JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 PENGARUH PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DAN QUALITY CONTROL TERHADAP KUALITAS PRODUK PT. IK PRECISION INDONESIA CIKARANG JAWA BARAT Juhaeti Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, juhaeti@unsurya. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang ada pada saat ini, persaingan antar perusahaan pun semakin ketat. Salah satu cara agar bisa memenangkan persaingan tersebut adalah dengan menerapkan strategi Ae strategi yang memberikan perhatian penuh terhadap kualitas produk dan jasa yang dihasilkan. Kualitas produk yang baik dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan perusahaan berdasarkan kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: standar operasional produk terhadap kualitas produk PT. IK Precision Indonesia, quality control terhadap kualitas produk PT. IK Precision Indonesia, standar operasional prosedur dan quality control secara simultan terhadap kualitas produk PT. IK Precision Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer sebagai sumber data yang diperoleh dari hasil angket. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji validitas dan reliabilitas , uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinieritas, uji linearitas, uji hipotesis serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . variabel standar operasioanal prosedur berpengaruh positif dan signifikan sebesar 25,1% terhadap kualitas produk PT. IK Precision Indonesia, . variabel quality control berpengaruh positif dan signifikan sebesar 77,4% terhadap kualitas produk PT. IK Precision Indonesia, . variable standar operasional prosedur dan quality control secara Simultan berpengaruh positif dan signifikan sebesar 68,6% terhadap variabel kualitas produk PT. IK Precision Indonesia, sisanya di pengaruhi oleh variable lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Keywords: Standar Operasional Prosedur. Quality Control. Kualitas Produk. Abstract This research is motivated by the development of modern science and technology that exists at this time, competition between companies is getting tougher. One way to win the competition is to implement strategies that pay full attention to the quality of the products and services produced. Product quality is good and in accordance with the quality standards set by the company based on market needs. This study aims to examine: product operational standards on product quality of PT. IK Precision Indonesia, quality control of PT. IK Precision Indonesia, standard operating procedures and quality control simultaneously on the product quality of PT. IK Precision Indonesia. In this study using a quantitative approach with primary data as a source of data obtained from the results of the questionnaire. The analytical method in this study is multiple regression analysis, validity and reliability test, classic assumption test consisting of normality test, heteroscedasticity test, multicollinearity test, linearity test, hypothesis test and coefficient of determination test. The results of this study indicate that . the standard operating procedure variable has an effect of 25,1% and is significant on the product quality of PT. IK Precision Indonesia, . the quality control variable has an effect of 77,4% and is significant for the product quality of PT. IK Precision Indonesia, . the standard operating procedure and quality control variables together have an effect of 68,6% and are significant to the product quality variables of PT. IK Precision Indonesia. Keywords: Standard Operating Procedures. Quality Control. Product Quality 84 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 PENDAHULUAN setiap pelaku industri yang ada saat ini. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang ada pada saat ini, persaingan antar perusahaan pun semakin ketat. Salah satu cara agar bisa memenangkan persaingan tersebut adalah dengan menerapkan strategi Ae strategi yang kualitas produk dan jasa yang dihasilkan. Kualitas produk yang baik dan sesuai dengan standar kualitas yang perusahaan berdasarkan kebutuhan pasar. Beberapa tahun belakangan ini banyak belomba-lomba meningkatkan kualitas produk mereka, hal ini tujuannya adalah agar perusahaan berusaha untuk memenuhi standar mutu yang diinginkan oleh konsumennya untuk dapat bersaing dalam pasar, (Ariana dalam E kiki dkk,2. Bukan hanya kualitas tapi, kenyamanan, kemudahan. Hal ini dibuktikan dengan perusahaan tidak hanya mempertahankan kualitas yang mereka miliki namun juga, meningkatkannya dalam bentuk bahan baku yang diperoleh, standar oprasional yang dilakukan, kualitas mesin produksi yang ditingkatkan, juga kualitas Kualitas sendiri tidak dapat meningkat jika hanya dengan ditingkatkannya hal-hal yang telah disebutkan di atas, namun juga pemeriksaan yang dilakukan oleh Perusahaan secara berkala juga sangatlah penting guna dapat mengontrol tingkat kualitas produksi Akibatnya perusahaan dituntut untuk lebih piawai dan selalu siap pada perubahan yang terjadi dalam dunia industri, terutama dalam hal Kualitas . ontinuous dengan menciptakan produk-produk baru yang berkualitas serta berteknologi tinggi serta PT. IK Precision Indonesia (IKPI) adalah perusahaan pembuat AuPlastik Part yang presisi dan perakitan dari Komponen Mekanik ElektrikAy menempatkan kualitas sebagai prioritas utama untuk mencapai kepuasan pelanggan dan Oleh sebab itu PT. IK Precision Indonesia membuat Departement pengawasan kualitasnya, yaitu OQC (Outgoing Quality karyawan yang bekerja di sana. dilakukan dalam upaya meningkatkan daya saing produk yang mereka miliki di pasaran. tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh Contro. terpisah dari departmen produksinya, agar mutu dapat langsung terkontrol oleh penyimpangan yang terjadi baik sebelum produk diproduksi, pada saat produksi, sampai produk siap diluncurkan kepasaran. Tujuannya agar semakin sedikit produk cacat yang diterima pelanggan, sehingga semakin sedikit komplain yang diterima perusahaan dari pelanggan, maka loyalitas pelanggan terhadap produk akan bertambah, yang berarti margin keuntungan perusahaan akan meningkat pula 85 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS (D. Sukma Vol. Nomor 1 Januari 2024 Atminingsih Dian Fransiska, 2. terjadi pelanggaran SOP di Departement Sistem Quality control masih kurang Berdasarkan tabel 1 di atas masih sering dapat mengakibatkan hasil kualitas yang tidak perusahaan dan mengakibatkan adanya claim Adapun fenomena pengendalian kualitas customer pada saat proses produksi sehingga QC (Quality Contro. terhadap lot reject terjadinya stop line yang mengakibatkan production dapat dilihat pada Gambar berikut: Quality Control. Dimana pelanggaran tersebut Sistem pengendalian kualitas digunakan agar dalam mencapai hasil yang memuaskan dan sesuai dengan kualitas mutu yang baik. Hal ini meminimalkan jumlah claim customer dan menciptakan kualitas produk yang baik. Oleh karena mutu merupakan hal yang paling Gambar 1. Hasil Laporan Lot Reject Production Periode Januari Ae Desember Sumber: PT. IK Precision Indonesia penting bagi perusahaan maka pengendalian Berdasarkan Gambar 1 di atas, quality kualitas merupakan suatu prioritas, karena control (QC) mengalami naik turun yang tidak menentu, dapat dilihat di setiap bulannya diketahui hal-hal apa saja yang dapat terjadi kenaikan dan penurunan penemuan lot membuat image perusahaan baik di mata reject production. Jika performa quality Adapun Fenomena penerapan SOP (Standar Operasional Prosedu. terhadap kepercayaan terhadap pengendalian kualitas yang ada di Departement QC. pelanggaran yang terjadi di Departement Adapun fenomena kualitas produk OQC OQC (Outgoing Quality Contro. dapat terhadap claim customer, dapat dilihat pada dilihat pada tabel berikut: Gambar berikut: Tabel 1. Hasil Pelanggaran SOP Periode Januari Ae Desember 2021 Jenis Pelanggaran Tidak approval sample Tidak melihat WI (Work Instructio. Tidak memakai jig Jumping process Tidak sarung tangan Sumber: PT. IK Precision Indonesia Jumlah Pelanggaran 3 kali 5 kali 3 kali 5 kali 3 kali Gambar 2. Customer Claim Sumber: PT. IK Precision Indonesia Berdasarkan Gambar 2 di atas kualitas produk terdapat customer claim yang melebihi target, data di atas menunjukkan kualitas 86 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 produk belum memberikan hasil yang AyPengaruh Penerapan Standar Operasional Prosedur Dan Quality Control Terhadap mendapatkan customer claim yang selalu di Kualitas Produk Pada PT. IK Precision atas target. Indonesia Cikarang Jawa BaratAy. Meskipun PT. IK Precision Indonesia . uality KERANGKA TEORI Standar Operasional Prosedur Menurut Tambunan . alam Winata, penyimpangan atau ketidaksesuaian yang 2015:. SOP adalah sekumpulan prosedur melebihi standar toleransi yang ditetapkan. operasional standar yang digunakan sebagai Hal ini terbukti dari tabel di atas yang menunjukkan adanya customer claim yang memastikan langkah kerja setiap anggota Hal ini menunjukkan bahwa telah berjalan secara efektif dan konsisten, sistem pengendalian kualitas produk . uality serta memenuhi standar dan sistematika. yang dilaksanakan oleh perusahaan Menurut Fajar NurAoaini D. F . SOP belum optimal sehingga perlu dilakukan analisis mengenai upaya-upaya pengendalian karyawan dapat menjalankan pekerjaannya. kualitas yang dilakukan dan mencari sebab Oleh karena itu, setiap posisi dalam organisasi memiliki SOP yang berbeda dengan posisi yang lain. Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sistem yang disusun untuk penyimpangan atau ketidaksesuaian dapat memudahkan, merapihkan dan menertibkan diminimalisasi untuk meningkatkan kualitas Sistem ini berisi urutan proses produk yang dihasilkan oleh PT. IK Precision melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir. Indonesia. Sailendra, . menyatakan AuStandard Berdasarkan uraian latar belakang di Operating Procedure (SOP) atas, dapat dilihat bahwa adanya masalah atau panduan yang digunakan untuk memastikan gap antara teori dan harapan dengan perusahaan berjalan dengan lancarAy. Dimana Prawirosentono . alam E kiki dkk, 2. Menurut Maria Moreno-Villanueva etc menyatakan bahwa AuKegunaan pengendalian . A SOP is a set of written instructions mutu adalah sebagai alat kendali dalam that document how the involved recruiting proses pembuatan suatu produk . agar and study staff executes the tasks and which sesuai dengan mutu yang direncanakanAy. materials are used. Menurut Hartatik . alam Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk Abdul waris, 2020:. Standard Operating Procedure (SOP) adalah satu set instruksi 87 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 tertulis yang digunakan untuk kegiatan rutin atau aktivitas yang berulang kali dilakukan konsumen, agar barang atau jasa yang Sedangkan Budiharjo . alam Abdul waris, 2020 :. mutu/kualitas yang direncanakanAy. menyatakan Standard Operating Procedure Adapun menurut Assauri . alam E kiki dkk, 2019:. AuPengawasan mutu . uality pengatur, yang mengatur tahapan suatu contro. adalah kegiatan untuk memastikan proses kerja atau prosedur kerja tertentu. (SOP) Menurut Arini . alam Abdul waris, . dapat tercermin dalam hasil akhir. AuSOP atau disebut juga sebagai Dengan perkataan lain, pengawasan mutu prosedur, merupakan dokumen yang lebih merupakan usaha untuk mempertahankan jelas dan rinci untuk menjabarkan metode mutu/kualitas dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang mengimplementasikan dan melaksanakan kebijakan dan aktivitas organisasi seperti pimpinan perusahaan. Pengendalian kualitas yang ditetapkan dalam pedoman. Pengendalian Kualitas menjamin tingkat kualitas dalam produk atau Menurut Pasaribu Downt Handoko . alam Teuku isnaini, 2021:. , "Quality is a condition of an item" based onn on the assessment of its conformity manajemen manufaktur atau pabrik yang with the measurement standards that have been set. Ay Aupengendalian mutu/kualitas samaAy. Pengendalian kualitas dilakukan agar Memproduksi barang dengan mutu yang dapat menghasilkan produk berupa barang sama dapat dijelaskan bahwa barang yang atau jasa yang sesuai dengan standar yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan. Kualitas atau mutu suatu memperbaiki kualitas produk yang belum barang dan jasa juga dipengaruhi oleh proses sesuai dengan standar yang telah ditetapkan operasi mulai dari awal sampai akhir produk tersebut diserahkan ke konsumen atau Sebagaimana yang dijelaskan oleh Prawirosentono . alam E kiki dkk, mewujudkan terciptanya kualitas yang baik 2019:. AuPengendalian Perusahaan kegiatan terpadu mulai dari pengendalian menjaga konsistensinya agar tetap sesuai standar mutu bahan, standar proses produksi, barang setengah jadi, barang jadi, sampai menerapkan sistem pengendalian kualitas 88 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 . uality contro. atas aktivitas proses yang Penelitian Terdahulu Penelitian Zahara Tania . dengan judul AuAnalisa SOP Bagian Quality Control Kualitas Produk Menurut Nasution . alam E kiki dkk. Terhadap Kualitas Produk Paper Bag Di PT. menyatakan bahwa. AuKualitas Glory adalah conformancetorequirements, yaitu menunjukkan bahwa: . SOP memberikan pengaruh positif terhadap kualitas produk, . Suatu Offset Quality PressAy, kualitas apabila sesuai dengan standar positive terhadap kualitas produk, . SOP dan kualitas yang telah ditentukan. Standar Quality mutu/kualitas meliputi bahan baku, proses positive terhadap Quality Control. produksi dan produk jadiAy. Adapun Fahmi Penelitian Pratama Hari Putra dan menjelaskan kualitas produk dari pihak Fauzia . dengan judul AuPengaruh produsen dan konsumen, dimana menurut Penerapan SOP dan Pengendalian Kualitas Fahmi . alam E kiki dkk, 2019:. AuSebuah (QC) Terhadap Keunggulan Bersaing Pada produk dianggap memiliki mutu jika produk Distro Kota TasikmalayaAy, hasil analisis tersebut sesuai dengan harapan berbagai menunjukkan bahwa: . SOP memberikan konsumenAy. Kualitas Pengendalian Kualitas berpengaruh langsung terhadap kepuasan pelanggan, sebagaimana menurut Nasution . alam E kiki dkk, 2019 :. yang Pengendalian Kualitas membuktikan secara SOP AuKualitas simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing. pelanganAy. Menurut Kualitas Penelitian E kiki, dkk . (Quality Pengendalian Contro. Untuk Kualitas Meningkatkan Kualitas Produk yang Dihasilkan Pada CV. Bina Tehnik PematangsiantarAy, hasil analisis konsumen akan penggunaan produk. Ada menunjukkan bahwa: . Berdasarkan hasil tiga alasan kualitas merupakan sesuatu yang penting, yaitu: ketidaksesuaian yang ditemukan pada saat QC Reputasi perusahaan Keandalan produk akhir/produk jadi karoseri didominasi hamper Keterlibatan global Daryanto AuAnalisis . ketidaksesuaian yaitu keadaan cat/warna serta 89 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 fungsi lampu dan selang. Dari analisis analisis tersebut ke dalam bahasa kualitatif. Penelitian diagram/diagram diketahui faktor penyebab penyimpangan langsung untuk memperoleh gambaran yang atau ketidaksesuaian yaitu berasal dari factor jelas terhadap permasalahan yang sering bahan baku, manusia atau pekerja, metode Setelah itu akan dilakukan wawancara kerja dan lingkungan. dengan pihak Ae pihak yang berkompeten agar mendapatkan informasi yang lebih terperinci Kerangka Pemikiran sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini SOP (X. dilaksanakan di PT IK Precision Indonesia Kualitas Produk (Y) adalah perusahaan manufaktur beralamat di Jl. Jababeka XVII-F. Kawasan Industri Cikarang. QC (X. : secara parsial : secara simultan Cikarang Utara. Bekasi. Jawa Barat 17530. Gambar 3. Kerangka Pemikiran Indonesia. Waktu penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari 2023 sampai dengan bulan Dalam kerangka berfikir di atas, maka Juni 2023. Populasi dari penelitian ini adalah Departement OQC (Outgoing sementara yang diambil sebagai hipotesis Quality Contro. dan IPQC (Inline Product sebagai berikut: Quality H1 : Terdapat pengaruh Standar Operasional Teknik pengambilan sampel dari Prosedur terhadap kualitas produk pada penelitian ini adalah nonprobability sampling PT. IK Precision Indonesia . ampling jenu. Dengan demikian jumlah Contro. H2 : Terdapat pengaruh Quality Control responden yang digunakan pada penelitian ini secara parsial terhadap kualitas produk seluruh dari populasi yaitu sebanyak 105 pada PT. IK Precision Indonesia H3 : Terdapat pengaruh Standar Operasional Dalam penelitian ini ada dua variabel Prosedur dan Quality Control secara yang digunakan yaitu variabel independen atau simultan terhadap kualitas produk pada variabel bebas . tandar operasional prosedur PT. IK Precision Indonesia dan pengendalian kualita. dan variabel dependen atau variabel terikat . ualitas METODE PENELITIAN Penelitian Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada para pendekatan kuantitatif, artinya variabel- karyawan yang telah terpilih sebagai sampel Seluruh variabel dalam penelitian diterjemahkan ke dalam angka kuantitatif ini diukur dengan menggunakan Skala Likert dengan skala 1 sampai 5. Metode analisis data adalah cara Ae cara yang digunakan untuk 90 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 menganalisis data agar sesuai dengan tujuan Berdasarkan tabel 3 hasil pengujian Analisis data pada penelitian ini instrument menggunakan bantuan program SPSS SPSS 25. 0 menunjukkan bahwa variabel (Software Statistical Package for the Sosial standar operasional prosedur setiap item Science. Pada penelitian ini pertanyaan yang diajukan kepada responden dinyatakan valid, dikarenakan skor r hitung kuantitatif, seperti tercantum pada tabel 2 di lebih besar apabila dibandingkan dengan r bawah ini: tabel yang bernilai 0,361. Tabel 4. Hasil Uji Validitas X2 Tabel 2. Uji Instrumen & Teknik Analisis Data Analisis Teknik Analisis Uji Instrumen Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik & Dasar Regresi Linear Berganda Hipotesis Rsquare Uji Validitas Uji Reliabilitas Karakteristik Responden Distribusi Tanggapan Responden Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas Uji Linearitas Uji Multikolinearitas Analisis Regresi Linear Berganda Uji Hipotesis secara Uji Hipotesis secara Koefisien Determinasi r hitung 0,771 0,476 0,612 0,667 0,702 0,688 0,658 0,522 0,594 0,732 0,673 0,633 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah oleh penulis, 2023 Berdasarkan tabel 4 hasil pengujian instrument HASIL DAN PEMBAHASAN menggunakan bantuan program SPSS 25. Uji Instrumen (Uji Validitas dan Uji Reliabilita. menunjukkan bahwa variabel quality control Berdasarkan dari hasil perhitungan responden dinyatakan valid, dikarenakan skor SPSS versi 25. 0 untuk ketiga variabel, r hitung lebih besar apabila dibandingkan ditunjukkan pada tabel di bawah ini: dengan r tabel yang bernilai 0,361. setiap item pertanyaan yang diajukan kepada Tabel 3. Hasil Uji Validitas X1 r hitung 0,628 0,584 0,738 0,721 0,609 0,606 0,699 0,605 0,688 0,721 0,601 0,514 0,640 0,781 0,666 0,677 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah oleh penulis, 2023 Tabel 5. Hasil Uji Validitas Y r hitung 0,584 0,485 0,701 0,699 0,619 0,490 0,601 0,713 0,711 0,769 0,766 0,643 0,645 0,755 0,745 0,587 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah oleh penulis, 2023 91 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Berdasarkan tabel 5 hasil pengujian Berdasarkan tabel 7 di atas terlihat instrument menggunakan bantuan program bahwa responden berjenis kelamin SPSS 25. 0 menunjukkan bahwa variabel sebanyak 30 orang dengan persentase 40%, kualitas produk setiap item pertanyaan yang sedangkan responden berjenis kelamin wanita diajukan kepada responden dinyatakan valid, sebanyak 45 orang dengan persentase 60%. dikarenakan skor r hitung lebih besar apabila Usia responden didominasi yang terbanyak dibandingkan dengan r tabel yang bernilai adalah usia 20 - 25 tahun sebanyak 53 orang 0,361. dengan persentase 70,70%. Dan diikuti dengan Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Standar Operasional Prosedur Quality Control Kualitas Produk r hitung 0,584 Ket Valid usia responden 18 - 20 tahun sebanyak 11 orang dengan persentase 14,70%. Jumlah responden didominasi dengan Pendidikan 0,485 Valid 0,701 Valid terakhir setara SMA/SMK sebanyak 69 responden . %) dibanding berpendidikan D3 hanya 1 responden . ,30%) dan S1 5 Sumber: Data diolah oleh penulis, 2023 Berdasarkan tabel 6 hasil pengujian reliabilitas instrument yang dilakukan dengan bantuan SPSS 25. 0 diketahui bahwa semua variable reliabel, hal ini disebabkan nilai r hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai . %) dibanding masa bekerja 3 Ae 10 tahun hanya terdapat 18 responden . %) dan 10 Ae Distribusi Tanggapan Responden Tabel 7. Karakteristik Responden selama 1 Ae 3 tahun sebanyak 54 responden . %) dari 75 responden. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden responden didominasi dengan masa bekerja 20 tahun bekerja hanya terdapat 3 responden r tabel. ,70%) dari 75 responden. Jumlah Karakteristik Usia 18 - 20 Th 20 - 25 Th 25 - 30 Th 30 - 45 Th Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Pendidikan SMA/SMK D4/S1 Jumlah Masa Kerja 1-3 Th 3-10 Th 10-20 Th Jumlah Pengukuran dilakukan dengan cara Jumlah menghitung rata-rata skor jawaban responden terhadap elemen-elemen tersebut: ycU= Dimana: n Oc ycUycn ycu = Jumlah Data Oc Xi = Jumlah nilai seluruh data Untuk mengukur klarifikasi interval, maka digunakan rumus: yaycuycyceycycycayco = ycIycoycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn Oe ycIycoycuyc ycyceycyceycuyccycaEa Skor tertinggi = 5 x 75 = 375 Skor terendah = 1 x 75 = 75 yaycuycyceycycycayco = 375 Oe 75 = 60 Sumber: Data diolah oleh penulis, 2023 92 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Berdasarkan Vol. Nomor 1 Januari 2024 didapat, maka hasil penelitian responden dapat dikelompokkan sebagai berikut: Tabel 8. Interval Nilai Responden Interval Kelas 315 Ae 375 255 Ae 314 195 Ae 254 135 Ae 194 75 Ae 134 Kriteria Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Cukup Setuju (CS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Sumber: Data olahan Berikut ini penulis sajikan rekapitulasi atas nilai tanggapan responden untuk ketiga variabel, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 9. Rekapitulasi Nilai Tanggapan Responden Atas Indikator Variabel X1 Nilai Ket Rata342,1 Sumber: Data olahan Nilai Ket Gambar 4. Normalitas Dengan Normal Probability plot Pada Gambar 4 di atas terlihat bahwa Nilai Ket Berdasarkan tabel 9 di atas, dapat Sumber: Data diolah SPSS 25. data ploting . itik-titi. mengikuti garis diagonal, maka kesimpulan uji normalitas adalah model regresi berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 10. Hasil Pengujian Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Standar Operasional Prosedur (X. Quality Control (X. Dependent Variabel: Kualitas Produk (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25. Berdasarkan hasil pengolahan data tabel responden atau karyawan untuk ketiga 10 Tabel Tolerance dan VIF, diketahui nilai variabel mendapat nilai rata-rata termasuk VIF kedua variabel, yaitu budaya organisasi dalam kategori Sangat Setuju. sebesar 2,717 dan disiplin kerja juga 2,717. keduanya lebih kecil dari 5,0. berarti bahwa Uji Asumsi Klasik & Dasar Uji Normalitas antara kedua variabel tidak terjadi persoalan 93 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Uji Heteroskedastisitas Analsis Regresi Linear Berganda Tabel 11. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Variabel Standar Operasional Prosedur (X. Quality Control (X. Sumber: Data diolah SPSS 25. Tabel 13. Hasil Pengujian Regresi Berganda Unstandardized Residual Sig. -taile. 0,651 0,549 dengan nilai residual > 0,05 sehingga dapat Nilai signifikan 2-tailed X1: 0,651, dan X2: 0,549, > dari 0,05. Hal ini menyatakan bahwa varian residual model regresi ini adalah homogen atau model regresi yang diperoleh terbebas dari kasus Tabel 12. Hasil Pengujian Linearitas Variabel Kualitas Produk * Standar Operasional Prosedur Kualitas Produk * Quality Control Sumber: Data diolah SPSS 25. (Constan. Standar Operasional Prosedur (X. Quality Control (X. Dependent Variabel: Kualitas Produk (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25. Berdasarkan tabel 13 di atas, diperoleh persamaan regresi linear berganda, sebagai Y = 13,340 0,251 X1 0,774 X2 Berdasarkan persamaan regresi linear berganda yang telah diuji tersebut dapat dijelaskan bahwa: Nilai constanta adalah 13,340 artinya jika tidak terjadi perubahan variable standar operasional prosedur dan quality control Uji Linearitas Unstandardized Coefficients Std. Error Berdasarkan Tabel 11 semua predictor Model Linearity Sig. 0,000 iali X1 dan X2 adalah . maka kualitas produk pada PT. Ik Precision Indonesia Cikarang adalah sebesar 13,340. Nilai koefisien regresi standar operasional prosedur adalah 0,251, artinya jika variabel 0,000 (X. Berdasarkan hasil uji linearitas untuk meningkat sebesar 1% dengan asumsi kualitas produk (Y), standar operasional variabel quality control (X. dan konstanta prosedur (X. , quality control (X. adalah 0 . , maka kualitas produk disajikan pada tabel 12, didapatkan nilai pada PT. Ik Precision Indonesia Cikarang signifikansi pada Linearity sebesar 0,000 dan meningkat sebesar 25,1%. Hal tersebut 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen yaitu variabel berkontribusi positif bagi kualitas produk, standar operasional prosedur dan variabel sehingga semakin ketat prosedur yang quality control memiliki hubungan yang diberlakukan di PT. Ik Precision Indonesia linier terhadap varibel dependen atau varibel Cikarang, maka makin meningkat pula kualitas produk. Sehingga untuk uji linearitas kualitas produk yang dihasilkan. sudah terpenuhi. 94 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 Nilai koefisien regresi quality control adalah 0,774 artinya jika variabel quality control (X. meningkat 1% dengan asumsi prosedur (X. dan konstanta . adalah 0 lebih besar dari pada t tabel 1,993. Uji Hipotesis Pengaruh Simultan X1 dan X2 Terhadap Y Tabel 16. Hasil Pengujian Regresi Berganda Model Regression . , maka kualitas produk pada PT. Residual Precision Indonesia Cikarang meningkat Total sebesar 77,4%. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel quality control yang kualitas produk, sehingga semakin besar quality control, maka makin meningkat pula kualitas produk yang dihasilkan. Sig. Dependent Variable: Kualitas Produk (Y) Predictors: (Constan. Quality Control (X. Standar Operasional Prosedur (X. Sumber: Data diolah SPSS 25. Berdasarkan Tabel 16 didapat nilai F hitung 78,769 . Dari tabel distribusi F pada tingkat signifikas 5% atau 0,05 baris ke 75 Ae 3 atau ke 72 dan kolom ke 2, diperoleh Ftabel 3,12. Dengan demikian nilai F hitung lebih Uji Hipotesis Uji Hipotesis Terhadap Y Pengaruh Parsial dimana F sig. 0,000 lebih kecil daripada 0,05 maka Ho ditolak dan H3 diterima. Dapat Tabel 14. Hasil Pengujian Regresi Variabel X1 Terhadap Y Model Variabel (Constan. Standar Operasional Prosedur (X. Dependent Variabel: Kualitas Produk (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25. diartikan bahwa secara simultan standar Sig. operasional prosedur (X. dan quality control (X. berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk (Y). Berdasarkan tabel 14 nilai t hitung pada variabel operasional prosedur adalah 2,249 dengan demikian nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel 1,993. Uji Hipotesis Terhadap Y besar dari nilai F tabel, dengan F sig. 0,000 Pengaruh Parsial Koefisien Determinasi (R. Tabel 17. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Quality Control (X. Standar Operasional Prosedur (X. Dependent Variable: Kualitas Produk (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25. Berdasarkan hasil Tabel 17 bahwa besar Tabel 15. Hasil Pengujian Regresi Variabel X2 Terhadap Y Model Variabel (Constan. Quality Control (X. Dependent Variabel: Kualitas Produk (Y) Sumber: Data diolah SPSS 25. Sig. nilai R = 0,828 dan nilai koefisien determinasi RSquare = 0,686. Maka berdasarkan hasil olahan SPSS 25. 0 dan dengan rumus = 0,686 x 100% = 68,6%. Maka menunjukkan bahwa Berdasarkan tabel 15 nilai t hitung pengaruh secara simultan yang disumbangkan yang dihasilkan pada variabel quality control variabel bebas (X. dan X2 terhadap variabel adalah 5,704 dengan demikian nilai t hitung terikat (Y) sebesar 68,6%. Sedangkan sisanya 31,4% dipengaruhi oleh diluar variabel. 95 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2024 KESIMPULAN produk yang dihasilkan baik karena tidak Berdasarkan ada proses yang terlewatkan. pembahasan serta pengujian hipotesis yang Pengendalian Kualitas . uality contro. dari bermaksud untuk mengetahui AuPengaruh produk yang dihasilkan oleh perusahaan Standar Operasional Prosedur (X. dan berdasarkan dari tanggapan responden Quality Control (X. terhadap Kualitas sudah sesuai dengan harapan, namun pihak Produk (Y) Pada PT. Ik Precision Indonesia perusahaan perlu memperhatikan mengenai Cikarang Jawa BaratAy, maka dapat ditarik standar spesifikasi produk karena itu kesimpulan sebagai berikut: merupakan salah satu faktor yang sangat Hasil penelitian menunjukan gambaran mempengaruhi kualitas produk, dengan cara Standar Operasional Prosedur (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Produk (Y). mempertahankan kualitas produk karena bagian dari citra perusahaan. Standar Operasional Prosedur Hasil penelitian menunjukan gambaran Pengendalian Kualitas . uality contro. Quality Control (X. memiliki pengaruh perusahaan merupakan dua aspek yang positif dan signifikan terhadap Kualitas harus diperhatikan, karena satu sama lain Produk (Y). Kualitas Produk Hasil penelitian menunjukan pengaruh memberikan citra yang baik terhadap Standar Operasional Prosedur (X. dan konsumen terhadap produk-produk yang Quality Control (X. secara simultan terhadap Kualitas Produk (Y) berpengaruh dan positif dan signifikan. Berdasarkan DAFTAR PUSTAKA