Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Spiritualitas terhadap Stres Mahasiswa yang Melakukan Praktik Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Samfriati Sinurat*. Pomarida Simbolon. Besty Apriani Zega STIKes Santa Elisabeth Medan. Sumatera Utara. Indonesia Article Information : Received 10 may 2022. Accepted 29 June 2022 . Published online 30 June 2022 *Corresponding author : sinurat. auxilia@gmail. ABSTRAK Pandemi Corona Virus-19 Disease (Covid-. yang tidak dapat diprediksi kapan selesainya, berdampak pada sektor kehidupan pendidikan mahasiswa dalam pendidikan keperawatan didalam pengalaman belajar praktek. Beberapa studi menunjukkan krisis Covid-19 dapat meningkatkan masalah serius pada kesejahteraan psikologis mahasiswa profesi ners seperti ketakutan terinfeksi atau tanpa sadar menginfeksi orang lain. Secara positif kesejahteraan psikologis sangat erat hubungannya dengan spiritualitas sebagai motivasi, kekuatan yang mendorong, mengarahkan dan memilih perilaku mahasiswa sehingga menemukan keharmonisan dan ketenangan hidup sehingga akhirnya mengerti makna dan tujuan dan perannya sebagai mahasiswa perawat. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi hubungan spiritualitas dengan stres mahasiswa pada mahasiswa profesi dalam praktek keperawatan di masa pandemi Covid-19 pada bulan April Rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa profesi ners STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2021 berjumlah 84 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42 untuk stres dengan pendekatan survey online, data dianalisis dengan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki spritualitas sedang . ,3%) dengan tingkat stres sedang . ,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 dengan nilai signifikan p = < 0,05. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan tingkat stres mahasiswa profesi ners yang melakukan praktik keperawatan di masa pandemi Covid-19 tahun 2021. Responden perlu dukungan eksternal baik dari keluarga maupun tim kesehatan lainnya agar lebih yakin terhadap kemampuan dirinya yang memudahkan mahasiswa dalam mengatasi stres dan meningkatkan spiritualitasnya sehinga dapat melaksanakan belajar prakteknya dengan sehat dan sejahtera. Kata kunci: spiritualitas, stres, praktek keperawatan, pandemi covid-19 ABSTRACT The Corona Virus-19 Disease (Covid-. pandemic, which cannot be predicted when it is completed, has an impact on the student education life sector in nursing education in practical learning experiences. Some studies suggest the Covid-19 crisis can increase serious problems in the psychological well-being of students of the ners profession such as A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 fear of being infected or unknowingly infecting others. Positively psychological well-being is closely related to spirituality as a motivating trait, a force that encourages, directs and chooses student behavior so as to find harmony and tranquility in life so that he finally understands the meaning of his purpose and role as a nursing student. This study aims to identify the relationship between spirituality and the stress of Nursing Profession students in nursing practice during the Covid-19 pandemic in April 2021. Type is analytical research with a cross sectional approach. The research subjects were STIKes Santa Elisabeth Medan professional students in 2021 totaling 84 respondents with a total sampling technique. The research instrument used a DASS 42 questionnaire for stress with an online survey approach, the data were analyzed by chi-square test. The results showed that most respondents had moderate sprituality . 3%) with moderate stress levels . 7%). The results of the statistical test showed a p value = 0. 001 with a significant value of p = < 0. Statistically, there is a significant relationship between spirituality and the stress level of nursing professional students who practice nursing during the Covid-19 pandemic in 2021. Respondents need external support from both their families and other health teams to be more confident in their abilities so that it makes it easier for them to cope with stress and increase their spirituality so that they can carry out their practice learning healthily and Keywords: spirituality, stress, nursing practice, covid-19 pandemic PENDAHULUAN Pandemi adalah suatu keadaan epidemi yang telah menyebar ke berbagai Negara, yang menyerang banyak orang dan epidemi sendiri adalah istilah yang telah digunakan untuk mengetahui peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi area tertentu. Prevalensi epidemi Covid-19 telah terjadi SARS-CoV memicu epidemi skala besar didunia permulaan di Tiongkok, melibatkan 24 negara dengan 8000 kematian, lanjut MERS-CoV ini dimulai di Negara Arab Saudi sekitar 2. kasus dan 8000 kematian dan masih menyebabkan kasus sporadis. Covid-19 ini merupakan virus baru yang sangat menular dan akan menyebar dengan cepat secara global (Wandara et al. , 2021 dan Wulandari, 2. Corona Virus ini menjadi peristiwa yang sangat menakutkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran covid-19 semakin meningkat yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dengan total kasus 1,26 juta jiwa terinveksi covid-19, 1,07 juta jiwa telah sembuh dan 34. 152 jiwa meninggal dunia (Wandara et al, 2. Corona virus merupakan keluarga besar dari virus yang dapat dilihat melalui tanda dan gejala ringan sampai berat. Terdapat dua jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Wulandari. Dalam situasi pandemik Covid-19 yang sudah menyebar ke seluruh dunia, kesehatan mental bagi seluruh lapisan masyarakat, salah satunya mengakibatkan stres (Torales et al, 2. Kelompok yang lebih rentan mengalami tekanan stres akibat pandemic saat ini adalah tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 (Pfefferbaum et al, 2. , termasuk didalamnya mahasiswa perawat dalam pengalaman belajar praktek dirumah sakit maupun difasilitas kesehatan lainnya . Sebagai seorang mahasiswa belajar dalam pendidikan keperawatan adalah pengalaman belajar praktek di lapangan. Belajar praktek dengan tujuan agar dapat menumbuhkan kemampuan profesionalnya yang dapat dilihat melalui sikap, sekaligus guna mendapatkan pengalaman dengan mengaplikasikan teori dalam praktek yang kemampuan berpikir kritis. Untuk dapat menempuh pembelajaran klinik dengan baik maka seorang mahasiswa sangat perlu mempersiapkan bukan hanya secara fisik Aspek secara psikologis yang telah dialami oleh mahasiswa keperawatan dalam pembelajaran klinik tidak dapat dipungkiri adalah stres. Secara alamiah stres yang dirasakan mahasiswa yang A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 sedang melakukan praktek klinik saat masa pandemik ini adalah merawat pasien yang kemungkinan terpapar Covid-19. Kita tahu bahwa Covid-19 bisa tertular dan akan terjadi apabila seseorang melakukan kontak dengan pasien konfirmasi positif Covid-19 baik kontak langsung maupun kontak erat melalui droplet yang keluar ketika pasien berbicara, batuk, atau Maka mahasiswa akan mengalami Stres dengan perasaan yang tidak bisa dihindari yang dapat mempengaruhi kinerjanya dalam memberikan asuhan pelayanan. Hal tersebut biasa dialami oleh mahasiswa. Penyebab stres pada mahasiswa diawali dari kehidupan akademiknya terutama dari tuntutan eksternal dan tuntutan dari harapan diri sendiri. Tuntutan eksternal yang bersumber dari beban pelajaran di kampus dan adanya penugasan di luar kampus, serta adanya tuntutan orangtua agar anaknya dapat berhasil di bangku perkuliahan, dan penyesuaian sosial di (Christopher, 2. Penelitian yang dilakukan di kota China, diperoleh hasil yaitu 53,8% mahasiswa mengalami masalah psikologis sedang sampai parah oleh Wang et al. , 2020. Penelitian Eweida et al, 2020, sebanyak 64,7% mengalami stres sejak munculnya pandemi Covid-19. Hasil penelitian di Indonesia Sari, 2020 bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres dalam kategori sedang yaitu 38,57%, 32,86% dan stres berat yaitu 28,57%. Responden mengalami stres tingkat Stres yang dialami mahasiswa akibat Covid-19 dipengaruhi oleh perasaan takut tertular Covid-19 yang fenomenal. Yendri. Hasil penelitian Ariviana et al, 2021 diidentifikasi yaitu mahasiswa mengalami perasaan tidak berguna 60,0%, tidak memiliki inisiatif 56,7%. ansietas 24,5%, stress 13,8%, dan depresi 8,8%. Penyebab yang dapat mempengaruhi stres menurut Sukadiyanto dalam Aditama . yaitu aktivitas yang tidak seimbang, perasaan cemas, kondisi ketidakpastian dan tekanan dari diri sendiri, jiwa yang dahaga secara emosional, perasaan Hal ini dirasakan oleh mahasiswa dalam pelaksanaan praktek keperawatan yang menjalani profesi keperawatan yang tentu saja mempengaruhi kesehatannya dan kesejahteraan psikologisnya. Stres mahasiswa bisa menjadi beban apabila masalah tidak ada solusinya sedangkan Menurut penelitian (Taylor et al. , 2. , pandemi Covid-19 membawa realitas baru di mana mahasiswa profesi ners berada dalam posisi dilema untuk memilih antara menjaga keamanan diri dengan tetap di rumah atau melaksanakan praktik klinik Serta adanya dukungan keluarga (Dwi. , & Santoso. Y, 2. Maka secara positif kesejahteraan psikologis ini menurut beberapa peneliti Beda penelitian inid engan penelitian sebelumnya adalah dalam hal ini peneliti memandang perlu menyelaraskan kesejahteraan psikologis dan kebutuhan spiritualitas individu sebab spiritualitas sebagai sifat motivasi, kekuatan yang afektif nonspesifik yang mendorong, mengarahkan dan memilih perilaku individu. Sebuah penelitian di Amerika Serikat spiritualitas sama pentingnya dengan Lebih menyatakan harus mendapatkan terapi Spiritualitas keyakinan yang dimiliki seseorang dalam hubungannya dengan alam atau lingkungan Tuhan. Spiritualitas hubungan, aktivitas transenden atau spiritual, rasa nyaman dan kekuatan, merasakan bimbingan, mempersepsikan kasih sayang Tuhan, kekaguman, apresiasi, dan rasa berterimakasih, kepedulian terhadap sesama, merasa bersatu dan dekat dengan Tuhan (Putri O. R, 2. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui mahasiswa profesi ners yang melakukan praktik keperawatan di masa pandemi METODE PENELITIAN Rancangan penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa Profesi yang sedang melakukan praktek klinik saat masa pandemi berjumlah 84 Jumlah sampel 84 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total Instrumen penelitian dengan DASS pertanyaan untuk stress dan spiritual 32 pertanyaan yang diadopsi dari penelitian (Aditama, 2. Penilaian skoring untuk stress . ingan, sedang, bera. dan spiritual . endah, sedang, tingg. dilakukan melalui menggunakan rumus Sturges. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan google form. Analisis data dengan uji Chi-square menggunakan HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 1 diperoleh bahwa dari 84 responden menunjukan bahwa karakteristik umur mayoritas responden berumur 17-25 tahun . ,8%), dan jenis kelamin mayoritas perempuan . ,1%). Tabel 1. Karakteristik Mahasiswa yang Melakukan Praktik Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 . Karakteristik Umur 17-25 tahun 26-35 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tabel spiritualitas yang paling banyak spiritualitas sedang . ,3%), dan spiritualitas rendah . ,1%), spiritualitas tinggi . ,6%). Hasil penelitian spiritualitas responden yang melakukan praktik keperawatan di masa pandemi Covid-19 yang menunjukkan kategori spiritualitas yang paling banyak yaitu spiritualitas sedang . ,3%), dilihat transenden makna dan tujuan hidup, kesucian hidup, altruisme, idealisme, kesadaran akan adanya penderitaan yang baik, . eyakini secara lebih dalam dari apa yang dilihat dan dirasaka. Responden Tabel 2. Spiritualitas dan Tingkat Stres Mahasiswa yang Melakukan Praktik Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 . Variabel Spiritualitas Rendah Sedang Tinggi Tingkat Stres Berat Sedang Ringan yakin Tuhan menolongnya saat ia memintanya, yakin bahwa Tuhan telah mendengarkan doanya, percaya bahwa didunia ia berusaha mengumpulkan bekal untuk kehidupan diakhirat hal ini didukung oleh (Boiliu. , & Polii. 0, 2. Responden dengan spiritualitas sedang keputusan setiap kemungkinan akibat dari Tindakan yang dilakukan sehingga ia telah menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang Hal ini diukung oleh penelitian (Akbari. Spiritualitas yang dimiliki mewarnai kehidupannya dengan baik berdampak pada hubungan individu dengan dirinya sendiri, orang lain, alam, kehidupan dan apapun yang menurut dirinya telah membawa pada ultimate. Spiritualitas yang baik tidak hanya baik untuk seseorang dan psikologis, spiritualitas juga merupakan komponen penting yang efektif untuk mengelola stres. Menurut (Aditama, 2. tindakan cara yang dilakukan untuk mengatasi stres melalui spiritual. Dalam hal ini responden mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat, berusaha untuk jujur karena yakin Tuhan senantiasa melihat perbuatan ketika ia dapat bermanfaat bagi orang lain. Menurut (Mumtaz, 2. tindakan ini dapat diukur dari segala tindakannya semakin baik keimanan dan ketakwaan seorang individu maka akan semakin baik budi pekertinya atau akhlak dan akan semakin tinggi pula kecerdasan spiritualnya. Sehingga akan menjadikannya seorang individu memiliki A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 kepribadian yang bertanggung jawab (Ambarwati. Oleh kecerdasan spiritual dapat membentuk akhlak mulia, dan juga memiliki kepribadian yang luhur. Pernyataan responden pada penelitian ini bahwa responden mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat, berusaha untuk jujur karena yakin Tuhan senantiasa melihat perbuatan hamba-Nya dan merasa senang ketika ia dapat bermanfaat bagi orang lain. Didukung oleh (Adyatma, 2. Skor pada indikator spiritualitas responden yang tertinggi yaitu kegembiraan bersama Tuhan. Pada kondisi tersebut responden merasakan kehadiran Tuhan dan menegaskan bahwa mereka tidak sendiri dalam mengatasi persoalan Responden yang memiliki spiritualitas yang rendah . ,1%) adalah responden kehidupannya saat ini, dan kurang sabar Responden yang tidak memiliki spiritualitas yang baik, dapat menyebabkan tidak mampu mengenal dirinya sendiri, dan sulit memotivasi diri, kesulitan dalam hal mengendalikan diri, (Asrun et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang nantinya telah berprofesi sebagai perawat yang memiliki objek profesi manusia, wajib meningkatkan spiritual yang dapat dilakukan dengan menemukan keharmonisan dan ketenangan hidup sehingga akhirnya mengerti makna dan tujuan hidupnya, mengenali diri sendiri, dan melakukan intropeksi diri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh bahwa dengan adanya spiritualitas yang baik pada seseorang dapat mengontrol emosi, jauh dari hal-hal yang buruk, sabar dalam menghadapi persoalan, bisa menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain dan spiritual juga digunakan sebagai kerangka dasar dalam bertindak. Maka jika individu . tidak memiliki spiritualitas yang baik maka dapat menyebabkan sulit mengendalikan diri, tidak mampu mengenal dirinya sendiri, dan sulit memotivasi diri didalam kehidupan karyanya. Tabel berdasarkan distribusi dan frekuensi stres yang paling banyak stres sedang . ,7%), ringan . ,0%), dan berat . ,4%). Pada hasil penelitian menunjukkan kategori stres yang paling banyak pada kategori stres sedang . ,7%). Hal ini diperoleh dari pernyataan responden merasa banyak menghabiskan energi karena merasa cemas dalam situasi saat ini terlebih disaat praktik langsung dirumah sakit atau di klinik, mudah marah karna hal-hal kecil atau masalah sepele, sulit untuk beristirahat dan mudah merasa kesal disaat yang ia lakukan tidak diapresiasi, merasa sedih dan depresi. Responden cenderung akan mudah mengalami stres karena perubahan dari pola hidup. Dimana perubahan pola hidup merupakan salah satu bentuk dari stresor yang dirasakan mahasiswa Raudha . Dimana masa pandemic ini masa yang ditakuti atau dicemaskan setiap individu dalam berjumpa dengan individu lainnya. Dunia kita masih berada pada masa pandemi Covid-19 dimana kasusnya masih meningkat tiap hari. Hasil penelitian (Afryan, 2. tingkat stres, yang didominasi oleh tingkat stres ringan dan sedang pada mahasiswa bisa bervariasi karena bergantung dari stresor yang ada pada setiap individu. Perawat sebagai garda terdepan dalam perawatan pasien Covid-19 memiliki pelayanan langsung pada pasien. Oleh karena itu, perawat beresiko tinggi kecemasan dan menimbulkan stres pada responden (Viktoria Kurniati dkk, 2. Disamping itu dukung oleh hasil penelitian (Permata & Lombu, 2. bahwa stres responden yang ditemukan interaksi dengan anggota tim kesehatan diarea klinik paling banyak menyebabkan stres pada mahasiswa dalam praktek klinik. Disamping itu stres terkait interaksi dengan anggota tim kesehatan yaitu staf perawat perawatan pasien kepada mahasiswa, perilaku yang tidak menyenangkan dari anggota tim kesehatan. Respons negatif ini bila tidak dikelola dengan baik dan segera ada solusi yang telah menyebabkan seseorang terganggu dalam kehidupannya Muslim . , dan dapat mengalami stres tinggi. Peneliti berpendapat bahwa oleh naluri tubuh untuk melindungi diri dari tekanan emosi, tekanan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 fisik, situasi ekstrim, atau bahaya yang mengalami stres. Sesuai apa yang dinyatakan dalam penelitian Aditama, 2017, bahwa stres sebagai ketidak mampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik, emosional, dan spiritual manusia, yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia Berdasarkan uraian diatas kondisi pandemi yang mengharuskan mahasiswa untuk praktik dimasa pandemi Covid-19 dapat meningkatkan stres yang dialami, karna stres merupakan ketidakmampuan untuk mengatasi ancaman . yata atau bayanga. kesejahteraan mental, fisik, emosional, dan spiritual yang menghasilkan serangkaian respon fisiologis dan adaptasi. Beberapa masalah yang menyebabkan stres pada mahasiswa profesi ners pada saat mengikuti praktik klinik dirumah sakit berkomunikasi dengan petugas kesehatan, binggung ketika harus melakukan tindakan asuhan keperawatan kepada klien, tidak mengerjakan tugas dalam melakukan praktik asuhan keperawatan karena panik hingga mengalami ketegangan dalam berkomunikasi karena kurang percaya diri, gagasan atau ide. Maka mahasiswa perlu dukungan eksternal baik dari keluarga maupun tim kesehatan lainnya agar lebih yakin akan kemampuan dirinya sehingga memudahkan mereka dalam mengatasi Tabel 3. Hubungan Spiritualitas Dengan Stres yang Melakukan Praktik Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Spiritualitas Rendah Sedang Tinggi Berat Sedang Berdasarkan tabel 3. Hubungan spritualitas dengan stres mahasiswa Profesi Ners yang melakukan praktik keperawatan spiritualitas sedang yang mengalami stres sedang . ,8%). spritualitas rendah yang mengalami stres berat . ,8%) dan spritualitas tinggi yang mengalami stres ringan . ,5%). Hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-value 0,001 . <0,. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan spiritualitas dengan stres mahasiswa profesi ners yang melakukan praktik keperawatan di masa pandemi Covid-19 Semakin tinggi spiritualitas sesorang maka semakin rendah tingkat stres pada Hal berhubungan dengan hasil yang didapatkan dari responden bahwa sebagian dari dengan frekuensi dan tujuan yang baik sehingga memberikan dampak yang baik bagi mahasiswa tersebut dalam mengatasi Stres Ringan Total P-value 0,001 stres pada saat praktik diklinik atau dirumah Hal ini sejalan dengan Akbari. B, 2017. Spiritualitas pada dasarnya digunakan sebagai kerangka dasar dalam bertindak. Mahasiswa yang memiliki spiritualitas yang baik harus bisa memikirkan setiap tindakantindakannya sehingga ia telah menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Hal ini didukung dengan penelitian Siddiqui, 2020 bahwa ada hubungan spiritualitas dengan stres yaitu semakin aktif seseorang itu melakukan spiritualitas dengan baik maka semakin rendah stres yang ia alami sejalan Aswandi. Individu . yang memiliki spiritualitas yang baik dengan cara memotivasi diri sehingga dalam dunia praktek membuat menyelesaikan kesulitan secara bertahap dalam hal mengendalikan diri, mengenal dirinya sendiri, menjalani tugas dan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022: 39-46 perannya yang akhirnya menghasilkan kinerja yang memuaskan dirinya pun orang yang dilayaninya. Keterbatasan penelitian ini tidak bisa dilakukan wawancara mendalam karena dalam masa pandemi KESIMPULAN Terdapat hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan tingkat stres mahasiswa profesi ners yang melakukan praktik keperawatan di masa pandemi Covid-19. Mahasiswa Profesi Ners masih membutuhkan dukungan eksternal baik dari keluarga maupun tim kesehatan lainnya agar lebih mampu dan yakin akan dirinya sehingga memudahkan mereka dalam spiritualitasnya sehinga dapat melaksakan belajar prakteknya dengan sehat dan REFERENSI