Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2775-4200. p-ISSN: 2580-8028. Hal 71-79 DOI: https://doi. org/10. 30640/abdimas45. Penyediaan Rumah Panggung Aman Banjir Bagi Mama Elisabeth Seuk Bete. Warga Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Damaris Y. Koli1. Joni Kanisius Olin2. Selviana Domingga Hoar3 1, 2,3 Fakultas Ekonomi. Universitas Kristen Artha Wacana e-mail: damariskoli@gmail. com1, jonikanisisunolin@gmail. com2, selviana@gmail. Abstract. The flash flood that hit Malacca district as a result of the tropical cyclone storm in several areas of NTT, had a very severe impact on one village, namely Motaulun, located in West Malacca District. Malacca Regency. Motaulun village was the first door to receive water shipments because the embankment was broken not far from the village. Flash flooding is a flood that occurs suddenly and unexpectedly due to very heavy rain in the upstream or due to a broken dam. Flash floods with a height of more than 1 meter of water up to the height of an adult's neck for a full day, not only washed away the houses of Motaulun villagers, but also washed away all their belongings. One of the groups affected is the GMIT Ebenhaezer Motaulun Congregation which has 125 families with 270 people. The only house out of 62 houses located in Lookmi A hamlet is the house belonging to Elisabeth Seuk Bete . years ol. , which was washed away by the flood and all her The provision of flood-safe stilt houses has the aim of easing the burden of victims while at the same time realizing UKAW's care and concern through community service activities. Keywords: Flash flood. Tropical Cyclone Seroja. House on Stilts, flood safe Abstrak. Banjir bandang yang melanda kabupaten Malaka sebagai akibat badai siklon tropis seroja di beberapa wilayah NTT, telah membawa dampak yang sangat parah bagi salah satu desa yaitu Motaulun yang terletak di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Desa Motaulun merupakan pintu pertama menerima kiriman air karena jebolnya tanggul yang tidak jauh dari desa tersebut. Banjir bandang . lash floodin. adalah banjir yang terjadi secara mendadak dan tidak terduga akibat hujan yang sangat lebat di bagian hulu atau karena bendungan yang jebol. Banjir bandang dengan ketinggian lebih dari 1 meter air hingga batas setinggi leher orang dewasa selama sehari penuh, tidak hanya menghanyutkan rumah warga desa Motaulun, tetapi menghanyutkan pula semua harta milik mereka. Salah satu kelompok yang terdampak adalah Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun yang memiliki 125 KK dengan 270an Satu-satunya rumah dari 62 rumah yang terletak di dusun Lookmi A adalah rumah milik mama Elisabeth Seuk Bete . , hanyut terbawa banjir beserta semua harta Penyediaan rumah panggung aman banjir mempunyai tujuan untuk meringankan beban korban sekaligus mewujudkan kepedulian dan keprihatinan UKAW melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kata kunci: banjir bandang, siklon tropis seroja, rumah panggung, aman banjir Received Februari 19, 2023. Revised Maret 13, 2023 . Accepted April 26, 2023 * Damaris Y. Koli, damariskoli@gmail. Penyediaan Rumah Panggung Aman Banjir Bagi Mama Elisabeth Seuk Bete. Warga Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka PENDAHULUAN Banjir bandang yang melanda kabupaten Malaka sebagai akibat badai siklon tropis seroja di beberapa wilayah NTT, telah membawa dampak yang sangat parah bagi salah satu desa yaitu Motaulun yang terletak di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Desa Motaulun merupakan pintu pertama menerima kiriman air karena jebolnya tanggul yang tidak jauh dari desa tersebut. Banjir bandang . lash floodin. adalah banjir yang terjadi secara mendadak dan tidak terduga akibat hujan yang sangat lebat di bagian hulu atau karena bendungan yang jebol. Banjir Bandang Banjir yaitu banjir yang sangat berbahaya karena bisa mengangkut apa saja. Banjir ini cukup memberikan dampak kerusakan cukup parah (Suripin. Cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian besar wilayah NTT termasuk Kabupaten Malaka disebabkan adanya siklon tropis Seroja yang tumbuh sejak Senin . /4/2. dini hari 00 WIB. Siklon Seroja yang sudah mulai tumbuh sebagai bibit siklon sejak Jumat . di wilayah tersebut menyebabkan hujan intensitas lebat, gelombang tinggi dan angin Selain korban jiwa, kerusakan berbagai fasilitas umum dan rumah warga juga tidak . ttps://w. com/regional/read/4523795/banjir-bandang-melanda-23-desa-dikabupaten-malaka-ntt-3-orang-meninggal-duni. Banjir bandang dengan ketinggian lebih dari 1 meter air hingga batas setinggi leher orang dewasa selama sehari penuh, tidak hanya menghanyutkan rumah warga desa Motaulun, tetapi menghanyutkan pula semua harta milik mereka. Salah satu kelompok yang terdampak adalah Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun yang memiliki 125 KK dengan 270an jiwa. Satu-satunya rumah dari 62 rumah yang terletak di dusun Lookmi A adalah rumah milik mama Elisabeth Seuk Bete . , hanyut terbawa banjir beserta semua harta Mama Elisabeth tidak saja sebagai warga dusun Lookmi A desa Motaulun, tetapi juga sebagai warga jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun yang telah mempersembahkan sebagian lahan miliknya untuk gereja . edung untuk kebaktian dan rumah pastor. Kondisi rumah saat banjir nampak pada gambar 1. di bawah ini. ABDIMAS45 Vol. No. 1,April 2023. | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 71-79 Gambar 1. Gambar 1. Kondisi Rumah yang Tampak Saat Banjir Foto Korban Banjir Bandang berdiri di atas Bandang April 2021 Fondasi Rumah yang Telah Hanyut Setelah air surut, yang tersisa adalah sedimen dengan ketebalan hingga 1 meter di permukaan tanah. Kondisi sebagian besar rumah rusak berat bahkan ada yang hanyut terbawa arus banjir dan kehilangan semua barang milik mereka. Di Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun terdapat 8 rumah rusak, 3 diantaranya rusak berat, 2 rumah terletak di depan jalan raya menuju Besikama, 1 rumah letaknya di belakang gedung gereja, namun hanya tertinggal fondasi seperti gambar 1. di atas. Gereja sebagai pihak yang seharusnya memberikan penguatan dan perlindungan serta bantuan saat itu, hanya bisa pasrah karena termasuk menjadi korban dari peristiwa banjir bandang akibat siklon seroja yang terjadi di wilayah NTT termasuk di desa Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Kondisi gereja yang berbatasan langsung dengan rumah korban juga rusak berat sehingga dalam kondisi demikian membutuhkan uluran tangan pihak lain untuk memberikan solusi. Persoalan serius yang menjadi pergumulan gereja adalah bagaimana menyediakan sebuah rumah layak huni bagi salah satu anggota jemaatnya yang kehilangan rumah dan seluruh isinya saat banjir bandang pada bulan April 2021 yang lalu. Saat survei dan komunikasi dengan pihak gereja dan berdasarkan hasil observasi diperoleh persoalan sebagai berikut: Gereja tidak mempersiapkan dana cadangan yang cukup untuk menyediakan sebuah rumah pengganti bagi korban mama Elisabeth Seuk Bete. untuk menggalang dana pasca banjir adalah sesuatu yang mustahil di tengah situasi di mana semua jemaat mengalami kesulitan yang sama. korban juga memiliki keterbatasan karena sebagai seorang janda dalam usia lanjut 78 tahun. korban tidak mempunyai usaha produktif secara ekonomi. Penyediaan Rumah Panggung Aman Banjir Bagi Mama Elisabeth Seuk Bete. Warga Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Memperhatikan permasalahan di atas, maka solusi yang ditawarkan kepada mitra melalui tahapan berikut: berkoordinasi dengan Ketua Majelis jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun dan MJH serta pemerintah setempat untuk mencari solusi bersama. rancangan program kemitraan masyarakat dan rancangan biaya untuk ditawarkan ke pihak menghubungi konsultan teknis untuk membantu menggambar dan membuat RAB untuk sebuah rumah panggung sederhana sesuai kebutuhan korban. berkoordinasi dengan pihak korban dan pihak gereja tentang konsep kemitraan dalam rencana penyediaan rumah panggung sederhana dan bentuk kontribusi masing-masing pihak. Kegiatan pengabdian dalam kerangka program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi para pihak bahwa koordinasi dan komunikasi akan membuka pikiran untuk menemukan jalan keluar atas permasalahan yang terjadi bagi warga Jemaat yang terdampak bencana banjir bandang. Hasil dan koordinasi dan komunikasi ditindaklanjuti dengan membuat perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program kemitraan masyarakat yang disepakati dengan melibatkan kelompok mahasiswa KBPM sebagai relawan. tersedianya sebuah rumah panggung sederhana yang aman banjir bagi pihak korban mama Elisabeth Seuk Bete. Manfaat Kegiatan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta pengalaman dalam mencari solusi dan menyusun program pelayanan terutama ketersediaan program dan dana cadangan untuk bencana bagi warga jemaat Ebenhaezer Motaulun. mengedukasi warga jemaat untuk saling berbagi dalam masa-masa sulit dan berkontribusi dalam berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan dan kerelaan masingmasing. METODE PENDEKATAN PELAKSANAAN PKM Sesuai dengan target kegiatan yang diharapkan, maka metode pendekatan yang ditawarkan berdasarkan permasalahan yang ada adalah metode praktik kerja langsung dengan 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan penyerahan. Pada tahap persiapan dilakukan dengan menghubungi pihak gereja GMIT Ebenhaezer Motaulun tentang rencana pelaksanaan PKM penyediaan rumah panggung dan korban siklon seroja . ama Elisabeth Seuk Bet. untuk menunjukkan lokasi, tempat akan dibangun rumah panggung dan penyediaan material yang dibutuhkan. Pada tahap pelaksanaan dengan menghubungi pihak ketiga untuk pekerjaan penyediaan rumah panggung yaitu: Tukang bangunan untuk kegiatan teknis pembuatan dan pembangunan rumah panggung sesuai rencana dengan menggunakan peralatan tukang dan material. Mandor bertugas membantu pengadaan material dan ABDIMAS45 Vol. No. 1,April 2023. | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 71-79 pengawasan tahapan pekerjaan. Melibatkan mahasiswa KBPM sebagai relawan untuk membantu pekerjaan pembangunan hingga penyerahan rumah panggung sebagai wujud kegiatan PKM. Pada tahap penyerahan rumah panggung dilaksanakan dengan tanda tangan prasasti dan penyerahan kunci kepada korban yaitu mama Elisabeth Seuk Bete. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan dari program kemitraan berkaitan dengan penyediaan rumah panggung dapat dijelaskan pada bagian berikut ini. Pada tahap persiapan, material yang dibutuhkan disiapkan oleh mandor. Perlatan disiapkan tukang, kemudian membuat profil dan penggalian lubang untuk tiang pertama dalam rangka peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan rumah panggung, kemudian dilanjutkan dengan ibadat singkat yang dipimpin langsung oleh Pdt. Nensy B. Maak. Th pelayan pada Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun, dilanjutkan peletakkan batu pertama secara berturutturut: Pdt. Nensy B. Maak. Th diikuti oleh Kades Motaulun. DPL dan wakil mahasiswa seperti tampak pada gambar 1 dan gambar 2 di bawah ini. Gambar 1. Persiapan Lokasi untuk Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Panggung Aman Banjir Gambar 2. Persiapan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Panggung. Rabu, 14 Juli 2021 Penyediaan Rumah Panggung Aman Banjir Bagi Mama Elisabeth Seuk Bete. Warga Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Pada tahap pelaksanaan, pekerjaan dilanjutkan dengan penggalian lubang untuk pengecoran 12 tiang utama rumah panggung seperti tampak pada gambar 3 dan gambar 4 di bawah ini. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang kayu pada pilar beton dan rangka kayu . untuk pemasangan dinding bebak seperti tampak pada gambar 5. Gambar 3. Persiapan Material untuk Pengecoran 12 Tiang Induk Rumah Panggung Gambar 4. Pelaksanaan dan Pengecoran 12 Tiang Induk Rumah Panggung Gambar 5. Pemasangan Tiang Kayu pada 12 Pilar Rumah Panggung ABDIMAS45 Vol. No. 1,April 2023. | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 71-79 Pada tahap pelaksanaan pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan bebak dan rangka pintu dan jendela serta pemasangan dinding bebak sekaligus pemasangan rangka atap dan pemasangan atap seng seperti tampak pada gambar 6 dan gambar 7. Pelaksanaan kegiatan pembangunan rumah panggung divisitasi langsung juga oleh panitia pengarah yaitu Bapak Dr. Ir. Ayub U. Meko. Si pada tanggal 17 Juli 2021. Gambar 6. Pemasangan Dinding Bebak dan Rangka Atap Rumah Panggung Gambar 7. Persiapan pemasangan atap seng oleh mitra dan relawan mahasiswa KBPM Gambar 8. Kunjungan Panitia Pengarah. Dr. Ir. Ayub U. Meko M. Si di Lokasi Motaulun, 17 Juli 2021 Penyediaan Rumah Panggung Aman Banjir Bagi Mama Elisabeth Seuk Bete. Warga Jemaat GMIT Ebenhaezer Motaulun Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Gambar 9. Usai doa syukur penyerahan Gambar 10. Penanaman palm di depan Gambar 11. Persiapan untuk penyerahan rumah panggung kepada Mama Elisabeth Seuk Bete Gambar 12. Penyerahan Rumah Panggung bagi Mama Elisabeth Seuk Bete ABDIMAS45 Vol. No. 1,April 2023. | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 71-79 Setelah selesai tahap pelaksanaan, maka tahap akhir dari kegiatan penyediaan rumah panggung adalah penyerahan secara resmi kepada mama Elisabeth melalui ibadat syukur, penandatangan prasasti, pengguntingan pita pada pintu masuk dan penyerahan kunci sebagai simbol peralihan tanggung jawab kepemilikan dan pemeliharaan dari pihak UKAW kepada mama Elisabeth Seuk Bete seperti Nampak pada gambar 09 Aegambar 12 di atas. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Kegiatan pengabdian pembangunan rumah panggung aman banjir yang dilaksanakan telah membantu menyediakan rumah layak huni bagi mama Elisabeth Seuk Bete. Kontribusi mitra yaitu Gereja. Mitra . ukang dan mando. dan relawan telah menghasilkan DAFTAR PUSTAKA