Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Kimia di Bandar Lampung Ila Rosilawati . Setyarini . Bayu Saputra . Gamila Nuri Utami . 1,2,3,. Universitas Lampung. Indonesia Email: 1 ila. rosilawati@fkip. saputra1988@fkip. ARTICLE HISTORY ABSTRAK Received . Mei 2. Revised . June 2. Accepted . Juni 2. Guru kimia di Bandar Lampung menghadapi tantangan dalam pemanfaatan AI dalam pembelajaran kimia di sekolah. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan pelatihan guna memfasilitasi dalam meningkatan pemahaman guru kimia terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Tujuan pelatihan ini adalah agar guru-guru kimia di Bandar Lampung memahami dan mampu menggunakan AI yang dapat meningkatkan fektifitas Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan memberikan pelatihan secara langsung baik teori maupun praktik, instrumen tes digunakan untuk melihat peningkatan hasil pelatihan. Hasil pelatihan memberikan dampak positif, memberikan peningkatan yang signifikan. Rata-rata nilai postes sebesar 88, nilai tersebut lebih besar dibanding pada nilai pretes hanya 71. Peningkatan tersebut menyatakan indikasi keberhasilan pelatihan. Sehingga guru dapat mengefektifkan pembelajaran di sekolah dengan memanfaatkan teknologi sebagai salah satu sumber belajar berbasis AI. Pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kimia di KEYWORDS Chemistry Chemistry learning. Utilization of AI This is an open access article under the CCAe BY-SA license ABSTRACT Chemistry teachers in Bandar Lampung face challenges in using AI in teaching chemistry at school. To overcome this problem, training is needed to facilitate increasing chemistry teachers' understanding of the use of AI in learning. The aim of this training is for chemistry teachers in Bandar Lampung to understand and be able to use AI which can increase learning effectiveness. The method used in this training is to provide direct training both theory and practice, test instruments are used to see improvements in training results. The results of the training had a positive impact, providing significant The average post-test score is 88, this value is greater than the pre-test score of only 71. This increase is an indication of the success of the training. So that teachers can make learning more effective at school by utilizing technology as an AIbased learning resource. In the end, it can improve the quality of chemistry learning in PENDAHULUAN Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang baru dalam pendidikan dengan menawarkan solusi yang dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa. AI berperan penting dalam pendidikan, dapat memudahkan tugas pendidik dan pembelajaran lebih aktif (Diantama. Secara khusus. AI berpotensi merevolusi cara kita mendekati, mempelajari, dan memperkaya pengalaman belajar mata pelajaran kimia (Akbar. Penelitian oleh Nadila. , & Septiaji. menunjukkan bahwa AI dapat digunakan untuk memudahkan guru merancang pengalaman pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan pemahaman siswa, meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, menunjukkan hasil positif dan memperkuat keterampilan abad 21(Prastika et al. Ahmad. Suharmawan W. , 2. Namun, implementasi teknologi AI dalam pembelajaran masih terbatas di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Bandar Lampung. Menurut Kurniawan et al. , penggunaan AI dalam pembelajaran juga memerlukan pertimbangan yang matang terhadap kesiapan pengabdian. Selain itu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman secara menyeluruh tentang potensi teknologi ini dan keterbatasan infrastruktur pendidikan. Menurut berbagai studi, penggunaan AI dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan di era digital, efisien baik dalam mengelola data, pembelajaran dipersonalisasi, umpan balik, di lingkungna akademik (Batusalu et al. , 2023. Wijayanto et al. Mambu et al. , 2. Pembelajaran kimia merupakan salah satu area di mana teknologi AI dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pembelajaran. Selain itu. AI dapat menganalisis data dan kinerja siswa untuk memberikan masukan dan rekomendasi yang disesuaikan untuk perbaikan. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 177Ae. 177 Hal ini tidak hanya meningkatkan pengalaman belajar tetapi juga membantu siswa memahami konsepkonsep kompleks dan menerapkannya secara efektif . e Almeida et al. , 2. Penelitian Wekerle et al . mengatakan bahwa AI berbasis Chatbot memiliki hasil yang erat dengan hasil belajar. Salah satu chatbot yaitu ChatGPT dari open ai. Gemini dari google dan Copilot dari microsoft dapat memberikan jawaban yang sesuai tentang reaksi kimia tertentu (Nufus. , 2024. Pujiono, et al. , 2024. Yumna et al. Selain itu. Melalui interaksi AI dalam bentuk AR, siswa dapat mempelajari tentang topik kimia yang menyenangkan, meningkatan interaksi, motivasi belajar dan keterlibatan peserta tinggi (Cymara Olim. Al Hanif. , 2. Secara keseluruhan, integrasi AI dalam pembelajaran kimia di Bandar Lampung berpotensi meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Lampung berpotensi meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Di Bandar Lampung , kurangnya sumber daya dan kesempatan bagi guru untuk mendapatkan pelatihan tentang pemanfaatan teknologi AI menjadi kendala dalam mengimplementasikan solusi ini. Oleh karena itu, kemajuan teknologi khususnya kecerdasan buatan (AI), telah menawarkan peluang baru untuk memperbaiki cara belajar dan mengajar guru kimia. Tujuan dalam pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam penggunaan AI berbasis Chatbot dalam pebelajaran. METODE Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan di MAN 1 Bandar Lampung pada tanggal 24 September 2024 dan dihadiri oleh 44 guru kimia kimia SMA dan MAN se-Bandar Lampung. Target yang diharapkan dari pengabdian ini adalah: . Meningkatkan pemahaman para guru kimia di Bandar Lampung tentang aplikasi dan potensi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran kimia. Mengembangkan keterampilan para guru kimia dalam menggunakan AI untuk membuat pembelajaran menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan siswa. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode pelatihan dan pendampingan. Data kuantitatif dari pretes dan postes untuk melihat peningkatan hasil pengabdian (Nana Sudjana, 1. Pada tahap awal dilakukan tes awal untuk menilai tingkat pemahaman dan kesiapan guru-guru kimia terhadap penggunaan teknologi AI. Selanjutnya, para guru kimia diberikan pelatihan intensif tentang penggunaan berbagai tools AI seperti chat GPT. Gemini, dan Copilot dalam pembelajaran kimia. Pelatihan ini melibatkan sesi-sesi praktis, guru-guru kimia diajarkan cara menggunakan tools tersebut secara efektif dalam konteks pembelajaran kimia. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan secara berkala untuk memastikan bahwa guru-guru dapat mengimplementasikan teknologi AI dalam pembelajaran kimia dengan baik. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan teknologi AI dalam meningkatkan pemahaman guru kimia dengan memberikan postes. Pengolahan data dari instrumen pretes dan postes dengan menghitung rerata pretes, postes, nGain dan menafsirkan. Tabel 1. Kriteria nilai n-Gain n-Gain Kriteria > 0,7 Tinggi 0,3 < n-Gain O 0,7 Sedang n-Gain O 0,3 Rendah Sumber: Hake, 2002. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan MGMP Kimia SMA/MA di Bandar Lampung dengan durasi kegiatan satu hari. Persiapan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dimulai koordinasi denga ketua MGMP, pemilihan tempat pelaksanaan. Selain itu juga koordinasi ketua dengan anggota pengabdian termasuk melibatkan mahasiswa tentang teknis pelaksanaan. Koordinasi meliputi materi dan perlengkapan yang akan disampaikan pada forum. Ketua pengabdi dan tim membagi tugas dimulai dari penyiapan materi, instrumen tes, peyiapan banner, penyiapan sertifikat peserta, konsumsi dan perlengkapan Penyiapan perlengkapan elektronik seperti komputer/ laptop, jaringan internet termasuk pointer untuk menjalankan file presentasi dan praktik langsung. Pelatihan ini diawali dengan kegiatan sambutan oleh kepala sekolah di MAN 1 Bandar Lampung dan ketua Pengabdian. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan. Urutan pelaksanaan kegiatan pretes, penyampaian materi, tanya jawab, kuis singkat, terakhir postes. Proses pretes dilakukan dengan bantuan aplikasi google form yang dibagikan melalui grup Whats Up peserta MGMP. Jumlah soal berjumlah 20 dengan jenis soal multipel choice. Peserta mengisi menggunakan laptop maupun smartphone masing masing dengan durasi 20 menit. 178 | Ila Rosilawati. Setyarini. Bayu Saputra. Gamila Nuri Utami. Pemanfaatan Artificial Intelligence. Jumlah peserta yang mengisi pretes berjumlah 44 guru kimia kimia SMA dan MAN se-Bandar Lampung. Perolehan data pretes dapat dilihat padaTabel 2 Tabel 2. Nilai Hasil Pretes 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa belum semua peserta memahami pembelajaran dengan melibatkan AI. Bahkan ada yang masih mendapatkan nilai dibawah 40. Meski demikian dari grafik terlihat satu orang sudah ada yang mendapat nilai terbesar yaitu 90. Artinya sudah memiliki pemahaman yang baik tentang AI. Kegiatan berikutnya yaitu penyampain materi. Penyampaian materi menggunakan bantuan proyektor yang berjudul AuMengoptimalkan Pembelajaran Kimia dengan Teknologi AI: Strategi dan AplikasiAy. Gambar 1. Penyampain materi Materi kegiatan dibagi menjadi tiga, pertama tentang pemahaman AI, bagian dua tentang penggunaan Chat GPT. Gemini dan Copilot dalam pembelajaran sebagai alat bantu, bagian terakhir yaitu tentang etika penggunaan AI. Pada bagian akhir setelah penyampaian etika diberikan kuis interaktif dengan aplikasi kahoot. Pertam tama penyaji membuka aplikasi kahoot yang sudah ada pertanyaannya di layar proyektor, peserta diminta bergabung kedalam aplikasi dengan kode pin yang telah dibagikan. Setiap pertanyaan diberikan waktu 30 detik yang dapat dilihat peserta di layar. Sementara peserta setelah gabung dengan kode yang diberikan dapat memilih jawaban melalui smartphone masing masing. Peserta yang cepat menjawab dan paling benar mendapatkan penghargaan dari aplikasi. Peserta juara 3, 2 dan 1. Seluruh peserta antusias saat mengikuti materi berkaitan dengan AI dan termasuk pada saat kuis interaktif. Gambar 2. Tampilan Pertanyaan Kuis (Kir. dan Peserta Mengikuti Kuis Interaktif (Kana. Pada kegiatan selanjutnya yaitu tanya jawab. Pertanyaan terbuka tentang kendala maupun pengalaman menggunakan AI. Beberapa guru yang telah mengenal dan menggunakan AI mengatakan bahwa AI seperti Gemini dapat membantu dalam menyiapkan bahan pembelajaran. namun ada juga guru Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 177Ae. 179 yang baru ini mendapatkan pelatihan penggunaan AI dalam pembelajaran kimia. Menurutnya penggunaan teknologi seperti Chat GPT sangat bermanfaat dan membuat hidup kembali meski sudah pernah mendengar tapi belum pernah praktik. Ia mengatakan bahwa Ausetelah saya belajar hari ini, saya senang dan bermanfaat, saya merasa hidup lagi,Ay. Gambar 3. Tanya Jawab dengan Peserta Pada saat praktik langsung Chat GPT dengan laptop para peserta mencoba dengan berbagai macam prompt/ perintah pada AI. Simulasi praktik dalam pembelajaran kimia. Sesuai dengan materi yang diberikan bahwa untuk mendapatkan jawaban yang spesifik dari AI (Chat GPT, gemini maupun copilot, maka prompt yang diberikan harus detail. Gambar 4. Peserta Praktik dengan Laptop Berbagai contoh ujicoba peserta memberikan pertanyaan dan jawaban ketika memberikan pertanyaan pada AI: Gambar 5. Tampilan Hasil Praktik Peserta Pelatihan dengan AI Tabel 3. Nilai Hasil Postes Guru 1 Guru 3 Guru 5 Guru 7 Guru 9 Guru 11 Guru 13 Guru 15 Guru 17 Guru 19 Guru 21 Guru 23 Guru 25 Guru 27 Guru 29 Guru 31 Guru 33 Guru 35 Guru 37 Guru 39 Guru 41 Guru 43 180 | Ila Rosilawati. Setyarini. Bayu Saputra. Gamila Nuri Utami. Pemanfaatan Artificial Intelligence. Tabel 4. Nilai Hasil Pretes dan Postes Guru 1 Guru 3 Guru 5 Guru 7 Guru 9 Guru 11 Guru 13 Guru 15 Guru 17 Guru 19 Guru 21 Guru 23 Guru 25 Guru 27 Guru 29 Guru 31 Guru 33 Guru 35 Guru 37 Guru 39 Guru 41 Guru 43 Column1 Pretes Score Postes Tabel 4 menunjukkan data postes lebih tinggi dari pada data pretes. Sebanyak 5 orang peserta . ,4%) memperoleh nilai sempurna yaitu nilai 100. Nilai tersebut memberikan arti bahwa peserta telah menguasai materi yang diajarkan secara maksimal. Hal tersebut merupakan pencapaian yang sangat baik, tidak terdapat kesalahan dalam menjawab pertanyaan. Capaian dari tujuan pelatihan ini memperoleh hasil yang maksimal 95,6 %. hanya 10 orang . ,4%) memperoleh nilai tetap. Tabel 3 menunjukkan peserta dengan peningkatan 25 poin dari nilai maksimal 100 sebanyak 6 orang, 30 poin sebanyak 3 orang, 35 poin sebanyak 4 orang, 40 poin sebanyak satu orang, dan terdapat satu orang mengalami peningkatan sebesar 60 poin. Sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan sebagian besar peserta pelatihan mengalami peningkatan nilai yang bervariasi. Peningkatan mulai dari peningkatan kecil hingga sangat besar. Peningkatan terbesar 60 poin menunjukkan pelatihan ini memberikan dampak signifikan dari pemahaman awal guru yang rendah. Tabel 5. Rata-Rata Nilai Pretes. Postes dan N-Gain No. Jenis data Pretes Postes n-Gain Rata-rata nilai 0,57 Pada Tabel 5. menunjukkan perolehan rata-rata nilai postes lebih tinggi dari pretes yaitu . dan Selanjutnya rata-rata nilai n-Gain sebesra 0,57, menyatakan kriteria peningkatan medium. Artinya program pengabdian ini mampu meningkatkan pemahaman peserta pelatihan. Jika nilai dirubah dalam presentase maka nilainya adalah 57%. Hal itu menunjukkan bahwa program kegiatan berjalan cukup baik. Pengabdian ini menjadi bagian penting bagi guru dalam pemahaman teknologi dalam pembelajaran. Pengabdian ini memberikan pengetahuan penting bahwa guru kimia tidak hanya menguasai materi kimia dan pedagogik saja namun ia harus memahami teknologi apa yang tepat sesuai dengan frame work TPACK. Lebih dari itu pemilihan teknologi, metode, dan alat yang tepat lebih efektif sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa (Saputra. , & Chaeruman. KESIMPULAN Berdasarkan tujuan yang ditetapkan, memberikan simpulan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan dampat positif bagi guru guru kimia di SMA/MA Bandar Lampung. Peserta dapat mengetahuai adanya AI berupa Chat GPT. Gemini. Copilot, yang dapat membantu dalam pembelajaran kimia di sekolah, baik dari perolehan informasi dan peningkatan keterampilan. Peserta memperoleh informasi AI yang dapat digunakan di sekolah dalam pembelajaran berupa Chat GPT dari open AI. Gemini dari google dan Copilot dari microsoft. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada pihak FKIP Universitas Lampung yang telah mendukung kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di tingkat Prodi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu. Kepala Sekolah MAN 1 bandar Lampung yang sudah memfasiltasi sehingga terlaksananya PkM ini. Ketua MGMP Kimia yang dapat berkoordinasi dengan Tim PkM. Dan semua peserta pelatihan PkM, para guru kimia se-Bandar lampung. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 177Ae. REFERENSI