JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Mengukur Kesiapan dan Optimisme Pelaku UMKM dalam Adopsi Teknologi Digital Yunie Rahayu . Universitas Muhammadiyah Jambi . rahayu@umjambi. Ahmad Soleh . Universitas Muhammadiyah Jambi . soleh@umjambi. Prima Audia Daniel . Universitas Muhammadiyah Jambi . primaaudia1@gmail. Nyimas Aulia . Universitas Muhammadiyah Jambi . Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi memberikan manfaat yang besar dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui penguasaan teknologi efisiensi dan efektivitas akan dapat tercapai sehingga dapat menyederhanakan berbagai hal menjadi lebih praktis, efisien, efektif dalam berbagai aspek kehidupan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan daya saing. Namun besarnya manfaat yang diterima dari adanya teknologi tergantung pada seberapa besar kemampuan kita dalam mengadopsi dan Oleh karena itu penting untuk dilakukan penelitian terkait bagaimana kesiapan dan optimisme pelaku UMKM dalam mengadopsi dan mengunakan teknologi Penelitian ini bertujuan: pertama menganalisis kondisi sosial ekonomi pelaku UMKM. kedua menganalisis faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi digital yang meliputi kesiapan, persepsi dan optimisme para pelaku UMKM dan ketiga menganalisis strategi kebijakan dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bersifat ekploratif dengan objek penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Jambi sebanyak 450 responden yang tersebar pada 11 kecamatan dan dibagi secara Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi tehnik purposive sampling dan dengan pendekatan random sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Dimana data primer diperoleh melalui kuisioner, wawancara dan dokumentasi yang bersifat eksplorasi. Untuk menjawab masalah pertama yaitu menganalisis kondisi sosial ekonomi pelaku UMKM di Kota Jambi dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan statistik. Selanjutnya untuk menjawab masalah kedua yaitu menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi persepsi dan optimisme penggunaan teknologi digital dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan untuk masalah ketiga yaitu strategi kebijakan dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Kota Jambi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Kata Kunci : Kesiapan. Optimisme. Pelaku UMKM. Teknologi Digital UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 122 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PENDAHULUAN Teknologi digital memiliki peran yang sangat penting diberbagai aspek dalam kehidupan umat manusia. Pesatnya perkembangan teknologi menuntut kita untuk dapat beradaptasi agar dapat memperoleh manfaatnya. Besar dan kecilnya manfaat dari penggunaan teknologi tergantung pada seberapa besar kemampuan pelaku dalam mengadopsi dan menggunakan teknologi digital. Namun dalam faktanya masih banyak masyarakat yang belum menerima manfaat dari penggunaan digitalisasi sebagai akibat rendahnya adaptasi teknologi. Dengan penguasaan teknologi digital efisiensi dan efektivitas akan dapat tercapai di berbagai aspek kehidupan. Melalui digitalisasi juga dapat menyesederhanakan berbagai hal dalam satu sistem yang tersentralisasi sehingga menjadi lebih praktis, efisien, efektif dan minim biaya. Disisi lain melalui teknologi digital juga dapat memperluas jangkauan pasar, akses, dan kemampuan POAC pada level nasional dan internasional. Rendahnya penguasaan teknologi terjadi hampir disemua aspek kehidupan terutama dinegara berkembang seperti negara Indonesia. Data menunjukkan pada tahun 2022 penggunaan internet di Indonesia sebanyak 78,19 persen dari total penduduk yang Namun pengguna tersebut tidak serta merta mengadopsi teknologi yang diciptakan dalam berbagai aktivitas kehidupannya seperti yang terjadi pada sektor UMKM. Hasil survei Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNKLIK) tahun 2022 menunjukkan bahwa literasi digital di Indonesia masih di angka 49,68 persen. Lebih lanjut, sampai saat ini baru sebanyak 20,5 juta UMKM dari 65 juta UMKM yang masuk dalam ekonsistem digital. Demikian juga yang terjadi di Kota Jambi, data Disperindag menunjukkan hanya sekitar 2. 000 dari 19. 000 UMKM yang telah menggunakan ekosistem digitalisasi. Artinya sebagian besar bisnis UMKM masil belum menggunakan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Padahal hampir 100 persen para pelaku UMKM telah menggunakan mobile phone dalam kehidupan sehari-hari . Kontradiksi penggunaan teknologi digital dalam kegiatan usaha menjadi masalah mendasar mengapa kesenjangan itu terjadi. Padahal di satu sisi masyarakat pengguna teknologi smarphone tinggi namun disisi lain masyarakat tidak menggunakan teknologi digital dalam ekosistem usahanya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mendalam terkait kesiapan UMKM, persepsi, dan sikap serta manfaatnya terhadap adopsi teknologi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 123 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Pendekatan pemecahan masalah Dalam melakukan analisis permasalahan pada penelitian ini digunakan model Model TAM (Technology Acceptance Mode. dan TRAM (Theory of Reasoned Action extended with Motivatio. yang merupakan model teori perilaku untuk memahami bagaimana UKM dapat menerima atau menolak teknologi digital. Model TAM dikembangkan oleh Davis membahas tentang persepsi menerima atau menolak tehnologi. Sementara Model TRAM menghasilkan suatu keyakinan untuk menggunakan tehnologi digital secara intensip melalui sikap, yang selanjutnya diukur dengan kesiapan UKM untuk mengadopsi Tehnologi digital dengan menggunakan instrumen kesiapan tehnologi index (TRI) yang terdiri dari optimisme, inovasi, ketidakamanan dan ketidaknyaman. Kombinasi ketiga model dalam menganalisis masalah dalam penelitian ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan terkait kesiapan, permasalahan dan optimisme pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya dengan menggunakan teknologi digital. METODE Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bersifat ekploratif. Metode ini digunakan untuk menganalisis dan mengeksplorasi berbagai permasalahan terkait kesiapan dan optimisme pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi digital. Objek dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kota Jambi sebanyak 450 responden yang tersebar pada 11 kecamatan yang dibagi secara proporsional. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Dimana data primer diperoleh melalui kuisioner, wawancara dan dokumentasi yang bersifat eksplorasi. Jenis. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, dan literature lain yang terkait dengan penelitian ini. Selanjutnya data primer diperoleh melalui wawancara, interview secara langsung dan tidak langsung, kuesioner dan dokumentasi. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan pendekatan random sampling dengan metode non UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 124 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 probability sampling. Selanjutnya dari hasil wawancara dilakukan transformasi data dari data dalam bentuk nominal menjadi data ordinal. Alat Analisis Data Untuk menjawab masalah pertama dalam penelitian ini yaitu kondisi sosial ekonomi pelaku UMKM di Kota Jambi dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dan pendekatan statistik. Selanjutnya untuk masalah kedua yaitu menganalisis faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi digital dengan melihat kesiapan, persepsi (TAM) dan optimisme (TRAM) para pelaku UMKM di Kota Jambi dalam mengadopsi teknologi digital dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). SEM merupakan alat analisis multivariat yang mengukur 3 kegiatan secara bersamaan yaitu pemeriksaan validitas dan realibilitas instrumen . onfirmatory factor analysi. , pengujian hubungan antar variabel . ath analysi. dan mendapatkan model yang cocok untuk prediksi sehingga diperoleh hasil penelitian yang terukur dan factual. Dan untuk masalah ketiga yaitu strategi kebijakan dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Kota Jambi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan alat analisis yang digunakan untuk mengembangkan solusi dari permasalahan berdasarkan analisis Strength (S). Weakness (W). Opportunities (O) dan Treats . secara sistematis terkait upaya dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Kota Jambi. HASIL PENELITIAN Karakteristik Pelaku UMKM di Kota Jambi Berdasarkan pengelompokkan tenaga kerja, pada tahun 2022 sebanyak 2. ,21%) usaha UMKM masuk dalam kelompok usaha dengan tenaga kerja berjumlah 1 . orang (Tabel 4. Dalam hal ini pemilik menjadi satu-satunya pekerja yang mengelola dan menjalankan sendiri usaha UMKM tersebut. Usaha UMKM merupakan usaha yang lebih memerlukan keahlian dan keterampilan yang bisa diperoleh tidak hanya melalui jenjang pendidikan formal. Sementara usaha UMKM yang menggunakan tenaga kerja 2-4 orang paling besar jumlahnya yaitu sekitar 51,3% yaitu sebanyak 2. 841 orang. Sementara UMKM lainnya menggunakan tenaga 5 s. d 19 orang dengan jumlah yang tidak begitu besar. Sementara untuk tahun 2022, penggunaan tenaga kerja yang terbesar oleh UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 125 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 UMKM adalah sebanyak 2 Ae 4 orang. Hal ini dimaklumi karena skala UMKM masih kecil sehingga belum memerlukan banyak tenaga kerja. Namun untuk penggunaan tenaga kerja tahun 2022 menurun dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar 50,37%. Penurunan ini disebabkan menurunnya penggunaan tenaga kerja oleh UMKM yang biasanya mempekerjakan 2-4 orang dalam usahanya. Tabel 4. 2 Banyaknya Penggunaan Tenaga Kerja di UMKM Tahun 2020- 2022 Jumlah Tenaga Kerja Yang digunakan . Sumber : BPS Provinsi Jambi Tahun Total Gambar 4. 1 Penggunaan Tenaga Kerja oleh UMKM Kota Jambi Tahun 2020-2022 Sementara itu berdasarkan tingkat pendidikan pengusaha, pada tahun 2020 66% berpendidikan SMA, 35. 36% berpendidikan SMP dan sisanya sebesar 29% berpendidikan SD. SMK. Diploma. Sarjana da nada juga yang tidak tamat SD. Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2021 di mana sebesar 34. pengusaha UMKMnya berpendidikan SD, 22. 35% berpendidikan SMA dan 18. berpendidikan SD. Namun untuk tahun 2021, pengusaha UMKM yang berpendidikan Diploma dan Sarjana meningkat pesat jika dibandingkan dengan tahun 2020 yaitu UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 126 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 sebanyak 592 orang dan 578 orang. Untuk tahun 2022, pengusaha UMKM masih didominasi berpendidikan SMA yaitu sebesar 45. 75% namun untuk yangberpendidikan Diploma dan Sarja mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat pada 127able 4. 3 dan 3 Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Pengusaha UMKM Kota Jambi. Tahun 2020-2022 Tahun Sumber : BPS Provinsi Jambi SMP Pendidikan SMA SMK DI/II/ i Sarjana S1 atau Gambar 4. 2 Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Pengusaha UMKM Kota Jambi. Tahun 2020-2022 Pada tabel 4. 4 dan gambar 4. 3, pada tahun 2020 UMKM Kota Jambi menyerap tenaga kerja sebesar 13. 544 orang, dimana laki-laki sebanyak 7. 784 orang dan perempuan 760 orang. Mayoritas berstatus sebagai pekerja produksi sebanyak 12. ,3%) sisanya sebesar 5. 7% sebagai pekerja lainnya. Kondisi di atas juga terjadi di tahun 2020 dan 2022 dimana sebagian besar tenaga kerja sebagai pekerja produksi dan sisanya pekerja lainnya. Sementara dalam hal gender, pada tahun 2020 dan 2021 jumlah tenaga kerja pada UMKM lebih banyak tenaga kerja laki-laki namun selisihnya tidak UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 127 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 begitu besar yaitu masing-masing 57% dan 53%. Namun pada tahun 2022, jumlah tenaga kerja laki-laki dan perempuan pada UMKM adalah sama dengan perbandingan 50% : Tabel. 4 Jumlah Tenaga Kerja pada UMKM Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Jambi Pada Tahun 2020-2022 Lainnya Tahun laki-laki perempuan lakiperempuan Sumber : BPS Provinsi Jambi laki-laki laki-laki laki-laki Gambar 4. 3 Jumlah Tenaga Kerja pada UMKM Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Jambi Pada Tahun 2020-2022 Berdasarkan jenjang pendidikan terakhir yang ditamatkan, pada tahun 2020 tenaga kerja yang terlibat di UMKM berpendidikan paling tinggi SMA ada sebanyak 628 orang . ,6%) disusul selanjutnya dengan berpendidikan SMP sebanyak 4. 7%), berpendidikan SD sebanyak 1. 254 orang . 26%), sisanya adalah berpendidikan SMK< SD, tidak tamat SD. Diploma dan S1. Kondisi tahun 2020 ini sama dengan yang dialami di tahun 2022 dimana tenaga kerja berpendidikan SMA masih dominan sebagai pekerja UMKM disusul oleh tenaga kerja berpendidikan SMP. SD dan Kondisi sedikit berbeda pada tahun 2021 dimana tenaga kerja yang dominan masih berpendidikan SMA, namun tenaga kerja yang berpendidikan SD mengalami UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 128 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 peningkatan yang cukup drastic yaitu sebesar 337% yaitu menjadi 5. 483 orang. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4. 5 dan gambar 4. Tabel 4. 5 Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Pekerja UMKM di Kota Jambi. Tahun 2020-2022 Tahun tidak SMP SMA SMK Diploma Sarjana 1/2/3 S1 atau Sumber : BPS Provinsi Jambi Gambar 4. 4 Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Pekerja UMKM di Kota Jambi. Tahun 2020-2022 Tenaga kerja yang terlibat di UMKM sebagian besar merupakan tenaga kerja yang berasal dari keluarga. Hal ini dibuktikan pada tahun 2020 sebanyak 7. 134 orang atau 67% tenaga kerja UMKM merupakan pekerja tidak dibayar (Tabel 4. Bila dilihat dari jenis kelamin, tenaga kerja tidak dibayar mayoritas adalah perempuan, jumlahnya mencapai 3. 670 orang . 4%) dari total tenaga kerja tidak dibayar. Pada tahun 2021, jumlah tenaga kerja yang tidak dibayar meningkat menjadi 13. 943 orang atau 33% dari total tenaga kerja di UMKM. Dari segi jenis kelamin, tenaga kerja perempuan masih menjadi mayoritas yang tidak dibayar dengan persentase yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu menjadi 62. Kondisi sama juga terjadi di tahun 2022 dimana tenaga kerja yang tidak dibayar meningkat menjadi 66. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 129 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 dengan total sebanyak 7. 004 orang. Tenaga kerja perempuan masih menjadi mayoritas yang tidak dibayar walaupun persentasenya menurun disbanding tahun lalu yaitu sekitar Tabel 4. 6 Status Pekerja dan Jenis Kelamin Pada UMKM di Kota Jambi Tahun 2020-2022 Tahun pekerja dibayar pekerja tidak dibayar laki-laki perempuan Total Sumber : BPS Provinsi Jambi pekerja dibayar laki-laki laki-laki pekerjaan tidak dibayar Gambar 4. 5 Status Pekerja dan Jenis Kelamin Pada UMKM di Kota Jambi Tahun 2020-2022 Pendapatan dan Modal UMKM Pendapatan UMKM meliputi pendapatan dari hasil produksi, jasa industri, dan pendapatan dari kegiatan lain yang masih berhubungan dengan usahanya. Berdasarkan besaran pendapatan setahun, maka pada tahun 2020 sebanyak 37. 6% UMKM memiliki pendapatan antara 50 Ae 99 juta rupiah setahun atau rata-rata 4,1 Ae 8,3 juta rupiah per Selanjutnya 28. 3% UMKM berpendapatan 100 Ae 199 juta rupiah per tahun, 12. UMKM berpendapatan 25 Ae 49 juta rupiah pertahun, 11. 3% UMKM yang memiliki pendapatan 300 - 499 juta rupiah per tahun. Kondisi ini juga berlanjut di tahun 2021 dan 2022 dimana UMKM yang berpendapatan 50-100 juta rupiah per tahun yang paling Hal ini dapat dilihat pada tabel 4. 7 dan gambar 4. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 130 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Tabel 4. 7 Besaran Pendapatan UMKM di Kota Jambi Dalam Setahun Tahun Tahun Besaran Pendapatan Setahun (Jutaan Rupia. 5-9 10-24 25 50 - 100 Ae 200 300 49 116 743 4. Sumber : BPS Provinsi Jambi > 500 5-9 10-24 25 49 50 - 100 - 200 - 300 - > 500 99 199 299 499 Besaran Pendapatan Setahun (Jutaan Rupia. Gambar 4. 6 Besaran Pendapatan UMKM di Kota Jambi Dalam Setahun Tahun 20172019 Untuk modal usaha UMKM, pada tahun 2020 modal usaha sepenuhnya milik sendiri sebesar 87. 97%, modal usaha dari pihak lain sebesar 11. 20% dan modal usaha dari pihak lain sebesar 0. Kondisi ini kurang lebih juga terjadi di tahun 2021 dan 2022 dimana sebagai modal usaha, pengusaha UMKM sebagian besar sumber modalnya sepenuhnya dari milik sendiri. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4. 8 dan gambar 4. Tabel 4. 8 Sumber Modal UMKM di Kota Jambi Tahun 2020-2022 Tahun Sepenuhnya Milik Sendiri Sumber : BPS Provinsi Jambi Sumber Modal Sebagian dari Pihak Lain UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Total Sepenuhnya dari Pihak Lain Halaman 131 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Sumber Modal Sepenuhnya Milik Sendiri Sumber Modal Sebagian dari Pihak Lain Sumber Modal Sepenuhnya dari Pihak Lain Gambar 4. 7 Sumber Modal UMKM di Kota Jambi Tahun 2020-2022 Sementara untuk pinjaman bank, pada tahun 2020 sebanyak 335 unit usaha atau 4% yang meminjam di bank dengan plafond kredit >20-100juta, 17 unit usaha atau sekitar 4. 8% meminjam di bank dengan plafond >100-500 juta, dan sisanya meminjam di bank dengan plafond kredit < 20 juta. Kondisi ini juga sama dengan tahun 2021 dan 2022 dimana plafond kredit yang terbesar diambil oleh UMKM adalah >20100juta. Hanya saja pada tahun 2020, terdapat 132 unit usaha atau sekitar 44. 9% dari total unit usaha yang meminjam di bank, mengambil kredit dengan plafond > 500juta. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4. 9 dan gambar 4. Tabel 4. 9 Besarnya Pinjaman Bank UMKM di Kota Jambi Tahun 2020 - 2022 Tahun < 20juta >20100juta UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI >100500juta > 500juta Total Halaman 132 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Gambar 4. 8 Besarnya Pinjaman Bank UMKM di Kota Jambi Tahun 2020 - 2022 Permasalahan Mitra Dalam mengembangkan usaha industri mikro kecil tak lepas dari berbagai kesulitan atau kendala. Dari total 4. 960 UMKM yang ada di Kota Jambi sebanyak 4. UMKM mengalami kesulitan, sedangkan usaha yang menyatakan tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan usaha hanya sebanyak 608 UMKM. Pada Tabel 4. 10 dan Gambar 4. 9 terlihat bahwa pada tahun 2020, permasalahan terbesar yang dihadapi UMKM adalah masalah permodalan yaitu sebesar 57. Jenis kesulitan lain yang dialami diantaranya kesulitan pemasaran sebesar 16. 4%, kesulitan energi sebesar 10. dan kesulitan bahan baku sebesar 8. Adapun penyebab UMKM mengalami kesulitan bahan baku yaitu bahan baku yang langka, harga bahan baku mahal dan bahan baku Begitu pula untuk tahun 2021 dan 2022 dimana 2 permasalahan utama UMKM adalah masalah permodalan dan pemasaran. Pada tahun 2021, permasalahan permodalan 6% dan permasalahan pemasaran sebesar 33. Namun untuk tahun 2022, masalah permodalan menurun menjadi sebesar 17. Hal ini mengindikasikan semakin mudahnya UMKM mendapatkan pinjaman baik dari lembaga perbankan maupun lembaga non bank lainnya. Ini seiring dengan komitmen dari pemerintah yang akan mendorong pertumbuhan UMKM melalui kebijakan memberikan kemudahan bagi UMKM dalam melakukan pinjaman modal usaha. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 133 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Tabel 4. 10 Jenis Kesulitan Yang Dihadapi UMKM di Kota Jambi Tahun 2020- 2022 Tahun Jenis Kesulitan Sumber : BPS Provinsi Jambi Keterangan : = Bahan Baku = Permodalan = Pemasaran = Energi = Transportasi = Ketrampilan = Buruh = Lainnya bahan baku Jenis Kesulitan Gambar 4. 9 Jenis Kesulitan Yang Dihadapi UMKM di Kota Jambi Tahun 2020- 2022 Bimbingan/Pelatihan/Penyuluhan (BPP) UMKM di Kota Jambi Pada tahun 2020, sebanyak 5306 UMKM di Kota Jambi atau sekitar 95. 8% tidak pernah mendapatkan bimbingan, pelatihan dan penyuluhan (BPP) sementara sisanya 2% pernah mendapatkan bimbingan, pelatihan dan penyuluhan. Hal ini juga terjadi di tahun 2021 dan 2022 dimana rata-rata 90% UMKM yang tidak mendapatkan BPP. Sementara itu untuk jenis BPP yang diterima oleh UMKM sebagian besar mengenai teknik produksi, baru di tahun 2022 BPP yang diberikan lebih ke pemasarab. Hal ini untuk UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 134 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 mengikuti perkembangan era digitalisasi dimana jika UMKM ingin eksis maka pemasaran harus lebih ditingkatkan di bidang digitalisasi. Tabel 4. 11 Jenis Bimbingan/Pelatihan/Penyuluhan (BPP) Yang Diterima Pelaku UMKM di Kota Jambi Tahun 2020-2022 Tahun Mendapatkan Bimbingan/ Pelatihan/ Penyuluhan Jenis Bimbingan/Pelatihan/ Penyuluhan Tidak Pernah Sumber : BPS Provinsi Jambi Manajerial Tehnik Produksi Pemasaran Lainnya Gambar 4. 9 Jenis Bimbingan/Pelatihan/Penyuluhan (BPP) Yang Diterima Pelaku UMKM di Kota Jambi Tahun 2020-2022 Model Pengukuran Validitas instrumen diuji menggunakan validitas convergent dan validitas Construct dianggap memenuhi validitas convergent jika nilai rata-rata varian (Average Variance Extracted Ae AVE) mempunyai nilai lebih dari 0,5 mempunyai loading factor 0,70 atau lebih (Chin, 1998. Seluruh construct mempunyai loading >0. dan AVE >0. 5 dengan demikian dapat disimpulkan validitas convergent dapat dipenuhi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 135 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 . ihat tabel . Henseler et al. dan Hair et al. mengenalkan cara baru untuk menguji discriminant validity yaitu dengan cara melakukan HeterotraitMonotrait (HTMT) test. Jika nilai HTMT ratio lebih kecil dari 0. 90 dapat disimpulkan bahwa instrumen memenuhi validitas discriminant (Hair et al. , 2017. Henseler et al. , 2. Hasil pengujian menunjukkan nilai HTMT ratio < 0. ihat tabel . Internal consistency reliability dapat dilihat dari nilai composite reliability, jika nilai composite reliability lebih besar 0. 7 dapat disimpulkan instrument reliable (Hair et al. , 2014. Hair et al. , 2. Hasil estimasi menunjukkan nilai composite reliability (A. , memiliki nilai 0. Model Struktural Hubungan antar variabel yang diilustrasikan dalam model pengujian hipotesis diuji menggunakan pendekatan PLS. pengambilan keputusan dengan melihat nilai signifikansi dari masing-masing path . dari hubungan antar natar variabel yang diuji. Arah hubungan dilihat dari nilai beta dari hasil uji. Jika beta bernilai negatif, maka dapat disimpulkan akan terdapat pengaruh negatif variabel x terhadap variabel Y, dan Pengujian hipotesis menggunakan pendekatan PLS dengan melakukan prosedur bootstrapping seperti yang disarankan oleh Henseler et al. Studi ini menggunakan 500 repetisi dalam melakukan prosedur bootstrapping untuk memperoleh hasil pengujian yang stabil dan konsisten Hasil estimasi model struktural menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara optimism ( = 0. 469, p < 0. , innovativeness ( = 0. 277, p < 0. , dan insecurity ( = 0. 132, p < 0. dengan persepsi kebermanfaatan. Estimasi hubungan discomfort dengan persepsi kebermanfaatan tidak memiliki hubungan ( = 0. 019, p > 0. Dengan demikian dapat disimpulkan H1. H2, dan H4 di dukung sedangkan H3 tidak didukung Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara optimism, innovativeness, insecurity dengan persepsi kebermanfaatan teknologi dan tidak ada hubungan antara discomfort dengan persepsi kebermanfaatan teknologi oleh UMKM. Temuan ini memperkuat temuan Ling dan Moi . Kuo et al. , dan Peng dan Yan . Hubungan positif optimism dengan persepsi kebermanfaatan menunjukkan bahwa sikap positif terhadap teknologi akan membuat pelaku UMKM merasa bahwa teknologi bermanfaat untuk usahanya. Selain itu, antusiasme untuk mengetahui dan mencoba teknologi baru juga membuat pelaku UMKM dapat dijadikan indikasi bahwa pelaku UMKM merasa teknologi bermanfaat. Hal tersebut ditunjukkan dengan hubungan positif UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 136 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 dan signifikan antara innovativeness dan persepsi kebermanfaatan. Selanjutnya, keamanan teknologi informasi bukan merupakan isu utama bagi UMKM. Hal tersebut ditujukan dengan temuan hubungan positif signifikan antara insecurity dengan persepsi kebermanfaatan teknologi. Meskipun demikian, ketidaknyamanan terhadap teknologi membuat pelaku UMKM menganggap teknologi informasi bermanfaat. Secara teori tidak semua komponen membuat kesiapan teknologi dapat membuat seseorang merasa teknologi dapat berguna. Temuan ini mengonfirmasi model technology readiness yang mengelompokkan kesiapan teknologi menjadi dua kelompok yaitu pendorong . yang terdiri dari optimism dan innovativeness dan kelompok penghambat . yang terdiri dari discomfort dan insecurity (Ling & Moi, 2007. Parasuraman & Colby, 2. Secara umum temuan studi ini senada dengan temuan Ling dan Moi . Kuo et al. , dan Peng dan Yan . Akan tetapi, pada studi ini menemukan dimensi insecurity mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan persepsi kebermanfaatan. Temuan ini bertentangan dengan temuan dari Kim dan Chiu . , dan Chiu dan Cho . Insecurity merujuk perasaan tidak aman pada penggunaan teknologi, perasaan ini dapat muncul jika pengguna merasa terancam. Temuan hubungan positif dimensi insecurity menunjukkan pelaku UMKM tetap merasa bahwa teknologi tetap bermanfaat meskipun merasa dianggap tidak aman. Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor external seperti persaingan usaha atau dukungan pemerintah. Persaingan usaha dan dukungan pemerintah dapat membuat UMKM merasa teknologi berguna meskipun berisiko (Nugroho, 2. Analisis SWOT Strengths (Kekuata. Dukungan Pemerintah: o Program pemerintah pusat dan daerah yang mendukung pengembangan UMKM, termasuk bantuan teknis dan finansial. Komunitas UMKM yang Solid: o Adanya komunitas dan asosiasi UMKM yang aktif dapat memudahkan penyebaran informasi dan program literasi digital. Akses Informasi yang Meningkat: o Banyak pelaku UMKM yang sudah memiliki akses internet, memudahkan pelatihan dan distribusi materi secara online. Inisiatif Lokal: o Beberapa inisiatif lokal sudah berjalan untuk meningkatkan literasi digital melalui pelatihan dan workshop. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 137 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Weaknesses (Kelemaha. Tingkat Pendidikan yang Beragam: o Banyak pelaku UMKM memiliki tingkat pendidikan yang beragam, sehingga kemampuan menerima dan menerapkan literasi digital juga berbeda. Infrastruktur Digital yang Tidak Merata: o Akses internet yang belum merata di seluruh wilayah Kota Jambi, terutama di daerah terpencil. Keterbatasan Sumber Daya: o Keterbatasan anggaran dan tenaga pengajar yang kompeten dalam literasi digital. Resistensi terhadap Perubahan: o Beberapa pelaku UMKM masih skeptis dan kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi digital. Opportunities (Peluan. Tren Digitalisasi: o Perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan internet membuka peluang besar untuk digitalisasi UMKM. Kolaborasi dengan Sektor Swasta: o Peluang untuk bermitra dengan perusahaan teknologi dan lembaga pendidikan untuk menyediakan pelatihan literasi digital. Dukungan dari Lembaga Non-Profit: o Banyak lembaga non-profit yang fokus pada peningkatan literasi digital dan siap memberikan bantuan teknis dan finansial. Platform E-Commerce: o Meningkatnya platform e-commerce memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produk secara digital. Threats (Ancama. Persaingan Global: o Globalisasi dan persaingan dengan perusahaan besar yang sudah lebih maju dalam Keamanan Siber: o Ancaman keamanan siber yang dapat menghambat adopsi teknologi digital jika pelaku UMKM tidak dilatih dengan baik tentang keamanan data. Perubahan Kebijakan: o Kebijakan pemerintah yang tidak konsisten atau perubahan regulasi yang mendadak dapat menghambat proses literasi digital. Krisis Ekonomi: o Ketidakstabilan ekonomi dapat mengurangi kemampuan pelaku UMKM untuk berinvestasi dalam teknologi digital. Rekomendasi Strategis Mengoptimalkan Kekuatan dan Peluang Membangun Kemitraan: o Kerjasama dengan perusahaan teknologi, universitas, dan lembaga non-profit untuk menyediakan program pelatihan literasi digital yang komprehensif. Meningkatkan Akses dan Infrastruktur: o Memperluas akses internet di wilayah-wilayah terpencil dan menyediakan fasilitas teknologi dasar untuk pelaku UMKM. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 138 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Kampanye Kesadaran: o Mengadakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi digital dan manfaatnya bagi UMKM. Mengatasi Kelemahan dan Ancaman Program Pelatihan yang Fleksibel: o Menyediakan program pelatihan yang dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kemampuan pelaku UMKM. Meningkatkan Keamanan Siber: o Melakukan pelatihan khusus mengenai keamanan siber untuk melindungi data dan informasi bisnis pelaku UMKM. Dukungan Kebijakan: o Bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang mendukung dan konsisten dalam pengembangan literasi digital UMKM. Mendukung Keberlanjutan Finansial: o Memberikan akses ke sumber daya finansial dan insentif bagi pelaku UMKM yang berinvestasi dalam teknologi digital. Kesimpulan Studi ini mencoba mengeksplorasi dimensi technology readiness terhadap hubungan dengan persepsi kebermanfaatan teknologi informasi pada UMKM. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tiga dimensi technology readiness . ptimism, innovativeness, insecurit. dengan persepsi kebermanfaatan teknologi Satu dimensi . tidak menunjukkan hubungan dengan persepsi kebermanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei kuesioner yang hanya memotret satu momen persepsi di titik waktu tertentu. Penggunaan metode lain perlu di pertimbangkan oleh peneliti selanjutnya. Selain itu sampel penelitian ini hanya menggunakan UMKM yang ada di yogyakarta sehingga generalisasi temuan masih belum dapat dilakukan dengan optimal. Studi selanjutnya dapat mempertimbangkan penambahan cakupan sampel penelitian. Selanjutnya, riset ini hanya menggunakan dimensi technology readiness yang hanya mempertimbangkan faktor internal saja. Sebaiknya riset berikutnya dapat memasukan faktor eksternal seperti dukungan pemerintah atau tekanan kompetitor. Rekomendasi kebijakan Dalam rangka pengembangan UMKM tersebut, maka direkomendasikan berbagai kebijakan dan strategi meliputi: Perlu dilakukan pemberdayaan UMKM melalui berbagai program pembinaan dan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 139 dari 160 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 12 NO. 2 DESEMBER 2024 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pengawasan kepada UMKM yang telah disalurkan kredit, baik oleh Dinas UMKM dalam hal pemberdayaan SDM maupun dari pihak perbankan sendiri dalam memonitor sejauh mana penggunaan modal usaha yang diberikan dalam pengembangan usaha UMKM seperti memberikan berbagai penyuluhan dan sosialisasi tentang tata cara pengelolaan administrasi yang baik, sehingga diharapkan usaha UMKM mampu berkembang apabila kemampuan SDM terampil. Pemerintah harus meningkatkan pendapatan perkapita, dan meningkatkan jumlah unit UMKM agar kedua variabel ini dapat mempengaruhi kredit UMKM. Upayaupaya untuk meningkatkan pendapatan perkapita yaitu dengan meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada, meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang dimiliki bangsa indonesia, memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB, peningkatan pendidikan, memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan, maupun fasilitas jasa . dan yang terakhir memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang. Kemudian upaya untuk meningkatkan jumlah unit UMKM adalah dengan memberikan bantuan hibah untuk pengusahapengusaha muda agar dapat mengembangkan dan menambah unit usahanya. Pertumbuhan ekonomi dapat meningkat melalui kredit UMKM, yaitu dengan peran serta perbankan nasional dalam bentuk pemberian kredit atau pembiayaan UMKM perlu didorong agar pangsa atau alokasi pemberian kredit atau pembiayaan UMKM semakin meningkat. DAFTAR PUSTAKA