EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/p3m/index PENDAMPINGAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN SANTRI TPQ DAN MADIN NURUL HIDAYAH SAMBIROBYONG Riyanto1. Ulvia Fatkurin Fuad 2. Reka Umi Latifah 3. Masithoh Kharisma 4 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung 1,2,3,4 riyan22@gmail. com 1 , ulvia. fuad@gmail. com 2, rekaumilatifah30@gmail. com 3, kharismamasithoh@gmail. Abstrak: Pendampingan terhadap kepala TPQ atau madrasah diniyah menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang diberikan. Melalui pendampingan, diharapkan kepala lembaga dapat mengembangkan kompetensi kepemimpinan, manajemen, dan pedagogik yang lebih baik. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendampingan kepala madrasah dalam membangun budaya disiplin santri di TPQ dan MADIN Nurul Hidayah Sambirobyong. Melalui pendekatan Service Learning (SL). Pengabdian ini mengungkap peran aktif kepala madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong terbentuknya karakter disiplin pada santri. Hasil Pengabdian menunjukkan dampak positif dalam membangun budaya disiplin santri. Beberapa temuan yakni pengembangan program pembinaan karakter, peningkatan kesadaran santri akan pentingnya disiplin, adanya perubahan perilaku santri yang lebih disiplin dan tertib dalam melakukan segala kegiatan. Peran kepala madrasah sebagai pemimpin sangat krusial dalam membentuk karakter disiplin santri. Dengan memberikan teladan, motivasi, dan dukungan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendorong santri untuk tumbuh menjadi individu yang disiplin dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Pendampingan Kepala Madrasah. Budaya Disiplin. Santri. TPQ. MADIN Abstract: Mentoring the heads of TPQ or madrasah diniyah is very important to improve the quality of religious education provided. Through mentoring, it is expected that the head of the institution can develop better leadership, management and pedagogical competencies. This service aims to describe the assistance of madrasah heads in building a culture of discipline of students at TPQ and MADIN Nurul Hidayah Sambirobyong. Through the Service Learning (SL) approach. This service reveals the active role of the madrasah head in creating a conducive learning environment and encouraging the formation of disciplinary characters in The results of the service show a positive impact in building a culture of discipline in students. Some of the findings are the development of character building programs, increasing santri awareness of the importance of discipline, changes in santri behaviour that are more disciplined and orderly in carrying out all The role of the madrasah head as a leader is crucial in shaping the discipline character of students. By providing examples, motivation, and continuous support, it is expected to be able to create a positive learning environment and encourage students to grow into disciplined and responsible individuals. Keywords: Madrasah Head Assistance. Discipline Culture. Santri. TPQ. MADINDiscipline. Santri. TPQ. MADIN Pendahuluan Sebagai lembaga pendidikan Islam. Madrasah Tsanawiyah dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Hidayah Sambirobyong memiliki peran krusial dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia. Kepala madrasah, sebagai pemimpin institusi, memegang peranan sentral dalam mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif dan Kepemimpinan kepala madrasah memiliki pengaruh signifikan terhadap iklim sekolah, termasuk dalam hal pembentukan budaya disiplin. Sudjana. Pengawasan Pendidikan. (Bandung: Sinar Baru Algensindo. EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x Disiplin merupakan pondasi penting dalam membangun karakter individu, terlebih lagi bagi para santri yang sedang dalam proses pembentukan kepribadian. Dalam konteks pendidikan agama Islam, disiplin tidak hanya sebatas pada kepatuhan terhadap aturan, namun juga mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai keimanan dan Madrasah Tsanawiyah dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Hidayah Sambirobyong, sebagai lembaga pendidikan yang mengemban amanah mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, tentunya sangat memperhatikan aspek disiplin 2 Peran kepala madrasah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang disiplin sangatlah krusial. Sebagai pemimpin institusi, kepala madrasah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi tumbuh kembang santri, termasuk dalam hal pembentukan karakter disiplin. 3 Namun, membangun budaya disiplin di lingkungan madrasah bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan upaya yang sistematis dan berkelanjutan, serta melibatkan seluruh komponen madrasah, mulai dari guru, staf, hingga santri itu sendiri. Pendampingan yang intensif dari kepala madrasah menjadi kunci keberhasilan dalam upaya membangun budaya disiplin. Melalui pendampingan, kepala madrasah dapat memberikan motivasi, bimbingan, dan dukungan kepada seluruh warga madrasah. Selain itu, pendampingan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memantau perkembangan dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang terkait dengan 6 Dalam konteks Madrasah Nurul Hidayah Sambirobyong, pendampingan kepala madrasah dalam membangun budaya disiplin memiliki arti yang sangat strategis. Melalui pendampingan yang efektif, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang disiplin, sehingga para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Tiara Savana C and Murfiah Dewi Wulandari. AuPENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PROFETIK DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT) MELALUI E-LEARNING,Ay Jurnal Cakrawala Pendas 8, 3 . , https://doi. org/10. 31949/jcp. Muhammad Fathur RoAouf and Riyanto Riyanto. AuKEPEMIMPINAN PROFETIK KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN LOYALITAS TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN,Ay JIPSKi: JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE AND ISLAMIC STUDIES 1, no. : 102Ae8. Ahmad Safingudin. AuMENEJEMEN SARANA PRASARANA DALAM MENINGKATKAN MUTU LULUSAN DI MTs NEGERI TRIWARNO KUTOWINANGUN KEBUMEN,Ay Cakrawala: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Dan Studi Sosial 4, no. , https://doi. org/10. 33507/cakrawala. Riyanto Riyanto. Sevia Umi Wardini, and Fakhruddin Al Farisy. AuMOTIVASI DAN MANAJEMEN ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN PERFORMA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DI SMKN 2 TULUNGAGUNG,Ay EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1, no. : 1Ae7. Bradley Setiyadi and Viona Rosalina. AuKepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru,Ay Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan 2, no. 1 (January 1, 2. : 75Ae84, https://doi. org/10. 51276/edu. Reinikah Fajarani. UlfaAoatun Sholihah, and Ade Firman Khanafi. AuManajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam,Ay Jurnal Pendidikan Indonesia 2, no. , https://doi. org/10. 36418/japendi. RIYANTO. ULVIA FATKURIN FUAD. REKA UMI LATIFAH. MASITHOH KHARISMA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendampingan kepala madrasah dalam membangun budaya disiplin santri di TPQ dan Madrasah Nurul Hidayah Sambirobyong. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis dalam pengembangan pendidikan agama Islam, khususnya dalam upaya membangun karakter santri yang Metode Pengabdian Kepada Masyarakat Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Service Learning (SL). Service-Learning atau SL merupakan aktivitas yang melibatkan pengalaman praktis, pembelajaran akademik dan keterlibatan masyarakat. Jenis metode Service Learning (SL) yang digunakan adalah Direct Service (Pelayanan Langsun. Direct Service (Pelayanan Langsun. adalah praktik yang paling umum dalam Service-Learning, dimana pelaksana PkM langsung berkegiatan di Komunitas/Instansi dan melakukan program dan pembelajaran langsung di tengah Terdiri dari Langkah-langkah: . tahap perispan meliputi penyusunan proposal, observasi, dan penyusunan jadwal kegiatan, . tahap pelaksanaan, . tahap pendampingan yakni penguatan materi yang telah disampaikan, . tahap monitoring ddan evaluasi yakni peninjauan keberhasilan program, mengukur tingkat kebermanfaatan, kekurangan dan kelemahan dari kegiatan yang telah terlaksana untuk kebaikan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada masa mendatang. Hasil dan Pembahasan Eksistensi TPlQ dan Madin di pedesaan atau kota kecil dengan seiringnya zaman harus tetap berkembang, serta dapat melaraskan pendidikannya dengan Pondok Pesantren setempat. TPQ dan Madin tidak hanya mengajarkan tentang agama, tetapi juga menciptakan budaya dan tradisi tertentu dalam proses belajarnya. Kebudayaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari metode pengajaran, interaksi antara guru dan santri, hingga aktivitas dan perayaan tertentu yang menjadi ciri khas lembaga tersebut. Seperti halnya TPQ dan Madin Nurul Hidayah yang metode pengajarannya menggunakan metode baca dan tulis alqur'an, baca kitab kuning dan makna pegon. TPQ dan Madin ini terletak di dusun Pedan, desa Sambirobyong, kecamatan Sumbergempol, kabupaten Tulungagung. Lembaga ini berdiri kurang lebih tahun 1950. TPQ Nurul Hidayah dengan perkembangan waktu semakin pesat perkembanganya. Namun berbeda dengan tingkat MADIN yang sedikit terjadi penurunan dengan seiring tinggi tingkatan pendidikan formalnya para santri. Nurul Hidayah menggunakan berbagai cara untuk mengajarkan anak-anak membaca dan menulis huruf Arab dan Al-Qur'an. Mereka menggabungkan metode An- Agus Afandi, dkk. Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat. Diktis Kementerian Agama RI, 2022. Hlm. RIYANTO. ULVIA FATKURIN FUAD. REKA UMI LATIFAH. MASITHOH KHARISMA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x Nahdliyah. Ummi. Dan Nahdliyyin untuk memastikan anak-anak mendapatkan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Di lembaga Nurul Hidayah, anak-anak diajar membaca dan menulis huruf Arab serta Al-Qur'an dengan cara yang menyenangkan. Untuk belajar huruf Arab, mereka menggunakan cara belajar yang disebut metode An-Nahdliyah. Sedangkan untuk belajar Al-Qur'an, mereka menggunakan dua cara, yaitu metode ummi dan Nahdliyyin. Semua cara belajar ini bertujuan agar anak-anak bisa memahami dan menghafal Al-Qur'an dengan baik. Evaluasi bulanan di TPQ dan Madin bertujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa dan menentukan kesiapan mereka untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan apakah mereka sudah siap naik ke tingkat berikutnya. No. Tabel 1. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Aspek Penilaian Peran Kepala Madrasah Disiplin Santri Kegitatan Santri Skor Interpretasi Tabel 1: Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat. Tabel 1 di atas menyajikan hasil penilaian terhadap aspek-aspek penting dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan. Hasil penilaian yang diperoleh sangat memuaskan, dengan skor rata-rata yang tinggi pada setiap aspek. Peran Kepala Madrasah (Skor . Kepala madrasah dinilai memiliki peran yang sangat aktif dan efektif dalam mengarahkan serta mengkoordinasikan kegiatan pengabdian masyarakat. Kepemimpinan yang kuat dari kepala madrasah menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk turut berpartisipasi. Kepala madrasah berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pengabdian kepada masyarakat. Disiplin Santri (Skor . Santri menunjukkan tingkat disiplin yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Mereka mampu bekerja sama dalam tim, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, dan mematuhi jadwal yang telah ditetapkan. Disiplin yang tinggi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan yang diajarkan di madrasah telah terinternalisasi dengan baik. Kegiatan Santri (Skor . Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh santri dinilai sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat RIYANTO. ULVIA FATKURIN FUAD. REKA UMI LATIFAH. MASITHOH KHARISMA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x Santri mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil penilaian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan telah berjalan dengan sangat baik. Semua aspek yang dinilai menunjukkan hasil yang positif, terutama peran aktif kepala madrasah, disiplin yang tinggi dari santri, serta relevansi kegiatan yang dilakukan. Gambar 1. Pembiasaan Budaya Upacara Bagi Para Santri Gambar 2. Pembiasaan Disiplin daam belajar dan Budaya Menghormati Guru Saat Mengaji Pembelajaran untuk tingkat TPQ dimulai pada pukul 14. 00 WIB. Yang mana dalam hal ini, untuk proses pembalajrannya menggunakan 2 sesi untuk sesi pertama 00 WIB yaitu santri masuk kelas, berdoAoa, kemudian belajar membaca dan menulis jilid dan Al-QurAoan sedangkan untuk sesi yang kedua pukul 15. 00 WIB santri TPQ berkumpul menjadi 1 kelas dan pembelajarannya dengan menggunakan metode ceramah dan praktek. Pelajaran yang diajarkan pada sesi ini adalah praktek sholat, menghafal doAoadoAoa sebelum melakukan aktivitas, dan menghafal tahlil dan yasin. Sedangkan unruk tingkat Madin teori pembelajaran menggunakan model kelas 16 Ibtidaiyah, 1-3 Tsanawiyah dan Aliyah. Adapun metode yang digunakan pada tingkat madin adalah metode pembelajaran tradisional yang mana dalakm proses pembelajaran RIYANTO. ULVIA FATKURIN FUAD. REKA UMI LATIFAH. MASITHOH KHARISMA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x melibatkan pengajaran langsung seorang guru kepada santri. Tak hanya itu, metode hafalan juga merupakan metode pembelajaran pada tingkat madin. Yang mana dalam hal ini, dilaksanakan setiap satu minggu sekali dan dilaksanakan setiap sebelum ujian Madin Nurul hidayah dalam tingkatan kelasnya di tempuh selama 1 tahun dengan dua kali ujian semester yakni semester 1 dan semester 2 atau kenaikan kelas. Namun, sebelum ujian semester selalu diaadakan ujian muhafadzoh atau hafalan syiiran yang sudah ditentukan dan ujian baca Al-QurAoan. Selain metode diatas. Madin Nurul Hidayah juga menggunakan metode praktek yang mana dalam hal ini merupakan praktek ubudiyah baik berupa tayamum, shalat janazah atau shalat ghaib, ddan sebagainya. TPQ dan Madin Nurul Hidayah Sambirobyong memiliki sistem kebudayaan yang telah turun-temurun dilaksanakan pada setiap tahunya. Adapun beberapa sistem kebudayaan diantaranya: Kebudayaan masuk kelas ketika bel sudah berbunyi. Kebudayaan yang diterapkan di TPQ ini adalah setelah bel masuk berbunyi santri langsung berdoAoa kemudian membaca Jilid atau IqraAo atau Al-QurAoan yang akan disetorkan hari itu. Dan sebelum pulang membaca Jilid atau IqraAo atau AlQurAoan yang akan disetorkan hari berikutnya. Sedangkan untuk tingkatan Madin setelah bel masuk berbunyi santri membaca Al-QurAoan minimal 1 RukuAo kemudian dilanjutkan lalaran nadzoman sesuai dengan tingkatannya. Peringatan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam TPQ dan Madin Nurul Hidayah pada setiap tanggal 1 Muharram mengadakan acara muharraman. Acara dimulai dengan sholat isyaAo berjamaah kemudian dilanjut pembacaan istighosah bersama seluruh santri TPQ. Madin, dan Peringatan Mulid Nabi Muhammad SAW. TPQ Nurul Hidayah dalam memperingati maulid nabi Muhammad SAW diikuti oleh seluruh santri TPQ. Madin, beserta guru. Acara peringatan Maulid Nabi pada Lembaga ini biasanya diadakan 2 sesi yaitu untuk sesi pertama di ikuti oleh seluruh santri dan guru yang dimulai pukul 15. 00 sampai 18. 30 WIB dengan pembacaan maulid nabi dan do'a sebagai penutup. Kermudian dilanjutkan dengan sesi ke 2 yang diikuti oleh santri Madin saja yang diisi dengan acara mauidhoh hasanah oleh salah satu tokoh agama. Dan acara sesi 2 dimulai pukul 18. 00 WIB. Peringatan Isra' mi'roj. Setiap peringatan IsraAo miAoraj lembaga ini mengadakan pembacaan tahlilan bersama seluruh santri TPQ. MADIN, dan dewan guru. Pada acara ini, memiliki ciri khusus yang unik yakni setiap santri harus membawa nasi kotak dan masingmasing anak membawa 2 nasi kotak dengan perincian yang 1 dikumpulkan dan yang satunya dimakan sendiri. Buka bersama dan pertemuan santri Pondok Pesantren dan alumni Nurul Hidayah Buka puasa dan pertemuan santri Pondok dan lumni merupakan acara tahunan yang dilaksanakan pada malam ke 21 Ramadhan. Acara ini diikuti oleh RIYANTO. ULVIA FATKURIN FUAD. REKA UMI LATIFAH. MASITHOH KHARISMA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x seluruh santri TPQ. Madin. Guru dan alumni serta santri Pondok se-Desa Sambirobyong. Acara peringatan ini dilaksanakan sebagai ajang untuk silaturrahmi serta penutupan ngaji bulan Ramadhan yang di ikuti oleh seluruh santri dan umum. Peringatan Hari Raya Idul Adha Peringatan Hari Raya Idul Adha biasanya dilakukan dengan mengadakan takbir keliling. Pada acara ini, santri membawa obor masing-masing. Namun, apabila terdapat santri tidak memungkinkan membawa obor maka diperbolehkan membawa lampion. Takbir kelililing ini merupakan suatu acara pengurus IPNU IPPNU Sambirobyong, yang berkolaborasi dengan TPQ dan Madin se-Desa Sambirobyong. Peringatan Hari Santri Nasional. Peringatan Hari Santri Nasional merupakan momen yang setiap tahunnya Dalam memperingati hari santri nasional, lembaga ini mengadakan upacara bendera yang pesertanya seluruh santri dan guru. Lomba Lalaran Kegiatan ini merupakan kegiatan pra Wisuda dan khataman. Acara ini diikuti oleh seluruh santri mulai tingkat 1 ibtidaiyah-tingkat aliyah. Diadaakannya acara ini sebagai kegiatan untuk memacu kreaktifitas sanrtri dengan cara mengkolabirasikan nadzom setiap tingkatan dengan iringan musik dari alat-alat Wisuda Madin dan Khataman Al-QurAoan Kegiatan ini merupaka kegiatan yang dilaksanakan pada akhir tahun ajaran. Yang mana dalam hal ini, santri TPQ yang sudah khatam 30 juz akan menjalani proses wisuda khataman Al-QurAoan yang diselenggarakan setiap 1 tahun sekali ketika santri sudah memenuhi persyaratan khataman yang telah ditentukan oleh dewan guru TPQ. Namun, bagi santri Madin yang sudah lulus Ibtidaiyah dan Tsanawiyah akan diadakan wisuda. Pembiasaan sopan santun terhadap guru, diterapkan pada lembaga ini. Dimulai dari bagaimana sikap ketika berpapasan dengan guru dan ketika waktu pembelajaran dalam kelas, mendengarkan setiap keterangan dari guru, dan mengikuti pembelajaran dengan tertib, dan sebagainya. 9 Namun, hal itu tidak semua santri taat akan kebiasaan tersebut dan ada juga santri yang sedikit tidak sopan terhadap guru. Akan tetapi masih dalam batas wajar karena setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pembiasaan budaya disiplin santri ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan 10 Hubungan dan pengaruh terhadap masyarakat sekitar sangat baik karena terbantunya masyarakat dalam menanamkan pribadi anak yang bisa membaca dan Nadia Rohmah. Sholeh Hidayat, and Lukman Nulhakim. AuImplementasi Pendidikan Karakter Disiplin Dalam Mendukung Layanan Kualitas Belajar Siswa,Ay Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran 5, no. (January 26, 2. : 150, https://doi. org/10. 23887/jipp. Popy Novita Pasaribu. AuNILAI-NILAI ISLAM PADA MODEL SDM MENUJU ERA SOCIETY 5. 0 STUDI KASUS BNI SYARIAH,Ay MEDIA BINA ILMIAH 15, no. , https://doi. org/10. 33758/mbi. RIYANTO. ULVIA FATKURIN FUAD. REKA UMI LATIFAH. MASITHOH KHARISMA EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 1. Desember 2024. Halaman 17-25 E-ISSN 3062-7680. P-ISSN x-x menulis Al-QurAoan, memahami kitab kuning, dan berakhlakul karimah. 11 Pengaruh TPQ dan Madin di madrasah sangat baik ketika hari raya idul adha warga sekitar sangat antusias berjualan, melihat dan mendukung anaknya untuk ikut takbir keliling. Kesimpulan Madrasah Nurul Hidayah Sambirobyong terus melakukan inovasi dalam metode pengajaran dan budaya belajar. Peran kepala madrasah sangatlah penting, terlihat pengaruhnya yang sangat siginifikan pada penongatan disiplin santri dan budaya tertib santri yang baik berkat peran kepala madrasah. Santri sebagai generasi penerus diharapkan dapat membawa angin segar dalam pengembangan pendidikan Islam. Pembentukan karakter santri yang berakhlak mulia sejak dini menjadi pondasi yang kuat untuk mencetak generasi yang ilmu dan amalnya seimbang. Kebudayaan dan metode pengajaran madrasaah Nurul Hidayah Sambirobyong dengan beriringnya zaaman sangatlah beragam. Santri sebagai penerus perjuangan ulama dalam mengembangkan pendidikan ini sangatlah penting. Tak hanya itu, penanaman tentang akhlakul karimah kepada anak usia dini menjadi hal yang utama untuk membentuk pribadi santri yang ilmiyah amaliyah amaliyah ilmiyah di kemuadian hari. Pendampikan ini akan sangat berimplikasi positif jika terjalin hubungan yang baik antara kedua belah pihak. Kegiatan pengabdian masyarakat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi santri, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, karakter santri seperti kepedulian sosial, tanggung jawab, dan kerjasama tim dapat terasah dengan baik. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan citra madrasah di mata masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, sehingga dapat mempererat hubungan antara madrasah dan Daftar Pustaka: