Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Halaman jurnal di https://journal. id/skenoo Pentingnya Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Nilai Spiritualitas Orang Dewasa Usia 40-60 Tahun Titi Tianaa. Sulistiawati Cintiab. Rupina Elsyc. Desi Ilovin Hadasa Manurungd a,b,c,d Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta email: titi@sttekumene. id, sulistiawaticintia@sttekumene. id, rupinaelsy@sttekumene. desimanurung@sttekumene. INFO ARTIKEL Sejarah artikel: Dikirim 22 Mei 2024 Direvisi 12 November 2024 Diterima 22 November 2024 Terbit 30 Desember 2024 Kata kunci: Pendidikan Agama Kristen Dewasa Spiritual Dewasa Madya Krisis Dewasa Lanjut Keywords: Religious Education Adult Christian Spirituality Intermediate Adult Advanced Adult Crisis ABSTRAK Dewasa madya, sering disebut sebagai usia lanjut, menghadapi beragam tantangan, termasuk perubahan fisik seperti kehilangan kekuatan, penurunan daya ingat, dan risiko penyakit. Di Indonesia, terdapat sekitar 157. 112 orang dalam kelompok umur produktif, yang pada akhirnya akan memasuki fase ini. Tantangan emosional juga muncul, seperti kurangnya penghargaan dari keluarga atau Sebagian orang dewasa madya mengambil langkah antisipatif dengan belajar memahami dan menerima perubahan yang datang seiring pertambahan usia. Bimbingan, terutama dalam aspek keagamaan, menjadi krusial untuk membantu mereka menghadapi krisis di masa tua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan meningkatkan kesadaran agama melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai solusi. Simatupang dan timnya menegaskan bahwa pendidikan keagamaan berfungsi membentuk manusia bertakwa, berakhlak mulia, menjaga kedamaian, serta mempersiapkan individu menjadi bagian masyarakat yang mengerti dan menerapkan prinsipprinsip agama atau berkompeten dalam bidangnya. ABSTRACT Middle adults, often referred to as old age, face a variety of challenges, including physical changes such as loss of strength, memory decline, and risk of disease. In Indonesia, there are around 157,053,112 people in the productive age group, who will eventually enter this phase. Emotional challenges also arise, such as a lack of appreciation from family or society. Some middle adults take anticipatory steps by learning to understand and accept the changes that come with age. Guidance, especially in religious aspects, is crucial to help them face crises in old age. This research using qualitative methods with a systematic literature approach highlights the importance of increasing religious awareness through Christian Religious Education (PAK) as a Simatupang and his team emphasized that religious education functions to form people who are devout, have noble character, maintain peace, and prepare individuals to become members of society who understand and apply religious principles or are competent in their field. PENDAHULUAN Menurut data yang diteliti oleh tim peneliti yaitu Edwardus Iwantri Goma bersama tim dalam jurnalnya menerangkan mengenai data penduduk yang dilansir oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappena. dan Badan Pusat Statistik (BPS) dari Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 159 tahun 2010 hingga 2035, analisis deskriptif kualitatif dan penafsiran data yang berlandaskan pada studi literatur digunakan untuk menentukan bahwa sekitar 112 orang di Indonesia termasuk dalam kelompok umur produktif. Edwardus Iwantri Goma menulis bahwa keberadaan jumlah penduduk dalam rentang usia produktif memiliki kaitan yang sangat kuat dengan fenomena lanjakan penduduk produkti, yang telah terus meningkat. 1 Sedangkan menurut penjelasan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Andrikho & Andrias Pujiono menerangkan bahwa, pada tahun 2045, seperlima dari penduduk negara akan menjadi orang tua. Dengan kata lain, satu dari lima orang Indonesia akan menjadi orang tua. Penelitian oleh Andrikho dan Andrias Pujiono menemukan bahwa Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang berfokus pada kesadaran spiritualitas dewasa madya dapat meningkatkan kerohanian pada tahap dewasa madya untuk menghadapi krisis pada tahap dewasa lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa PAK dewasa meningkatkan kesadaran spiritual pada usia dewasa menengah, yang pada gilirannya memungkinkan dewasa lanjut untuk menghadapi krisis dewasa lanjut. Secara fisik orang yang lanjut usia akan mengalami kehilangan kekuatan, kehilangan daya ingat dan lebih sering terkena penyakit. Menurut pendapat Andriko bersama tim menyimpulkan kisah masyarakat Amerika Serikat sebagai saksi dengan menanyakan bidang pekerjaan masing-masing mahasiswa yang menempuh pendidkan keperawatan. Jika dibandingkan dengan mahasiswa keperawatan di Indonesia tentunya memiliki perbedaan. Mahasiswa Amerika Serikat sebagian mahasiswanya ingin mengambil pekerjaan di bagian anakanak dan bayi dibanding dengan mahasiswa di Indonesia lebih fokus pada pekerjaan bidang orang tua. Dari kisah ini menunjukan bahwa masyarakat Amerika Serikat berorientasi pada anak muda dibandingkan dengan Indonesia. Dengan mengetahui bahwa jumlah orang tua akan meningkat dalam 25 tahun ke depan, ada kemungkinan bahwa masalah baru dan kompleks akan muncul dari krisis yang akan melanda kaum dewasa lanjut. Oleh karena itu, akan membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan dan mengaktifkan sistem peringatan dini tentang hal ini, para pendidik atau pelayan Tuhan harus mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan penting bagaimana orang-orang dapat menghadapi masa tua dan ancaman krisis yang menghadang mengenai krisis yang dapat terjadi pada masa usia lanjut dan kesiapan mental menghadapinya, perlu didukung juga dengan spiritualitas yang baik. Oleh sebab itu, untuk menghadapi masa tua, beberapa orang yang sudah mengambil 1 Edwardus Iwantri Goma. Aisyah Trees Sandy, and Muhammad Zakaria. AuAnalisis Distribusi Dan Interpretasi Data Penduduk Usia Produktif Indonesia Tahun 2020,Ay Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi (July 20Ae27, https://journals. id/index. php/georafflesia/article/view/1781. 2 Andrias Pujiono and Andrikho Andrikho. AuPeranan PAK Dewasa Dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritualitas Dewasa Madya Untuk Menghadapi Krisis Di Masa Dewasa Lanjut,Ay Jurnal Teologi Injili (December 139Ae150, https://jurnal. id/index. php/jti/article/view/30. 160 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. tindakan antisipasi sejak dini mungkin belajar untuk memahami dan menerima semua perubahan dan tantangan yang akan datang ketika mereka semakin tua. Mutia Rahmah mengatakan bahwa ada kolerasi antara tingkat spiritualitas orang dewasa di PSTW Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2012, dan tingkat spiritualitas orang muda. Korelasi dari kedua ini memiliki perbedaan antara tingkat tahun 2012, dan tingkat spiritual orang dewasa dan tingkat spiritual orang muda. Orang dewasa mengalami tingkat spiritual rendah dibanding dengan orang muda. Untuk memenuhi kebutuhan spiritual orangtua, pihak panti atau pendidik yang berperan dalam mendidik, mengajar, mengarahkan, lebih meningkatkan kegiatan keagamaan untuk Karena orang sangat memerlukan bimbingan dan pengetahuan. Terutama dalam keagamaan, agar menumbuhkan nilai spiritual, selain itu membantu orang dewasa dalam menangani masalah. Kegiatan ini harus disesuaikan dengan keyakinan, kepercayaan yang dianut orang tua. Muh Fery Setyawan mengungkapkan adanya keterkaitan antara spiritualitas dan tingkat kecemasan yang berhubungan dengan kematian orang dewasa pada usia 60 tahun, disusun Tanggulangin. Pandean. Ngablak. Magelang. Jawa Tengah. Oleh karena itu, disarankan agar orang dewasa usia 60 tahun guna dalam membantu untuk meningkat nilai spiritualnya dengan melibatkan orang dewasa dalam kegiatan suatu keagamaan yang diadakan oleh para kader keagamaan. Penelitian ini berfokus pada cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran nilai-nilai agama gunanya menghadapi krisis di masa dewasa lanjut dalam konteks PAK. Menghadapi masa tua bukanlah hal yang mudah, karena usia yang semakin bertambah juga banyak krisis yang dihapadi misalnya secara fisik yaiu: kekuatan tubuh semakin melemah, darah tinggi, diabetes, demam, stroke, serangan jantung, dan lain-lain. Sedangkan untuk masalah kerohanian yaitu salah satunya kemerosotan nilai spiritual. Tujuan penelitian ini menunjukan bahwa betapa pentingnya PAK bagi orang dewasa dalam upaya membangun nilai spiritual. dengan pendekatan literatur. Karena jika dipandang dari segi kehidupan banyak orang dewasa madya mengalami krisis spiritual, maka dari itu , perlunya penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen bagi orang dewasa. METODE Untuk mencapai tujuan artikel ini, tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. 5 Oleh karena itu, data yang digunakan bersifat database online. 3 Ibid. Muh Fery Setyawan. AuHubungan Spiritualitas Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Kematian Lansia Umur Di Atas 60 Tahun Di Dusun Tangguladin. Pandean. Ngablak. Magelang. Jawa TengahAy (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AoAisyiyah Yogyakarta, 2. 5 Risky Rannu and Ririn Novita Sari. AuDinamika Tantangan Iman Generasi Muda Masa Kini Dan Strategi Pastoral Untuk Mendorong Pertumbuhan Kerohanian,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 2 (December 2. : 121Ae136. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 161 Karena menggunakan pendekatan literatur sistematis, yang mencakup sumber seperti jurnal, buku dan teknologi internet. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Kristen merupakan suatu bentuk pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kristiani kepada peserta didik sesuai dengan tahap usianya. Menurut R. Boehlke. Pendidikan Agama Kristen (PAK) dapat dipandang sebagai suatu disiplin ilmu. PAK juga merupakan upaya untuk membantu individu dari berbagai kelompok usia yang memiliki tanggung jawab dalam menjawab panggilan Allah melalui Yesus Kristus. Alkitab, dan kehidupan gereja. Dengan bimbingan Roh Kudus, mereka diperlengkapi untuk melayani Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, gereja, masyarakat, dan alam Boehlke mengutip pemikiran Comenius mengenai pendidikan agama dalam sejarah pendidikan dan praktek. 6 Pendidikan secara umum dipahami sebagai suatu proses perubahan sikap dan perilaku individu atau kelompok manusia yang terjadi melalui kegiatan pengajaran dan penelitian. Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu bagian dari pendidikan yang memiliki keunikan dalam usaha memperkuat nilai-nilai Tujuan utama dari Pendidikan Agama Kristen adalah adalah memberikan wawasan dan arahan bagi peserta didik dalam pembentukan iman Kristen serta mengajarkan ajaran dan prinsip-prinsip kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Sariman Sitanggang mengatakan tujuan PAK adalah mengenalkan Tuhan. Bapa. Anak dan Roh Kudus serta cara kerjanya, meningkatkan keimanan dan rasa percaya diri peserta, meneladani hidup Yesus dalam kehidupannya. Tujuan Pendidikan Agama Kristen adalah mengembangkan karakter siswa yang sejalan dengan ajaranajaran kristiani. Pendidikan secara umum dipahami sebagai proses transformasi sikap dan perilaku sekaligus menambahkan ilmu pengetahuan mengenai keagamaan kepada seseorang atau sekelompok tertentu untuk menjadi pribadi yang matang melalui kegiatan pengajaran dan penelitian. Melalui mengembangkan kualitas seperti sikap jujur, bertanggung jawab, rasa hormat dan empati kepada orang lain. Pendidikan Agama Kristen membimbing peserta didik menjadi pribadi berperilaku mulia dan berperan dalam masyarakat. Pengajar Pendidikan Agama Kristen bukan saja bertugas mengajar, namun juga berkontribusi di luar kelas dalam membentuk karakter peserta didiknya. Kurikulum khusus penulis ini di sini adalah 6 Andar Ismail. Ajarlah Mereka Melakukan Kumpulan Karangan Seputar Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. 7 Sion Saputra. AuKelas Virtual Dan Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Pendidikan Agama Kristen,Ay in Teknologi Dan Teologi: Mengintegrasikan Alat Digital Dalam Pendidikan Agama Kristen, ed. Yanuardi Kristian Zega (Batam: Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas, 2. , 1Ae159, https://publisher. com/index. php/yutapress/catalog/book/6. 162 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. kurikulum agama Kristen, dimana kurikulum ini dirancang khusus bagi umat kristiani untuk menghidupkan dan memberikan nilai-nilai kekristenan kepada peserta, diajarkan oleh para guru yang terlibat dalam pengajaran ilmu keagama. PAK merupakan salah satu mata pelajaran yang terorganisir dengan baik dan pemerintah merancang dan menjelma menjadi kurikulum yang menghidupkan kembali nilai-nilai Kristiani pada diri guru dan Di Indonesia, terdapat enam agama yang dianut oleh setiap masyarakat sesuai keyakinan dan ajaran agama tersebut. Dan seluruh ajaran pendidikan berlaku di semua sekolah di tanah air, baik ajaran agama Kristen. Katolik. Islam. Budha. Hindu. Konghucu, sekolah swasta maupun negeri. Pendidikan kemampuan, sikap, dan perilaku dalam lingkungan sosial tempat ia berada. Dengan memperkenalkan suatu kegiatan atau proses memeroleh pengetahuan umum, mempersiapkan dirinya untuk pematangan intelektual. Kehidupan, aktivitas atau proses memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu seperti profesi. Pendidikan mempunyai peran dan tanggung jawab sebagai pemberi ilmu pengetahuan, tidak hanya sebagai pemberi ilmu pengetahuan dan keterampilan, namun juga aspek sosial, yang tercermin dalam sikap peserta didik dan hubungan konstruktif dalam interaksi peserta didik dan sekolah, peserta didik dan masyarakat. Oleh karena itu, ilmu-ilmu sosial memiliki peran yang sangat vital dalam pembentukan diri siswa. Masyarakat yang terdidik dan dapat beradaptasi akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan masyarakat tanpa merasa cemas. Namun, pencapaian ini tidak selalu disertai dengan kemajuan moral yang signifikan. Di samping itu, fenomena relativitas membuat tantangan dalam masalah moral semakin kompleks. Hubungan antara Pendidikan Agama Kristen Dewasa dan Spiritualitas Dewasa Madya Pendidikan Agama Kristen bagi orang dewasa dan spiritualitas dewasa madya memiliki hubungan yang sangat erat yang signifikan. Pendidikan Agama Kristen bagi orang dewasa, yang melibatkan pengajaran dan praktek iman Kristen dapat memengaruhi spiritual dewasa madya secara langsung melalui proses belajar mengajar yang membangun relasi dengan Allah dan memuliakan nama-Nya. Pendidikan Agama Kristen dewasa bukan saja memberikan pemahaman tentang ajaran Kristen, namun juga spiritualitas Kristen. Tertulis dalam Injil Matius 28:19-20. Tuhan Yesus berkata. AuKarena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa. Anak, dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman. Ay Konsep pendidikan untuk orang dewasa adalah aspek utama untuk diperhatikan dalam pendidikan saat ini. Pendidikan tidak selalu terbatas pada lembaga pendidikan formal, karena pada kenyataannya banyak orang dewasa memerlukan pembelajaran, baik Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 163 dalam bentuk informal maupun non-formal, seperti pelatihan keterampilan, kursus, atau seminar. Pendidikan bagi orang dewasa kini menjadi aspek yang krusial dalam pembelajaran umat di gereja dan dalam masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan pembelajaran bagi orang dewasa sangatlah penting yang dapat dibentuk melalui berbagai cara, seperti doa, ibadah, dan aktivitas lain yang memperkuat kehidupan spiritual. Pendidikan Agama Kristen bagi orang dewasa memegang peranan yang sangat vital dalam membantu individu dewasa madya mengembangkan spiritualitas, dengan cara mengajarkan ajaran Kristen yang otentik dan sesuai dengan Alkitab, serta menginspirasi untuk mengaplikasikan nilai-nilai Kristen dalam hubungan dengan sesama. Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen bagi orang dewasa, spiritualitas dewasa madya juga dibentuk melalui berbagai aktivitas yang memperkuat kehidupan rohani, seperti kesaksian, pelayanan, dan kesetiaan pada panggilan hidup. Spiritualitas Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk spiritual. Respon, kekuatan, dan tingkat kesadaran seseorang dalam proses transendensi diri, kebersihan, identitas diri, dan hubungan antar elemen ini menunjukkan kualitas spiritual seseorang. Berlawanan dengan pendekatan antroposentris, spiritualitas mengandung makna hubungan yang saling terkait dan pengembangan diri yang melampaui batas-batas duniawi, dan dapat didefinisikan sebagai pengetahuan bahwa dalam kehidupan ada suatu kapasitas yang mengungguli keberadaan fisik seseorang dan keterjagaan akan rasa keutuhan dan keterhubungan diri dengan alam semesta. Spiritual dapat diartikan bahwa transendensi adalah pencapaian tertinggi dalam perkembangan seseorang. Ini juga dapat digunakan sebagai motivasi untuk memotivasi seseorang untuk mencari arti dan tujuan hidup. Ini juga merupakan karakteristik kemanusiaan yang membedakan manusia dari makhluk lainnya dan merupakan indikator tingkat kebugaran kognitif seseorang dalam dimensi Spiritualitas diambil dari kata spirit dalam bahasa Inggris AuspiritAymemiliki berbagai macam arti yaitu roh, jiwa, semangat, etika, dan tujuan, atau makna sejati. Sementara itu, dalam bahasa Arab yaitu ruhani maknawi dari segala sesuatu. Spiritual yang dijelaskan oleh Kurniyatul Faizah yang mengutip pandangan Tischler, yang menyatakan bahwa spiritualitas serupa dengan suatu pendekatan, yang berkaitan dengan emosi atau perilaku berdasarkan sikap individu. Seorang tokoh bernama Al-ghazali dalam jurnalnya yang berjudul AuEfektivitas Intervensi Psikoterapi Ilham Terhadap Tingkat Stres yang Dialami Mahasiswa di Universitas ParamadinaAy menyebutkan spiritualitas sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui tarekat. Tarekat adalah penerapan nyata dari tasawuf 8 Aam Imaduddin. AuSpiritualitas Dalam Konteks Konseling,Ay Journal of Innovative Counseling 1, 1 . : 1Ae8, http://journal. id/index. php/innovative_counseling. 164 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. dalam menyebarluaskan nilai-nilai ajaran. Spiritualitas berasal dari kata Ibrani AuruachAy yang diterjemahkan sebagai roh, napas, dan angin. Berbicara tentang roh berarti membahas apa yang membuat seseorang Jadi, spiritualitas adalah hal yang terkait tentang iman, dalam arti spiritual merupakan roh, jiwa, sukma yang terdapat dalam diri manusia. Sedangkan iman adalah dasar dari sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuati yang tidak kita lihat (Ibr. Jika kedua hal ini dikaitkan, maka iman tersebut berperan sebagai yang mendorongnya, dan apa yang membantu orang mempertahankan dan menyempurnakan apa yang baru dimulai. Dikutip dari tulisan Febriaman Lalaziduhu Harefa yang menyatakan bahwa spiritualitas dalam pandangan kekristenan sangat berhubungan dengan nilai-nilai keimanan, dorongan hidup, ketahanan, ketekunan, serta semangat dalam menjalani hidup, baik dalam konteks umum maupun pribadi, yang menghasilkan pengalaman hidup Kristen yang sejati. 10 Spiritualitas yang berbasis agama dan ilahi diakui dalam budaya Kristen. Dengan kata lain, pertemuan dengan Tuhan, yaitu Allah Tritunggal yang menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus, serta kemampuan untuk beriman dan percaya karena kasih karunia Roh Kudus, merupakan bagian penting dari kehidupan yang harmonis. Iman, pengharapan, dan kasih menjadi inti dari spiritualitas orang Kristen, yang menuntunnya untuk mengasihi Allah dan sesama manusia. Spiritualitas teologis ini disebut sebagai kristiani karena Allah telah berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus dan orang yang percaya juga bertemu dengan Allah melalui pertemuan pribadi dengan Yesus Kristus. Orang-orang menyatu dengan kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Hidup beriman adalah cara yang dapat membuat manusia hidup dengan utuh. Dengan hidup beriman kepada Kristus, semua yang hidup kembali kepada Allah. Pencipta segalanya. Orang-orang yang percaya terus memiliki keintiman relasi dengan Yesus Kristus, yang terlihat dalam hubungannya dengan semua Spiritualitas Kristen dapat menjelaskan keberadaan manusia dari awal hingga akhir dan menyatakan bahwa ada kehidupan setelah kematian. Jika seseorang mampu memiliki kesadaran spiritualitas ini, orang dewasa dapat menjadi lebih siap untuk menjalani keberadaannya dalam kehidupan yang tidak kekal di dunia fana ini. 9 Dwita Priyanti et al. AuEfektivitas Intervensi Psikoterapi ILHAM Tehadap Tingkat Stres Yang Dialami Mahasiswa Di Universitas Paramadina,Ay INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi 12, no. : 67Ae 10 Yaaman Gulo et al. AuSpiritualitas Gen Z Dalam Menghadapi Era Post-Modern: Pembinaan Bagi Youth GBI Jehova Jireh Ministry,Ay Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (June 23, 86Ae96, https://jurnal. com/index. php/devotion/article/view/64. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 165 Pengertian Masa Dewasa Masa dewasa merupakan periode di mana seseorang telah mencapai tahap perkembangan yang memadai bersiap sedia menjalankan peran di lingkungan masyarakat bersama orang dewasa lainnya. Di Amerika, seseorang dianggap belum mencapai status dewasa jika belum berusia 21 tahun. Sebaliknya, di Indonesia, seseorang yang telah memasuki pernikahan, meskipun belum mencapai usia 21 tahun, dianggap telah mencapai status dewasa. Psikolog memandang usia dua puluh tahun sebagai awal masa dewasa, yang berlanjut hingga usia empat puluh lima hingga lima puluh tahun. Masa dewasa juga dikenal sebagai fase kehidupan yang paling panjang. Selama fase ini, perubahan fisik dan psikologis terjadi secara perlahan, yang sering kali menimbulkan kesulitan dalam beradaptasi dan menimbulkan stres. Secara keseluruhan, perkembangan tidak berhenti pada kedewasaan fisik pada masa remaja. pertumbuhan terus berlangsung hingga seseorang mencapai kedewasaan sosial pada usia dewasa muda. Faktor-faktor kehidupan sosial dan pribadi, seperti kemampuan regulasi diri, sangat memengaruhi proses penuaan, yang merupakan bagian dari perjalanan hidup dan dapat berdampak pada penurunan harapan hidup. Masa dewasa adalah periode ketika seseorang mencapai tahap akhir dari perkembangan biologis dan psikologis. Masa dewasa terbagi menjadi beberapa fase: tahap dewasa awal, yang berlangsung antara usia dua puluh hingga empat puluh tahap dewasa madya, yang terjadi antara usia 41 hingga 60 tahun. dan tahap dewasa lanjut, yang diawali pada usia 61 tahun ke atas. Setiap fase kehidupan dibandingkan dengan fase sebelumnya. Kelompok usia dewasa menghadapi masalah-masalah tersebut sepanjang perjalanan hidup. Permasalahan Dewasa Lanjut Usia lanjut terarah pada pribadi seseorang yang umumnya berusia 60 tahun atau Pada tahap ini, setiap orang mengalami perubahan yang dapat menyebabkan penurunan fisik dan spiritual. Kesehatan psikologis, sosial, dan spiritual pada usia lanjut, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh transformasi fisik yang dialami. Seseorang mungkin merasa rendah diri karena merasa tidak lagi mampu atau tidak berguna, yang dapat membuat individu tersebut menarik diri dan merasakan kesepian. Kondisi ini sering diperburuk oleh anak-anak yang telah membentuk keluarga masing-masing dan meninggalkan orangtua, atau fenomena Ausarang kosong. Ay Orang dewasa seringkali diperadapkan dengan rasa cemas dalam dirinya. Cemas bukanlah termasuk penyakit tetapi bagian dari reaksi emosional yang dipengaruhi oleh faktor keadaan yang memicu keadaan tersebut misalnya, orangtua memiliki kecemasan terhadap anaknya melihat karakter anaknya dalam dunia Pendidikan semakin hari semakin berubah. Dikutip dari sebuah buku Junaidin AuPsikologi UmumAy dalam tulisannya mengutip pendapat Nevid dan tim yang menuliskan bahwa kecemasan diartikan sebagai perasaan khawatir dan antisipasi akan kemungkinan terjadinya hal 166 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. buruk di masa mendatang. Sementara itu, ia juga mengungkapkan beberapa aspek kecemasan, yang pertama. , yaitu pikiran negatif tentang diri sendiri, seperti perasaan inferior, merasa kurang dibandingkan teman-temannya. Kedua. , yang merujuk pada respons terhadap stimulus saraf otonomi, seperti detak jantung yang cepat, keringat dingin, dan ketegangan. Ketiga. kecenderungan seseorang yang terus-menerus tertekan akibat pemikiran rasional tentang tugas yang dihadapi. Erikson berpendapat bahwa proses tumbuh kembang pada tahap dewasa awal dan madya memengaruhi kesiagaan orang tua untuk beradaptasi terhadap tugas Jika keteraturan dan kebaikan serta membangun relasi yang selaras dengan lingkungan sekitarnya, individu lanjut usia umumnya tetap menjalankan rutinitas yang telah menjadi kebiasaan pada masa senja. Mampu menghadapi konflik atau tekanan yang disebabkan oleh transformasi fisik, pengalaman psikososial, dan kemampuan untuk mencapai antara tuntutan internal dan eksternal, yang ditandai dengan berkembangnya kemampuan teknik psikologis yang kuat untuk memenuhi kebutuhan diri tanpa menimbulkan masalah baru, adalah tanda adaptasi orang tua. Kegagalan seseorang untuk menyelesaikan tanggung jawab perkembangan menyebabkan masalah Havighurst dalam penelitiannya mengemukakan beberapa tugas perkembangan yang harus dijalani pada usia lanjut, yaitu: . Beradaptasi terhadap penurunan kemampuan fisik dan kesehatan. Menyesuaikan diri dengan transisi menuju masa pensiun dan perubahan tingkat pendapatan. Mengatasi dampak emosional dari kehilangan pasangan hidup. Membangun dan memperkuat hubungan dengan individu dalam kelompok usia yang sama. Menyesuaikan diri dengan tanggung jawab sosial yang berbeda. Motivasi sangat penting dalam hal degradasi yang dialami seseorang lanjut usia. Jika orang dewasa tidak memiliki motivasi yang kuat, maka kondisi orang dewasa tersebut dapat lebih cepat memburuk. dari pada orang yang memiliki motivasi. Dikutip dari pandangan Jhonnedy Simatupang dan tim yang menuliskan bahwa ada 5 faktor motivasi yaitu pertama. , . penghargaan, . pekerjaan itu sendiri, . tanggung jawab, dan . pertumbuhan dan perkembangan. Ia juga menulis tentnang teori motivasi Abraham Maslow terhadap manajemen pendidikan menyatakan bahwa kebutuhan adalah kekuatan pendorong yang memotivasi individu untuk 11 Junaidin. Psikologi Umum (Yogyakarta: Zahir Publisher, 2. 12Afrizal Afrizal. AuPermasalahan Yang Dialami Lansia Dalam Menyesuaikan Diri Terhadap Penguasaan Tugas-Tugas Perkembangannya,Ay Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 2, 2 (December 30, 2. : 91Ae106, http://journal. id/index. php/JBK/article/view/462. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 167 menjalankan tanggung jawab. 13 Selain itu, kurangnya waktu dalam bekerja karena pensiun kerja dapat menyebabkan kebosanan, yang dapat mengurangi motivasi untuk individu orang dewasa. Secara mandiri atau dibantu dengan dukungan sosial, atau lingkungannya, orang berusia lanjut perlu menumbuh kembangkan motivasi intern dan ekstern dalam dirinya. Antisipasi pada Masa Dewasa Madya Mengemban tugas sebagai orang tua adalah bagian dari proses psikososial pada fase usia lanjut, yang dikenal sebagai keselarasan ego atau kesatuan diri, yang berlawanan dengan rasa keputusasaan. Seseorang yang berhasil mencapai tahap kesatuan diri memiliki kesadaran dan penerimaan penuh terhadap kehidupannya, termasuk menghadapi kegagalan serta pencapaian. Integritas ego menggambarkan keadaan jiwa yang selaras dengan prinsip-prinsip alam semesta, serta perasaan kasih terhadap sesama, yang mendorong kontribusi terhadap keharmonisan dunia. Integritas diri tercapai ketika seseorang menerima dirinya apa adanya, baik masa lalu yang penuh tantangan maupun masa kini yang mungkin tidak sempurna. Perilaku individu yang mencapai harmoni diri mencerminkan pengertian yang mendalam terhadap sesama, serta kemampuan untuk memperoleh keunggulan dalam karakter dan moral. Dalam penelitian yang berjudul AuPerkembangan Kognitif Mahasiswa Pada Masa Dewasa Awal,Ay Ridha Raudah Nur dan timnya membagi rentang usia dewasa menjadi tiga tahap: fase dewasa awal . , diawali pada usia 18 hingga 40 tahun, fase dewasa madya . -60 tahu. , dan fase dewasa lanjut yang diawali pada usia 60 tahun hingga akhir kehidupan. Kebahagiaan manusia didasarkan pada kebutuhan sifat materialisme, akan tetapi tidak bisa dijadikan fokus utama untuk pencapaian dengan dan tujuan dalam hidup, dapat disadari bahwa dari kehidupan ini hanyalah sekedar pinjaman dari Tuhan yang suatu saat akan mengambil kembali atas kepunyaan-Nya. Maka seharusnya manusia akan mempersiapkan hati agar bisa menerima kenyataan dan bersyukur atas apa yang menjadi kesempatan untuk mengatur hal-hal yang baik dengan melangkah ke masa Pendidikan Orang Dewasa (Andragog. Ika Widyasari Simanjuntak, dalam kutipan pandangan Harianto GP dari bukunya Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab & Dunia Pendidikan Masa Kini, berpendapat bahwa pendidikan bagi orang dewasa . berlangsung melalui Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang and Anthony Yedid Yah Kairupan. AuMengurai Problematika Manajemen Pendidikan Kristen Berbasis Paralelitas Teori Motivasi: Herzeberg Dan Abraham Maslow,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (December 28, 2. 154Ae164, https://journal. id/skenoo/article/view/36. 168 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. proses pengelolaan diri untuk mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban. PAK Dewasa dikenal dengan prinsip pembelajaran andragogi bukan pedagogi, prinsip akan membantu bagi para pendidik PAK dalam konteks pendidikan orang dewasa yang melakukan upaya-upaya edukatif, mendidik orang dewasa madya berdasarkan upaya Pendidikan Agama Kristen, agar memiliki kesadaran spiritual dengan salah satu usaha yang penting bagi PAK dewasa agar membantu orang dewasa yang menghadapi adanya krisis di masa dewasa lanjut. Kesadaran spiritualitas yang baik akan membantu orang dewasa mampu menghadapi krisis tersebut. Kurikulum bagi PAK dewasa merupakan serangkaian rencana atau penyusunan dari suatu kurikulum yang relevan atau berbasis meningkatkan kesadaran dengan spiritual. PAK dewasa memerlukan kurikulum yang merupakan serangkaian rencana dan penyusunan dari langkah misi atau visi dari orang dewasa tersebut dengan topik kajian penyampaian yang digunakan sebagai petunjuk pelaksanaan aktivitas dalam mencapai suatu tujuan dalam menghadapi suatu krisis yang menerpa. Ezra Yani Sibuea dengan tim dalam tulisannya yang berjudul AuStrategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Orang DewasaAy yang menjelaskan bahwa orang dewasa dalam menjalani kehidupannya tetap membutuhkan Pendidikan Agama Kristen sebagai pedoman spiritual. Dimana Pendidikan Agama Kristen ini akan membantu dalam membentuk pribadi peserta didik tersebut. Berikut beberapa tujuan penyelengaraan Pendidikan Agama Kristen bagi orang dewasa yaitu: Membantu dalam peneguhan iman kristiani yang berarah pada Tuhan, membantu dalam membentuk nilai-nilai spiritual, moral, membentuk karakter orang dewasa. Selain itu dikutip penjelasan dari KL James menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen untuk pelayanan untuk orang dewasa bertujuan untuk memperkuat wawasan dalam menghadapi dinamika tantangan yang muncul di era globalisasi. 15 Dalam tulisannya. James juga mengutip pandangan dari Hurlock, yang menjelaskan bahwa definisi kata AudewasaAy berasal dari istilah AuadultAy dalam bahasa Latin, yaitu bentuk lampau AuparticipleAy dari kata kerja Auadultus,Ay yang berarti Autelah tumbuh mencapai ukuran dan kekuatan yang sempurnaAy atau Autelah matang. KESIMPULAN Artikel ini menguraikan tantangan dan kebutuhan populasi lanjut usia di Indonesia, yang diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2045. Pendidikan Agama Kristen untuk dewasa madya sangat krusial dalam meningkatkan kesadaran spiritual, yang membantu individu menghadapi krisis di usia lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa PAK yang efektif dapat meningkatkan kualitas spiritualitas dewasa madya, yang pada gilirannya mempersiapkan individu secara Harianto GP. Pendidikan Agama Kristen Dalam Alkitab & Dunia Pendidikan Masa Kini (Yogyakarta: PBMR ANDI, 2. 15 James. AuProgram Pendidikan Agama Kristen Untuk Pelayanan Kelompok Dewasa Ditinjau Dari Sudut Alkitabiah Dalam Era GlobalisasiAy (Universitas Medan Area, 2. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 169 mental dan emosional untuk menghadapi penurunan fisik dan perubahan sosial di usia Oleh sebab itu, untuk mengatasi krisis dewasa lanjut, diperlukan pendekatan andragogi dalam PAK, yang berfokus pada pembelajaran orang dewasa. Kurikulum mempersiapkan individu menghadapi perubahan hidup. Dukungan spiritual yang baik memungkinkan lansia menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan sejahtera, mengatasi tekanan psikologis, sosial, dan kesehatan yang dihadapi. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat keagamaan yang sesuai dengan keyakinan dan kebutuhan spiritual lansia. Daftar Pustaka