SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LOKASI PRAKERIN BERBASIS WEB DENGAN METODE PROFILE MATCHING Dwi Nurani1. Alfie Nur Rahmi2. Supriatin3 Informatika1. Sistem Informasi2. Manajemen Informatika3, . Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Amikom Yogyakarta dwinurani@amikom. id 2alfienurrahmi@amikom. id 3supriatin@amikom. ABSTRACT SMK Muhammadiyah 3 Wates is a private vocational high school in Kulon Progo which has several fields of vocational studies. Among other things, the Multimedia study program which is directed at the field of video & photography. The school has a compulsory industrial work practice . program which aims to apply knowledge from schools and broaden students' insights in the field of industrial work. In determining the location of the internship, there is often a mismatch between the abilities of students and the industry where the internship is held. Therefore, to solve the problem of internship placement, a computer system in the form of a decision support system is needed that can help adjust the suitability of students to the industry where the internship is held. This study aims to build a web-based system to support apprenticeship placement decisions. The method used is profile matching (Profile Matchin. using GAP analysis by looking for profiles of students who have profile values that are as close as possible to the needs of the internship. The final result of profile matching is in the form of ranking scores of internship student profiles who will be placed in an industry. And used as a recommendation for decision making for vocational apprenticeship placement for students of SMK Muhammadiyah 3 Wates Keywords : Prakerin. Profil Matching, job training. ABSTRAK SMK Muhammadiyah 3 Wates merupakan sekolah swasta menegah kejuruan di kulon progo yang mempunyai beberapa bidang studi kejuruan. Antara lain yaitu program studi Multimedia yang di arahkan pada bidang video & fotografi. Pihak sekolahan memiliki program wajib praktek kerja industri. yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang dari sekolah dan menambah wawasan siswa di bidang kerja industri. dalam penentuan lokasi prakerin seringkali terjadi ketidak sesuaian antara kemampuan siswa dengan industri tempat prakerin. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah penempatan Prakerin tersebut dibutuhkan suatu sistem komputer berupa sistem penunjang keputusan yang bisa membantu kesesuaian siswa dengan Industri tempat Prakerin. Metode yang digunakan adalah pencocokan profil (Profil Matchin. menggunakan analisis GAP dengan mencari profil siswa yang memiliki nilai profil sedekat mungkin dengan kebutuhan tempat Prakerin. sistem ini dibuat berbasis web dengan maksud sistem bersifat dinamis yang dapat di akses melalui perangkat yang sudah dimiliki oleh sekolah berupa komputer/HP. Hasil akhir dari profile matching ini berupa perangkingan dari nilai profil siswa Prakerin yang akan di tempatkan pada salah satu industri. Dan dijadikan sebagai rekomendasi pengambilan keputusan penempatan prakerin siswa kejuruan Multimedia SMK Muhammadiyah 3 Wates. Kata kunci Prakerin. Profil Matching. Praktik kerja 161 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 4. Oktober 2024 PENDAHULUAN Bagian PENDAHULUAN membahas tentang latar belakang masalah, membahas literatur secara lengkap, maksud dan tujuan Prakerin adalah program pembelajaran yang wajib dilakukan oleh setiap siswa Sekolah menengah kejuruan (SMK), program pembelajaran ini dijalankan oleh sekolahan bekerjasama dengan perusahaan industri guna siswa bisa mendapatkan ilmu yang tidak diperoleh saat kegiatan belajar mengajar dan menambah wawasan siswa dalam dunia kerja di kemudian hari serta mengasah kemampuan Dengan diadakannya prakerin ini membawa dampak yang sangat besar bagi siswa, yang antara lainnya siswa yang kebutuhan perusahaan sering di tarik langsung untuk bekerja pada perusahaan tersebut, akan tetapi ada pula beberapa siswa yang tidak cocok dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan tepat prakerin. Dalam kasus ini siswa sering menghadapi permasalahan dalam memilih tempat prakerin yang di mana siswa dengan keunggulan sejumlah aspek kemampuan tertentu ternyata tidak cocok dengan kompetensi industri yang di pilih sendiri, sehingga beberapa siswa yang mengalami ketidak cocokan tempat pada saat menjalankan prakerin akhirnya tidak bisa maksimal dalam menerima ilmu yang disajikan oleh industri. Maka dari itu sekolah juga perlu melakukan koreksi terhadap materi pembelajaran yang di sampaikan, dengan menjadikan standar kebutuhan industri sebagai gambaran memberi bekal ilmu kepada siswa. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga memegang peranan penting dalam memajukan bangsa, yakni untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja dan menjadi tenaga kerja yang produktif. Lulusan SMK idealnya merupakan tenaga kerja yang siap pakai, dalam arti langsung bisa bekerja di dunia usaha dan industri (DU/DI) . Di harapkan dengan dirancangnya sistem ini maka sekolah dapat terbantu dalam pemilihan lokasi prakerin untuk siswanya. Sistem pendukung keputusan (SPK) dapat membantu pengambilan keputusan bagi dalam menentukan suatu pilihan dengan mempertimbangkan nilai nilai aspek dari 2 piak agar di temukannya nilai kesesuaian dan alternatif nilai lainnya, sehingga penentuan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat sesuai kebutuhan. Aplikasi SPK menggunakan data. Memberikan antarmuka mudah, dan menggabungkan pemikiran pengambilan keputusan . Untuk mendukung SPK yang efektif, sistem ini akan dibangun berdasarkan web, sehingga pemecahan masalah dapat dilakukan langsung dari browser pengguna. METODOLOGI PENELITIAN Bagian ini menjelaskan secara rinci penelitian yang dilakukan. Uraikan secara singkat bahan dan metode yang digunakan bahasan/materi yang dipelajari, alat yang digunakan, rancangan percobaan atau pengambilan sampel, variabel yang akan diukur, teknik pengumpulan data, analisis, dan model statistik yang digunakan. Sebagai kutipan berurutan dalam tanda kurung . Semua dipaparkan secara tersirat atau Proses profile matching secara garis besar merupakan proses membandingkan antara kompetensi seorang pegawai ke dalam kompetensi jabatan sehingga dapat diketahui perbedaan kompetensinya . isebut juga GAP). Semakin kecil GAP yang dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar, yang berarti memiliki peluang lebih besar bagi seorang calon pegawai untuk bisa diterima. Metode Profile Matching terdiri dari beberapa tahapan dan perumusan perhitungan yaitu. Aspek Penilaian. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menentukan aspekaspek factor. aktor utam. dan secondary factor . aktor kedu. Pemetaan GAP Kompetensi GAP kompetensi adalah perbedaan antara kriteria yang dimiliki seseorang dengan kriteria yang Rumus GAP kompetensi yaitu: GAP = Nilai Kriteria Oe Nilai Minimal. Pembobotan Apabila pemetaan GAP sudah selesai dilakukan, maka hasil dari pemetaan tersebut diberi bobot nilai sesuai dengan patokan tabel bobot nilai GAP. Nurani. Rahmi. Supriatin. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Prakerin Berbasi. Selisih Tabel 2. 2 Nilai bobot GAP Keterangan Bobot Nilai Tidak ada selisih (Kompetensi sesuai yang Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat/level Kompetensi individu kekurangan 1 tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 2 tingkat/level Kompetensi individu kekurangan 2 tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 3 tingkat/level Kompetensi individu kekurangan 3 tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 4 tingkat/level Kompetensi individu kekurangan 4 tingkat/level GAP = Nilai siswa Ae Nilai Kriteria Setelah diperoleh nilai Gap selanjutnya diberikan bobot untuk masing nilai Gap. Perhitungan dan pengelompokan Core factor . aktor utam. dan Secondary factor . aktor Untuk perhitungan core factor dapat ditunjukkan pada rumus berikut . NCF = Keterangan : NCF : Nilai rata-rata core factor : Jumlah Total Nilai core : Jumlah item core factor Untuk perhitungan secondary factor dapat ditunjukkan pada rumus berikut : NSF = Keterangan : NSF : Nilai rata-rata secondary : Jumlah nilai secondary : Jumlah item secondary Perhitungan Nilai total diperoleh dari prosentase core factor dan secondary factor, perhitungannya seperti berikut : N = . % NCF . % NSF Keterangan : : Nilai total dari kriteria NCF : Nilai rata Ae rata core NSF : Nilai rata Ae rata secondary . % : Nilai persentase yang di Perhitungan penentuan ranking. Penentuan ranking mengacu pada hasil perhitungan Perhitungan ditunjukkan pada rumus dibawah ini : Rangking = . % KI . % KP Keterangan : : Kapasitas intelektual : Kemampuan Praktikum . % : Nilai persen yang di Menjelaskan kronologis penelitian, . alam pseudocode, atau lainny. , bagaimana menguji dan mengumpulkan data . , . Deskripsi alur penelitian harus didukung oleh referensi sehingga penjelasan yang ditulis dapat diterima secara ilmiah. Tabel dan gambar berikut dibuat rata tengah . seperti yang ditunjukkan pada tabel dan gambar di bawah dan dirujuk pada naskah artikel. Tabel 1. Performa dari mesin X. Variable Speed . Power . W) II. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian harus ditulis dengan jelas dan padat. Diskusi harus menggambarkan Hindari kutipan dan diskusi berlebihan dari literatur yang diterbitkan. Semua paragraf mesti di-indent. Semua paragraf mesti rata kiri dan rata kanan. Cara mudah agar format makalah Anda sesuai dengan format makalah yang kami perlukan, gunakan dokumen ini sebagai template dan ketik teks Anda di dalamnya Dalam melakukan pemilihan lokasi prakerin, pihak sekolahan telah menetapkan beberapa kriteria yang akan di gunakan sebagai parameter pembanding dengan kemampuan yang di miliki oleh siswa/i yang akan menjalani prakerin. Konsep dasar membandingkan nilai kemampuan yang di miliki oleh siswa dibandingkan dengan nilai 163 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 4. Oktober 2024 kriteria dari lokasi prakerin kemudian dilakukan analisis GAP untuk melakukan perhitungan kemudian menghasilkan nilai bobot yang berfungsi untuk melakukan perangkingan nilai tertinggi yang cocok dan terpilih untuk melakukan prakerin di suatu tempat sesuai dengan kriteria pembanding yang digunakan. Parameter Kriteria Berikut ini adalah kriteria Ae kriteria yang akan digunakan dalam sistem yang telah di tentukan oleh pihak sekolahan dalam standar kemampuan yang digunakan sebagai Tabel 3. 6 Kriteria Kemampuan Intelektual Parameter No. Kode Jenis Bobot Kriteria Multimedia C1 Core Factor Desain Core Factor Grafis Hardware Core Factor Software Bahasa Secondary Inggris Factor Sistem Secondary Operasi Factor Total Bobot Kriteria Intelektual Tabel 3. 7 Kriteria kemampuan Praktikum No. Parameter Kode Jenis Bobot Kirteria Videografi Core Factor Fotografi Core Factor 55% Editting Core Factor Secondary Team Work Factor Total Bobot Kriteria Praktikum 1 Parameter Nilai Kriteria Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Multimedia (C. Tabel 3. 8 Parameter Rata -rata Nilai Pelajaran Multimedia No Parameter Keterangan Bobot Nilai Parameter Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Nilai <= Kurang Sangat Kurang Parameter Rata-rata Nilai Pelajaran Desain Grafis (C. Tabel 3. 9 Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Desain Grafis Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Sangat Nilai >= 90 Bagus Nilai >= 80 Bagus Nilai >= 70 Cukup Nilai >= 60 Kurang Sangat Nilai <= 59 Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Hardware Software (C. Tabel 3. 10 Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Hardware Software No Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Kurang Nilai <= Sangat Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Bahasa Inggris (C. Tabel 3. 11 Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Bahasa Inggris Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Kurang Nilai <= Sangat Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Sistem Operasi (C. Nurani. Rahmi. Supriatin. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Prakerin Berbasi. Tabel 3. 12 Parameter Rata Ae rata Nilai Pelajaran Sistem Operasi Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Kurang Nilai <= Sangat Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Praktikum Videografi (C. Tabel 3. 13 Parameter Rata Ae rata Nilai Praktikum Videografi Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Kurang Nilai Sangat <=59 Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Praktikum Fotografi (C. Tabel 3. 14 Parameter Nilai Rata Ae rata Nilai Praktikum Fotografi Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Kurang Nilai <= Sangat Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Praktikum Editting (C. Tabel 3. 15 Parameter Rata Ae rata Nilai Praktikum Editting Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Nilai >= Nilai >= Nilai <= Bagus Cukup Kurang Sangat Kurang Parameter Rata Ae rata Nilai Team Work (C. Tabel 3. 16 Parameter Rata Ae rata Nilai Team Work No Parameter Keterangan Bobot Nilai Nilai Parameter Nilai >= Sangat Bagus Nilai >= Bagus Nilai >= Cukup Nilai >= Kurang Nilai <= Sangat Kurang Pemetaan GAP Kompetensi Perhitungan Manual Metode Profile Matching analisis GAP. Dalam Proses ini akan dilakukan perhitungan manual dengan mengambil sampel 9 data siswa yang akan menjalankan Prakerin dengan ketentuan sebagai berikut : Tabel 3. 17 Alternatif Siswa Alternatif Keterangan Rizki Arifudin A1 Deny Arisman A2 Eka Ismawati Aira Zafrina Daniah Indra Rasendriya Palya Sadana Alfonso Aryando Hanif Andri Wibowo Ferdian Paleka A9 Dengan Kriteria dari sebuah lokasi industri multimedia yang membuka izin pakerin, memiliki kriteria nilai untuk siswa yang akan menjalani prakerin di lokasi tersebut, sebagi Tabel 3. 18 Alternatif ketentuan/GAP Kriteria Kapasitas Intelektual Kemampuan 165 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 4. Oktober 2024 Lokasi Praktikum Praktikum C6 C7 A1 C8 C9 EVIO Multimedia Mengevaluasi penilaian pemilihan GAP lokasi prakerin siswa yang cocok dari 9 siswa alternatif yang akan di nilai. Akan di pilih 3 siswa dengan nilai yang mendekati kriteria Ae kriteria yang telah di tentukan. Tabel 3. 19 Nilai Alternetif Kriteria dan Perhitungan GAP kemampuan Intelektual Pembobotan GAP Kriteria Setelah Melakukan perhitungan GAP Alternatif C1 C2 C3 C4 C5 berdasarkan tabel bobot nilai GAP : Tabel 3. 21 Bobot Nilai GAP Selisih Bobot Keterangan Nilai Tidak ada selisih (Kompetensi sesuai yang dibutuhkan Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat/level Kompetensi individu kekurangan 1 tingkat/level Kompetensi individu kelebihan 2 Kriteria tingkat/level Intelektual Kompetensi individu kekurangan -1 0 2 tingkat/level -1 0 Kompetensi individu kelebihan 3 tingkat/level -1 1 Kompetensi individu kekurangan -2 1 GAP 3 tingkat/level -1 0 Kompetensi individu kelebihan 4 tingkat/level -1 1 -1 2 Kompetensi individu kekurangan 4 tingkat/level Tabel 3. 20 Nilai Alternatif Kriteria Perhitungan GAP Kemampuan Praktikum Kriteria C6 C7 C8 C9 Alternatif Kriteria Berdasarkan Perhitungan GAP dan menghasilkan nilai pembobotan sebagai Tabel 3. 22 Hasil Pembobotan Kriteria Kapasitas Intelektual Kemampuan Praktikum Alternatif CF C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 3,5 5 4,5 5 4,5 4 4,5 4 4,5 4,5 4,5 4,5 4,5 3,5 3 3,5 4,5 4,5 3,5 4,5 2,5 5 3,5 3,5 3 4,5 4 4,5 5 4,5 3,5 4 4,5 3,5 4 3,5 3 3,5 4,5 4,5 5 4,5 4 3,5 3,5 4,5 4,5 4,5 5 3,5 5 Nurani. Rahmi. Supriatin. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Prakerin Berbasi. Langkah menentukan nilai normalisasi untuk kriteria dari setiap alternatif, dan membuatnya menjadi sebuah data yang ternormalisasi yang akan digunakan sebagai bahan Perhitungan detailnya untuk setiap kriteria dan alternatif adalah sebagai Normalisasi siswa alternatif A1 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 3Ae3 5Ae3 4Ae4 3Ae2 Gap = -1 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF = 4,75 Nilai Intelektual = . 7 * 4,. = 4,342 Normalisasi siswa alternatif A1 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 5Ae5 3Ae3 4Ae3 4Ae5=Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Praktikum = . 55 * 4. = 4. Bobot Rangking = . 6* 4,. = 4,388 Normalisasi siswa alternatif A2 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria Gap 2Ae3 = -1 3Ae3 4Ae4 3Ae2 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Intelektual = . ,7 * 4,. ,3 * 4,. = 4,575 Normalisasi siswa alternatif A2 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 4Ae5 4Ae3 4Ae3 4Ae5 Gap = -1 = 1 = -1 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Praktikum = . ,55 * 4,. ,45 * . = 4,183 Bobot Rangking = . ,6 * 4,. = 4,418 Normalisasi siswa alternatif A3 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 4-4= 4Ae3 4Ae3 5Ae4 Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot 4Ae2= 167 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 4. Oktober 2024 Kriteria NCF = 4,667 NSF 5Ae5 3Ae3 3Ae3 5Ae5 Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF Nilai Intelektual = . ,7* 4. ,3 * . = 4,467 Normalisasi siswa alternatif A3 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 3Ae5 5Ae3 4Ae3 4Ae5= Gap = -2 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF = 3,667 NSF Nilai Praktikum = . ,55 * 3,. ,45 * . = 3,817 Bobot rangking = . ,6 * 4,. ,4 * 3,. = 4,207 Normalisasi siswa alternatif A4 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 3-4 4Ae3 5Ae3 5Ae4 5Ae2 Gap = -1 = 1 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Intelektual = . ,7 * . ,3 * 3,. = 3,85 Normalisasi siswa alternatif A4 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif NSF Nilai Praktikum = . ,55 * . ,45 * . = Bobot Rangking = . ,6 * 3,. ,4 * . = 4,31 Normalisasi siswa alternatif A5 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 5Ae3 5Ae3 2Ae4 Gap = -2 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Intelektual = . ,7 * . ,3 * 3,. = 3,925 Normalisasi siswa alternatif A5 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 4Ae5 4Ae3 3Ae3 3Ae5= Gap = -1 = 1 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Praktikum = . ,55 * 4,. ,45 . = 3,825 Bobot rangking = . ,6 * 3,. ,4 * 3,. = 3,885 3Ae2 Nurani. Rahmi. Supriatin. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Prakerin Berbasi. Bobot Normalisasi siswa alternatif A6 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 3-4= 3Ae3 3Ae3 5Ae4= Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai SCF NSF Nilai Intelektual = . ,7 * 4,. ,3 * . = 4,467 Normalisasi siswa alternatif A6 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 4Ae5 3Ae3 2Ae3 3Ae5 Gap = -1 = -1 = -2 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Praktikum = . ,55 * 4,. ,45 * 3,. = 3,733 Bobot Rangking = . ,6 * 4,. ,4* 3,. = 4,173 Normalisasi siswa alternatif A7 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 4Ae3 5Ae3 3Ae4 Gap = -1 = -1 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Intelektual = Normalisasi siswa alternatif A7 Kemampuan 2Praktikum : 4Ae2= Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 3Ae5 5Ae3 4Ae3 2Ae5 Gap = -2 = -3 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Praktikum = . ,55 * 3,. ,45 * . = 2,917 Bobot Rangking = . ,6 * 3,. ,4 * 2,. = 3,522 Normalisasi siswa alternatif A8 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 4Ae3 3Ae3 4Ae4 Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF 4,833 NSF 3Ae2 Nilai Intelektual = . ,7 * 4,. ,3 C54,. = 4,808 4 Normalisasi siswa alternatif A8 Kemampuan Praktikum : 4 Ae 2Alternatif = 2 Siswa Alternatif Kriteria 4Ae5 5Ae3 5Ae3 4Ae5=Gap = -1 Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai 169 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 4. Oktober 2024 Bobot NCF NSF = =4 Nilai Praktikum = . 55 * 3,. ,45 * . = 3,817 Bobot Rangking = . ,6 * 4,. ,4 * 3,. = 4,412 Normalisasi siswa alternatif A9 Kemampuan Intelektual : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 5-4 4Ae3 4Ae3 4Ae2= Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF = 4,5 NSF Nilai Intelektual = . ,7 * 4,. ,3 * 4,. = 4,425 Normalisasi siswa alternatif A9 Kemampuan Praktikum : Alternatif Siswa Alternatif Kriteria 5Ae5 3Ae3 3Ae3 4Ae5=Gap Pencocokan nilai GAP terhadap tabel bobot gap menghasilkan nilai Bobot NCF NSF Nilai Praktikum = . ,55 * 5 ) . ,45 * . = 4,55 Bobot Rangking = . ,6 * 4,. ,4 * 4,. = 4,475 Setelah Melakukan Normalisasi dan pembobotan maka di dapatkan hasil seperti Tabel 3. 23 di bawah : Tabel 3. 23 Nilai Bobot Perangkingan Alternatif Bobot Rangking 4,475 4,418 4,412 4,31 4,298 4,207 4,173 3,885 3,522 Alternatif A9. A2, dan A8 Menjadi siswa yang terpilih Analisis Kebutuhan Informasi Kebutuhan Informasi informasi/output diberikan oleh sistem. Apa saja yang user bisa dapatkan dari pengguna sistem tersebut. Berikut adalah informasi /output apa saja yang diberikan oleh sistem kepada pengguna Informasi lokasi siswa menjalankan Prakerin Adalah informasi yang menyangkut kriteria yang di gunakan dalam pemilihan lokasi prakerin siswa. Yang menampilkan data setiap 3 siswa yang tergabung dalam 1 kelompok prakerin pada suatu tempat. Hasil perhitungan Profile Matching GAP Pengguna mendapatkan hasil perhitungan Profile Matching dan GAP, dan saran alternatif siswa terbaik menurut perhitungan yang sudah dilakukan. SIMPULAN Setelah program sistem pendukung keputusan dengan metode profile matching dan perhitungan GAP untuk proses penilaian lokasi prakerin untuk siswa SMK Muhammadiyah 3 Wates diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Sistem Pendukung pemilihan lokasi prakerin berbasis web telah berhasil dibuat dengan metode profile matching dibuktikan dengan Diperoleh nilai siswa yang mendekati dengan kriteria dari perancangan Diagram Konteks. DFD (Data Flow Diagram. Flowchart. Relasi Tabel, dan Desain Interfac. Nurani. Rahmi. Supriatin. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Prakerin Berbasi. EVI Tabel 5. 1 Tabel Nilai siswa yang mendekati kriteria nilai lokasi Nilai Alternatif C C Skor 3 3 4 4 4 4 5 5 4 3 3 5 Berdasarkan secara manual dilakukan mengunakan perhitungan GAP meghasilkan nilai yang sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh sistem. Penerapan metode profile matching dalam penilaian kriteria pemilihan lokasi yang dapat membantu memilih lokasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa sehingga membantu siswa agar menyalurkan siswa sesuai kemampuannya. DAFTAR PUSTAKA