuni4 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. UIN Mahmud Yunus Batusangkar Pendidikan Islam Anak Usia Dini. UIN Mahmud Yunus Batusangkar Pendidikan Islam Anak Usia Dini. UIN Mahmud Yunus Batusangkar Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Diniyyah Puteri Rahmah el Yunusiyyah Padang Panjang Email: sriintanwahyuni204@gmail. ABSTRACT This research is motivated by the behavioral issues observed in children at TK Harapan Ibu, which indicate a lack of environmental care, such as littering and drawing on walls. This is due to insufficient instillation of environmental care character in the children. This study aims to determine whether collage activities using loose parts affect the environmental care character of children aged 5-6 years at TK Harapan Ibu. This research employs a quantitative method with a pre-experimental design, specifically a one-group pretestposttest design. The study population consists of 29 children at TK Harapan Ibu Sikaladi, divided into two classes: B1 with 14 children and B2 with 15 children. The sample was selected using random sampling technique, and class B2 with 15 children was chosen as the research sample. The instrument used is a checklist with data collection techniques through observation and documentation. The research results show that the average pretest score is 20. 53, and the average posttest score is 28. With a degree of freedom . of 14, the calculated t-value is 15. 97, while the t-table value at the 5% significance level is 1. Since the calculated t-value . is greater than the t-table value . , the alternative hypothesis (H. is accepted, and the null hypothesis (H. is rejected. This indicates that collage activities using loose parts significantly affect the environmental care character of children aged 5-6 years at TK Harapan Ibu Sikaladi. In conclusion, collage activities using loose parts can positively influence the development of environmental care character in early childhood at TK Harapan Ibu Jorong. Kecamatan Pariangan. Kabupaten Tanah Datar. These findings support the importance of integrating creative and educational activities into the early childhood education curriculum to build environmental care character. Keywords : collage. loose part. environmental awareness character of early childhood PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan masa golden age, dimana anak memiliki rasa keingintahuan yang besar serta rasa suka meniru yang ada disekitarnya. Menurut Maemunah Hasan (Witasari & Wiyani, 2. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0 hingga 6 tahun, sedangkan pengertian anak usia dini menurut para ahli adalah anak yang berusia 0 hingg 8 tahun. Pada masa ini merupakan masa emas atau golden age, karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan tidak tergantikan pada masa mendatang. (Wahyuningrum & Binsa, 2. Pada usia tersebut, perkembangan terjadi sangat pesat. Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 40% dari perkembangan manusia pada anak usia dini. Maka usia dini dipandang sangat penting sehingga diistilahkan usia emas golden ag. Dalam dunia pendidikan, perkembangan anak sangatlah penting untuk diperhatikan. Karena setiap anak memiliki ciri atau karakteristik masing-masing serta memiliki kecenderungan bawaan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan yang terjadi pada anak usia dini berhubungan dengan psikis, apakah semakin matang atau malah labil. (Dabis, 2. Masa-masa keemasan seorang anak, yaitu masa ketika http://journal. id/index. php/athfal ISSN : 2808-2117 Vol. 3 No. 2 (Maret, 2. anak mempunyai potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Pada masa inilah, waktu yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang nantinya diharapkan untuk masa yang akan datang, salah satunya menanamkan karakter peduli lingkungan (Cahyaningrum, 2. Karakter peduli lingkungan perlu dibangun dalam diri anak. Karakter ini meliputi peduli lingkungan sosial dan lingkungan alam. Karakter peduli lingkungan sosial merupakan sebuah sikap dan tindakan yang menunjukkan upaya untuk memberikan bantuan baik moril maupun material bagi orang lain yang membutuhkan. Sikap ini menunjukkan kepekaan terhadap kondisi sekitar. Karakter peduli lingkungan alam merupakan sikap yang ditunjukkan dengan perbuatan menjaga lingkungan alam sekitarnya. Karakter peduli lingkungan sangat penting ditanamkan sejak dini mungkin untuk menciptakan generasi penerus bangsa miliki rasa kepedulian dan perasaan cinta atau kasih sayang pada alam sekitarnya. Hal ini senada dengan pendapatnya Naim . bahwa karakter peduli lingkungan merupakan nilai penting yang harus dikembangkan. Dalam menciptakan generasi penerus yang peduli dan cinta terhadap lingkungan, perlu adanya penanaman karakter peduli lingkungan yang ditanamkan sejak anak berada padausia dini yang merupakan masa kritis anak untuk memperoleh pengalaman yang pentinguntuk menumbuhkan rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Karakter peduli lingkungan pada anak dapat di berikan dengan banyak cara, salah satunya memperkenalkan alam yang ada disekitarnya dengan memberikan langsung seperti nama-nama tumbuhan, mengenalkan hewan dengan cara menyentuhnya, menjaga kebersihan dan lain sebagainya (Chusnani, 2. Karakter peduli lingkungan sangat penting ditanamkan sejak dini mungkin untuk menciptakan generasi penerus bangsa miliki rasa kepedulian dan perasaan cinta atau kasih sayang pada alam sekitarnya. Hal ini senada dengan pendapatnya Naim bahwa karakter peduli lingkungan (Potensia, 2. merupakan nilai penting yang harus dikembangkan. Dalam menciptakan generasi penerus yang peduli dan cinta terhadap lingkungan, perlu adanya penanaman karakter peduli lingkungan yang ditanamkan sejak anak berada pada usia dini yang merupakan masa kritis anak untuk memperoleh pengalaman yang penting untuk menumbuhkan rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Karakter peduli lingkungan pada anak dapat di berikan dengan banyak cara, salah satunya memperkenalkan alam yang ada disekitarnya dengan memberikan langsung seperti nama-nama tumbuhan, mengenalkan hewan dengan cara menyentuhnya, menjaga kebersihan dan lain sebagainya. (Hafida et al. , 2. Sikap peduli lingkungan ialah suatu tindakan yang dilakukan sebagai upaya pecegahan kerusakan lingkungan hingga dikemudian hari dilakukan perbaikan terhadap kerusakan yang sudah terjadi. Karakter peduli lingkungan bertujuan untuk menjadikan anak untuk memiliki pengetahuan dan memilliki wawasan yang luas terkait dengan pemahaman lingkungan yang baik (Fauziah et al. , 2. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Penggunaan media loose part menjadi salah satu media yang diperlukan anak untuk belajar dan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kaya bagi anak untuk bermain, sehingga apapun bisa digunakan anak untuk bermain. Teory loose parts dikembangkan oleh Nicholson di tahun 1971 didasari atas keinginan untuk menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menuangkan kreativitas dengan memanfaatkan material alami yang mampu dimanipulasi, dipindai, dan dibentuk ulang, serta bahan-bahan atau benda-benda yang mudah (Kanak-kanak, 2. Media loose part tidak memerukan bahan-bahan yang mudah dicari dan tidak memerlukan biaya, sehingga anak tersebut mudah untuk mendapatkannya. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan kolase dengan media loose part anak lebih peduli dengan lingkungan. Beberapa penelitian sebelumnya penggunaan media kolase dengan bahan loose part juga memberikan manfaat seperti meningkatkan kreativitas anak (Mariana. Nurbani & Istiqlaiyah, 2. , kemampuan mengenal angka (Jarwani, 2. , kecerdasan visual- spasial anak (Sari, 2. , meningkatkan kemampuan motorik halus (Nurfadilah et al. , 2. http://journal. id/index. php/athfal ISSN : 2808-2117 Vol. 3 No. 2 (Maret, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di TK Harapan Ibu Jorong Sikaladi, pada tanggal 9 September 2022. Peneliti menemukan bahwa masih ada anak yang tidak peduli dengan lingkungan. Hal ini terlihat dari 15 orang anak yang penulis teliti, diantara 15 orang anak tersebut ada sebagian yang membuang sampah tidak padatempatnya dan ada juga yang mencoret-coret dinding. Hal ini terjadi karena kurangnya penanaman karakter peduli lingkungan pada anak. Untuk itu, peneliti membutuhkan strategi atau usaha yang lebih mendalam untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan pada anak sejak dini. Penelitian ini unik karena menggabungkan kegiatan kolase dengan bahan loose parts untuk tujuan mengembangkan karakter peduli lingkungan. Sementara penelitian terdahulu fokus pada aspek kreativitas dan keterampilan motorik atau pendidikan lingkungan secara umum, penelitian ini berfokus pada integrasi metode tersebut untuk membangun karakter peduli lingkungan pada anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian terdahulu mengenai kegiatan kolase dengan bahan loose part, penulis belum menemukan yang meneliti tentang kegiatan kolase dengan bahan loose part terhadap peduli karakter lingkungan. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan dengan judul AuPengaruh Kegiatan Kolase Loose Part Dalam Membangun Karakter Peduli Lingkungan di TK Harapan Ibu. Tanah DatarAy. METODE Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian kuantitatif yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variable independen . terhadap variable dependen . dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiono, 2. Pelaksanaan penelitian eksperimen ini akan dilaksanakan dengan cara menggunakan treatment dikelas maupun diluar kelas dengan menggunakan kegiatan kolase dengan media loose part dan kemudian dilakukan bagaimana cara karakter anak peduli terhadap lingkungan. Analisis data dalam penelitian ini adalah melakukan uji t untuk melihat apakah ada perbedaan yang siginifikan dalam peningkatan skor dari rata rata karakter peduli lingkungan anak anak di TK Harapan Ibu dengan pelakukan menggunakan bahan Loose Part HASIL DAN PEMBAHASAN Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter akan bermakna bilamana nilai- nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan karakter lebih menekankan pada kebiasaan anak untuk melakukan hal-hal yang positif dan keteladanan /contoh yang ditampilkan guru. Kebiasaan-dan keteladanan inilah yang kemudian akan menjadi suatu karakter yang membekas dan tertanam dalam jiwa sang anak. (Evi Nur Khofifah & Siti Mufarochah, 2. Pendidikan Karakter tidak sepenuhnya merupakan bawaan, akan tetapi juga hasil dari suatu proses yakni pola asuh terhadap seorang individu. Karena karakter yang baik itu dibentuk melalui lingkungan tempat ia tinggal, hidup, dan dibesarkan. (Fauziah et al. , 2. Salah satu bentuk kegiatan pembentukan karakter anak yaitu melalui kolase Loose Part, artinya Loose Part tidak hanya mendukung perkembangan anak, tetapi juga membantu anak agar terhubung dengan lingkungan (Mariana & Pendahuluan, 2. Istilah looseparts merujuk kepada permainan terbuka dan bahan manipulatif yang boleh digunakan oleh kanak-kanak dalam pelbagai cara. Penggunaan material loose part menjadikan kanak-kanak lebih terbuka, karena kanak-kanak boleh bermain mengikut idea mereka, tidak bergantung pada arahan guru/ibu bapa dan anak-anak boleh menjadi lebih kreatif. Looseparts ini kaya dengan ide kreatif, kanak-kanak juga boleh menggunakannya mengikut pilihan mereka dan kemudian boleh dimanipulasi mengikut kehendak kanakkanak, selanjutnya menggalakkan pembelajaran terbuka dengan menggunakan bahan looseparts di lingkungan sekitar sekolah. (Nurjanah & Muthmainah, 2. Berdasarkan hasil penelitian ini secara umum, bahwa sebelum diberikan treatment . skor ratarata mengenai karakter peduli lingkungan anak disebut dengan pre test nilainya 20,53, selanjutnya diberikan treatment . 1 dengan skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak yaitu 22,73, kemudian diberikan treatment . 2 dengan skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak adalah 24,80, selanjutnya diberikan treatment . 3 dengan skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak yaitu 26,93, kemudian diberikan treatment . 4 dengan skor rata-rata mngenai http://journal. id/index. php/athfal ISSN : 2808-2117 Vol. 3 No. 2 (Maret, 2. karakter peduli lingkungan anak yaitu 27,53. Dengan pembandingannya adalah 16,93. Dalam hal ini peningkatan yang terjadi membuktikan bahwa adanya pengaruh kegiatan kolase dengan bahan loose part terhadap karakter peduli lingkungan anak di TK Harapan Ibu Jorong Sikaladi. Dalam penelitian ini, penulis melihat bahwa kegiatan kolase dengan bahan loose part berpengaruh terhadap karakter peduli lingkungan anak. Setiap anak memiliki karakter peduli lingkungan masing-masing. Dan setelah diberikan treatment, masing- masing anak mengalami peningkatan pada karakter peduli lingkungan melalui kegiatan kolase dengan bahan loose part yang terdiri dari 15 orang anak yang telah melakukan treatment sehingga dikategorikan mampu dalam karakter peduli lingkungan anak. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan dengan Sari Ramadona . dengan judul Au pengaruh media loose part terhadap kecerdasan visual-spasial anak di TK Islam Harapan Ibu lima kaumAy penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Dimana penggunaan media loose part dalam proses pembelajaran berperan dala mengembangkan kecerdasan visual-spasial anak. Penelitian yang sama dilakukan oleh Mubarokah . dengan judul Auupaya meningkatkan kemampuan berhitung menggunakan media loose part pada anak kelompok B di TKAy. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Dimana penerapan media loose part dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kegiatan kolase dengan bahan loose part untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan anak usia 5-6 tahun di TK Harapan Ibu Jorong Sikaladi Nagari pariangan Kec, pariangan Kab. Tanah datar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksaan kegiatan kolase dengan bahan loose part telah meningkatkan karakter peduli lingkungan anak usia 5-6 tahun. Terlihat dari perhitungan yang telah dijabarkan di atas terbukti to lebih besar daripada t. Berdasarkan uji normalitas hasil pretest dan posttest . olmogorov-smirnov atau shapiro-wil. terlihat bahwa nilainya di atas 0. 05 maka data yang diperoleh berdistribusi normal. Karena hasil pre-test nilainya diperoleh 0,126, artinya 0,126 > 0,05, sedangkan hasil post-test nilainya diperoleh 0,122, artinya 0,122 > 0,05 dengan demikian data nya berdistribusi normal. Berdasarkan uji homogenitas terlihat bahwa data yang digunakan yang nilainya di atas 0,05 artinya berdistribusi homogeny. Dengan hasil siginifikan yang nilainya diperoleh 0,081. yang artinya 0,081 > 0,05, maka data tersebut bersifat homogeny. Memberikan interprestasi terhadap nilai t, dimana terlebih dahulu diperhitungkan df nya, df = N Ae 1 = 14, membandingkan besarnya t yang akan diperolehdengan perhitungan t = 15,97 dan besar t yang tercantum pada taraf signifikan 5% yaitu1. jadi dapat diketahui to lebih besar dari t yaitu 15,97 > 1,76131. Maka hipotesis alternatif diterima, karena kegiatan kolase dengan bahan loose part berpengaruh terhadap karakter peduli lingkungan anak usia 5-6 tahun di TK Harapan Ibu Sikaladi. Dengn demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test pada kelompok sampel. Maka hipotesis Ha diterima dan hipotesis Ho Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase dengan bahan loose part dapat berpengaruh terhadap karakter peduli lingkungan anak usia dini di TK Harapan Ibu Jorong Sikaladi. Nagari Pariangan Kec. Pariangan. Kab. Tanah Datar. Tabel 1. Perhitungan untuk memperoleh nilai Aut: Menguji kebenaran Hipotesis alternatif (H. Kode Anak Pretest Posttest Skor Skor AQL http://journal. id/index. php/athfal ISSN : 2808-2117 Vol. 3 No. 2 (Maret, 2. 20,53 28,93 8,67 Jumlah Rata-rata 81,06 Gambar 1. Perbandingan pretest dan posttest Perbandingan Pretest dan Posttest 29 29 29 31 31 30 31 27 28 27 25 28 25 Pre Test Post Test 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah ditulis penulis bahwa sebelum melakukan treatment . skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak disebut dengan pre test nilainya 20,53, selanjutnya diberikan treatment . 1 dengan skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak yaitu 22,73, kemudian diberikan treatment . 2 dengan skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak adalah 24,80, selanjutnya diberikan treatment . 3 dengan skor rata-rata mengenai karakter peduli lingkungan anak yaitu 26,93, kemudian diberikan treatment . 4 dengan skor ratarata mngenai karakter peduli lingkungan anak yaitu 27,53. Dengan pembandingannya adalah 16,93 dari hasil uji hipotesis. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase dengan bahan loose part dapat berpengaruh terhadap karakter peduli lingkungan anak usia 5-6 tahun di TK Harapan Ibu Jorong Sikaladi Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. DAFTAR PUSTAKA