Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Pengaruh ROA. EPS. Dan ROE Terhadap Harga Saham Perusahaan Infrastruktur Di BEI Febryana1*. Felicia Rivanny2 Universitas Katolik Musi Charitas Universitas Katolik Musi Charitas . bryanaa2002@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh ROA. EPS dan ROE Terhadap Harga Saham Perusahaan Infrastruktur di BEI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data laporan keuangan perusahaan pada BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BEI dengan sektor infrastruktur sebagai sampel penelitian. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang penerbitan laporan keuangan dengan mata uang rupiah dan tidak delisting selama 2021-2024. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear berganda. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa EPS dan ROE berpengaruh negatif terhadap harga saham, sedangkan ROA berpengaruh positif terhadap harga saham. Kata Kunci : ROA. EPS. ROE. Harga saham Abstract This study aims to determine the Effect of ROA. EPS and ROE on Stock Prices of Infrastructure Companies on the IDX. This type of research is quantitative research. The data used is secondary data, namely the company's financial report data on the IDX. The population in this study are companies listed on the IDX with the infrastructure sector as the research sample. The sampling method is purposive sampling with the criteria of companies that publish financial reports in rupiah currency and are not delisted during 2021-2024. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis From the research conducted, it can be concluded that EPS and ROE have a negative effect on stock prices, while ROA has a positive effect on stock prices. Keywords: ROA. EPS. ROE. Stock Prices PENDAHULUAN Perusahaan di BEI senantiasa mengalami fluktuasi harga saham. Harga saham adalah nilai yang ditentukan oleh kekuatan penawaran jual beli saham pada mekanisme pasar tertentu dan merupakan harga jual dari investor satu ke investor lainnya (Fadila & Nuswandari, 2. Hal tersebut dapat terjadi apabila sebagian besar investor dapat mendefinisikan dan menginterpretasikan informasi dengan baik. Investor yang canggih menggunakan informasi secara penuh dan cepat, sehingga perubahan harga saham mencerminkan informasi untuk mencapai keseimbangan yang baru (Hartono, 2. Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan investor untuk menentukan harga saham. Dilansir dari IDPintar oleh Anonim . Sektor infrastruktur mengalami transformasi yang signifikan dengan berjalannya teknologi yang semakin canggih dan pembangunan Selain meningkatkan efisiensi dan produktivitas, penerapan inovasi teknologi membuka peluang untuk menciptakan infrastruktur yang lebih tangguh, ramah lingkungan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Contohnya adalah pembangunan jalan tol, kereta api, pelabuhan, energi terbarukan, serta air bersih dan sanitasi. Menurut Indah Handayani melalui investor . , bahwa mayoritas sektor saham rontok dengan sektor 127 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 infrastruktur sebagai sektor paling terpuruk. Dikutip dari investasi kontan oleh Nityakanti . , adanya upaya untuk meningkatkan sektor infrastruktur dengan menurunkan suku bunga. Walaupun upaya tersebut telah dilakukan, tetapi sektor infrastruktur tetap berada di zona merah yang berarti bahwa upaya yang dilakukan tidak cukup untuk meningkatkan sektor infrastruktur. Tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan investor telah berperan atas penurunan yang terjadi. Pada tanggal 8 April 2025, grafik sektor infrastruktur menunjukan penurunan harga saham terendah sebesar -30,04%. Dikutip dari selular oleh Suharno . , terjadi penurunan harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar 0,57% pada tanggal 18 Februari 2025. Penurunan saham dimulai pada akhir Januari 2025 dan semakin merosot pada 10 Februari 2025. Harga saham tersebut mengalami penurunan dari Rp 2. 200 menjadi Rp1. 620 pada tanggal 11 Februari 2025. Harga saham ISAT jatuh sepanjang bulan Februari disebabkan oleh penurunan laba bersih. Investor berekspektasi adanya kenaikan laba bersih selama FY24 sebesar Rp 4,9 triliun. Laba bersih tersebut berada di bawah ekspektasi investor, sehingga informasi memberikan suatu signal untuk pengambilan keputusan dan berakibatkan pada penurunan harga saham tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham, yakni ROA. EPS dan ROE. Menurut Reken & Adiandari . Peningkatan EPS. ROA dan juga ROE yang dimiliki perusahaan mampu menarik respon positif investor untuk meningkatkan investasinya. Untuk menghitung rasio profitabilitas, investor dapat menggunakan rasio ROA dan ROE. Saat menganalisis rasio pasar, salah satu rasio yang dapat digunakan oleh investor adalah rasio EPS. Menurut Ghozali et al. ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan profit . dari aset-aset yang dimiliki. Rasio ini membandingkan antara laba bersih (EAT) perusahaan dengan Total aset perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari aset yang dimiliki. Namun, jika perusahaan memiliki nilai ROA yang rendah maka kemampuannya rendah dalam menghasilkan laba dari asetnya. Selain ROA, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat dilihat dari tinggi rendahnya nilai ROE yang dimiliki. Menurut Ghozali et al. ROE mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit . dari modal sendiri . yang dimiliki. Rasio ini membandingkan antara laba bersih (EAT) perusahaan dengan Total Ekuitas perusahaan. ROA dan ROE menjadi rasio yang digunakan untuk perhitungan profitabilitas perusahaan. EPS adalah rasio yang digunakan untuk mengukur jumlah laba bersih yang diperoleh perusahaan untuk setiap lembar sahamnya. EPS bisa dijadikan gambaran bagi investor untuk mendapatkan keuntungan berinvestasi pada lembar sahamnya (Z. Ghozali et al. , 2. Menurut Fakhruddin & Hadianto . dalam Rosikin & Nurhidayati . menyatakan semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan bagi para pemegang saham, karena semakin besar laba yang akan disediakan untuk pemegang saham. Perusahaan yang memberikan dividen tinggi akan diminati oleh investor untuk menanamkan modalnya. Menurut Sari et al. teori sinyal . ignaling theor. membahas bagaimana seharusnya sinyal-sinyal . keberhasilan dan kegagalan manajemen disampaikan kepada pemilik perusahaan. Sinyal-sinyal . tersebut dapat diberikan melalui laporan keuangan perusahaan. Informasi diberikan manajer melalui laporan keuangan bahwa mereka telah melakukan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang berkualitas. Perusahaan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan serta dapat mengelola stakeholder agar mendapatkan dukungan oleh para stakeholder yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan (Safira & Riduwan, 2. 128 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Adanya perbedaan pendapat yang dilakukan oleh peneliti terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Rosikin & Nurhidayati . menyatakan hasil yang menyerupai dengan penelitian yang dilakukan oleh Reken & Adiandari . Kedua peneliti terdahulu mengungkapkan bahwa Earning Per Share yang diuji sama sama bersifat positif dan Return on Equity yang diuji sama sama bersifat negatif. Sedangkan untuk Return on Asset, kedua peneliti terdahulu mengungkapkan pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat ini membuat peneliti ingin melakukan penelitian pada Return on Asset dengan sektor yang berbeda. Peneliti memilih untuk menggunakan sektor infrastruktur dikarenakan sektor ini menunjukkan penurunan yang Penelitian bertujuan memperlihatkan pengaruh ROA. EPS dan ROE terhadap Harga Saham sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Return On Asset sebagai tingkat keuntungan perusahaan terhadap harga saham. Menurut Fakhruddin & Hadianto . melalui penelitian Rosikin & Nurhidayati . Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan return atas penggunaan aset perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Return On Asset dapat dihitung dengan cara membagi laba bersih suatu perusahaan dengan jumlah aset perusahaan. Semakin besar nilai ROA perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut dan saham perusahaan tersebut akan diminati oleh investor, sehingga harga saham akan naik. Bagi investor yang ingin melakukan investasi, nilai ROA perusahaan yang tinggi mungkin Sebaliknya, nilai ROA perusahaan yang rendah dapat menyebabkan investor kurang tertarik pada bisnis tersebut (Reken & Adiandari, 2. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan maka terbentuklah hipotesis bahwa penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa variabel Return On Asset berpengaruh positif terhadap harga saham. Ha1 : Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap harga saham. Pengaruh Earning Per Share sebagai indikator keuntungan terhadap harga saham. Menurut Fakhruddin & Hadianto . dalam penelitian Rosikin & Nurhidayati, . Earning Per Share (EPS) adalah penghasilan per lembar saham biasa yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memberikan imbalan . pada setiap lembar saham biasa. Biasanya Earning Per Share (EPS) mempengaruhi harga saham di pasaran. Semakin tinggi nilai EPS maka semakin besar juga laba yang akan disediakan untuk stakeholder. Saham perusahaan akan lebih diminati ketika EPS-nya tinggi, yang akan menghasilkan kenaikan pada harga sahamnya (Reken & Adiandari, 2. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan maka terbentuklah hipotesis bahwa penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa variabel Earning Per Share berpengaruh positif terhadap harga saham. Ha2 : Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap harga saham. Return On Equity sebagai salah satu faktor penentu kenaikan harga saham. Menurut Fakhruddin & Hadianto . dalam penelitian Rosikin & Nurhidayati . Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang menunjukkan return atas penggunaan ekuitas perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Return On Equity dapat dihitung dengan cara membagi laba bersih suatu perusahaan dengan jumlah ekuitas perusahaan. Semakin tinggi tingkat ROE maka keuntungan yang diperoleh bagi para pemegang saham juga tinggi dan saham perusahaan tersebut akan diminati oleh investor, sehingga harga saham akan naik. ROE menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam menggunakan uangnya sendiri untuk menghasilkan lebih banyak uang. ROE memperbandingkan keuntungan bersih bisnis dengan ekuitasnya atau modal sendirinya. ROE memberikan ukuran laba atas investasi pemegang saham (Reken & Adiandari, 2. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan maka 129 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 terbentuklah hipotesis bahwa penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa variabel Return On Equity berpengaruh positif terhadap harga saham. Ha3 : Return On Equity (ROE) berpengaruh positif terhadap harga saham. KAJIAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Melalui penelitian Sari et al. Para ahli telah menyampaikan teori sinyal . ignalling theor. sebagai berikut: Menurut Houston. isyarat atau signal adalah suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan merupakan hal yang penting, karena pengaruhnya terhadap keputusan investasi pihak diluar perusahaan. Informasi tersebut penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan, atau gambaran, baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup perusahaan dan bagaimana efeknya pada perusahaan. Menurut Megginson. Model sinyal dividen membahas ketidak sempurnaan pasar yang membuat kebijakan pembayaran yang relevan yaitu informasi asimetris. Jika manajer mengetahui bahwa perusahaan mereka kuat sementara investor tidak mengetahui hal ini, maka manajer dapat membayar dividen . tau secara agresif membeli kembali saha. dengan harapan memberikan kualitas sinyal perusahaan mereka ke pasar. Sinyal secara efektif memisahkan perusahaan yang kuat dengan perusahaan-perusahaan yang lemah . ehingga perusahaan yang kuat dapat memberikan sinyal jenisnya ke pasa. Hal ini menjadi mahal untuk sebuah perusahaan yang lemah untuk meniru tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang Menurut Jogiyanto . , informasi yang dipublikasikan perusahaan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Pada saat informasi atau pemegang saham untuk mendorong mereka berinvestasi dalam perusahaan sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan perusahaan di masa depan. Menurut Sari et al. teori sinyal . ignaling theor. membahas bagaimana seharusnya sinyal-sinyal . keberhasilan dan kegagalan manajemen disampaikan kepada pemilik perusahaan. Sinyal-sinyal . tersebut dapat diberikan melalui laporan keuangan perusahaan. Informasi diberikan manajer melalui laporan keuangan bahwa mereka telah melakukan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang berkualitas. Informasi yang diterima investor dapat berupa sinyal yang baik . ood new. atau sinyal yang jelek . ad new. Dikatakan sinyal yang baik jika laba yang dilaporkan perusahaan meningkat dan sebaliknya jika laba yang dilaporkan oleh perusahaan mengalami penurunan, maka disebut sinyal yang jelek bagi investor. Hal ini dapat diartikan bahwa informasi merupakan unsur penting bagi investor atau pelaku bisnis, karena informasi yang disajikan berisi keterangan, catatan atau gambaran perusahaan. Informasi pada masa lalu, masa kini, dan masa mendatang digunakan untuk kelangsungan usaha perusahaan tersebut. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan investasi (Sari et al. , 2. Pengambilan keputusan investasi dipengaruhi oleh teori sinyal yang membahas terkait naik turunnya harga saham di pasar modal. Tanggapan investor terhadap sinyal positif dan negatif akan mempengaruhi kondisi pasar. 130 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Investor akan bereaksi dengan berbagai cara, seperti melihat dan menunggu perkembangan yang ada, kemudian baru mengambil keputusan (Sari et al. , 2. Korelasi antara sinyal dan keputusan investor tersebut dijelaskan kembali oleh Sari et al. bahwa teori sinyal berhubungan dengan nilai perusahaan, apabila perusahaan gagal atau tidak mampu dalam menyampaikan sinyal dengan baik maka nilai perusahaan akan mengalami ketidaksesuaian terhadap kedudukannya. Hal ini diartikan bahwa nilai perusahaan dapat berada diatas atau dibawah nilai yang sebenarnya. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian merupakan penelitian dengan metode kuantitatif. Desain Penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kausalitas yang menunjukkan kemungkinan hubungan sebab akibat antara variabel ROA. EPS dan ROE pada harga saham. Peneliti meneliti hubungan kausalitas antar variabel dengan menggunakan data keuangan. Data keuangan diharapkan dapat menunjukkan hubungan antar variabel yang diduga memiliki pengaruh terhadap harga saham. Variabel Penelitian dan Pengukurannya Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Harga Saham sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independen yang digunakan adalah Earning Per Share (EPS). Return on Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). EPS adalah rasio untuk menunjukkan jumlah laba bersih yang diperoleh perusahaan untuk setiap lembar sahamnya. EPS bisa dijadikan gambaran bagi investor untuk mendapatkan keuntungan berinvestasi pada lembar sahamnya (Z. Ghozali et yaycaycayca yaAyceycycycnEa , 2. EPS diukur menggunakan : yaycycoycoycaEa ycIycaEaycayco ycycaycuyci yaAyceycyceyccycayc . ROA adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan profit . dari aset-aset yang dimiliki. Rasio ini membandingkan antara laba bersih (EAT) perusahaan dengan Total aset perusahaan yaycaycayca yaAyceycycycnEa (Z. Ghozali et al. , 2. ROA diukur menggunakan : ycNycuycycayco yaycyceyc . ROE adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit . dari modal sendiri . yang dimiliki. Rasio ini membandingkan antara laba bersih (EAT) perusahaan dengan yaycaycayca yaAyceycycycnEa Total Ekuitas perusahaan (Z. Ghozali et al. , 2. ROE diukur menggunakan : ycNycuycycayco yaycoycycnycycayc. Data Penelitian Sampel yang digunakan sebanyak 39 perusahaan sector Infrastruktur yang terdaftar BEI. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Peneliti menggunakan pengumpulan data arsip . dengan sumber data sekunder . econdary dat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI selama 4 tahun terakhir . 1- 2. Untuk mengumpulkan laporan keuangan, peneliti menggunakan situs Bursa Efek Indonesia . dari tahun 2021 setelah implementasi sistem klasifikasi 12 sektor saham dalam BEI. Tabel 1 menunjukan proses pemilihan sampel pada sektor teknologi dengan menggunakan metode purposive sampling. Tabel 1. Populasi dan Kriteria Sampel Keterangan Jumlah perusahaan Infrastruktur yang listed di BEI tahun 2021-2024 Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dalam rupiah Perusahaan yang tidak delisting selama periode 2021-2023 Perusahaan yang data keuangannya tidak lengkap Jumlah perusahaan yang diteliti tahun 2000-2010 Sumber: Sadhina & Djawoto . Jumlah . 131 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Teknik Analisis Data Peneliti menganalisis data menggunakan metode Analisis Regresi Linear Berganda. Peneliti memilih metode ini dengan faktor adanya hubungan antara variabel dependen dan variabel independen yang lebih dari satu. Hubungan antara Earning Per Share (EPS). Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) dengan harga saham dapat disusun dalam dalam persamaan linear sebagai berikut : ycU = yu yu1ycU1 yu2ycU2 yu3ycU3 yuA Keterangan : Y = Harga Saham yu = Konstanta yu1, yu2, yu3 = Koefisien regresi variabel independen X1. X2. X3 = ROA. EPS. ROE yuA = ycIycycaycuyccycayc yaycycuyc HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak (I. Ghozali, 2. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji normalitas Monte Carlo. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas (Monte Carl. Monte Carlo Sig. Unstandardized Residual 0,000 Keterangan Tidak Berdistribusi Normal Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti data tidak berdistribusi normal karena nilai signifikansi data lebih kecil dari taraf signifikansi yang telah ditetapkan yaitu 0,05 (I. Ghozali, 2. Setelah dilakukan uji normalitas Monte Carlo, data yang dihasilkan tetap tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, peneliti memilih untuk melakukan transformasi data. Data yang tidak terdistribusi secara normal dapat ditransformasi agar menjadi normal. Untuk menormalkan data kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana bentuk grafik histogram dari data yang ada. Dengan mengetahui bentuk grafik histogram kita dapat menentukan bentuk transformasinya (I. Ghozali, 2. Berikut adalah hasil penelitian dengan cara transformasi data. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas (Transformasi Dat. Monte Carlo Sig. Unstandardized Residual 0,069 Keterangan Berdistribusi normal Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,069 > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal karena nilai signifikansi data lebih besar dari taraf signifikansi yang telah ditetapkan, yaitu 0,05. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dalam penelitian digunakan untuk melihat apakah adanya hubungan antar variabel bebas . di dalam model regresi (I. Ghozali, 2. Hasil Uji Multikolinearitas dengan nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10,00, maka tidak terjadi gejala multikolinearitas (I. Ghozali, 2. Berikut adalah tabel hasil uji multikolinearitas. 132 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Setelah Transform Data Variabel ROA EPS ROE Tolerance 0,046 0,045 0,855 VIF 21,823 22,056 1,170 Keterangan Terjadi multikolinearitas Terjadi multikolinearitas Tidak terjadi multikolinearitas Berdasarkan Tabel 4 setelah dilakukan transformasi data variabel EPS. ROA terjadi gejala multikolinearitas. Variabel ROA dan EPS mengalami gejala multikolinearitas dengan nilai tolerance O 0,10 dan nilai VIF Ou 10,00. Selanjutnya, peneliti melakukan penyembuhan pada data penelitian dengan cara data outlier dikarenakan hasil yang didapat setelah transformasi data terjadi gejala multikolinearitas. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Setelah Outlier Variabel ROA EPS ROE Tolerance 0,818 0,800 0,929 VIF 1,222 1,250 1,076 Keterangan Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Berdasarkan Tabel 5 setelah dilakukan outlier, variabel ROA. EPS dan ROE tidak mengalami gejala multikolinearitas dengan nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10,00. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk melihat apakah terjadi ketidaksamaan variance dari residual (I. Ghozali, 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan nilai signifikansi sebesar 0,05 . %) maka tidak terjadi heteroskedastisitas (I. Ghozali, 2018:. Berikut adalah tabel hasil uji heteroskedastisitas. Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Setelah Outlier Variabel ROA EPS ROE Sig. 0,122 0,097 0,641 Keterangan Tidak terjadi Heteroskedastisitas Tidak terjadi Heteroskedastisitas Tidak terjadi Heteroskedastisitas Berdasarkan Tabel 6 terlihat bahwa masing masing variabel memiliki nilai signifikansi yang melebihi dari taraf signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tiap variabel tidak terjadi Heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi dilakukan untuk melihat apakah terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan periode sebelumnya (I. Ghozali, 2. Metode Uji Autokorelasi yang digunakan dalam penelitian adalah uji Durbin-Watson (DW). Keputusan Uji Autokorelasi menurut Santoso . dalam penelitian (Alwina, 2. adalah jika angka DW berada diantara -2 sampai dengan 2, maka hasil pengujian tidak terjadi autokorelasi. Berikut adalah tabel hasil uji autokorelasi. Tabel 7. Hasil Uji Autokorelasi Setelah Outlier Durbin-Watson 0,744 Keterangan Tidak terjadi Autokorelasi Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa DW sebesar 0,744 yang berada diantara -2 sampai dengan 2. Dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. 133 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengukur pengaruh dan arah hubungan antara variabel independen (ROA. EPS. ROE) terhadap variabel dependen (Harga Saha. (I. Ghozali, 2. Koefisien diprediksikan menggunakan suatu persamaan. Tabel 8. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Setelah Outlier Variabel (Constan. ROA EPS ROE 225,081 27,010 -7,882 -14,125 Berdasarkan Tabel 8, persamaan regresi sebagai berikut : ycU = 225,081 27,010ROA Ae 7,882EPS Ae 14,125ROE yuA Berikut adalah penjelasan dari persamaan diatas: Nilai konstanta sebesar 225,081. Jika variabel independen dianggap tetap atau konstan, maka nilai harga saham dalam sektor infrastruktur adalah sebesar 225,081. Nilai koefisien ROA sebesar 27,010. Hasil nilai tersebut menunjukkan jika nilai ROA bertambah sebanyak satu satuan, maka nilai ROA akan menambah harga saham sebesar 27,010. Nilai koefisien EPS sebesar -7,882. Hasil nilai tersebut menunjukkan jika nilai EPS bertambah sebanyak satu satuan, maka nilai EPS akan mengurangi harga saham sebesar -7,882. Nilai koefisien ROE sebesar -14,125. Hasil nilai tersebut menunjukkan jika nilai ROE bertambah sebanyak satu satuan, maka nilai ROE akan mengurangi harga saham sebesar -14,125. Pengujian Hipotesis Koefisien Determinasi Uji Koefisien determinasi (Adjusted R. dilakukan untuk mengukur kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (I. Ghozali, 2. Berikut adalah tabel hasil uji koefisien determinasi. Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Setelah Outlier Adjusted R Square 0,453 Berdasarkan Tabel 9 dapat dilihat hasil dari Adjusted R Square sebesar 0,453 yang artinya mampu menjelaskan variasi antara variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 45,3%. Sedangkan sisanya 54,7% . % Ae 45,3%) dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Uji F Uji F adalah pengujian yang dilakukan untuk menentukan apakah model regresi layak digunakan dalam penelitian (I. Ghozali, 2. Berikut adalah tabel hasil uji F. Tabel 10. Hasil Uji F Setelah Outlier Model Regression Sig. 0,000 Keterangan Model Regresi Layak Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05 (I. Ghozali, 2. Dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini layak. Uji T Uji T dilakukan untuk melihat apakah masing-masing variabel independen dapat 134 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 berpengaruh terhadap variabel dependen (I. Ghozali, 2. Pada penelitian ini. Uji T digunakan untuk melihat apakah masing-masing variabel independen (ROA. EPS. ROE) mempengaruhi variabel dependen (Harga saha. Pengujiian dilakukan dengan nilai signifikansi sebesar 5% (I. Ghozali, 2. Berikut adalah hasil uji T. Tabel 11. Hasil Uji T Setelah Outlier Variabel ROA EPS ROE Sig. 0,576 0,000 0,457 Keterangan Tidak Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berdasarkan Tabel 11 dapat dilihat bahwa variabel EPS memiliki nilai sebesar 0,000 yang nilainya tidak lebih besar dari nilai signifikan, yaitu 0,05. Hal ini berarti EPS berpengaruh terhadap variabel saham. Variabel ROA memiliki nilai sebesar 0,576 yang nilainya lebih besar dari nilai signifikan, yaitu 0,05. Hal ini diartikan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap variabel saham. Variabel ROE memiliki nilai sebesar 0,457 yang nilainya lebih besar dari nilai signifikan, yaitu 0,05. Hal ini berarti ROE tidak berpengaruh terhadap variabel saham. Pengaruh Return On Asset Terhadap Harga Saham Pada Sektor Infrastruktur Berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa Return on Asset tidak signifikan terhadap harga saham. Nilai signifikansi variabel Return on Asset , yaitu 0,576 > 0,05 sehingga variabel tersebut tidak mempengaruhi harga saham di sektor Berhubungan dengan teori sinyal. ROA telah gagal menjadi sebuah sinyal yang diberikan perusahaan kepada investor. Meskipun ROA tidak mempengaruhi harga saham. ROA memiliki nilai positif yang menjadikannya sinyal positif kepada investor dalam pengambilan Nilai tersebut dapat mempengaruhi hubungan antara perusahaan dan stakeholders dalam mendapatkan dukungan. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Rosikin & Nurhidayati . dan Reken & Adiandari . Penelitian oleh Reken & Adiandari . menunjukan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian oleh Rosikin & Nurhidayati . juga menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan pada harga saham perusahaan consumer good. Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham Pada Sektor Infrastruktur Berdasarkan hasil uji penelitian yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa Earning Per Share berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Nilai signifikansi variabel Earning Per Share, yaitu 0,00 < 0,05 sehingga variabel tersebut mempengaruhi harga saham di sektor infrastruktur periode 2021-2024. Berhubungan dengan teori sinyal. EPS telah menjadi sebuah sinyal yang diberikan perusahaan kepada investor. Meskipun EPS mempengaruhi harga saham. EPS memiliki nilai negatif yang menjadikannya sinyal negatif kepada investor dalam pengambilan keputusan. Nilai tersebut dapat mempengaruhi hubungan antara perusahaan dan stakeholders dalam mendapatkan dukungan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Rosikin & Nurhidayati . menunjukan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Reken & Adiandari . juga menunjukkan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Return On Equity Terhadap Harga Saham Pada Sektor Infrastruktur Berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahawa Return on 135 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Equity tidak signifikan terhadap harga saham. Nilai signifikansi variabel Return on Equity, yaitu 0,457 > 0,05 sehingga variabel tersebut tidak mempengaruhi harga saham di sektor Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Rosikin & Nurhidayati . Berhubungan dengan teori sinyal. ROE telah gagal menjadi sebuah sinyal yang diberikan perusahaan kepada investor. Meskipun ROE tidak mempengaruhi harga saham. ROE memiliki nilai negatif yang menjadikannya sinyal negatif kepada investor dalam pengambilan keputusan. Nilai tersebut dapat mempengaruhi hubungan antara perusahaan dan stakeholders dalam mendapatkan dukungan. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian oleh Reken & Adiandari . Peneliti tersebut menyatakan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham. SIMPULAN Simpulan Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Return On Asset berpengaruh secara positif terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur periode 2021-2024. Hasil tersebut membuktikan bahwa Ha1 diterima. Hasil tersebut mengkonfirmasi bahwa ROA dapat menjadi sebuah sinyal baik kepada investor. ROA menjadi informasi positif yang diberikan perusahaan untuk mendapatkan dukungan dari stakeholders. Berikutnya. Earning Per Share berpengaruh secara negatif terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur periode 2021-2024. Hasil tersebut membuktikan bahwa Ha2 ditolak. Hasil tersebut mengkonfirmasi bahwa EPS dapat menjadi sebuah sinyal negatif kepada investor. EPS menjadi informasi yang dapat mempengaruhi secara negatif hubungan antara stakeholders dan perusahaan. Terakhir. Return On Equity berpengaruh secara negatif terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur periode 2021-2024. Hasil tersebut membuktikan bahwa Ha3 ditolak. Hasil tersebut mengkonfirmasi bahwa ROE dapat menjadi sebuah sinyal negatif kepada investor. ROE menjadi informasi yang dapat mempengaruhi secara negatif hubungan antara stakeholders dan Keterbatasan Berikut adalah keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, yaitu: Penelitian ini hanya memiliki 3 variabel independen yang dimana ketiga variabel tersebut sama seperti penelitian sebelumnya. Akibatnya penelitian ini kurang variasi terbaru dari penelitian sebelumnya. Kurangnya variasi tersebut disebabkan waktu penelitian yang kurang untuk menambah variabel baru kedalam model penelitian ini. Penelitian ini menggunakan 39 sampel perusahaan sektor infrastruktur. Meskipun sektor ini sedang mengalami penurunan, namun hasil yang didapat kurang memuaskan karena hasil tersebut hanya berlaku pada sektor infrastruktur saja. Implikasi Penelitian Penelitian ini dibuat untuk memberikan kontribusi secara praktik kepada perusahaan atau investor yang membaca penelitian ini. Peneliti bertujuan memperlihatkan pengaruh ROA. EPS dan ROE pada kualitas dan kinerja keuangan perusahaan melalui teori sinyal. ROA. EPS dan ROE alat ukur yang digunakan sebagai bahan pertimbangan. untuk berinvestasi di suatu Laporan keuangan yang telah diukur mencerminkan seberapa berhasil perusahaan menghasilkan pendapatan dan profitabilitas. Pada umumnya, investor akan berinvestasi pada perusahaan yang dapat menghasilkan pendapatan yang tinggi. Dengan adanya laporan keuangan yang baik, investor baru mempunyai ketertarikan untuk berinvestasi di perusahaan. Selain itu, 136 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 manajemen keuangan perusahaan dapat membuat strategi dalam pengelolaan keuangan yang Investor diharapkan dapat menggunakan kontribusi penelitian sebagai alat ukur yang digunakan untuk berinvestasi. Dengan ini, investor dapat melihat apakah pengelolaan dana stakeholder efisien dan relevan dengan laporan yang sebenarnya. DAFTAR PUSTAKA