Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SEBAGAI DETEKSI AWAL KANKER PAYUDARA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN GISIK CEMANDI KABUPATEN SIDOARJO Puji Hastuti. Diyah Arini. Dwi Ernawati*. Astrida Budiarti. QoriAo Ila Saidah. Iis Fatimawati. Faridah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya. Jl. Gadung No. Jagir. Wonokromo. Surabaya. Jawa Timur 60244. Indonesia *dwiernawati@stikeshangtuah-sby. ABSTRAK Kasus kanker payudara meningkat signifikan setuap tahun. Risiko Kanker payudara dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Wanita Usia Subur (WUS) adalah usia beresiko terpapar kanker payudara sehingga penting bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang penyakit ini dan bagaimana deteksi awal untuk Kegiatan ini bertujuan melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui Pendidikan Kesehatan pemeriksaan payudara sendiri sebagai deteksi awal kanker payudara pada Wanita Usia Subur di kelurahan Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dimulai dengan pengisian kuisioner tentang kanker payudara dan Sadari di awal sesi, selanjutnya WUS diberikan pendidikan Kesehatan dan mengisi kuisioner di akhir sesi. Data menggambarkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur sekitar 75,8 % mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang baik saat melakukan Sadari. Data lain menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan WUS yang kurang mengalami penurunan menjadi 12,1% dari angka 26,0%. Data tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan deteksi awal pencegahan Kanker payudara efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kesehatan reproduksinya. Rekomendasi pengabdian masyarakat ini adalah membuat penjadwalan Pendidikan Kesehatan yeng berkelanjutan dan terukur. Pendidikan kesehatan dijadwalkan dalam waktu yang berkelanjutan dengan metode bervariatif di lingkungan kelurahan Gisik Cemandi kabupaten Sidoarjo. Kata kunci: pendidikan kesehatan. wanita usia subur BREAST SELF EXAMINATION AS EARLY DETECTION BREAST CANCER WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE IN GISIK CEMANDI VILLAGE SIDOARJO DISTRICT ABSTRACT Breast cancer cases increase significantly every year. The risk of breast cancer from year to year increases with age. Women of Reproductive Age (WUS) are at risk of exposure to breast cancer so it is important for nurses to increase the knowledge of Women of Reproductive Age (WUS) about this disease and how to detect it early. This activity aims to provide community service through Breast Self-Examination Health Education as an early detection of breast cancer in women of childbearing age in the Gisik Cemandi sub-district. Sidoarjo. The activity began with filling out a questionnaire about breast cancer and realizing at the beginning of the session, then WUS were given health education and filling out the questionnaire at the end of the session. The data illustrates that the majority of women of childbearing age, around 75. 8%, have good knowledge and skills when doing conscious awareness. Other data shows that the knowledge level of WUS who Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group lacks has decreased to 12. 1% from 26. These data indicate that health education on early detection of breast cancer prevention is effective in increasing the level of knowledge of women of reproductive age about their reproductive health. The recommendation for this community service is to schedule Health Education that is sustainable and measurable. Health Education is scheduled in a sustainable time with varied methods in the Gisik Cemandi sub-district. Sidoarjo Keywords: health education. women of reproductive age PENDAHULUAN Kanker payudara adalah jenis kanker yang menyerang perempuan maupun laki laki. Kanker payudara ini dapat tumbuh dalam jaringan lemak, kelenjar susu, atau pada jaringan ikat payudara. Kanker payudara menjadi penyakit yang menakutkan bagi perempuan, karena kanker payudara adalah keganasan pada payudara Wanita usia subur yang dapat berakibat fatal. Jumlah penderita kanker payudara lebih banyak . ekitar 90%) dibandingkan keganasan pada organ lainnya dalam tubuh manusia(Kusumawaty et , 2. Kanker payudara adalah kanker pada Wanita yang paling sering terjadi dan berdampak pada 2,1 juta wanita setiap tahunnya, kanker ini menyebabkan kematian Di Indonesia. Kanker Payudara menyumbangkan angka kematian untuk perempuan yang tertinggi (Kemenkes, 2. Kanker Payudara adalah penyakit yang ditakuti oleh Wanita. Kanker payudara disebabkan oleh idiopatik tetapi dipicu oleh beberapa faktor diantaranya perubahan gaya hidup . ola makan tidak sehat, tidak aktif berolahraga, peroko. dan perubahan gaya hidup lainnya (Yayasan Kanker Indonesia, 2. Tetapi faktor penting sebagai penyebab terjadinya kanker payudara adalah rendahnya tingkat pengetahuan perempuan tentang gejala kanker payudara sehingga diagnose kanker baru bisa ditegakkan saat sudah muncul keluhan berat dan pasien sudah jatuh dalam kanker payudara grade 4 (Yayasan Kanker Indonesia 2. Kondisi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi tenaga Kesehatan utamanya perawat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini kanker payudara dan mengenali gejalanya. Kemenkes RI melaksanakan dan mensosialisasikan program deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang bertujuan untuk mendeteksi dini adanya bahaya kanker payudara. (Olfa, 2. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah salah satu upaya deteksi dini untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Program SADARI akan sangat efektif jika dilakukan sedini mungkin ketika wanita mencapai usia Produktif. SADARI sebaiknya rutin dilakukan setiap bulan atau setiap tiga bulan sekali untuk dapat mendeteksi secara dini jika terdapat kelainan dan segera mendapatkan penanganan atau pengobatan yang tepat. (Suryaningsih, 2. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan tekhnik pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara yang mudah, sederhana dan tidak membutuhkan biaya. Akan tetapi meskipun murah tidak banyak Wanita Usia Subur (WUS) yang melakukannya karena ketidakpahaman dan kurangnya pengetahuan tentang SADARI. (Mehak, 2. Anggorowati . mendeskripsikan bahwa penelitian Faktor-faktor yang mempengaruhi keparahan kanker payudara adalah deteksi dini menggunakan SADARI. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan Pendidikan Kesehatan untuk meningkatkan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group pengetahuan dan ketrampilan WUS dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) WUS din Kelurahan Gisik Cemandi Sidoarjo. METODE Pengabdian Kepada Masyarakat tentang SADARI ini dilaksanakan secara langsung di kantor kelurahan dengan sasaran WUS di Keluarahan Gisik Cemandi berjumlah 45 orang . Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin dan selasa tanggal 14-15 Nopember 2022. Kegiatan pada tanggal 14 Januari 2023 adalah koordinasi dengan pihak kelurahan dan puskesmas untuk mengidentifikasi WUS yang bisa hadir dalam kegiatan pengabdian Masyarakat tersebut sekaligus mengedarkan surat undangan. Pendidikan kesehatan SADARI dilaksanakan pada tanggal 15 Nopember 2022 pada pukul 09. 00 WIB. Kegiatan yang dilakukan sebelum pemberian pendidikan kesehatan adalah pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan setelah mengikuti pendidikan kesehatan diminta kembali untuk mengisi lembar post test(Sugiyono, 2. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap perencanaan diawali dengan pengajuan proposal pengabdian masyarakat. Selanjutnya Tim mengajukan ijin kegiatan kepada pihak terkait. Tim pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melakukan kunjungan awal ke lokasi tempat kegiatan untuk memastikan ketersediaan tempat, dan mengkondisikan sasaran dan waktu yang tepat saat berkegiatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan menyiapkan materi edukasi berupa video dan leaflet. Setelah diberikan materi edukasi, tim pengabdian masyarakat mempraktekkan dan mendampingi pelaksanaan SADARI dan menganjurkan WUS melakukan secara teratur setiap bulan. Peserta sangat antusias mengikuti Pendidikan Kesehatan, mereka mengikuti Latihan SADARI sesuai instruksi dari penyuluh. Saat pelaksanaan edukasi selesai, selanjutnya dilakukan evaluasi untuk menilai seberapa besar dampak dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Evaluasi dilakukan dengan diskusi atau tanya jawab. Kegiatan Pendidikan Kesehatan diikuti sebanyak 45 peserta hingga akhir kegiatan. Peserta begitu aktif selama kegiatan dengan adanya sesi tanya jawab. Peserta bersedia menerima leaflet dan dilakukan intervesi berupa SADARI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah terselenggara dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Hasil evaluasi kuisioner menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan WUS tentang SADARI dalam mendetekdi awal kejadian kanker payudara dan bisa dilihat dari tabel berikut ini. Tabel 1. Perbedaan tingkat pengetahuan WUS sebelum dan setelah pemberian Pendidikan Kesehatan SADARI dalam Upaya deteksi awal kanker payudara Tingkat Pengetahuan Pre Test (%) Post Test (%) Baik Cukup Kurang Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Gambar 1. Kegiatan Pendidikan Kesehatan SADARI sebagai Deteksi awal Kanker Payudara pada WUS (Wanita Usia Subu. Awal acara di mulai dengan kegiatan, peserta diajak berdiskusi dan berinteraksi dengan peserta lain dengan topik kemungkinan terjadinya resiko kanker payudara pada rentang usia mereka. Peserta juga di gali pengetahuannya tentang enam langkah pemeriksaan payudara sendiri. Kemudian peserta diberikan pemahaman mengenai Wanita Usia Subur (WUS), karena WUS merupakan kelompok berisiko terpapar kanker payudara. Pemeriksaan payudara wajib dilaksanakan secara kontinyu dan berkelanjutan setiap bulan, penyakit ini mulai bergeser terjadi pada usia lebih muda. Beberapa peserta menyarankan untuk melakukan kegiatan serupa terkait Upaya meningkatkan Kesehatan reproduksi pada WUS di daerah mereka. Mereka sangat merespon aktif kegiatan Pendidikan Kesehatan seperti kegiatan ini. Pada saat pasca pandemi seperti ini peserta memang sangat membutuhkan sekali kegiatan bermanfaat dan dapat berdiskusi dengan rentang usia yang sama terkait pengaruh dan dampak kanker payudara. (Neli Sunarni. Yanti Srinayanti . Ade Fitriani, 2. Penayangan rekaman video tentang langkah SADARI kepada WUS yang hadir dikelurahan Gisik Cemandi dilaksanakan agar sasaran pengabdian masyarakat dapat lebih memahami dan menjadi motivasi dalam pelaksanaan SADARI. Pada umumnya pembelajaran secara visual/pengamatan lebih mudah diingat dan dipahami . Seluruh peserta mengikuti cara pemeriksaan SADARI seperti contoh pada video. Selain itu peserta pengabdian juga diberikan motivasi penuh agar rutin melakukan secara mandiri di Jika payudara muncul benjolan atau ada ketidak normalan agar WUS segera memeriksakan diri ke layanan Kesehatan terdekat. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Hasil pengabdian kepada kepada masyarakat di Gisik Cemandi menunjukkan data bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan WUS tentang SADARI. Peningkatan pengetahuan remaja putri pada pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Lampung mendiskripsikan data bahwa ada hubungan antara pengetahuan WUS dalam melakukan SADARI. (Utama Laduni L, 2. Gejala yang bisa dideteksi awal kanker payudara sejatinya bisa dideteksi awal dengan SADARI meskipun pada akhirnya tetap dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosa kanker payudara. Keterlambatan diagnosis seringkali terjadi karena keengganan perempuan dalam melakukan SADARI . WUS seringkali menyampaikan tidak melakukan pemeriksaan dini secara teratur dengan alasan sudah melakukan pola dan gaya hidup sehat, tidak ada riwayat keluarga yang mempunyai penyakit kanker payudara, sibuk bahkan lupa. (Daliana et al, 2. Beberapa alasan yang disampaikan oleh Wanita Usia Subur menjadi hambatan utama sehingga pemeriksaan SADARI tidak dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Mata pencaharian penduduk di wilayah pesisir Gisik Cemandi rata rata adalah nelayan. Istri dan keluarga membantu kepala keluarga untuk memilah ikan hasil melaut, sehingga jarang ada waktu untuk mendeteksi Kesehatan mereka utamanya Kesehatan reproduksi. Edukasi tentang SADARI membutuhkan jadwal yang rutin dan berkelanjutan untuk memotivasi WUS dalam melaksanakan pemeriksaan ini. (Yanti dkk, 2. Pada Remaja Putri di SMAN 1 Karang Klaten menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku Remaja dalam pelaksanaan SADARI. (Ambarwati, 2. Hasil pengabdian masyarakat di Gisik Cemandi juga menunjukkan perbaikan pengetahuan WUS terkait SADARI. Pengetahuan yang adekuat dapat mempengaruhi proses perubahan perilaku menjadi lebih baik terkait permasalahan yang dihadapi. ( Notoatmodjo, 2. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Departemen maternitas dan Anak Stikes Hang Tuah Surabaya di harapkan dapat meningkatkan perilaku SADARI pada WUS di Kelurahan Di Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo SIMPULAN Kegiatan Pendidikan Kesehatan SADARI sebagai deteksi dini Kanker Payudara pada WUS memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan WUS di Kelurahan Gisik Cemandi Sidoarjo. Dengan terlaksananya kegiatan ini, hendaknya WUS memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan SADARI dan mengajarkannya kepada Wanita Wanita disekelilingnya. WUS diharapkan dapat melakukan SADARI secara rutin sesuai waktu pemeriksaan dan dapat mengenali gejala dini keganasan pada payudara serta mengambil keputusan segera untuk memeriksakan diri ke pelayanan Kesehatan jika ada keluhan di payudara. DAFTAR PUSTAKA