Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 STRATEGI AKSI CEPAT TANGGAP DALAM PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KORBAN BENCANA Muharrani. Khoirul Iman Nasution. Yeni Yasyah Sinaga STAI Diniyah Pekanbaru Email : muharrani@diniyah. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat lebih dalam bagaimana strategi aksi cepat tanggap (ACT) dalam pendistribusian bantuan korban bencana di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif menjelaskan fenomena yang terjadi di lapangan, menghimpun semua data yang diperoleh dari kepala dan anggota relawan ACT Cabang Riau serta dua orang korban bencana. Selanjutnya mengumpulkan data melalui interview terpimpin, kemudian pengamatan dan terakhir dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara menyederhanakan data . eduksi dat. , menyajikan data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa strategi aksi cepat tanggap (ACT) dalam pendistribusian bantuan korban bencana di kota Pekanbaru sudah sesuai dengan prinsip-prinsip distribusi, ini terlihat pada . Prinsip keadilan dan pemerataan, pada prinsip ini, mengandung makna terbagi secara merata kepada semua lapisan masyarakat. Prinsip kasih sayang, menjalin hubungan persaudaraan yang baik, saling peduli antar individu, saling tolong menolong, saling membutuhkan satu sama . Prinsip jaminan sosial, merupakan satu dari banyak pedoman utama dalam penyaluran harta kekayaan. Kata kunci: Strategi, pendistribusian, bantuan. Abstract This research aims to look more deeply at the quick response action strategy (ACT) in distributing aid to disaster victims in the city of Pekanbaru. The method used is a qualitative approach to explain phenomena that occur in the field, collecting all data obtained from the head and volunteer members of the Riau Branch of ACT and two victims of the disaster. Furthermore, collecting data through guided interviews, then observation and finally documentation. Data analysis techniques by simplifying data . ata reductio. , presenting data and providing The results of the study provide information that the quick response action strategy (ACT) in distributing aid to disaster victims in the city of Pekanbaru is in accordance with the principles of distribution, this can be seen in . The principle of justice and equity, in this principle, implies that it is distributed evenly to all layerAos public. The principle of affection, establishing good brotherly relations, caring for each other between individuals, helping each other, needing each other. The principle of social security is one of the main guidelines in the distribution of assets. Keywords: Strategy, distribution, assistance. Strategi Aksi Cepat Tanggap (Ac. Dalam Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Pendahuluan Indonesia adalah negara yang sering terjadi bencana karena berada di tengah garis khatulistiwa mengakibatkan Indonesia rawan terjadi bencana, dan ditambah saat ini kita juga hidup di zaman yang semakin susah membedakan kriteria bencana alam, bencana sosial dan bencana kemanusiaan. Bencana yang disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri sudah terlalu banyak yang mengakibatkan berbagai Aubencana alamAy secara beruntun, bencana sosial yang terjadi, seperti stunting. Penyebab banyaknya terjadi stunting di kalangan anak-anak karena perpaduan dari banyak faktor yang diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri. Sebagaimana yang tertulis dalam Al-Quran surat AR-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan yang ada di muka bumi ini baik di darat maupun di laut diakibatkan oleh bagaimana perlakuan manusia terhadap alamnya. Dua Tahun belakangan ini Indonesia sering terjadi yang namanya bencana alam dan bencana sosial. Bencana menurut UU Nomor 24 Tahun 2007 merupakan kejadian yang mengancam dan mengusik ketenangan kehidupan dan penghidupan masyarakat luas yang diakibatkan baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun faktor manusia itu sendiri sehingga mengakibatkan adanya korban jiwa, merusak sumber daya alam, kerugian harta benda dan efek secara psikologis 1 . Suatu hal yang masuk akal bila dikatakan, bahwa kepekaan terhadap keadaan sekitar, rela berkorban, adalah solusi dari semua problem dewasa ini, yang banyak berawal dari semakin tidak peka sesama manusia satu dengan yang lain. Penyelesaian permasalahan bencana harus dibantu dan dimotivasi dengan banyak solusi baik kesiapsiagaan masyarakat melalui proses pemindahan ide dari masyarakat ke individu dan penyebar luasan informasi tentang bencana atau usaha dalam menanggulangi bencana dengan pembangunan fisik seperti membangun sarana dan prasarana vital yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana. Hal ini biasanya disebut sebagai fase mitigasi bencana. Oleh karena itu dalam penanganan bencana dibutuhkan sebuah lembaga atau organisasi yang mempunyai sistem yang baik ini tercermin baik dari penghimpunan donasi sampai pada pendistribusian donasi tersebut yang cepat, tepat dan merata sehingga korban bencana dapat segera terbantu dan solusi dari permasalahan negara dapat juga terselesaikan. ACT merupakan salah satu lembaga yang bergerak dalam Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, h. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 bidang kemanusiaan secara resmi dibentuk pada tahun 2015 secara legal formal sebagai lembaga yang bergerak di bidang masyarakat dan kemanusiaan. Guna memperbanyak bantuan. ACT meningkatkan kegiatannya, mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian melebarkan sayap melalui kegiatannya ke program pemulihan setelah bencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program yang berbasis keagamaan seperti Qurban. Zakat dan Wakaf. ACT didukung oleh penyumbang dari masyarakat yang memiliki kepekaan sosial yang mendalam terhadap problem sosial kemasyarakatan dan juga keikutsertaan perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai bagian dari pertanggungjawaban tentang keuangannya dan menghindari keraguan para donatur maka ACT secara aktif memberikan laporan keuangan tahunan yang sudah diaudit oleh orang yang mempunyai kapasitas sebagai akuntan publik kepada donatur dan stakeholder lainnya, serta menyebar luaskan melalui media-media masa Melalui semangat bersama dengan kemanusiaan. ACT menyeru semua lapisan masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk bahu membahu dalam kebersamaan. Bermodalkan pengalaman bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia kemanusiaan, kami melakukan pendidikan bersama, membuka hubungan kemitraan secara luas sampai ke luar negeri yan menjadi tempat kebersamaan. Semua program global ACT menjadi tempat membangun hubungan berbagai lembaga amil zakat, kelompok-kelompok peduli, artis dan publik figur yang memiliki orientasi yang sama untuk sosial kemasyarakatan. Tahun 2014 menjadi langkah awal untuk ACT dalam membangun kolaborasi kemanusiaan dunia, bersamaan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi yang baru yaitu ingin menjadi lembaga sosiak kemasyarakatan yang profesional dalam bidangnya yang berdasarkan kedermawanan masyarakat secara umum sehingga bisa membangun dunia menjadi lebih baik. Mimpi ini akan bisa menjadi kenyataan kalau semua pihak mau terlibat didalamnya. Dari latar belakang yang sudah dijelaskan maka kami tertarik untuk mengetahui lebih detail tentang bagaimana strategi aksi cepat tanggap (ACT) dalam pendistribusian bantuan korban bencana di kota Pekanbaru. Aksi Cepat Tanggap. Profile ACT, http://w. Act. Or. Id. -, diakses pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021, pkl 13: 32. WIB. Strategi Aksi Cepat Tanggap (Ac. Dalam Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Metode Penelitian Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian pada latar alamiah. Subjek atau informan yang ditentukan adalah mereka yang terkait dan dipandang sangat mengetahui informasi tentang strategi ACT dalam pendistribusian bantuan bencana di kota Pekanbaru. Berdasarkan pedoman yang perlu dipertimbangkan dalam mempergunakan cara ini adalah: Pengambilan sampel disesuaikan dengan tujuan penelitian Jumlah atau ukuran sampel tidak dipersoalkan Unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria, tentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Informan yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala ACT cabang Riau, anggota relawan lainnya dan terdapat dua orang korban bencana alam yang pernah disikapi oleh ACT. Adapun lokasi tempat penelitian ini di kantor dan wilayah bencana dimana ACT kota Pekanbaru pernah melakukan kegiatannya, waktu penelitian ini dilakukan selama lebih kurang tiga bulan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian ini yaitu dengan teknik wawancara terpimpin, yang mana pedoman wawancara digunakan hanya sebagai penuntun bukan menjadi landasan utama dalam melakukan wawancara. Selanjutnya pengamatan, pengamatan digunakan sebagai alat ukur keabsahan sebuah data dan terakhir teknik dokumentasi. Adapun teknik yang digunakan untuk menguji validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan ketekunan dalam melihat gejala yang terjadi di lapangan dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu yang berawal dari menyederhanakan data dalam artian data yang diperoleh dikelompokkan dari data yang sangat penting sampai data yang tidak penting. Langkah selanjutnya yaitu menyajikan data, dan langkah terakhir yaitu menarik kesimpulan atau verifikasi data. 4 Dengan demikian proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara continue dan berulang-ulang selama proses penelitian berlangsung. Sukandar Rumidi. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula, (Yogyakarta: Gajahmada Universitas Press, 2. , h. Joko Subagyo. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 Hasil Penelitian dan Pembahasan Strategi adalah pendekatan secara menyeluruh yang berkenaan dengan pengimplementasian ide, pembuatan rencana dan eksekusi sebuah kegiatan dalam masa waktu tertentu. Perumusan strategi atau cara menjadi satu dari banyak proses dalam pengelolaan strategi. Strategi harus benar-benar memikirkan secara seksama semua bagian-bagian baik dari dalam maupun dari luar yang akan dihadapi oleh ACT. Penentuan strategi adalah proses pembuatan point-point yang akan dilakukan ke depan yang diperuntukkan dalam membangun visi dan apa yang harus dilakukan oleh organisasi, menetapkan tujuan strategi, serta membuat perencanaan strategi untuk mencapai tujuan Secara detail langkah penentuan strategi yang dilakukan oleh ACT yaitu menginventarisasi masalah yang terdapat dalam lingkungan yang akan dimasuki dan menentukan misi, menganalisis SWOT lingkungan dalam dan luar yang mana ini berfungsi untuk mengukur kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman yang akan dialami oleh organisasi dalam merealisasikan misinya, sehingga harapannya misi tersebut kecil kemungkinan untuk gagal. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala ACT cabang Riau di kota Pekanbaru bahwa strategi terkait dalam pendistribusian bantuan maka langkah pertama di saat mendapatkan informasi baik itu korban kabut asap ataupun bencana lainnya yang pernah disikapi oleh ACT, tidak hanya mendistribusikan, tapi juga menghimpun donasi bagi masyarakat yang ingin berzakat dan bersedekah, berwakaf, berkurban, dan yang ingin mendonasikan sedikit rezekinya. Adapun cara menghimpun donasi bagi masyarakat yang terdampak bencana yaitu dengan cara dipublikasikan di berbagai media sosial seperti Facebook. Instagram. Twitter, dan WhatsApp. Setelah dipublikasikan informasi ini maka tim ACT berkomunikasi dengan mitra-mitra yaitu perusahaan, pemerintah, organisasi-organisasi mahasiswa, terkait korban bencana. Serta ACT juga mengajak para mitra bersama-sama untuk peduli bencana alam. Dan cara lain yang dilakukan oleh ACT dalam menghimpun donasi seperti dari relawan-relawan ACT ikut serta turun di persimpangan jalan, di lampu merah, untuk menggalang dana. dana terkumpul ACT mulai membagikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak korban bencana. Adapun strategi pendistribusian bantuan yang digunakan oleh ACT . ksi cepat tangga. sesuai dengan teori pendistribusian yang digunakan dalam ilmu ekonomi Islam, yang mana penyaluran kekayaan dalam ekonomi Islam bukan berarti tidak Strategi Aksi Cepat Tanggap (Ac. Dalam Pendistribusian Bantuan Korban Bencana memperhatikan keuntungan yang diperoleh dari proses pembuatan. Maka dalam penyaluran Islam telah membuat tiga prinsip pokoknya yaitu 5 : Prinsip keadilan atau pemerataan Keadilan dalam konsep Islam adalah pedoman utama dalam sisi kehidupan, begitupun dalam sisi ekonomi. Islam menginginkan peluang yang sama dalam memperoleh harta kekayaan, tidak dilihat melalui status sosial, agama dan warna kulit. Dalam hal ini juga Islam tidak memberikan peluang berkembangnya harta kekayaan di luar batas kewajaran. Untuk mengetahui perkembangan. Islam membuat aturan untuk umatnya bahwa tidak dibolehkan menumpuk harta kekayaan untuk diri sendiri dan memberikan perintah untuk membelanjakannya demi kemaslahatan masyarakat. Islam mengambil langkah kongkret yang dianggap penting untuk meningkatkan keluar masuknya harta kekayaan dalam masyarakat agar tidak terfokus pada satu orang saja. Islam memberikan jaminan akan terbaginya harta kekayaan di masyarakat dengan adanya penyaluran yang adil. Salah satu penyaluran yang baik adalah adanya keadilan yang merata. makna adil disini bukanlah takaran yang sama dalam penyebarluasan zakat di setiap kelompok yang berhak menerimanya ataupun di setiap orang Sebagaimana yang dikatakan Imam SyafiAoi yang dimaksudkan adil di sini adalah dengan menjaga kepentingan masing-masing penerima zakat dan juga masalah bagi dunia Islam6. Maka ACT dalam hal ini mendistribusikan bantuan sesuai dengan dana yang dihimpun oleh ACT dan disalurkan secara merata kepada setiap masyarakat yang terdampak bencana. Keadilan dalam konsep distribusi ini yaitu pemberian penilaian yang sesuai terhadap bagian-bagian yang dihasilkan dan kebijaksanaan agar apa yang didapat sesuai ukuran yang wajar dan tepat. Prinsip persaudaraan atau kasih sayang Konsep persaudaraan antar sesama yang mana memberikan gambaran secara nyata adanya kepedulian antar individu dan sosial dalam masyarakat Islam. Begitupun yang dilakukan oleh ACT ketika terjun ke lapangan dalam mendistribusikan bantuan, selalu bersikap kasih sayang terhadap masyarakat yang menerima bantuan dan selalu Muhammad saharif Chaudry Fundamental of Islamic Economic System. Penerjemah. Suherman Rosyidi. Sistem Ekonomi Islam, (Jakarta: Kencana, 2. , h. Yusuf Qaradhawi. Spektrum Zakat Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan, (Jakarta Timur: Zikrul Hakim, 2. , h. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 berusaha menciptakan suasana yang nyaman dengan menebar kasih sayang tanpa melihat status ekonomi dan sosial dari korban bencana. Jaminan sosial Prinsip jaminan sosial merupakan salah satu prinsip utama dalam penyaluran harta kekayaan yang dimiliki. Islam menganjurkan adanya jaminan sosial. Islam tidak memberikan gambaran sebagai prinsip saja, akan tetapi menggariskan dan menentukannya dalam dimensi sebuah satu kesatuan yang utuh. Adapun pedoman mengandung makna tujuh elemen dasar yaitu: pertama, bahwa apapun yang ada di alam harus dirasakan kenikmatannya oleh segala ciptaan Allah yang ada di bumi ini. Kedua, adanya kepekaan mendalam kepada orang yang fakir dan miskin terutama oleh orang-orang yang kaya. Ketiga, kekayaan dilarang keras hanya dirasakan dan hanya berputar pada orang yang mempunyai uang saja. Keempat, pedoman untuk selalu menebar kebaikan kepada siapa saja. Kelima. Islam mengajarkan kepada orang yang tidak kaya hendaklah mau berpartisipasi aktif dalam mencurahkan tenaga untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Keenam. Dilarang berharap pujian dari kebaikan yang telah dilakukan . Ketujuh, jaminan sosial itu wajib diberikan kepada orang yang berhak mendapatkannya sesuai dengan perintah Allah yang sudah tertulis di AlQurAoan. Dalam masa pandemi, aksi cepat tanggap (ACT) juga ikut andil dalam menanggulangi pandemi yang melanda bukan hanya di negara Indonesia akan tetapi di dunia. Dengan cara ACT terus meluaskan kegiatannya yaitu berupa operasi pangan gratis, dimana kegiatan ini menjangkau masyarakat yang memiliki penghasilan yang tidak menentu . ra-sejahter. tidak berhenti disitu saja ACT terus meluaskan manfaat, kali ini Operasi Pangan Gratis di wilayah Riau, dilakukan di Kecamatan Pekanbaru Kota dan Kecamatan Rumbai. Berupa penyaluran ratusan paket kebutuhan pangan, didukung oleh jaringan yang bekerjasama dengan ACT yaitu Kinoi Cake & Cookies dan Kak Eci Makkah. Keluarga pra-sejahtera, pencari barang bekas, tukang sapu jalanan, juru parkir, tunawisma dan PKL menjadi sasaran dalam penyaluran bantuan. Dalam kegiatan tersebut sebagian dari mereka juga mengatakan, bahwa mata pencaharian mereka ikut terkena imbas dari pandemi. Pendapatan mereka mengalami penurunan mulai pandemi terjadi dan susah memenuhi kebutuhan makan yang sehat dan bergizi. Sehingga bagi mereka kehadiran ACT bagaikan oase di tengah gurun Strategi Aksi Cepat Tanggap (Ac. Dalam Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwasanya hampir setiap tahun ada bencana yang disebabkan oleh faktor- faktor alam yang di luar prediksi kita. Ditambah tanggung jawab masyarakat terhadap kelestarian lingkungan terbilang rendah, hal ini dapat kita lihat dari banyaknya masyarakat yang belum sadar akan manfaat buang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu banyak terjadi bencana-bencana lain yang diakibatkan oleh perbuatan manusia itu sendiri seperti kebanjiran, kebakaran dan tanah longsor. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang strategi ACT dalam pendistribusian bantuan korban bencana di kota Pekanbaru, dapat disimpulkan bahwa ACT menjalankan pendistribusian bantuan korban bencana sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pendistribusian yaitu . prinsip keadilan dan pemerataan . prinsip persaudaraan dan kasih sayang . prinsip jaminan sosial. ACT juga dalam mendistribusikan bantuan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Keterlibatan ACT sebagai lembaga social dan kemanusiaan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, baik itu di bidang sosial, keagamaan, maupun kemanusiaan. Tidak hanya pihak ACT Riau saja, relawan dan masyarakat ikut bergabung sehingga dapat dilihat bahwa partisipasi mereka dalam membantu itu besar dan membuat kedudukan ACT di masyarakat menjadi sangat penting. Referensi: