ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Pemanfaatan Wireless Dalam Perancangan Prototype Siram Bawang Merah Dengan Metode Ergonomic Function Deployment Syafrie Muzaki . Siswiyanti . Eko Budiraharjo . Program Studi Teknik Industri. Unviersitas Pancasakti Tegal syafriemuzaki@gmail. Abstrak Desa Sigentong merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Kecamatan Wanasari. Kabupaten Brebes. Budidaya tanaman bawang merah membutuhkan sistem pengairan tambahan yang efisien untuk menjaga pertumbuhan karena tanaman bawang merah memiliki sistem perakaran yang dangkal dan sangat rentan terhadap hilangnya kelembaban. Petani bawang merah Desa Sigentong dalam proses penyiraman bawang merah masih menggunakan alat siram manual sehingga menyebabkan beban kerja yang berat. Penelitian kali ini yaitu melakukan perancangan prototype siram bawang merah dengan jaringan wireless menggunakan metode Ergonomic Function Deployment untuk mengurangi beban kerja petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan secara teknis perancangan alat ini adalah berfungsi dengan baik, tidak mudah lepas, berbahan plastik, tidak menghasilkan panas, aman digunakan dan beroperasi tidak secara manual. Berdasarkan uji beda konsumsi energi menunujukan bahwa prototype siram dengan wireless mengalami penurunan sebesar Ae64,3% terhadap pesaing 1 dan -40,99% terhadap pesaing 2 dimana rerata konsumsi energi sebesar 0,72 kkal/menit dan termasuk kriteria beban kerja ringan. Kata Kunci: Ergonomic Function Deployment. Prototype Siram Bawang Merah. Wireless. Pendahuluan Desa Sigentong adalah salah satu desa penghasil bawang merah terbesar di Kecamatan Wanasari. Kabupaten Brebes. Proses budidaya tanaman bawang merah terdapat permasalahan yang biasa terjadi yaitu adalah perawatan tanaman yang agak sulit karena tanaman bawang merah memiliki sistem perakaran yang dangkal dan sangat rentan terhadap hilangnya kelembaban dari lapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengairan tambahan yang efisien harus disediakan untuk mempertahankan pertumbuhan . , maka dari itu diperlukan sebuah alat siram tanaman bawang yang efektif dan ergonomis untuk menjaga pertumbuhan tanaman bawang merah. Hasil dari observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap pekerja penyiram bawang merah di Desa Sigentong diketahui bahwa pekerja masih menggunakan alat manual dalam proses penyiraman tanaman bawang merah sehingga menyebabkan beberapa keluhan pada tubuh pekerja dan menyebabkan beban kerja yang sangat berat yang dialami oleh penyiram bawang merah. Berdasarkan permasalahan teresebut, penulis ingin merancang prototype siram bawang merah berbasis wireless menggunkan metode rancangan Ergonomic Function Deployment (EFD), dengan aspek ergonomis yang dipakai dalam merancang, alat ini diharapkan bisa mengurangi beban kerja petani bawang saat melakukan proses penyiraman bawang. Landasan Teori Prototype Prototype merupakan satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide dari para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai . Dasar pemikirannya yaitu merancang prototype secepat-cepatnya, kemudian mendapat timbal balik dari pemakai yang memungkinkan prototype tersebut nanti diperbaiki kembali secara cepat. Wireless Wireless network merupakan jenis jaringan yang berdarsarkan media komunikasinya, yang memungkinkan perangkat-perangkat didalamnya seperti PC, smartphone, dan lain-lain dapat saling ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. berkomunikasi secara wireless/tanpa kabel . Ergonomi Ergonomi yaitu peraturan mengenai bagaimana kita melakukan kerja, sikap kerja juga termasuk. Definisi ergonomi yang merupakan salah satu cabang keilmuan yang sistematis guna memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam merancang suatu sistem kerja yang baik guna mencapai tujuan yang diharapkan melalui pekerjaan yang efektif, nyaman, aman dan efisien . Menurut . Penerapan ergonomi dalam sauatu perancangan produk adalah salah satu persyaratan desain produk yang baik, produk yang akan dihasilkan tersebut memiliki kualitas fungsi yang sesuai syarat . , kelayakan terkait dengan sasaran ataupun filosofi desain secara umum . , dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan penggunanya . ustomer need. Metode Ergonomic Function Deployment Ergonomic Function Deployment adalah metode pengembangan dari metode Quality Function Deployment dengan menambahkan hubungan baru antara kemauan pengguna dengan aspek ergonomi dari produk . Beban Kerja Beban kerja secara spesifik terbagi dua yaitu beban kerja mental dan fisik. Kerja mental adalah kerja yang menggunakan proses berpikir dari otak sedangkan kerja fisik adalah kerja yang membutuhkan energi fisik otot manusia sebagai sumber tenaganya dan konsumsi energi adalah faktor utama yang menjadi tolok ukur penentu berat atau ringan suatu pekerjaan . Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara utama yang digunakan peneliti guna mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan . Penelitian kali ini peneliti menggunkan metode eksperimen yaitu melakukan percobaan penelitian guna memperoleh informasi dari pengaruh yang terjadi dari varibel penelitian yang sedang diteliti. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai bulan Agustus 2021. Tempat penelitian di area persawahan bawang merah Desa Sigentong Rt 04 Rw 05 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, dengan objek penelitian ini adalah alat siram bawang merah dan subjek penelitian adalah petani bawang merah di Desa Sigentong Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Poupulasi yaitu totalitas dari setiap elemen yang akan diteliti yang mempunyai ciri sama, dapat berupa individu dari suatu kelompok, peristiwa, atau sesuatu yang akan diteliti . Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu petani bawang merah di Desa Sigentong Rt 04 Rw 05. Kecamatan Wanasari. Kabupaten Brebes yang berjumlah 46 orang. Sampel Sampel yaitu sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dipunyai oleh populasi tersebut maupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya . Perhitungan jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian dengan memakai rumus Bernoulli . yca 2 . cs 2 ) ycy. yceA Keterangan: N = Jumlah sampel minimum Z = Nilai distribusi normal = Tingkat signifikan p = Proporsi jumlah kuesioner yang dijawab benar q = 1- p, proporsi jumlah kuesioner yang dijawab salah e = Toleransi error Dalam menentukan jumlah minimum sampel, peneliti menggunakan tingkat ketelitian () sebesar 5% dan tingkat kepercayaan sebesar 95% sehingga diperoleh nilai z = 1,96. Tahap ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. pertama kuisoner yang disebar berjumlah 46 akan tetapi terdapat satu kuesioner yang tidak terisi dengan benar, oleh sebab itu terdapat 45 kuesioner yang dianggap benar dan dapat dilakukan pengolahan pada tahap selanjutnya. yca 2 . cs 2 ) ycy. yc yceA . 2 ( ). ( ) 0,1A N > 7,53 OO 8 N=8 Maka jumlah sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 8 petani penyiram bawang Metode Pengumpulan Data Observasi Metode observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada lokasi penelitian dalam rangka mendapatkan dan mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian. Wawancara Wawancara yaitu metode memperoleh dan pengumpulan data dengan tanya jawab secara langsung terhadap narasumber, untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh mengenai permasalahan yang terjadi. Wawancara dilakukan juga untuk mengetahui kebutuhan yang diinginkan pengguna terhadap perancangan alat yang akan dibuat. Kuisoner Kuisioner metode memperoleh dan mengumpulkan data dengan memberi sebuah pertanyaan atau pernyataan tertulis terhadap responden untuk di jawab. Studi Pustaka Studi pustaka yaitu metode dengan membaca dan mempelajari dari sumber referensi atau literatur yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan, baik dari buku-buku , jurnal artikel, maupun sumber informasi lainya yang terpercaya yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penelitian. Eksperimen Metode eksperimen yaitu melakukan kegiatan percobaan guna melihat hasil dari berbagai variabel yang sedang diselidiki, untuk mengetahui kebenaran dan kemudahan dalam melakukan suatu kegiatan. Melakukan pengujian terhadap kendali alat yang sudah dirancang dan mengukur tingkat beban kerja petani bawang merah. Analisa Data Pada penelitian ini analisis data yang dilakukan yaitu dengan uji validitas data dan uji reabilitas data guna lanjut tidaknya perancangan prototype siram bawang merah menggunakan metode Ergonomic Function Deployment. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dilakukan pada metode Ergonomic Function Deployment : Identifikasi atribut produk yang berdasar pada aspek ergonomi adalah ENASE (Efektif. Nyaman. Aman. Sehat dan Efisie. Perancangan kuisoner, hal ini merupakan cara untuk mendapatkan informasi dari kebutuhan pengguna dari alat atau produk yang akan dirancang. Kuisoner dibagi menjadi tiga tahapan yaitu: Kuesioner pendahuluan, yaitu untuk mengetahui kepentingan dan kebutuhan konsumen. Kuisoner pengukuran, yaitu untuk mengetahui valid dan realibel dari data sebagai alat ukur. Pengujian kuisoner ini menggunakan uji validitas data dan reliabilitas data. Kuisoner yang diberikan yaitu terhadap 8 orang responden sesuai jumlah sampel yang sudah ditentukan. Kuesioner penelitian, diberikan kepada beberapa responden supaya dapat diketahui tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan. Kuisoner ini juga diberikan kepada 8 orang reponden. Pembuatan matriks house of ergonomic yang akan digunakan sesuai dengan keinginan dan kebtuhan pelanggan juga sesuai terhadap prinsip-prinsip ergonomi yang menjadi atribut prototype ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. siram bawang merah dan spesifikasi teknis prototype siram bawang merah. Langkah Ae langkah dalam pembuatan House Of Ergnomic yaitu: Planning Matriks yaitu untuk memutuskan prioritas akan kebutuhan konsumen yang . Dalam penentuan spesifikasi secara teknis dari produk diperoleh berdasarakan kebutuhan konsumen yang menyesuaikan dengan prinsip ergonomi . Relationship adalah hubungan pengaruh dari persyaratan teknis kepada kebutuhan pelanggan. Technical Correlation, menunjukan hubungan antara satu karakteristik teknis dengan karakteristik teknis yang lainnya. Technical Matriks, yaitu untuk memutuskan prioritas dari kebutuhan teknis yang akan dirancang . Kemudian menghitung jumlah konsumsi energi yang pekerja keluarkan selama kegitan menyiram tanaman bawang merah melalui perhitungan denyut nadi untuk mengetahui tingkatan beban kerja sebagai bahan pengujian alat. Untuk mempeoleh jumlah konsumsi kerja kita harus menghitung nilai expenditure terlebih dahulu. Untuk mengetahui nilai energi expenditure dan konsumsi energi dapat menggunakan rumus persamaan regresi kuadratis berikut ini . Energi Expenditure yayc = 1,80411 Ae 0,0229038 . aycAy. 4,7133ycu10OA. aycAyaA) . yaycn = 1,80411 Ae 0,0229038 . aycAy. 4,7133ycu10OA. aycAyaA) . Konsumsi Energi : yaya = yayc Ae yaycn . Keterangan : = Energi expenditure detak jantung bekerja . kal/meni. = Energi expenditure detak jantung beristirahat . kal/meni. = Konsumsi energi . kal/meni. DNI = Detak jantung saat istirahat (Detak/meni. DNK = Detak jantung saat bekerja (Detak/meni. Untuk mengetahui tingkat suatu pekerjaan berdasarkan beban kerja dari segi reaksi fisiologis yang didasarkan pada jumlah energi expenditure dan konsumsi energi dapat diihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Tabel Tingkat Pekerjaan dan Reaksi Fisiologis Tingkat pekerjaan Energi Expenditure Detak jantung Konsumsi Energi Undully Heavy kkal/menit >12,5 kkal/8 jam >6000 Detak/menit >175 kkal/menit >2,5 Very Heavy 10 Ae 12,5 480 - 6000 150 - 175 2,0 Ae 2,5 Heavy 7,5 - 10 3600 - 4800 125 - 150 1,5 Ae 2,0 Moderate 5 Ae 7,5 2400 - 3600 100 - 125 1,0 Ae 1,5 Light 2,5 - 5 1200 - 2400 60 - 100 0,5 Ae 1,0 Very light <2,5 <1200 <60 <0,5 Sumber : . ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Diagram Alur Penelitian Mulai Studi Lapangan Identifikasi dan Rumusan Masalah Studi Literatur Tidak Penyebaran Kuisoner Metode EFD Kuisoner tidak valid jika r hitung < t tabel dan tidak realibel jika alpha cronbach < 0,7 Uji Validasi dan Realibilitas Data Analisa Data Kuisoner valid jika r hitung > t tabel dan relibel jika alpha cronbach > 0,7 Perancangan Alat Tidak Uji Alat Dengan Menentukan Konsumsi Energi Jika alat tidak menurunkan beban kerja berdasar dari konsumsi energi Analisa Data Uji Beda Jika alat menurunkan beban kerja berdasar konsumsi energi Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil kuisoner yang diberikan kepada 8 responiden mengenai tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen akan alat siram bawang merah yang menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan. Setelah itu dilakukan pengolahan data kuisoner yang telah diberikan kepada 8 responden tersebut, kemudian diuji validitas dan reabilias data menggunakan software SPSS v25. Metode Ergonomic Function Deployment Hasil identifikasi kebutuhan konsumen diperoleh dari hasil pengumpulan data dari kuisoner. Setelah itu dilakukan penyebaran kuisoner yang berdasarkan dari pernyataan-pernyataan yang melalui pertimbangan dari hasil kuisoner awal. Tingkat kepentingan responden diperoleh dari kuisoner yang disebar kepada responden untuk memilih 5 kriteria jawaban diantaranya yaitu tidak penting, kurang penting, cukup penting, penting dan sangat penting. Dari 5 kriteria tersebut akan dinilai dengan menggunakan skala likert yang bernilai 1 sampai 5, dimana 1 = tidak penting, 2 = kurang penting, 3 = cukup penting, 4 = penting dan 5 = sangat ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Tabel 2. Tingkat Kepentingan Responden Kebutuhan Responden Alat siram dapat menyiram bawang merah Pengoperasian alat siram mudah digenggam Beban pengoperasian alat siram ringan Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan Tidak menimbulkan cidera Mempercepat waktu kerja Tingkat Kepentingan Tingkat kepuasan responden adalah tanggapan responden terhadap bagaiamana suatu produk alat yang sekarang dipakai atau alat sebelum dilakukan perancangan dapat memenuhi kebutuhan responden yang diharapkan. Untuk memperoleh nilai kepuasan tersebut dilakukan dengan melakukan kuisoner dengan memilih 5 kriteria jawaban dengan skala likert 1 sampai 5, dimana 1 = tidak puas, 2 = kurang puas, 3 = cukup puas, 4 = puas dan 5 = sangat puas. Tabel 3. Tingkat Kepuasan Responden Pesaing 1 Pesaing 2 Kebutuhan Responden 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Alat siram dapat menyiram bawang merah 0 0 1 5 2 1 2 3 2 0 Pengoperasian alat siram mudah digenggam 2 1 4 1 0 0 0 4 3 1 Beban pengoperasian alat siram ringan 2 3 3 0 0 0 0 0 4 4 Alat siram tidak menimbulkan panas saat 3 4 1 0 0 0 0 0 4 4 Tidak menimbulkan cidera 5 2 1 0 0 0 0 0 5 3 Mempercepat waktu kerja 4 2 2 0 0 0 2 3 2 1 Uji validitas dan rebilitas data merupakan uji data yang menjadi dasar dari tidak dilanjutanya penelitian karena menjadi alat ukur dari kecermatan data dan kekonsitensian dari suatu data yang Syarat dari uji validitas data yaitu R hitung harus lebih besar dari R tabel dan untuk uji reabilitas yaitu nilai cronbachAos alpa > 0,7. Tabel 4. Uji Validitas Data Tingkat Kepentingan Kebutuhan Responden R Tabel R Hitung Keterangan Alat siram dapat menyiram bawang merah 0,811 0,938 Valid Pengoperasian alat siram mudah digenggam 0,811 0,856 Valid Beban pengoperasian alat siram ringan 0,811 0,942 Valid Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan 0,811 0,938 Valid Tidak menimbulkan cidera 0,811 0,877 Valid Mempercepat waktu kerja 0,811 0,870 Valid R Hitung Keterangan Tingkat Kepuasan Konsumen Pesaing 1 R Tabel No Kebutuhan Responden 1 Alat siram dapat menyiram bawang merah 0,811 0,870 Valid Pengoperasian alat siram mudah digenggam 0,811 0,881 Valid Beban pengoperasian alat siram ringan 0,811 0,939 Valid Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan 0,811 0,851 Valid ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Tidak menimbulkan cidera 0,811 0,889 Valid Mempercepat waktu kerja 0,811 0,943 Valid R Hitung Keterangan Tingkat Kepuasan Konsumen Pesaing 2 Kebutuhan Responden R Tabel Alat siram dapat menyiram bawang merah 0,811 0,981 Valid Pengoperasian alat siram mudah digenggam 0,811 0,894 Valid Beban pengoperasian alat siram ringan 0,811 0,894 Valid Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan 0,811 0,867 Valid Tidak menimbulkan cidera 0,811 0,894 Valid Mempercepat waktu kerja 0,811 0,966 Valid Tabel 5. Uji Reabilitas Data Uji Reabilitas CronbachAos Alpa (>0,. Tingkat Kepentingan Konsumen 0,906 Tingkat Kepuasan Konsumen Pesaing 1 0,943 Tingkat Kepuasan Konsumen Pesaing 2 0,733 Keterangan Realibel Realibel Realibel Penentuan nilai goal . adalah menentukan besarnya nilai target yang ingin dipenuhi oleh peneliti untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan mempertimbangkan skala ukuran yang digunakan oleh peneliti. Tabel 6. Nilai Goal Kebutuhan Responden Pesaing 1 Pesaing 2 Goal Alat siram dapat menyiram bawang merah Pengoperasian alat siram mudah digenggam Beban pengoperasian alat siram ringan Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan Tidak menimbulkan cidera Mempercepat waktu kerja Improvement ratio atau rasio perbaikan merupakan beasarnya nilai perbaikan yang akan dilaksanakan untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen, semakin besar nilai rasio perbaikan maka menunjukan tingkat perubahan yang harus dilakukan lebih besar. Tabel 7. Improvement Ratio Kebutuhan Responden Improvement Ratio Alat siram dapat menyiram bawang merah 1,33 Pengoperasian alat siram mudah digenggam 1,33 Beban pengoperasian alat siram ringan Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan Tidak menimbulkan cidera Mempercepat waktu kerja Sales Point atau titik jual merupakan seberapa besara kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan konsumen sehingga dapat mempengaruhi produk pada persaingan produk. Nilai Sales point kuat adalah 1,2 dengan simbol . dan nilai Sales point tidak kuat adalah 1 dengan simbol (U). ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Tabel 8. Sales Point Kebutuhan Responden Alat siram dapat menyiram bawang merah Pengoperasian alat siram mudah digenggam Beban pengoperasian alat siram ringan Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan Tidak menimbulkan cidera Mempercepat waktu kerja Sales Point Raw weight merupakan nilai dari tingkat kepentingan secara keseluruhan dari kebutuhan konsumen dan nilai tertinggi dari raw weight ini merupakan menjadi perhatian utama dari peneliti untuk ditingkatkan dalam pemunuhan kebutuhan konsumen. Tabel 9. Raw Weight Kebutuhan Responden Raw Weight Alat siram dapat menyiram bawang merah 7,06 Pengoperasian alat siram mudah digenggam 5,32 Beban pengoperasian alat siram ringan 12,39 Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan 12,75 Tidak menimbulkan cidera 11,25 Mempercepat waktu kerja Menentukan respon karakteristik secara teknis dari kebutuhan konsumen, dalam tahap ini berisi mengenai penjabaran kebutuhan konsumen dengan karakteristik teknis dari produk atau alat. Tabel 10. Karakteristik Teknis Terhadap Kebutuhan Rresponden Kebutuhan Konsumen Karakteristik Teknis Alat siram dapat menyiram bawang merah Berfungsi dengan baik Pengoperasian alat siram mudah digenggam Tidak mudah lepas Beban pengoperasian alat siram ringan Alat siram berbahan plastik Alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan Tidak menghasilkan panas Tidak menimbulkan cidera Aman digunakan Mempercepat waktu kerja Pengoperasian alat tidak manual Setelah diperoleh data mengenai aspek-aspek dari hasil rancangan metode ergonomic function deployment dilakukan penyusunan house of ergonomic secara utuh. Setelah itu dilakukan anlisa mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam proses perancangan prototype siram bawang merah berbasis Perancangan Prototype Siram Bawang Merah Berbasis Wireless Hasil dari observasi yang dilakukan di lokasi penelitian diperoleh karakteristik sawah tanaman bawang merah yaitu mempunyai panjang 10 meter dan lebar 1,5 meter. Jarak antar galangan yaitu 80 cm dengan ketinggian antara permukaan air dengan tinggi tanah sawah yaitu 45cm. Berdasarkan data karakteristik lokasi penelitian tersebut maka ukuran dimensi dari prototype siram bawang merah yaitu panjang 70 cm, lebar 60 cm dan tinggi 93 cm. Berikut ini merupakan gambar desain dari prototype siram bawang merah berbasis Wireless. Gambar 2. Desain Prototype Siram Bawang Merah Berbasis Wireless ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Rancangan proses sistem dari prototype siram bawang merah ini yaitu menggunakan software Arduino IDE sebagai pemrogram dari operasi dan board arduino yang digunkan yaitu wemos d1 mini. Berikut ini merupakan kode dari pemroograman yang ada di software Arduino IDE. Gambar 3. Tampilan Pemrograman Source code #include dan #include merupakan program untuk memanggil library yang sudah ditambahkan pada tahap sebelumnya, yang digunakan untuk memudahkan pada saat proses pembuatan program. Source code #include merupakan library yang digunakan untuk mengkoneksikan alat dengan aplikasi blynk yang digunakan sebagai pengontrol alat. Setelah itu dilakukan pengisian auth token blynk yang diperoleh setelah melakukan pembuatan project pada aplikasi blynk dengan seri token seperti terlihat pada gambar 4 dan dilanjutkan dengan mengganti nama wifi AuHidrobotAy dan password wifi Aubwtq3872Ay yang akan digunakan untuk mengkoneksikan alat. Gambar 4. Tombol Operasi Pada Aplikasi Blynk Pada gambar diatas terlihat bahwa dalam mengontrol alat terdapat tiga perintah operasi yaitu menghidupkan dan mematikan pergerakan kincir, pergerakan kincir maju atau mundur dan menghidupkan dan mematikan kerja pompa air. Rancangan perangkat keras dari prototype siram bawang merah yaitu dengan melakukan Perakitan yang dilakukan yaitu diawali dengan membuat jaringan kabel positif dan negatif pada terminal tembaga yang kemudian akan disalurkan ke perangkat relay 4 module, 2 step down, wemos d1 mini, volt meter , dinamo gearbox dan pompa air. Pada relay 4 module dilakukan penjumperan kabel yang dilakukan untuk mengatur aliran listrik untuk menjalankan dan mematikan operasi dari alat tersebut. 2 step down yang digunakan untuk menurunkan tegangan arus dari daya atau aki yang mengalir ke wemos d1 mini dan relay 4 module, dimana daya atau aki bertegangan 12 v sedangkan wemos d1 mini dan relay 4 module ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. bertegangan 5 v. Dan yang terkahir yaitu pemasangan tombol push button untuk menghidupkan dan mematikan alat agar alat ini juga bisa dijalankan tanpa menggunakan internet. Perhitungan Konsumsi Energi Gambar 5. Pesaing 1 Gambar 6. Pesaing 2 Gambar 7. Prototype Siram Bawang Merah Tabel 11. Konsumsi Energi Penyiram Bawang Merah Jenis Umur DNI DNK No Jenis Alat Responden Kelamin . Ahmad Pria 66,89 100,67 4,279 2,383 1,896 Warsito Pria 64,38 101,87 4,366 2,285 2,081 Samsuri Pria 67,04 99,50 4,196 2,389 1,807 Wirjo Pria 66,82 102,04 4,379 2,380 1,999 Pesaing 1 Tarsono Pria 68,57 106,19 4,692 2,452 2,240 Topik Pria 64,94 100,50 4,267 2,306 1,961 Sutarno Pria 68,34 104,71 4,578 2,442 2,136 Tyo Pria 65,79 100,33 4,366 2,339 2,027 Ahmad Pria 65,22 88,89 3,495 2,317 1,179 Warsito Pria 65,57 93,02 3,756 2,331 1,425 Samsuri Pria 66,82 91,88 3,682 2,380 1,303 Wirjo Pria 67,49 91,19 3,638 2,407 1,231 Pesaing 2 Tarsono Pria 68,34 94,94 3,881 2,442 1,440 Topik Pria 64,10 87,34 3,402 2,274 1,128 Sutarno Pria 67,42 88,50 3,472 2,404 1,068 Tyo Pria 65,72 86,08 3,328 2,336 0,992 Ahmad Pria 65,29 78,43 2,910 2,320 0,590 Warsito Pria 65,15 76,34 2,805 2,314 0,491 Samsuri Pria 68,34 84,75 3,251 2,442 0,809 Prototype Wirjo Pria 66,96 84,27 3,224 2,386 0,838 Siram Bawang Tarsono Pria 70,09 85,23 3,279 2,516 0,763 Merah Topik Pria 63,09 83,10 3,158 2,237 0,922 Sutarno Pria 67,72 84,51 3,238 2,416 0,821 Tyo Pria 64,03 76,24 2,800 2,272 0,528 Setelah dipeorleh data konsumsi energi pesaing 1, pesaing 2 dan prototype siram bawang merah berbasis wireless kemudian dilakukan uji beda antara pesaing 1 dengan prototype siram bawang merah berbasis wireless dan pesaing 2 dengan prototype siram bawang merah berbasis wireless. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Aspek Rerata Konsumsi Energi Tabel 12. Uji Beda Konsumsi Energi Kelompok Kelompok Kontrol Eksperimen (Pesaing 1 & Selisih (Prototype Siram Pesaing . Bawang Mera. (Pesaing . -1,3 -64,36 2,02 0,72 (Pesaing . -O,5 -40,99 1,22 Keterangan 16,811 0,000 Menurun 5,991 0,000 Menurun Rerata Konsum Energi Uji Beda Konsumsi Energi 2,02 1,22 0,72 0,72 Pesaing 1 Dengan Prototype Siram Bawang Merah Pesaing Pesaing 2 Dengan Prototype Siram Bawang Merah Prototype Siram Bawang Merah Gambar 8. Grafik Hasil Uji Beda Perhitungan Konsumsi Energi Hasil uji beda pesaing 1 dengan dengan prototype siram bawang merah berbasis wireless yaitu rerata konsumsi energi pesaing 1 sebesar 2,02 kkal/menit dan prototype siram bawang merah berbasis wireless sebesar 0,72 kkal/menit, sehingga diketahui bahwa mengalami penurunan sebesar -64,36%. Pesaing 2 dengan prototye siram bawang merah berbasis wireless, rerata konsumsi energi pesaing 2 sebesar 1,22 kkal/menit dan prototype siram bawang merah berbasis wireless sebesar 0,72 kkal/menit, sehingga diketahui mengalami penurunan sebesar -40,99%. Kesimpulan Perancangan prototype sirambawang merah berbasis Wireless menggunakan perangkat keras diantaranya yaitu wemos d1 mini, step down, terminal tembaga, kabel male female, relay 4 module, push button, gearbox dinamo 12 volt dan aki 12 volt. Dalam pemrograman sistem alat siram ini menggunakan software Arduino IDE untuk menghubungkan wemos d1 mini dengan aplikasi Blynk di smartphone melalui jaringan wifi, dimana aplikasi Blynk digunakan sebagai pengontrol jalanya alat Atribut yang digunakan dalam perancangan alat siram menggunakan metode EFD (Ergonomic Function Deploymen. yaitu dengan kebutuhan responden akan penggunaan alat siram yaitu . alat siram dapat menyiram bawang merah . pengoperasian alat siram mudah digenggam . beban pengoperasian alat siram ringan . alat siram tidak menimbulkan panas saat digunakan . tidak menimbulkan cidera . mempercepat waktu kerja. Perhitungan konsumsi energi diketahui bahwa prototype siram bawang merah berbasis wireless dapat mengurangi beban kerja dari alat sebelumnya sebesar -64,36% terhadap pesaing 1 dan penurunan sebesar -40,99% terhadap pesaing 2, serta termasuk kedalam kriteria beban kerja yang ringan yaitu 0,72 kkal/menit. Ucapan Terima Kasih Penelitian dapat terlaksana karena bantuan dari beberapa pihak, oleh sebab itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal. Kepala Program Studi Teknik Industri Universitas Pancasakti Tegal dan beberapa pihak terkait yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Engineering Vol. 12 No. Daftar Pustaka