ISSN (Prin. : 2655-6162 ISSN (Onlin. : 2655-8025 Vol. 8 No. 1 January 2026 | Page 45- 56 Journal Homapage: https://ejournal. id/index. php/alfusha/issue/view/170 MubtadaAo and Khobar in the Arabic Sentence Formation in the Nahwu Basic Theory Book Abdul Ghofur1. Nor Holis bin Nafsah2. Ahmad Mizan Rosyadi Abdul Jalil Mannan3. Achmad Hadi Mubarok4 Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember. Jawa Timur. Indonesia. Universitas Islam Cordoba Banyuwangi. Jawa Timur. Indonesia. DOI: https://doi. org/10. 62097/alfusha. A BSTR A C T Keywords: Mubtada'. Khobar. Nahwu. Kata Kunci: Mubtada'. Khobar. Nahwu. In the Arabic context, a sentence consists of mubtada' . and khobar . , two fundamental elements that form the basis of sentence formation. Previous research provides an in-depth understanding of the use of mubtada' and khabar, and emphasizes the importance of structural analysis in the study of Arabic. The aim of this research is to identify and analyze the role of mubtada' and khobar in the formation of Arabic sentences. In this research, the researcher chose a qualitative method using library research, namely a method of collecting data by understanding and studying theories from various literature related to the The results of this research show that mubtada' and khobar have an important role in forming Arabic sentences. Mubtada' functions as the subject, while khobar provides the information needed to explain the subject. Dalam konteks bahasa Arab, kalimat terdiri dari mubtadaAo . dan khobar . , dua unsur fundamental yang menjadi dasar pembentukan kalimat. Pada penelitian sebelumya memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan mubtadaAo dan khabar, serta menekankan pentingnya analisis struktural dalam studi bahasa Arab. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran mubtadaAo dan khobar dalam pembentukan kalimat bahasa Arab. Dalam penelitian ini, peneliti memilih metode kualitatif menggunakan studi pustaka . ibrary researc. yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mubtadaAo dan khobar memiliki peran penting dalam pembentukan kalimat bahasa Arab. MubtadaAo berfungsi sebagai subjek, sementara khobar melengkapi informasi yang di perlukan untuk menjelaskan subjek tersebut. Article history: Corresponding author: elfur1922@gmail. Received 13 September 2025 Revised 25 November 2025 Accepted 30 Desember 2025 Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 Pendahuluan Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak memiliki kemampuan untuk tidak lepas dalam menggunakan bahasa sebagai cara menyampaikan dan menerima Namun, tidak banyak manusia menyadari bahwa struktur kalimat yang sederhana sekalipun, seperti "Ini buku," mengandung komponen-komponen yang memegang peran penting dalam maknanya. Dalam konteks bahasa Arab, kalimat tersebutterdiri dari mubtadaAo . dan khobar . , dua unsur fundamental yang menjadi dasar pembentukan kalimat. kalimat Bahasa Arab tidak dapat dimengerti jika Anda tidak tahu ilmu nahwu (Gunawan, 2. Meski terdengar sederhana, peran mubtadaAo dan khobar dalam kalimat bahasa Arab sering kali diabaikan dalam pembelajaran gramatika, padahal keduanya memegang kunci dalam penyusunan dan pemahaman makna kalimat yang benar. Jika tidak dipahami dengan baik, kesalahan dalam penempatan atau penggunaan mubtadaAo dan khobar bisa menimbulkan kesalahan makna, yang pada akhirnya berdampak pada Dalam karangan KH. Ali Syubro Mullisi menjelaskan bahwa MubtadaAoun ialah ismun yang dibaca rofAoun yang terjadi dipermulaan pembahasan sedangkan khobarun ialah ismun yang dibaca rofAoun yang menyempurnakan kaidah mubtadaAoun (Syubro, 2. Pada literatur lain dijelaskan bahwa Makna mubtada Ayaitu lafadz yang terdahulu dalam jumlah dan khobar yaitu bahagian yang menyempurnakan makna kalimat (Darmawati, 2. Salah satu cabang ilmu adalah ilmu Nahwu, belajar tata bahasa Arab tentang struktur kalimat dan perubahan bentuk kata dalam suatu Nahwu berfokus pada aturan-aturan yang menentukan posisi kata dalam sebuah kalimat serta perubahan akhir kata . Aora. berdasarkan fungsi kata tersebut, seperti apakah kata tersebut menjadi subjek . ubtada'), predikat . , objek . af'u. , atau lainnya. Ilmu Nahwu sangat penting dalam memahami makna yang benar dari kalimat- kalimat bahasa Arab. Dengan mempelajari Nahwu, seseorang bisa membedakan antara makna yang tepat dan yang salah, serta menyusun kalimat dengan tata bahasa yang benar. MubtadaAo ( UAUU(U aI e a aAdan Khobar UU) A ( a a Aadalah dua elemen penting dalam struktur Kata Benda . umlah ismiyya. dalam bahasa Arab. MubtadaAo (UAUU(U aI e a aAdan Khobar U)A( a adalah dua komponen utama dalam jumlah ismiyyah (Kata bend. dalam bahasa Arab. Kata Benda adalah kalimat yng dimulai menggunakan kata benda . MubtadaAo dan khobar berfungsi untuk membentuk makna kalimat secara lengkap, dengan mubtadaAo sebagai subjek dan khobar sebagai predikat. Penelitian mengenai mubtadaAo dan khobar sebelumnya telah banyak Misalnya, penelitian oleh Muhammad Juhri, dkk . dalam Hamalah Al-Qur'an: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-QurAoan juga membahas peran mubtadaAo dan khobar, tetapi lebih menekankan pada perubahan bentuk dalam konteks kalimat Kesenjangan penelitian ini, atau research gap, terletak pada kurangnya kajian pustaka yang secara khusus menganalisis peran mubtadaAo dan khobar dalam pembentukan kalimat bahasa Arab yang lebih sederhana namun krusial. Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menyajikan analisis mendalam berdasarkan studi pustaka yang komprehensif, sekaligus menawarkan Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 perspektif baru dalam memahami peran sentral kedua unsur ini. Adapun tujuan riset ini ialah sebagai identifikasi dan analisa konstribusi mubtadaAo dan khobar pada pembentukan kalimat bahasa Arab. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana peran mubtadaAo dan khobar dalam membentuk makna kalimat bahasa Arab? Seberapa penting pemahaman mengenai kedua elemen ini dalam pengajaran bahasa Arab? Topik ini penting untuk diangkat karena dalam pembelajaran bahasa Arab, pemahaman mendalam terhadap struktur kalimat dasar merupakan landasan untuk penguasaan keterampilan bahasa secara Penelitian ini ingin menyampaikan pesan bahwa pemahaman yang mendalam tentang struktur kalimat yang melibatkan mubtadaAo dan khobar adalah kunci untuk menghindari kesalahan dalam komunikasi. Asumsi dalam penelitian ini adalah bahwa peran mubtadaAo dan khobar sangat penting dalam pembentukan kalimat bahasa Arab yang efektif dan bermakna. Asumsi ini akan menjadi dasar dalam menganalisis berbagai contoh kalimat dan menyusun panduan dalam pengajaran gramatika bqhasa Arab. Riset ini diharapkan dapat/ bisa menyumbang nyata bagi pengembangan metode pengajaran bahasa Arab, terutama dalam hal mubtadaAo diberbagai jenjang pendidikan. Metode Dalam penelitian ini, peneliti memilih metode kualitatif menggunakan studi pustaka . ibrary researc. yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut (Adlini, 2. Penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian yang menggunakan buku-buku sebagai sumber data utamanya. Caranya dengan mengumpulkan, mengkaji dan menganalisis berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan pokok bahasan atau masalah yang diteliti. Tujuan utama riset kualitatif ialah sebagai mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti oleh Said . merupakan metode yang dipilih karena tujuan utama penelitian adalah memahami secara mendalam peran mubtadaAo dan khobar dalam pembentukan kalimat bahasa Arab melalui analisis teori dan literatur yang sudah ada. Objek penelitian ini, yaitu kajian tentang mubtadaAo dan khobar, dipilih karena kedua unsur ini merupakan komponen penting dalam struktur kalimat bahasa Arab. Namun, di banyak penelitian terdahulu, pembahasan secara mendalam mengenai fungsi dan kontribusi keduanya sering kali kurang mendapat perhatian Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini dapat menganalisis dan meninjau teori-teori yang telah dikembangkan sebelumnya untuk memperoleh pemahaman baru atau menegaskan konsep-konsep yang relevan. Sumber informasi untuk riset ini ialah literatur sekunder mencakup artikel, buku, jurnal, dan literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan subjek mubtadaAo dan khobar. Peneliti mengakses referensi ini melalui perpustakaan fisik maupun digital, serta basis data jurnal ilmiah. Sumber-sumber ini tidak hanya berasal dari penelitian yang dilakukan dalam bahasa Arab, tetapi juga mencakup karya-karya yang ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang relevan, terutama dalam Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 bidang linguistik, sintaksis, dan gramatika bahasa Arab. Penggunaan berbagai sumber dari berbagai perspektif memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pengetahuan yang membahas subjek secara lebih menyeluruh. Proses riset ini dimulai dengan pengumpulan data dari berbagai sumber literatur yang telah disebutkan. Setelah data terkumpul, peneliti melakukan analisis terhadap teori dan konsep yang berkaitan dengan peran mubtadaAo dan khobar. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan pandangan dari berbagai ahli, mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta menemukan kesenjangan teori yang Dari hasil analisis ini, peneliti kemudian menyusun kesimpulan yang merupakan jawaban atas pertanyaan penelitian. Penelitian ini mengikuti alur sistematis yang meliputi beberapa tahapan utama: . Identifikasi dan pengumpulan sumber literatur, . Analisis isi dan perbandingan teori, . Sintesis temuantemuan dari literatur, dan . Penyimpulan hasil penelitian. Berikut adalah skema alur penelitian yang digunakan: Pemilihan Topik Penelitian Pengumpulan Literatur Analisis Literasi Identifikasi Gap Penelitian Sintesis dan Penyusunan Kesimpulan Penyusunan Laporan Penelitian Dengan mengikuti langkah-langkah ini, penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam kajian gramatika bahasa Arab dan pemahaman peran penting mubtadaAo dan khobar dalam penyusunan kalimat. Hasil dan Pembahasan Identifikasi dan Analisis Peran MubtadaAo dan Khobar Dalam Pembentukan Kalimat Bahasa Arab . Pengertian MubtadaAo ( UA(U aI ea MubtadaAo adalah subjek atau pokok pembicaraan dalam sebuah kalimat. Biasanya berupa kata benda . atau frasa kata benda. MubtadaAo selalu marfuAo . erharakat dhammah atau yang setar. MubtadaAoun merupakan ismun marfuAoun yang merofakan mubtada bukan dengan amil lafadz seperti fa'il atau naibul fa'il, tetapi dengan amil maknawi, yaitu dengan ibtida atau permulaan kalimat (Fadilah & Zujhaira, 2. MubtadaAoun adalah kata benda . yang menjadi subjek atau pokok pembicaraan dalam Kata Benda. Kata "mubtada'" berasal dari kata dasar "ibtidaAo", yang berarti permulaan atau awal. Dalam Kata Benda, mubtada Aoselalu terletak di awal kalimat dan berfungsi sebagai topik utama yang akan dijelaskan oleh elemen lain, yaitu khobar . Menurut Shofiyullah al-Kahfi al-Hafidz, secara etimologis mubtadaAo berarti permulaan atau awal dari sesuatu. Adapun secara terminologis, mubtadaAo didefinisikan sebagai isim yang dibaca rafaAo dan tidak didahului oleh Amil lafdz, yakni tidak dipengaruhi oleh unsur gramatikal sebelumnya secara lafazd MubtadaAo bisa berada diawal kalimat dan bisa juga di akhir kalimat. MubtadaAo yang berada diawal kalimat ialah jika: Isim yang berfungsi sebagai Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 pembuka dalam sebuah kalimat seperti isim syarat, kata tanya . , atau ma (A )IAyang menunjukkan rasa takjub, memiliki kedudukan khusus sebagai pendahuluan. Contohnya dalam kalimat AIIU OCU EU OIIU ONU EEOO UA (Barang siapa yang membaca syair, maka akan bertambah kekayaannya dalam berbahas. , kata Manmerupakan mubtadayang harus diletakkan di awal karena perannya sebagai unsur pembuka dalam struktur kalimat (Harahap. Dalam kajian nahwu, mubtada merupakan elemen fundamental dalam pembentukan kalimat nominal. Secara langsung, mubtada dapat dilihat sebagai awal kalimat yang menjadi titik perhatian utama. Umumnya, mubtada berupa isim dan terletak di posisi terdepan kalimat, meskipun dalam situasi tertentu bisa berada di tempat lain. Fungsi utama mubtada adalah sebagai subjek dalam kalimat bahasa Arab yang tak menggunakan kata kerja. Dari sudut pandang tata bahasa, mubtada selalu muncul dalam keadaan marfu yang dibaca dengan harakat dhammah karena perannya sebagai subjek. Keberadaannya perlu dukungan dari unsur lain, yakni khobar, yang bertindak untuk menjelaskan kondisi atau informasi tentang mubtada (Nadira, 2. Mubtada, meski tampak sederhana, mempunyai beberapa kriteria tertentu agar keberadaannya diakui menurut aturan nahwu. Salah satu kriteria utama yaitu mubtada perlu berupa isim atau kata benda, sebab mubtada tidak dapat berbentuk fiAoil . ata Selain itu, mubtada juga harus memiliki sifat maAorifah . iketahui atau spesifi. , seperti nama orang, kata ganti, atau kata yang diawali dengan alif lam taAorif. Hal ini penting untuk menjelaskan subjek yang dibicarakan dalam Namun, dalam situasi tertentu, mubtada juga bisa tampil dalam bentuk nakirah . ata benda umu. , asalkan maknanya jelas karena terdukung oleh khobar. Sebagai contoh dalam kalimat dengan elemen pembatasan atau penegasan, mubtada nakirah tetap dianggap sah. Oleh karena itu, pemilihan mubtada tidak hanya ditentukan oleh bentuk katanya, tetapi juga oleh konteks serta kejelasan maknanya dalam kalimat secara keseluruhan (Naili, 2. Secara kaidah, terdapat beberapa syarat agar suatu kata dapat berfungsi sebagai mubtadaAo: A Ism(A)uIA: mubtadaAoharus berupa kata benda . , baik ism mufrod, ism mutsanna, atau ism jamaAo. A MaAorifat(A)IAA: mubtadaAoharus bersifat jelas . , seperti ismyang didahului alif lam, ism dhamir, atau ism Aoalam. ama seseoran. A MarfuAo(A)IAOA: mubtadaAoselalu dalam keadaan marfuAo, yaitu berharakat A Diawal kalimat(A)AOU EU EIEA: mubtadaAoberada pada awal kalimat yaitu sebagai subjek, tetapi ada kalanya mubtadaAoberada pada akhir kalimat apabila didahului oleh jar majrur, dzhorof madzhrufdan kalimat istifham. Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 . Ciri-Ciri MubtadaAo A Mubtada Aoselalu berupa isim . ata bend. A Mubtada Aoselalu berada dalam keadaan marfu Ao. erharakat dhammah atautanda yang sejeni. A MubtadaAo seringkali berada di awal kalimat. Pembagian MubtadaAo MubtadaAo dibagi menjadi 2, yaitu isim Dzohir dan isim dlomir. Isim Dzohir dan Isim Dlomir merupakan dua kategori dalam tata Bahasa Arab yang menggambarkan jenis-jenis kata benda . berdasarkan bentuk dan penggunaannya dalam kalimat. Isim Dzohir. Isim Dzohir adalah kata benda yang jelas dan nampak dalam Isim Dzohir merujuk pada sesuatu yang dapat dilihat atau disebutkan secara langsung, seperti nama orang, benda, atau tempat. Contoh: A a eE aEaa U aI aAO UeA Al-kitaabu mufiidun (Buku itu bermanfaa. "Ua a A( " a eE aEAAl-kitaab. adalah mubtadaAo yang berupa Isim Dzohir, yaitu "buku," dan dalam keadaan Sedangkan "UA( " aI aAOeAmufiidu. adalah khabar yang memberi keterangan tentang sifat buku tersebut. Isim Dlomir. Isim dlomir adalah kata ganti yang merujuk pada seseorang atau sesuatu tanpa menyebut namanya secara langsung. Isim dlomir menggantikan Isim Dzohir untuk mempersingkat kalimat dan menghindari Nama "dhomir" berasal dari isim ma'rifah, di mana mabni melambangkan "mutakallim" . rang yang berbicar. , "mukhotob" . rang yang diajak bicar. , dan "ghoib" . rang yang tidak hadir atau dibicaraka. Isim dlomir dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan siapa yang dirujuk. Jenis-jenis Isim dlomir: A Dhomir Muttashil (UAAEA a ca A aIOeU aIA a ) Dhamir muttashil adalah kata ganti yang terhubung langsung dengan pekerjaan . i'lu. , nomina . , atau harfun. Contoh: katabaka (UaA" = ) aEaaEADia menulis untukmu" baytuhu (UaA" = ) a eOaNARumahnya" A Dhomir Munfashil (UaEA a A aIOeU aI eIAA a ) Dhamir munfashil adalah kata ganti orang yang terpisah, tidak terhubung dengan kata lain. Contoh: Ana (A" = )aIaAsaya" Huwa (UA" = )N aaOAdia . " Hiya (UAaOA a A" = )NAdia . " Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 Pengelompokan Isim dlomir Berdasarkan Orang (Person. A Dhomir Mutakallim (Orang Pertam. AaIaA . = "Saya" AIA Ua eAIaA . = "Kami" A Dhomir Mukhatab (Orang Kedu. UaA a eIA . = "Kamu . aki-lak. " UAA a A a eIA . = "Kamu . " A a eI a aIUA . = "Kalian berdua" UA a eI a eIA . = "Kalian . aki-lak. " AIA Uca a A a eIA . = "Kalian . " A Dhomir Ghaib (Orang Ketig. UAN aaOA . = "Dia . aki-lak. " UAaOA a ANA . = "Dia . " ANa aIA . = "Mereka berdua" UANa eIA . = "Mereka . aki-lak. " UAN acaIA . = "Mereka . " Contoh Isim dlomir dalam Kalimat: a UAaIaA UAEaA Ana thaalibun (Saya adalah seorang sisw. "A( "aIan. adalah dhamir munfashil yang berarti "saya. UAA a AN aaOUOa eEaa UE eacA Huwa yaktubu aldarsa (Dia menulis pelajara. "UA( "N aaOAhuw. adalah dhamir munfashil yang berarti "dia . aki-lak. UAaE aaNaU a aOeA Kitaabuhu jadiidun (Bukunya bar. "UaA( "NAh. pada kata "kitaabuhu" adalah dhamir muttashil yang berarti "dia" . aki-lak. dan menunjukkan UaAU eEa aaOacA a AIa eIa UIa aeA Nahnu nadrusu al'arabiyyah (Kami belajar bahasa Ara. "UA( "Ia e aIAnahn. adalah dhamir munfashil yang berarti "kami. Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 . Pengertian MubtadaAo ( UA(U aI ea Khobar adalah predikat atau informasi yang diberikan tentang Khobar juga selalu dalam keadaan marfuAo. Khobar bisa berupa satu kata, frasa, atau klausa yang menjelaskan atau memberikan keterangan tentang MubtadaAo. Sebagaimana yang dikatakan N. Zaimah, dkk. Dalam jurnalnya bahwa Khobar . he predicate or the part of the sentence that provides information about the subjec. (Zaimah, 2. Ciri-Ciri Khobar. Menjelaskan Mubtada': Khobar memberikan informasi tambahan atau keterangan tentang mubtada'. Misalnya, jika mubtadaAo adalah "Zaid," maka khobar menjelaskan siapa atau bagaimana Zaid. A Raf' (Ber-I'rab Marfu'): Seperti mubtada', khobar dalam kalimat nominal juga harus dalam bentuk marfu' . engalami perubahan akhir kata dengan tanda yang sesuai, seperti dhammah . U ) untuk bentuk A Biasanya Setelah Mubtada': Umumnya, khobar muncul setelah Namun, dalam beberapa kasus tertentu, khobar bisa muncul sebelum mubtadaAo . hobar muqadda. Jenis-Jenis Khobar. Khobar Mufrad (UA) aaU aI eA aA. Khobar yang berupa satu kata saja . idak harus tunggal, bisa juga jamak atau dual, asalkan dalam bentuk kata tungga. Khobar mufrad tidak memerlukan keterangan tambahan. Contoh: a aO UA ca AEA a UA aI aA As-samaou saafiyatun (Langit cera. "UA aI aA ca A( "EAas-samao. adalah mubtada', dan "UaOaA . berupa satu kata. Khobar Ghoiru Mufrad Khabar Ghairu Mufrad ialah khabar yang merupakan dari jumlatun atau syibh jumlatun. Khabar Jumlatun (UA) aaU a eIEaA. yang berupa kalimat lengkap, baik kalimat verbal . umlah fi'liyya. maupun kalimat nominal . umlah ismiyya. ca AEA Contoh: AIA Ua A acacEa UOa aea eOA ca A"EA Ath-thullaabu yadrusuuna (Para siswa sedang belaja. "UaA acacEA . th-thullaab. adalah mubtada', dan "UaA( "Oa aea eOIAyadrusuun. adalah khobar yang berbentuk jumlah fi'liyyah. Khobar Syibh Jumlah (U Aa a aU aeNA UA) a eIEa eA. Khobar yang berupa frasa preposisi . ar majru. atau frasa adverbial ca AEaOUEA . Contoh: UA aOEa aA a U aAE aEaA Al-kitaabu Aoala ath-thaawilati (Buku ada di atas mej. "Ua a A( "E aEAalca AEaOU EA kitaab. adalah mubtada', dan "UA aOEa aA a " (Aoala ath-thaawilat. adalah khobar yang berbentuk syibh jumlah . reposisi obje. Dari perspektif tata bahasa, mubtadaAo dan khobar biasanya berada dalam status marfuAo . ibaca dengan dhamma. , meskipun bentuknya bisa bervariasi. Mubtada biasanya adalah isim atau kata benda, hal ini juga berlaku untuk khobar. Namun, khobar dapat juga berupa kalimat, baik kalimat fi'il . Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 maupun kalimat ismiyyah, tergantung pada konteks dan strukturnya. Ini menunjukkan bahwa khobar memiliki fleksibilitas dalam bentuk, selama dapat menjelaskan mubtada dengan baik. Dalam situasi tertentu, khobar bisa mendahului mubtada, terutama jika khobarnya adalah kalimat fi'il atau ketika kalimat tersebut memerlukan penekanan tertentu. Meskipun biasanya mubtada berada di awal kalimat, dalam kondisi tertentu, urutan ini dapat diubah tanpa merubah makna atau melanggar kaidah nahwu. Perubahan posisi ini memungkinkan karena struktur bahasa Arab cukup fleksibel (Nasrulloh & Mufidah, 2. Dalam kajian ilmu nahwu, susunan mubtadaAo dan khabar ini dikenal dengan jumlahismiyah(UUAEIEA A)uEIOA. (Mahmuddin, 2. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa MubtadaAo dan khobar memegang peran esensial dalam pembentukan makna kalimat bahasa Arab. Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan. MubtadaAo adalah elemen yang membawa subjek atau pokok bahasan, sedangkan khobar melengkapi informasi yang terkait dengan subjek tersebut. Temuan Ini sesuai dengan teori yang diuraikan oleh KH. Ali Syubro Mullisi yang menyatakan bahwa MubtadaAo adalah isim yang dibaca rofaAo pada kalimat pertama, sementara khobarun adalah ismun yang menyempurnakan kaidah MubtadaAoun. Temuan itu juga diperkuat oleh literatur lain yang mendefinisikan MubtadaAo sebagai elemen pertama dalam kalimat dan khobar sebagai bagian yang memberikan informasi tambahan yang menyempurnakan makna. Dalam kajian penelitian terdahulu, oleh Muhammad Zuhri. dalam Hamalatul QurAoan mengkaji MubtadaAo dan khobar dalam konteks kalimat kompleks, namun kurang mendalami analisis pada kalimat sederhana yang lebih relevan untuk pemahaman dasar gramatika bahasa Arab. Dalam hal ini, penelitian ini memiliki kontribusi yang signifikan dengan mengisi kesenjangan . esearch ga. dari penelitianpenelitian sebelumnya yang kurang memberi perhatian pada analisis peran MubtadaAo dan khobar dalam kalimat sederhana. Artikel ini memiliki kontribusi yang penting bagi pengembangan studi gramatika bahasa Arab, terutama dalam kajian nahwu. Pemahaman yang lebih dalam mengenai peran MubtadaAo dan khobar dapat membantu meningkatkan kemampuan pengajar bahasa Arab untuk menyusun materi yang lebih efektif, terutama dalam pengajaran pemula. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan landasan yang kuat untuk memahami bahwa meskipun MubtadaAo dan khobar terlihat sederhana, mereka memiliki implikasi besar dalam pembentukan kalimat yang bermakna. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kedua elemen ini, para pelajar diharapkan mampu membuat kalimat yang lebih tepat dalam komunikasi sehari-hari serta dalam teks-teks yang lebih formal. Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 Berdasarkan temuan penelitian ini, tindakan yang perlu dilakukan oleh pengajar dan institusi pendidikan adalah mengintegrasikan materi pembelajaran yang secara khusus fokus pada peran MubtadaAo dan khobar di kelas bahasa Arab, terutama bagi siswa pemula. Penekanan terhadap pentingnya memahami kedua unsur ini secara mendalam harus dimasukkan dalam kurikulum, sehingga siswa memiliki dasar yang kuat sebelum mempelajari struktur kalimat yang lebih kompleks. Temuan yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang mubtadaAo dan khobar sangat relevan, terutama bagi siswa pemula. Hal ini karena keduanya adalah elemen dasar dalam struktur Kata Benda, yang banyak ditemukan dalam teks-teks bahasa Arab. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan kajian ini dengan melakukan analisis yang lebih mendalam tentang MubtadaAo dan khobar dalam konteks kalimat yang lebih kompleks dan variatif. Selain itu, penelitian berbasis eksperimen yang mengikut sertakan murid dengan nyata pada hal pembelajaran juga diperlukan untuk menguji efektivitas pembelajaran yang difokuskan pada peran MubtadaAo dan khobar. Mubtada dan khabar merupakan inti dari kalimat nominal . umlah ismiyya. , yakni kalimat yang mengandung informasi atau berita tanpa keterlibatan kata kerja secara langsung. Dalam tradisi tata bahasa Arab, struktur ini dijelaskan dalam cabang ilmu nahwu, yang oleh AlGhulayaini didefinisikan sebagai ilmu yang mengatur posisi akhir kata dalam kalimat berdasarkan aturan iAorab . erubahan gramatika. atau binaAo. (Astia, 2. Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa mubtadaAo dan khobar memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan makna kalimat dalam bahasa Arab, khususnya dalam kalimat nominal . umlah ismiyya. MubtadaAo berfungsi sebagai subjek atau pokok pembicaraan, sementara khobar memberikan informasi yang melengkapi dan menjelaskan subjek tersebut. Mubtada', sebagai elemen pertama dalam kalimat nominal, selalu dalam keadaan marfu' dan dapat berupa Isim Dzohir . ata benda yang jelas terliha. atau Isim dlomir . ata gant. Sedangkan khobar, yang juga berada dalam keadaan marfu', bisa berupa satu kata, frasa, atau klausa yang melengkapi informasi tentang mubtada'. Studi ini menyoroti bahwa pemahaman yang mendalam terhadap mubtadaAo dan khobar sangat esensial dalam pembelajaran gramatika bahasa Arab. Dengan memahami struktur dasar ini, siswa dapat lebih mudah menyusun kalimat yang tepat dan bermakna, serta menghindari kesalahan dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam teks formal. Penelitian ini juga mengisi kesenjangan dari studi sebelumnya yang kurang mendalami analisis pada kalimat sederhana. Kontribusi penelitian ini penting bagi pengembangan metode pengajaran bahasa Arab yang lebih efektif, terutama untuk siswa pemula. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kedua elemen ini, pengajar dapat menyusun materi ajar yang lebih terarah, sehingga siswa dapat Al-Fusha: Arabic Language Education Journal. Vol. 8 No. 1 January 2026 membangun fondasi tata bahasa yang kuat sebelum mempelajari struktur kalimat yang lebih kompleks. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini memperkuat pentingnya mubtadaAo dan khobar dalam tata bahasa Arab dan memberikan dasar kuat bagi pengembangan kurikulum yang lebih efektif untuk mengajarkan gramatika bahasa Arab. Sebagai saran, temuan ini menekankan pentingnya pengintegrasian materi yang fokus pada mubtadaAo dan khobar dalam kurikulum bahasa Arab. Hal ini akan memberikan landasan kuat bagi siswa sebelum mempelajari struktur kalimat yang lebih kompleks. Selain itu, penting untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, serta melakukan penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi peran keduaunsur ini dalam kalimat yang lebih variatif. References