TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Analisis Likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Implikasinya terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Rosnani Said1. Hartati2. Nuryati 3. Henni Mande4 1,2,3Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Baubau,Sulawesi Tenggara. Indonesia 4Universitas Muhammadiyah Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia rosnanisaid@unidayan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio likuiditas PT Bank Muammalat Indonesia Tbk Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan data sekunder, metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis rasio likuditas yang terdiri dari current ratio, cash ratio, banking ratio, loan to deposit ratio dan loan to asset Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa analisis rasio likuiditas pada tahun 2018 sampai tahun 2022 dilihat dari current ratio dinilai sangat baik, cash ratio dinilai sangat baik, loan to deposit ratio dinilai sangat tidak baik, loan to asset ratio dinilai sangat baik, dan banking ratio dinilai sangat Volume 10 Nomor 1 Halaman 42-55 Makassar. Juni 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 25 April 2025 Tanggal diterima 20 Mei 2025 Tanggal dipublikasi 1 Juni 2025 Kata kunci : ABSTRACT This study aims to analyze the liquidity ratio pf PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk Data collection method used is to use secondary data, the method of analysis used is descriptive qualitative analysis. The study uses liquidity ratio analysis which consists of the current ratio, cash ratio, banking rastio, loan to deposit ratio, and loan to asset ratio. Based on the results of research conducted, it was found that the liquidity ratio analysis from 2018 to 2022 seen from the current ratio was considered very good, the cash ratio was cinsidered very good, the loan to deposit ratio was considered very bad, the loan to asset ratio was considered very good, and banking ratio is considered very good. Current ratio. Cash ratio. Banking ratio. Loan to deposit ratio dan Loan to Keywords : Current ratio. Cash ratio. Banking ratio. Loan to deposit ratio and Loan to Mengutip artikel ini sebagai : Said. Hartati. Nuryati, dan Mande. Analisis Likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Implikasinya terhadap Pengambilan Keputusan Investasi. Tangible Jurnal, 10. No. Juni 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Perusahaan perbankan merupakan sektor ekonomi yang sangat penting bagi Perbankan berperan sebagai tulang punggung dalam pembangunan ekonomi dan keuangan. Perbankan berperan sebagai penghimpun dan penyalur dana bagi masyarakat, mendukung investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan Dengan demikian penting agar industri perbankan mempertahankan kinerja keuangannya (Santoso et al, 2. Kinerja keuangan perbankan adalah pengukuran bagaimana bank mengelola keuangannya, termasuk pengumpulan dan penyaluran dana, serta bagaimana bank mencapai tujuan keuangannya. Kinerja ini dapat diukur melalui berbagai indikator, seperti rasio keuangan, pertumbuhan laba, dan risiko Likuiditas merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan, khususnya dalam industri perbankan yang sangat TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. bergantung pada kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendeknya (Kasmir, 2020:. Kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah dan investor terhadap kinerja bank tersebut (Hanafi & Halim, 2018:. Dalam konteks perbankan syariah, seperti PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, analisis likuiditas menjadi lebih kompleks karena harus disesuaikan dengan prinsipprinsip syariah yang melarang penggunaan instrumen berbasis bunga (Antonio, 2001:. Likuiditas yang tinggi dapat meningkatkan fleksibilitas operasional dan kepercayaan pasar, namun di sisi lain juga dapat menunjukkan rendahnya pemanfaatan aset yang dimiliki (Gitman & Zutter, 2015:. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebagai pionir bank syariah di Indonesia memiliki peran penting dalam ekosistem keuangan syariah nasional (OJK, 2. Dalam beberapa tahun terakhir. PT Bank Muamalat Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan terhadap likuiditas akibat fluktuasi pasar dan dinamika makroekonomi (Bank Indonesia, 2. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis kinerja likuiditas bank ini guna memahami sejauh mana ketahanan finansialnya serta implikasinya terhadap keputusan investasi, baik oleh investor, individu maupun institusi (Tandelilin, 2017:. Keputusan investasi sangat dipengaruhi oleh indikator keuangan seperti rasio likuiditas, karena memberikan sinyal terhadap risiko dan potensi pengembalian (Brigham & Houston, 2019:. Investor akan cenderung menghindari entitas dengan likuiditas rendah karena berisiko gagal memenuhi kewajiban, yang pada akhirnya dapat memengaruhi imbal hasil investasi (Ross. Westerfield, & Jordan, 2018:. Dengan demikian, analisis terhadap rasio likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif terhadap potensi risiko dan peluang yang dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini menganalisis likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia mengingat bank ini merupakan bank umum pertama di Indonesia yang menggunakan konsep perbankan secara syariah di Indonesia. PT Bank Muamalat tentunya juga berusaha untuk menjaga tingkat likuiditasnya yang ketat dari bank-bank lain yang saat ini semakin banyak. Berikut data keuangan yang digunakan untuk melihat perkembangan likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Tabel 1: Data Aktiva Lancar PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun 2018-2022 . alam Jutaan Rupia. Aktiva Lancar Tahun Hutang Lancar Pembiayaan Dana Modal Ket. Pihak Berasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa aktiva lancar, hutang lancar, pembiayaan, dana pihak ketiga dan modal pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk secara umum mengalami fluktuasi kecuali modal mengalami kenaikan setiap tahunnya dari tahun 2018Ae2022. Data untuk aktiva lancar pada tahun 2018Ae2019 perkembangannya sebesar 11,73%, tahun 2019Ae2020 mengalami penurunan menjadi 1,35%, tahun 2020-2021 mengalami kenaikan menjadi 14,94%, dan tahun 2021-2022 mengalami penurunan menjadi 4,18%. Untuk hutang lancar pada tahun 2018-2019 perkembangannya sebesar 1,77%, tahun 2019-2020 mengalami penurunan menjadi 1,08%, tahun 2020-2021 mengalami kenaikan menjadi 10,98%, dan tahun 2021-2022 mengalami penurunan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. menjadi 9,37%. Untuk Pembiayaan pada tahun 2018-2019 perkembangannya sebesar 9,40%, tahun 2019-2020 mengalami penurunan menjadi 0,91%, tahun 2020-2021 mengalami kenaikan menjadi 37,21%, dan tahun 2020-2021 mengalami penurunan menjadi 17,37%. Untuk Dana Pihak Ketiga pada tahun 2018-2019 perkembangannya sebesar 16,14%, tahun 2019-2020 mengalami penurunan menjadi 5,07%, tahun 20202021 mengalami kenaikan menjadi 31,48%, dan tahun 2021-2022 mengalami penurunan menjadi 4,64%. Sedangkan pada modal mengalami kenaikan setiap TINJAUAN TEORITIS Signalling Theory Teori sinyal yang dikemukakan oleh Spence . menjelaskan bagaimana perusahaan memberikan informasi sebagai sinyal kepada investor guna memberikan gambaran umum tentang kinerja dan prospek perusahaan di masa yang akan Informasi ini bisa berupa laporan keuangan, kebijakan dividen, ataupun kebijakan/keputusan manajemen lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk meyakinkan investor bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dan potensi pertumbuhan di masa depan, sehingga dianggap mampu meningkatkan nilai Manajemen perusahaan memiliki informasi yang lebih baik tentang kinerja dan prospek perusahaan dibandingkan dengan investor. Untuk itu, mereka akan memberikan sinyal atau informasi tertentu untuk memberikan gambaran kepada Sinyal-sinyal yang dikeluarkan manajemen berfungsi sebagai indikator bagi investor untuk menilai prospek dan kinerja perusahaan. Beberapa contoh sinyal adalah kebijakan dividen yang tinggi dapat menjadi sinyal positif tentang kesehatan keuangan perusahaan. Sebaliknya rasio keuangan yang buruk dapat dianggap sebagai sinyal negatif bagi perusahaan (Praditha et al. , 2. Informasi yang diberikan melalui sinyal ini akan mempengaruhi keputusan investor, baik untuk membeli, menahan, atau menjual saham perusahaan. Laporan Keuangan Bank Syariah Laporan keuangan perbankan syariah menurut PSAK 101 merupakan laporan keuangan yang menyajikan entitas syariah untuk tujuan umum yang disusun dan disajikan sesuai dengan PSAK. Entitas syariah yang dimaksud di PSAK ini adalah entitas yang melaksanakan transaksi syariah sebagai kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang dinyatakan dalam anggaran dasarnya. Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan kondisi laporan keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut (Fahmi, 2. Menurut Subramanyam . laporan keuangan ialah produk akhir dan sebuah pelaporan transaksi keuangan yang penyusunannya diatur oleh standar atau aturan ilmu akuntansi, intensif manager, mekanisme pelaksanaan dan pengawasan perusahaan. Hery . menjelaskan bahwa laporan keuangan . inancial statement. merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan posisi kas. Dengan pengukuran kinerja keuangan, dapat dilihat bagaimana perkembangan serta pertumbuhan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. keuangan bank syariah. Bank memiliki kriteria berhasil apabila bank mampu mencapai target kinerja yang telah ditentukan. Kinerja keuangan merupakan gambaran kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya secara efisien dan efektif untuk menghasilkan keuntungan serta memenuhi kewajiban keuangannya (Harahap, 2. Dalam konteks perbankan, kinerja keuangan mencerminkan kesehatan bank dalam aspek profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, serta efisiensi operasional (Kasmir, 2016:. Bagi investor, kinerja keuangan menjadi salah satu indikator utama dalam menilai prospek dan risiko dari suatu institusi keuangan, termasuk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Tandelilin, 2010:. Analisis rasio keuangan merupakan alat penting dalam mengevaluasi kinerja bank secara kuantitatif, khususnya rasio likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas (Brigham & Houston, 2019:. Dalam perbankan syariah, likuiditas sangat krusial karena keterbatasan instrumen pendanaan jangka pendek yang sesuai prinsip syariah menuntut pengelolaan likuiditas yang lebih hati-hati (Ascarya, 2009:. Kinerja likuiditas yang stabil mencerminkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengorbankan kelangsungan operasional (Gitman & Zutter, 2012:. Jika PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menunjukkan tren positif dalam rasiorasio likuiditas seperti cash ratio, current ratio, maupun investing policy ratio, hal ini dapat mengindikasikan manajemen likuiditas yang sehat dan menjadi sinyal positif bagi investor (Spence, 1. Dalam teori signalling, perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik akan secara tidak langsung memberikan sinyal ke pasar bahwa perusahaan dikelola secara profesional dan memiliki prospek cerah (Ross, 1. Kinerja yang baik ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan berpotensi menarik lebih banyak penanaman modal (Horne & Wachowicz, 2009:. Secara keseluruhan, pengukuran dan evaluasi terhadap kinerja keuangan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk melalui analisis likuiditas dapat memberikan dasar pertimbangan rasional bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi di sektor perbankan syariah. Analisis Rasio Keuangan Dengan menggunakan analisa rasio dimungkinkan untuk dapat menentukan tingkat kinerja suatu bank dan kesehatannya dengan menggunakan perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, serta profitabilitas suatu bank, akan memberikan gambaran yang jelas tentang baik atau tidaknya operasional suatu bank, yang dilihat dari posisi keuangannya dalam neraca dan laba-rugi. Rasio Likuiditas Hanafi dan Halim, . , rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap utang lancarnya . tang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaa. Meskipun rasio ini tidak bicara masalah solvabilitas . ewajiban jangka panjan. , dan biasanya relatif tidak penting dibandingkan rasio solvabilitas, tetapi rasio likuiditas yang jelek dalam jangka panjang juga akan mempengaruhi solvabilitas perusahaan. Dua rasio likuiditas jangka pendek yang sering digunakan adalah rasio lancar dan quick rasio . cid test rati. Rasio solvabilitas penting karena mencakup total utang . ermasuk utang jangka pendek, atau rasio likuidita. Dalam konteks industri perbankan, rasio likuiditas merupakan salah satu sinyal penting yang digunakan oleh manajemen untuk menunjukkan kesehatan keuangan dan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (Gitman & Zutter, 2015:. Sinyal likuiditas yang kuat dapat meningkatkan persepsi investor terhadap TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. stabilitas operasional bank, yang pada gilirannya dapat meningkatkan minat terhadap investasi pada saham atau obligasi yang diterbitkan oleh bank tersebut (Ross. Westerfield, & Jordan, 2018:. Sebaliknya, rasio likuiditas yang rendah atau menurun dapat menjadi sinyal negatif bagi pasar, menunjukkan potensi risiko gagal bayar atau tekanan terhadap arus kas, yang menurunkan kepercayaan investor (Tandelilin, 2017:. Oleh karena itu, analisis terhadap likuiditas tidak hanya bermanfaat bagi internal manajemen untuk pengambilan keputusan operasional dan keuangan, tetapi juga bagi pihak eksternal seperti investor, kreditor, dan regulator sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan (Kasmir, 2020:. Dalam industri perbankan syariah, likuiditas menjadi lebih kritikal karena keterbatasan instrumen pengelolaan dana likuid akibat larangan riba, sehingga sinyal kinerja keuangan harus dianalisis secara lebih hati-hati (Antonio, 2001:. Bank yang mampu menjaga likuiditas pada tingkat optimal mengirimkan sinyal efisiensi manajerial dan kepercayaan dalam pengelolaan dana masyarakat, yang relevan bagi calon investor dan mitra strategis (Hanafi & Halim, 2018:. Dengan demikian, penggunaan signalling theory dalam kajian ini memperkuat argumentasi bahwa rasio likuiditas bukan hanya ukuran internal, tetapi juga alat komunikasi eksternal yang dapat memengaruhi persepsi pasar dan keputusan investasi (Brigham & Daves, 2021:. Current Ratio Current ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki ini dapat diketahui seberapa besar perbandingan antara aktiva lancar yang tersedia pada suatu periode terhadap kewajiban segera harus dipenuhi oleh perusahaan pada periode tersebut. Semakin tinggi nilai current ratio, maka semakin besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa mengalami kesulitan likuiditas (Kasmir, 2016:. Bagi investor, current ratio yang sehat . mumnya berada pada kisaran 1,5 hingga 2,. merupakan indikator stabilitas keuangan yang mencerminkan manajemen risiko likuiditas yang baik (Gitman & Zutter, 2012:. Dalam kerangka teori signalling, informasi mengenai rasio keuangan seperti current ratio dapat dipahami sebagai sinyal yang dikirimkan oleh manajemen perusahaan kepada pasar, terutama kepada investor (Spence, 1. Cash Ratio Rasio kas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang segera dapat diuangkan. Pada industri perbankan syariah seperti PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, kas dan setara kas mencakup uang tunai, giro pada Bank Indonesia, serta penempatan pada bank lain yang dapat segera dicairkan (Kasmir, 2016:. Cash ratio yang tinggi menunjukkan bahwa bank memiliki cadangan likuiditas yang cukup untuk menghadapi permintaan penarikan dana mendadak dari nasabah, sehingga menurunkan risiko gagal bayar jangka pendek (Gitman & Zutter, 2012:. Dalam konteks teori signalling, nilai cash ratio yang tinggi dapat memberikan sinyal positif kepada investor mengenai posisi keuangan bank yang sehat dan manajemen risiko yang hati-hati (Spence, 1. Sinyal ini penting dalam mengatasi masalah asimetri informasi antara manajemen dan investor, di mana investor tidak memiliki akses penuh terhadap informasi internal perusahaan (Ross, 1. Ketika bank mampu mempertahankan rasio kas yang stabil dan ideal, investor cenderung menilai bahwa bank tersebut memiliki kemampuan operasional yang baik dan mampu menjaga kepercayaan pasar (Tandelilin, 2010:. Sebaliknya, cash ratio yang TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. terlalu rendah dapat menjadi sinyal negatif karena menunjukkan keterbatasan likuiditas jangka pendek, yang dapat meningkatkan persepsi risiko dan menurunkan minat investor untuk menanamkan modal (Brealey. Myers, & Allen, 2020:. Oleh karena itu, dalam pengambilan keputusan investasi, investor cenderung memperhatikan cash ratio sebagai salah satu pertimbangan utama untuk menilai kelayakan dan keamanan investasi di sektor perbankan (Horne & Wachowicz, 2009:. Dalam kasus PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, evaluasi terhadap cash ratio selama beberapa tahun terakhir dapat memberikan gambaran mengenai tren manajemen likuiditas bank, serta pengaruhnya terhadap keputusan investor dalam menilai kinerja dan risiko keuangan perusahaan. Investing Policy Ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kepada para deposannya dengan cara melikuidasi surat-surat berharga yang dimilikinya. Rasio ini menunjukkan seberapa besar porsi dana yang dihimpun dari masyarakat digunakan untuk kegiatan produktif. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar pula kontribusi dana masyarakat terhadap pendapatan bank, namun risikonya juga meningkat (Siamat, 2005:. Dalam teori signalling, investing policy ratio dapat menjadi sinyal bagi investor untuk menilai bagaimana manajemen mengelola likuiditas dan risiko secara strategis (Spence, 1. Jika investing policy ratio terlalu tinggi, hal ini bisa menunjukkan ekspansi agresif yang berisiko terhadap likuiditas jangka pendek. Namun, rasio yang ideal dan stabil memberikan sinyal bahwa bank mampu memanfaatkan dananya secara efisien tanpa mengorbankan likuiditas (Tandelilin, 2010:. Investor cenderung menilai bank dengan rasio ini secara positif jika bank berhasil menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas (Gitman & Zutter, 2012:. Dalam konteks PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, analisis investing policy ratio secara berkala memberikan gambaran tentang strategi bank dalam mengelola dana masyarakat serta efisiensi dalam mengalokasikan dana ke sektor produktif, yang pada akhirnya memengaruhi persepsi dan keputusan investasi dari pihak eksternal. Banking Ratio atau Financing to Deposit Ratio (FDR) Financing to Deposit Ratio (FDR) menunjukkan seberapa besar dana pihak ketiga yang berhasil disalurkan dalam bentuk pembiayaan produktif, semakin tinggi nilai FDR, maka semakin tinggi efisiensi penyaluran dana (Ismail, 2010:. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas bank dengan cara membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah dana pihak ketiga yang dimiliki. Makin tinggi rasio ini, likuiditas bank makin rendah. Namun demikian. FDR yang terlalu tinggi juga dapat menjadi indikator adanya risiko likuiditas karena jumlah pembiayaan mendekati atau bahkan melampaui dana yang dihimpun (Ascarya, 2. Dalam konteks ini, nilai FDR ideal berada dalam kisaran 80%-90%, sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan sebagai otoritas pengawas perbankan syariah di Indonesia (OJK, 2. Selain FDR. Cash ratio penting dianalisis karena menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana tunai segera untuk membayar kewajiban jangka pendek (Gitman & Zutter, 2012:. Cash ratio yang terlalu rendah dapat memunculkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terjadinya penarikan dana besar-besaran oleh nasabah . un on the ban. (Brigham & Houston, 2019:. Sementara itu. Quick Ratio memberikan gambaran yang lebih konservatif tentang TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. likuiditas karena tidak memasukkan persediaan atau aset tidak lancar lainnya dalam perhitungan (Horne & Wachowicz, 2009:. Loan to Asset Ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur jumlah kredit yang diberikan dengan jumlah harta yang dimiliki bank. Makin tinggi rasio ini, makin rendah likuiditas Loan to Deposit Ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada para pemangku kepentingan mengenai pentingnya menjaga likuiditas sebagai bentuk sinyal positif dalam membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi dalam instrumen investasi syariah (OJK, 2. Dengan adanya pemahaman tersebut, perusahaan perbankan syariah seperti PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dapat menjadikan hasil analisis likuiditas sebagai dasar dalam perencanaan strategi keuangan jangka panjang dan optimalisasi hubungan dengan investor (Bank Indonesia, 2. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian ini dilakukan di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yang go publik namun tidak listing di Bursa Efek Indonesia. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dari tahun 2018 sampai tahun 2022, dalam penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dengan menggunakan data sekunder untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan variabel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun 2018 sampai tahun 2022. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Perhitungan Current Ratio Tabel 2: Perhitungan Current ratio PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Tahun 2018-2022 . alam jutaan rupia. Tahun Aktiva lancar alam ribuan rupia. Rata-rata Utang lancar alam ribuan Current 605,80 525,36 538,35 557,51 531,07 551,618 Kriteria Sangat baik Kuat Sangat kuat Sangat kuat Sangat kuat Sangat kuat Sumber: Data diolah Dari tabel 2 tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata kriteria current ratio dalam kategori sangat kuat artinya PT Bank Muamalat Indonesia mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Perhitungan Cash ratio (CR) Tabel 3: Perhitungan Cash ratio PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun 2018-2022 . alam jutaan rupia. Tahun Rata-rata Kas Setara Kas alam ribuan Total Utang Lancar Cash ratio alam ribuan Kriteria 71,32 Sangat kuat 37,92 Memadai 42,71 Kuat 66,20 Sangat Kuat 80,06 Sangat Kuat 59,64 Sangat Kuat Sumber: Data diolah Dari tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa rata-rata kriteria cash ratio dalam kategori sangat kuat artinya PT Bank Muamalat Indonesia mampu memenuhi kewajiban jangka Perhitungan Loan to Deposit Ratio (LDR) Tabel 4: Perhitungan Loan to deposit ratio PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun 2018-2022 . alam jutaan rupia. Tahun Rata-rata Pembiayaan . alam ribuan Dana pihak ketiga Ekuitas . alam ribuan Loan to deposit ratio Kriteria 163,50 134,88 115,87 Sangat tidak baik Sangat tidak baik Sangat tidak baik Sangat baik Baik Sangat tidak baik Sumber: Data diolah Dari tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa rata-rata kriteria loan to deposit ratio dalam kategori sangat tidak baik artinya PT Bank Muamalat indonesia Tbk tidak mempunyai kemampuan penyaluran kredit dengan dana yang ada. Financing to Deposit Ratio (FDR) Tabel 5: Perhitungan banking ratio PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun 20182022 . alam jutaan rupia. Pembiayaan Dana pihak ketiga Banking Tahun . alam ribuan . alam ribuan Kriteria 270,10 Sangat baik 210,69 Sangat baik 202,35 Sangat baik 96,61 Sangat baik 118,92 Sangat baik Rata-rata 24,12 Sangat baik Sumber: Data diolah TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Dari tabel 5 tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata kriteria banking ratio dalam kategori sangat baik artinya PT Bank Muamalat Indonesia mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Perhitungan Loan to Asset Ratio Tabel 6: Perhitungan Loan to asset ratio PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tahun 2018-2022 . alam jutaan rupia. Tahun Rata-rata Pembiayaan Total aktiva alam ribuan rupia. alam ribuan rupia. Loan to asset ratio 28,46 29,19 29,06 15,87 17,88 24,12 Kriteria Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sumber: Data diolah Pembahasan Analisa Current Ratio Rata-rata current ratio selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 adalah sebesar 431,18% dengan kriteria sangat baik artinya selama 5 tahun rata-rata setiap tahun PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, memiliki kemampuan yang sangat baik memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Teori signalling menyatakan bahwa manajemen perusahaan, yang memiliki informasi lebih lengkap tentang kondisi internal perusahaan dibandingkan investor . simetri informas. , akan mengirimkan sinyal positif melalui pelaporan kinerja keuangan yang baik, termasuk melalui likuiditas (Ross, 1. Dengan demikian, current ratio yang tinggi dapat dianggap sebagai sinyal positif bahwa perusahaan memiliki manajemen keuangan yang pruden dan likuiditas yang cukup untuk mendukung operasional jangka pendek (Tandelilin, 2010:. Sebaliknya, current ratio yang rendah dapat ditafsirkan sebagai sinyal negatif, karena menunjukkan potensi risiko gagal bayar dalam jangka pendek, yang dapat menurunkan persepsi investor terhadap keamanan investasinya (Ross. Westerfield, & Jordan, 2017:. Investor rasional akan menilai sinyal-sinyal ini dalam proses pengambilan keputusan investasi, dengan memperhatikan bahwa perusahaan yang mampu menjaga current ratio dalam kisaran ideal lebih mungkin untuk menjaga arus kas dan memenuhi kewajiban, sehingga meminimalkan risiko investasi (Brealey. Myers, & Allen, 2020:. Oleh karena itu, dalam konteks investasi, current ratio bukan hanya digunakan sebagai indikator teknis dalam analisis laporan keuangan, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi strategis antara perusahaan dan pasar modal, selaras dengan prinsip-prinsip utama teori signalling (Spence, 2. Analisa Cash Ratio Rata-rata cash ratio selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 adalah sebesar 59. dengan kriteria sangat baik artinya selama 5 tahun rata-rata setiap tahun PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mempunyai kemampuan posisi keuangannya tergolong sangat mampu membayar utang jangka pendek dengan kas yang dimiliki. Cash ratio penting dianalisis karena menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana tunai segera untuk membayar kewajiban jangka pendek (Gitman & Zutter, 2012:. Cash ratio yang terlalu rendah dapat memunculkan kekhawatiran TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. investor terhadap kemungkinan terjadinya penarikan dana besar-besaran oleh nasabah . un on the ban. (Brigham & Houston, 2019:. Analisa Loan to Deposit Ratio Rata-rata loan to deposit ratio selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 adalah sebesar 115,87% dengan kriteria sangat tidak baik artinya selama 5 tahun rata-rata setiap tahun PT Bank Muamalat Indonesia tbk tidak mempunyai kemampuan untuk menyalurkan kredit dengan dana yang ada. Dalam industri perbankan, salah satu indikator penting yang digunakan sebagai sinyal adalah Loan to Deposit Ratio (LDR), yang mencerminkan sejauh mana dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun telah disalurkan dalam bentuk kredit (Gitman & Zutter, 2015:. LDR yang terlalu tinggi dapat menandakan agresivitas bank dalam penyaluran kredit, yang dapat menjadi sinyal positif terhadap potensi profitabilitas namun juga mengandung risiko likuiditas yang lebih tinggi (Hanafi & Halim, 2018:. Sebaliknya. LDR yang terlalu rendah dapat menandakan adanya kelebihan likuiditas yang tidak dimanfaatkan secara produktif, yang bisa dibaca oleh pasar sebagai sinyal negatif atas efisiensi operasional bank (Kasmir, 2020:. Oleh karena itu. LDR yang berada pada tingkat optimal memberikan sinyal stabilitas dan efisiensi yang penting bagi pengambilan keputusan investor dan regulator (Tandelilin, 2017:. Bagi investor. LDR menjadi salah satu alat evaluasi untuk menilai risiko dan potensi imbal hasil, karena bank yang efisien dalam menyalurkan dana dapat menciptakan margin keuntungan yang sehat (Ross. Westerfield, & Jordan, 2018:. Dari perspektif teori sinyal, bank yang mengelola LDR secara optimal akan dianggap mengirimkan sinyal manajerial positif, menunjukkan kemampuan mengelola dana dan risiko dengan seimbang (Brigham & Houston, 2019:. Dengan demikian, analisis LDR tidak hanya merupakan evaluasi kinerja keuangan internal, tetapi juga sarana komunikasi eksternal untuk menarik kepercayaan investor, deposan, dan lembaga pengawas (OJK, 2. Analisa Loan to Asset Ratio Rata-rata Loan to Asset Ratio selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 adalah sebesar 24,12% dengan kriteria sangat baik artinya selama 5 tahun rata-rata setiap tahun PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mempunyai kemampuan untuk penarikan kredit dengan aset yang tersedia. Salah satu sinyal penting dalam industri perbankan adalah rasio Loan to Asset (L/A), yaitu rasio antara total kredit yang diberikan terhadap total aset yang dimiliki bank (Kasmir, 2020:. Rasio ini mencerminkan seberapa besar proporsi aset bank yang digunakan untuk kegiatan utama bank, yaitu penyaluran kredit (Gitman & Zutter, 2015:. Dari perspektif teori sinyal, nilai L/A yang tinggi dapat ditafsirkan sebagai sinyal positif bahwa bank memiliki strategi ekspansif dan fokus pada aktivitas inti yang mendatangkan pendapatan (Ross. Westerfield, & Jordan, 2018:. Namun. L/A yang terlalu tinggi juga dapat menjadi sinyal risiko karena menunjukkan rendahnya cadangan aset likuid dan lemahnya diversifikasi portofolio, yang bisa berdampak negatif terhadap persepsi investor (Hanafi & Halim, 2018:. Sebaliknya. L/A yang terlalu rendah dapat menunjukkan bahwa bank terlalu berhati-hati atau tidak cukup agresif dalam menyalurkan dana, yang dapat menurunkan tingkat efisiensi dan potensi profitabilitasnya (Brigham & Daves, 2021:. Dengan demikian, nilai rasio L/A yang optimal menjadi sinyal keseimbangan antara profitabilitas dan pengelolaan risiko, yang penting bagi investor, regulator, dan manajemen dalam pengambilan keputusan (Tandelilin, 2017:. Dalam praktik industri, hasil analisis rasio Loan to Asset dapat digunakan oleh investor sebagai indikator efektivitas alokasi aset oleh manajemen, yang akan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. berdampak pada Return on Assets (ROA) dan value creation jangka panjang (OJK, 2. Regulator juga dapat menggunakan rasio ini untuk menilai apakah suatu bank telah mengelola asetnya secara hati-hati, sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan ketahanan sistemik (Bank Indonesia, 2. Sementara itu, bagi manajemen bank. L/A ratio menjadi referensi dalam strategi penyaluran kredit, manajemen risiko aset, dan penentuan kebijakan ekspansi (Antonio, 2001:. Oleh karena itu, pendekatan Signalling Theory terhadap rasio Loan to Asset menekankan bahwa perhitungan rasio harus diinterpretasikan dalam konteks komunikasi strategis kepada pasar dan pemangku kepentingan, bukan sekadar analisis teknis (Brigham & Houston, 2019:. Analisa Banking Ratio Rata-Rata nilai banking ratio adalah 179,73% dan tergolong kriteria sangat baik untuk setiap tahunnya dari tahun 2018-2022. Dengan tingkat banking ratio kriteria sangat baik ini artinya PT Bank Muamalat Indonesia Tbk setiap tahunnya mampu memenuhi penyaluran kredit dengan sangat baik. Berdasarkan laporan keuangan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dalam beberapa tahun terakhir, terjadi fluktuasi dalam nilai rasio FDR, yang mencerminkan adanya dinamika dalam penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (Bank Muamalat, 2. Fluktuasi ini penting untuk dianalisis karena memberikan sinyal kepada investor mengenai stabilitas keuangan bank dalam jangka pendek dan efektivitas manajemen dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas (Tandelilin, 2010:. Dalam kerangka Signalling Theory, rasio-rasio likuiditas ini berfungsi sebagai sinyal ke pasar mengenai kekuatan internal perusahaan dalam mengelola dana dan kewajiban (Spence, 1. Investor cenderung merespons positif terhadap perusahaan dengan rasio likuiditas yang sehat karena menunjukkan rendahnya risiko gagal bayar dan tingginya kemampuan adaptasi terhadap tekanan pasar (Ross, 1. Dengan demikian, rasio likuiditas tidak hanya berperan sebagai indikator internal, tetapi juga sebagai alat komunikasi strategis kepada investor untuk mendukung keputusan investasi yang lebih informasional dan rasional (Ross. Westerfield & Jordan, 2017:. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai analisis rasio likuiditas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan menggunakan data laporan keuangan selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 maka kesimpulannya sebagai berikut: Secara keseluruhan nilai current ratio PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berada dalam kondisi yang sangat baik, hal ini menunjukan bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar. Nilai rata-rata adalah sebesar 431,18 berada pada peringkat 1 atau sangat baik. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk selama 5 tahun terakhir nilai CR adalah ratarata setiap tahun tergolong sangat baik, hal ini menunjukan bahwa PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mempunyai kemampuan posisi keuangannya tergolong sangat mampu membayar utang jangka pendek dengan kas yang dimiliki. Nilai LDR selama 5 tahun dari 2018Ae2020 tahun 2021 dan tahun 2022 dengan kriteria baik dan sangat baik, sedangkan tahun 2018-2020 dengan kriteria sangat tidak baik. Rata-rata LDR selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 adalah sebesar 115,87% dengan kriteria tidak mampu memenuhi artinya selama 5 tahun rataAerata setiap tahun PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tidak mempunyai kemampuan untuk menyalurkan kredit dengan dana yang ada. Rata-rata LAR selama 5 tahun dari tahun 2018-2022 adalah sebesar 24,1% dengan kriteria sangat baik artinya selama 5 tahun rata-rata setiap tahun PT Bank TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Muamalat Indonesia Tbk mempunyai kemampuan untuk penarikan kredit dengan aset yang tersedia. Rata-Rata nilai BR adalah 179,73% dan tergolong kriteria sangat baik untuk setiap tahunnya dari tahun 2018-2020. Dengan tingkat BR kriteria sangat baik ini artinya PT Bank Muamalat Indonesia Tbk setiap tahunnya memenuhi penyaluran kredit DAFTAR PUSTAKA