Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Dakwah Para Ning di Media Sosial. Rujukan Perempuan Belajar Agama Era Derasnya Konten Radikalisasi Liyana Rakhmawati Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto. Email: liyanarakhmawati@gmail. Abstrak Menurut Laporan Survei Nasional Wahid Foundation mengenai tren sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim Indonesia, ceramah keagamaan yang didapatkan dari media sosial menjadi salah satu kontribusi signifikan dalam membentuk pandangan keagamaan perempuan muslim. Maka tulisan ini mengkaji tentang dakwah para ning sebagai rujukan beragama bagi kaum perempuan di media sosial, dengan fokus penelitian terhadap dakwah Ning Imaz. Ning Sheila dan Ning Umi Laila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dan sekunder didapat dengan dokumentasi berupa profil, konten dakwah, dan analisis artikel dan konten di media sosial. Hasilnya adalah dakwah yang dilakukan para ning. Ning Imaz. Ning Sheila Hasina dan Ning Umi Laila, menjadi rujukan netizen khususnya perempuan dan mampu mewarnai media sosial dengan konten-konten keislaman yang moderat. Penelitian ini juga menemukan: . sejak para ning aktif dakwah di media sosial, netizen perempuan mendapatkan tempat konsultasi terkait kewanitaan secara online, . tokoh yang kompeten dalam bidang ilmu agama menjadi sangat urgen memanfaatkan media social sebagai sarana dakwah, . para ning awalnya berada pada ruang tertutup di pesantren menjadi terbuka untuk aktif menyampaikan dakwah di ruang Kata Kunci: ning, dakwah, media sosial, konten moderat, radikal. Abstract According to the Wahid Foundation's National Survey Report on socio-religious trends among Indonesian Muslim women, religious lectures obtained from social media are one of the significant contributions in shaping the religious views of Muslim women. So this paper examines the preaching of para ning as a religious reference on social media, with a focus on research on the preaching of Ning Imaz. Ning Sheila and Ning Umi Laila. This study uses a qualitative method with a case study approach. Primary and secondary data were obtained through documentation in the form of profiles, preaching content, and analysis of articles and content on social media. The result is that the da'wah carried out by Ning becomes a reference for netizens, especially women, and is able to color social media with moderate Islamic content. This research also found: . since para ning are active in preaching on social media, female netizens get consultations related to femininity online, . competent figures in the field of religious knowledge are very urgent to use social media as a means of preaching, . early ning being in a closed room at the pesantren becomes open to actively convey da'wah in the digital space. Keywords: ning, da'wah, social media, moderate content, radical. PENDAHULUAN Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Situs jejaring sosial pada 2022 telah mencapai 3,96 miliar pengguna dan akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan penggunaan telepon seluler. Berdasarkan laporan Statista, pennguna facebook sebanyak 2,9 miliar. Youtube 2,56 miliar. Whatsapp 2 miliar. Instagram 1,48 miliar. Weixin/Wechat 1,26 miliar. Tiktok 1 miliar. Mesengger 988 juta pengguna dan pengguna media sosial lainnya. 1 Ini adalah catatan pengguna media sosial di seluruh dunia. Di Indonesia tercatat 191,4 juta pengguna media sosial pada Januari 2022. Jumlah ini setara dengan 68,9 persen dari total populasi. Analisis Kepios dari Data Reportal, mengungkapkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia meningkat 21 juta ( 12,6 perse. antara tahun 2021 dan 2022. Data tersebut, berasal dari pengguna Facebook. Instagram. Youtube. Tiktok dan media sosial lainnya. Data di atas menjelaskan tentang fakta, bahwa seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat. Ia masuk dalam segala lini kehidupan Banyak orang beralih dari media cetak ke media online. 3 Bahkan aktifitas manusia telah berubah dari dunia faktual ke dunia digital. Dari kegiatan ekonomi, pendidikan, silaturahim bahkan belajar agama melalui kecanggihan digital. Dunia digital atau yang lebih dikenal medsos . edia sosia. memang telah memiliki pengaruh yang sangat besar pada kehidupan nyata. Menteri Agama. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, "Memang banyak orangorang yang terpapar radikalisme ini dari media sosial. Saya dapat laporan dan bertemu bahkan dengan mantan napiter . arapidana terorism. , mereka . menjadi radikal itu karena berinteraksi dengan orang yang sama-sama terpapar radikal melalui media "4 Yaqut meminta dan berharap kepada generasi muda dan pemuka agama agar memaksimalkan penggunaan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang moderat, toleran dan damai. Generasi bangsa yang terpapar paham radikalisme dan terorisme lebih disebabkan oleh media sosial. Hanya karena mendengarkan ceramah di you tube, berani menyalahkan bahkan mengklaim sesat kepada orang lain. Generasi yang terpapar ini, sulit menerima Ini semua karena konten di media sosial. Konten-konten di media sosial sangat mudah mempengaruhi dan mengubah pola pikir anak bangsa. Menurut Laporan Survei Nasional Wahid Foundation . mengenai tren sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim Indonesia, ceramah keagamaan yang didapatkan Viva Budy Kusnandar. AuPengguna Aktif Capai 2,9 Miliar. Facebook Masih Jadi Media Sosial Terpopuler di DuniaAy, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://databoks. id/datapublish/2022/06/08/pengguna-aktif-capai-29-miliar-facebookmasih-jadi-media-sosial-terpopuler-di-dunia. 2 Liberty Jemadu. Dicky Prastya. AuJumlah Pengguna Media Sosial Indonesia Capai 191,4 Juta per 2022Ay, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://w. com/tekno/2022/02/23/191809/jumlahpengguna-media-sosial-indonesia-capai-1914-juta-per-2022?page=all. 3 Abdulloh Hamid. Literasi Digital Santri Milenial, (Jakarat: Gramedia, 2. , h. 4 Liputan6. AuMenag Yaqut: Banyak Orang Terpapar Radikalisme dari Media SosialAy, diakses tanggal 27 Juli 2023 https://w. com/news/read/4512013/menag-yaqut-banyak-orangterpapar-radikalisme-dari-media-sosial. 5 Disampaikan pada webinar Salam Forum dengan tema AuKompak Menebar Rahmad di Media SosialAy yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation pada tanggal 01 Mei 2021. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 dari media sosial menjadi salah satu kontribusi signifikan dalam membentuk pandangan keagamaan perempuan muslim. Oleh karenanya penting bagi kita ikut merumuskan serta memproduksi secara massal konten keagamaan yang penuh perdamaian dengan perempuan milenial sebagai aktor dan segmen utama. Berbagai survei, penelitian, kajian, atau forum-forum lainnya sepakat bahwa generasi bangsa yang terpapar paham radikalisme dan terorisme lebih disebabkan oleh media sosial. Analis Utama Intelijen Detasemen Khusus 88 menyatakan bahwa media sosial saat ini menjadi sarana yang subur bagi penyebaran radikalisme, intoleransansi, dan terorisme di Indonesia. 7 Contohnya, kasus wanita muda yang menyerang Mabes Polri beberapa waktu Diduga ia terpapar ideologi ISIS dari internet atau media sosial. Beberapa kasus radikalisme dan terorisme, yang terlibat banyak dari kaum Kaum perempuan seolah kehilangan rujukan dalam mengenal dan belajar ilmu Sehingga mereka dengan sangat mudah terpapar paha-paham yang memicu kepada gerakan radikal dan teror. Hal ini disebabkan konten-konten di media sosial yang dibungkus dengan dakwah namun bermuatan dan tujuan jihad yang disalahpahami. Saat ini konten-konten dakwah memang telah menjadi ketertarikan tersendiri bagi kalangan anak-anak muda. Namun demikian, kebanyakan konten agama di dunia digital cenderung bermasalah. Mulai konten radikal, memantik ujaran kebencian, hingga penyebaran hoaks yang sangat mengkhawatirkan. Pusat Studi Pesantren (PSP) menggelar kegiatan Halaqah Perempuan Ulama 2020 yang menghadirkan sejumlah ibu nyai muda. Dari kegiatan ini menghasilkan kesepakatan bahwa para ibu nyai muda atau ning menyiapkan diri untuk turut serta meramaikan dunia dakwah melalui medsos. Perkembangan gagasan dakwah digital perempuan pada gilirannya muncul untuk memberikan sentuhan nilai sufistik, melawan semua bentuk wacana narasi kekerasan dan Penguatan terhadap muatan dakwah perempuan di media sosial mulai ramai dan masif, membuat pola integritas keilmuan yang ideologis, banyak kegiatan seminar dan halaqah-halaqah ke-ulama-an perempuan digelar di media sosial, memancing semangat perempuan dan gairah Ibu-Nyai atau perempuan ulama di Indonesia untuk merumuskan kembali gerakan baru dalam bentuk dakwah digital perempuan. Lembar Panduan Peserta Ruang Diskusi Salam Forum: AuKompak Menebar Rahmah di Media SosialAy. Wahid Foundation 7 Hanz Jimenez Salim. AuWaspada. Media Sosial Masih Jadi Sarana Penyebaran Radikalisme dan TerorismeAy, diakses tanggal 23 Juli 2023, https://w. com/cek-fakta/read/4571207/waspadamedia-sosial-masih-jadi-sarana-penyebaran-radikalisme-dan-terorisme. 8 Author bnpt. AuBNPT Waspadai Penyebaran Paham Radikalisme Dan Terorisme Di Internet Selama Masa Pandemi Covid-19Ay, diakses tanggal 23 Juli 2023, https://w. id/bnptwaspadai-penyebaran-paham-radikalisme-dan-terorisme-di-internet-selama-masa-pandemi-covid-19. 9 Afina Izzati. AuSejumlah Ibu Nyai Muda Siap Ramaikan Dakwah di MedsosAy, diakses tanggal 23 Juli 2023, https://w. id/nasional/sejumlah-ibu-nyai-muda-siap-ramaikan-dakwah-di-medsosdOZIy. 10 Jamalul Muttaqin. Ulama Perempuan Dalam Dakwah Digital: Studi Kebangkitan Dan Perlawanan Atas Wacana Tafsir Patriarkis. Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy. Volume 1 Nomor 1 . Juni 2022: 92-104, h. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Maka ibu nyai muda atau yang lebih dikenal sebutan ning, sangat dibutuhkan kehadirannya di media sosial. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Ning Imaz. Ning Sheila Hasina dan Ning Umi Laila. Semua ning ini telah memberi kontribusi dakwah di media sosial. Konten-kontennya menjadi rujukan di media sosail bagi para perempuan khususnya untuk mengenal dan belajar tentang agama. Bagi penulis sangat menarik untuk mengkaji dakwah ketiga ning tersebut. Penulis melakukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dan sekunder didapat dengan dokumentasi berupa profil latar belakang, keilmuan dan kiprah Ning Imaz. Ning Sheila Hasina dan Ning Umi Laila, serta konten-konten dakwahnya, kemudian menganalisis artikel dan konten di media sosial terkait ketiga ning tersebut. Tujuan penelitian ini untuk . menyebarluaskan tokoh Perempuan dalam hal ini adalah para ning yang basis keilmuannya adalah pesantren aswaja yang aktif berdakwah di media sosial, sehingga dapat dikenal dan diminati oleh para netizen, . mengungkap urgensitas dakwah perempuan di media sosial, guna menarik dan memikat netizen perempuan kepada konten-konten keagamaan yang moderat dan menghindar atau meninggalkan kontenkonten yang memicu radikalisasi, . mennujukkan bahwa melawan konten-konten radikalisasi butuh banyak tokoh yang kompeten dan sinergi serta eksistensi dakwah di media HASIL DAN PEMBAHASAN Mengenal Profil Para Ning Ning Imaz Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab dengan sapaan Ning Imaz merupakan tokoh perempuan muslimah dari Pondok Pesantren Lirboyo. Beliau lahir pada tahun 1985 dengan nama lengkap Imaz Fatimatuz Zahra. Ning Imaz adalah seorang putri dari pasangan K. Abdul Khaliq Ridwan dan juga Nyai Hj. Eeng Sukaenah. Kedua pasangan tersebut merupakan Pengasuh dari Pondok Pesantren Lirboyo. Kediri. Jawa Timur. Masa kecilnya dihabiskan dilingkungan Pesantren Lirboyo. Ia juga seorang hafidzoh dan ahli fikih yang mempunyai sanad keilmuan yang sangat jelas yang tampak dalam nasabnya. Ia saat ini banyak memberikan ceramah agama, saat ini melanjutkan perjuangan sang ayah, ia menjadi pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Ihsan. Dari garis keturunan Ning Imaz sendiri merupakan cucu dari Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampasy pengarang kitab Siraj ath-Thalibin. Ilmu dari sang ayah dan kakeknya itu mengantarkan Ning Imaz menjadi seorang penghafal Qur'an . dan ahli fiqih. Kecintaanya pada bidang fiqih ini terlihat sejak Ning Imaz duduk di Nurmelia Vetika Yunianti. AuNing Imaz Fatimatuz Zahra Lirboyo : Ahli Fiqih dan Penghafal AlQurAoanAy, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://rahma. id/imaz-fatimatuz-zahralirboyo/#::text=Imaz Fatimatuz Zahra atau yang,juga Nyai Hj. Eeng Suk 12 Syarif Abdurrahman. AuBiodata Ning Imaz Fatimatuz LirboyoAy diakses tanggal 25 Juli 2023, https://w. co/biodata-ning-imaz-fatimatuz-lirboyo/. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 bangku Tsanawiyah setingkat SMP. Ia turut aktif dalam diskusi antarahli keilmuan Islam, utamanya fikih di lingkungan pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) atau biasa dikenal dengan forum bahtsul masail. Ketekunannya dalam bidang fiqih juga membawa diriny tahun ini turut berdakwah membidik anak muda melalui media sosial seperti Facebook. Instagram, dan Twitter. Dakwah Ning Imaz mendapatak apresiasi dari PBNU. Hal ini disampaikan oleh salah satu Pengurus PBNU. KH. Fahrurrazi mengatakan, "Saya mengapresiasi Ning Imaz yang rajin berdakwah di medsos, ini sangat positif dan jarang sekali ulama perempuan berbasis pesantren yang produktif di media," katanya. Ning Imaz, lanjut Fahrur, mewakili generasi milenial pesantren yang berpikiran maju. "Tidak hanya mengajarkan ilmunya di pesantren secara tradisional, namun sudah giat menulis dan berdakwah di medsos dan TV," ucapnya. Bersama suaminya. Gus Rifqil Muslim Suyuthi, kerap kali tampil bersama dalam penyampaian dakwah tentang pernikahan dan perbedaan wanita serta pria menurut ajaran agama Islam. Kekompakan keduanya dalam menyampaikan dakwah secara bersama ,menginspirasi banyak orang. Imaz Fatimatuz Zahra sendiri sering berbagi ilmunya dengan melalu media sosialnya. Ning Imaz juga sering memberikan dakwah sesuai dengan ilmu fiqih yang ia dalami beserta penafsirannya. Selain menjadi pengajar di Pesantren, istri Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal. Jawa Tengah, beliau juga tengah menyelesaikan pendidikannya di Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Ning Imaz Fatimatuz Zahra juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tahfidzil Quran dan di Madrasah Hidayatul Ubtadiaat Fit Tahfidzi Wal Qiroat. Ning Sheila Ning Sheila, ia bernama lengkap Sheila Hasina. Ia merupakan putri keturunan dari salah satu masyaikh Pondok Pesantran Lirboyo Jawa Timur. KH Zamzami Mahrus (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Baqarah Lirboy. dan Nyai Hj. Hannah Zamzami. Ning Sheila dilahirkan di Kediri, 30 Januari 1997. Suami Ning Sheila bernama Gus H Ahmad Kafabihi Lirboyo yang merupakan putra dari KH Kafabihi Mahrus Lirboyo dan Nyai Azzah Noor Laila. Mereka menikah pada 16 November 2017. Berawal dari masa kanak-kanak. Ning Sheila tumbuh besar di lingkungan Suasana dan energi pesantren yang kental dengan ilmu agama telah membentuk pola pikir dan pemahaman keagamaan yang kuat dan luas. Literasi ilmu agama yang menjadikan kekayaan dirinya mampu menyampaikan dakwah dan seminar Suci Amaliyah. AuProfil Ning Imaz Fatimatuz Zahra LirboyoAy diakses tanggal 25 Juli 2023, https://w. id/daerah/profil-ning-imaz-fatimatuz-zahra-lirboyo-nCSZR. 14 Tim detikNews. AuPBNU Apresiasi Ning Imaz Lirboyo yang Rajin Berdakwah di MedsosAy, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://w. com/jatim/berita/d-6290919/pbnu-apresiasi-ning-imazlirboyo-yang-rajin-berdakwah-di-medsos. 15 Syarif Abdurrahman. AuProfil Ning Sheila. Influencer dari LirboyoAy, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://w. co/profil-ning-sheila-influencer-darilirboyo/#::text=Ning Sheila dilahirkan di Kediri,ia bernama lengkap Sheila Hasina. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 keagamaan di ruang publik. Dari keilmuan yang dimilikinya, mampu menjelaskan atau menjawab problematika keagamaan dan sosial masyarakat, khsusunya para perempuan di media sosial. Sehingga, saat ini Ning sheila menjadi rujukan keagamaan perempuang atau istilah keren yang dinobatkan kepada dirinya, yaitu ratu ustadzah yang patut untuk Setelah tamat Sekolah Dasar. Ning Sheila mulai nyantri dan belajar di Pondok Pesantren Al Ishlah Al Ishom Jepara, yang juga merupakan tempat uminya. Ibu Nyai Hannah nyantri dulu. Di Pondok Pesantren tersebut Ning Sheila mulai menghafal Al Quran dan seperti selayaknya santri lain. Ning Sheila juga belajar kitab kuning, menghafal nadhom, tasrif shorof, ilmu nahwu serta ilmu fikih. Pada usia 13 tahun Ning Sheila telah menyelesaikan hafalan Al Quran. Setelah selesai mengabdi. Ning Sheila meneruskan nyantrinya di Pondok Pesantren Mubtadiat Lirboyo Kediri. Ning Sheila juga disebut-sebut sebagai influencer pesantren di media sosial. Karena kemampuannya dalam publick speaking, lincah berdiskusi, aktif membuat konten video, dan cakap berpidato. Ning Sheila memiliki kemampuan bicara di depan kamera maupun di depan publik dalam menyampaikan pendapat atau gagasan. Penyampaiannya pun mudah untuk dipahami dan diterima khalayak umum, meskipun kajian yang disampaikannya terbilang rumit, seperti hukum darah wanita. Dakwahnya di media sosial tentang fikih kewanitaan disambut dengan baik oleh masyarakat. Ning Sheila mengaku bahwa inisiatif membuat konten fikih kewanitaan bermula dari kekhawatirannya akan beragam mitos kewanitaan yang tidak hanya terjadi di kalangan awam. Ning Sheila viral itu layak dinobatkan menjadi ratu Ustadzah masa kini dan layak menjadi rujukan. Kerena seimbang dengan wawasan, karakter dan nasabnya. Secara nasab ning Sheila memiliki keturunan para ilmuan dalam bidang agama, kompetensi keilmuanya, sanad amaliahnya berpaham ahlussunnah wal jamaAoah, serta menyampaikan tentang hukum agama berdasarkan referensi kitab para ulama dan penuh kehati-hatian. Ning Umi Laila Nama lengkapnya Umi Lailatul Rahmah Hadi, kelahiran Surabaya 8 Agustus 2000, putri pertama dari pasangan almarhum KH. Edi Rahmatullah. SI yang biasa disapa Kyai Granat, dan Nyai Sulastri. Riawayat Pendidikan Ning Umi Laila lebih banyak mengenyam pendidikan pesantren. Diantaranya adalah Pondok Pesantren Mambaul Ihsan Sedayu. Pondok Pesantren Mambaul Sholihin Gresik, dan Pondok Syarif Abdurrahman. AuProfil Ning Sheila. Influencer dari LirboyoAy. Annisya Maharani. AuProfil Sheila Hasina Ulama Wanita Yang Eksis Berdakwah di Media Sosial. Siapa dia?Ay, diaksesn tanggal 25 Juli 2023, https://w. id/sosok/6647863830/profil-sheilahasina-ulama-wanita-yang-eksis-berdakwah-di-media-sosial-siapa-dia. 18 Ali Adhim. AuBiografi Ning Sheila LirboyoAy, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://dawuhguru. id/biografi-ning-sheila-lirboyo/. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Pesantren Sunan Kalijaga Simo Surabaya. Saat ini Tengah melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Kecakapan Ning Umi Laila tampil di panggung-panggung dalam menyampaikan dakwah, karena memang keturunan dari seorang ayah dan ibu yang keduanya adalah pendakwah kondang di daerahnya. Ayahnya. Kiai Edi Rahmatullah juga menjadi pengurus NU di Surabaya, yaitu di Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Surabaya. Melalui organisasi ini, ayahanda Ning Umi Laila aktik menyampaikan dakwah ala ahlussunnah wal jamaAoah. Sebagai remaja yang masih berusia relatif muda. Ning Umi Laila pada awalnya enggan tampil di panggung untuk berdakwah. Karena masih belum memiliki pengalaman tampil di depan publik dan mental yang belum terlatih. Namun, setelah ia memiliki kemaun tampil berdakwah, ternyata mendapatkan respon yang positif dari Masyarakat. Sehingga, seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya permintaan atau undangan, akhirnya menjadi seorang pendakwah yang dikenal oleh banyak masyarakat. Dakwah Ning Umi Laila dimasa remaja ini menjadi viral dan banyak diminati oleh masyarakat terkhususnya para remaja. Karena dalam dakwah beliau ini memiliki ciri khas tersendiri dimana beliau dalam menyampaikan materi dakwahnya menggunakan nasyid . agu Itulah yang membuat menarik dakwahnya ditambah lagi dengan humor-humor yang membuat dakwah nya tidak monoton. Para Ning Imaz Fatimatuz Zahra . Sheila Hasina Pendidikan Madrasah Hidayatul ubtadiaat Fit Tahfidzi Wal Qiroat SMP Hidayatul ubtadiaat Fit Tahfidzi Wal Qiroat Institut Agama Tribakti Lirboyo Kediri Pondok Pesantren Al Ishlah Al Ishom Kompetensi Kiprah Pesantren Hafal al-Quran Pengasuh Pondok Ilmu Fikih Pesantren Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal. Jawa Tengah Hafal al-Quran Pengasuh Pondok Ilmu Fikih Pesantren P3TQ Publick Lirboyo Kediri Yusuf Pria. AuProfil dan Biodata Lengkap Ning Umi Laila. Pendakwah Muda yang Viral di TikTok dan YouTubeAy, diakses tanggal 23 Juli 2023, https://w. id/hiburan/6658820880/profil-danbiodata-lengkap-ning-umi-laila-pendakwah-muda-yang-viral-di-tiktok-dan-youtube. 20 Laili Salimah. AuProfil Lengkap Pendakwah Milenial Cantik Ning Umi Laila. Masih 22 Tahun Jadi Ustazah Kesayangan Emak-EmakAy, diakses tanggal 25 Juli 2023, https://bondowoso. com/khazanah/1828729242/profil-lengkap-pendakwah-milenialcantik-ning-umi-laila-masih-22-tahun-jadi-ustazah-kesayangan-emak-emak. 21 Helmiliya Putri. AuMetode Dakwah Ning Umi Laila DalamVideo Youtube (Ning Umi Laila Jula Juli Ludruk Suroboyoa. Ay, di akses tanggal 27 Juli 2023, http://digilib. id/24173/1/JURNAL_Helmiliya Putri_Metode Dakwah Ning % 28Autosave. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Umi Lailatul Rahmah Hadi . Jepara Pondok Pesantren Mubtadiat Lirboyo Kediri. Pondok Pesantren Mambaul Ihsan Sedayu. Pondok Pesantren Mambaul Sholihin Gresik. Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Simo Surabaya. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Spaeking Hafal al-Quran Mahir Pelantun Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Rahmatullah Surbaya Jawa Timur Platfon Media Sosial dan Konten-kontennya Dakwah para ning di media sosial yang telah tersebar dan viral, konten-kontennya terposting dari sekian akun media sosial. Dari akun media sosial tersebut ada yang memang milik pribadi para ning, ada yang diposting melalui akun lembaga, ormas, komunitas, dan akun-akun pribadi pengguna media sosial. Melalui akun-akun ini, konten dakwah para ning dapat diakses dan disimak. Media sosial pribadi. Ning Imaz memiliki akun facebook dengan nama akun Imaz Fatimatuzzahra. Jumlah pengikutnya 10. 000 orang. Instargram dengan pengikut 275RB. TikTok pengikutnya telah mencapai 28M. Sementara akun you tube. Ning Imaz tidak memiliki secara pribadi, namun menjadi pengisi di channel you tube nu online dengan jumlah subscribe 1M lebih. Selain dari akun media sosial ini, konten-konten Ning Imaz juga diposting oleh para pengguna media sosial dengan mencantumkan tagar #ningimazfatimatuzzahra. Kemudian Ning Sheila Hasina, akun media sosial yang dimilikinya adalah Instagram dengan jumlah pengikut 509RB. Akun Tiktok yang dimikilinya berjumlah 470. 7M pengikut. Akun you tube beranama Sheila Hasina dengan jumlah subcribe sebanyak 67. Namun konten video yang diposting di you tube ini, kontennya kegiatan-kegiatan Ibundanya, yaitu Ibu Nyai Hanna. Untuk konten Ning Sheila sendiri yang membahas tentang ilmu fikih terdapat di channel you tube nu online dan channel you tube LIM production. Tagar di media sosial #ningsheilahasina Ning Umi Lailai memiliki akun instagram bernama @lailarahmah88 dengan jumlah pengikut 1,1JT. Akun Tiktok dengan nama akun @lailarahmah88 miliki jumlah pengikut You tube pribadinya beranama Ning Umi Laila dengan jumlah subcribe 215K dan video 42 konten. Sebagaimana Ning Imaz dan Ning Sheila, konten-konten Ning Umi Laila juga dipublish dan dishare oleh para pengguna media sosial dengan tgar #ningulmilaila. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Para Ning tersebut model dakwah di media sosial dengan ngaji kitab, podcast, tanya jawab, forum seminar atau dialog, ceramah, melantunkan nasyid dan ngevlog. Sementara kontennya ada terkait fikih perempuan, motivasi remaja atau santri, motivasi keluarga dan konten sesuai hari besar Islam. Berikut paparan klasifikasi para ning dalam bentuk tabel: Para Ning Ning Imaz Ning Sheila Hasina Ning Umi Laila Media Sosial Instagram @Imaz_ Tiktok 28M You tube NU Online Tagar #ningimazfatimatuzzahra Instagram @sheilahasina 509RB Tiktok 470. Youtube NU Online dan LIM Production Tagar #ningsheilahasina Instagram @lailarahmah88 1. Tiktok @lailarahmah88 Youtube @NingUmiLaila 215K Tagar #ningumilaila Model Dakwah Ngaji Kitab Podcast Tanya jawab Forum seminar Materi Konten Fikih Perempuan Motivasi sebagai generasi/santri Motivasi rumah Ngaji Kitab Podcast Tanya jawab Forum seminar Fikih Perempuan Motivasi sebagai generasi/santri Motivasi rumah Ceramah di atas panggung. Melantunkan Ngevlog Hari Besar Islam Motivasi remaja/perempuan Motivasi rumah Akun media sosial para ning sebagai media dakwah di media sosial telah mendapatkan respon yang positif dari para pengikutnya sekaligus menunjukkan sebagai media rujukan perempuan belajar agama. Hal ini peneliti temukan dari sekian banyak komentar di akun media sosail para Ning. Semisal akun @mahmudah9185 memberi respon AuMasyaallah ilmunya sangat bermanfaat bu nyai. Ay, @nengnafiz95 AuTerimakasih pencerahannya ningAy, @daniktinmulyani AuAlhamdulillah semakin jelas dan mantapAy, @elis_watty96 AuMasyaallah seneng banget mendengarkan ceramah dari ning umi Laila, sangat menyentuh hati dan lucu juga orangnya, mugi pinaringan sehat, aminAy. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 @iskha_futkhatin AuMasyaallah betul sekali ning Sheila. karena wanita yang akan menjadi ibu adalah madrasah pertama kali bagi keturunannyaAy, @starbucksmatchaa AuMasyaallah terimakasih ilmunyaAy dan banyak respon dan komentar positif lainnya kepada para ning dalam menyampaikan dakwahnya di media sosial. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Utia Rahmah menyatakan, akun Instagram Ning Sheila Hasina memiliki pengaruh positif terhadap anak-anak muda khususnya para follower yang notabennya perempuan karena di dalam Instagram nya beliau banyak menyampaikan konten-konten fiqih kewanitaan yang di situ mampu memberikan dampak Para Ning Ning Imaz Diantara Nasihat/Quote yang terserbar Ning Sheila Utia Rahmah. Achmad Beadie Busyroel Basyar. Pemanfaatan Media Sosial Instagram Ning Sheila Hasina sebagai Sarana Belajar Fiqih Kewanitaan. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidika. ISSN: 2614-8. Volume 6. Nomor 7. Juli 2023 . , h. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 Ning Umi Laila Dakwah Para Ning sebagai Rujukan Perempuan Perkembangan mutakhir memperlihatkan fakta bahwa perbincangan hari ini mengenai agama tidak lagi dipisahkan dengan media dan teknologi. Secara bersamaan, agama dan media telah saling berkelindan dalam pengalaman identitas kultural khalayak media. 23 Para daiyah, terutama kaum mudanya, telah melakukan transisi dari media cetak ke pengguna media online. Gerakan dakwah online perempuan dapat dianggap sebagai reaksi terhadap tren konten yang mendominasi ruang maya: cybersex, propaganda teroris, termasuk agitasi Gerakan dakwah perempuan ini tentunya lebih aktif memosisikan diri sebagai wali akhlak yang berjuang untuk memperkenalkan akhlak Islam dan memerangi kerusakan 25 Selain itu, pola dan pendekatan dakwah digital perempuuan dilakukan dengan dakwah yang liberatif, progrefis, dan dinamis, dakwah dengan kasih sayang dan cinta, dan menghasilakan pola-pola dan model dakwah yang tersebar di ranah publik. Kecenderungan generasi milenial yang mengakses persoalan agama media sosial menuntut dakwah harus berkembang secara dinamis mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi. Berdakwah di media sosial akan menjadi alternatif yang lebih menguntungkan bagi pendakwah maupun sasaran dakwah. Islam akan dikenal lebih luas lagi melalui platform media sosial yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Dengan demikian, kehadiran para ning berdakwah di media sosial memberi ruang sekaligus rujukan bagi para generasi muda, khususnya kaum perempuan yang sedang membutuhkan referensi belajar agama. Jika sebelumnya mereka mendapatkan konten-konten dakwah yang mengajarkan dan mengajak kepada praktik keberagamaan yang keliru, maka . Hoover. Religion and the Media in the 21st Century. Trypodos , 2012. Vol. 29, 27Ae35. Nurkinan. Dampak Media Online Terhadap Perkembangan Media Konvensional. Jurnal Politikom Indonesiana. November 2017. Vol. 2 No. 25 Eva F. Nisa. Social Media and the Birth of an Islamic Social Movement. PMCID, . Vol. 24Ae43. 26 Jamalul Muttaqin. Ulama Perempuan Dalam Dakwah Digital: Studi Kebangkitan Dan Perlawanan Atas Wacana Tafsir Patriarkis. Living Sufism: Journal of Sufism and Psychotherapy. Volume 1 Nomor 1 . Juni 2022: 92-104, h. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 dakwah yang dilakukan oleh para ning akan mengubah arah keberagamaan mereka menjadi baik dan moderat. Dalam sebuah penelitian, menyatakan bahwa seorang ning memiliki daya tarik yang cukup kuat di media social, karena ning merupakan sosok yang dikenal memiliki kharismatik sebagai keturuan kiai, memiliki narasi yang kompten di bidang ilmu agama, dan penampilannya yang anggun dan mengagumkan. Selain itu, seorang ning yang menjadi panutan bagi para santri dan masyarakatnya, akan menarik mereka ke dunia digital ketika seorang ning aktif di media sosial. Maka, dakwah yang dilakukan oleh Ning Imaz. Ning Sheila dan Ning Umi Laila di media sosial sangat tepat dan strategis. Karena dakwah ini akan menjadi rujukan bagi kaum perempuan di media sosial. Jika awalnya para Perempuan mendapatkan konten-konten yang hanya menyampaikan tentang dakwah yang memuat ajak jihad melawan orang-orang yang berbeda, maka dakwah para ning akan menjadi pembanding bagi para perempuan di media Jika sebelumnya para perempuan hanya menemukan konten-konten yang sarat dengan ujaran kebencian, maka kehadiran dakwah para ning akan merubah kebencian itu menjadi kelembutan dan kasih sayang. Konten Para Ning Menangkal Radikalisasi Perkembangan kecanggihan teknologi memiliki pengaruh yang signifikan. Melalui konten-konten di media sosial, dalam konteks ini adalah konten dakwah, membawa perubahan yang rawan merusak paham dan pola pikir dalam beragama. Hanya karena mendengerakan ceramah atau narasi keagamaan di media sosial, tidak sedikit yang mudah menyalahkan orang lain yang menurutnya berbeda dengan pemahaman yang didapat dari konten media social. Kominfo melalui website resminya memnginformasikan bahwa pesan-pesan yang bermuatan radikalisme mudah diperoleh dari konten di situs online ataupun di media sosial. Anak-anak muda menjadi radikal atau bahkan bergabung dengan kelompok militan melalui ajakan di media social28 Perwakilan Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Ibnu menyebutkan media sosial merupakan sarana yang subur bagi perkembangan radikalisme dan intoleransi. Karena medsos dapat merubah karakter seseorang dalam waktu singkat. Dari fakta pengguna media sosial dan pengaruh negatifnya dalam paparan paham radikalisme, maka seluruh elemen baik dari pemerintah, ormas, tokoh agama dan cendikiawan yang peduli kepada bangsa dan negara, mengajak untuk melawan radikalisme yang sengaja disebarkan melalui media sosial. Sehingga ada istilah jihad media social. Pemerintah melalui Kementerian Agama khususnya, melakukan jihad melawan radikalisme. Suaibatul Aslamiyah. Endorsment para ning di Instagram: Perempuan dalam Kapitalisme Media Komodifikasi Agama. Skripsi Universitas Islam Negeri Yogyakarta, 2020, h. 28 Kominfo. AuISIS Sebar Paham Radikal Melalui Media DigitalAy, diakses tanggal 27 Juli 2023, https://w. id/content/detail/4523/isis-sebar-paham-radikal-melalui-mediadigital/0/sorotan_media. 29 Republika. AuDensus 88 Polri Sebut Media Sosial Jadi Sarana Penyebaran RadikalismeAy diakses tanggal 27 Juli 2023, https://jatimnow. com/baca-35488-densus-88-polri-sebut-media-sosial-jadi-saranapenyebaran-radikalisme. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 terorisme dan intoleransi dengan program prioritasnya, yaitu moderasi beragama. Bahkan tahun ini dikampanyekan sebagai Tahun Toleransi. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Informasi dan Komunikasi. KH. Masduki Baidlowi, mengajak ulama dan para muballigh untuk berdakwah dengan menggunakan media multiplatform. Konten-konten yang banyak beredar di media sosial dan banyak keliru, harus dilawan dengan konten-konten yang bagus. 30 Tokoh Nasional. KH Mustofa Bisri mengajak para pengguna media sosial terus memerangi berita bohong . yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upaya dakwah yang dilakukan para Ning telah berhasil memberi warna di media Upaya ini mendapatkan banyak dukungan dan apresiasi dari banyak kalangan. Semisal PBNU mengapresiasi dakwah Ning Imaz yang tidak hanya mengajar di dalam pesantren, namun juga memanfaatkan media sosial untuk mengajarkan ilmu agama sesuai kompetensi dan kebutuhan para netizen. Demikian juga dakwah Ning Sheila di media sosial. Dalam sebuah penelitian menyatakan, bahwa metode tanya jawab melalui DM di akun Instagram Ning Sheila, sangat memberi ruang yang luas bagi para perempuan untuk menanyakan tentang agama di media sosial. Ning Umi Laila, melalui lantunan suaranya yang merdu, konten-konten dakwahnya tersebar dan viral di media sosial. Sangat mewarnai media sosial dengan konten-konten yang positif. Dakwah para Ning tersebut akan menjadi teladan bagi para perempuan yang memiliki kompeten di bidang ilmu agama untuk berdakwah di media sosial. Dengan banyak para Perempuan yang berdakwah di media sosial dengan prinsip ajaran ahlussunnah wal jamaAoah yang moderat, akan menjawab dan memenuhi ajakan berjihad di media sosial menangkal konten-konten radikal. Para perempuan pun yang aktif di media sosial akan menemukan konten-konten yang positif di beranda-beranda medsosnya. KESIMPULAN Perkembangan teknologi akan semakin canggih seiring berjalannya waktu. Media sosial sebagai bagian dari kacanggihan teknologi telah mengalihkan intraksi manusia dari dunia faktual ke dunia digital. Nyaris semua aktifitas manusia berada pada genggaman tangan yang terinstal kedalam handpon pintar. Tidak hanya aktifitas ekonomi, pendidikan atau sekedar mencari hiburan, media sosial juga menjadi sarana mengenal dan belajar agama. Melalui konten-konten di media sosial, dengan sangat mudah membaca dan menyimak materi Di era yang serba digital ini, hampir semua kalangan tertarik dan minat bahkan secara fokus belajar agama dari media sosial. Terlebih kalangan generasi muda atau milenial, mereka mencari konten-konten agama di media sosial cukup aktif. Dari konten inilah, generasi muda belajar agama yang kemudian membentuk pola pikir dan pemahaman sesuai Annas. AuMUI Ajak Perangi Konten Negatif. Banjiri Medsos dwngan Konten Islam WasatiyahAy diakses tanggal 25 Juli 2023, https://mui. id/mui-provinsi/mui-sulsel/32623/mui-ajak-perangikonten-negatif-banjiri-medsos-dwngan-konten-islam-wasatiyah/. 31 Humaira. AuGus Mus: Jangan Sampai Orang tak Waras Kuasai Media SosialAy diakses tanggal 25 Juli 2023, https://mediaindonesia. com/humaniora/101615/gus-mus-jangan-sampai-orang-tak-waraskuasai-media-sosial. Imtiyaz: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 01 Bulan April Tahun 2024 Hal: 23-37 konten yang diikuti dan disimak. Namun yang menjadi problem adalah ketika mereka mengikuti dan menyimak konten agama yang salah. Yaitu konten ujaran kebencian atau yang memicu kepada gerakan radikalisme. Perempuan yang juga bagian dari generasi milenial tidak sedikit yang telah terpapar paham radikalisme bahkan menjadi bagian gerakan radikal. Hal inilah yang menuntut para tokoh yang kompeten dalam bidang agama untuk aktif di media seosial. Para ning seperti Ning Imaz. Ning Sheila Hasina dan Ning Umi Laila telah menjadi salah satu tokoh agama yang aktif menyampaikan pesan-pesan agama yang moderat di media sosial. Kehadiran para ning ini memberi jawaban yang tepat dan strategis bagi kaum perempuan untuk mengenal dan belajar Islam yang benar dan tepat. Ning Imaz. Ning Shiela dan Ning Umi Laila sudah menjadi rujukan belajar agama di media sosial, khususnya bagi para perempuan yang selama ini salah memilih rujukan mempelajari Islam di ruang digital. Kehadiran para Ning di media sosial harus diapresiasi dan diteladani oleh para tokoh agama lainnya, guna memanfaatkan media sosial dalam berdakwah sesuai ajaran ahlussunnah wal jamaAoah. Dakwah di media sosial adalah jihad melawan paham dan gerakan radikalisme dan terorisme. Daftar Pustaka